Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Peran Ibu melalui Pijat Bayi di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar Sukamto, Ika Sumiyarsi; Nugraheni, Angesti; Argaheni, Niken Bayu; Kusmawati, Iffah Indri; Putri, Noviyati Rahardjo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16096

Abstract

ABSTRAK Seribu hari (1000) hari kehidupan pertama merupakan waktu penting bagi anak karena pada rentang waktu ini pertumbuhan dan perkembangan terjadi secara signifikan. Apabila tidak mendapatkan stimulasi dan gizi yang cukup maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dapat terjadi apabila kebutuhan fisik, psikologis, dan stimulasi bayi tidak terpenuhi dengan baik. Pijat bayi merupakan salah satu metode yang mampu memenuhi kebutuhan psikologi dan stimulasi bayi dan anak. Mengetahui adanya perbedaan pengetahuan ibu bayi sebelum dan setelah pelatihan pijat bayi.  Untuk mengukur pengetahuan ibu menggunakan kuesioner sebelum dan sesudan pelatihan. Uji statistik yang digunakan adalah Paired T-test. Pelatihan pijat bayi menggunakan metode simulasi. Terdapat perbedaan antara pengetahuan ibu sebelum dan sesudah pelatihan pijat bayi. Pelatihan pijat bayi efektif meningkatkan pengetahuan ibu seputar pijat bayi. Kata Kunci: Ibu, Peran, Pijat Bayi  ABSTRACT The first thousand days (1000) of life is an important period for children because significant growth and development occurs during this period. Lack of stimulation and inadequate nutrition will impact on the growth and development of the baby. Delays in growth and development can occur if the baby's physical, psychological and stimulation needs are not met properly. Baby massage is a method that can meet the psychological and stimulation needs of babies and children. To determine the difference in mothers' knowledge before and after baby massage training. Measuring mother's knowledge using a questionnaire before and after training. Data analysis techniques using statistical tests paired T test. Baby massage training using simulation methods. There were differences in mothers' knowledge before and after baby massage training. Baby massage training is effective in increasing mothers' knowledge about baby massage. Keywords: Mother’s Role, Baby Massage, Knowledge
Edukasi Cara Peningkatan Produksi ASI dan Pijat Oksitosin pada Ibu Bayi 0-1 tahun dalam Rangka Peningkatan Cakupan ASI sampai 2 Tahun Putri, Noviyati Rahardjo; Larasati, Disa; Septiana, Yesika Cahya; Dharmawan, Caroline; Amalia, Riza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13153

Abstract

ABSTRAK ASI merupakan makanan alami terbaik dengan kandungan lengkap untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan energi bayi. Manfaatnya dapat memberikan imunitas bawaan dari ibu sehingga bayi mendapat perlindungan dari bebagai infeksi. Salah satu masalah yang sering terjadi pada ibu menyusui yaitu ketidaklancaran produksi ASI. Beberapa ibu cemas dan beranggapan ASI yang diproduksi hanya sedikit yang menyebabkan frekuensi menyusui berkurang bahkan berhenti. Hal tersebut akan mengakibatkan rangsangan pada hormon prolaktin dan okstitosin turun sehingga produksi ASI semakin berkurang. Pengetahuan ibu sangat penting untuk mendukung keberhasilan cakupan ASI sampai anak berusia 2 tahun. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan kader kesehatan tentang pentingnya edukasi tentang pijat oksitosin dan kiat bagaimana meningkatkan produksi ASI bagi ibu bayi 0-1 tahun. Kegiatan ini berupa penyampaian materi dengan menggunakan software microsoft power point. Jumlah mitra yang menjadi sasaran adalah ibu bayi (0-1 tahun) sebanyak 5 orang dan 5 orang kader kesehatan. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pengetahuan mitra dengan rerata hasil pretest adalah 7,1 dan hasil posttest adalah 9,2. Pengetahuan ibu bayi 0-1 tahun dan kader mengalami peningkatan signifikan. Saran kegiatan pengabdian selanjutnya adalah adanya pendampingan dan edukasi mengenai MPASI sebagai persiapan menghadapi masa berakhirnya ASI ekskusif dan memenuhi kebutuhan makan bayi sesuai dengan tahapan perkembangan usia. Kata Kunci: ASI Booster, Pijat Oksitosin, Bayi, Ibu.  ABSTRACT Breast milk is the best natural food with complete ingredients to meet the nutritional and energy needs of babies. The benefit is that it can provide innate immunity from the mother so that the baby gets protection from various infections. One of the problems that often occurs in breastfeeding mothers is the lack of smooth breast milk production. Some mothers are worried and think that only a small amount of breast milk is produced, which causes the frequency of breastfeeding to decrease or even stop. This will cause stimulation of the hormones prolactin and oxytocin to decrease so that breast milk production decreases. Maternal knowledge is very important to support successful breastfeeding coverage until the child is 2 years old. The aim of this activity is to increase the knowledge of mothers and health workers about the importance of education about oxytocin massage and tips on how to increase breast milk production for mothers of babies 0-1 years old. This activity takes the form of delivering material using Microsoft Power Point software. The number of partners targeted is 5 mothers of babies (0-1 years) and 5 health cadres. Results: The results achieved were an increase in partner knowledge with the average pretest result being 7.1 and posttest result being 9.2. Knowledge of mothers of 0-1 year old babies and cadres has increased significantly. The next recommendation for community service activities is to provide assistance and education regarding MPASI as preparation for the end of exclusive breastfeeding and to meet the baby's food needs according to age development stages. Keywords: ASI Booster, Oxitocyn Massage, Mother, Baby.
Pelatihan Baby Massage and Spa: sebagai Bekal Kewirausahaan bagi Mahasiswa Kebidanan Putri, Noviyati Rahardjo; Septiana, Yesika Cahya; Larasati, Disa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.18480

Abstract

ABSTRAK Lulusan mahasiswa kebidanan dituntut dapat memberikan asuhan berkualitas terutama pada kesehatan ibu dan anak. Menciptakan peluang kerja sendiri sangat dibutuhkan pada masa ini. Peluang wirausaha yang dapat dilakukan yaitu terapi komplementer berupa baby massage dan baby spa. Pelatihan khusus dibutuhkan untuk hal ini guna bekal wirausaha bagi lulusan mahasiswa kebidanan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan lulusan kebidanan dalam pelayanan baby massage and spa sebagai bekal dalam menginisiasi kewirausahaan bidang kesehatan ibu dan anak. Metode pelaksanaan kegiatan ini berupa penyampaian materi dengan menggunakan software microsoft power point dan praktik secara langsung dengan menggunakan media edukasi berupa boneka dan minyak bayi. Jumlah mitra yang ikut pelatihan ini 31 orang lulusan sarjana terapan kebidanan FK UNS. Terdapat penguatan skill keterampilan lulusan mahasiswa kebidanan setelah diberi pelatihan baby massage and spa dengan nilai rata-rata mitra adalah 83,2 hal ini mendekati dari nilai maksimal sebesar 86. Keterampilan lulusan mahasiswa kebidanan teruji setelah diberikan pelatihan baby massage and spa. Kedepannya diharapkan adanya pengabdian masyakarat berupa baby massage and spa pada masyarakat yang melibatkan peserta pelatihan yang kompeten.  Kata Kunci: Baby Massage, Baby Spa, Wirausaha, Bidan   ABSTRACT Graduates of midwifery programs are expected to provide quality care, particularly in maternal and child health. Creating opportunities for self-employment is essential in today's era. One entrepreneurial opportunity that can be pursued is complementary therapy, such as baby massage and baby spa. Special training is needed for this to equip midwifery graduates with entrepreneurial skills. This activity aimed to improve the skills of midwifery graduates in baby massage and spa services as a provision in initiating entrepreneurship in the field of maternal and child health. The method of this activity involved delivering material using Microsoft PowerPoint software and direct practice using educational media, such as dolls and baby oil. A total of 31 graduates from the Applied Bachelor of Midwifery program at FK UNS participated in this training. There was a significant improvement in the skills of midwifery graduates after receiving training in baby massage and baby spa. The participants' average score was 83,2, which is close to the maximum score of 86. The skills of midwifery graduates improved after receiving training in baby massage and baby spa. In the future, it is hoped that there will be community service in the form of baby massage and spa in the community involving competent training participants. Keywords: Baby Massage, Baby Spa, Entrepreneurship, Midwife
DETERMINAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL RISIKO TINGGI TRIMESTER 3 Mufidah, Amatullah; Putri, Noviyati Rahardjo; Kusmawati, Iffah Indri; Nurhidayati, Siti; Wahidah, Nurul Jannatul
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v6i2.11768

Abstract

Ibu hamil risiko tinggi mengalami depresi dan kecemasan tiga kali lebih besar daripada ibu hamil normal. Hal itu berdampak negatif pada perkembangan anak dan risiko depresi pascapersalinan. Banyak faktor yang mempengaruhi kecemasan kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor pada tingkat kecemasan ibu hamil risiko tinggi trimester 3. Metode pada penelitian  ini cross-sectional dengan populasi ibu hamil trimester 3 dengan jumlah sampel 41 orang menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan lembar identitas responden, Kartu Skor Poedji Rochyati, Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS), dan kuesioner spiritual support. Analisis statistik dilakukan menggunakan Spearman Rank Correlation (rho). Hasil analisis statistik diperoleh p-value untuk masing-masing variabel, yaitu usia (p: 0,932), paritas (p: 0,865), pekerjaan (p: 0,808), penghasilan keluarga (p: 0,239), dan spiritual supportl (p: 0,121). Oleh karena itu, dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan usia, paritas, pekerjaan, penghasilan keluarga, dan spiritual support pada ibu hamil risiko tinggi di Puskesmas Gondangrejo. Sehingga, penelitian selanjutnya terkait variabel kecemasan pada ibu hamil risiko tinggi dapat dikaitkan dengan faktor-faktor lain.
“ITU PILIHAN TERBAIK!”: MEMAHAMI PERSEPSI WANITA TERHADAP TUBEKTOMI Fatmawati, Riswi Alinda; Sari, Atriany Nilam; Argaheni, Niken Bayu; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Putri, Noviyati Rahardjo
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v6i2.11914

Abstract

Background: The participation of women as tubectomy acceptors in Indonesia is only 4.2%. Various factors play a role in decision making, this is also influenced by each woman's perception regarding tubectomy. Objective: To explore women's perceptions of tubectomy and their relationship to factors that influence decision making regarding tubectomy selection. Method: Qualitative research, phenomenological study using in-depth interviews with 8 informants at the Colomadu I Community Health Center. Informants were recruited using a linear snowball sampling technique. The findings were processed using NVivo version 12 Plus software inductively with analysis techniques according to Miles, et al. Results: Informants gave various statements regarding perceptions of tubectomy, including tubectomy as a contraceptive solution, permanent, effective in terminating pregnancy, permitted in Islam, economical, safe, easy to use and comfortable. The reasons behind the informants' desire to use tubectomy were varied, such as parity, husband's role, obstetric history, and age. Conclusion: All informants have a positive perception of tubectomy from the perspective of procedure, law, costs, and advantages of tubectomy. People closest to you, such as husbands and friends, are important when considering decision making. Health workers as the front guard have an equally important role in forming positive perceptions of tubectomy.
Pengaruh Terapi Mewarnai Mandala terhadap Penurunan Kecemasan Ibu Hamil Rahmawati, Elsa; Kusmawati, Iffah Indri; Novika, Revi Gama Hatta; Nurhidayati, Siti; Putri, Noviyati Rahardjo
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v6i2.11918

Abstract

Pada trimester pertama kehamilan membawa perubahan fisik dan psikologis bagi ibu. Mual, muntah, kram perut, dan ketidakstabilan emosi adalah beberapa contoh perubahan fisik yang umum terjadi. Di sisi lain, ibu hamil perlu beradaptasi dengan kehamilannya, yang dapat memicu kecemasan dan stres. Siklus ini dapat memperparah emosi ibu dan berdampak pada janin. Aktfitas mewarnai terbukti efektif dalam menurunkan aktivitas amigdala, yaitu bagian otak yang berhubungan dengan stres dan kecemasan. Untuk mengetahui pengaruh terapi mewarnai mandala terhdadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan jenis pre-eksperimental one group pretest-posstest design. Populasi dari penelitian ini sebanyak 74 ibu hamil trimester I. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling , dengan jumlah sampel sebanyak 32 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Aktivitas dilakukan 20 menit per hari selama 6 hari. Data diambil menggunakan kuesioner PASS pada hari pertama dan keenam untuk mengetahui nilai pretest dan posttest. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan hasil dengan p-value  sebesar 0,002 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terapi mewarnai mandala memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil. Terapi mewarnai mandala dapat digunakan sebagai terapi non farmakologis dalam mengatasi kecemasan yang dialami ibu hamil.
Optimalisasi Pengetahuan melalui Pelatihan Pemanfaatan Hot Herbal Compress Pada Nyeri Punggung Ibu Hamil Putri, Noviyati Rahardjo; Solikhah, Diannisa Afi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23089

Abstract

ABSTRAK Nyeri punggung merupakan keluhan fisik yang sering dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester ketiga, dan dapat berdampak negatif terhadap aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup secara keseluruhan. Penanganan nyeri ini dapat dilakukan dengan terapi non-farmakologis seperti hot herbal compress, yaitu kompres herbal hangat yang mengandung jahe, kunyit, serai, daun pandan, dan bahan lainnya dengan efek analgesik serta relaksasi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil dan kader kesehatan setempat tentang manfaat serta teknik penggunaan hot herbal compress dalam mengatasi nyeri punggung. Metode yang digunakan meliputi edukasi dan demonstrasi kepada 15 ibu hamil dan 5 kader kesehatan di Desa Trosemi. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta (p=0.002). Hasil ini membuktikan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan ibu hamil terhadap terapi alternatif yang aman dan mudah diterapkan. Edukasi lanjutan melalui modul, video tutorial, atau pendampingan tenaga kesehatan diperlukan agar metode ini dapat diterapkan secara optimal dalam perawatan kehamilan.  Kata Kunci: Nyeri Punggung, Kehamilan, Hot Herbal Compress ABSTRACT Back pain is a prevalent physical complaint among pregnant women, particularly in the third trimester, and it can negatively affect daily functioning and overall quality of life. Pain management can be addressed through non-pharmacological therapies, such as the hot herbal compress, a warm herbal compress containing ginger, turmeric, lemongrass, pandan leaves, and other ingredients with analgesic and relaxing effects. This community service program aims to enhance the understanding of pregnant women and local health cadres regarding the benefits and application techniques of hot herbal compress for managing back pain. The methods included education and demonstrations involving 15 pregnant women and 6 health cadres in Trosemi Village. Evaluation through pre-test and post-test assessments showed a significant improvement in participants’ understanding (p=0.002). These findings indicate that the training effectively increased pregnant women's awareness and skills in using a safe and easily applicable alternative therapy. Further education is necessary to ensure the optimal implementation of this method in prenatal care. Keywords: Back Pain, Pregnancy, Hot Herbal Compress
Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Gaya Hidup Sehat Syarifah, Syarifah; Putri, Noviyati Rahardjo; Aji, Sulistiyani Prabu
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 2 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v2i2.25755

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes melitus. Seiring bertambahnya usia, fungsi organ tubuh menurun sehingga meningkatkan risiko terkena penyakit kronis. Data menunjukkan bahwa prevalensi penyakit tidak menular pada lansia terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeteksi dini risiko hipertensi dan diabetes melitus melalui pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, serta memberikan edukasi tentang gaya hidup sehat kepada lansia di Kampung Baru. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, serta penyuluhan kesehatan terkait pola makan, aktivitas fisik, dan pengelolaan stres. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang lansia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 35% peserta memiliki tekanan darah tinggi dan 25% memiliki kadar gula darah di atas normal. Penyuluhan berjalan interaktif, dengan 87% peserta menyatakan mendapatkan pengetahuan baru tentang pentingnya gaya hidup sehat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran lansia akan pentingnya deteksi dini dan perubahan perilaku untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
KELAS IBU BALITA: EDUKASI PIJAT BAYI SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG BALITA Putri, Noviyati Rahardjo; Oktaviana, Friska
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33743

Abstract

Abstrak: Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi dini yang dapat mendukung tumbuh kembang balita secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang teknik pijat bayi dalam forum kelas ibu balita. Kegiatan dilaksanakan di Kota Surakarta, pada 25 Juli 2025, dengan melibatkan 38 ibu balita sebagai mitra. Edukasi dilakukan melalui ceramah, demonstrasi dengan boneka peraga, serta pembagian booklet. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest yang terdiri dari 8 soal tentang manfaat, persiapan, dan teknik pijat bayi. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 62 menjadi 72. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi pijat bayi mampu meningkatkan literasi pengasuhan ibu. Kegiatan ini dapat direplikasi dan dikembangkan menjadi kelas-kelas tematik stimulasi tumbuh kembang berbasis komunitas. Kedepannya diharapkan pengabdian masyarakat dapat dirancang dalam pembentukan kelas/ kelompok kecil dan tema yang sesuai dengan tumbuh kembang bayi, misal kelas edukasi stimulasi perkembangan bayi – balita.Abstract: Infant massage is one form of early stimulation that supports optimal growth and development in toddlers. This community service program aimed to improve mothers’ knowledge of baby massage techniques through a maternal-child health class. The program was conducted at, Surakarta, on July 25, 2025, involving 38 mothers with children aged 0–60 months. The education included lectures, demonstrations using baby dolls, and booklet distribution. Evaluation was conducted using pre- and post-tests with 8 questions covering the benefits, preparation, and techniques of baby massage. The results showed an increase in the average knowledge score from 62 to 72. This indicates that baby massage education effectively enhances maternal caregiving literacy. The activity can be replicated and expanded into community-based thematic classes on child development stimulation. Future community engagement programs should be developed as small group classes with specific themes aligned with the developmental needs of infants and toddlers, such as stimulation and growth education sessions.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BADUTA TENTANG KONSEP DASAR MPASI DENGAN MEDIA LEAFLET DI POSYANDU Kusmawati, Iffah Indri; Putri, Noviyati Rahardjo; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Nugraheni, Angesti; Argaheni, Niken Bayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33172

Abstract

Abstrak: Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang tepat pada anak usia 6–24 bulan sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal serta mencegah masalah gizi seperti stunting, wasting, dan underweight. Namun, banyak ibu balita (baduta) yang belum memahami konsep dasar MPASI, termasuk jenis, tekstur, frekuensi pemberian, serta risiko MPASI yang tidak sesuai usia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu baduta mengenai MPASI melalui edukasi berbasis leaflet di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) pada wilayah kerja duaPuskesmas di Kota Surakarta (Gajahan, dan Ngoresan). Kegiatan diikuti oleh 17 ibu balita dan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi menu MPASI berdasarkan kelompok usia (6–8 bulan, 9–11 bulan, dan 12–23 bulan). Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test sebanyak 10 soal pilihan ganda, serta observasi partisipatif. Hasil tabulasi awal menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan skor pengetahuan peserta pre dan post-test yaitu 7,85 menjadi 9. Edukasi MPASI dengan media leaflet dapat meningkatkan pemahaman ibu, sehingga pengabdian selanjutnya dapat fokus pada modul praktis MPASI berbasis bahan lokal dan pelatihan memasak.Abstract: Appropriate complementary feeding (MPASI) for children aged 6–24 months plays a critical role in supporting optimal growth and development, as well as preventing nutritional problems such as stunting, wasting, and underweight. However, many mothers of toddlers still lack adequate knowledge about the basic principles of MPASI, including appropriate types, textures, feeding frequency, and the risks of inappropriate timing. This community service program aimed to improve maternal knowledge about MPASI through leaflet-based education at Integrated Primary Service Posyandu (ILP) in the working areas of three Public Health Centers (Puskesmas) in Surakarta City: Gajahan and Ngoresan. A total of 17 mothers of toddlers participated in the program, which consisted of interactive lectures, group discussions, and demonstrations of age-appropriate MPASI menus (6–8 months, 9–11 months, and 12–23 months). Evaluation was conducted using a pre-test and post-test containing 10 multiple-choice questions, alongside direct observation during the sessions. Preliminary tabulation results indicated a positive trend in participants’ knowledge scores pre and post-test: from 7,85 to 9. MPASI education using leaflets can improve mothers understanding, so that in the future they can focus more on practical MPASI modules based on local ingredients and cooking training.
Co-Authors Agustina Hidayatul Khasanah Aida Amalia Nur Ramadhian Aji, Hanifah Sarah Nur Laila Aji, Sulistiyani Prabu Aji, Sulistyani Prabu Amalia, Riza Andia, Novita Angesti Nugraheni Angesti Nurgraheni anis laela megasari Ardhi, Tunggul Argaheni, Niken Bayu Atriany Nilam Sari Beniqna Maharani Besmaya Cahyaningrum, Nabilla Fitria Cahyanto, Erindra Budi Dharmawan, Caroline Diana Nurrohima Diksi Laksmita Dewi Diksi Laksmita Dewi Dina Hanifa Fatmawati, Riswi Alinda Firdaus, Haya Abkarin Friska Oktaviana Grhasta Dian Perestroika Iffah Indri Kusmawati Iffah Indri Kusmawati Iffah Indri Kusmawati Indriyani, Okti Islameytha, Ghizela Vanya Isnu Kurnia Nugrahaeni Isnu Kurnia Nugrahaeni Kusmawati, Iffah Indri Larasari, Disa Larasati, Disa Lia Arian Apriani Luluk Fajria Maulida Mahanani, Shandy Wigya Maulina, Rufidah Megasari, Anis Laela Melyana Nurul Widyawati Melyana Nurul Widyawati Menawati, Khairunnisa Mufidah, Amatullah Niken Bayu Argaheni Niken Bayu Argaheni Ningrum, Dita Cahaya Novika, Revi Gama Hatta Nugrahaeni, Isnu Kurnia Nugraheni, Angesti Nurul Jannatul Wahidah Pinawati, Umi Pratiwi, Rizki Dian Pratiwi, Tan Mike Putra, Wahyu Pratama Rahmah, Ulinuha Aufa Rahmawati, Elsa Revi Gama Hatta Novika Revi Gama Hatta Novika Riza Amalia Sari, Atriany Nilam Septiana, Yesika Cahya Septiana, Yesika Fitriani Setiawan, Ahmad Eri Siti Maryani Siti Nurhidayati Siti Nurhidayati Solikhah, Diannisa Afi Sri Rahayu Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulistiyani Prabu Aji Syarifah Syarifah Syarifah Syarifah, Syarifah Tri Nugraha Susilawati Umi Nur Alifah Wahidah, Nurul Jannatul Wahyuningtias, Anggita Galuh Ajeng Wijaya, Ghaitsa Aulia Sakinah Windarena, Diyas Yunanda, Eka