Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

TREND PEMANFAATAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY DAN VIRTUAL REALITY DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI INDONESIA Ruzakki, Hasan; Nashrullah, Nashrullah; Junaedi, Dedi; Khoiriyah, Siti; Asror, Moh
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 01 (2024): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v13i01.4888

Abstract

This study aims to determine the trend of using Augmented Reality and Virtual Reality technology in learning Islamic Religious Education in Indonesia in 2018-2023 and to determine the results of its use in learning Islamic Religious Education. The research method uses a systematic literature review (SLR) of several journal articles with inclusion criteria determined through the publish and perish tool with the keywords Augmented Reality, Virtual Reality, and Education. From the study results, 20 articles that met the criteria were selected. The content analysis results show that the trend of using augmented reality and virtual reality in learning Islamic Religious Education in Indonesia is still relatively small, such as in the metaverse of Hajj Umrah, tajweed science, and daily Tajweed. Prayer, the introduction of hijaiyyah letters, religious tourism, and the introduction to ablution procedures. This can be a further research finding that needs to be developed in learning Islamic religious education in Indonesia.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran PKN Kelas V SDN 26 Palu Fadila, Fadila; Nashrullah, Nashrullah; Muchdar, Muchdar; Gagaramusu, Yusdin Bin. M.; Ar, Muslim
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v15i2.71790

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Tanggart. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKN dengan tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKN di kelas V. Upaya pemecahan masalah dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode Tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dengan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Penelitian tindakan ini bertujuan untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKN kelas V di SDN 26 Palu. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 26 Palu tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 14 orang siswa terdiri dari 10 orang laki-laki dan 4 orang perempuan. Hasil penelitian memperoleh data pelaksanaan pra-tindakan diperoleh hasil belajar siswa masih tergolong kurang dengan persentase skor perolehan 28,57%, pada siklus I skor perolehan hasil belajar siswa 68,21% dengan ketuntasan klasikal mencapai 57%. Sedangkan pada siklus II skor perolehan hasil belajar siswa sebesar 83,21% dengan ketuntasan klasikal mencapai 85%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 26 Palu.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV SD Inpres 2 Tanamodindi Ningsih, Ni Komang Ayu; Azizah, Azizah; Surahman, Surahman; Nashrullah, Nashrullah; Wahyuni, Sri
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v15i3.74770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV SD Inpres 2 Tanamodindi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Design berupa Non Equivalent Control Group Design, yaitu desain memberikan pre-test sebelum perlakuan dan post-test setelah diberikan perlakuan. Penelitian ini menggunakan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Model pembelajaran yang digunakan dikelas eksperimen adalah model pembelajaran project based learning sedangkan di kelas kontrol menggunakan model pembelajaran direct intruction. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik pengambilan sampel jenuh. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda berjumlah 20 butir soal yang telah divalidasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis menggunakan uji-t dengan berbantuan program IBM SPSS Statistic 25. Hasil perhitung statistik dari pengujian hipotesis menggunakan uji-t  didapatkan nilai signifikan dengan taraf 5% yaitu 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD Inpres 2 Tanamodindi.
Teachers' Multifaceted Roles in Enhancing Learning Motivation: A Qualitative Study of Fifth-Grade Elementary Students in Indonesia Khuzaimah, Ade; Gagaramusu, Yusdin Bin. M; Nashrullah, Nashrullah; Zulnuraini, Zulnuraini; Khairunnisa, Khairunnisa
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v4i4.2547

Abstract

Teachers play crucial roles in enhancing elementary students' learning motivation, yet limited empirical evidence exists regarding practical implementation of motivational strategies in specific classroom contexts. This qualitative descriptive study investigated teachers' roles in enhancing learning motivation among fifth-grade students at SD Inpres 1 Kawatuna, Palu City, Indonesia. Data were collected through classroom observations, semi-structured teacher interviews, and student questionnaires (N=26) during the 2024/2025 academic year. Thematic analysis of qualitative data and descriptive statistics of quantitative data were employed. Findings revealed that teachers enacted five interconnected roles: inspirator (providing learning strategy guidance), motivator (offering positive reinforcement and rewards), facilitator (accommodating diverse learning styles), guide (delivering individualized support), and classroom manager (creating conducive environments). These practices resulted in 88.46% of students demonstrating good to excellent motivation levels across six indicators: persistence in completing tasks, resilience in facing difficulties, interest in diverse problems, preference for independent work, resistance to boredom, and ability to maintain opinions. However, 11.53% of students exhibited only fair motivation, particularly in autonomous learning behaviors. The study contributes by bridging theory-practice gaps in motivation literature and documenting context-specific implementations of motivational principles. Implications include emphasizing comprehensive teacher role training in professional development programs and conducting longitudinal research examining long-term motivational development.
Digital Translanguaging in Teaching Turath: Negotiating Tradition And Modernity At An Islamic University Asriyyah, Kinnatul; Rochmaniyah, Eky Putri; Kusuma, Sofyan Dena; Haq, Muhammad A'inul; Nashrullah, Nashrullah; Amrulloh, Friendis Syani; Aziz, Imam Nur
Journal of Education and Religious Studies Vol. 4 No. 03 (2024): Education, Religious, Law and inclusivity
Publisher : Academia Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57060/jers-b3f1qg54

Abstract

The tension between preserving the linguistic sanctity of Turath (Islamic heritage) and accommodating the cognitive habits of digital natives represents a critical challenge in modern Islamic Higher Education. While traditional pedagogies often remain rigid, there is an urgent need to understand how digital interactions facilitate the negotiation of meaning between classical Arabic texts and contemporary student identities. Purpose: This study investigates how digital translanguaging practices function as a bridge between tradition and modernity within the context of Balaghah (Rhetoric) instruction. Method: Employing a virtual ethnographic case study at an Indonesian Islamic University, the research analyzed online interactions via WhatsApp and Zoom using a hybrid of Thematic Analysis and Computer-Mediated Discourse Analysis (CMDA). Key Findings: The results demonstrate that digital translanguaging serves as a strategic pedagogical resource rather than a linguistic deficiency. Four primary strategies emerged: (1) vernacularization for cognitive scaffolding, (2) trans-semiotizing through visual logic (emojis/memes), (3) the negotiation of authority via "Santri slang" to mitigate language anxiety, and (4) iterative clarification loops. Implications: The study concludes that these practices create a "Third Space" that evolves the traditional Makna Gandul technique into a digital vernacular, proving essential for the sustainable preservation of Turath pedagogy in the 21st century.
Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Suku Pamona untuk Meningkatkan Literasi Digital di SDN 2 Tonusu Kabupaten Poso [Training on Creating Digital Comic Teaching Materials Based on Local Wisdom Pamona Tribe to Improve Digital Literacy at SDN 2 Tonusu Poso Regency] Nashrullah, Nashrullah; Hariana, Kadek; Lagandesa, Yun Ratna; Lapasere, Sisriawan; Alfulaila, Noor; Ratu, Bau; Deviyanti, Ida Ayu Putu Puja
Indonesia Berdaya Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261504

Abstract

To improve digital literacy at Tonusu 2 Public Elementary School in Poso Regency, a community service program was designed with a focus on training in the creation of digital comic teaching materials based on the local wisdom of the Pamona tribe. Local wisdom provides a strong foundation for developing teaching materials because it can connect learning to students' cultural contexts, making it more relevant and engaging. The main objective of this program is to improve digital literacy among teachers and students at Tonusu 2 Public Elementary School while strengthening local cultural identity. The first step was to conduct a series of intensive training sessions for Tonusu 2 Public Elementary School teachers in digital comic creation. This training involved teaching technical skills in using digital comic creation software as well as pedagogical approaches for integrating local wisdom into teaching material content. After the training, teachers were asked to apply the skills they learned by creating digital comics relevant to the daily lives and cultural values of the Pamona tribe. Furthermore, the digital comics created will be used in the learning process at SDN 2 Tonusu. Abstrak. Dalam rangka meningkatkan literasi digital di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Tonusu, Kabupaten Poso, sebuah program pengabdian kepada masyarakat dirancang dengan fokus pada pelatihan pembuatan bahan ajar komik digital berbasis kearifan lokal suku Pamona. Kearifan lokal menjadi landasan yang kuat dalam pengembangan bahan ajar karena dapat mengaitkan pembelajaran dengan konteks budaya siswa, sehingga lebih relevan dan menarik minat belajar. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan literasi digital di kalangan Guru dan Siswa SDN 2 Tonusu sambil memperkuat identitas budaya lokal. Langkah pertama adalah menyelenggarakan serangkaian pelatihan intensif bagi guruguru SDN 2 Tonusu dalam pembuatan komik digital. Pelatihan ini melibatkan pengajaran keterampilan teknis dalam penggunaan perangkat lunak pembuatan komik digital serta pendekatan pedagogis dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam konten bahan ajar. Setelah pelatihan, guru-guru diminta untuk menerapkan keterampilan yang mereka pelajari dengan membuat komik digital yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai budaya suku Pamona. Selanjutnya, komik-komik digital yang telah dibuat akan digunakan dalam proses pembelajaran di SDN 2 Tonusu.
Analisis Peran Kepala Sekolah dalam Mengoptimalkan Penggunaan Teknologi Digital di SDN 2 Talise Utari, Isma Dini; Gagaramusu, Yusdin Bin. M; Rahmawati, Dyah; Nashrullah, Nashrullah; Guci, Ammar Abdullah Joni
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4319

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada meningkatnya tuntutan transformasi digital dalam pendidikan dasar yang menempatkan kepala sekolah sebagai aktor strategis dalam mendorong integrasi teknologi pada proses pembelajaran. Realitas di sekolah dasar menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya kompetensi digital guru, serta lemahnya budaya inovasi sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala sekolah, mengidentifikasi hambatan, serta mengkaji upaya optimalisasi penggunaan teknologi digital di SDN 2 Talise. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif desain studi kasus. Teknik sampling menerapkan purposive sampling melalui pemilihan kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan yang terlibat langsung pada penggunaan teknologi digital. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala sekolah telah tampak pada aspek perencanaan, pengarahan, serta penyediaan fasilitas, tetapi implementasinya belum mampu mendorong transformasi pembelajaran digital secara optimal. Hambatan penelitian mencakup keterbatasan sarana, rendahnya kompetensi guru, resistensi terhadap perubahan, serta lemahnya manajemen perubahan sekolah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kepemimpinan transformasional dan supervisi akademik digital.