Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of PERMA+4 in Increasing Happiness at Work in BUMN X Atmawijaya, I Gde Arya Raditya; Fajrianthi, Fajrianthi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i2.10222

Abstract

Prioritizing happiness at work is a phenomenon in every company. In the fast-paced digital era, work demands are getting higher, and workloads are always arriving. This makes companies and employees required to quickly and be ready to adapt. PT X is a BUMN that has a large responsibility and workload related to energy generation and distribution, where this is prone to making employees easily burn out and stressed. To prevent and reduce the impact of high job demands, PT X issued a PerDir to implement a life balance program that aims to increase employee Happiness at Work. PERMA+4 can be used as a framework in compiling programs to increase employee Happiness at Work. The aim is to increase Happiness at Work at PT X so that employees are better prepared to face all changes and are ready to contribute more to PT X. The Research & Development method is used to produce programs that are right on target and test the effectiveness of the program. The results of the research are that the Happiness at Work program with the PERMA framework makes it possible to increase employee happiness at work, where the program is in the form of four types of programs, namely two programs that are carried out in companies, and two programs that can be carried out independently. The subjects of this study were all employees at PT X.Memprioritaskan kebahagiaan dalam bekerja menjadi sebuah fenomena di setiap perusahaan. Di era digital yang serba cepat membuat tuntutan pekerjaan semakin tinggi dan workload yang selalu berdatangan. Hal tersebut membuat perusahaan dan karyawan dituntut untuk secara cepat dan siap beradaptasi. PT X merupakan BUMN yang memiliki tanggung jawab dan beban kerja yang besar terkait pembangkit dan distribusi energi, dimana hal tersebut rentan membuat pegawai menjadi mudah burnout dan stress. Untuk mencegah dan mengurangi dampak dari tuntutan pekerjaan yang tinggi, maka PT X mengeluarkan PerDir untuk menerapkan program keseimbangan hidup yang bertujuan untuk meningkatkan Happiness at Work pegawai. PERMA+4 dapat digunakan sebagai sebuah framework dalam menyusun program untuk meningkatkan Happiness at Work pegawai. Tujuan meningkatkan Happiness at Work pada PT X agar pegawai semakin siap untuk menghadapi segala perubahan dan siap berkontribusi lebih untuk PT X. Metode Research & Development digunakan untuk menghasilkan program-program yang tepat sasaran, dan menguji keefektifan program tersebut. Hasil dari penelitian adalah bahwa program Happiness at Work dengan framework PERMA memungkinkan untuk meningkatkan kebahagiaan pegawai dalam bekerja, dimana program tersebut berupa empat jenis program yaitu dua program yang dilakukan di perusahaan, dan dua program yang dapat dilakukan secara mandiri. Subjek penelitian ini adalah seluruh pegawai pada PT X.
Upaya Meningkatkan Motivasi Intrinsik Tenaga Kesehatan Covid-19 Berbasis Appreciative Inquiry di Laboratorium Kesehatan Parahita Diagnostic Center Setiawan, Himanto; Handoyo, Seger; Fajrianthi
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.2103

Abstract

Motivasi intrinsik adalah kontrol pribadi atas kinerja sebagai penentu sebuah aktivitas yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi intrinsik tenaga kesehatan Swabber Covid-19 dengan cara merancang dan melakukan implementasi perencanaan strategis dengan basis appreciative inquiry pada laboratorium Parahita Diagnostic Center di Surabaya. Pada praktiknya, terdapat tiga aspek yang ditekankan ketika meningkatkan motivasi intrinsik yaitu, aspek kompetensi, otonomi dan keterkaitan. Kemudian, kegiatan workshop dengan berbasis appreciative inquiry memunculkan aksi tindakan nyata yang diimplementasikan oleh seluruh subjek. Metode pada penelitian ini menggunakan action research dengan pendekatan appreciative inquiry yang mempunyai siklus discovery, dream, design, dan destiny melalui media workshop pada 6 Swabber Covid-19 laboratorium Parahita Diagnostic Center. Pengukuran kesuksesan penelitian ini diukur hasil dari proses internalizes motivasi pasca intervensi yang telah diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memberikan penilaian positif pada kegiatan workshop serta mengikuti acara dengan semangat dan antusias. Kemudian, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa subjek mengalami dampak perubahan baik secara individu maupun organisasi serta terlaksananya aksi tindakan yang telah dirancang. Secara singkat, proses implementasi intervensi yang dilakukan oleh Swabber membantu proses internalizes dengan semakin otonom, memberikan dampak dan perubahan positif dalam meningkatkan motivasi intrinsik.
Analisis Pengembangan Organisasi Berdasarkan Persepsi Manajemen atas Struktur dan Proses Organisasi Afiyah, Rachmi Yumna; Fajrianthi, Fajrianthi
Jurnal Diversita Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v8i2.5595

Abstract

Pada awal tahun 2019, PT X (Persero) mengalami pergantian direktur utama beserta jajaran dewan direksi. Hal ini membawa perubahan pada unit bisnis organisasi, oleh karena itu, dilakukanlah restrukturisasi organisasi dalam rangka mendukung dan menyesuaikan pada unit bisnis dan perubahan yang ada dalam organisasi. Setelah melakukan perubahan organisasi, PT X (Persero) mengadakan penilaian organisasi yang bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian struktur serta prosesnya dengan organisasi. Pada PT X (Persero), evaluasi dilakukan melalui kuesioner dengan sasaran responden seluruh jajaran manajemen. Alat ukur yang digunakan merupakan modifikasi dari kuesioner evaluasi kelembagaan instansi pemerintah milik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang mengacu pada Permen PAN & RB No. 20 tahun 2018 mengenai pedoman evaluasi kelembagaan instansi pemerintah. Peraturan tersebut mengatur pedoman melakukan evaluasi kelembagaan berdasarkan dua dimensi, yaitu dimensi struktur organisasi dan dimensi proses, yang masing-masing dimensi terdiri dari beberapa aspek. Hasil ini dapat menjadi dasar analisis pengembangan organisasi yang dijadikan pertimbangan bagi perusahaan untuk melakukan tindak lanjut, baik dengan melanjutkan perubahan yang telah dilakukan atau mengganti metode perubahan yang lebih sesuai.
Exploring the Impact of Psychological Capital and Coworker Support on Happiness at Work: Thriving as a Mediator Among Women Quality of Work Life Imas Pradnyanita Wistarini, Ni Nyoman; Fajrianthi, Fajrianthi; Hadi, Cholichul
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 4 (2025): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i4.23442

Abstract

The factors influencing happiness at work, specifically focusing on Balinese women who balance multiple roles in their personal, community, and professional lives. Happiness at work has become an important topic due to its significant impact on overall well-being, job satisfaction, and organizational success. This research aims to determine the influence of psychological capital and colleague support on happiness at work and thriving as a mediator in Balinese women with multi-roles. The complex roles and demands undertaken by Balinese women cause a high possibility of conflict, which causes absenteeism at work, stress, fatigue, and happiness at work. The characteristics of the subjects in this study were female, domiciled in Bali, part of a banjar manner in a traditional village, married and preferably having at least one child under 14 years of age, working in certain agencies as professionals, and having a minimum of 1 year of service. The sampling techniques used were convenience and snowball sampling. There are four scales used in this research, namely Psychological Capital Questionnaire, Co-worker Support Scale, Thriving at Work Questionnaire, and Happiness at Work Questionnaire. Data analysis in this research uses PLS. The research results show a direct influence between psychological capital and happiness at work and a direct effect between thriving and happiness at work. However, colleague support does not directly influence happiness at work. Then, thriving can act as a variable that mediates the effect of psychological capital on happiness at work and the influence of colleague support on happiness at work.
What Makes Generation Y Employees Embbeded in Organisation? The Role of Self-Leadership, Job Crafting and Psychological Capital Amanda, Anissa Rizka; Fajrianthi, Fajrianthi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i4.12431

Abstract

Organisations are currently faced with phenomenon of generation Y employees who easly leave the organisastion. In fact, generation Y employees still dominate the total number of employees in the organisation. Some previoes research focused on what factors cause someone to leave an organisastion, but there is still little research that focused on what factors can make someone stay in organisation. This study aims to determine the effect of self-leadership and job crafting on job embeddedness with psychological capital as a mediating variable on Y generation employees. A total of 190 generation Y employees participated in this study. This study uses the revised self-leadership questionnaire developed by Neck and Houghton (2002) with a reliability of 0,923, job crafting scale developed by Tims, Bakker dan Derks (2011) with a reliability of 0,755, psychological capital questionnaire short version developed by Luthans, et al. (2007) with a reliability of 0,876 and job embeddedness scale developed by Mitchel, et al. (2001) with a reliability of 0,867. Hypothesis testing in this research is Partial Least Square method. The result of this research show that job crafting has an influence on job embeddedness in generation Y employees, while self-leadership and psychological capital have no effect on job embeddedness in generation Y employees. The result of this research can be used as suggestion for organisations to use job crafting as a tool to make generation Y employees embbeded with organisation.Organisasi saat ini sedang dihadapkan pada fenomena karyawan generasi Y yang mudah meninggalkan organisasi. Padahal hingga saat ini karyawan generasi Y masih mendominasi dari total keseluruhan karyawan di suatu organisasi. Beberapa penelitian terdahulu lebih berfokus pada faktor apa yang menyebabkan seseorang meninggalkan organisasi, namun masih sedikit penelitian yang berfokus pada faktor apa yang dapat mempengaruhi seseorang untuk tetap berada di organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-leadership dan job crafting terhadap job embeddedness dengan psychological capital sebagai variabel mediator pada karyawan generasi Y. Sebanyak 190 karyawan generasi Y berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan revised self-leadership questionnaire yang dikembangkan oleh Neck dan Houghton (2002) dengan reliabilitas sebesar 0,923, job crafting scale yang dikembangkan oleh Tims, Bakker dan Derks (2011) dengan reliabilitas sebesar 0,755, skala psychological capital questionnaire short version yang dikembangkan oleh Luthans, dkk. (2007) dengan reliabilitas sebesar 0,876 dan job embeddedness scale yang dikembangkan oleh Mitchel, dkk. (2001) dengan reliabilitas sebesar 0,867. Pengujian hipotesi dalam penelitian ini metode Partial Least Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa job crafting memiliki pengaruh terhadap job embeddedness pada karyawan generasi Y, sedangkan self-leadership dan psychological capital tidak berpengaruh terhadap job embeddedness karyawan generasi Y. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai saran bagi prganisasi untuk menggunakan job crafting sebagai salah satu cara agar karyawan generasi Y embbeded dengan organisasi.
The Role of Proactive Personality to Explaining the Effect of Perceived Organizational Support and Empowering Leadership on Employee Voice Yulidha, Annisa' Elma; Fajrianthi, Fajrianthi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i2.13765

Abstract

Employee Voice as a constructive expression for organizations has become a big concern. Various studies were conducted to find the antecedents and consequences of employee voice. Perceived organizational support and empowering leadership offer a positive impact on employee behavior towards the organization. Various studies also attempt to examine the individual characteristics that lead to employee voice. Voice is expressed in the form of promotive and prohibitive behavior. The different forms of employee voice have attracted the attention of various researchers for further study. To continue several suggestions from previous research, this research measures the influence of Perceived Organizational Support and Empowering Leadership on both forms of Employee Voice with Proactive Personality as a moderator. The sample used was 145 employees in Indonesia with various company backgrounds. Data collection tool in the form of a questionnaire using a scale of Perceived Organizational Support with reliability 0,90; Empowering Leadership questionnaire with reliability 0,829; Promotive Voice with reliability 0,91; Prohibitive Voice with reliability 0.91; Proactive Personality with reliability 0,899. Data analysis uses partial least square with the help of SmartPLS 4.0. The results of this research indicate that Proactive Personality plays a role in explaining the influence of Perceived Organizational Support on Employee Voice (Promotive Voice). However, it does not moderate the effect of perceived organizational support on Prohibitive Voice, and it does not moderate the effect of Proactive Personality on Employee Voice. So, it can be concluded that proactive individuals with high Perceived Organizational Support will be more likely to voice their suggestions and ideas than those who are passive or less proactive.Employee Voice sebagai ekspresi konstruktif yang berharga bagi oranisasi telah menjadi perhatian besar. Berbagai penelitian dilakukan untuk menemukan anteseden dan konsekuensi yang dihasilkan employee voice. Perceived organizational support dan empowering leadership menawarkan dampak yang positif pada perilaku karyawan terhadap organisasi. Berbagai penelitian juga berusaha melihat karakteristik individu yang mengarahkan pada keterlibatan dalam employe voice. Voice diekspresikan dalam bentuk perilaku promotive dan prohibitive. Perbedaan bentuk employee voice menarik perhatian berbagai peneliti untuk ditelaah lebih lanjut. Untuk menindaklanjuti penelitian sebelumnya, maka pelitian ini mengukur pengaruh Perceived Organizational Support dan Empowering Leadership terhadap kedua bentuk Employee Voice dengan Proactive Personality sebagai moderator. Sampel yang digunakan adalah 145 karyawan di Indonesia yang bekerja di berbagai latarbelakang perusahaan dengan teknik sampling yang digunakan yakni convenience sampling. Alat pengumpulan data berupa kuesioner menggunakan skala survey of Perceived Organizational Support dengan reliabilitas 0,90; Empowering Leadership questionnaire dengan reliabilitas 0,829; Promotive Voice denan reliabilitas 0,91 dan Prohibitive Voice dengan reliabilitas 0.91; proacive personality dengan reliabilitas 0,899. Analisis data menggunakan partial least square dengan bantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Proactive Personality berperan dalam menjelaskan pengaruh Perceived Organizational Support terhadap Employee Voice (Promotive Voice). Namun tidak memoderasi pengaruh perceive organizational support terhadap Prohibitive Voice, dan tidak memoderasi pengaruh Proactive Personality terhadap Employee Voice. Sehingga dapat disimpulkan bahwa individu yang proaktif dengan Perceived Organizational Support yang tinggi akan lebih menyuarakan saran dan ide mereka daripada mereka yang pasif atau kurang proaktif.
Analisis Pengaruh Intervensi Employee Coaching pada Peningkatan Self Efficacy dan Penyesuaian Kerja Amelia, Rizky; Handoyo, Seger; Fajrianthi
Cakrawala Vol. 19 No. 2: Desember 2025
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32781/cakrawala.v19i2.826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak intervensi employee coaching terhadap self-efficacy dan penyesuaian kerja alumni IPDN Tahun 2023 Kontingen Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen yang berjumlah 10 orang yang menerima intervensi coaching menggunakan model GROW, sedangkan kelompok kontrol (10 orang) tidak menerima intervensi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Independent Samples t-Test dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi employee coaching memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan self-efficacy dan penyesuaian kerja peserta. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya peran coaching dalam mendukung adaptasi pegawai baru di lingkungan kerja.
Co-Authors Achmad Chusairi Afiyah, Rachmi Yumna Ainun Nida Rifqi Amanda, Anissa Rizka Anayanti Rahmawati Andryan, Arshya Amanta Angela, Grace Angelika Paulina Anggraini, Novia Putri Anwar, Hilwa Ardy, Ludi Prasetyo Atmawijaya, I Gde Arya Raditya Benedikta Indah Putri Lestari Berlian Gressy Septarini Callista, Audrey Wanda Cholichul Hadi Cholichul Hadi Devina Andriany Dewi Syarifah Dhini Rama Dhania Dini Lutfia Fendy Suhariadi Flavia Christy Sutedja Grace Angela Hanny Hafiar Himanto Setiawan Iffah Rosyiana Iffah Rosyiana Ika Febrian Kristiana Ilmawan, Muhammad Rio Bagus Imas Pradnyanita Wistarini, Ni Nyoman Inastuti Rahmadhani Irani Supia Istna Anisatul Fadlilah Karunia, Jaya Dwi Ludi Prasetyo Ardy M. Luthfi Fernando Magdalena Florensia Masrifah Masrifah Muhammad Cholilurohman Bayu Murti Novia Putri Anggraini Nugroho Dwi Priyohadi Nugroho Dwi Priyohadi Nugroho, Sulistiyo Adi Permatasari, Bertha Purwaningrum, Evi Kurniasari Putri, Naila Cahayani Putu Yoga Sukma Pratama Putu Yoga Sukma Pratama Rahkman Ardi Rahmadhani, Inastuti Ramdhan, Mochammad Rizal Ranasari, Diyah Retno Pandan Arum Kusumowardhani Rizki, Paulia Jauza Rizky Amelia Ruth Anastasia Setyawan Samian Seger Handoyo Setiawan, Himanto Silvia Kristanti Tri Febriana Silvia Kristanti Tri Febriana Simanjuntak, Ermida Soedarmanto Soedarmanto Sukamto, Monique Surjaningrum, Endang R Surjaningrum, Endang R. Suryanto Suryanto Suryanto, Suryanto Syarifah, Dewi Theresia Tabita Habsari Tino Leonardi Tri Muji Ingarianti Triyo Utomo Triyo Utomo Urip Purwono Urip Purwono Utomo, Triyo Vellienda, Churnia Dwi Wiwik Sulistiani Wiwin Hendriani Yulianto, Cheryl Graciana Yulidha, Annisa' Elma