Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Anti-Corruption Education Based on Local Wisdom: An Analysis of Anti-Corruption Management Values in the Local Wisdom of the Pasemah and Serawai Communities of Bengkulu Satria, Irwan; Akbarjono, Ali; Budrianto; Syaputra, Een
Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jsmp.v9i1.13084

Abstract

Bengkulu society has an extraordinarily rich local wisdom that can be utilized for character building, including anti-corruption. This study aims to analyze anti-corruption values ​​in the local wisdom of Bengkulu society, especially the Pasemah and Serawai communities. The study was conducted using a qualitative case study method. Data were collected through interviews, observations and documentation analysis. Data were analyzed using an interactive model. The results of the study indicate that: 1) Anti-corruption values ​​in the local wisdom of the Pasemah and Serawai Bengkulu communities can be found in several objects/cultures, especially in oral traditions (traditional expressions, folk prose stories, and folk songs), rites or traditions and customs, and traditional games or sports; 2) Anti-corruption values ​​contained in oral traditions are the values ​​of honesty, responsibility, discipline, hard work, simplicity, independence, caring and fairness. Of the eight values, the two most dominant values ​​are honesty and simplicity. Meanwhile, the anti-corruption values ​​contained in traditions or rites are the values ​​of care and responsibility. As for the anti-corruption values ​​contained in traditional games or sports are honesty, discipline, hard work, and independence. Thus, it can be concluded that the local wisdom of the Pasemah and Serawai communities is very potential to be used as the basis for anti-corruption education.
PENGEMBANGAN MODUL KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN OBAT BENGKULU UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MAHASISWA PRODI TADRIS IPA UINFAS BENGKULU Herlidia, Enda; Satria, Irwan; Sari, Meirita
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v5i1.1291

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa kendala diantaranya ketika proses pembelajaran IPA berlangsung di kelas, mahasiswa masih kurang memahami materi dan merasa bosan karena pembelajaran masih kurang menarik dan efektif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan Modul IPA pada materi keanekaragaman tumbuhan obat semester 6 Di UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Adapun jenis penelitian ini menggunakan research and Development (R&D) dengan model pengembangan borg & gall. Instrumen yang digunakan yaitu angket validasi terhadap kelayakan modul dan respon mahasiswa terhadap modul IPA. Data dari analisis angket dengan menghitung persentase pencapaian pada setiap komponen yaitu 282.1% (ahli media), 89.13% (ahli bahasa), 91.6% (ahli materi) dengan kategori layak digunakan. Kepraktisan modul pembelajaran IPA berdasarkan data hasil respon persepsi mahasiswa dan persepsi dosen IPA yang dilakukan pada uji coba skala besar menunjukkan bahwa modul IPA berbasis learning materi keanekaragaman tumbuhan obat termasuk kreteria sangat praktis digunakan tanpa direvisi dengan persentase secara berurutan sebesar 88.92%.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dan Bimbingan Konseling dalam Mencegah Terjadinya Siswa Putus Sekolah Akibat Pergaulan Bebas di SMAN 01 Pasemah Air Keruh Marsela , Yurensi; Satria, Irwan; Basinun
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v4i1.724

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penyebab terjadinya pergaulan bebas siswa peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bimbingan Konseling (BK) dalam mencegah terjadinya siswa putus sekolah akibat pergaulan bebas di SMAN 01 Pasemah Air Keruh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Deskriptif, yaitu menyelidiki suatu fenomena yang terjadi dengan menggunakan landasan teori agar dapat menjelaskan kesesuaian dengan fakta di lapangan. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara bersama informan dan beberapa narasumber. Selanjutnya data-data tersebut di validasi sesuai dengan apa yang di dapatkan di lapangan dari hasil wawancara.. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pergaulan bebas tersebut terjadi karena beberapa faktor, yaitu: lemahnya iman siswa, salah memilih teman, keluarga yang kurang harmonis, serta perkembangan teknologi yang semakin canggih. Sedangkan ada faktor yang dapat mencegah terjadinya pergaulan bebas, yaitu: mengikuti kegiatan yang positif, kerjasama antara orangtua dan guru, dan selalu memotivasi siswa., (2) Peran guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 01 Pasemah Air Keruh berperan sebagai Pengajar, Pembimbing, Motivator, Fasilitator, dan Administras. (3) Peran guru Bimbingan dan Konseling di SMAN 01 Pasemah Air Keruh, yaitu, guru sebagai motivator, guru sebagai informator, guru sebagai fasilitator, guru sebagai mediator dan evaluator.
Implementasi Pembelajaran Terjemah Al-Qur’an Melalui Metode Granada bagi Santri Pondok Pesantren Ihyaul Qur’an Bengkulu Tengah Sipangidoan Siregar , Renal; Satria, Irwan; Kurniawan
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v4i1.730

Abstract

This study aims to describe the Implementation of Al-Qur'an Translation Learning Through the Granada Method for Santri Ihyaul Qur'an Islamic Boarding School, Central Bengkulu. The Granada method encourages students to read and translate the Qur'an literally (words) according to the rules obtained during learning using the Granada method. This type of research is qualitative with a qualitative descriptive approach. The subjects and informants in this study were the Principal, Teachers and Students of Ihyaul Qur'an High School Bengkulu Tengah. The data collection technique uses observation, interview and documentation techniques. And data analysis is collected by data reduction, data display and conclusion drawing. The results showed that the implementation of Al-Qur'an translation learning through the Granada method for the students of the Ihyaul Qur'an Islamic Boarding School in Bengkulu Tengah was carried out once a week. Learning translation and interpretation of the Qur'an at the Central Bengkulu Ihyaul Qur'an Islamic Boarding School through the Granada method using the Silsilah Ta'lim Lughah Arabiyah book where at the beginning of the learning students are first given knowledge about sentence components in Arabic assisted by an Arabic dictionary -Indonesia and Ibn Kathir's Tafsir, so that the students can know the mufradat/vocabulary in words that are in the Al-Qur'an starting from Surah Al-Fatihah and then continuing to Juz 30 and this requires seriousness and continuous Istiqamah training with guidance and directions from asatidz.
Makna Festival Budaya Umbung Kuteui Masyarakat Suku Rejang Kabupaten Kepahiang : (Kajian Semiotika) Putri, Suci Dwi; Satria, Irwan; Heriadi, Meddyan
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i1.371

Abstract

Tradisi Umbung Kuteui merupakan warisan budaya masyarakat suku Rejang di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, yang terus dilestarikan melalui festival budaya tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan setempat. Penelitian ini dilakukan untuk menggali makna yang terkandung dalam festival budaya Umbung Kuteui dengan menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure yang menganalisis hubungan antara penanda (bentuk) dan petanda (konsep). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan pelaku budaya dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini mengandung berbagai tanda, seperti benda adat, pakaian upacara, makanan simbolik, dan ritual yang memiliki bentuk fisik dan makna mendalam. Misalnya, benda-benda yang melambangkan rasa syukur dan solidaritas; tarian tradisional mencerminkan kebersamaan dan penghormatan kepada leluhur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tradisi Umbung Kuteui bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan media untuk mengekspresikan nilai-nilai syukur, keharmonisan, identitas budaya, dan pelestarian kearifan lokal. Tanda-tanda tersebut memperkuat ikatan sosial dan menjamin kesinambungan budaya lintas generasi.
Analisis Dialog Berasan Bekule dengan Metode Speaking pada Etnik Pasemah di Kedurang Bengkulu Selatan Ayu, Wulan Sartika; Satria, Irwan; Heriadi, Meddyan
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami percakapan dialog yang terkandung dalam tradisi Berasan Bekule Pada Masyarakat Pasemah di Kedurang Bengkulu Selatan. Dalam adat masyarakat Pasemah berasan merupakan suatu proses perundingan antara pihak calon mempelai laki-laki dan calon mempelai perempuan sebelum melaksanakan pernikahan. Bahasa berasan bekule pada dasarnya berbentuk percakapan antara pihak bujang dan pihak gadis yang dilaksanakan menjelang dilaksanakannya acara pernikahan. Percakapan tersebut tentunya diwakilkan antara salah seorang yang diutus atau dipercaya baik dari pihak bujang maupun pihak gadis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, mengumpulkan data melalui obsevasi, wawancara dengan tokoh adat serta Masyarakat setempat dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berasan bekule memiliki dialog serta prosesi pelaksanaan nya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa berasan bekule bukan hanya sekedar adat atau tradisi biasa, tetapi juga sebagai media komunikasi musyawarah dalam mempertahankan kearifan lokal Masyarakat pasemah.
Analisis Penggunaan Prinsip Kerjasama Podcast “Donasi Agus” Dalam Chanel Youtube Denny Sumargo Kajian Pragmatik Aulia, Amor Mardhatillah; Satria, Irwan; Wediasti, Welti
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan prinsip kerjasama podcast “Donasi Agus” dalam chanel Youtube Denny Sumargo. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Analisis data menggunakan redukasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. dapat diketahui bahwa penggunaan maksim kuantitas pada podcast yang berjudul “Disclaimer!!Jangan Nonton Kalau Ga Kuat” dan “Terima Donasi 1M Agus Korban Penyiraman Aer Keraz Bagi-Bagi Uang Ke Keluarga?!Malah Berobat BPJS!! Chanel Youtube Denny Sumargo sebanyak 20, terdiri atas 11 maksim podcast 1 dan 9 maksim  podcast 2. Penggunaan maksim kualitas sebanyak 23 maksim yang terdiri atas podcast 1 sebanyak 14 dan 9 maksim podcast 2. Selanjutnya penggunaan maksim relevansi sebanyak 14 maksim yang terdiri atas 9 maksim podcast 1 dan 10 maksim podcast 2. Sementara penggunaan maksim cara sebanyak 4 maksim, dalam podcast 1 tidak menggunakan maksim cara.
Implementasi Pola Hidup Sehat Bagi Anak Usia Dini Melalui Pembiasaan Sarapan Bergizi Di Tk Islam Al Azhar 50 Bengkulu Lestari, Neta Selvi; Satria, Irwan; Lestari, Dita
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i3.574

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah bagaimana penerapan gaya hidup sehat pada anak usia dini melalui kebiasaan sarapan bergizi yang diterapkan di TK Islam Al Azhar 50 Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, serta dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kegiatan sarapan bergizi telah dilaksanakan secara konsisten melalui program menu sehat yang dirancang oleh sekolah dengan melibatkan partisipasi aktif guru dan orang tua. Anak-anak dilatih untuk makan secara mandiri dengan metode prasmanan, serta dibiasakan menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan dan menyikat gigi. Beberapa kendala yang dihadapi meliputi kurangnya pemahaman orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang serta keterbatasan variasi menu makanan. Kendati demikian, peran aktif sekolah dalam memberikan edukasi dan menjalin kerja sama dengan orang tua sangat berpengaruh terhadap kesuksesan program tersebut. Kebiasaan sarapan bergizi ini tidak hanya menunjang pertumbuhan fisik dan konsentrasi anak, tetapi juga berkontribusi dalam pembentukan karakter serta kemandirian sejak dini.
Faktor faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca siswa kelas IV dalam implementasi kurikulum merdeka di SDN 04 Bengkulu Selatan Putri, Septriana; Satria, Irwan; Febriani, Hanura
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v6i2.1336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca siswa kelas IV dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 04 Bengkulu Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara kepada delapan siswa dari empat kelas berbeda serta satu orang guru kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: lingkungan belajar di rumah dan di sekolah, minat baca siswa, metode pembelajaran yang diterapkan guru, serta ketersediaan dan keberagaman bahan bacaan. Implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran diferensiasi dan penguatan literasi menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam menyesuaikan pendekatan dengan kebutuhan masing-masing siswa. Penelitian ini merekomendasikanperlunya kolaborasi antara guru, orang tua, dan sekolah dalam menciptakan ekosistem literasi yang mendukung perkembangan kemampuan membaca siswa secara optimal.
Cultivating Morals in the Formation of Behavior Student at MTSN 1 Bengkulu City Satria, Irwan
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 26, No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v26i2.3778

Abstract

This study aims to determine the implementation of student moral formation at MTsN 1 Bengkulu City. This research uses a qualitative approach by examining social phenomena in an atmosphere that occurs naturally. The researcher acts as an observer in the formation of morals at MTsN 1 Bengkulu City. The research instrument used was data collection techniques, interviews, and observations in learning to read the Koran, as well as through observation, interviews, and documentation. Based on the results of the interviews, it was found that the formation of morals towards oneself at MTsN 1 Bengkulu City was good. This can be seen in the formation of morals by reciting the Quran before entering class, praying dhuha in the congregation, making disciplinary rules, and punishing those who violate it. The formation of morals towards parents is done by making rules that have made students have good morals, plus the role of parents as a factor that can be used as a step in improving student morals. The formation of morals towards friends/friends produces good morals that can be used in social life after they enter society. The formation of morals towards teachers needs to be improved with better steps because students will respect teachers with good morals. The formation of morals towards older and younger people states that MTsN 1 Bengkulu City has taught its students always to respect elders. The formation of morals towards the environment / surrounding environment proves that MTsN 1 Bengkulu City has taken reasonable steps in forming morals at school. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembentukan moral siswa di MTsN 1 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara mengkaji fenomena sosial dalam suasana yang berlangsung secara natural. Peneliti berperan sebagai pemerhati dalam pembentukan akhlak di MTsN 1 Kota Bengkulu. Instrumen penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik pengumpulan data, wawancara, dan observasi dalam proses pembelajaran membaca Alquran, serta melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan bahwa pembentukan akhlak terhadap diri sendiri di MTsN 1 Kota Bengkulu sudah baik. Hal ini terlihat dari pembentukan akhlak dengan mengaji sebelum masuk kelas, sholat dhuha berjamaah, membuat aturan disiplin , memberikan hukuman bagi yang melanggarnya. Pembinaan akhlak terhadap orang tua dilakukan dengan membuat peraturan yang telah menjadikan siswa memiliki akhlak yang baik ditambah peran orang tua sebagai faktor yang dapat dijadikan sebagai langkah dalam meningkatkan akhlak siswa. Pembentukan akhlak terhadap teman/sahabat menghasilkan akhlak yang baik yang dapat digunakan dalam kehidupan bermasyarakat setelah mereka memasuki masyarakat. Pembinaan akhlak terhadap guru perlu ditingkatkan dengan langkah-langkah yang lebih baik, karena dengan akhlak yang baik siswa akan menghormati guru. Pembentukan akhlak terhadap yang lebih tua dan lebih muda menyatakan bahwa MTsN 1 Kota Bengkulu telah mengajarkan kepada siswanya untuk selalu menghormati orang yang lebih tua. Pembentukan akhlak terhadap lingkungan/lingkungan sekitar membuktikan bahwa MTsN 1 Kota Bengkulu telah mengambil langkah yang baik dalam pembentukan akhlak di sekolah.