Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Optimasi Formula Minuman Kopi Kombinasi Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) dan Temu Giring (Curcuma heyneana) sebagai Antioksidan Ika Julianti Tambunan; Ayuning Putri Julian; Siti Muliani Julianty; Kanne Dachi; Sumardi; Samran
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v3i2.62

Abstract

Kopi mengandung polyphenol sebagai senyawa antioksidan. Kandungan yang terdapat pada temu giring adalah senyawa alkaloida, flavonoida, triterpenoida, saponin dan tanin sebagai antioksidan. Jahe mengandung gingerol, beta-caroten, asam mengandung gingerol, beta-caroten, asamkafeat, curc kafeat, curcumin sebagai antioksidan. Tujuan dari p umin sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian enelitian ini adalah untuk mengetahui apakah minuman kopi yang dikombinasikan dengan ekstrak jahe ( Zingiber officinale) dan ekstrak temu giring (Curcuma heyneana) memiliki kapasitas antioksidan dan disukai oleh sukarelawan. Penelitian ini secara eksperimental dalam menyiapkan minuman kopi yang menggabungk menggabungkan ekstrak jahe ekstrak jahe dan ekstrak temu ekstrak temu giring dan giring dan mendemonstrasi mendemonstrasikan penemuan simplisia, penemuan simplisia, produksi produksi ekstrak ekstrak jahe dan temu giring, giring, serta optimasi optimasi formula formula menggunaka menggunakan SLD ( simplex simplex lattice lattice design) dan melakukan survey survey responden responden pada setiap formula. Rendemen simplisia jahe 500 g dan temu giring 750 g giring 750 g dengan berat ekstrak jahe sebanya dengan berat ekstrak jahe sebanyak 88,8 g k 88,8 g dan berat ekstrak temu giring sebanyak 98, dan berat ekstrak temu giring sebanyak 98,2 g. Penentuan optimasi formula menggunakan SLD didasarkan pada aktivitas antioksidan formula yang optimal, yaitu rasio jahe : temu giring (1/4 : optimal, yaitu rasio jahe : temu giring (1/4 : 3/4) formula II dan hasil formula II dan hasil hedonist masing-masing formula adalah formula IV dengan rasio jahe : temu giring (3/4 : 1/4)
Potensi Ekstrak Etanol Herba Binara (Artemisia vulgaris L.) sebagai Antibakteri Staphylococcus aureus Arifin Putra Zai; Samran; Aminah Syarifuddin; Cucu Arum Dwi Cahya
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v4i1.02

Abstract

Background: Herb Binara has potential as an antimicrobial against Staphylococcus aureus, because this plant has several compounds that have medicinal properties, including: alkaloids, saponins and flavonoids. This compound can act as a natural antibiotic. Objective: The study was aimed at finding out whether Binara extract has antibacterial potential. Methods: The study was carried out using a disc diffusion system to assess the antibacterial potential of Binara herbal extract. Antibacterial potency is based on the area of obstruction around the disc. The study used four extract concentrations (20, 40, 60, and 80%), clindamycin, and DMSO. Results: Test results for the antibacterial potential of the ethanol extract of Binara herb at a concentration of 80; 60; 40; and 20% each show the resistance area is 12.90; 10.50; 9.00; and 8.10 mm. Conclusion: Binara herb ethanol extract has potential as an antibacterial with moderate to strong potency criteria
Analisis Vitamin C Daging dan Kulit Buah Semangka Merah dan Kuning (Citrullus vulgaaris Schard) dengan Spektrofotometri UV Lidiya Sasmaita Sihotang; Suprianto; Samran; Debi Meilani
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v5i2.06

Abstract

Latar Belakang: Iklim tropis negara Indonesia karena terletak di daerah khatulistiwa yang memberi peluang berbagai tanaman tumbuh dengan subur, termasuk buah-buahan. Umumnya, vitamin C merupakan salah satu kandungan yang terdapat pada buah-buahan, yang berperan sebagai antioksidan. Sekian banyaknya buah-buahan, slah satunya buah semangka (Citrullus vulgaris Schard). Buah semangka juga dimanfaatkan untuk menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi, karena kandungan air dan kaliumnya yang tinggi sehingga mampu menstabilisasikan tekanan darah. Tujuan: Tujuannya untuk mendeteksi keberadaan dan kuantitas vitamin C pada daging dan kulit buah semangka merah dan kuning. Metode: Metode yang digunakan meliputi uji kualitas dan kuantitas masing-masing dengan pereaksi warna dan spektrofotometri UV. Hasil: Penelitian memberi informasi pada daging dan kulit buah semangka terdapat vitamin C dengan tanda ada perubahan warna maupun pengendapan kuning-merah bata dan coklat. Vitamin C dari daging dan kulit buah semangka merah dan kuning masing-masing adalah 50,688; 42.482; 34.764; dan 42,152 gr/L. Kesimpulan: Daging maupun kulit buah semangka merah dan kuning ditemukan vitamin C.
Dampak Pewarna Ekstrak Etanol Buah Naga Merah (Hylicerius polyhizus) terhadap Lip Balm Minyak Bunga Kenanga (Cananga oil) Debi Meilani; Suprianto Suprianto; Samran Samran
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v5i3.02

Abstract

Background: Red dragon fruit holds promise as a natural dye alternative due to its anthocyanin content. Objective: This study aimed to evaluate the potential of ethanol extract from red dragon fruit as a dye in Lip Balm formulations and investigate how varying the concentration of this extract affects the formula. Method: The study involved extracting the dye from red dragon fruit and incorporating it into a Lip Balm preparation using natural fruit-based dyes. Results: The findings indicated that the red dragon fruit extract yielded favorable results after undergoing various tests, including organoleptic evaluation, homogeneity, melting point, irritation, and user preference. Conclusion: The extract of red dragon fruit can be utilized as a dye in Lip Balm formulations. The resulting colors range from pink to dark red, with higher concentrations of the extract producing more intense colors in the final Lip Balm product containing ylang-ylang flower oil (Cananga oil)
Analisis Parasetamol Tablet dengan Metode Fourier Transform Infra Red (FTIR) Safitri Saragih; Suprianto Suprianto; Samran Samran
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v5i3.05

Abstract

Background: Paracetamol, a widely used analgesic and antipyretic medication, is commonly prescribed in government healthcare facilities. The FTIR method provides rapid measurements by analyzing spectral graphs that reveal the functional groups within the tested compounds. According to the Indonesian Pharmacopoeia, VI Edition 2020, paracetamol content in tablet formulations must range between 90.0% and 110.0%. Objective: This study aimed to evaluate the paracetamol content in tablet preparations and assess their compliance with the 2020 Indonesian Pharmacopoeia standards and the packaging labels. Method: The research was conducted experimentally using FTIR spectroscopy. A solvent mixture of ethanol and distilled water (1:1) was employed, with analyses performed over the wavelength range of 4000–400 cm⁻¹. Results: The paracetamol content was found to be highest in tablet B (100.33 ± 1.003%), followed by tablet A (100.29 ± 1.002%), tablet D (100.24 ± 1.002%), and tablet E (100.14 ± 1.001%), with the lowest levels observed in tablet C (99.69 ± 0.996%). Method validation indicated an RSD value of 0.056%, confirming that the procedure was accurate and reliable. Conclusion: The findings demonstrate that the FTIR method is suitable for the quantitative analysis of paracetamol in tablet formulations. Moreover, the results meet the standards outlined in the 2020 VI Edition of the Indonesian Pharmacopoeia.
Korelasi Konsumsi Sidaguri dengan Kadar Asan Urat Darah Suprianto Suprianto; Adek Chan; Joko Wibowo; Samran; Sumardi; Debi Meilani
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v6i1.02

Abstract

Background: Hyperuricemia as an indicator of increased blood uric acid. The prevalence rate in Indonesia is not recorded with certainty. However, the prevalence of gout reached 655,745 people out of 238,452,952 people in Indonesia, ranking first in Southeast Asia. Sidaguri flavonoids have inhibitory power against Xanthine Oxidase so that they can reduce uric acid. Objective: The study was aimed at detecting the effect and correlation of Sidaguri capsule consumption (Sida rhombifolia L) on reducing uric acid in patients. Method: The study was conducted Pretest and Posttest on 22 patients with hyperuricemia with the Easy Touch GCU Instrument. Results: The results showed that the average uric acid level before the intervention was 8.37 mg/dL and after the intervention was 6.57 mg/dL. Conclusion: Sidaguri capsules have an effect on reducing uric acid levels in patients
Skrining Fitokimia, Profil Kromatografi Lapis Tipis dan Karakterisasi FTIR Ekstrak Etanol Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Adinda Seftia; Suprianto; Effendy De Lux Putra; Samran; Siti Nurbaya
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v6i3.02

Abstract

Background: Rambutan (Nephelium lappaceum L.) leaves have potential as a source of bioactive secondary metabolites, yet baseline data on their preliminary chemical profile and functional-group features are still limited. Objective: This study aimed to (i) screen the phytochemical constituents of rambutan leaf ethanol extract, (ii) verify major metabolite classes using thin-layer chromatography (TLC), and (iii) characterize dominant functional groups by Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy. Method: Dried rambutan leaves collected from Langkat Regency and Binjai City were extracted by maceration with 96% ethanol (1:10; 3×24 h), followed by remaceration (1×24 h). The filtrate was concentrated at 58 °C. Qualitative tests were conducted for alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids. TLC analysis employed silica gel 60 F254 plates with class-specific mobile phases, while FTIR spectra were recorded in the range of 4000–600 cm⁻¹. Results: The extract yield was 25.7%. Phytochemical screening confirmed the presence of alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, and steroids, with TLC Rf values of 0.70 and 0.46 (alkaloids), 0.80 (flavonoids), 0.70 (tannins), and 0.50 (steroids). FTIR bands at 3365 cm⁻¹ (O–H), 3010 cm⁻¹ (aromatic C–H), 1629 cm⁻¹ (C=C), and 1048 cm⁻¹ (C–O) indicated oxygenated secondary metabolites, particularly phenolic-related compounds. Conclusion: The integrated phytochemical screening, TLC, and FTIR approach provides a concise chemical baseline for rambutan leaf ethanol extract, supporting its potential use in further standardization and marker-based studies.