Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor Dominan Stres Akademik dan Implikasinya terhadap Kualitas Hidup Mahasiswa Farmasi Universitas Lampung Risanti, Yumna Dwi; Suri, Nurma; Meiliana, Made Laksmi; Oktafany
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.1008

Abstract

Stres akademik merupakan salah satu masalah yang banyak dialami mahasiswa dan berpotensi memengaruhi kualitas hidup, khususnya pada mahasiswa bidang kesehatan yang memiliki tuntutan akademik tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat stres akademik dengan kualitas hidup mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Lampung. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 272 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres akademik diukur menggunakan kuesioner PAS, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-BREF yang meliputi domain fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskal Wallis untuk mengetahui perbedaan skor kualitas hidup berdasarkan tingkat stres akademik. Sebanyak 8 responden (2,9%) memiliki stres akademik ringan, 192 responden (70,6%) stres sedang, dan 72 responden (26,5%) stres tinggi. Skor kualitas hidup tertinggi terdapat pada domain lingkungan (70,93 ± 13,78) dan terendah pada domain hubungan sosial (61,18 ± 16,78). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres akademik dengan seluruh domain kualitas hidup (p < 0,001). Tingkat stres akademik paling dominan dipengaruhi oleh periode ujian dan berhubungan signifikan dengan kualitas hidup mahasiswa, di mana semakin tinggi stres akademik maka semakin rendah kualitas hidup.
Interaksi Obat Antihipertensi dengan Obat Anti Inflamasi Non Steroid Terhadap Tekanan Darah: Tinjauan Literatur Aryni, Dinda Chalysta; Oktafany; Oktoba, Zulpakor; Nurmasuri
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 1 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i1.1045

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan memerlukan terapi jangka panjang. Pasien hipertensi umumnya menggunakan obat lain secara bersamaan, salah satunya obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Namun, penggunaan OAINS diketahui dapat memengaruhi tekanan darah dan efektivitas terapi antihipertensi. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan obat antiinflamasi non steroid terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi yang menjalani terapi antihipertensi berdasarkan temuan penelitian yang ada. Metode: Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed dan Elsevier pada periode 2015-2025. Artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan OAINS dapat memengaruhi tekanan darah dan berpotensi menurunkan efektivitas terapi antihipertensi. Besarnya peningkatan tekanan darah bervariasi tergantung jenis OAINS dan kombinasi antihipertensi yang digunakan. OAINS non selektif dan selektif COX-2 dilaporkan dapat meningkatkan tekanan darah. Sedangkan, pada aspirin dosis rendah tidak menunjukkan peningkatan tekanan darah yang bermakna. Simpulan: Penggunaan OAINS bersamaan terapi antihipertensi memerlukan perhatian khusus karena dapat memengaruhi tekanan darah dan menurunkan efektivitas terapi. Pemilihan jenis OAINS yang tepat disertai pemantauan tekanan darah secara berkala dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko klinis.
LITERATURE REVIEW: POTENSI ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium Guajava L.) DAN DAUN KEMANGI (Ocimum Basilicum L.) DALAM SEDIAAN KOSMETIK Fariha Ais Aliya; Ihsanti Dwi Rahayu; Nurma Suri; Zulpakor Oktoba
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/d1c59684

Abstract

Berdasarkan pengalaman secara turun temurun, jambu biji (Psidium guajava L.) dan Kemangi (Ocimum basilicum L) sering dimanfaatkan sebagai bagian dari makanan, pengobatan tradisional, wewangian, dan alternatif aromaterapi. Daun jambu biji dan daun kemangi diketahui mengandung senyawa fenolik, flavonoid, alkaloid, dan saponin yang dapat berperan dalam menjaga kesehatan kulit. Senyawa fenolik yang berperan sebagaiantibakteri dan antioksidan. Oleh karena itu, kedua tanaman ini memiliki potensi besar yang dapatdimanfaatkan sebagai bahan utama dalam formulasi sediaan kosmetik. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi daun jambu biji dan daun kemangi sebagai bahan alami dalam pembuatan kosmetik. Literatur review ini dilakukan dengan mencari artikel terkait melalui penggunaan kata kunci yang relevan pada situs database seperti google scholar, PubMed, dan researchgate dengan jumlah artikel jurnal yang digunakan sebanyak 13 artikel. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka menunjukkan bahwa daun jambu bijimemiliki khasiat yang dapat dibuat dalam berbagai produk kosmetik seperti body scrub, serum, bedak tabur tabir surya, acne patch, deodorant, gel facial wash, dan masker peel off. Sementara itu, daun kemangi juga memiliki manfaat yang signifikan dalam formulasi kosmetik, seperti digunakan dalam body lotion, serum, masker peel off, gel, dan krim. 
Pengaruh Konseling Apoteker terhadap Peningkatan Kepatuhan Terapi Pasien DM: Narrative Review Melisa Yasmin; Dwi Aulia Ramdini; Ihsanti Dwi Rahayu; Nurma Suri
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1047

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi tinggi yang memerlukan terapi jangka panjang serta kepatuhan pasien yang optimal. Rendahnya kepatuhan terhadap terapi pada pasien diabetes meningkatkan risiko komplikasi serius, menurunkan kualitas hidup, serta membebani sistem pelayanan kesehatan. Salah satu intervensi penting untuk meningkatkan kepatuhan adalah konseling oleh apoteker yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien terhadap penyakitnya, kepatuhan dalam penggunaan obat, serta perbaikan hasil klinis. Tujuan dari narrative review ini adalah mengulas pengaruh konseling apoteker terhadap kepatuhan terapi pada pasien DM berdasarkan bukti empiris terkini. Artikel ditelusuri melalui database Google Scholar dan PubMed, menggunakan kata kunci yang relevan dan dibatasi pada tahun publikasi 2020–2025. Total terdapat 32 artikel yang ditemukan, 10 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi: tersedia dalam full-text, open access, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan secara spesifik meneliti intervensi konseling apoteker pada pasien diabetes. Hasil narrative review menunjukkan bahwa konseling apoteker secara signifikan meningkatkan kepatuhan konsumsi obat, menurunkan kadar glukosa darah puasa, menurunkan HbA1c, memperbaiki profil lipid, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Metode konseling bervariasi, mulai dari kunjungan rumah (home pharmacy care), pendekatan individual, hingga program komunitas seperti Prolanis. Secara keseluruhan, konseling apoteker terbukti efektif dan layak diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam layanan kefarmasian untuk mendukung keberhasilan terapi pada pasien DM.
Evaluation Of Medication Errors In The Prescribing Phase Outpatients With Acute Respiratory Tract Infections At The X Health Center In East Lampung In 2025 Anna Aufa Nurrohmah; Nurma Suri; Ervina Damayanti; Yulianasari Pulungan
Journal of Pharmaceutical and Natural Resources Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Pharmaceutical and Natural Resources
Publisher : Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpnar.v1i2.pp25-28

Abstract

Medication errors are considered as avoidable or preventable events which can lead to inappropriate medication use, potentially detrimental to the patient's condition, and it can occur in patients with ARI. The aim of this study is to determine the incidence of medication errors during the prescribing phase in patients ARI and the relationship between medication errors and age and number of courses of therapy. It was an observational analytical study with a cross-sectional design. Moreover, sampling was conducted by using accidental random sampling from April 2025 at the X Community Public Health Center. In addition, data were analyzed by using the Chi-square test and it was presented in tabular form. The characteristics of ARI patients are 39% male and 59.4% female, with a predominant age group of 34.3%. 83.3% of patients receive ≤ 4 courses of therapy. The incidence of medication errors is 82.3% which occurs in both administrative and pharmaceutical aspects. There is a relationship between the number of courses of therapy and medication errors (p-value <0.05) which shows that the number of therapy received by the patient is a factor in the incidence of medication errors. There is no relationship between age of the patients and medication errors (p-value >0.05). There is a relationship between the number of therapies and the incidence of medication errors. However, there is no relationship between age and the incidence of medication errors.
A Cross-sectional study: The Relationship of Family Support Toward Level Adherence Therapy and Hospitalization in Outpatient Treatment of Schizophrenia Dwi Aulia Ramdini; Melisa Intan Barliana; Nanda Restiana; Citra Yuliyanda Pardilawati; Ramadhan Triyandi; Nurma Suri; Yulianasari Pulungan
Journal of Pharmaceutical and Natural Resources Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Pharmaceutical and Natural Resources
Publisher : Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpnar.v1i2.pp29-39

Abstract

Adherence is one of the essential components in the management of schizophrenia. However, adherence levels remain suboptimal, ranging from 20-89%. Multiple factors, including sociodemographic characteristics and family support have been reported to influence medication adherence and hospitalization rates. This study aimed to investigate relationship between family support, medication adherence, and hospitalization among patients with schizophrenia at the Mental Health Hospital Lampung Province. A cross-sectional study design was employed, and data were collected through patient interviews. Medication adherence was assessed using the Medication Adherence Rating Scale (MARS), while family support was measured using validated and reliability-tested family support questionnaire. A total of 106 patients met the inclusion criteria, of whom 65% demonstrated high levels of medication adherence. The factor including sex (p=0,047), employement status ( p=0,004), and family support (p<0.000) were significantly associated with medication adherence. In addition, age (p=0.019), family support (p<0.001), and medication adherence (p<0,000) were significantly associated with hospitalization. These findings indicate that family support has a positive influence on medication adherence and serves as a protective factor againts at worsening prognosis, as reflected by reduced hospitalization. This study emphasizes the crucial role of family support in achiving successful treatment outcomes in patients with schizophrenia.
NUTRISI HERBAL SEBAGAI PENYEIMBANG EFEK ASAM LEMAK BEBAS TEROKSIDASI: LANGKAH NYATA SEHAT DI ZAMAN MILENIAL Muhammad Iqbal; Ramadhan Triyandi; Bayu Anggileo Pramesona; Nurma Suri; Carisa Nabila Defri; Zahra Asnifa Setya Putri; Ayesha Kamila; Kallista Puji Astuti; Anastasia Jessica Jasmine
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 12 (2026): Mei 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola diet yang diikuti dengan gaya hidup tidak sehat dapat menimbulkan penyakit degeneratif. Asam lemak bebas teroksidasi merupakan salah satu penyebab utama radikal bebas hasil dari pola diet yang tidak sehat. Nutrisi herbal diperlukan untuk menetralkan asam lemak bebas teroksidasi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat akan peran nutrisi herbal terhadap penyakit degeneratif. Berdasarkan fenomena yang terjadi di Desa Umbul Natar Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan, didapatkan informasi bahwa masyarakat masih kurang paham mengenai peran nutrisi herbal terkait penyakit degeneratif. Rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat di Desa Umbul Natar dikarenakan kurangnya informasi kesehatan yang mereka terima. Solusi untuk permasalahan tersebut yaitu dengan adanya edukasi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, sikap, dan tindakan masyarakat terkait peran nutrisi herbal terhadap kesehatan. Diharapkan dengan adanya edukasi ini dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit degeneratif yang menjadi beban biaya perawatan dalam sistem jaminan kesehatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, yang dilanjutkan dengan diskusi. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah 25 orang ibu rumah tangga. Evaluasi indikator keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses dan evaluasi akhir. Tim pengabdian masyarakat terdiri dari apoteker di bidang ilmu farmasi bahan alam dan ahli kesehatan masyarakat. Hasil post-test menunjukkan peningkatan aspek kognitif yang baik akan stroke dan penggunaan herbal untuk stroke. Masyarakat desa Umbul Natar dengan mudah memahami materi edukasi. Diharapkan dengan adanya edukasi ini dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat penyakit degeneratif yang menjadi beban biaya kesehatan.
Gambaran Penyakit Komorbid dan Pola Terapi pada Pasien Skizofrenia Nurma Suri; Lyansaputri Salsabila
Journal of Pharmascience Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i2.19835

Abstract

Di Indonesia, skizofrenia merupakan penyakit gangguan mental ketiga terbanyak setelah depresi dan gangguan cemas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penyakit komorbid dan pola terapi pada pasien skizofrenia yang dirawat inap di RSJ Daerah Provinsi Lampung. Metode penelitian dilakukan secara crosssectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospective dengan menggunakan data rekam medis pasien yang memperoleh rawat inap selama tahun 2022. Sampel penelitian dipilih dengan metode total sampling. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif, ditampilkan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil yang diperoleh ada 281 sampel dengan karakteritik 77,9% laki-laki, 77,6% berada pada rentang usia produktif (18-45 tahun), 94,66% didiagnosa skizofrenia paranoid, rerata obat yang diperoleh pasien selama rawat inap 4-5 jenis obat dan 61,6% pasien didiagnosa penyakit komorbid. Risperidone adalah jenis antipiskotik tipikal terbanyak yang digunakan secara tunggal (5,69%) dan penggunaan 2 kombinasi terbanyak yaitu risperidone-chlorpromazine (62,63%) dan risperidone-haloperidol (8,19%). Tifoid (44,07%), leukositosis (16,95%) serta penggunaan zat psikoaktif/alkohol (6,78%) menjadi tiga penyakit komorbid yang paling banyak diderita pasien skizofrenia. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian adalah 66% pasien memiliki diagnosa komorbid dengan infeksi dan penggunaan zat psikoaktif sebagai komorbid utama dan memperoleh terapi polifarmasi (penggunaan 4-5 jenis obat) yaitu kombinasi 2 antipsikotik dan terapi adjuvant. Kata Kunci: Infeksi, Skizofrenia, Penyakit Komorbid, Polifarmasi, Rawat Inap In Indonesia, schizophrenia represents the third most prevalent mental health condition, following depression and anxiety disorders. The objective of this study is to identify the prevalence of comorbid diseases and the patterns of therapeutic intervention among inpatients with schizophrenia at the Mental Health Hospital of Lampung Province. The research method employed a cross-sectional study utilising medical record data from patients who were hospitalised during 2022. The sample was selected using total sampling. The data were subjected to descriptive analysis. The study yielded a total of 281 samples, with the majority (77.9%) comprising male and belonging to the productive age range (18-45 years), 77.6%. The majority (94.66%) of the subjects were diagnosed with paranoid schizophrenia. The average number of drugs received by patients was 4-5 types of drugs. Additionally, 61.6% of patients were diagnosed with comorbid. The most commonly prescribed typical antipsychotic was risperidone, which was used in monotherapy (5.69%) and in two combinations: risperidone-chlorpromazine (62.63%) and risperidone-haloperidol (8.19%). The comorbid diseases most commonly suffered are typhoid (44.07%), leukocytosis (16.95%), and the use of psychoactive substances (6.78%). The findings of the study indicated that patients with schizophrenia 66% patient had comorbidity, with the primary comorbidity an infection and received polypharmacy therapy.
Literature Review: Penggunaan Obat Off-label pada Pasien Pediatri Chintia Dwi Tanasa; Nurma Suri; Citra Yuliyanda Pardilawati; Asep Sukohar
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i3.682

Abstract

 Off-label drug use is still widely found, especially among vulnerable patients. Pediatrics is one of the vulnerable patient groups who still often get off-label drug therapy. This study was conducted with the aim of looking at the description of the use of off-label drugs given to pediatric patients. This research is a type of research with the literature review method, with data obtained from several articles, the search for articles was carried out through the Google Scholar database. The results of this study from 10 articles used as research data, found the use of off-label drugs in pediatric patients with the most results in the off-label dosage category and followed by off-label dosage category, off-label age category, and off-label route of administration category, while the off-label contraindication category was not found. Based on the results obtained, it is concluded that the use of off-label drugs in pediatric patients is quite high, so it is necessary to monitor the use of off-label drugs to reduce the incidence of unwanted side effects  
Co-Authors Abda Abda Afriyana, Regi Afriyani, Afriyani Al Rasyid, Muhammad Irfan Ambarwati, Endah Anastasia Jessica Jasmine Andrifianie, Femmy Anna Aufa Nurrohmah Antika Sintia, Nova Ariyati, Retno Desy Aryni, Dinda Chalysta Asep Sukohar Asep Sukohar Asti, Windi Athallah, Muhammad Muzhafar Atri Sri Ulandari Aufa Nurrohmah, Anna Aulia Ramdini, Dwi Aurellia Anggun Sriani Axcellia Theresa Ayesha Kamila Ayu SWP, Fadillah Bayu Anggileo Pramesona Carisa Nabila Defri Cathartica, Allamanda Cheri F. A. Dera Chintia Dwi Tanasa Ciptaningrum, Sekar Rahmasari Ratna Citra Yuliyanda Pardilawati Citra Yuliyanda Pardilawati Citra Yuliyanda Pardilawati Damayanti, Ervina Dedy Miswar Devvy Wahyu Mulyaningsih Diva Meylia Dwi Aulia Ramdini Dwi Aulia Ramdini Dwi Melani Dwi, Farah Ervina Damayanti Ervina Damayanti Faliha, Raisati Hikmah Farhana, Lubna Fariha Ais Aliya Farras Qanitah Rony Febriana, Triana Galuh Dwi Anjani Ihsanti Dwi Rahayu Junando, Mirza Kallista Puji Astuti Kirana, Shela Sandra Kylalona, Gracylia Lilik Koernia Wahidah Lyansaputri Salsabila Lyansaputri Salsabila Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Mega Intan Yulianti Meiliana, Made Laksmi Melisa Intan Barliana Melisa Yasmin Mirza Junando Mirza Junando Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Maulana Nanda Restiana Nawawi, As’ari Niken Dwi Astarina Oktafany Oktafany Oktafany Oktafany, Oktafany Oktarlina, Resmi Zakiah Oktoba, Zulpakor Pardilawati, Citra Yuliyanda Pius Ave Rafael Silalahi Prabamukti, Ilyas Primadiamanti, Annisa Putri, Oka Mahila Gustia Rahmadhita, Elmira Rahman, M. Bobby Ramadhan Triyandi Ramadhan Triyandi Ramadhina, Farrasyifa Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Rasmi Zakiah Oktarlina Ratih Anggun Komalasari Regi Afriyana Risanti, Yumna Dwi Rizki Nisfi Ramdhini Rony, Farras Qanitah Roviq Umam S Sabrina, Dewi Salsabila, Lyansaputri Salsabilla, Kharisma Saputri, Gusti Ayu Rai Sarnianto, Prih Savira Rahmadanti Suryadi Islami Syahputri, Devina Harti Tiara Aninditha Triyandi, Ramadhan Vanadis, Zifa Aisha Wardhana S, Muhammad Fitra Wardhana, Muhammad Fitra Widodo, Alya Rahmah Widodo, Subur Wirasutisna, Komar Ruslan Yati Sumiyati, Yati Yuli Wahyu Tri Mulyani Yulianasari Pulungan Yulianti, Mega Intan Zahra Asnifa Setya Putri