Lestari, Ririn Hunafa
Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi, Cimahi

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B MELALUI KEGIATAN MELIPAT KERTAS ORIGAMI DI MASA PEMBELAJARAN DARING Nia Rijkiyanti; Ririn Hunafa Lestari
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i1.p%p

Abstract

This research was conducted and based on the lack of creativity and stimulus for the development of children's fine motor skills in daily activities, it is actually still difficult for group B students during the online learning period which needs guidance and parental participation in the implementation process due to online learning. Therefore, the study wanted a solution to develop children's fine motor skills with the aim of knowing the implementation of developing children's fine motor skills with origami paper folding activities carried out online learning. This research was carried out at Al Khosim Sindangkerta Kindergarten, namely for children aged 5-6 years group B, totaling 13 people consisting of 5 boys and 8 girls. The methodology in this study uses descriptive qualitative methods with data collection techniques of observation, interviews, and documentation and data analysis using data reduction, data display, and drawing conclusions. Based on the results of research that has been carried out in the field, results can be obtained by implementing activities through folding origami paper which can develop the fine motor skills of group B children carried out during online learning and obtain results with the goals to be achieved.Penelitian ini  dilakukan dan dilatarbelakangikurangnya kreativitas danstimulus perkembangan keterampilanmotorik halus anak dalamkegiatan sehari-hari, secara nyata masih  sulit dilakukan oleh anak didik kelompok Bdimasa pembelajaran daring yang mana perlu bimbingan dan peran serta orangtuadalam proses pelaksanaannya dikarenakan belajarnya secara daring. Maka dari itu penelitian ini memberikam solusi untuk mengembangkan keterampilan motorik halus anakdengan tujuan untuk mengetahuiimplementasimengembangkan keterampilanmotorik halus anak dengan kegiatan  melipat kertas origamiyang dilakukan secara pembelajaran daring. Penelitian ini dilaksanakan di Taman Kanak-kanak  Al Khosim Sindangkerta yaitu pada anakusia 5-6 tahunkelompok B yang berjumlah 13 orang yang terdiri dari 5 anak laki-laki dan 8 anak perempuan.Metodologi pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi dan analisis data menggunakan reduksi data, display data dan menarik kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dilapangan dapat diperoleh hasil dengan melakukan implemetasi kegiatan melalui melipatkertasorigami yang dapat mengembangkan keterampilanmotorik halus  anak kelompok B  yang dilaksanakan dimasa pembelajaran daring dan memperoleh hasil dengan tujuan yang ingin dicapai.
PENGARUH KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS PADA ANAK USIA DINI Restu Ilma Nurqolbi; Arifah A Riyanto; Ririn Hunafa Lestari
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.535 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v2i5.p189-196

Abstract

One aspect of development that can be developed in early childhood through the field of early childhood education is the aspect of cognitive development. In the cognitive aspect there are capabilities that must be developed, namely the ability to think logically which can be developed through science learning methods for early childhood, one of them through science process skills, where children will learn experiments, explore, and identify the surrounding environment to build their own knowledge with curiosity high so that later it will be useful in his adult life. This research uses quantitative research methods using quasi-experimental research using a nonquivalent group design research design. This study aims to determine the effect of science process skills on children's logical thinking skills. Based on the results of the study it was found that the average gain of the experimental class was 76.14 while the average gain value of the control class was 5.60, which meant that the use of science process skills was effective to improve the logical thinking skills of early childhood. Therefore, this research is recommended to early childhood educators so that science process skills can be used as one of the lessons to improve children's logical thinking skills.Salah satu aspek perkembangan yang dapat dikembangankan pada anak usia dini melalui bidang pendidikan anak usia dini  adalah aspek perkembangannya kognitif. Dalam aspek kognitif terdapat kemampuan yang harus dikembangkan yaitu kemampuan berpikir logis yang dapat dikembangkan melalui metode pembelajaran sains untuk anak usia dini salah satunya melalui keterampilan proses sains, dimana anak akan belajar eksperimen, bereksplorasi, dan mengidentifikasi lingkungan sekitar untuk membangun suatu pengetahuannya sendiri dengan rasa keingintahuannya yang tinggi sehingga nantinya akan bermanfaat pada masa dewasanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan desain penelitian kelompok kontrol non-ekuivalen (the nonequivalent grup design). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan proses sains terhadap kemampuan berpikir logis anak. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata nilai gain kelas eksperimen 76,14 sedangkan rata-rata nilai gain kelas kontrol 5,60 yang artinya penggunaan keterampilan proses sains efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis anak usia dini. Maka dari itu, penelitian ini direkomendasikan kepada pendidik anak usia dini agar keterampilan proses sains dapat dijadikan sebagai salah satu pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis anak. 
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN FINGER PAINTING DI KELOMPOK A Yani Handayani; Ririn Hunafa Lestari
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i3.p%p

Abstract

The physical abilities of children at the golden age develop rapidly and rapidly, especially in fine motor skills that coordinate arm muscles with coordination of the eye. However, there is one school based on observations obtained that fine motor skills of children are still below average, due to lack of stimulus and monotonous learning such as relying on child worksheets and coloring pictures, so researchers research finger painting activities with classroom action research methods. The subjects were 4-5 years old RA Al-hikmah. Data collection techniques used in this study is an observation with data analysis using qualitative data analysis. Based on the results of the study, 93% of the results obtained that the fine motor skills of children increased through activities provided such as the provision of colorful color porridge so that children are interested in participating in these activities.Kemampuan fisik anak pada usia keemasan berkemabang dengan pesat dan cepat, khususnya pada motorik halus yang mengkoordinasikan otot lengan dengan korrdinasi mata. Akan tetapi terdapat satu sekolah yang berdasarkan hasil pengamatan diperoleh kemampuan motorik halus anak masih di bawah rata-rata, dikarenakan kurangnya stimulus dan pembelajaran yang monoton seperti mengandalkan lembar kerja anak serta mewarnai gambar, sehingga peneliti melakukan penelitian melalui kegiatan finger painting dengan metode penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun RA Al-hikmah. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi dengan análisis data menggunakan analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil yaitu 93% bahwa kemampuan motorik halus anak meningkat melalui kegiatan yang diberikan seperti penyediaan bubur warna yang berwarna-warni, agar anak tertarik mengikuti kegiatan tersebut.
PEMANFAATAN APLIKASI YOUTUBE TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK USIA DINI PADA PEMBELAJARAN DARING Raeni Raeni; Agus Sumitra; Ririn Hunafa Lestari
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i6.p722-728

Abstract

This research is motivated by the facts that occurred during online learning at Kober Nurul Iman, Bandung City, namely that not a few parents complained because their children did not want to do the assignments given by the school. Children feel bored and find it unpleasant to study at home. This shows a decrease in children's learning motivation. The YouTube application is one of the social media that is widely accessed by the public. Almost all people can learn by using YouTube. This study aims to describe the use of YouTube on early childhood learning motivation in online learning. This research method uses a qualitative descriptive method with the research subject of 8 students and 1 educator Kober Nurul Iman. Qualitative data analysis is carried out by collecting data through observation, interviews and documentation, data reduction, data display, and concluding. The results showed that the application of YouTube in developing early childhood learning motivation from meeting one to meeting eight with good planning according to the learning scenario, the results showed that children showed interest in learning, enjoyed learning independently, diligently, and tenaciously in completing tasks, increasing with the use of YouTube. In addition, the children feel very happy, enthusiastic, and proud of their teachers and even themselves on YouTube.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta yang terjadi selama pembelajaran daring di Kober Nurul Iman Kota Bandung, yaitu tidak sedikit  orang tua yang mengeluh dikarenakan anaknya tidak mau mengerjakan tugas yang diberikan sekolah. Anak merasa bosan dan merasa tidak menyenangkan belajar di rumah. Hal ini menunjukkan penurunan motivasi belajar anak. Aplikasi YouTube merupakan salah satu media sosial yang banyak diaksesoleh masyarakat. Hampir semua kalangan dapat belajar dengan menggunakan YouTube. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan YouTube terhadap motivasi belajar anak usia dini pada pembelajaran daring. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian 8 anak peserta didik dan 1 pendidik Kober Nurul Iman. Analisisi data kualitatif ditempuh dengan langkah pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan YouTube dalam mengembangkan motivasi belajar anak usia dini dari pertemuan satu sampai pertemuan delapan dengan perencanaan yang baik sesuai skenario pembelajaran didapat hasil anak menunjukkan ketertarikan terhadap pembelajaran, senang belajar mandiri, tekun dan ulet dalam menyelesaikan tugas semakin meningkat dengan penggunaan YouTube, selain itu anak merasa sangat senang, antusias dan bangga gurunya bahkan dirinya sendiri tayang di YouTube.
UPAYA GURU DALAM MENANGANI KASUS BULLYING VERBAL ANAK USIA DINI Afina Latifah Fauziyah; Ronny Mugara; Ririn Hunafa Lestari
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i2.p%p

Abstract

Early childhood education is education that is given at the age of 0-6 years. At that time, children also often experienced difficulties during their growth and development. This difficulty occurs because every child has a different development process and a different environment. Child development is influenced by several factors, including environmental factors. The environment can shape children's social-emotional development. Problems that usually arise in children's emotional social development can be seen in the presence of inappropriate children's behavior, both at home and school, one of which is bullying. Bullying is now starting to appear in kindergarten. Children at an early age are indicated and involved in verbal bullying behavior, usually have trigger factors that make the child do this. In this case, verbal bullying occurs in schools due to a lack of supervision from the teacher, lax in applying rules, and environmental factors that affect the quality of language and result in verbal bullying. This study aims to determine Kindergarten teachers' knowledge about verbal bullying. The technique used is thematic data analysis by collecting data such as observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate the importance of handling cases of verbal bullying in early childhood, to be precise in kindergarten.Pendidikan Anak Usia dini adalah pendidikan yang diberikan pada masa usia 0-6 tahun. Di masa itu, anak juga seringkali mengalami kesulitan di masatumbuh kembangnya. Kesulitan ini terjadikarena setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda serta lingkungan yang berbeda. Tumbuh kembang anak dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya adalah faktor lingkungan.Lingkungan dapat membentuk perkembangan sosial emosional anak. Permasalahan yang biasanya muncul pada perkembangan sosialemosinal anak dapat dilihat dengan adanya perilaku anak yang kurang tepat, baik dirumah maupun di sekolah, salah satunya adalah perilaku bullying. Bullyingkini mulai muncul di TK. Anak yang diusia dininya terindikasi dan terlibat dalam perilaku bullying verbal, biasanya memiliki faktor pemicu yang membuat anak melakukan hal tersebut. Dalam hal ini Perilaku bullyingverbal terjadi di sekolah karena kurangnya  pengawasan dari guru, longgar dalam menerapkan aturan,serta faktor lingkungan yang mempengaruhi kualitas bahasa dan berakibat timbulnya bullyingverbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Pengetahuan guru TK tentang bullyingverbal. Adapun teknik yang digunakan adalah analisis data tematik  dengan mengumpulkan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini bahwa betapa pentingnya penanganan kasus bullyingverbal ini di kalangan usai dini tepatnya di taman kanak-kanak.
PENGARUH METODE BRAIN GYM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGINGAT ANAK USIA 5-6 TAHUN Syiva Nurul Ain; Arifah A Riyanto; Ririn Hunafa Lestari
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.78 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v2i5.p197-201

Abstract

Early Childhood according to experts mention the golden age period, a time when the period is sensitive to good stimuli for its development. Any stimulation given to children and accepted by children will give birth to a new connection. The strength of a child's automatic brain cell network will spur aspects of a child's development to be more developed such as cognitive, social-emotional, creativity, language, and so on. Therefore, many programs are currently being developed which aim to stimulate an increase in cognitive function, one of which is Brain Gym. To find out the effect of the brain gym on an exercise program that focuses on specific physical activities to activate brain function, thereby increasing cognitive performance and making it easier to receive learning. This research is an experimental research with quassy experiment research design (quasi-experiment) with respondents as many as 32 respondents divided into two groups, namely, the experimental group (n = 16) and the control group (n = 16). The results showed that children in the brain gym experimental group had a higher posttest score of 44 than 32 points from the pretest value while the control group actually experienced a slight decline in the average value of 33 points lower in the posttest value of the experimental group. The results of the pretest t-test are 0.074, so the value is more than 0.05, meaning there is an increase in ability to remember. While it is seen that the significance value is 0.000, the significance is <0.05 so that H0 is rejected, which means there is a difference between the experimental class and the control class . Brain gym has an influence on cognitive function in children significantly compared to the control group without treatment brain gym.Setiap rangsangan yang diberikan kepada anak akan diterima oleh anak untuk menghasilkan jaringan otak yang baru. Kuatnya jaringan sel otak anak, otomatis akan memacu aspek-aspek perkembangan anak menjadi semakin berkembang seperti kognitif salah satunya kemampuan daya ingat. Salah satu  kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan fungsi kognitif adalah Brain Gym. Berdasarkan pernyataan tersebut, tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh brain gym terhadap kemampuan mengingat anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian quassy experiment dengan responden sebanyak 32 responden yang dibagi kedalam dua kelompok yaitu, kelompok eksperimen (n=16) dan kelompok kontrol (n=16). Hasil uji t-tes pre test adalah 0,074 dengan demikian nilai tersebut lebih dari 0,05 artinya ada peningkatan kemampuan mengingat yang dilihat dari nilai signifikansi 0.000 < 0,05 sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan kemampuan akhir antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Maka dari itu metode brain gym memiliki pengaruh terhadap kemampuan menginat pada anak dibandingkan dengan kelompok kontrol tanpa treatment brain gym, sehingga metode brain gyam dapat dijadikan alternatif metode pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan mengingat anak usia 4-5 tahun.
KURANG PUAS DAN BINGUNG: RESPON GURU TERHADAP PENDEKATAN SAINTIFIK DI MASA PANDEMI Wida Hamidah; Ririn Hunafa Lestari
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i3.10701

Abstract

Online learning in Kindergarten raises concerns about how teachers apply an approach to the learning process. In a very limited situation due to the pandemic, the success of implementing an approach depends on how the teacher responds to learning situations, especially with a scientific approach.  The teacher's response will then determine the smoothness of the learning process. This study uses qualitative descriptive as a research method to find teacher responses regarding learning using a scientific approach through online learning. The subjects of this study were 2 teachers at As-Shula Kindergarten, West Bandung Regency. In collecting data, this study used interview techniques and then processed the data using thematic analysis. The finding in this study is that teachers feel confused and unsatisfied in carrying out online learning with a scientific approach because of existing limitations. The results of these findings can provide an overview of how the real situation of applying learning methods occurs during a pandemic. In addition, the findings of this study can also be used as information about teaching skills that need to be improved and to rethink the right approach in the online learning process.Pembelajaran secara daring di Taman Kanak-kanak meningkatkan perhatian mengenai bagaimana guru menerapkan sebuah pendekatan pada proses pembelajaran. Disituasi yang serba terbatas karena pandemi, keberhasilan penerapan sebuah pendekatan bergantung pada bagaimana guru dalam merespon situasi belajar khususnya dengan pendekatan saintifik. Respon guru ini selanjutnya akan menentukan kelancaran proses pembelajaran. Menggunakan deksriptif kualitatif sebagai metode penelitian, penelitian ini berusaha untuk menemukan respon guru mengenai pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik melalui pembelajaran daring. Subjek dari penelitian ini adalah 2 orang guru di TK As-Shula, Kabupaten Bandung Barat. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan teknik wawancara lalu melakukan pengolahan data menggunakan analisis tema-tik. Penemuan dalam penelitian ini bahwa guru merasa bingung dan kurang puas dalam melaksanakan pembelajaran daring dengan pendekatan saintifik karena keterbatasan yang ada. Hasil penemuan ini dapat memberikan gambaran bagaimana situasi nyata penerapan metode pembelajaran yang terjadi saat pandemi. Selain itu, penemuan penelitian ini juga dapat digunakan sebagai informasi mengenai keterampilan guru yang perlu ditingkatkan serta untuk memikirkan ulang pendekatan yang tepat dalam proses pembelajaran daring.
Analisis Keterlibatan Ayah dalam Mengembangkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Rohmalina Rohmalina; Ririn Hunafa Lestari; Syah Khalif Alam
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2019): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga.v3i1.4809

Abstract

                                                                          AbstractThis article aims to determine the involvement of fathers in developing early childhood social-emotional development. By content, this article uses the literature study research method for initial preparation in compiling a research framework for obtaining data. Based on the results of data analysis, previous research found that the absence of fathers in caring for and caring for children will cause psychological stress so that it affects the child's social-emotional development. The results of research on father involvement state that children who are cared for and cared for by fathers tend to have positive personalities such as being ready to compete, having high self-confidence and being able to take risks. Therefore the success of a child cannot be separated from the father's involvement. Children who are cared for and cared for by fathers are ready to compete in the future by having confidence and being able to take risks.Keywords: Father Involvement, Social Emotional Development, Early ChildhoodAbstrakArtikel ini bertujuan untuk untuk mengetahui keterlibatan ayah dalam mengembangkan perkembangan sosial emosional anak usia dini. Secara isi, artikel ini menggunakan metode penelitian studi literatur untuk persiapan awal dalam menyusun kerangka penelitian untuk memperoleh data di lapangan. Berdasarkan hasil analisis data penelitian sebelumnya diperoleh bahwa ketidakhadiran ayah dalam merawat dan mengasuh anak akan menyebabkan tekanan psikologis sehingga berdampak pada perkembangan sosial emosional anak. Hasil penelitian tentang keterlibatan ayah menyatakan bahwa anak yang dirawat dan diasuh oleh ayah cenderung memilki kepribadian yang positif seperti siap untuk berkompetisi, memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan mampu mengambil resiko. Maka dari itu keberhasilan seorang anak tidak lepas dari keterlibatan ayah. Anak yang diasuh dan dirawat oleh ayah siap untuk berkompetisi dimasa depan dengan memiliki rasa percaya diri dan mampu mengambil resiko.Kata Kunci: Keterlibatan Ayah, Perkembangan Sosial Emosional, Anak Usia Dini.
PEMAHAMAN GURU PAUD TERHADAP STRESS AKADEMIK PADA ANAK USIA DINI Ghina Wulansuci; Ririn Hunafa Lestari; Sharina Munggaraning Westhisi
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 1 (2022): Golden Age : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga:jpaud.v6i1.9714

Abstract

This study aims to determine the understanding of students majoring in PG-PAUD towards the concept of academic stress in early childhood. This study uses a quantitative descriptive method which aims to explain a symptom in the form of numbers that have meaning on the understanding of PG-PAUD students majoring in academic stress in early childhood. This study shows that non-regular students of the PG-PAUD study program do not understand the concept of academic stress in early childhood. The focus of the research is the PG-PAUD study program students, totaling 40 non-regular students as prospective educators who have a bachelor's qualification in Early Childhood Education (PAUD) who are able to identify children's difficulties in various fields of development. The results showed that of 23 non-regular students as respondents or 57.5% did not know about academic stress in early childhood and 17 non-regular students or 42.5% knew about academic stress.Keywords: Academic Stress; PG-PAUD Students; Early Childhood. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman mahasiswa jurusan PG-PAUD terhadap konsep stress akademik pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menjelaskan suatu gejala dalam bentuk angka yang memiliki arti terhadap pemahaman mahasiswa jurusan PG-PAUD terhadap stress akademik pada anak usai dini. Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa non reguler program studi PG-PAUD tidak memahami konsep dari stress akademik pada anak usia dini. Fokus pada penelitian adalah mahasiswa program studi PG-PAUD yang berjumlah 40 mahasiswa non reguler sebagai calon pendidik yang memiliki kualifikasi sarjana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mampu mengidentifikasi kesulitan anak dalam berbagai bidang pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 23 mahasiswa non reguler sebagai responden atau 57,5% tidak mengetahui tentang stress akademik pada anak usia dini dan 17  mahasiswa non reguler atau 42,5% mengetahui tentang stress akademik. Kata Kunci: Stress Akademik; Mahasiswa PG-PAUD; Anak Usia Dini.
IMPLEMENTASI GERAK DAN LAGU DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN DARING Era Citra Dewi Togatorop; Ririn Hunafa Lestari
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i4.11540

Abstract

Gross motor development in early childhood is as important as other aspects of development, so it needs to be stimulated. Stimuli can develop gross motor development through movement and song. Motion and song are learning activities by moving the body to the rhythm or lyrics of the song. With the Covid-19 outbreak, movement and song activities are carried out through online learning, namely distance learning that uses electronic media with internet technology as a teacher's effort to improve children's gross motor development. Therefore, this study aimed to determine the implementation of movements and songs in improving early childhood gross motor development through online learning. The research method used is a descriptive research method with a qualitative approach involving 15 students as research subjects. Observations, interviews, and documentation are methods used in data collection and research instruments. Data processing uses thematic analysis supported by simple calculation results using Microsoft Excel. The results conclude that movement and song activities can improve gross motor development in early childhood through online learning.Perkembangan motorik kasar pada anak usia dini sama pentingnya dengan aspek perkembangan yang lain, sehingga perlu dirangsang. Rangsangan yang dapat mengembangkan perkembangan motorik kasar melalui gerak dan lagu. Gerak dan lagu merupakan pembelajaran dengan kegiatan menggerakkan tubuh mengikuti irama atau lirik lagu. Dengan mewabahnya Covid-19, kegiatan gerak dan lagu dilakukan melalui pembelajaran daring yaitu pembelajaran jarak jauh yang menggunakan media elektronik dengan teknologi internet sebagai upaya guru untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar anak. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi gerak dan lagu dalam meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia dini melalui pembelajaran daring. Penggunaan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini melibatkan 15 orang peserta didik sebagai subjek penelitian. Observasi, wawancara dan dokumentasi merupakan cara yang digunakan dalam pengumpulan data yang juga merupakan alat instrument penelitian. Pengolahan data menggunakan analisis tematik yang didukung dengan hasil perhitungan sederhana menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menujukkan kesimpulan bahwa kegiatan gerak dan lagu dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar pada anak usia dini melalui pembelajaran daring.