Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN ORANG TUA DI ERA DIGITAL TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Nurlita, Nurlita; R, Marmawi; Miranda, Dian
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 13, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v13i1.70143

Abstract

This study aims to determine the role of parents in the digital era in the social emotional development of children aged 5-6 years in Sebagu Village, Teluk Keramat District, Sambas Regency. The method used is descriptive method with a qualitative approach. The data source for this study were parents who had 3 children aged 5-6 years. Data collection tools through observation sheets, interview guidelines and documentation. The results of this study explained that the role of parents in the digital era on the social emotional development of children aged 5-6 years in Sebagu Village, Teluk Keramat District, Sambas Regency, namely (1) the role of parents as role models has been carried out well that is, parents provide an exemplary attitude by exemplifying how to play with peers, work together and show good empathy such as being gentle and not rude in terms of attitudes, actions or words in front of children, especially in everyday speech. (2) the role of parents as mentors, parents do habituation to children but it is still not optimal because parents do not have much time to accompany children because of busy parents who work all day. (3) the role of parents as controllers, parents have difficulty controlling children as seen by parents freeing children to play gadgets and dealing with children's emotions by giving gadgets as a substitute for the role of parents. (4) the role of parents as facilitators, parents are able to fulfill the child's facilities and infrastructure
Empowering Waste Management by Establishing a Waste Corner to Become a Healthy School: Pemberdayaan Pengelolaan Sampah dengan Pembentukan Pojok Sampah Guna Menjadi Sekolah Sehat Jayadi, Yusma Indah; Maharani, Widia; Nurlita, Nurlita; Wijaya, Dian Rezki
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1391

Abstract

Waste is often defined as goods or materials that are considered useless so that they never get good management through the recycling process. Human quality is a major issue and has an important role in management efforts. Empowerment programs in the environment school as a source of environmental learning through waste management is one of the efforts that can be given to students to increase environmental awareness. This empowerment program aims to increase the knowledge and awareness of the school community in waste management correctly and properly. This Empowerment Program was conducted at SJHS 8 Makassar by making waste corner and forming waste corner cadres through the approach of Participatory Learning and Action (PAL). This program involved 15 students who became cadres of the waste corner and 45 students who were given education by the waste corner cadres. As a result of this empowerment, a waste corner was formed and 15 waste corner cadres were selected. Giving training to waste corner cadres was considered effective because there was an increase in knowledge before and after the training, from 12.67 to 18.87. Besides that, education by waste corner cadres to 45 students of SJHS 8 Makassar showed an increase in knowledge, from 13.22 to 17.91. The result of the paired t-test showed a significance value of p = 0.000 (p < 0.05) so it could be concluded that there is a different level of knowledge of cadres and students before and after training/education on waste management. Community empowerment through the establishment of waste corners and waste corner cadres as well as providing training/education related to waste management has a significant effect on the level of knowledge about waste management. Therefore, it is necessary to provide continuous socialization to increase the interest and participation of the school community in waste management. Abstrak Sampah sering kali diartikan sebagai barang atau material yang dianggap tidak berguna sehingga tidak pernah mendapatkan pengelolaan yang baik melalui proses daur ulang. Kualitas manusia menjadi isu utama dan memiliki peran penting dalam upaya pengelolaannya. Program pemberdayaan di lingkungan sekolah sebagai sumber belajar lingkungan melalui pengelolaan sampah merupakan salah satu upaya yang dapat diberikan kepada siswa untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam pengelolaan sampah dengan baik dan benar. Program Pemberdayaan ini dilakukan di SJHS 8 Makassar dengan membuat pojok sampah dan membentuk kader-kader pojok sampah melalui pendekatan Participatory Learning and Action (PAL). Program ini melibatkan 15 siswa yang menjadi kader pojok sampah dan 45 siswa yang diberikan edukasi oleh kader pojok sampah. Hasil dari pemberdayaan ini adalah terbentuknya pojok sampah dan terpilihnya 15 orang kader pojok sampah. Pemberian pelatihan kepada kader pojok sampah dinilai efektif karena terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan, yaitu dari 12,67 menjadi 18,87. Selain itu, edukasi yang dilakukan oleh kader pojok sampah kepada 45 siswa SJHS 8 Makassar menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari 13,22 menjadi 17,91. Hasil uji t berpasangan menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan kader dan siswa sebelum dan sesudah pelatihan/edukasi pengelolaan sampah. Pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan pojok sampah dan kader pojok sampah serta pemberian pelatihan/edukasi terkait pengelolaan sampah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan tentang pengelolaan sampah. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi secara terus menerus untuk meningkatkan minat dan partisipasi warga sekolah dalam pengelolaan sampah.
Sentiment Analysis, Classification of Twitter Tweets of the Constitutional Court Decision on Vice Presidential Candidates Using Naïve Bayes Method Nurlita, Nurlita; Rudiman, Rudiman; Hallim, Abd
JSE Journal of Science and Engineering Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Science and Engineering
Publisher : LPPI Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/jse.v3i2.3894

Abstract

The development of information technology has had a significant impact on the acceleration and ease of exchanging information and communication. The emergence of popular social media platforms, such as Twitter, Facebook, Instagram, Youtube in order to explore trending and popular information. Social media has become a reference for the Indonesian people in considering all possibilities that are happening, including public unrest against decision-making that is not in accordance with the norms and ethics within the scope of the constitutional court. Decisions issued by the Constitutional Court (MK) have the potential to trigger significant reactions and debates in society. In this research, we conducted a sentiment analysis on the current issue of the Constitutional Court, where the problem is that many people doubt the decisions taken and many also support the decision so that the virtual world becomes a place for people to express their thoughts about it, especially on the Twitter platform. In expressing their thoughts on the Twitter platform will display Positive, Negative, and Neutral expressions. The method used to see the results of the analysis of the Constitutional Court Decision is the Naïve Bayes method to get accurate results. By using 540 data, the total data of F1 results is the average of precission and recall: AUC of 93.8%, Classification accuracy (CA) of 21.7% Model accuracy of 97.1% Recall of 21.7% F1 score of 14.8%, with a total of 540 data, a total of 10 negative actual data, while 7 positive and 523 neutral. With these results, many people respond to the results of the Constitutional Court's decision Neutral.
Pengaruh Media Box Game untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK: PG LAB FKIP UNRI Kota Pekanbaru Ghoniamh, St As; Risma, Devi; Nurlita, Nurlita
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media box game untuk meningkatkan kemapuan motori halus pada anak usia 4-5 tahun di TK-PG LAB FKIP UNRI Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain one group pretest-posstest design. Subjek penelitian terdiri dari 16 anak. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar penilaian kemampuan motorik halus berdasarkan 6 indikator yaitu (1) Membuat garis vertikal, horizontal, lengkung kiri/kanan, miring kiri/kanan, dan lingkaran. (2) Menjiplak bentuk. (3) Mengkoordinasikan mata dan tangan untuk melakukan gerakan. (4) Melakukan gerakan manipulatif untuk menghasilkan suatu bentuk dengan menggunakan berbagai media. (5) Mengeksprsikan diri dengan berkarya seni menggunakan berbagai media. (6) Mengontrol gerakan tangan yang meggunakan otot halus (menjumput, mengelus, mencolek, mengepal, memelintir, memilin, meremas). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata kemampuan motorik halus anak dari 26,56 pada pretest menjadi 42,50 pada posstest. Uji-t menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara hasil sebelum dan sesudah perlakuan, dengan kategori gain berada ppada tingkat sedang. Hal ini membuktikan bahwa media box game berpengaruh dalam meningkatkan kemapuan motorik halus pada anak usia dini. Dengan demikian, media box game dapat dijadikan salah satu media pembelajaran alternatif dengan kegiatan yang menyenangkan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia dini.
Pengaruh Permainan Lampu Warna Geometri terhadap Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri untuk Anak Usia 5-6 Tahun di TK IT Darul Hijrah Kubang Jaya Sary, Jania Yovita; Nurlita, Nurlita; Satria, Defni
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan lampu warna geometri terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 5-6 tahun di TK IT Darul Hijrah Kubang Jaya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari anak kelompok usia 5-6 tahun yang diberikan perlakuan berupa permainan lampu warna geometri untuk menstimulasi kemampuan mereka dalam mengenal bentuk-bentuk geometri. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal sehingga layak untuk dianalisis lebih lanjut. Temuan penelitian memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan mengenal bentuk geometri yang signifikan setelah pemberian perlakuan, di mana hasil pretest menunjukkan kemampuan anak berada pada kategori mulai berkembang, sedangkan hasil posttest menunjukkan kategori berkembang sangat baik. Selain itu, penelitian ini mengungkapkan bahwa permainan lampu warna geometri memberikan pengaruh sebesar 72,72% terhadap peningkatan kemampuan mengenal bentuk geometri anak. Dengan demikian, permainan ini terbukti efektif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman anak usia dini dalam mengenal bentuk geometri.
Pengaruh Media Animal Magic Box Terhadap Kepercayaan Diri Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di PAUD GPI Hosana Fun Kid’s Palas Pekanbaru Silalahi, Mutiara L; Chairilsyah, Daviq; Nurlita, Nurlita
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.3827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepercayaan diri pada anak usia 5-6 tahun sebelum dan sesudah diberikan perlakuan media animal magic box di PAUD GPI Hosana Fun Kid’s. Jenis penelitian ini eksperimen kuantitatif dengan desain rancangan penelitian model pre eksperimen one group pretest posttest design. Populasi penelitian adalah 56 anak usia 5-6 tahun di PAUD GPI Hosana Fun Kid’s Palas Pekanbaru, sampel yang digunakan adalah anak kelas B3 dengan jumlah 20 anak. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa kepercayaan diri anak sebelum perlakuan dengan persentase 40% kemudian diberikan perlakuan terjadi peningkatan dengan persentase 45,31%. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui observasi, dan data primer yaitu dilakukan secara langsung oleh penelit. Analisis data menggunakan uji t-test. Hasil analisis data diperoleh thitung = 4,056 lebih besar dari ttabel = 1,729 dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media animal magic box berpengaruh terhadap kepercayaan diri pada anak usia 5-6 tahun di PAUD GPI Hosana Fun Kid’s Palas Pekanbaru. Dapat disimpulkan dalam penelitian ini terdapat pengaruh media animal magic box sebelum dan sesudah terhadap kepercayaan diri pada anak usia 5-6 tahun di PAUD GPI Hosana Fun Kid’s Palas Pekanbaru.
Pengaruh Media Diorama City terhadap Pengetahuan Anak Usia 5-6 Tahun dalam Mitigasi Bencana Banjir di Paud Al-Qisthi Teratak Buluh Kabupaten Kampar Febriana, Sella; Nurlita, Nurlita; Chairilsyah, Daviq
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.3885

Abstract

Pengetahuan anak usia 5–6 tahun di PAUD Al-Qisthi Teratak Buluh Kabupaten Kampar tentang mitigasi bencana banjir masih belum berkembang secara optimal. Diperlukan media pembelajaran yang konkret dan menarik untuk meningkatkan pemahaman anak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Diorama City terhadap pengetahuan anak usia 5–6 tahun dalam mitigasi bencana banjir. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest. Populasi penelitian terdiri atas 16 anak usia 5–6 tahun dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar kerja anak (LKA) sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan anak yang signifikan setelah penggunaan media Diorama City, ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata dari 36,98% pada pretest menjadi 85,42% pada posttest. Hasil uji statistik menunjukkan nilai thitung lebih besar daripada ttabel pada taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media Diorama City berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan anak usia 5–6 tahun dalam mitigasi bencana banjir. Media ini mendukung pembelajaran yang konkret, aktif, dan menyenangkan sehingga membantu anak memahami langkah-langkah mitigasi bencana banjir secara lebih bermakna.
Pengaruh Bermain Alat Musik Angklung Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Negeri Pembina 3 Pekanbaru Tus Sakinah, Mardiah; Nurlita, Nurlita; Risma, Devi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 6 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i6.3961

Abstract

The implementation of learning that introduces children to the concept of numbers from an early age is also very important. Therefore, it is essential to have an engaging activity and be capable of offering comprehension to youngsters in the stage of becoming familiar with the idea of numerals. Angklung represents a heritage Indonesian musical device originating from the Sunda region, crafted from bamboo and produced by the technique of shaking so that the bamboo tubes strike each other to generate tones. Conventional angklung musical play can encourage multiple dimensions of early childhood growth. By engaging in play, youngsters will enhance their abilities and proficiencies in an enjoyable manner. The aim of this research is to portray the procedure and outcomes of angklung instrument performance activities to strengthen the capacity to identify numerical concepts and to examine whether practicing angklung instruments can elevate the capacity to identify numerical concepts for children aged five to six years. The research approach applied is the experimental approach using a single-group pretest design. Specifically, by administering a pretest prior to treatment and a posttest following treatment. The findings of data evaluation indicated that prior to treatment, the mean accomplishment of identifying the concept of numbers among children aged five to six years at State Kindergarten Pembina 3 Pekanbaru was merely 145 (45.31%) out of the ideal score of 320, categorized as beginning to progress (MB). After providing the Angklung Play medium, it achieved a score of 244 (76.24%) out of an ideal score of 320, thus the capacity to identify the concept of numbers in children is classified as undergoing progress in line with expectations (BSB).
Perlindungan Anak Pasca Perceraian: Analisis Pembatasan Hak Bertemu Ayah dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam Dewi, Lhupiana; Dzakiyyah, Zahwa; Nurlita, Nurlita; Kanariansa, Chindona; Raihan, Muhammad Imam; Febrian, Ariel
Journal of Sharia and Legal Science Vol. 3 No. 3 (2025): Journal of Sharia and Legal Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jsls.v3i3.1361

Abstract

This study analyzes the restrictions on children's right to see fathers who misbehave from the perspective of Islamic family law. In the context of Islamic law, a child's right to receive affection and guidance from both parents is a fundamental right that must be protected. However, what if the father's behavior actually has a negative impact on the child's moral and psychological development? This is a qualitative study using a normative juridical approach. The results show that father involvement contributes significantly to the child's cognitive, emotional, and social development, but paternal misconduct can cause harm and psychological disorders. Islamic family law allows for proportional restrictions on the right to see children through court or supervisory mechanisms, to protect the child's welfare without completely eliminating the father's rights. This study emphasizes the principle of the best interest of the child as the primary guideline in decision-making regarding the right to see children.
Hubungan Self-Efficacy Guru dengan Psychological Well-being di TK X se-Kota Pekanbaru El Ihsani, Miftahurriadh; Nurlita, Nurlita; Risma, Devi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy guru dengan psychological well-being. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian ini yaitu guru TK X se-Kota Pekanbaru yang berjumlah 70 guru. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh dan pengumpulan data menggunakan skala self-efficacy guru sebanyak 24 items (α = 0,962) dan skala psychological well-being sebanyak 33 items (α = 0,906) yang diukur dengan skala likert. Analisis data menggunakan analisis korelasi Product Moment dan Uji T dengan program SPSS Ver. 26. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai korelasi rxy = 0,408 dengan p = 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya hubungan positif antara self-efficacy guru dengan psychological well-being. Koefisien determinasi (r2) sebesar 0,166 atau 16,64% menunjukkan bahwa self-efficacy guru memiliki kontribusi terhadap psychological well-being. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-efficacy guru, maka semakin baik tingkat psychological well-being yang dimiliki. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan program peningkatan kesejahteraan psikologis guru.
Co-Authors Afiani, Nur Afriana, Afriana Afrida, Herlina Alkhafi Maas Siregar Anjani, Lusia Arbayani, Arbayani Ashar Ashar Asmawar, Siti Ayu Wandiri, Indri Azzahra, Azzahra Batubara, Mahdiyana Aisyah Batubara, Muhammad Khairi Dahlan Bintang, Andreas Damanik, Juli Hartati Daviq Chairilsyah Derlina . Devi Risma Dewi, Lhupiana Dian Miranda Dzakiyyah, Zahwa Eddiyanto , El Ihsani, Miftahurriadh Fachry Abda El Rahman Fahri, Rama Febrian, Ariel Febriana, Sella Ghoniamh, St As Ginting, Geby Theresa Hallim, Abd Handoyo, Dwi Harahap, Windi Aulia Apryanti Harefa, Harefa Hasanah, Ummi Hasibuan, Alza Annisa Helmida, Ummi Hudayat, Miftahul Hukmi Hukmi, Hukmi Indri Yani, Indri Irviani Anwar Ibrahim, Irviani Anwar Jayadi, Yusma Indah Julia Julia Juliana Juliana Kanariansa, Chindona Khoerunnisa, Putri Lathifa, Raisya Vio Lisa Lisa, Lisa Lukman Arsyad Lukmanulhakim ., Lukmanulhakim Maharani, Widia Malliki, Budi Ilham Manik, Agnes Viola Manik, Krisdayanti Marmawi R . Marmiati, Busri MOHAMMAD BUDIYANTO Naibaho, Thalia Cornelia Angelica Nawawi, Puji Nur Aisyah Nur Rahayuningsih, Nur Nurhanifah, Halima Permata, Suci Indah Purba, Betty Safitry Purba, Novridah Reanti Purnamasari, Enda Putri, Raden Annisa Maharani Putri, Rita Ivanka Pratama Raihan, Muhammad Imam Ramadhan, Annisa Rizkya Ramadhan, Taufiq Ramlah Ramlah Ria Novianti Rita Kurnia Rudiman, Rudiman Salamah, Ikka Sary, Jania Yovita Satria Mihardi Satria, Defni Setiawan, Johan Siahaan, Alvando Siahaan, Parlaungan Gabriel Silaban, Marchiana Ivo Silalahi, Mutiara L Silitonga, Mela Yanna Sinaga, Desna Sari Sipangkar, Renita Br Siregar, Elvianna Siti Nurhalimah Sitompul, Kasthera Putri Sitriah Salim Utina Situmorang, Immanuel Basado Sugandi, Sugandi Sukma, Fadila Diani Syahffira, Wan Nor Syahrul Basri Syarfaini Syarfaini, Syarfaini Tamba, Rade Yamen Taufik Hidayat Tita Nofianti, Tita Tus Sakinah, Mardiah Tuti Hardianti Tutolibiyah, Inayah Wawan Bunawan Wijaya, Dian Rezki Wilson Wilson Wusono Indarto Yani, Lora Yeni solfiah, Yeni Yusra, Rahma Azhari Zulkifli N Zulkifli N Zulkifli N, Zulkifli N