Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH AKTIVITAS FISIK JALAN KAKI TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Apriliani, Peti; Putri, Noviyati Rahardjo; Maulina, Rufidah; Novika, Revi Gama Hatta; Nurhidayati , Siti
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 13 No. 1 (2026): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36408/mhjcm.v13i1.1238

Abstract

BACKGROUND : Sleep disorders are common in pregnant women during the third trimester, with frequent urination being a prevalent issue due to weakened bladder muscles, leading to deteriorated sleep quality. Physical activity, such as walking, is recommended as an easy, effective, and economical way to improve sleep quality in pregnant women. AIMS :  To analyze the effect of walking on sleep quality in third-trimester pregnant women at Kebakkramat I Karanganyar Health Center, Central Java. METHOD : This study used a Quasi-Experimental design with a Pretest-Posttest Control Group approach. The sample consisted of 80 third-trimester pregnant women, selected using Multistage Sampling. The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire was used to measure sleep quality. The intervention involved walking for 20 minutes over two weeks. RESULT :  The analysis used the Delta score mean test between the pre-tests and post-tests for each respondent to show a significant effect of walking on sleep quality. A negative delta value shows a decrease in the PSQI score, indicating improved sleep quality for the respondent, and vice versa. The intervention group had a lower delta score mean of -3.13 compared to the control group, indicating that walking effectively improves sleep quality. CONCLUSION : Walking has significant potential to improve sleep quality in third-trimester pregnant women. Pregnant women are encouraged to walk regularly and increase their knowledge about pregnancy.
Peningkatan Pengetahuan dalam Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di Desa Adiraja Kabupaten Cilacap Khairunnisa Menawati; Noviyati Rahardjo Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24204

Abstract

ABSTRAK Tingginya angka kejadian anemia di Indonesia menunjukkan bahwa masih banyak remaja yang belum memahami pentingnya pencegahan anemia melalui pola makan sehat dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Oleh karena itu, dilakukan kegiatan sosialisasi pencegahan anemia dan pemberian TTD kepada remaja putri di Desa Adiraja, Kabupaten Cilacap. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan media leaflet dan powerpoint, serta dilakukan pre-test dan post-test untuk mengevaluasi tingkat pemahaman materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 68,4 (pre-test) menjadi 83,6 (post-test). Peserta menunjukkan antusiasme dalam sesi diskusi dan lebih memahami pentingnya konsumsi TTD secara rutin. Sosialisasi ini mampu meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai anemia serta langkah-langkah pencegahannya. Untuk keberlanjutan program, diperlukan monitoring dan evaluasi secara berkala dalam memastikan bahwa remaja putri mengonsumsi TTD dengan pemberian kartu bukti konsumsi TTD sehingga memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Anemia, Edukasi, Remaja Putri.  ABSTRACT The high incidence of anemia in Indonesia indicates that many adolescents still do not fully understand the importance of anemia prevention through a healthy diet and the consumption of Iron Supplement Tablets (TTD). Therefore, an anemia prevention socialization program and TTD distribution were conducted for adolescent girls in Adiraja, Cilacap. The implementation method of this activity utilized leaflets and powerpoint presentations, along with pre-tests and post-tests to evaluate the participants' understanding of the material. The results showed an increase in the average score from 68.4 (pre-test) to 83.6 (post-test). Participants demonstrated enthusiasm during the discussion sessions and gained a better understanding of the importance of regularly consuming TTD. This socialization effectively enhanced adolescent girls' knowledge of anemia and its prevention measures. For program sustainability, periodic monitoring and evaluation are necessary to ensure that adolescent girls consistently consume TTD by providing a TTD consumption record card, ensuring that the knowledge gained continues to be applied in their daily lives. Keywords: Anemia, Education, Adolescent Girls.
Edukasi Asi Eksklusif pada Kader Posyandu melalui Program Gerbang Emas sebagai Upaya Pencegahan Stunting Ulinuha Aufa Rahmah; Noviyati Rahardjo Putri; Iffah Indri Kusmawati; Anis Laela Megasari; Disa Larasati; Dita Cahaya Ningrum
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24287

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi yang belum mencapai target nasional. Salah satu faktor risiko utama stunting adalah asupan gizi yang tidak seimbang, termasuk rendahnya praktik pemberian ASI eksklusif. Kurangnya pengetahuan ibu, dukungan sosial, serta keterbatasan peran kader kesehatan menjadi hambatan dalam keberhasilan ASI eksklusif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader posyandu dalam memahami serta menyampaikan edukasi mengenai ASI eksklusif sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan dengan desain edukasi partisipatif melalui kelas kader menggunakan metode penyampaian materi, demonstrasi teknik menyusui menggunakan phantom bayi, diskusi interaktif, serta pembagian booklet edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest untuk menilai perubahan pengetahuan kader. Hasil evaluasi menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 8,8 pada pretest menjadi 9,3 pada posttest. Kader menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, serta perannya dalam mendampingi ibu menyusui di masyarakat. Kelas kader edukasi ASI efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader posyandu. Penguatan peran kader melalui edukasi berbasis partisipatif berpotensi mendukung peningkatan praktik ASI eksklusif dan menjadi strategi penting dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di tingkat komunitas. Kata Kunci: Stunting, ASI Eksklusif, Kader Posyandu, Edukasi Kesehatan, Pengabdian Masyarakat. ABSTRACT Stunting remained a public health problem in Indonesia, with prevalence rates that had not yet achieved national targets. One of the primary risk factors for stunting was inadequate nutritional intake, including low adherence to exclusive breastfeeding practices. Limited maternal knowledge, insufficient social support, and constrained involvement of community health cadres constituted major barriers to the successful implementation of exclusive breastfeeding. This community service activity aimed to improve the knowledge and capacity of posyandu cadres in understanding and delivering education on exclusive breastfeeding as a strategy for stunting prevention. The activity was conducted using a participatory educational design through a cadre education class. The methods included structured lectures, demonstrations of proper breastfeeding techniques using an infant mannequin, interactive discussions, and the distribution of educational booklets. Evaluation was performed using pretest and posttest questionnaires to assess changes in cadres’ knowledge. The evaluation results indicated an increase in the mean knowledge score from 8.8 in the pretest to 9.3 in the posttest. The cadres demonstrated improved understanding of the benefits of exclusive breastfeeding, correct breastfeeding techniques, and their roles in supporting breastfeeding mothers within the community. The exclusive breastfeeding cadre education class was effective in enhancing the knowledge and capacity of posyandu cadres. Strengthening the role of cadres through participatory-based educational interventions had the potential to support improved exclusive breastfeeding practices and represented an important strategy for sustainable stunting prevention at the community level. Keywords: Stunting, Exclusive Breastfeeding, Posyandu Cadres, Health Education, Community Service.
Penguatan Pengetahun Gizi Ibu melalui Edukasi MP-ASI pada 1000 Hari Pertama Kehidupan: Improving Maternal Nutrition Knowledge through MP-ASI Education in the First 1,000 Days of Life Ulinuha Aufa Rahmah; Iffah Indri Kusmawati; Noviyati Rahardjo Putri; Dita Cahaya Ningrum
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 8 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i8.12654

Abstract

Stunting remains a major public health problem affecting human resource quality, one of the causes of which is suboptimal complementary feeding practices. This community empowerment activity aimed to improve the knowledge of mothers of infants aged 0–12 months regarding complementary feeding as an effort to prevent stunting. The method used was health education through interactive lectures, distribution of leaflets, and food texture demonstration tools, accompanied by pretest and posttest evaluation. The activity involved 20 mothers who had been previously registered. The results showed an increase in the average knowledge score from 7.6 in the pretest to 8.8 in the posttest. This improvement indicates that the education provided effectively enhanced mothers' understanding, particularly regarding the timing of feeding, age-appropriate food texture, and nutritional adequacy. Overall, this community empowerment activity contributed to improving maternal knowledge and has the potential to support appropriate feeding practices to prevent stunting sustainably. It is recommended that community empowerment activities be conducted in a sustainable, integrated manner to expand the reach of complementary feeding (MP-ASI) education to a broader population of mothers of young children.
KELAS EDUKASI STUNTING: PENGUATAN PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN STUNTING Noviyati Rahardjo Putri; Eka Yunanda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5097-5102

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan global yang menjadi perhatian utama pada masalah gizi bayi dan balita. Salah satu upaya pengendalian stunting yang memberikan pelayanan promotif dan preventif dalam penanganan stunting salah satunya edukasi yang diharapkan dapat membentuk perilaku kesehatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan ibu balita tentang pencegahan stunting. Metode kegiatan berupa penyampaian materi dengan menggunakan media leaflet dalam kegiatan Posyandu. Indikator keberhasilan kegiatan adalah membandingkan antara skor pengetahuan mitra tentang stunting sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi yang diberikan oleh pengabdi melalui pengisian kuisioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan ini adalah nilai rerata pertanyaan yang dijawab benar oleh responden pada kuesioner pre dan post adalah 8,89 dan 10 dari nilai maksimal 12 responden yang bersedia mengisi kuisioner. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah rerata sebelum dan sesudah dilakukan edukasi tentang stunting. Saran kegiatan selanjutnya adalah penguatan pengetahuan ibu tentang praktik pemberian makanan bayi dan anak yang adekuat dalam upaya pencegahan stunting setelah fase melahirkan. 
Dampak Pijat Bayi pada Bonding dan Attachment Ibu-Bayi di Jenawi, Karanganyar Nugraheni, Angesti; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Kusmawati, Iffah Indri; Putri, Noviyati Rahardjo; Argaheni, Niken Bayu
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 4 (2024): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.99678

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan memberikan bukti ilmiah tentang dampak pijat bayi terhadap hubungan emosional ibu dan bayi. Hasilnya diharapkan menjadi referensi dalam mendukung pengasuhan berkualitas, terutama di wilayah dengan akses terbatas terhadap edukasi kesehatan, serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan emosional dan perkembangan holistik anak.Tujuan: Penelitian ini bertujuan menguji apakah pijat bayi dapat meningkatkan bonding dan attachment antara ibu dan bayi.Metode: Desain penelitian menggunakan one group pre-test post-test untuk membandingkan perubahan sebelum dan sesudah intervensi pijat bayi. Melibatkan 39 ibu dan bayi di Puskesmas Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Responden mengikuti sesi pijat bayi selama satu bulan. Data dikumpulkan melalui observasi dan pelaporan online melalui whats app. Analisis uji beda menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank untuk melihat perubahan skor bonding dan attachment.Hasil: Pijat bayi tidak menunjukkan perubahan yang signifikan pada bonding (nilai p = 0,25), tetapi memberikan dampak positif yang jelas pada attachment, dengan perbedaan yang signifikan (nilai p = 0,0025). Dalam hal ini berarti pijat bayi dapat memperkuat keterikatan emosional antara ibu dan bayi, meskipun efeknya pada bonding langsung tidak bermakna.Kesimpulan: Pijat bayi membantu memperkuat attachment emosional antara ibu dan bayi, meskipun tidak memiliki dampak signifikan pada bonding
Co-Authors Agustina Hidayatul Khasanah Aida Amalia Nur Ramadhian Aji, Hanifah Sarah Nur Laila Aji, Sulistiyani Prabu Aji, Sulistyani Prabu Andia, Novita Angesti Nugraheni Angesti Nurgraheni Anis Laela Megasari anis laela megasari Apriliani, Peti Ardhi, Tunggul Argaheni, Niken Bayu Beniqna Maharani Besmaya Cahyanto, Erindra Budi Dharmawan, Caroline Diana Nurrohima Diksi Laksmita Dewi Diksi Laksmita Dewi Dina Hanifa Disa Larasati Dita Cahaya Ningrum Dita Cahaya Ningrum Eka Yunanda Fatmawati, Riswi Alinda Firdaus, Haya Abkarin Grhasta Dian Perestroika Grhasta Dian Perestroika Iffah Indri Kusmawati Iffah Indri Kusmawati Iffah Indri Kusmawati Ika Sumiyarsi Sukamto Indriyani, Okti Islameytha, Ghizela Vanya Isnu Kurnia Nugrahaeni Isnu Kurnia Nugrahaeni Khairunnisa Menawati Kusmawati, Iffah Indri Larasari, Disa Larasati, Disa Lia Arian Apriani Linh, Nguyen Dieu Luluk Fajria Maulida Luluk Fajria Maulida Maulina, Rufidah Megasari, Anis Laela Melyana Nurul Widyawati Melyana Nurul Widyawati Mufidah, Amatullah Nafira Zenina Niken Bayu Argaheni Niken Bayu Argaheni Ningrum, Dita Cahaya Novika, Revi Gama Hatta Nugrahaeni, Isnu Kurnia Nugraheni, Angesti Nurhidayati , Siti Pinawati, Umi Pratiwi, Tan Mike Putra, Wahyu Pratama Rahmah, Ulinuha Aufa Rahmawati, Elsa Revi Gama Hatta Novika Riza Amalia Rufidah Maulina Sari, Atriany Nilam Septiana, Yesika Cahya Septiana, Yesika Fitriani Setiawan, Ahmad Eri Siti Maryani Siti Nurhidayati Solikhah, Diannisa Afi Sri Rahayu Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulistiyani Prabu Aji Syarifah Syarifah Syarifah Syarifah, Syarifah Tri Nugraha Susilawati Ulinuha Aufa Rahmah Umi Nur Alifah Wahidah, Nurul Jannatul Wahyuningtias, Anggita Galuh Ajeng Wijaya, Ghaitsa Aulia Sakinah Yunanda, Eka