Claim Missing Document
Check
Articles

Job Satisfaction as Mediating on Perceptions of Organizational Support and The Commitment of Teacher Organizations Arifudin, Slamet; Mora, Linda; Hakim, Arif Rahman
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11, No 3 (2023): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v11i3.11499

Abstract

This study intends to find out whether job satisfaction can be a mediation when it is analyzed with perceptions of organizational support and organizational commitment of teachers at Islamic School X Karawang. Quantitative method with causality design is used in this research and sample selection uses non-probability sampling with total sampling. Data from 70 respondents were obtained through data collection with 8 Perceived Organizational Support Survey (SPOS) items with a reliability value of 0.954, 5 Satisfaction with Work Scale (SWWS) items with a reliability value of 0.883, and 24 Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) items with a reliability of 0929. With the Structural Equations Modeling (SEM) feature of JASP software version 0.16, data analysis methods can be performed. The consequence of the investigation showed that perceived organizational support appeared to directly influence organizational commitment with a value of p=0.013 (p<0.05). Likewise, job satisfaction can mediate perceptions of organizational support and organizational commitment to teacher with a value of p<0.001 (p<0.05) so that it can be said that there has been partial mediation. The influence of perceived organizational support and job satisfaction on organizational commitment together is equal to 84.2%, while 15.8% is influenced by other variables not examined in this study.Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui apakah kepuasan kerja dapat menjadi mediasi ketika dianalisis dengan persepsi dukungan organisasi dan komitmen organisasi guru di Sekolah Islam X Karawang. Metode kuantitatif dengan desain kausalitas digunakan dalam penelitian ini serta pemilihan sampel menggunakan non-probability sampling dengan sampling total. Data dari 70 responden didapatkan melalui pengumpulan data dengan 8 item Survei Perceived Organizational Support (SPOS) dengan nilai reliabilitas sebesar 0.954, 5 item Satisfaction with Work Scale (SWWS) dengan nilai reliabilitas sebesar 0.883, dan 24 item Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) dengan nilai reliabilitas sebesar 0.929. Dengan fitur Structural Equations Modeling (SEM) dari software JASP versi 0.16 metode analisis data dapat dilakukan. Konsekuensi dari penyelidikan menunjukkan bahwa persepsi dukungan organisasi tampak langsung mempengaruhi komitmen organisasi dengan nilai p=0,013 (p<0,05). Demikian juga, kepuasan kerja dapat memediasi persepsi dukungan organisasi dan komitmen organisasi pada guru dengan nilai p=<0,001 (p<0,05) sehingga dapat dikatakan telah terjadi mediasi parsial. Besar pengaruh persepsi dukungan organisasi dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi secara bersama-sama yaitu sebesar 84.2%, sedangkan sebesar 15.8% dipengaruh oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
Pengaruh Work Family Conflict Terhadap Stres Kerja Pada Working Mom Sebagai Tenaga Kerja Formal Di Kabupaten Karawang Fortuna, Azahra Ananda; Mora, Linda; Tyas, Devi Marganing
Gorontalo Management Research Vol 8, No 1 (2025): Gorontalo Management Research
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gomares.v8i1.3820

Abstract

Working moms as formal workers in Karawang Regency are the focus of this study, which has a target to measure work family conflict on work stress. This study aims to determine and analyze the effect of work family conflict on work stress in working moms. This research method uses a quantitative method, participants in this study were 151 respondents. The analysis used in this study is a simple regression analysis using SPSS 25 software. The results of the study showed that there was a significant influence between work family conflict and work stress in working moms.
PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION YANG DIMEDIASI KOMITMEN ORGANISASI PADA TENAGA KERJA GENERASI Z DI KARAWANG Siti Nur Afipah; Linda Mora; M. Choirul Ibad
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 9 No. 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i2.8311

Abstract

This study aims to determine the mediating role of organizational commitment variables on job satisfaction and turnover intention among Generation Z workers in Karawang. It employs a quantitative method using convenience sampling with a sample size of 349 individuals. Data collection utilized questionnaires distributed directly via Google Forms. Measurement tools included the short-form Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ), the Organizational Commitment Questionnaire (OCQ), and the Turnover Intention Scale (TIS-6). Data analysis was conducted using JASP version 0.16, employing path analysis. Hypothesis testing results indicated that organizational commitment does not mediate the relationship between job satisfaction and turnover intention (p = 0.561 > 0.05). Job satisfaction significantly influences turnover intention (p = 0.008 < 0.05), and organizational commitment significantly influences turnover intention (p = 0.001 < 0.05). However, job satisfaction does not significantly influence organizational commitment (p = 0.558 > 0.05). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mediasi variabel komitmen organisasi terhadap variabel kepuasan kerja dan turnover intention pada tenaga kerja generasi Z di Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan convenience sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 349 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan disebarkan secara langsung menggunakan google formulir. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) versi short-form, skala Organizational Commitment Questionnaire (OCQ), dan Turnover Intention Scale (TIS-6). Data dianalisis menggunakan JASP versi 0.16. Metode analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa komitmen organisasi tidak berperan sebagai mediator pengaruh kepuasan kerja terhadap turnover intention (p = 0,561 > 0,05). Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (p = 0,008 < 0,05) dan komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap turnover intention (p = 0,001 < 0,05). Namun, kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi (p = 0,558 > 0,05).
GENERASI X, Y, Z: SIAPA YANG PALING BAHAGIA DI KARAWANG? Nita Rohayati; Lania Muharsih; Linda Mora
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 9 No. 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v9i2.8312

Abstract

This study aims to analyze the level of happiness and well-being among three generations, namely Generation X, Y, and Z, in Karawang Regency. The method used is a quantitative survey with the PERMA Profiler instrument to measure the dimensions of well-being based on five main factors: positive emotions, engagement, relationships, meaning, and achievement. The sample of this study consisted of 300 respondents, with 100 respondents each for Generation X, Y, and Z. The results of statistical analysis using ANOVA showed that there was no statistically significant difference in well-being scores between the three generations (p = 0.45). Although Generation X had the highest well-being score, the difference was not large enough to be considered significant. The discussion shows that although there are differences in the average well-being scores, these three generations generally have relatively good well-being and are in the normal function category. The implication is that even though there are no significant differences, policies are still needed that focus more on improving well-being, especially among the younger generation, in terms of mental health, stress management, and healthier social relationships. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebahagiaan dan kesejahteraan di antara tiga generasi, yaitu Generasi X, Y, dan Z, di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan instrumen PERMA Profiler untuk mengukur dimensi kesejahteraan berdasarkan lima faktor utama: emosi positif, keterlibatan, hubungan, makna, dan pencapaian. Sampel penelitian ini terdiri dari 300 responden, dengan 100 responden masing-masing untuk Generasi X, Y, dan Z. Hasil analisis statistik menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan secara statistik dalam skor kesejahteraan antara ketiga generasi (p = 0,45). Meskipun Generasi X memiliki skor kesejahteraan tertinggi, perbedaan yang ada tidak cukup besar untuk dianggap signifikan. Pembahasan menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan rata-rata skor kesejahteraan, ketiga generasi ini secara umum memiliki kesejahteraan yang relatif baik dan berada dalam kategori fungsi normal. Implikasinya, meskipun tidak ada perbedaan signifikan, tetap diperlukan kebijakan yang lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan, terutama di kalangan generasi muda, dalam hal kesehatan mental, pengelolaan stres, dan hubungan sosial yang lebih sehat.
Psychometric Properties Of The Perceived Stress Scale (PSS-10) In Indonesian Version Hakim, Arif Rahman; Mora, Linda; Leometa, Citra Hati; Dimala, Cempaka Putrie
JP3I (Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia) Vol. 13 No. 2 (2024): JP3I
Publisher : FAKULTAS PSIKOLOGI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jp3i.v13i2.35482

Abstract

The Perceived Stress Scale (PSS-10) by Cohen is a popular tool for measuring stress from a psychological perspective. The PSS-10 measures the extent to which situations in a person's life are perceived as stressful. This study aims to evaluate the psychometric properties of the Perceived Stress Scale adapted into Indonesian. The PSS-10 has been translated into various languages, but no previous studies have specifically explored the psychometric properties of the PSS-10 in Indonesian. Additionally, this study seeks to test the construct invariance of the PSS-10 among students and workers. The respondents of this study were employees working in several regions in Indonesia (N=259) and college students (N=244). Data analysis was conducted using Confirmatory Factor Analysis (CFA) and Measurement Invariance (MI). After testing for validity based on internal structure, the Indonesian version of the PSS-10 fit the two-factor model (perceived helplessness and perceived self-efficacy). The AVE value of 0.38 for student participants was considered low, with a CR value of 0.81, which is quite good. For employee participants, the AVE value was 0.58 and the CR value was 0.93, both of which were good. Based on the multigroup CFA analysis test, there are differences in the factor structure of the PSS-10 between students and employees, where these differences lie in how the two groups respond to and interpret the items of the PSS-10.
Tren Konsumtif di Kalangan Pekerja: Analisis Pengaruh Gaya Hidup Hedonis dan Fear of Missing Out di Kabupaten Karawang Pebriana, Dandi; Mora, Linda; Tyas, Devi Marganing
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i03.1543

Abstract

Pendapatan yang tergolong besar mendorong para pekerja untuk berperilaku konsumtif dengan berpenampilan mewah serta selalu mengikuti tren yang sedang terjadi. Perilaku konsumtif tersebut dapat menyebabkan terjadinya pemborosan dengan tidak mempertimbangkan apa yang sebenarnya diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya hidup hedonis dan fear of missing out terhadap perilaku konsumtif pada pekerja di Kabupaten Karawang dengan jumlah sebanyak 112 orang. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain kausalitas dan menggunakan teknik sampel convenience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tiga jenis skala, diantaranya: skala gaya hidup hedonis, skala FoMO, dan skala perilaku konsumtif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti ada pengaruh gaya hidup hedonis dan fear of missing out terhadap perilaku konsumtif. Nilai koefisien determinasi (R Square) menunjukkan hasil sebesar 0,896 atau 89,6% dimana gaya hidup hedonis berkontribusi sebesar 77,4% dan fear of missing out sebesar 12,2%. Dengan kata lain gaya hidup hedonis memiliki nilai sumbangan efektif lebih besar terhadap perilaku konsumtif pada pekerja di Kabupaten Karawang.
Fenomena Keterikatan kerja: Studi Pengaruh Kepuasan Kerja pada Karyawan Industri di Karawang Affandi, Andi; Mora, Linda; Ibad, Choirul
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i03.1554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kepuasan kerja terhadap keterikatan kerja pada karyawan industri di Karawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan desain penelitian kausal. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik convenience sampling. Partisipan dalam penelitian ini merupakan karyawan dari berbagai industri di Karawang dengan jumlah 218 partisipan. Analisis data menggunakan uji hipotesis regresi linier sederhana menggunakan program SPSS. Pengambilan data keterikatan kerja diukur menggunakan skala adopsi Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9) versi bahasa indonesia dan kepuasan kerja diukur menggunakan skala adatasi Job Satisfaction Survei (JSS). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis regresi linier sederhana diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti kepuasan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap keterikatan kerja dengan nilai (R Square) sebesar 0,10 artinya kepuasan kerja mempengaruhi keterikatan kerja sebesar 10%.
Pengaruh Work Life Balance dan Perceived Organizational Support terhadap Work Engagement pada Karyawan di Kabupaten Karawang Tampati, Ronan; Mora, Linda; Ibad, M.Choirul
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 04 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i04.1620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work life balance dan perceived organizational support terhadap work engagement pada karyawan di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain yang digunakan adalah kausalitas asosiatif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 348 responden menggunakan non-probability sampling dengan jenis convenience sampling. Skala yang di gunakan untuk adalah Work Life Balance Scale dari Fisher dkk, Perceived Organizational Support Scale dari Eisenberger yang sudah diadaptasi kedalam bahasa Indonesia dengan penerapan Rasch Model, dan Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9). Analisis data menggunakan uji regresi berganda (uji T dan uji F) dengan software SPSS versi 25.0 for windows. Hasil Uji T (X1) pada penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi 0.000 < 0.05, artinya ada pengaruh work life balance terhadap work engagement (Ha1 diterima dan H01 ditolak), dan Uji T (X2) juga menunjukkan nilai signifikansi 0.000 < 0.05, artinya ada pengaruh perceived organizational support terhadap work engagement (Ha2 diterima dan H02 ditolak), lalu untuk Uji F pada penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi 0.000 artinya ada pengaruh work life balance dan perceived organizational support terhadap work engagement pada karyawan di Kabupaten Karawang (Ha3 diterima dan H03 ditolak). Nilai koefisien determinasi pada R Square sebesar 0,305 artinya work life balance dan perceived organizational support berpengaruh terhadap work engagement sebesar 30,5% dan sisanya 69,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
PENGARUH KEADILAN ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN OPERATOR GARDU INDUK Akbar, Azis; Mora, Linda; Rahman Hakim, Arif
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.10674

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji pengaruh keadilan organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan operator gardu induk di Karawang. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 147 karyawan operator gardu induk di Karawang, yang bekerja di salah satu perusahaan di bidang kelistrikkan. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah teknik sampling total. Kepuasan kerja diukur dengan menggunakan Job Satisfaction Scale (JSS) dari Spector, sedangkan keadilan organisasi diukur menggunakan skala keadilan organisasi berdasarkan teori dari Wirawan. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukan bahwa keadilan organisasi memiliki pengaruh 40,8 persen terhadap kepuasan kerja. Implikasi hasil penelitian ini adalah perusahaan perlu mengutamakan keadilan organisasi untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan yang diharapkan turut berdampak pada produktifvitas kinerja. Kata kunci: Kepuasan Kerja, Keadilan Organisasi, Operator Gardu Induk  AbstractThe purpose of this study is to examine the effect of organizational justice on job satisfaction of substation operator employees in Karawang. The participants in this study were 147 substation operator employees in Karawang, who worked at a company in the electricity sector. The sampling technique in this study is the total sampling technique. Job satisfaction is measured usingJob Satisfaction Scale (JSS) from Spector, while organizational justice is measured using an organizational justice scale based on the theory from Wirawan. Analysis of the data used is a simple linear regression analysis usingsoftware JASP version 0.16.3. The results of the analysis show the value of the coefficient of determination (R2) of 0.408 which means that organizational justice has an influence of 40.8 percent to work satisfaction. The implication pf this study is companies need to prioritize organizational justice to increase job satisfaction which is expected to have an impact on productivity. Keywords: Job Satisfaction, Organizational Justice, Substation Operators
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA OPERATOR GARDU INDUK Ardyansah, Agung Mifta; Mora, Linda; Rahman Hakim, Arif
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.10683

Abstract

Abstrak Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja pada operator gardu induk di Karawang. Penelitian dilakukan terhadap 147 pekerja yang berusia 18 sampai 50 tahun, dan berdomisili di Karawang. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini dilakukan dengan menyebar skala psikologi yaitu skala gaya kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja, serta hasilnya dianalisis dengan uji regresi liniear sederhana. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja pada operator gardu induk di Karawang sebesar 69.1%. Implikasi hasil penelitian ini adalah melatih gaya kepemimpinan transformasional di dunia industri untuk mendukung peningkatan kepuasan kerja karyawan. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan Transformasional, Kepuasan Kerja, Karyawan  AbstractThis research aims to determine the effect of transformational leadership style on job satisfaction at substation operators in Karawang. The research was conducted on 147 workers aged 18 to 50 years, and domiciled in Karawang. This research method uses quantitative methods, this research is carried out by spreading the psychological scale, namely the scale of transformational leadership style and job satisfaction, and the results are analyzed by a simple linear regression.. The results of the analysis show that the transformational leadership style has an influence on job satisfaction at substation operators in Karawang by 69.1%. Implication of this study is train a transformational leadership in the industrial world to support increased employee job satisfaction. Keywords: Transformational Leadership Style, Job satisfaction, Employee