Claim Missing Document
Check
Articles

A Cross-sectional study: The Relationship of Family Support Toward Level Adherence Therapy and Hospitalization in Outpatient Treatment of Schizophrenia Dwi Aulia Ramdini; Melisa Intan Barliana; Nanda Restiana; Citra Yuliyanda Pardilawati; Ramadhan Triyandi; Nurma Suri; Yulianasari Pulungan
Journal of Pharmaceutical and Natural Resources Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Pharmaceutical and Natural Resources
Publisher : Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpnar.v1i2.pp29-39

Abstract

Adherence is one of the essential components in the management of schizophrenia. However, adherence levels remain suboptimal, ranging from 20-89%. Multiple factors, including sociodemographic characteristics and family support have been reported to influence medication adherence and hospitalization rates. This study aimed to investigate relationship between family support, medication adherence, and hospitalization among patients with schizophrenia at the Mental Health Hospital Lampung Province. A cross-sectional study design was employed, and data were collected through patient interviews. Medication adherence was assessed using the Medication Adherence Rating Scale (MARS), while family support was measured using validated and reliability-tested family support questionnaire. A total of 106 patients met the inclusion criteria, of whom 65% demonstrated high levels of medication adherence. The factor including sex (p=0,047), employement status ( p=0,004), and family support (p<0.000) were significantly associated with medication adherence. In addition, age (p=0.019), family support (p<0.001), and medication adherence (p<0,000) were significantly associated with hospitalization. These findings indicate that family support has a positive influence on medication adherence and serves as a protective factor againts at worsening prognosis, as reflected by reduced hospitalization. This study emphasizes the crucial role of family support in achiving successful treatment outcomes in patients with schizophrenia.
Gambaran Penyakit Komorbid dan Pola Terapi pada Pasien Skizofrenia Nurma Suri; Lyansaputri Salsabila
Journal of Pharmascience Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i2.19835

Abstract

Di Indonesia, skizofrenia merupakan penyakit gangguan mental ketiga terbanyak setelah depresi dan gangguan cemas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penyakit komorbid dan pola terapi pada pasien skizofrenia yang dirawat inap di RSJ Daerah Provinsi Lampung. Metode penelitian dilakukan secara crosssectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospective dengan menggunakan data rekam medis pasien yang memperoleh rawat inap selama tahun 2022. Sampel penelitian dipilih dengan metode total sampling. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif, ditampilkan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil yang diperoleh ada 281 sampel dengan karakteritik 77,9% laki-laki, 77,6% berada pada rentang usia produktif (18-45 tahun), 94,66% didiagnosa skizofrenia paranoid, rerata obat yang diperoleh pasien selama rawat inap 4-5 jenis obat dan 61,6% pasien didiagnosa penyakit komorbid. Risperidone adalah jenis antipiskotik tipikal terbanyak yang digunakan secara tunggal (5,69%) dan penggunaan 2 kombinasi terbanyak yaitu risperidone-chlorpromazine (62,63%) dan risperidone-haloperidol (8,19%). Tifoid (44,07%), leukositosis (16,95%) serta penggunaan zat psikoaktif/alkohol (6,78%) menjadi tiga penyakit komorbid yang paling banyak diderita pasien skizofrenia. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian adalah 66% pasien memiliki diagnosa komorbid dengan infeksi dan penggunaan zat psikoaktif sebagai komorbid utama dan memperoleh terapi polifarmasi (penggunaan 4-5 jenis obat) yaitu kombinasi 2 antipsikotik dan terapi adjuvant. Kata Kunci: Infeksi, Skizofrenia, Penyakit Komorbid, Polifarmasi, Rawat Inap In Indonesia, schizophrenia represents the third most prevalent mental health condition, following depression and anxiety disorders. The objective of this study is to identify the prevalence of comorbid diseases and the patterns of therapeutic intervention among inpatients with schizophrenia at the Mental Health Hospital of Lampung Province. The research method employed a cross-sectional study utilising medical record data from patients who were hospitalised during 2022. The sample was selected using total sampling. The data were subjected to descriptive analysis. The study yielded a total of 281 samples, with the majority (77.9%) comprising male and belonging to the productive age range (18-45 years), 77.6%. The majority (94.66%) of the subjects were diagnosed with paranoid schizophrenia. The average number of drugs received by patients was 4-5 types of drugs. Additionally, 61.6% of patients were diagnosed with comorbid. The most commonly prescribed typical antipsychotic was risperidone, which was used in monotherapy (5.69%) and in two combinations: risperidone-chlorpromazine (62.63%) and risperidone-haloperidol (8.19%). The comorbid diseases most commonly suffered are typhoid (44.07%), leukocytosis (16.95%), and the use of psychoactive substances (6.78%). The findings of the study indicated that patients with schizophrenia 66% patient had comorbidity, with the primary comorbidity an infection and received polypharmacy therapy.
Literature Review: Penggunaan Obat Off-label pada Pasien Pediatri Chintia Dwi Tanasa; Nurma Suri; Citra Yuliyanda Pardilawati; Asep Sukohar
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 3 (2025): Juli : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i3.682

Abstract

 Off-label drug use is still widely found, especially among vulnerable patients. Pediatrics is one of the vulnerable patient groups who still often get off-label drug therapy. This study was conducted with the aim of looking at the description of the use of off-label drugs given to pediatric patients. This research is a type of research with the literature review method, with data obtained from several articles, the search for articles was carried out through the Google Scholar database. The results of this study from 10 articles used as research data, found the use of off-label drugs in pediatric patients with the most results in the off-label dosage category and followed by off-label dosage category, off-label age category, and off-label route of administration category, while the off-label contraindication category was not found. Based on the results obtained, it is concluded that the use of off-label drugs in pediatric patients is quite high, so it is necessary to monitor the use of off-label drugs to reduce the incidence of unwanted side effects  
Intervensi Edukasi Kesehatan terhadap Pengetahuan Remaja Putri mengenai Anemia Defisiensi Besi di Lingkungan Sekolah Nurma Suri; Putri Berliana; Ihsanti Dwi Rahayu; Zulpakor Oktoba
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buguh.v6n2.3496

Abstract

Anemia defisiensi besi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami remaja putri akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan kehilangan darah saat menstruasi. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik, penurunan konsentrasi belajar, produktivitas, serta kesehatan reproduksi di masa mendatang. Rendahnya pengetahuan mengenai anemia dan pentingnya konsumsi tablet tambah darah (TTD) menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko anemia pada remaja putri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia defisiensi besi melalui sosialisasi kesehatan di SMAN 1 Bandar Sribhawono, Lampung Timur. Kegiatan melibatkan 45 siswi kelas X dan XI dengan metode deskriptif-eksplanatif yang meliputi tahap pengumpulan data, perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, dan evaluasi melalui pretest serta posttest. Materi yang diberikan mencakup pengertian anemia, penyebab, gejala, dampak, pencegahan, serta pentingnya konsumsi TTD. Penyampaian materi dilakukan melalui presentasi audiovisual, leaflet edukatif, dan diskusi interaktif. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p value sebesar 0,024 (<0,05) menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang terlihat dari hasil posttest lebih tinggi dibandingkan pretest serta tingginya antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Edukasi kesehatan terbukti efektif meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai pencegahan anemia defisiensi besi sehingga diperlukan edukasi berkelanjutan melalui kerja sama sekolah dan tenaga kesehatan.
Cost of Illness Pasien Skizofrenia Rawat Inap di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung 2023 Savira Rahmadanti; Nurma Suri; Citra Yuliyanda Pardilawati; Ervina Damayanti
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v13i1.75705

Abstract

Skizofrenia memerlukan pengobatan jangka panjang dan biaya yang tinggi, sehingga menjadi tanggung jawab berat bagi pasien serta pihak pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai total biaya (cost of illness) yang dialami oleh pasien skizofrenia yang dirawat di rumah sakit. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dari sudut pandang rumah sakit. Data dikumpulkan secara retrospektif dengan menggunakan rekam medis pasien. Jumlah sampel sebanyak 100 dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Mayoritas pasien skizofrenia rawat inap adalah laki-laki (76%) dengan usia kategori dewasa awal (25-34 tahun) (43%), memiliki tingkat pendidikan rendah (45%) dan pendidikan menengah (45%). Pasien skizofrenia sebagian besar tidak bekerja (85%) dan memiliki asuransi kesehatan (95%). Diagnosis terbanyak adalah skizofrenia paranoid (91%) dan sebagian memiliki penyakit penyerta (58%). Rata-rata lama rawat inap pasien adalah 39 hari. Komponen biaya medis langsung terbesar adalah ruang rawat inap, visite dokter spesialis, dan asuhan keperawatan. Komponen biaya medis langsung terbesar adalah ruang rawat inap, visite dokter spesialis, dan asuhan keperawatan. Total biaya untuk satu kali rawat inap meliputi biaya ruang rawat inap yaitu sebesar Rp417.570.000, biaya visite dokter spesialis sebesar Rp194.705.000, dan biaya asuhan keperawatan sebesar Rp122.960.000. Total biaya atau cost of illness pada 100 pasien skizofrenia rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung pada tahun 2023 mencapai Rp949.139.959 dengan rata-rata biaya per pasien sebesar Rp9.491.399,59.
A Comprehensive Evaluation of Antibiotic Usage: Establishing a Foundation for Effective Antimicrobial Stewardship Nurma Suri; Mirza Junando; Regi Afriyana
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 11 No. 3 (2024): JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfiki.v11i32024.298-311

Abstract

Background: The intensive care unit (ICU) is a significant area of antibiotic use, accounting for a substantial proportion of the overall antibiotic consumption. The inappropriate use of antibiotics in such settings has a notable impact on the emergence of antimicrobial resistance. Objective: This study evaluated the rationality of antibiotic use in the ICU of RSUD Abdul Moeloek Hospital in Lampung Province. Methods: This study was conducted between December 2022 and February 2023 using a prospective method and purposive sampling. An evaluation was conducted using the Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) system for quantitative analysis and Gyssens criteria for qualitative assessment. The research subjects comprised 55 individuals, the majority of whom were male (58.2%), aged > 65 years (29.1%), remained in the ICU for less than seven days (78.2%), and subsequently continued their treatment in a non-ICU (69.1%). Results: Quantitative analysis demonstrated that the total number of antibiotics administered in this study was 394.83 DDD, with a DDD/100 patient-day value of 113.78. Ceftriaxone was the most frequently prescribed antibiotic (219 DDD), whereas gentamicin was the least frequently prescribed (1 DDD). Qualitative analysis revealed that 17.6% of the patients exhibited irrational antibiotic use. Conclusion: Irrational use of antibiotics was observed in the following categories: IV A (1.1%); IV D (2.2%); III A (2.2%); III B (2.2%) IIA, (3.3%); IIB (5.5%); and I (1.1%). The study concluded that there was still a considerable degree of irrational antibiotic use.
Identifikasi Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Teknik Penetesan Obat Tetes Mata: Literature Review Anisah Putri Yuana Sari; Rani Himayani; Dwi Aulia Ramdini; Nurma Suri
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 3 (2026): Mei-Jun
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i3.816

Abstract

Kesalahan dalam melakukan teknik penetesan obat tetes mata masih sering terjadi pada pasien dengan gangguan kesehatan mata. Kesalahan tersebut berisiko menurunkan efektivitas terapi serta dapat meningkatkan efek samping. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan teknik penetesan obat tetes mata. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar, Science Direct, dan PubMed dengan tahun terbit 2016 – 2026. Hasil seleksi literatur menunjukkan terdapat 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa usia yang lebih tua secara konsisten berhubungan signifikan dengan kegagalan teknik penetesan. Penurunan fungsi visual turut memperburuk kemampuan pasien dalam melakukan teknik penetesan. Kondisi fisik dan motorik juga berhubungan signifikan dengan teknik penetesan. Selain itu, penurunan fungsi kognitif serta faktor perilaku dan sosial juga terbukti berhubungan dengan teknik penetesan. Pemahaman terhadap faktor-faktor tersebut dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam menciptakan intervensi berupa edukasi, penilaian kondisi pasien, serta peningkatan peran caregiver untuk mendukung keberhasilan teknik penetesan obat tetes mata
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penggunaan Antibiotik tanpa Resep pada Kalangan Mahasiswa: Review Artikel Ghozi Purna Atmaja; Nurma Suri; Afriyani; Rani Himayani
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 4 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i4.818

Abstract

Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya resistensi antibiotik yang menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat global. Mahasiswa sebagai kelompok terdidik masih ditemukan melakukan penggunaan antibiotik secara tidak rasional, sehingga perlu dilakukan kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan antibiotik tanpa resep pada kalangan mahasiswa di Indonesia. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel penelitian asli yang diperoleh melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan ResearchGate yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Hasil penelusuran memperoleh 85 artikel, kemudian dilakukan proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 10 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang paling banyak memengaruhi penggunaan antibiotik tanpa resep pada mahasiswa adalah rendahnya tingkat pengetahuan dan pendidikan, kemudahan memperoleh antibiotik tanpa pengawasan tenaga kesehatan, sumber informasi yang kurang tepat, serta pengalaman penggunaan antibiotik sebelumnya. Keempat faktor tersebut secara konsisten dilaporkan berkontribusi terhadap perilaku penggunaan antibiotik yang tidak rasional dan berpotensi meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi mengenai penggunaan antibiotik yang rasional serta penguatan pengawasan terhadap distribusi antibiotik untuk menekan praktik penggunaan antibiotik tanpa resep di kalangan mahasiswa.
Analisis Faktor Dominan Stres Akademik dan Implikasinya terhadap Kualitas Hidup Mahasiswa Farmasi Universitas Lampung Yumna Dwi Risanti; Nurma Suri; Made Laksmi Meiliana; Oktafany
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.1008

Abstract

Stres akademik merupakan salah satu masalah yang banyak dialami mahasiswa dan berpotensi memengaruhi kualitas hidup, khususnya pada mahasiswa bidang kesehatan yang memiliki tuntutan akademik tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat stres akademik dengan kualitas hidup mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Lampung. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 272 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres akademik diukur menggunakan kuesioner PAS, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-BREF yang meliputi domain fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskal Wallis untuk mengetahui perbedaan skor kualitas hidup berdasarkan tingkat stres akademik. Sebanyak 8 responden (2,9%) memiliki stres akademik ringan, 192 responden (70,6%) stres sedang, dan 72 responden (26,5%) stres tinggi. Skor kualitas hidup tertinggi terdapat pada domain lingkungan (70,93 ± 13,78) dan terendah pada domain hubungan sosial (61,18 ± 16,78). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres akademik dengan seluruh domain kualitas hidup (p < 0,001). Tingkat stres akademik paling dominan dipengaruhi oleh periode ujian dan berhubungan signifikan dengan kualitas hidup mahasiswa, di mana semakin tinggi stres akademik maka semakin rendah kualitas hidup.
Komponen Biaya yang Mempengaruhi Total Cost of Illness pada Pasien Hipertensi Rawat Inap: Narrative Review Dewi Sabrina; Oktafany; Muhammad Iqbal; Nurma Suri
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.902

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tekanan pada pembuluh darah menjadi terlalu tinggi, yaitu tekanan sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan diastolik ≥ 90 mmHg. Menurut WHO, prevalensi hipertensi di dunia diperkirakan mencapai 33,1% dan 32,4% di kawasan Asia Tenggara. Penyakit dengan prevalensi yang tinggi ini menimbulkan beban ekonomi yang signifikan, terutama pada pasien rawat inap. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi komponen biaya yang mempengaruhi total Cost of Illness(COI) melalui tinjauan literatur yang diperoleh dari beberapa sumber database dan dipilih delapan artikel yang relevan. Artikel relevan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya medis langsung, seperti biaya obat-obatan dan prosedur medis non-bedah merupakan komponen terbesar yang berkontribusi dalam total COI di mana semakin lama waktu perawatan maka biaya yang dikeluarkan akan semakin bertambah. Selain itu, biaya langsung non-medis seperti transportasi dan akomodasi, serta biaya tidak langsung seperti hilangnya pendapatan bagi pasien dan pendamping, juga berkontribusi besar terhadap akumulasi biaya beban penyakit. Untuk mengurangi biaya tersebut, diperlukan strategi pengendalian melalui pendekatan secara promotif, preventif, kuratif, dan juga rehabilitatif yang berguna untuk mencegah terjadinya komplikasi dan mempercepat pemulihan. Pemahaman terhadap struktur biaya ini penting bagi pembuat kebijakan dalam menyusun strategi pembiayaan kesehatan yang efisien.
Co-Authors Abda Abda Ade Maria Ulfa Afriyani Afriyani, Afriyani Al Rasyid, Muhammad Irfan Ambarwati, Endah Anastasia Jessica Jasmine Anisah Putri Yuana Sari Anna Aufa Nurrohmah Annisa Primadiamanti Antika Sintia, Nova Ariyati, Retno Desy Asep Sukohar Asep Sukohar Asti, Windi Athallah, Muhammad Muzhafar Atri Sri Ulandari Aufa Nurrohmah, Anna Aulia Ramdini, Dwi Aurellia Anggun Sriani Axcellia Theresa Ayesha Kamila Ayu SWP, Fadillah Bayu Anggileo Pramesona Carisa Nabila Defri Cathartica, Allamanda Cheri F. A. Dera Chintia Dwi Tanasa Ciptaningrum, Sekar Rahmasari Ratna Citra Yuliyanda Pardilawati Citra Yuliyanda Pardilawati Citra Yuliyanda Pardilawati Citra Yuliyanda Pardilawati Damayanti, Ervina Dedy Miswar Devvy Wahyu Mulyaningsih Dewi Sabrina Diva Meylia Dwi Aulia Ramdini Dwi Aulia Ramdini Dwi Aulia Ramdini Dwi Melani Dwi, Farah Ervina Damayanti Ervina Damayanti Ervina Damayanti Farhana, Lubna Fariha Ais Aliya Farras Qanitah Rony Febriana, Triana Femmy Andrifianie Galuh Dwi Anjani Ghozi Purna Atmaja Gusti Ayu Rai Saputri Ihsanti Dwi Rahayu Ihsanti Dwi Rahayu Junando, Mirza Kallista Puji Astuti Kirana, Shela Sandra Kylalona, Gracylia Lilik Koernia Wahidah Lyansaputri Salsabila Lyansaputri Salsabila Made Laksmi Meiliana Mallarangeng, Andi Nafisah Tendri Adjeng Mega Intan Yulianti Melisa Intan Barliana Melisa Yasmin Mirza Junando Mirza Junando Mirza Junando Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Maulana Nanda Restiana Nawawi, As’ari Niken Dwi Astarina Oktafany Oktafany Oktafany Oktafany, Oktafany Oktarlina, Resmi Zakiah Oktoba, Zulpakor Pardilawati, Citra Yuliyanda Pius Ave Rafael Silalahi Prabamukti, Ilyas Primadiamanti, Annisa Putri Berliana Putri, Oka Mahila Gustia Rahmadhita, Elmira Rahman, M. Bobby Raisati Hikmah Faliha Ramadhan Triyandi Ramadhan Triyandi Ramadhina, Farrasyifa Ramdini, Dwi Aulia Rani Himayani Rani Himayani Rasmi Zakiah Oktarlina Rasmi Zakiah Oktarlina Ratih Anggun Komalasari Regi Afriyana Regi Afriyana Rizki Nisfi Ramdhini Rony, Farras Qanitah Roviq Umam S Salsabila, Lyansaputri Salsabilla, Kharisma Saputri, Gusti Ayu Rai Sarnianto, Prih Savira Rahmadanti Savira Rahmadanti Suryadi Islami Syahputri, Devina Harti Tiara Aninditha Triyandi, Ramadhan Vanadis, Zifa Aisha Wardhana S, Muhammad Fitra Wardhana, Muhammad Fitra Widodo, Alya Rahmah Widodo, Subur Wirasutisna, Komar Ruslan Yati Sumiyati, Yati Yuli Wahyu Tri Mulyani Yulianasari Pulungan Yulianti, Mega Intan Yumna Dwi Risanti Zahra Asnifa Setya Putri Zulpakor Oktoba