Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

EDUCATION AND DETECTION OF URIC ACID OF BANDAR KLIPPA COMMUNITY IN PERCUT SEI TUAN DISTRICT, 2022: EDUCATION AND DETECTION OF URIC ACID OF BANDAR KLIPPA COMMUNITY IN PERCUT SEI TUAN DISTRICT, 2022 Suprianto, Suprianto; Samran, Samran; Meilani, Debi
JURNAL PENGMAS KESTRA (JPK) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengmas Kestra (JPK)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.644 KB) | DOI: 10.35451/jpk.v2i2.1255

Abstract

Asam urat sebagai hasil metabolisme senyawa purin atau xanthin, peningkatan konsumsi senyawa purin atau xanthin menyebabkan akumulasi kristal dari senyawa asam urat dengan notabene sukar larut dalam air. Asam urat darah dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya makanan kaya purin dan xanthin, suku, physic activity, supply alkohol, dan usia. Darah hanya mampu menampung sampai tingkat tertentu, kadar melebihi daya larut, di atas 6,8 mg/dl disebut hiperurisemia, Hiperurisemia bisa berlangsung lama dan sebagian bias menjadi artritis gout. Gout dikenal sebagai penyakit yang dapat menyebabkan penderita mengalami nyeri yang hebat pada sendi. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode penyuluhan dan pemeriksaan kadar asam urat darah peserta. Masyarakat diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang kadar asam urat darah sehingga mengurangi resiko Gout. Serta mengetahui kadar asam urat darah peserta pada saat pengecekan.
Passion-Oranges Syrup Production Gung Pinto Village Tanah Karo Suprianto, Suprianto; Sumardi, Sumardi; Samran, Samran; Meilani, Debi; Kartika, Dewi
JURNAL PENGMAS KESTRA (JPK) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengmas Kestra (JPK)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jpk.v3i1.1697

Abstract

Syrup is a beverage product resulting from the production of a mixture of water and sugar at a content of not less than 65%, whether or not ingredients are in the form of food with or without food additives, which have received permission to use according to the regulations of the Food and Drug Supervisory Agency of the Republic of Indonesia. Fruit syrup is made from fresh fruit juice with sugar and the taste and aroma of the fruit. Fruits used in syrup production must have an attractive color, aroma and distinctive taste. Example the taste and aroma of passion fruit (Passiflora edulis S) and sweet orange (Citrus sinensis L). Sweet orange and passion fruit are used as a source of fruit syrup juice. Sweet oranges are widely grown in Indonesia, including North Sumatra, especially in Gung Pinto Village, Tanah Karo. During the main harvest, there is usually a decrease in the price of oranges so that farmers are reluctant to pick the fruit which has been the foundation of their lives. This problem triggers farmers to look for solutions so that their crops do not rot on the trees. Community Service is here to provide a solution by increasing the skills of the community to make Passion Fruit Syrup for the people in the village of Gung Pinto Tanah Karo. The service is carried out by training how to make Passion-Orange syrup by doing direct practice and evaluating the resulting product with a hedonic test. The results showed that the Passion-Orange syrup product showed very good color, taste, aroma and texture, and the public was very happy with the results of the Passion-Orange syrup product. The conclusion of the service shows that the syrup product produced is very good and the community is very happy with the results of the syrup product.
QUALITATIVE ANALYSIS OF WET AND DRY FISH FORMALIN FROM PANCUR BATU MARKET TRADERS Suprianto, Suprianto; Chan, Adek; Samran, Samran; Meilani, Debi; Nasution, Lely Fitri Handayani
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v5i1.1337

Abstract

Ikan salah satu dari sekian banyak kekayaan alam bahari Indonesia. Lauk pauk ikan banyak dikonsumsi masyarakat, mudah diperoleh di pasar dengan harga terjangkau. Namun ikan basah dan ikan kering mudah dan cepat mengalami pembusukan. Mikroba ada sejak ikan masih hidup. Aktivitas mikroba menyebabkan perubahan biokimia dan fisik ikan sehingga bau busuk. Kondisi busuk diketahui setelah bau busuk tersebar dan timbul lendir, warna suram, mata keruh dan sebagainya. Pengawetan ikan basah dan ikan kering dilakukan dengan mengurangi kadar air. Pengawetan merupakan daya upaya peyelamatan hasil tangkapan ikan oleh nelayan. Pembusukan ikan dihambat dengan penambahan garam, sehingga penyimpanan ikan lebih lama tanpa aktivitas bakteri dan enzim. Pesatnya teknik pengolahan pangan, penambahan bahan-bahan aditif pada bahan pangan sulit untuk dihindari, akibatnya keamanan pangan telah menjadi dasar pemilihan suatu produk pangan yang akan dikonsumsi. Bahan aditif berbahaya sulit dihindari, selalu ditemukan dalam pangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui keberadaan formalin sebagai pengawet dalam ikan basah dan ikan kering dari pedagang pasar Pancur Batu secara kualitatif dengan pereaksi tertentu. Penelitian deskriptif menggunakan masing-masing lima sampel ikan basah dan kering yang dijual di pasar Pancur Batu. Hasil penelitian memberikan informasi satu sampel ikan dari pedagang pasar Pancur Batu mengalami perubahan warna ungu pada Kit Tes. Satu dari kelima sampel ikan basah dan kering positif ada formalin.
The Determination of Ascorbic in Ethanol Extract of Young and Old Kari Leaf (Murraya koenigii L. Spreng) by Spectrophotometry UV Suprianto, Suprianto; Samran, Samran; Sumardi, Sumardi; Meilani, Debi; Febriady, Andy; Andraini, Galuh
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v6i2.1920

Abstract

Kari (Murraya koenigii L. Spreng) merupakan flora dari famili Rutaceae. Kari merupakan tumbuhan khas Srilangka, India, dan beberapa wilayah Asia Tenggara, termasuk Nusantara, Provinsi Aceh kaya akan tanaman Kari yang dikenal dengan daun Temurui. Nusantara merupakan daerah dengan beragam kekayaan alam, misalnya flora berkhasiat obat. Nusantara memiliki 30.000 jenis flora dari 40.000 jenis flora di dunia dengan 940 jenis flora berkhasiat obat. Kari merupakan salah satu flora berkhasiat obat.Daun Kari dimanfaatkan masyarakat di Nusantara sebagai rempah-rempah dan penyedap makanan, penyembuh sakit perut, pemerah kepala, obat luka, influenza, reumatik, diare, maupun diabetes, penyembuhan wasir, penurun demam dan radang serta gatal-gatal, bahkan untuk parfum maupun sabun karena beraroma khas dengan kehadiran senyawa atsirinya. Daun Kari kaya akan senyawa berkhasiat obat, diantaranya askorbat. Askorbat mudah larut dalam air namun mudah rusak, teroksidasi karena panas, atau tidak stabil oleh panas. Penentuan kandungan askorbat pada daun telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Kandungan askorbat dapat dilakukan secara volumetris atau dengan instrumen.Penelitian bertujuan untuk menganalisis kadungan askorbat pada ekstrak daun Kari tua dan muda dengan spektrofotometri UV. Penentuan kandungan askorbat dengan metode ini relatif murah dan baik. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda dan tua masing-masing sebesar 69,97 dan 45,58 mg/g. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda lebih besar dibandingkan yang tua. Penentuan kandungan askorbat pada daun telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Kandungan askorbat dapat dilakukan secara volumetris atau dengan instrumen. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kadungan askorbat pada ekstrak daun Kari tua dan muda dengan spektrofotometri UV. Penentuan kandungan askorbat dengan metode ini relatif murah dan baik.Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda dan tua masing-masing sebesar 69,97 dan 45,58 mg/g. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda lebih besar dibandingkan yang tua. Penentuan kandungan askorbat pada daun telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Kandungan askorbat dapat dilakukan secara volumetris atau dengan instrumen. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kadungan askorbat pada ekstrak daun Kari tua dan muda dengan spektrofotometri UV. Penentuan kandungan askorbat dengan metode ini relatif murah dan baik. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda dan tua masing-masing sebesar 69,97 dan 45,58 mg/g. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda lebih besar dibandingkan yang tua. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda dan tua masing-masing sebesar 69,97 dan 45,58 mg/g. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda lebih besar dibandingkan yang tua. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda dan tua masing-masing sebesar 69,97 dan 45,58 mg/g. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda lebih besar dibandingkan yang tua.
TATA KELOLA SEDIAAN FARMASI PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI PUSKESMAS TANJUNG MORAWA KECAMATAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG Sembiring, Hedni Febrianty; Samran, Samran; Gurusinga, Rahmad
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i3.1363

Abstract

Management Drug management consists of Planning, Procurement, Receiving, Storage, Distribution,Control, Recording and reporting, During the Covid 19 pandemic, the demand for drug for this reason it is necessary to do good drug management. This information in this study were the Head of public Health Center, Head of Drug Warehouse, Drug Warehouse Installation Staff, and Health Installation Staff of Tanjung Morawa Helath Center, Deli Serdang Regency and from the data in triangulation. This research was data collection was carried out by means of in depth interviews and questionnaires. Data analysis by identifying problems using fishbone diagrams so that a casual relationship is obtained. The result of this study indicate that an exper profesional in drug management is very necessary, in order to achieve drug management in accoordance with the Minister of Health Regulation, the lack of cabinets is also an obstacle in drug management, at lack of facilities and in frastructure in the Public health center is contained in electronic devices such as computers so that in recording and repoting drugs there are still manually. It is recommended that the implementation of drug management based on the Regulation of the Minister of Hhelath regarding Technical Instruction for Standar Pharmacy Services for Helath Center in 2019 be maintauned.
PENYULUHAN TAMAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI PEKARANGAN UPT PUSKESMAS PADANG LAWAS UTARA sumardi, Sumardi; Samran, Samran; Suprianto, Suprianto; Pranata, Chandra; Siregar, Riwandi
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2024): April 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v3i3.113

Abstract

Tumbuhan obat tradisional memiliki peran penting dalam penyembuhan penyakit dan pencegahan di masyarakat Indonesia termasuk Kabupaten Padang lawas Utara. Upaya peningkatan peran UPT Puskesmas menjadi kebutuhan dalam suksesi program kesehatan dari pemerintah. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman petugas puskesmas tentang jenis, fungsi dan penggunaan tumbuhan obat di pekarangan puskesmas. Metode pengabdian yang digunakan dengan menggali pengetahuan dan informasi dari peserta sebelum dan setelah kegiatan. Respon dan pengetahuan peserta meningkat baik jenis dan jumlah tumbuhan obat untuk pengobatan ringan dan komplementer. Sejalan dengan program Pemerintah Daerah dalam peningkatan derajad kesehatan masyarakat. Diharapkan kegiatan ini meningkatkan pemahaman dan ketrampilan petugas kesehatan di masing-masing Puskesmas sehingga menjadi kader yang handal dalam penyuluhan kepada masyarakat.
Controlled release kinetics of furosemide from chitosan matrix tablets with hydroxypropyl methylcellulose phthalate coated Samran, Samran; Suprianto, Suprianto; Sumardi, Sumardi; Ritonga, Ahmad Hafizullah; Kusumastuti, Melati Yulia
Pharmaciana Vol. 14 No. 2 (2024): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v14i2.28097

Abstract

Sustained-release dosage forms were critical in drug delivery, ensuring controlled and prolonged release for optimal therapeutic outcomes. Chitosan (CH) has become pivotal in sustained-release tablet formulation due to its biocompatibility and mucoadhesive properties. This study aims to explore the release kinetics of furosemide (FS) from CH matrix tablets in a concurrent medium. The formulation involves a core tablet and coated tablet, with CH matrix as a binder and Hydroxypropyl Methyl Cellulose Phthalate (HPMCP) as a film-coated for the core tablet, and both are made using the wet granulation method. Assessment parameters include tablet hardness, disintegration, and FS release profiles across various media, analyzed using spectrophotometric methods to comprehend drug release kinetics with multiple models such as zero-order, first-order, Higuchi, and Korsmeyer-Peppas employed. In the press-coated tablet comprising core tablet CH as matrix uncoated with 20 mg CH per tablet core, a zero-order release pattern emerged in the pH 1.2 medium within 0-2 h, which displayed first-order release kinetics within 2-6 h and 6-16 h in concurrent media of pH 5.8 and 7.4. Notably, a zero-order release pattern emerged in the pH 1.2 medium within 0-2 h. Press-coated tablets incorporating CH matrix with HPCMP coated (CH-HPCMP), also containing 20 mg CH per tablet, exhibited diverse drug release kinetics. These tablets showed Korsmeyer-Peppas, zero-order, and first-order kinetics in pH 1.2, 5.8, and 7.4, respectively. The study suggests that a Press-coated tablet incorporating CH-HPMCP is suitable as the candidate for sustained-release formulations. The observed versatility in release kinetics across varying pH environments underscores the potential adaptability of these formulations in addressing diverse therapeutic needs.
The The Role Of Hospital Information System (Sirs) On The Performance Of Medical Record Work Unit Services At Grandmed Lubuk Pakam Hospital on 2024 Purba, Rini Armaida; samran; Bambang Sumantri
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v7i1.2351

Abstract

Background: The rapid development of technology has changed various aspects of human life, including the health sector. Grandmed Lubuk Pakam Hospital utilizes the Hospital Information System (SIRS) to simplify information management and management in the hospital. Objectives: The research in this thesis aims to find out how the hospital information system (SIRS) affects the service performance of the media recording work unit at Grandmed Lubuk Pakam Hospital in 2024. Research method: The research method used is a qualitative approach with structured interviews and qualitative data analysis Results: The research results show that SRIS has an important role in improving the service performance of the medical records unit at Grandmed Lubuk Pakam Hospital. SRIS helps in collecting, recording, processing and analyzing medical record data which facilitates the medical service process. In this way, SRIS can increase the efficiency and effectiveness of media services, as well as improve the quality of services provided to patients. Conclusion: The conclusion of this research is that SIRS has a strategic role in improving the service performance of the medical records work unit at Grandmed Lubuk Pakam Hospital. Therefore, Grandmed Lubuk Pakam Hospital must continue to increase the use of SIRS to improve the quality of medical services provided to patients.
Implementation of Drug Logistics Management in The Pharmacy Installation of Surya Insani Hospital Pasir Pangaraian Rokan Hulu Regency Lumbangaol, Sik Fikal; Samran
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v7i1.2256

Abstract

Background: The availability of drugs currently creates demand for medical services. Drug logistics management in hospitals includes stages such as planning, procurement, storage, distribution, processing, evaluation and monitoring, and are interdependent on each other so that they must be well coordinated so that each stage can run optimally. Objectives: Knowing the Implementation of Drug Logistics Management in Hospital Pharmacy Installations Surya Insani Research method: Qualitative descriptive research with a cross-sectional approach. Results: In the input  component, There is a positive and significant relationship between training and employee performance. To ensure the quality of supplies and extend the life of equipment, there must be a sufficient budget for purchasing drugs and maintaining drug storage facilities and other related equipment. Guaranteed to be sensitive to measurements and meet requirements, lighting, and calibrate certain equipment annually. In the Process component, planning, procurement, storage, distribution, processing, control. The composition of output, the availability of drugs at the Surya Insani is in accordance with demand, but there are still some drugs that are sometimes not available because the distributor or PBF warehouse runs out of stock. The results of the study also showed that the adequacy of planned drugs and the number of drugs available during the inventory period are important and appropriate when needed. In addition, at the Surya Insani Pasir Pangaraian Hospital. There are still many damaged or expired drugs. This shows that drug management, both input and drug administration processes, still need to be evaluated so that drug management at the Surya Insani Pasir Pangaraian Hospital  can be effective and efficient. Conclusion: The availability of drugs at the Pharmacy Installation of Surya Insani Hospital is in accordance with needs.
Penerapan Sanitasi dan Higienis dalam Pembuatan Jamu Gendong di Kota Tebing Tinggi Suprianto, Suprianto; De Lux Putra, Effendy; Nurbaya, Siti; Samran, Samran; Sumardi, Sumardi; Nasution, Derlina; Lestari, Wita
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): April 2025
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i3.220

Abstract

Jamu Gendong is a traditional drink that has the potential to be contaminated with worms, parasites, bacteria, fungi, viruses and rickettsia. Sources of contaminants include materials, equipment, facilities, personnel, animals and production environments, so their efficacy is questionable. The activity was carried out in the form of providing information on the implementation of sanitation and hygienic production to 38 Jamu Gendong traders in Tebing Tinggi City, Deli Serdang, North Sumatra. The material was delivered using illustrated power point media to facilitate the delivery of increased understanding of sanitation and hygiene, including objectives, benefits, programs, fixed procedures, disinfectant and washing materials as well as documentation in accordance with RI POM Regulation Number 31, 2022. Activities were carried out on April 29, 2024 and received positive responses from all participants. Activities are expected to be sustainable so that the Jamu Gendong produced is of higher quality.