Claim Missing Document
Check
Articles

DETERMINAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL RISIKO TINGGI TRIMESTER 3 Mufidah, Amatullah; Putri, Noviyati Rahardjo; Kusmawati, Iffah Indri; Nurhidayati, Siti; Wahidah, Nurul Jannatul
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v6i2.11768

Abstract

Ibu hamil risiko tinggi mengalami depresi dan kecemasan tiga kali lebih besar daripada ibu hamil normal. Hal itu berdampak negatif pada perkembangan anak dan risiko depresi pascapersalinan. Banyak faktor yang mempengaruhi kecemasan kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor pada tingkat kecemasan ibu hamil risiko tinggi trimester 3. Metode pada penelitian  ini cross-sectional dengan populasi ibu hamil trimester 3 dengan jumlah sampel 41 orang menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan lembar identitas responden, Kartu Skor Poedji Rochyati, Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS), dan kuesioner spiritual support. Analisis statistik dilakukan menggunakan Spearman Rank Correlation (rho). Hasil analisis statistik diperoleh p-value untuk masing-masing variabel, yaitu usia (p: 0,932), paritas (p: 0,865), pekerjaan (p: 0,808), penghasilan keluarga (p: 0,239), dan spiritual supportl (p: 0,121). Oleh karena itu, dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan usia, paritas, pekerjaan, penghasilan keluarga, dan spiritual support pada ibu hamil risiko tinggi di Puskesmas Gondangrejo. Sehingga, penelitian selanjutnya terkait variabel kecemasan pada ibu hamil risiko tinggi dapat dikaitkan dengan faktor-faktor lain.
“ITU PILIHAN TERBAIK!”: MEMAHAMI PERSEPSI WANITA TERHADAP TUBEKTOMI Fatmawati, Riswi Alinda; Sari, Atriany Nilam; Argaheni, Niken Bayu; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Putri, Noviyati Rahardjo
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v6i2.11914

Abstract

Background: The participation of women as tubectomy acceptors in Indonesia is only 4.2%. Various factors play a role in decision making, this is also influenced by each woman's perception regarding tubectomy. Objective: To explore women's perceptions of tubectomy and their relationship to factors that influence decision making regarding tubectomy selection. Method: Qualitative research, phenomenological study using in-depth interviews with 8 informants at the Colomadu I Community Health Center. Informants were recruited using a linear snowball sampling technique. The findings were processed using NVivo version 12 Plus software inductively with analysis techniques according to Miles, et al. Results: Informants gave various statements regarding perceptions of tubectomy, including tubectomy as a contraceptive solution, permanent, effective in terminating pregnancy, permitted in Islam, economical, safe, easy to use and comfortable. The reasons behind the informants' desire to use tubectomy were varied, such as parity, husband's role, obstetric history, and age. Conclusion: All informants have a positive perception of tubectomy from the perspective of procedure, law, costs, and advantages of tubectomy. People closest to you, such as husbands and friends, are important when considering decision making. Health workers as the front guard have an equally important role in forming positive perceptions of tubectomy.
Pengaruh Terapi Mewarnai Mandala terhadap Penurunan Kecemasan Ibu Hamil Rahmawati, Elsa; Kusmawati, Iffah Indri; Novika, Revi Gama Hatta; Nurhidayati, Siti; Putri, Noviyati Rahardjo
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v6i2.11918

Abstract

Pada trimester pertama kehamilan membawa perubahan fisik dan psikologis bagi ibu. Mual, muntah, kram perut, dan ketidakstabilan emosi adalah beberapa contoh perubahan fisik yang umum terjadi. Di sisi lain, ibu hamil perlu beradaptasi dengan kehamilannya, yang dapat memicu kecemasan dan stres. Siklus ini dapat memperparah emosi ibu dan berdampak pada janin. Aktfitas mewarnai terbukti efektif dalam menurunkan aktivitas amigdala, yaitu bagian otak yang berhubungan dengan stres dan kecemasan. Untuk mengetahui pengaruh terapi mewarnai mandala terhdadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan jenis pre-eksperimental one group pretest-posstest design. Populasi dari penelitian ini sebanyak 74 ibu hamil trimester I. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling , dengan jumlah sampel sebanyak 32 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Aktivitas dilakukan 20 menit per hari selama 6 hari. Data diambil menggunakan kuesioner PASS pada hari pertama dan keenam untuk mengetahui nilai pretest dan posttest. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan hasil dengan p-value  sebesar 0,002 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terapi mewarnai mandala memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil. Terapi mewarnai mandala dapat digunakan sebagai terapi non farmakologis dalam mengatasi kecemasan yang dialami ibu hamil.
Optimalisasi Pengetahuan melalui Pelatihan Pemanfaatan Hot Herbal Compress Pada Nyeri Punggung Ibu Hamil Putri, Noviyati Rahardjo; Solikhah, Diannisa Afi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23089

Abstract

ABSTRAK Nyeri punggung merupakan keluhan fisik yang sering dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester ketiga, dan dapat berdampak negatif terhadap aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup secara keseluruhan. Penanganan nyeri ini dapat dilakukan dengan terapi non-farmakologis seperti hot herbal compress, yaitu kompres herbal hangat yang mengandung jahe, kunyit, serai, daun pandan, dan bahan lainnya dengan efek analgesik serta relaksasi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil dan kader kesehatan setempat tentang manfaat serta teknik penggunaan hot herbal compress dalam mengatasi nyeri punggung. Metode yang digunakan meliputi edukasi dan demonstrasi kepada 15 ibu hamil dan 5 kader kesehatan di Desa Trosemi. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta (p=0.002). Hasil ini membuktikan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan ibu hamil terhadap terapi alternatif yang aman dan mudah diterapkan. Edukasi lanjutan melalui modul, video tutorial, atau pendampingan tenaga kesehatan diperlukan agar metode ini dapat diterapkan secara optimal dalam perawatan kehamilan.  Kata Kunci: Nyeri Punggung, Kehamilan, Hot Herbal Compress ABSTRACT Back pain is a prevalent physical complaint among pregnant women, particularly in the third trimester, and it can negatively affect daily functioning and overall quality of life. Pain management can be addressed through non-pharmacological therapies, such as the hot herbal compress, a warm herbal compress containing ginger, turmeric, lemongrass, pandan leaves, and other ingredients with analgesic and relaxing effects. This community service program aims to enhance the understanding of pregnant women and local health cadres regarding the benefits and application techniques of hot herbal compress for managing back pain. The methods included education and demonstrations involving 15 pregnant women and 6 health cadres in Trosemi Village. Evaluation through pre-test and post-test assessments showed a significant improvement in participants’ understanding (p=0.002). These findings indicate that the training effectively increased pregnant women's awareness and skills in using a safe and easily applicable alternative therapy. Further education is necessary to ensure the optimal implementation of this method in prenatal care. Keywords: Back Pain, Pregnancy, Hot Herbal Compress
Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Gaya Hidup Sehat Syarifah, Syarifah; Putri, Noviyati Rahardjo; Aji, Sulistiyani Prabu
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 2 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v2i2.25755

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes melitus. Seiring bertambahnya usia, fungsi organ tubuh menurun sehingga meningkatkan risiko terkena penyakit kronis. Data menunjukkan bahwa prevalensi penyakit tidak menular pada lansia terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeteksi dini risiko hipertensi dan diabetes melitus melalui pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, serta memberikan edukasi tentang gaya hidup sehat kepada lansia di Kampung Baru. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, serta penyuluhan kesehatan terkait pola makan, aktivitas fisik, dan pengelolaan stres. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang lansia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 35% peserta memiliki tekanan darah tinggi dan 25% memiliki kadar gula darah di atas normal. Penyuluhan berjalan interaktif, dengan 87% peserta menyatakan mendapatkan pengetahuan baru tentang pentingnya gaya hidup sehat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran lansia akan pentingnya deteksi dini dan perubahan perilaku untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
KELAS IBU BALITA: EDUKASI PIJAT BAYI SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG BALITA Putri, Noviyati Rahardjo; Oktaviana, Friska
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33743

Abstract

Abstrak: Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi dini yang dapat mendukung tumbuh kembang balita secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang teknik pijat bayi dalam forum kelas ibu balita. Kegiatan dilaksanakan di Kota Surakarta, pada 25 Juli 2025, dengan melibatkan 38 ibu balita sebagai mitra. Edukasi dilakukan melalui ceramah, demonstrasi dengan boneka peraga, serta pembagian booklet. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest yang terdiri dari 8 soal tentang manfaat, persiapan, dan teknik pijat bayi. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 62 menjadi 72. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi pijat bayi mampu meningkatkan literasi pengasuhan ibu. Kegiatan ini dapat direplikasi dan dikembangkan menjadi kelas-kelas tematik stimulasi tumbuh kembang berbasis komunitas. Kedepannya diharapkan pengabdian masyarakat dapat dirancang dalam pembentukan kelas/ kelompok kecil dan tema yang sesuai dengan tumbuh kembang bayi, misal kelas edukasi stimulasi perkembangan bayi – balita.Abstract: Infant massage is one form of early stimulation that supports optimal growth and development in toddlers. This community service program aimed to improve mothers’ knowledge of baby massage techniques through a maternal-child health class. The program was conducted at, Surakarta, on July 25, 2025, involving 38 mothers with children aged 0–60 months. The education included lectures, demonstrations using baby dolls, and booklet distribution. Evaluation was conducted using pre- and post-tests with 8 questions covering the benefits, preparation, and techniques of baby massage. The results showed an increase in the average knowledge score from 62 to 72. This indicates that baby massage education effectively enhances maternal caregiving literacy. The activity can be replicated and expanded into community-based thematic classes on child development stimulation. Future community engagement programs should be developed as small group classes with specific themes aligned with the developmental needs of infants and toddlers, such as stimulation and growth education sessions.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BADUTA TENTANG KONSEP DASAR MPASI DENGAN MEDIA LEAFLET DI POSYANDU Kusmawati, Iffah Indri; Putri, Noviyati Rahardjo; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Nugraheni, Angesti; Argaheni, Niken Bayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33172

Abstract

Abstrak: Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang tepat pada anak usia 6–24 bulan sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal serta mencegah masalah gizi seperti stunting, wasting, dan underweight. Namun, banyak ibu balita (baduta) yang belum memahami konsep dasar MPASI, termasuk jenis, tekstur, frekuensi pemberian, serta risiko MPASI yang tidak sesuai usia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu baduta mengenai MPASI melalui edukasi berbasis leaflet di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) pada wilayah kerja duaPuskesmas di Kota Surakarta (Gajahan, dan Ngoresan). Kegiatan diikuti oleh 17 ibu balita dan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi menu MPASI berdasarkan kelompok usia (6–8 bulan, 9–11 bulan, dan 12–23 bulan). Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test sebanyak 10 soal pilihan ganda, serta observasi partisipatif. Hasil tabulasi awal menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan skor pengetahuan peserta pre dan post-test yaitu 7,85 menjadi 9. Edukasi MPASI dengan media leaflet dapat meningkatkan pemahaman ibu, sehingga pengabdian selanjutnya dapat fokus pada modul praktis MPASI berbasis bahan lokal dan pelatihan memasak.Abstract: Appropriate complementary feeding (MPASI) for children aged 6–24 months plays a critical role in supporting optimal growth and development, as well as preventing nutritional problems such as stunting, wasting, and underweight. However, many mothers of toddlers still lack adequate knowledge about the basic principles of MPASI, including appropriate types, textures, feeding frequency, and the risks of inappropriate timing. This community service program aimed to improve maternal knowledge about MPASI through leaflet-based education at Integrated Primary Service Posyandu (ILP) in the working areas of three Public Health Centers (Puskesmas) in Surakarta City: Gajahan and Ngoresan. A total of 17 mothers of toddlers participated in the program, which consisted of interactive lectures, group discussions, and demonstrations of age-appropriate MPASI menus (6–8 months, 9–11 months, and 12–23 months). Evaluation was conducted using a pre-test and post-test containing 10 multiple-choice questions, alongside direct observation during the sessions. Preliminary tabulation results indicated a positive trend in participants’ knowledge scores pre and post-test: from 7,85 to 9. MPASI education using leaflets can improve mothers understanding, so that in the future they can focus more on practical MPASI modules based on local ingredients and cooking training.
EDUKASI PENGENALAN ASI SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI ASI EKSKLUSIF PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III Larasati, Disa; Septiana, Yesika Cahya; Putri, Noviyati Rahardjo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25727

Abstract

Abstrak: ASI memiliki banyak sekali manfaat sehingga dianggap sebagai makanan terbaik bagi bayi. Namun, banyak sekali bayi yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif karena para ibu memiliki pengetahuan yang kurang tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini agar pengetahuan akan pentingnya pemberian ASI sebagai upaya optimalisasi ASI Eksklusif oleh ibu hamil trimester II dan III dapat meningkat. Kegiatan ini berupa penyuluhan menggunakan media Microsoft power point. Jumlah sasaran yang menjadi mitra merupakan ibu hamil trimester II dan III sejumlah 9. Hasil evaluasi yang didapat dari hasil pretest sebesar 8,11 dan meningkat menjadi 9,67 pada hasil posttest. Terjadi peningkatan secara signifikan. Saran kegiatan selanjutnya adalah mendampingi ibu secara berkelanjutan dalam persiapan menyusui agar ASI Eksklusif bisa diberikan.Abstract: Breast milk has numerous benefits and is considered the best food for babies. However, many babies do not receive exclusive breastfeeding because their mothers lack sufficient knowledge about its importance. The purpose of this service is to increase knowledge about the importance of breastfeeding as an effort to optimize exclusive breastfeeding among pregnant women in their second and third trimesters. This activity involves counseling using Microsoft PowerPoint media. The target group consists of nine pregnant women in their second and third trimesters. The evaluation results show that the pretest score was 8.11, which increased to 9.67 on the post-test. There was a significant improvement. A suggestion for future activities is to continuously support mothers in preparing for breastfeeding so that exclusive breastfeeding can be provided.
EDUKASI ASI DALAM PROGRAM GERBANG EMAS: MEMBANGUN PONDASI NUTRISI AWAL UNTUK MENCEGAH STUNTING Putri, Noviyati Rahardjo; Kusmawati, Iffah Indri; Megasari, Anis Laela; Larasati, Disa; Rahmah, Ulinuha Aufa; Ningrum, Dita Cahaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33464

Abstract

Abstrak: Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi merupakan salah satu intervensi paling efektif dalam mencegah stunting. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih belum optimal, antara lain akibat kurangnya pengetahuan ibu mengenai teknik menyusui dan penyimpanan ASI yang benar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu bayi usia 0–6 bulan mengenai praktik menyusui yang sesuai standar kesehatan. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif, demonstrasi menggunakan boneka payudara dan phantom bayi, diskusi kelompok kecil, serta distribusi booklet dan video edukatif pada 35 ibu bayi di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Ngoresan... Evaluasi keberhasilan edukasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test sebanyak 10 soal. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 7,9 menjadi 9,4. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi tanya jawab dan praktik. Edukasi ini dirasakan sangat bermanfaat, terutama bagi ibu bekerja yang membutuhkan pengetahuan tentang pemerahan dan penyimpanan ASI. Rencana pengabdian selanjutnya akan difokuskan pada edukasi MPASI sehat dan pelatihan pijat bayi sebagai bagian dari penguatan menyeluruh praktik pengasuhan berbasis keluarga.Abstract: Exclusive breastfeeding during the first six months of life is one of the most effective interventions for preventing stunting. However, its coverage in Indonesia remains suboptimal, partly due to limited maternal knowledge of correct breastfeeding techniques and proper breast milk storage. This community service aimed to improve the understanding of mothers with infants aged 0–6 months regarding standard breastfeeding practices. Activities included interactive lectures, demonstrations breast and infant mannequins, small group discussions, and distribution of booklets and educational videos to 35 mothers at the Posyandu within the working area of Ngoresan Public Health Center. The effectiveness of the educational intervention was evaluated using a 10-question pre-test and post-test questionnaire. The results showed an increase in average knowledge scores from 7.9 to 9.4. Participants showed strong enthusiasm during both Q&A and practical sessions. The session was found especially useful by working mothers who require knowledge on milk expression and safe storage. Future community programs will focus on healthy complementary feeding (MPASI) education and infant massage training as a comprehensive approach to strengthening family-based child care practices.
EDUKASI BOUNDING AND ATTACHMENT IBU DAN BAYI DALAM RANGKA MENINGKATKAN STIMULASI PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS BAYI Putri, Noviyati Rahardjo; Amalia, Riza; Dharmawan, Caroline; Indriyani, Okti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20264

Abstract

Abstrak: Bounding attachment merupakan suatu hubungan kasih sayang dan keterikatan batin, saling mencintai dan saling membutuhkan antara orangtua dan bayi. Peran ibu dalam bounding attachment adalah memenuhi kebutuhan dan menciptakan rasa “aman” bagi bayi. Pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi bounding and attachment karena pengetahuan dan pendidikan yang baik akan menjadi dasar orang tua khususnya ibu untuk mengimplementasikan perilaku kesehatan demi optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tujuan dari kegiatan ini yaitu agar ibu bayi (0-1 tahun) dan kader kesehatan dapat memahami pentingnya bounding and attachment terutama untuk perkembangan bayi dan kesehatan ibu. Metode dari kegiatan ini berupa penyuluhan dengan menggunakan poster. Jumlah mitra yang menjadi sasaran adalah ibu bayi (0-1 tahun) sebanyak 5 orang dan 5 orang kader kesehatan. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pengetahuan mahasiswi mengenai mitra dengan rerata hasil pretest adalah 7,4 dan hasil posttest adalah 9,3. Informasi kesehatan melalui edukasi kesehatan yang didapatkan apabila direspon dengan baik akan menjadi suatu sikap positif sehingga mampu membentuk karakter dan perilaku kesehatan.Abstract: Bounding attachment is a relationship of affection and inner attachment, mutual love and mutual need between parents and babies. The mother's role in bounding attachment is to fulfill needs and create a sense of "security" for the baby. Maternal knowledge is one of the factors that influences bonding and attachment because good knowledge and education will be the basis for parents, especially mothers, to implement health behavior to optimize the baby's growth and development. The aim of this activity is so that mothers of babies (0-1 years) and health cadres can understand the importance of bonding and attachment, especially for baby development and maternal health. The method of this activity is in the form of outreach using posters. The number of partners targeted is 5 mothers of babies (0-1 years) and 5 health cadres. The results achieved were an increase in student knowledge regarding partners with the average pretest result being 7.4 and posttest result being 9.3. Health information through health education that is obtained if responded well will become a positive attitude so that it can shape character and health behavior. 
Co-Authors Agustina Hidayatul Khasanah Aida Amalia Nur Ramadhian Aji, Hanifah Sarah Nur Laila Aji, Sulistiyani Prabu Aji, Sulistyani Prabu Andia, Novita Angesti Nugraheni Angesti Nurgraheni anis laela megasari Ardhi, Tunggul Argaheni, Niken Bayu Beniqna Maharani Besmaya Cahyaningrum, Nabilla Fitria Cahyanto, Erindra Budi Dharmawan, Caroline Diana Nurrohima Diksi Laksmita Dewi Diksi Laksmita Dewi Dina Hanifa Fatmawati, Riswi Alinda Firdaus, Haya Abkarin Friska Oktaviana Grhasta Dian Perestroika Iffah Indri Kusmawati Iffah Indri Kusmawati Iffah Indri Kusmawati Ika Sumiyarsi Sukamto Indriyani, Okti Islameytha, Ghizela Vanya Isnu Kurnia Nugrahaeni Isnu Kurnia Nugrahaeni Kusmawati, Iffah Indri Larasari, Disa Larasati, Disa Lia Arian Apriani Limbong, Ine Christiani Linh, Nguyen Dieu Luluk Fajria Maulida Luluk Fajria Maulida Mahanani, Shandy Wigya Maulina, Rufidah Megasari, Anis Laela Melyana Nurul Widyawati Melyana Nurul Widyawati Menawati, Khairunnisa Mufidah, Amatullah Nafira Zenina Niken Bayu Argaheni Niken Bayu Argaheni Ningrum, Dita Cahaya Novika, Revi Gama Hatta Nugrahaeni, Isnu Kurnia Nugraheni, Angesti Nurinasari, Hafi Pinawati, Umi Pratiwi, Rizki Dian Pratiwi, Tan Mike Putra, Wahyu Pratama Rafiqa Aprilya, Anes Rahmah, Ulinuha Aufa Rahmawati, Elsa Revi Gama Hatta Novika Riza Amalia Rufidah Maulina Sari, Atriany Nilam Septiana, Yesika Cahya Septiana, Yesika Fitriani Setiawan, Ahmad Eri Siti Maryani Siti Nurhidayati Solikhah, Diannisa Afi Sri Rahayu Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulistiyani Prabu Aji Syarifah Syarifah Syarifah Syarifah, Syarifah Tri Nugraha Susilawati Umi Nur Alifah Wahidah, Nurul Jannatul Wahyuningtias, Anggita Galuh Ajeng Wijaya, Ghaitsa Aulia Sakinah Windarena, Diyas Yunanda, Eka