Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Prenatal Gentle Yoga Terhadap Penurunan Nyeri Pinggang Pada Ibu Hamil Trimester III widayati; Misnawati; Kristiningrum, Wahyu; Nilawati, Ika
Midwifery Science Care Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Midwifery Science Care Journal
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/mscj.v3i1.538

Abstract

Prenatal gentle yoga merupakan salah satu jenis modifikasi dari hatha yoga yang disesuaikan dengan kondisi ibu hamil. Tujuan prenatal yoga adalah untuk mengurangi keluhan-keluhan ibu selama kehamilan serta mempersiapkan ibu hamil secara fisik, mental, dan spiritual untuk proses persalinan. Upaya untuk mengatasi keluhan nyeri punggung yaitu biasanya dengan terapi farmakologis dan terapi non farmakologis. Senam yoga yang dilakukan pada kehamilan trimester III dapat mengurangi keluhan yang dirasakan ibu hamil selama trimester III salah satunya yaitu nyeri punggung. Mengetahui prenatal gentle yoga terhadap penurunan nyeri pinggang pada ibu hamil trimester III di RSUD Ratu Aji Putri Botung. Metode yang digunakan yaitu Quasi Experimen menggunakan rancangan one group pre-test and post-test design tanpa kelompok kontrol, dan menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 19 orang ibu hamil trimester III. Nyeri punggung sebelum dilakukan prenatal gentle yoga pada ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri ringan dengan jumlah 13 responden (68,4%), dan mengalami nyeri sedang dengan jumlah 2 responden (10,5%). Nyeri punggung sesudah dilakukan prenatal gentle yoga pada ibu hamil trimester III yang tidak mengalami nyeri dengan jumlah 15 responden (78,9%), dan mengalami nyeri ringan dengan jumlah 4 responden (21,1%). Hasil nilai t hitung didapatkan 5,121 > t tabel 1,729 dan p value 0,000 < 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak Ha diterima, yaitu terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penurunan nyeri punggung sebelum dan setelah prenatal gentle yoga pada ibu hamil trimester III di RSUD Ratu Aji Putri Botung. Diharapkan bagi ibu hamil supaya mengikuti pelaksanaan kelas prenatal gentle yoga pada fasilitator prenatal gentle yoga yang sudah melakukan pelatihan supaya bisa menerapkan prenatal gentle yoga yang bermanfaat untuk mengurangi keluhan ibu selama masa kehamilan.
Pemanfaatan Booklet Kreasi Menu Makanan Pendamping ASI (Mp-Asi) UNTUK Meningkatkan Motivasi Ibu Balita dalam Pencegahan Stunting Windayanti, Hapsari; Widayati; Luvi Dian Afriyani; Wahyu Kristiningrum
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i1.3904

Abstract

Infants and toddlers are part of an important phase in the life cycle, marked by very rapid physical growth and social development. This period is marked by high nutritional needs to support the speed of children's growth and development. Lack of nutritional intake in the first 1,000 days of life, covering the period from in the womb to the age of two years. This can have a serious impact not only on physical growth, but also on the child's cognitive development, intelligence, and productivity in the future. As a result, the child's development as an adult is at risk of being suboptimal.In Indonesia, one in three toddlers experiences stunting, which means growth disorders due to chronic malnutrition. Data from Riskesdas (2018), shows that the prevalence of stunting reaches 30.8%. One of the areas facing this problem is the Bergas Health Center work area, where a number of toddlers were found to be stunted.. One effort that can be made to overcome stunting is through the provision of appropriate Complementary Foods (MP-ASI), according to the child's age and nutritional needs. MP-ASI that is presented in an attractive, varied, and balanced way can increase toddlers' interest in eating. Seeing this problem, the community service team took the initiative to provide education to mothers of toddlers about creating MPASI menus. This activity was carried out through a lecture method and assisted by an informative booklet that was designed attractively. Previously, this kind of booklet had never been provided in the Bergas Health Center area. This community service program includes three stages, namely the preparation, implementation, and evaluation stages. The activity has been carried out three times in toddler classes located in Jatijajar, Randugunting, and Bergas Lor, with a total of 26 mothers/caregivers participating.  The results of the implementation showed an increase in motivation from mothers/caregivers in preventing stunting through providing appropriate MPASI.   ABSTRAK Bayi dan balita bagian dari fase penting dalam siklus kehidupan, ditandai pertumbuhan fisik serta perkembangan sosial yang sangat cepat. Periode ini ditandai dengan kebutuhan gizi yang tinggi untuk mendukung kecepatan tumbuh kembang anak. Kekurangan asupan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, mencakup masa sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Hal ini dapat berdampak serius, tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga pada perkembangan kognitif, kecerdasan, dan produktivitas anak dimasa mendatang. Akibatnya, perkembangan anak saat dewasa berisiko menjadi tidak optimal. Di Indonesia, satu dari tiga balita mengalami stunting, yang berarti gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis. Data dari Riskesdas (2018), menunjukkan bahwa prevalensi stunting mencapai angka 30,8%. Salah satu daerah yang menghadapi permasalahan ini adalah wilayah kerja Puskesmas Bergas, ditemukan sejumlah balita yang mengalami stunting. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi stunting adalah melalui pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat, sesuai dengan usia dan kebutuhan gizi anak. MP-ASI yang disajikan secara menarik, bervariasi, dan bergizi seimbang dapat meningkatkan minat makan balita. Melihat permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat berinisiatif memberikan edukasi kepada ibu balita mengenai kreasi menu MP-ASI. Kegiatan dilakukan melalui metode ceramah dan dibantu dengan booklet informatif yang dirancang menarik. Sebelumnya, booklet semacam ini belum pernah diberikan di wilayah Puskesmas Bergas. Program pengabdian masyarakat ini mencakup tiga tahapan, yakni tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi.  Kegiatan telah dilaksanakan sebanyak tiga kali, di kelas balita yang berlokasi di Jatijajar, Randugunting, dan Bergas Lor, dengan peserta sebanyak 26 ibu/pengasuh.  Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan motivasi dari para ibu/pengasuh dalam mencegah stunting melalui pemberian MPASI yang tepat.
Massage Counterpressure untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Kala I di RS Puri Asih Salatiga Nova Harianti; Ruliana Isna Rosida; Yulinda Yasa Putri; Vistra Veftisia; Risma Aliviani Putri; Wahyu Kristiningrum; Wening Dwijayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pain is an unpleasant sensation caused by stimulation of special nerve endings. During labor and vaginal birth, pain is caused by uterine contractions, cervical dilation, and perineal distension. Pain during labor is uterine contraction pain that can result in increased activity of the sympathetic nervous system, changes in blood pressure, heart rate, respiration and skin color and if not treated will increase feelings of worry, tension, fear, and stress. One of the midwifery care provided to reduce pain in mothers in labor is counterpressure. Counterpressure is a strong pressure massage by placing the heels of the hands or flat parts of the hands, or also using a tennis ball on the lumbar area where she is experiencing back pain. Based on the problems that arise, community service activities are needed to overcome this. The activity began with a pre-test related to counterpressure then the delivery of material using the pre-test and post-test methods to 5 mothers in labor. From this activity, it was found that there was an increase in knowledge of pregnant women after being given counseling about counterpressure to reduce pain in mothers in labor.   Abstrak Nyeri adalah rasa tidak enak akibat perangsangan ujung-ujung saraf khusus. Selama persalinan dan kelahiran pervaginam, nyeri disebabkan oleh kontraksi rahim, dilatasi serviks, dan distensi perineum. Rasa nyeri pada persalinan adalah nyeri kontraksi uterus yang dapat mengakibatkan peningkatan aktivitas system saraf simpatis, perubahan tekanan darah, denyut jantung, pernafasan dan warna kulit dan apabila tidakditangani akan meningkatkan rasa khwatir,tegang, takut, dan stress, Salah satu asuhan kebidanan yang diberikan untuk mengurangi nyeri pada ibu bersalin tersebut adalah counterpressure. Permasalahan yang masih banyak ditemui yakni nyeri punggung pada ibu bersalin.   Counterpresurre adalah pijatan tekanan kuat dengan cara meletakkan tumit tangan atau bagian-bagian datar dari tangan, atau juga menggunakan bola tenis pada daerah lumbal dimana ia sedang mengalami sakit punggung. Berdasarkan  masalah yang muncul, Maka diperlukanlah kegiatan pengabdian masyarakat untuk mengatasi hal tersebut. Kegiatan diawali dengan pre-tes yang berkaitan dengan counterpressure kemudia penyampaian materi menggunakan metode penyuluhan, pemantauan skala nyeri, pre test dan post test pada 25 ibu bersalin Dari kegiatan tersebut didapatkan ada peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah setelah diberikan penyuluhan tentang counterpressure untuk mengurangi nyeri pada ibu bersalin.
Pengetahuan Remaja Tentang Kekerasan Seksual: Teenagers' Knowledge About Sexual Violence Kristiningrum, Wahyu; Putri, Andini; Irawati, Arista Candra
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i1.585

Abstract

The adolescent age range is defined as 10 to 24 years and unmarried, marking the transitional period from childhood to adulthood. Over the past 20 years, there has been a significant increase in incidents of sexual violence. The lack of knowledge and understanding among adolescents regarding sexual harassment renders them more vulnerable to such acts. Therefore, it is essential for adolescents to protect themselves better through adequate skills and knowledge. This study aims to describe adolescents’ knowledge regarding sexual violence. The research employed a quantitative approach using a descriptive method with a cross-sectional design. The population of the study consisted of 426 individuals, and the sample size was determined using Slovin’s formula, resulting in 81 respondents. The sampling technique used was purposive sampling, and the instrument utilized was a questionnaire. The collected data were then tabulated and the frequencies calculated to facilitate percentage analysis. The results showed that the majority of respondents were aged between 16 and 21 years, totaling 46 respondents (56.7%). Most of the respondents had only a basic level of education, totaling 37 respondents (45.7%), and the majority were female, totaling 62 respondents (76.5%). Furthermore, most respondents had a moderate level of knowledge, with 32 respondents (39.5%) falling into this category. These findings are expected to support government policies, healthcare professionals, and social organizations in enhancing promotional and mentoring activities aimed at preventing sexual violence among adolescents.   ABSTRAK Rentang usia remaja ialah 10 hingga 24 tahun dan belum menikah, dapat diartikan remaja ialah masa pergantian dari anak-anak menuju dewasa. Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ditemukan peningkatan yang signifikan terhadap kekerasan seksual. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman remaja terhadap pelecehan seksual membuat mereka rentan mengalami pelecehan, hal ini mengharuskan remaja memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap dirinya melalui keterampilan dan pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang kekerasan seksual. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan metode deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 426 orang dan penentuan sampel menggunakan rumus slovin berjumlah 81 responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive Sampling serta alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dilanjutkan tabulating lalu menentukan frekuensi untuk memudahkan dalam perhitungan persentasenya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia responden sebagian besar berusia  16-21 tahun sebanyak 46 responden (56,7%), sebagian besar responden berpendidikan dasar yaitu sebanyak 37 responden ( 45,7 %), dan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 62 responden ( 76,5 %), serta sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan cukup sebanyak 32 responden (39,5%) sehingga diharapkan semakin mendukung kebijakan pemerintah, tenaga kesehatan dan organisasi sosial untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan promosi dan pendampingan kepada remaja untuk mencegah kekerasan seksual pada remaja.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care pada Ny “A” Usia 35 Tahun G2P0A1 di Rumah Sakit Hermina Yulinda Yasa Putri; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) is one indicator of the success of a country's services. Every day in 2020, almost 800 women died from preventable causes related to pregnancy and childbirth. A maternal death occurred almost every two minutes in 2020. Between 2000 and 2020, the maternal mortality ratio (MMR, the number of maternal deaths per 100,000 live births) fell by about 34% worldwide. Nearly 95% of all maternal deaths occurred in low- and lower-middle-income countries in 2020. Complications that cause maternal death are bleeding, infection and preeclampsia. Care by health professionals before, during and after childbirth can save the lives of women and newborns (WHO, 2024). The purpose of this midwifery care is to implement comprehensive midwifery care in a Continuity of Care (COC) manner for Mrs. A Age 35 Years G2P0A1 at Hermina Hospital with a descriptive approach by conducting anamnesis and observation of patients starting from pregnancy, childbirth, postpartum and at the time of choosing a contraceptive device and documenting using SOAP. While health services for children are carried out when the baby is born, neonatal visits and counseling on how to care for the umbilical cord to exclusive breastfeeding. The method used in comprehensive care for pregnant women, giving birth, postpartum, neonates and family planning is a descriptive method. The type of final assignment report used is a case study. Data collection techniques use interview methods and direct observation of patients. From the results of the provision of pregnancy care, problems were found, namely the mother experienced discomfort in the third trimester of pregnancy, namely back pain and was given prenatal yoga care. During labor there were no problems, the mother was given care according to the APN 60 steps. No problems were found in postpartum care. In newborn care, all were found to be within normal limits, an SHK examination was carried out. While in family planning care, Mrs. A decided to use a short-term contraceptive method, namely condoms.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan suatu negara. Setiap hari di Tahun 2020, hampir 800 wanita meninggal karena penyebab yang dapat dicegah terkait kehamilan dan persalinan. Kematian ibu terjadi hampir setiap dua menit pada Tahun 2020. Antara Tahun 2000 dan 2020, rasio kematian ibu (MMR, jumlah kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup) turun sekitar 34% di seluruh dunia. Hampir 95% dari seluruh kematian ibu terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah pada Tahun 2020. Komplikasi yang menyebabkan kematian ibu yaitu perdarahan, infeksi dan preeklampsia. Perawatan oleh tenaga kesehatan profesional sebelum, selama, dan setelah melahirkan dapat menyelamatkan nyawa wanita dan bayi baru lahir (WHO, 2024). Tujuan dari asuhan kebidanan ini adalah untuk menerapkan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. A Umur 35 Tahun G2P0A1 di Rumah Sakit Hermina dengan pendekatan secara deskriptif dengan melakukan anamnesa dan observasi kepada pasien mulai dari kehamilan, persalinan, Nifas dan pada saat pemilihan alat kontrasepsi seta mendokumentasikan menggunakan SOAP. Sedangkan pelayanan kesehantan pada anak dilakukan pada saat bayi baru lair, kunjungan neonatus dan melakukan konseling tentang cara perawatan tali pusat hingga asi Ekslusif. Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB ini adalah metode deskriptif. Jenis laporan tugas akhir yang digunakan adalah studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data menggunakan metode interview dan observasi langsung terhadap pasien. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami ketidaknyamana kehamilan trimester III yaitu nyeri pinggang dan diberikan asuhan yoga prenatal. Selama persalinan tidak ada masalah, ibu diberikan asuhan sesuai dengan APN 60 langkah Pada asuhan nifas tidak ditemukan masalah. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, dilakukan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. A memutuskan untuk menggunakan metode kontrasepsi jangka pendek yaitu kondom.
Akupresure untuk Mengatasi Nyeri Disminore pada Remaja Putri di SMPN 02 Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan Yuniari, Airin; Octavia, Armelinda; Mastri, Annisa; Octavia, Icca; Mayasari, Maryati; Agustina, Rina; Sumiati; Kristiningrum, Wahyu
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is one of the most common gynecological disorders in adolescent girls. Adolescent girls who have menstruated often complain of menstrual pain (dysmenorrhea). Dysmenorrhea is pain during menstruation, usually characterized by a sensation of cramps concentrated in the lower abdomen. Complaints related to dysmenorrhea can range from mild to severe. The severity of menstrual cramps is directly related to the length of your period and the amount of blood in your period. Menstruation is almost always accompanied by a sensation of cramps or pain. In Indonesia, the incidence of dysmenorrhea is 64.25% with primary dysmenorrhea 54.89% and secondary dysmenorrhea 9.36%. This causes 14% of adolescent girls to often be absent from school and not carry out daily activities. This dysmenorrhea can have an impact on the teaching and learning activities of female students at school. Female students become unable to concentrate on studying and their motivation to learn will decrease due to dysmenorrhea felt during the teaching and learning process (Mulyati et al., 2022). One non-pharmacological method that has been proven effective in reducing dysmenorrhea is the acupressure technique. Acupressure is a technique of pressing certain points on the body based on the principle of meridians in traditional Chinese medicine, which functions to restore energy balance and reduce pain. The points most often used for menstrual pain are the SP6 (Sanyinjiao) point, which is on the inner foot, and the LI4 (Hegu) point, on the hand (Ranjani, 2023; Sari & Usman, 2021). This community service program includes three stages, namely the preparation, implementation, and evaluation stages. The activity has been carried out once, at SMPN 02 Tanjung Palas Timur, with 49 female students as participants. The results of the implementation showed an increase in knowledge in handling dysmenorrhea pain through acupressure massage.   Abstrak Dismenore adalah salah satu kelainan ginekologi yang paling sering terjadi pada remaja putri. Remaja putri yang sudah mengalami menstruasi sering mengeluh terjadinya nyeri menstruasi (dismenore). Dismenore adalah nyeri saat menstruasi, biasanya ditandai dengan sensasi kram yang terkonsentrasi di perut bagian bawah. Keluhan terkait dismenore dapat berkisar dari ringan hingga berat. Tingkat keparahan kram menstruasi berhubungan langsung dengan lamanya periode Anda dan jumlah darah dalam periode Anda. Menstruasi hampir selalu disertai sensasi mulas atau nyeri. Di Indonesia angka kejadian dismenore 64,25% dengan dismenore primer 54,89% dan dismenore sekunder 9,36%. Hal ini menyebabkan 14% remaja putri sering tidak hadir di sekolah dan tidak menjalani kegiatan sehari-hari. Dismenore ini dapat berdampak pada aktifitas belajar mengajar siswi di sekolah. Siswi menjadi tidak berkonsentrasi belajar dan motivasi belajar akan menurun karena dismenore yang dirasakan pada saat proses belajar mengajar (Mulyati et al., 2022). Salah satu metode non-farmakologis yang terbukti efektif dalam mengurangi dismenore adalah teknik akupresur. Akupresur adalah teknik penekanan pada titik-titik tertentu di tubuh berdasarkan prinsip meridian dalam pengobatan tradisional Tiongkok, yang berfungsi untuk mengembalikan keseimbangan energi dan mengurangi rasa sakit. Titik yang paling sering digunakan untuk nyeri haid adalah titik SP6 (Sanyinjiao), yaitu di kaki bagian dalam, dan titik LI4 (Hegu), di tangan (Ranjani, 2023; A. P. Sari & Usman, 2021). Program pengabdian masyarakat ini mencakup tiga tahapan, yakni tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan telah dilaksanakan sebanyak satu kali, di SMPN 02 Tanjung Palas Timur, dengan peserta sebanyak 49 siswi. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dalam penanganan nyeri disminore melalui pijat akupresure.Diharapkan kepada remaja untuk dapat melakukan penanganan nyeri disminore dengan akupresure secara mandiri.
Asuhan Kebidanan pada Ny.A Usia 28 Tahun G2P1A0 Usia Kehamilan 28 Minggu di PMB Nanik Prihati, S.Tr.Keb Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Prihati, Nanik; Kristiningrum, Wahyu
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Midwives are an important link because of their position as the spearhead in efforts to improve human resources through their ability to provide assistance and supervision during pregnancy and postpartum.  The role of midwives is important in reducing maternal and infant mortality by improving comprehensive and quality health services to mothers and infants within the scope of midwifery through comprehensive midwifery care (Continuity Of Care).  The research design used is descriptive, with a case study approach (Case Study) with documentation using the SOAP method.  The case study was on November 2024 to March 2025, the data collection method used interviews, observations with primary and secondary data through the KIA Book. Counseling on discomfort, danger signs, preparation and signs of labor was carried out during pregnancy. The mother gave birth normally at Dr. Gondo Suwarno Hospital. Postpartum care was carried out 4 times, there were no gaps. The newborn had no complications. The mother's Family Planning midwifery care used a 3-month injection.   Abstrak Bidan merupakan mata rantai yang penting karena kedudukannya sebagai ujung tombak dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia melalui kemampuannya untuk melakukan pertolongan, pengawasan pada masa kehamilan dan post partum. Peran bidan penting untuk mengurangi kematian ibu dan bayi dengan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bersifat menyeluruh dan bermutu kepada ibu dan bayi dalam ruang lingkup kebidanan melalui asuhan kebidanan secara komprehensif (Continuity Of Care). Desain penelitian yang digunakan   yaitu   deskriptif, dengan pendekatan studi kasus (Case Study) dan Pendokumentasian metode SOAP.  Studi kasus dilakukan pada Ny.A G2P1A0 bulan November 2024 sampai Maret 2025 metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA. Pemberian konseling ketidaknyamanan, tanda bahaya, persiapan dan tanda persalinan dilakukan semasa kehamilan. Ibu bersalin secara normal di RS dr Gondo Suwarno.  Asuhan nifas dilakukan sebanyak 4 kali, tidak ada kesenjangan.  Bayi baru lahir tidak ada komplikasi. Asuhan kebidanan Keluarga Berencana ibu menggunakan  KB suntik 3 bulan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. F Umur 25 Tahun, G1P0A0 di Puskesmas Kajen I Kabupaten Pekalongan Nur Chasanah; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous care is part of Midwifery care practice which is a service through a continuous service model for women during pregnancy, childbirth and postpartum. Because all women are at risk of experiencing complications during the prenatal, natal, and postnatal periods. Continuous care carried out by midwives provides services based on the same evidence to women. Continuous obstetric care is midwifery care carried out starting from Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), Newborn (BBL) and Family Planning continuously to patients. Mrs. F is 25 years old, G1P0A0 at the Kajen I Health Center, Pekalongan Regency. During the ANC visit at 37 years of pregnancy, counseling was given on nutritional fulfillment, rest patterns, childbirth preparation, administration of blood tablets and pregnancy exercises. Mrs. F, 25 years old, G1P0A0 came to the health center with complaints of abdominal tightness, mucus discharge. Mrs. F experienced labor pain in the first stage of the active phase before being given intervention in the form of warm water foot soaks and lavender aromatherapy of 7 and after being given intervention of 5. This indicates that there is a decrease in labor pain in the first stage of the active phase. Labor can cause pain and if left untreated can have an impact on the mother and her baby. Labor pain requires pain management that needs to be given to prevent complications in labor such as prolonged labor. Labor pain management can be done by soaking warm water feet and lavender aromatherapy. This research method uses a case study with a descriptive plan. The research subjects are mothers in labor. The instruments used are pain observation sheets using the Face Pain Rating Scale, lavender essential oil, water, diffuser, warm water, bucket, pathograph sheet, SOP for giving warm water compresses and lavender aromatherapy. The results of the study showed that labor pain in the first stage of the active phase decreased significantly after the administration of warm water foot soaks and lavender aromatherapy. Non-pharmacological management is useful for reducing labor pain and preventing the impact of untreated pain on the mother and baby. The conclusion obtained is that the administration of warm water foot soaks has an effect on reducing labor pain in the first stage of the active phase. Midwifery care for postpartum mothers is adjusted to the care plan that has been prepared and carried out comprehensively, effectively, efficiently and safely based on evidence based on the mother and/or family in the form of promotive, preventive, curative and rehabilitative efforts. Implementation of midwifery care during the postpartum period, is: Conducting examinations of vital signs, uterine fundal height, lochia and other vaginal fluids and breasts, providing IEC regarding nutritional needs, elimination, personal hygiene, rest, early mobilization and activity, sexual, postpartum gymnastics, exclusive breastfeeding, Implementation of midwifery care for newborns is adjusted to the care plan that has been prepared and carried out comprehensively, effectively, efficiently and safely based on evidence based on the baby, including the midwifery care plan carried out on neonates is to ensure the baby stays warm and gets exclusive breastfeeding, maintain skin contact between mother and baby, cover the baby's head with a warm hat, provide health education to the mother and/or family related to the baby's problems experienced and make referrals according to the guidelines. KB Midwifery Care for Mrs. F Currently, the mother has decided to use injectable contraception, so that it does not interfere with the implementation of IMD and breastfeeding during the baby's age of 0 to 6 months.   Abstrak Pelayanan berkesinambungan bagian dari praktik pelayanan Kebidanan merupakan pelayanan melalui model pelayanan berkelanjutan bagi wanita selama masa kehamilan, persalinan dan nifas. Karena semua wanita berisiko mengalami komplikasi selama masa prenatal, natal, dan pasca natal. Pelayanan berkelanjutan yang dilakukan oleh bidan memberikan pelayanan berdasarkan bukti-bukti yang sama kepada wanita. Asuhan obstetrik berkelanjutan merupakan asuhan kebidanan yang dilakukan mulai dari Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), Newborn (BBL) dan Keluarga Berencana secara berkesinambungan kepada pasien. Ny. F berusia 25 tahun, G1P0A0 di Puskesmas Kajen I, Kabupaten Pekalongan. Pada kunjungan ANC di usia kehamilan 37 tahun diberikan konseling tentang pemenuhan gizi, pola istirahat, persiapan persalinan, pemberian tablet darah dan senam hamil. Ny. F umur 25 tahun, G1P0A0 datang ke puskesmas dengan keluhan perut kenceng-kenceng, keluar lendir. Ny. F mengalami nyeri persalinan pada kala I fase aktif sebelum diberikan intervensi berupa rendaman kaki air hangat dan aromaterapi lavender sebesar 7 dan sesudah diberikan intervensi sebesar 5. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Persalinan dapat menimbulkan nyeri dan jika tidak ditangani menimbulkan dampak bagi ibu dan bayinya. Nyeri persalinan memerlukan penatalaksanaan nyeri yang perlu diberikan untuk mencegah komplikasi pada persalinan seperti partus lama. Penatalaksanaan nyeri persalinan dapat dilakukan dengan rendam kaki air hangat dan aromaterapi lavender. Metode Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan rencana deskriptif. Subyek penelitian yaitu ibu bersalin. Instrumen menggunakan lembar observasi nyeri menggunakan Face Pain Rating Scale, esensial oil lavender, air, diffuser, air hangat, ember, lembar patograf, SOP pemberian kompres air hangat dan aromaterapi lavender. Hasil penelitian nyeri persalinan kala I fase aktif mengalami penurunan secara signifikan setelah pemberian rendam kaki air hangat dan aromaterapi lavender. Penatalaksanaan non farmakologi bermanfaat untuk mengurangi nyeri persalinan dan mencegah dampak nyeri yang tidak tertangani pada ibu dan bayi. Simpulan yang didapat pemberian rendam kaki air hangat berpengaruh terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Asuhan kebidanan pada ibu nifas disesuaikan dengan rencana pengasuhan yang telah disusun dan dilakukan secara komprehensif, efektif, efisien dan aman berdasarkan bukti berdasarkan ibu dan atau keluarga dalam bentuk upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Pelaksanaan pengasuhan kebidanan pada masa nifas, adalah: Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri, lokhea dan cairan pervaginam lainnya serta payudara, memberikan KIE mengenai kebutuhan nutrisi, eliminasi, kebersihan diri, istirahat, mobilisasi dini dan aktivitas, seksual, senam nifas, ASI eksklusif, Pelaksanaan pengasuhan kebidanan pada bayi baru lahir disesuaikan dengan rencana pengasuhan yang telah disusun dan dilakukan secara komprehensif, efektif, efisien dan aman berdasarkan bukti-bukti berdasarkan kepada bayi, meliputi rencana pengasuhan kebidanan yang dilakukan pada neonatus adalah memastikan bayi tetap hangat dan mendapat ASI eksklusif, menjaga kontak kulit antara ibu dan bayi, menutupi kepala bayi dengan topi yang hangat, memberikan pendidikan kesehatan pada ibu dan atau keluarga terkait dengan permasalahan bayi yang dialami serta melakukan rujukan sesuai pedoman. Asuhan Kebidanan KB pada Ny. F Saat ini ibu sudah memutuskan untuk menggunakan kontrasepsi KB suntik, agar tidak mengganggu dalam menjalankan IMD dan ASI selama usia bayi 0 sampai 6 bulan.
Pijat Tuina untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Balita di Desa Langensari Wilayah Kerja Puskesmas Ungaran Desy Nur Kholimah; Salwa Pramudya Putri; Rosadah Nur Hanifah; Rika Dwi Setyaningsih; Anik Agustina; Lynda Ayu Safitri; Wahyu Kristiningrum; Isri Nasifah; Ari Widyaningsih; Heni Setyowati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early childhood is a critical period for the emergence of problems and diseases, which often raises concerns among parents. An immature immune system makes this period vulnerable to attacks from microorganisms that arise due to inadequately met basic needs. Eating difficulties are a common issue in providing food and nutritional needs that are generally found in children and become a health problem worldwide. Most eating difficulties in infants and children are related to growth and developmental disorders. The target of this activity is toddlers in Langensari Village. The activities include preparation, pre-test, implementation of the activity, demonstrating tuina massage on toddlers using leaflets, evaluation, and conducting a post-test. The preparation for community service regarding Tuina Massage to improve appetite in toddlers started with an analysis through interviews with the village midwife. After conducting the interview and identifying the problem, which is that many children have difficulties eating and the weight of toddlers is not increasing, and there is no increase in every posyandu. Then, a discussion was held on what topics would be presented during the community service, determining the number of respondents, which is 21 toddlers. Information media such as leaflets were created. After that, and refreshments that will be provided during the event. The researcher obtained information in the form of responses from the pre-test and post-test, where the statements have been systematically arranged so that they are easy for the respondents to understand.   Abstrak Balita merupakan masa yang rawan timbulnya permasalahan dan penyakit, yang sering kali menimbulkan kekhawatiran pada orang tua. Sistem imunitas yang belum matur sempurna menyebabkan masa ini rentan terkena serangan dari mikroorganisme yang muncul akibat kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi secara adekuat. Kesulitan makan merupakan masalah dalam pemberian makanan maupun kebutuhan gizi yng pada umumnya dijumpai pada anak dan menjadi masalah Kesehatan diseluruh dunia. Sebagian besar kesulitan makan pada bayi dan anak berkaitan dengan gangguan pertumbuhan dan gangguan perkembangan.  Sasaran dalam kegiatan ini adalah balita di Desa Langensari. Bentuk kegiatannya meliputi persiapan, pretest, pelaksanaan kegiatan, mendemonstrasikan pijatan tuina pada balita dengan media leaflet, evaluasi dan melakukan post test. Persiapan pengabdian masyarakat tentang Pijat Tuina untuk meningkatkan nafsu makan pada balita dimulai dari Analisa dengan wawancara Bidan Desa, setelah melakukan wawancara dan menemukan masalah yaitu banyak anak yang susah makan dan berat badan  balita ada yang tidak naik dan setiap posyandu tidak bertambah. Kemudian melakukan diskusi topik apa yang akan disampaikan pada pengabdian masyarakat, menentukan data jumlah responden, yaitu 21 balita. Membuat media informasi berupa leaflet. Peneliti memperoleh informasi berupa hasil jawaban dari pengisian pre-test dan post-test, dimana sudah disusun secara sistematis pernyataannya sehingga tidak sulit untuk dipahami oleh responden.
PELATIHAN PENGENDALIAN ORGANISASI PENGELOLAAN KLUB RENANG TIRTA GEMILANG SEMARANG Nilawati, Ika; Amin, Nur; Tantra, Arda Raditya; Kristiningrum, Wahyu
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.1873

Abstract

Manajemen merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam sebuah organisasi termasuk organisasi olahraga atau sering dikenal sebagai klub. Dalam setiap kegiatan didalam klub, harus dikelola dengan baik sesuai dengan fungsi dan peran agar setiap rencana dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai sebuah klub olahraga. Peranan manajemen olahraga dan pengelolaannya sangatlah penting dalam meningkatkan kualitas kegiatan pelatihan keolahragaan. Eksistensi dan kualitas sebuah klub dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah pelatih, sarana prasarana pendukung kegiatan olahraga, tujuan dan motivasi klub, cara melatih, pendanaan, partisipasi personel dalam memahami tugas dan kewajibannya, serta dukungan dari berbagai pihak. Hal tersebut mendorong perlunya manajemen dan pemilihan strategi pembinaan dalam klub olahraga untuk melihat dan mengevaluasi perkembangan sebuah klub. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan pengurus tentang pengendalian organisasi, pengeloaan klub, manajemen kepelatihan, penganggaran penggunaan dan pelaporan aset klub olahraga. Target yang ingin dicapai dalam Pengabdian kepada Masyrakat ini adalah meningkatnya pengetahuan pengerus organisasi dalam mengelola dan mengendalikan dan memanjemen sebuah klub renang. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini meliputi tiga tahap, yaitu: pelaksanaan kegiatan yang meliputi pelatihan pengendalian organisasi, pengeloaan klub, manajemen kepelatihan, penganggaran penggunaan dan pelaporan aset klub olahraga. Hasil Kegiatan adalah terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan oleh pengurus dan pelatih tetang pengendalian organisasi pengelolaan klub renang, meliputi Manajemen Organisasi, Manajmen Kepelatihan dan Manajemen Penggunaan Aset.  
Co-Authors Adelia Natalia Bria Adeya Ilma Permana Afriyani, Luvi Dian Agel noer khotijah nur khodijah Ainun Mardiah Alfina Ifada Alifia Jumeisya Setiawan Andini Putri, Andini Aniatul Khusna Anik Agustina Anjas Sukmaningsih Aprillia, Rika Ari Andayani Ari Widyaningsih Arista Candra Irawati Aryani Retnowati Ashaima Paramitha Devi Atika Purnama Sari Avisha Ladyana Fitri Cahyaningrum Chicin Jesika Ardiyanti Chusnul Oktaviana Rachmawati Desi Safitri Desy Nur Kholimah Dewi Larasari Dian A, Luvi Dian Wahyuni Emiliana ERLITA Evy Yuliastuti Farida Fatimatuz Zahro Fathul Mujahidah G.A.KD Ratna Kusumasari Hani Irhamdessetya Hanis Permayanti Hapsari Windayanti hasma wati Heni Setyowati Ika Niilawati Ika Nilawati Ika Nilawati Isfaizah Isri Nasifah laylafajrianti Nur Layla Fajrianti Lila Kusuma Rahayu lusiana, widetri_Plantika Lussy Iskandriyani Luvi Dian A Lynda Ayu Safitri Maiyanisa Maria Emensia Ero Ruing Marlina, Lely Masruroh Masruroh . Mastri, Annisa May Minarni Mayasari, Maryati Melna Misnawati Moneca Diah Listiyaningsih Munawaroh - Murniati Sari Nelly, Nelly Yohanis Pasorong Nila S, Galuh Nilawati, Ika Nova Harianti Nur Amin Nur Amin, Nur Nur Chasanah Nuryati Octavia, Armelinda Octavia, Icca Oksi Trijayanti Palagia Theysa Susi Pipit Ariani Prihati, Nanik Prisma Linda Putri, Nabilla Tiara Putri, Risma Aliviani Qonitatun, Anisa Ria Ma’rifah Rika Dwi Setyaningsih Rina Agustina Riska Septia Lasari Rosadah Nur Hanifah Ruliana Isna Rosida Rully Atia Wijaya Sabila, Agil Ayu Salwa Pramudya Putri sapitri, dewi Sartika Apriani Septi Wasa Arum Putri Shandy Kusumawardhani Siti Lestari Sofiyanti, Ida Sri Mujiyono SRI RAHAYUNINGSIH Suci Setyiyaningsih Sugiarti iskasari Sumiati Tantra, Arda Raditya Tri Hidayani Tri Prasetya Rahayu Trivosa M. Bau Mali Veftisia, Vistra Wening Dwijayanti Widayati Widayati Widayati Widayati Widayati Widayati Widia Ria Widyaningsih, Ari yani, erli Yulia Nur Khayati Yulianti Yulianti, Rizkhiana Yulinda Yasa Putri Yuniari, Airin Zhyka Sofhia Firdausi