Claim Missing Document
Check
Articles

Komponen Biaya yang Mempengaruhi Total Cost of Illness pada Pasien Hipertensi Rawat Inap: Narrative Review Sabrina, Dewi; Oktafany; Iqbal, Muhammad; Suri, Nurma
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.902

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tekanan pada pembuluh darah menjadi terlalu tinggi, yaitu tekanan sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan diastolik ≥ 90 mmHg. Menurut WHO, prevalensi hipertensi di dunia diperkirakan mencapai 33,1% dan 32,4% di kawasan Asia Tenggara. Penyakit dengan prevalensi yang tinggi ini menimbulkan beban ekonomi yang signifikan, terutama pada pasien rawat inap. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi komponen biaya yang mempengaruhi total Cost of Illness(COI) melalui tinjauan literatur yang diperoleh dari beberapa sumber database dan dipilih delapan artikel yang relevan. Artikel relevan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya medis langsung, seperti biaya obat-obatan dan prosedur medis non-bedah merupakan komponen terbesar yang berkontribusi dalam total COI di mana semakin lama waktu perawatan maka biaya yang dikeluarkan akan semakin bertambah. Selain itu, biaya langsung non-medis seperti transportasi dan akomodasi, serta biaya tidak langsung seperti hilangnya pendapatan bagi pasien dan pendamping, juga berkontribusi besar terhadap akumulasi biaya beban penyakit. Untuk mengurangi biaya tersebut, diperlukan strategi pengendalian melalui pendekatan secara promotif, preventif, kuratif, dan juga rehabilitatif yang berguna untuk mencegah terjadinya komplikasi dan mempercepat pemulihan. Pemahaman terhadap struktur biaya ini penting bagi pembuat kebijakan dalam menyusun strategi pembiayaan kesehatan yang efisien.
Literature review: Perbandingan Efektivitas dan Keamanan Penggunaan Obat Off-label Misoprostol dengan Oksitosin Sebagai Induksi Persalinan Faliha, Raisati Hikmah; Suri, Nurma; Andrifianie, Femmy
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.933

Abstract

Perubahan fisiologis selama kehamilan memengaruhi farmakokinetik dan farmakodinamik obat, sehingga penggunaan obat pada ibu hamil memerlukan kehati-hatian. Misoprostol, analog prostaglandin E1 dengan indikasi resmi yang diperbolehkan oleh FDA untuk terapi tukak lambung akibat pemakaian obat antiinflamasi non-steroid (AINS), sering diresepkan secara off-label sebagai agen induksi persalinan, sementara oksitosin merupakan agen resmi untuk induksi persalinan. Artikel ini bertujuan meninjau efektivitas dan keamanan misoprostol dibandingkan oksitosin dalam induksi persalinan. Kajian ini merupakan literature review, penelusuran artikel melalui PubMed, Google Scholar, dan ResearchGate. Kriteria inklusi meliputi artikel yang menggunakan misoprostol atau oksitosin sebagai objek, tujuan penggunaan misoprostol dan oksitosin untuk induksi persalinan, desain studi eksperimental, berbahasa Inggris atau Indonesia, dan diterbitkan pada tahun 2015-2025. Kriteria eksklusi meliputi artikel yang tidak dapat diakses secara lengkap. Hasil kajian menunjukkan bahwa misoprostol memiliki efektivitas yang sebanding hingga lebih baik dibandingkan oksitosin, terutama dalam mempercepat waktu persalinan (p<0,05), meningkatkan keberhasilan induksi, dan meningkatkan kepuasan ibu (p<0,001). Angka persalinan pervaginam dan seksio sesarea bervariasi antarstudi. Berdasarkan aspek keamanan, misoprostol lebih sering dikaitkan dengan demam dan mual, sedangkan oksitosin memiliki risiko lebih tinggi terhadap takisistol (p=0.002) dan hiperstimulasi uterus (p=0.003). Luaran neonatal umumnya tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Kesimpulannya misoprostol memberikan efektivitas dan keamanan yang sebanding hingga lebih baik dari pada oksitosin dalam menginduksi persalinan serta mempercepat proses persalinan.
Analisis Faktor Dominan Stres Akademik dan Implikasinya terhadap Kualitas Hidup Mahasiswa Farmasi Universitas Lampung Risanti, Yumna Dwi; Suri, Nurma; Meiliana, Made Laksmi; Oktafany
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.1008

Abstract

Stres akademik merupakan salah satu masalah yang banyak dialami mahasiswa dan berpotensi memengaruhi kualitas hidup, khususnya pada mahasiswa bidang kesehatan yang memiliki tuntutan akademik tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat stres akademik dengan kualitas hidup mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Lampung. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 272 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres akademik diukur menggunakan kuesioner PAS, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-BREF yang meliputi domain fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskal Wallis untuk mengetahui perbedaan skor kualitas hidup berdasarkan tingkat stres akademik. Sebanyak 8 responden (2,9%) memiliki stres akademik ringan, 192 responden (70,6%) stres sedang, dan 72 responden (26,5%) stres tinggi. Skor kualitas hidup tertinggi terdapat pada domain lingkungan (70,93 ± 13,78) dan terendah pada domain hubungan sosial (61,18 ± 16,78). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres akademik dengan seluruh domain kualitas hidup (p < 0,001). Tingkat stres akademik paling dominan dipengaruhi oleh periode ujian dan berhubungan signifikan dengan kualitas hidup mahasiswa, di mana semakin tinggi stres akademik maka semakin rendah kualitas hidup.
Interaksi Obat Antihipertensi dengan Obat Anti Inflamasi Non Steroid Terhadap Tekanan Darah: Tinjauan Literatur Aryni, Dinda Chalysta; Oktafany; Oktoba, Zulpakor; Nurmasuri
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 1 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i1.1045

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan memerlukan terapi jangka panjang. Pasien hipertensi umumnya menggunakan obat lain secara bersamaan, salah satunya obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Namun, penggunaan OAINS diketahui dapat memengaruhi tekanan darah dan efektivitas terapi antihipertensi. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan obat antiinflamasi non steroid terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi yang menjalani terapi antihipertensi berdasarkan temuan penelitian yang ada. Metode: Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed dan Elsevier pada periode 2015-2025. Artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan OAINS dapat memengaruhi tekanan darah dan berpotensi menurunkan efektivitas terapi antihipertensi. Besarnya peningkatan tekanan darah bervariasi tergantung jenis OAINS dan kombinasi antihipertensi yang digunakan. OAINS non selektif dan selektif COX-2 dilaporkan dapat meningkatkan tekanan darah. Sedangkan, pada aspirin dosis rendah tidak menunjukkan peningkatan tekanan darah yang bermakna. Simpulan: Penggunaan OAINS bersamaan terapi antihipertensi memerlukan perhatian khusus karena dapat memengaruhi tekanan darah dan menurunkan efektivitas terapi. Pemilihan jenis OAINS yang tepat disertai pemantauan tekanan darah secara berkala dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko klinis.
LITERATURE REVIEW: POTENSI ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium Guajava L.) DAN DAUN KEMANGI (Ocimum Basilicum L.) DALAM SEDIAAN KOSMETIK Fariha Ais Aliya; Ihsanti Dwi Rahayu; Nurma Suri; Zulpakor Oktoba
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/d1c59684

Abstract

Berdasarkan pengalaman secara turun temurun, jambu biji (Psidium guajava L.) dan Kemangi (Ocimum basilicum L) sering dimanfaatkan sebagai bagian dari makanan, pengobatan tradisional, wewangian, dan alternatif aromaterapi. Daun jambu biji dan daun kemangi diketahui mengandung senyawa fenolik, flavonoid, alkaloid, dan saponin yang dapat berperan dalam menjaga kesehatan kulit. Senyawa fenolik yang berperan sebagaiantibakteri dan antioksidan. Oleh karena itu, kedua tanaman ini memiliki potensi besar yang dapatdimanfaatkan sebagai bahan utama dalam formulasi sediaan kosmetik. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi daun jambu biji dan daun kemangi sebagai bahan alami dalam pembuatan kosmetik. Literatur review ini dilakukan dengan mencari artikel terkait melalui penggunaan kata kunci yang relevan pada situs database seperti google scholar, PubMed, dan researchgate dengan jumlah artikel jurnal yang digunakan sebanyak 13 artikel. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka menunjukkan bahwa daun jambu bijimemiliki khasiat yang dapat dibuat dalam berbagai produk kosmetik seperti body scrub, serum, bedak tabur tabir surya, acne patch, deodorant, gel facial wash, dan masker peel off. Sementara itu, daun kemangi juga memiliki manfaat yang signifikan dalam formulasi kosmetik, seperti digunakan dalam body lotion, serum, masker peel off, gel, dan krim. 
Pengaruh Konseling Apoteker terhadap Peningkatan Kepatuhan Terapi Pasien DM: Narrative Review Melisa Yasmin; Dwi Aulia Ramdini; Ihsanti Dwi Rahayu; Nurma Suri
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1047

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi tinggi yang memerlukan terapi jangka panjang serta kepatuhan pasien yang optimal. Rendahnya kepatuhan terhadap terapi pada pasien diabetes meningkatkan risiko komplikasi serius, menurunkan kualitas hidup, serta membebani sistem pelayanan kesehatan. Salah satu intervensi penting untuk meningkatkan kepatuhan adalah konseling oleh apoteker yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien terhadap penyakitnya, kepatuhan dalam penggunaan obat, serta perbaikan hasil klinis. Tujuan dari narrative review ini adalah mengulas pengaruh konseling apoteker terhadap kepatuhan terapi pada pasien DM berdasarkan bukti empiris terkini. Artikel ditelusuri melalui database Google Scholar dan PubMed, menggunakan kata kunci yang relevan dan dibatasi pada tahun publikasi 2020–2025. Total terdapat 32 artikel yang ditemukan, 10 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi: tersedia dalam full-text, open access, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan secara spesifik meneliti intervensi konseling apoteker pada pasien diabetes. Hasil narrative review menunjukkan bahwa konseling apoteker secara signifikan meningkatkan kepatuhan konsumsi obat, menurunkan kadar glukosa darah puasa, menurunkan HbA1c, memperbaiki profil lipid, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Metode konseling bervariasi, mulai dari kunjungan rumah (home pharmacy care), pendekatan individual, hingga program komunitas seperti Prolanis. Secara keseluruhan, konseling apoteker terbukti efektif dan layak diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam layanan kefarmasian untuk mendukung keberhasilan terapi pada pasien DM.
Co-Authors Abda Abda Afriyana, Regi Afriyani, Afriyani Al Rasyid, Muhammad Irfan Ambarwati, Endah Andrifianie, Femmy Antika Sintia, Nova Ariyati, Retno Desy Aryni, Dinda Chalysta Asep Sukohar Asep Sukohar Asti, Windi Athallah, Muhammad Muzhafar Atri Sri Ulandari Aufa Nurrohmah, Anna Aulia Ramdini, Dwi Aurellia Anggun Sriani Axcellia Theresa Ayu SWP, Fadillah Cathartica, Allamanda Cheri F. A. Dera Chintia Dwi Tanasa Ciptaningrum, Sekar Rahmasari Ratna Citra Yuliyanda Pardilawati Damayanti, Ervina Dedy Miswar Devvy Wahyu Mulyaningsih Diva Meylia Dwi Aulia Ramdini Dwi Melani Dwi, Farah Ervina Damayanti Faliha, Raisati Hikmah Farhana, Lubna Fariha Ais Aliya Farras Qanitah Rony Febriana, Triana Galuh Dwi Anjani Ihsanti Dwi Rahayu Junando, Mirza Kirana, Shela Sandra Kylalona, Gracylia Lilik Koernia Wahidah Lyansaputri Salsabila Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Mega Intan Yulianti Meiliana, Made Laksmi Melisa Yasmin Mirza Junando Mirza Junando Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Iqbal Muhammad Maulana Nawawi, As’ari Niken Dwi Astarina Oktafany Oktafany Oktafany Oktafany, Oktafany Oktarlina, Resmi Zakiah Oktoba, Zulpakor Pardilawati, Citra Yuliyanda Pius Ave Rafael Silalahi Prabamukti, Ilyas Primadiamanti, Annisa Putri, Oka Mahila Gustia Rahmadhita, Elmira Rahman, M. Bobby Ramadhina, Farrasyifa Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Rasmi Zakiah Oktarlina Ratih Anggun Komalasari Regi Afriyana Risanti, Yumna Dwi Rizki Nisfi Ramdhini Rony, Farras Qanitah Roviq Umam S Sabrina, Dewi Salsabila, Lyansaputri Salsabilla, Kharisma Saputri, Gusti Ayu Rai Sarnianto, Prih Savira Rahmadanti Suryadi Islami Syahputri, Devina Harti Tiara Aninditha Triyandi, Ramadhan Vanadis, Zifa Aisha Wardhana S, Muhammad Fitra Wardhana, Muhammad Fitra Widodo, Alya Rahmah Widodo, Subur Wirasutisna, Komar Ruslan Yati Sumiyati, Yati Yuli Wahyu Tri Mulyani Yulianti, Mega Intan