Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI MPASI PADA IBU BAYI USIA 0-1 TAHUN SEBAGAI UPAYA PERSIAPAN DAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI SESUAI DENGAN KURVA PERTUMBUHAN Putri, Noviyati Rahardjo; Septiana, Yesika Cahya; Larasati, Disa; Dharmawan, Caroline; Amalia, Riza
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20632

Abstract

Abstrak: Pemberian MPASI di Indonesia belum sepenuhnya tepat dilakukan. Banyak para ibu memberikan MPASI terlalu dini yang terjadi karena kurangnya pengetahuan ibu tentang MPASI yang benar. Dilakukannya pengabdian di RW 18 Ngoresan, Jebres, Surakarta yaitu edukasi MPASI pada ibu bayi usia 0-1 tahun bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang MPASI sebagai bentuk upaya persiapan dan peningkatan berat badan bayi. Edukasi melibatkan 5 ibu bayi (0-1 tahun) dan 4 kader kesehatan setempat. Penyampaian materi dilakukan dengan media power point dan buku KIA. Pemahaman tentang materi dinilai dengan memberikan pre-test dan post-test. Hasil dari edukasi diberikan terjadi peningkatan pengetahuan, tentang MPASI pada ibu dan kader yang terlihat dari peningkatan nilai post-test dengan rincian skor rata-rata pre-test 5,7 meningkat menjadi 7,3 saat post-test. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan menjadi upaya pembentukan perilaku sehat dalam rangka peningkatan berat badan bayi yang ideal atau sesuai dengan kurva pertumbuhan.Abstract: The practice of complementary feeding in Indonesia is not completely correct. A lot of mothers give complementary foods too early that occurs due to the lack of maternal knowledge about proper complementary foods. The community service in RW 18 Ngoresan, Jebres, Surakarta, which is education on complementary feeding for mothers of infants aged 0-1 year, aims to increase mothers' knowledge about complementary feeding as a preparation and increase in baby's weight. The program involved 5 mothers of infants (0-1 year old) and 4 local health cadres. The material was delivered using power point media and KIA book. The understanding of the material was evaluated by giving a pre-test and post-test. The result of the education was an increased knowledge of complementary feeding in mothers and cadres as shown by an increase in the post-test score, with the pre-test average score of 5.7 increasing to 7.3 during the post-test. Increasing knowledge is expected to be an effort to form healthy behavior in order to increase the baby's ideal weight or in accordance with the growth curve.
EDUKASI KEBUTUHAN DASAR IBU HAMIL DALAM RANGKA OPTIMALISASI ADAPTASI SELAMA KEHAMILAN Mahanani, Shandy Wigya; Pratiwi, Rizki Dian; Nugrahaeni, Isnu Kurnia; Putri, Noviyati Rahardjo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29515

Abstract

Abstrak: Selama kehamilan terjadi perubahan fisiologi dan psikologi yang memungkinkan menjadi stressor. Apabila stressor tersebut tidak dilakukan manajemen dengan baik maka akan menjadi distress selama kehamilan. Salah satu upaya untuk mencegah hal tersebut adalah optimalisasi adaptasi selama kehamilan dengan membekali ibu hamil dengan pengetahuan yang cukup melalui penyuluhan pada kelas ibu hamil. Tujuan kegiatan ini adalah salah satu upaya meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kebutuhan dasar ibu hamil dalam rangka optimalisasi adaptasi selama kehamilan. Hasil evaluasi menggunakan metode kuantitatif paired t-test dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Indikator utama adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah mengikuti penyuluhan. ..Mitra pengabdian masyarakat sebanyak 12 ibu hamil yang merupakan klien klinik Rumah Bunda Bahagia Magelang. Hasil yang dicapai adalah adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah kegiatan, dimana nilai rerata pretest adalah 64,16 dan posttest adalah 94,16.Abstract: During pregnancy, physiological and psychological changes occur that can become stressors. If these stressors are not managed properly, they can lead to distress during pregnancy. One effort to prevent this is to optimize adaptation during pregnancy by equipping pregnant women with sufficient knowledge through counseling in prenatal classes. The aim of this activity is to increase pregnant women's knowledge of basic needs in order to optimize adaptation during pregnancy. The evaluation method used was a quantitative method with a paired t-test, comparing pre-test and post-test results. The main indicator was an increase in pregnant women's knowledge after participating in the counseling. The community service partners were 12 pregnant women who were clients of the Rumah Bunda Bahagia Clinic in Magelang. The result achieved was an increase in pregnant women's knowledge after the activity, with an average pre-test score of 64.16 and an average post-test score of 94.16.
Exploring Nutritional Status, Complementary Feeding Quality, and Parenting Styles in Toddlers Iffah Indri Kusmawati; Angesti Nurgraheni; Ika Sumiyarsi Sukamto; Noviyati Rahardjo Putri; Niken Bayu Argaheni
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.10966

Abstract

This study aimed to describe the nutritional status of toddlers and examine its association with the quality of complementary feeding (MPASI) and caregiver parenting styles in a rural setting. A descriptive observational design was used, involving 93 children aged 6–59 months in the working area of Puskesmas Jenawi, Karanganyar Regency, Central Java. Nutritional status was assessed using WHO weight-for-height z-scores, MPASI quality was determined based on food variety and frequency, and parenting styles were classified into authoritative, authoritarian, indulgent, and uninvolved categories.  Results showed that 90.3% of children had normal nutritional status, 6.5% were overweight, 2.2% were wasted, and 1.1% were severely wasted. Half of the toddlers received appropriate MPASI (50.5%), and the most common parenting style was indulgent (32.3%). While this study did not establish statistical associations, children with wasting or severe wasting were more frequently found under authoritarian or uninvolved caregiving styles, suggesting a possible pattern worth further exploration. These findings emphasize the importance of responsive parenting and adequate complementary feeding in promoting child health. The study contributes to science-based educational practices by providing evidence to inform nutrition education and caregiver training programs, particularly in rural communities, where scientific understanding of child nutrition and responsive parenting remains limited.
PENGUATAN PERAN KADER POSYANDU MELALUI EDUKASI MPASI SEBAGAI UPAYA DINI PENCEGAHAN STUNTING PADA PROGRAM GERBANG EMAS Ningrum, Dita Cahaya; Putri, Noviyati Rahardjo; Kusmawati, Iffah Indri; Megasari, Anis Laela; Larasati, Disa; Rahmah, Ulinuha Aufa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37384

Abstract

Abstrak:Stunting merupakan kondisi anak dengan tinggi atau panjang badan berada di bawah -2 standar deviasi (SD) menurut umur dari median standar pertumbuhan anak yang dikeluarkan oleh World Health Organization. Stunting masih menjadi masalah yang masih menjadi perhatian negara, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah seperti Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan mengenai cara pemberian MPASI yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang praktik pemberian MPASI yang tepat dengan metode edukasi ceramah edukatif. Mitra dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat kader posyandu sejumlah 20 kader di wilayah kerja puskesmas Ngoresan, Surakarta. Kegiatan edukasi ini diharapkan mampu menjadi tombak awal pemutus rantai stunting di Indonesia melalui kader posyandu. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan nilai pretest dengan rata-rata 8,7 menjadi nilai posttest rata-rata 9,2 yang diukur menggunakan kuesioner berisi 10 pertanyaan pilihan ganda terkait materi edukasi. Peningkatan pengetahuan kader ini dirasa sangat bermanfaat dan diharapkan dapat menjadi dampak jangka panjang yang dapat disalurkan kepada ibu balita di wilayah kerjanya.Abstract: Stunting is a condition in which a child's height or length falls below -2 standard deviations (SD) for age from the median child growth standards issued by the World Health Organization. Stunting remains a problem of national concern, especially in low- and middle-income countries like Indonesia. One cause is a lack of knowledge about the proper provision of complementary foods. This community service activity aims to improve the knowledge of integrated health post (Posyandu) cadres about the proper practice of providing complementary foods through educational lectures. The community service partners for this Posyandu cadre are 20 cadres in the Ngoresan Community Health Center, Surakarta. This educational activity is expected to be the first spearhead in breaking the chain of stunting in Indonesia through Posyandu cadres. The activity evaluation is assessed from the increase in pretest scores from an average of 8.7 to an average posttest score of 9.2. This increase in cadre knowledge is considered very beneficial and is expected to have a long-term impact that can be channeled to mothers of toddlers in the work area.
Peningkatan Pengetahuan dalam Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di Desa Adiraja Kabupaten Cilacap Menawati, Khairunnisa; Putri, Noviyati Rahardjo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24204

Abstract

ABSTRAK Tingginya angka kejadian anemia di Indonesia menunjukkan bahwa masih banyak remaja yang belum memahami pentingnya pencegahan anemia melalui pola makan sehat dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Oleh karena itu, dilakukan kegiatan sosialisasi pencegahan anemia dan pemberian TTD kepada remaja putri di Desa Adiraja, Kabupaten Cilacap. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan media leaflet dan powerpoint, serta dilakukan pre-test dan post-test untuk mengevaluasi tingkat pemahaman materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 68,4 (pre-test) menjadi 83,6 (post-test). Peserta menunjukkan antusiasme dalam sesi diskusi dan lebih memahami pentingnya konsumsi TTD secara rutin. Sosialisasi ini mampu meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai anemia serta langkah-langkah pencegahannya. Untuk keberlanjutan program, diperlukan monitoring dan evaluasi secara berkala dalam memastikan bahwa remaja putri mengonsumsi TTD dengan pemberian kartu bukti konsumsi TTD sehingga memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Anemia, Edukasi, Remaja Putri.  ABSTRACT The high incidence of anemia in Indonesia indicates that many adolescents still do not fully understand the importance of anemia prevention through a healthy diet and the consumption of Iron Supplement Tablets (TTD). Therefore, an anemia prevention socialization program and TTD distribution were conducted for adolescent girls in Adiraja, Cilacap. The implementation method of this activity utilized leaflets and powerpoint presentations, along with pre-tests and post-tests to evaluate the participants' understanding of the material. The results showed an increase in the average score from 68.4 (pre-test) to 83.6 (post-test). Participants demonstrated enthusiasm during the discussion sessions and gained a better understanding of the importance of regularly consuming TTD. This socialization effectively enhanced adolescent girls' knowledge of anemia and its prevention measures. For program sustainability, periodic monitoring and evaluation are necessary to ensure that adolescent girls consistently consume TTD by providing a TTD consumption record card, ensuring that the knowledge gained continues to be applied in their daily lives. Keywords: Anemia, Education, Adolescent Girls.
Edukasi Asi Eksklusif pada Kader Posyandu melalui Program Gerbang Emas sebagai Upaya Pencegahan Stunting Rahmah, Ulinuha Aufa; Putri, Noviyati Rahardjo; Kusmawati, Iffah Indri; Megasari, Anis Laela; Larasati, Disa; Ningrum, Dita Cahaya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24287

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi yang belum mencapai target nasional. Salah satu faktor risiko utama stunting adalah asupan gizi yang tidak seimbang, termasuk rendahnya praktik pemberian ASI eksklusif. Kurangnya pengetahuan ibu, dukungan sosial, serta keterbatasan peran kader kesehatan menjadi hambatan dalam keberhasilan ASI eksklusif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader posyandu dalam memahami serta menyampaikan edukasi mengenai ASI eksklusif sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan dengan desain edukasi partisipatif melalui kelas kader menggunakan metode penyampaian materi, demonstrasi teknik menyusui menggunakan phantom bayi, diskusi interaktif, serta pembagian booklet edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest untuk menilai perubahan pengetahuan kader. Hasil evaluasi menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 8,8 pada pretest menjadi 9,3 pada posttest. Kader menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, serta perannya dalam mendampingi ibu menyusui di masyarakat. Kelas kader edukasi ASI efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader posyandu. Penguatan peran kader melalui edukasi berbasis partisipatif berpotensi mendukung peningkatan praktik ASI eksklusif dan menjadi strategi penting dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di tingkat komunitas. Kata Kunci: Stunting, ASI Eksklusif, Kader Posyandu, Edukasi Kesehatan, Pengabdian Masyarakat. ABSTRACT Stunting remained a public health problem in Indonesia, with prevalence rates that had not yet achieved national targets. One of the primary risk factors for stunting was inadequate nutritional intake, including low adherence to exclusive breastfeeding practices. Limited maternal knowledge, insufficient social support, and constrained involvement of community health cadres constituted major barriers to the successful implementation of exclusive breastfeeding. This community service activity aimed to improve the knowledge and capacity of posyandu cadres in understanding and delivering education on exclusive breastfeeding as a strategy for stunting prevention. The activity was conducted using a participatory educational design through a cadre education class. The methods included structured lectures, demonstrations of proper breastfeeding techniques using an infant mannequin, interactive discussions, and the distribution of educational booklets. Evaluation was performed using pretest and posttest questionnaires to assess changes in cadres’ knowledge. The evaluation results indicated an increase in the mean knowledge score from 8.8 in the pretest to 9.3 in the posttest. The cadres demonstrated improved understanding of the benefits of exclusive breastfeeding, correct breastfeeding techniques, and their roles in supporting breastfeeding mothers within the community. The exclusive breastfeeding cadre education class was effective in enhancing the knowledge and capacity of posyandu cadres. Strengthening the role of cadres through participatory-based educational interventions had the potential to support improved exclusive breastfeeding practices and represented an important strategy for sustainable stunting prevention at the community level. Keywords: Stunting, Exclusive Breastfeeding, Posyandu Cadres, Health Education, Community Service.
Edukasi Peningkatan Pengetahuan Ibu Mengenai Kehamilan Risiko Tinggi dengan Program Cerita Bumil Cahyaningrum, Nabilla Fitria; Putri, Noviyati Rahardjo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24260

Abstract

ABSTRAK Rendahnya pengetahuan ibu hamil dan keterbatasan keterampilan kader mengenai kehamilan risiko tinggi merupakan tantangan signifikan dalam upaya menurunkan morbiditas dan mortalitas maternal di Desa Trosemi. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil serta kader kesehatan dalam mengidentifikasi hingga mengelola kehamilan berisiko tinggi. Metode yang diterapkan adalah sosialisasi dan penyuluhan interaktif yang melibatkan 15 ibu hamil dan 5 kader kesehatan sebagai mitra. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan hasil pre testdan post test untuk mengukur tingkat pengetahuan dan observasi langsung untuk evaluasi keterampilan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, dari rata rata pre test 64,64% menjadi post test 88,96%. Observasi menunjukkan peningkatan hardskill kader dalam konseling dan softskill ibu dalam mengajukan pertanyaan terkait kehamilan resiko tinggi. Program "Cerita Bumil" di Desa Trosemi berhasil meningkatkan pemahaman ibu hamil dan kader kesehatan mengenai kehamilan risiko tinggi. Kata Kunci: Kehamilan Risiko Tinggi, Edukasi Kesehatan, Ibu Hamil, Kader Kesehatan, Cerita Bumil. ABSTRACT The low knowledge of pregnant women and the limited skills of cadres regarding high-risk pregnancies are significant challenges in efforts to reduce maternal morbidity and mortality in Trosemi Village. To improve the knowledge and skills of pregnant women and health cadres in identifying and managing high-risk pregnancies. The method applied was socialization and interactive counseling involving 15 pregnant women and 5 health cadres as partners. Evaluation is carried out through a comparison of pre-test and post test results to measure the level of knowledge and direct observation for skill evaluation. The results showed an increase in participants' knowledge, from an average pre-test of 64.64% to a post-test of 88.96%. Observations show an increase in the hard skills of cadres in counseling and soft skills of mothers in asking questions related to high-risk pregnancies. The "Cerita Bumil" program in Trosemi Village has succeeded in increasing the understanding of pregnant women and health cadres about high-risk pregnancies. Keywords: Highrisk Pregnancy, Health Education, Pregnant Women, Health Cadres, Cerita Bumil.
PENGARUH WHITE NOISE TERHADAP KUALITAS TIDUR IBU HAMIL TRIMESTER III: White Noise Meningkatkan Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester III Noviyati Rahardjo Putri; Luluk Fajria Maulida; Ika Sumiyarsi Sukamto; Rufidah Maulina; Nafira Zenina
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 8 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v8i1.14642

Abstract

Kehamilan trimester III ditandai oleh perubahan fisiologis yang memicu ketidaknyamanan fisik, sehingga berkontribusi pada tingginya prevalensi gangguan tidur ibu hamil. Hal ini berisiko meningkatkan komplikasi obstetri serta bagi ibu dan janin, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kualitas tidur seperti white noise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh white noise terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III menggunakan desain kuasi-eksperimental control group pre-test post-test. Sebanyak 34 responden dipilih melalui purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi serta kelompok kontrol. Intervensi dilakukan selama enam hari, dengan pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner PSQI yang dianalisis melalui uji Wilcoxon Signed-Rank dan uji T Dependent. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perubahan bermakna pada kualitas tidur sebelum dan sesudah pemberian white noise kelompok intervensi (p=0,147) maupun kelompok kontrol (p = 0,821) setelah pemberian perlakuan standar berupa edukasi dengan leaflet. Namun, uji Mann-Whitney U menunjukkan perbedaan signifikan pada nilai posttest antar kelompok intervensi dan kontrol (p=0,011), yang mengindikasikan bahwa white noise lebih efektif dalam meningkatkan kualitas tidur ibu hamil trimester III dibandingkan hanya dengan perlakuan standar. Disimpulkan bahwa white noise direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman dalam asuhan kebidanan untuk memperbaiki kualitas tidur ibu hamil.
UTEROTONIC USE IN THE ACTIVE MANAGEMENT OF THIRD STAGE OF LABOR (AMTSL): SYSTEMATIC REVIEW Putri, Noviyati Rahardjo; Megasari, Anis Laela
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 10, No 1 (2022): February
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v10i1.58438

Abstract

Background: Maternal mortality rate in Indonesia has decreased from 184/100,000 live birth (LB) (2016) to 177/100,000 LB (2017), but this number is still high enough than SDGs target of 70/100,000 LB. The one of direct cause of maternal death is hemorrhage, especially postpartum hemorrhage (PPH). Causes of PPH are uterine atony, laceration of birth canal, resistant placenta and uterine inversion. PPH prevention method is Active Management of Third Stage of Labor (AMTSL). The objective of this systematic review is to analyze the use of uterotonics in AMTSL.Methods: This systematic review used the PRISMA protocol, articles taken from Google Scholar, Science Direct, and Pub Med. The time span of the research article was 2010 to 2021.Result: The results of the study describe that the use of uterotonics in single use or combination in third stage of labor can reduce the risk of PPH and shorten the time of the stage. The side effects were reported in misoprostol and methyl ergometrine than oxytocin. In addition, combination therapy with oxytocin and misoprostol can reduce the length of the third stage and the potential for a decrease in hemoglobin within 24 hours of delivery. In Indonesia, if oxytocin is not available, maternal nipple stimulation is performed as nonpharmacological therapy or ergometrine 0.2 mg is given to patients without complications of high blood pressure.Conclusion: The use of uterotonics is adjusted to its cost-effectiveness, ability to store and refrigerate also the benefits compare to the side effects to the patients.
RELATIONSHIP OF SEDENTARY LIFESTYLE AND INTENSITY OF DYSMENORRHEA IN MIDWIFE STUDENTS FACULTY OF MEDICINE SEBELAS MARET UNIVERSITY Rafiqa Aprilya, Anes; Kusmawati, Iffah Indri; Putri, Noviyati Rahardjo; Nurhidayati, Siti; Nurinasari, Hafi
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 12, No 2 (2024): August
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v12i2.86755

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a menstrual syndrome disorder that generally occurs in women of reproductive age before or during menstruation in a form of pain and discomfort around the pelvis, lower abdomen, and back. One of dysmenorrhea factors is the lack of daily physical activity (sedentary lifestyle). Sedentary lifestyle can cause ischemia that blocks the blood flow to the reproductive organs and the production of endorphins which help in reducing pain during menstruation.Objectives: To find out the correlation between sedentary lifestyle and the dysmenorrhea intensity among midwifery students, Faculty of Medicine, Sebelas Maret University.Method: This study used a quantitative method by applying a cross-sectional approach. The population of this study were 107 midwifery students. The sampling used a purposive sampling technique with the result of 85 respondents. The univariate data analysis used frequency distribution, while the bivariate analysis used Spearman Rank test with ?-value < 0.05.Result: The result showed that the majority of midwifery students of Medical Faculty, Sebelas Maret University, with low sedentary lifestyle were 52 respondents (61.2%) and the majority of the students with low dysmenorrhea intensity were 53 respondents (63%). There was a significant and strong connection between sedentary lifestyle and dysmenorrhea intensity among midwifery students (ρ-value=0.000) and (r=0.930).Conclusion: The positive value of the correlation showed a unidirectional relation between two variables where the higher sedentary lifestyle was, the higher dysmenorrhea intensity that would be experienced. There is a correlation between sedentary lifestyle and dysmenorrhea intensity.
Co-Authors Agustina Hidayatul Khasanah Aida Amalia Nur Ramadhian Aji, Hanifah Sarah Nur Laila Aji, Sulistiyani Prabu Aji, Sulistyani Prabu Andia, Novita Angesti Nugraheni Angesti Nurgraheni anis laela megasari Ardhi, Tunggul Argaheni, Niken Bayu Beniqna Maharani Besmaya Cahyaningrum, Nabilla Fitria Cahyanto, Erindra Budi Dharmawan, Caroline Diana Nurrohima Diksi Laksmita Dewi Diksi Laksmita Dewi Dina Hanifa Fatmawati, Riswi Alinda Firdaus, Haya Abkarin Friska Oktaviana Grhasta Dian Perestroika Iffah Indri Kusmawati Iffah Indri Kusmawati Iffah Indri Kusmawati Ika Sumiyarsi Sukamto Indriyani, Okti Islameytha, Ghizela Vanya Isnu Kurnia Nugrahaeni Isnu Kurnia Nugrahaeni Kusmawati, Iffah Indri Larasari, Disa Larasati, Disa Lia Arian Apriani Limbong, Ine Christiani Linh, Nguyen Dieu Luluk Fajria Maulida Luluk Fajria Maulida Mahanani, Shandy Wigya Maulina, Rufidah Megasari, Anis Laela Melyana Nurul Widyawati Melyana Nurul Widyawati Menawati, Khairunnisa Mufidah, Amatullah Nafira Zenina Niken Bayu Argaheni Niken Bayu Argaheni Ningrum, Dita Cahaya Novika, Revi Gama Hatta Nugrahaeni, Isnu Kurnia Nugraheni, Angesti Nurinasari, Hafi Pinawati, Umi Pratiwi, Rizki Dian Pratiwi, Tan Mike Putra, Wahyu Pratama Rafiqa Aprilya, Anes Rahmah, Ulinuha Aufa Rahmawati, Elsa Revi Gama Hatta Novika Riza Amalia Rufidah Maulina Sari, Atriany Nilam Septiana, Yesika Cahya Septiana, Yesika Fitriani Setiawan, Ahmad Eri Siti Maryani Siti Nurhidayati Solikhah, Diannisa Afi Sri Rahayu Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulistiyani Prabu Aji Syarifah Syarifah Syarifah Syarifah, Syarifah Tri Nugraha Susilawati Umi Nur Alifah Wahidah, Nurul Jannatul Wahyuningtias, Anggita Galuh Ajeng Wijaya, Ghaitsa Aulia Sakinah Windarena, Diyas Yunanda, Eka