Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BADUTA TENTANG KONSEP DASAR MPASI DENGAN MEDIA LEAFLET DI POSYANDU Kusmawati, Iffah Indri; Putri, Noviyati Rahardjo; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Nugraheni, Angesti; Argaheni, Niken Bayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33172

Abstract

Abstrak: Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang tepat pada anak usia 6–24 bulan sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal serta mencegah masalah gizi seperti stunting, wasting, dan underweight. Namun, banyak ibu balita (baduta) yang belum memahami konsep dasar MPASI, termasuk jenis, tekstur, frekuensi pemberian, serta risiko MPASI yang tidak sesuai usia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu baduta mengenai MPASI melalui edukasi berbasis leaflet di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) pada wilayah kerja duaPuskesmas di Kota Surakarta (Gajahan, dan Ngoresan). Kegiatan diikuti oleh 17 ibu balita dan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi menu MPASI berdasarkan kelompok usia (6–8 bulan, 9–11 bulan, dan 12–23 bulan). Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test sebanyak 10 soal pilihan ganda, serta observasi partisipatif. Hasil tabulasi awal menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan skor pengetahuan peserta pre dan post-test yaitu 7,85 menjadi 9. Edukasi MPASI dengan media leaflet dapat meningkatkan pemahaman ibu, sehingga pengabdian selanjutnya dapat fokus pada modul praktis MPASI berbasis bahan lokal dan pelatihan memasak.Abstract: Appropriate complementary feeding (MPASI) for children aged 6–24 months plays a critical role in supporting optimal growth and development, as well as preventing nutritional problems such as stunting, wasting, and underweight. However, many mothers of toddlers still lack adequate knowledge about the basic principles of MPASI, including appropriate types, textures, feeding frequency, and the risks of inappropriate timing. This community service program aimed to improve maternal knowledge about MPASI through leaflet-based education at Integrated Primary Service Posyandu (ILP) in the working areas of three Public Health Centers (Puskesmas) in Surakarta City: Gajahan and Ngoresan. A total of 17 mothers of toddlers participated in the program, which consisted of interactive lectures, group discussions, and demonstrations of age-appropriate MPASI menus (6–8 months, 9–11 months, and 12–23 months). Evaluation was conducted using a pre-test and post-test containing 10 multiple-choice questions, alongside direct observation during the sessions. Preliminary tabulation results indicated a positive trend in participants’ knowledge scores pre and post-test: from 7,85 to 9. MPASI education using leaflets can improve mothers understanding, so that in the future they can focus more on practical MPASI modules based on local ingredients and cooking training.
EDUKASI PENGENALAN ASI SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI ASI EKSKLUSIF PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III Larasati, Disa; Septiana, Yesika Cahya; Putri, Noviyati Rahardjo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25727

Abstract

Abstrak: ASI memiliki banyak sekali manfaat sehingga dianggap sebagai makanan terbaik bagi bayi. Namun, banyak sekali bayi yang tidak mendapatkan ASI Eksklusif karena para ibu memiliki pengetahuan yang kurang tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini agar pengetahuan akan pentingnya pemberian ASI sebagai upaya optimalisasi ASI Eksklusif oleh ibu hamil trimester II dan III dapat meningkat. Kegiatan ini berupa penyuluhan menggunakan media Microsoft power point. Jumlah sasaran yang menjadi mitra merupakan ibu hamil trimester II dan III sejumlah 9. Hasil evaluasi yang didapat dari hasil pretest sebesar 8,11 dan meningkat menjadi 9,67 pada hasil posttest. Terjadi peningkatan secara signifikan. Saran kegiatan selanjutnya adalah mendampingi ibu secara berkelanjutan dalam persiapan menyusui agar ASI Eksklusif bisa diberikan.Abstract: Breast milk has numerous benefits and is considered the best food for babies. However, many babies do not receive exclusive breastfeeding because their mothers lack sufficient knowledge about its importance. The purpose of this service is to increase knowledge about the importance of breastfeeding as an effort to optimize exclusive breastfeeding among pregnant women in their second and third trimesters. This activity involves counseling using Microsoft PowerPoint media. The target group consists of nine pregnant women in their second and third trimesters. The evaluation results show that the pretest score was 8.11, which increased to 9.67 on the post-test. There was a significant improvement. A suggestion for future activities is to continuously support mothers in preparing for breastfeeding so that exclusive breastfeeding can be provided.
EDUKASI ASI DALAM PROGRAM GERBANG EMAS: MEMBANGUN PONDASI NUTRISI AWAL UNTUK MENCEGAH STUNTING Putri, Noviyati Rahardjo; Kusmawati, Iffah Indri; Megasari, Anis Laela; Larasati, Disa; Rahmah, Ulinuha Aufa; Ningrum, Dita Cahaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33464

Abstract

Abstrak: Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi merupakan salah satu intervensi paling efektif dalam mencegah stunting. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih belum optimal, antara lain akibat kurangnya pengetahuan ibu mengenai teknik menyusui dan penyimpanan ASI yang benar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu bayi usia 0–6 bulan mengenai praktik menyusui yang sesuai standar kesehatan. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif, demonstrasi menggunakan boneka payudara dan phantom bayi, diskusi kelompok kecil, serta distribusi booklet dan video edukatif pada 35 ibu bayi di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Ngoresan... Evaluasi keberhasilan edukasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test sebanyak 10 soal. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 7,9 menjadi 9,4. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi tanya jawab dan praktik. Edukasi ini dirasakan sangat bermanfaat, terutama bagi ibu bekerja yang membutuhkan pengetahuan tentang pemerahan dan penyimpanan ASI. Rencana pengabdian selanjutnya akan difokuskan pada edukasi MPASI sehat dan pelatihan pijat bayi sebagai bagian dari penguatan menyeluruh praktik pengasuhan berbasis keluarga.Abstract: Exclusive breastfeeding during the first six months of life is one of the most effective interventions for preventing stunting. However, its coverage in Indonesia remains suboptimal, partly due to limited maternal knowledge of correct breastfeeding techniques and proper breast milk storage. This community service aimed to improve the understanding of mothers with infants aged 0–6 months regarding standard breastfeeding practices. Activities included interactive lectures, demonstrations breast and infant mannequins, small group discussions, and distribution of booklets and educational videos to 35 mothers at the Posyandu within the working area of Ngoresan Public Health Center. The effectiveness of the educational intervention was evaluated using a 10-question pre-test and post-test questionnaire. The results showed an increase in average knowledge scores from 7.9 to 9.4. Participants showed strong enthusiasm during both Q&A and practical sessions. The session was found especially useful by working mothers who require knowledge on milk expression and safe storage. Future community programs will focus on healthy complementary feeding (MPASI) education and infant massage training as a comprehensive approach to strengthening family-based child care practices.
EDUKASI BOUNDING AND ATTACHMENT IBU DAN BAYI DALAM RANGKA MENINGKATKAN STIMULASI PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS BAYI Putri, Noviyati Rahardjo; Amalia, Riza; Dharmawan, Caroline; Indriyani, Okti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20264

Abstract

Abstrak: Bounding attachment merupakan suatu hubungan kasih sayang dan keterikatan batin, saling mencintai dan saling membutuhkan antara orangtua dan bayi. Peran ibu dalam bounding attachment adalah memenuhi kebutuhan dan menciptakan rasa “aman” bagi bayi. Pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi bounding and attachment karena pengetahuan dan pendidikan yang baik akan menjadi dasar orang tua khususnya ibu untuk mengimplementasikan perilaku kesehatan demi optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tujuan dari kegiatan ini yaitu agar ibu bayi (0-1 tahun) dan kader kesehatan dapat memahami pentingnya bounding and attachment terutama untuk perkembangan bayi dan kesehatan ibu. Metode dari kegiatan ini berupa penyuluhan dengan menggunakan poster. Jumlah mitra yang menjadi sasaran adalah ibu bayi (0-1 tahun) sebanyak 5 orang dan 5 orang kader kesehatan. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pengetahuan mahasiswi mengenai mitra dengan rerata hasil pretest adalah 7,4 dan hasil posttest adalah 9,3. Informasi kesehatan melalui edukasi kesehatan yang didapatkan apabila direspon dengan baik akan menjadi suatu sikap positif sehingga mampu membentuk karakter dan perilaku kesehatan.Abstract: Bounding attachment is a relationship of affection and inner attachment, mutual love and mutual need between parents and babies. The mother's role in bounding attachment is to fulfill needs and create a sense of "security" for the baby. Maternal knowledge is one of the factors that influences bonding and attachment because good knowledge and education will be the basis for parents, especially mothers, to implement health behavior to optimize the baby's growth and development. The aim of this activity is so that mothers of babies (0-1 years) and health cadres can understand the importance of bonding and attachment, especially for baby development and maternal health. The method of this activity is in the form of outreach using posters. The number of partners targeted is 5 mothers of babies (0-1 years) and 5 health cadres. The results achieved were an increase in student knowledge regarding partners with the average pretest result being 7.4 and posttest result being 9.3. Health information through health education that is obtained if responded well will become a positive attitude so that it can shape character and health behavior. 
EDUKASI MPASI PADA IBU BAYI USIA 0-1 TAHUN SEBAGAI UPAYA PERSIAPAN DAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI SESUAI DENGAN KURVA PERTUMBUHAN Putri, Noviyati Rahardjo; Septiana, Yesika Cahya; Larasati, Disa; Dharmawan, Caroline; Amalia, Riza
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20632

Abstract

Abstrak: Pemberian MPASI di Indonesia belum sepenuhnya tepat dilakukan. Banyak para ibu memberikan MPASI terlalu dini yang terjadi karena kurangnya pengetahuan ibu tentang MPASI yang benar. Dilakukannya pengabdian di RW 18 Ngoresan, Jebres, Surakarta yaitu edukasi MPASI pada ibu bayi usia 0-1 tahun bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang MPASI sebagai bentuk upaya persiapan dan peningkatan berat badan bayi. Edukasi melibatkan 5 ibu bayi (0-1 tahun) dan 4 kader kesehatan setempat. Penyampaian materi dilakukan dengan media power point dan buku KIA. Pemahaman tentang materi dinilai dengan memberikan pre-test dan post-test. Hasil dari edukasi diberikan terjadi peningkatan pengetahuan, tentang MPASI pada ibu dan kader yang terlihat dari peningkatan nilai post-test dengan rincian skor rata-rata pre-test 5,7 meningkat menjadi 7,3 saat post-test. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan menjadi upaya pembentukan perilaku sehat dalam rangka peningkatan berat badan bayi yang ideal atau sesuai dengan kurva pertumbuhan.Abstract: The practice of complementary feeding in Indonesia is not completely correct. A lot of mothers give complementary foods too early that occurs due to the lack of maternal knowledge about proper complementary foods. The community service in RW 18 Ngoresan, Jebres, Surakarta, which is education on complementary feeding for mothers of infants aged 0-1 year, aims to increase mothers' knowledge about complementary feeding as a preparation and increase in baby's weight. The program involved 5 mothers of infants (0-1 year old) and 4 local health cadres. The material was delivered using power point media and KIA book. The understanding of the material was evaluated by giving a pre-test and post-test. The result of the education was an increased knowledge of complementary feeding in mothers and cadres as shown by an increase in the post-test score, with the pre-test average score of 5.7 increasing to 7.3 during the post-test. Increasing knowledge is expected to be an effort to form healthy behavior in order to increase the baby's ideal weight or in accordance with the growth curve.
EDUKASI KEBUTUHAN DASAR IBU HAMIL DALAM RANGKA OPTIMALISASI ADAPTASI SELAMA KEHAMILAN Mahanani, Shandy Wigya; Pratiwi, Rizki Dian; Nugrahaeni, Isnu Kurnia; Putri, Noviyati Rahardjo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29515

Abstract

Abstrak: Selama kehamilan terjadi perubahan fisiologi dan psikologi yang memungkinkan menjadi stressor. Apabila stressor tersebut tidak dilakukan manajemen dengan baik maka akan menjadi distress selama kehamilan. Salah satu upaya untuk mencegah hal tersebut adalah optimalisasi adaptasi selama kehamilan dengan membekali ibu hamil dengan pengetahuan yang cukup melalui penyuluhan pada kelas ibu hamil. Tujuan kegiatan ini adalah salah satu upaya meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kebutuhan dasar ibu hamil dalam rangka optimalisasi adaptasi selama kehamilan. Hasil evaluasi menggunakan metode kuantitatif paired t-test dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Indikator utama adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah mengikuti penyuluhan. ..Mitra pengabdian masyarakat sebanyak 12 ibu hamil yang merupakan klien klinik Rumah Bunda Bahagia Magelang. Hasil yang dicapai adalah adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah kegiatan, dimana nilai rerata pretest adalah 64,16 dan posttest adalah 94,16.Abstract: During pregnancy, physiological and psychological changes occur that can become stressors. If these stressors are not managed properly, they can lead to distress during pregnancy. One effort to prevent this is to optimize adaptation during pregnancy by equipping pregnant women with sufficient knowledge through counseling in prenatal classes. The aim of this activity is to increase pregnant women's knowledge of basic needs in order to optimize adaptation during pregnancy. The evaluation method used was a quantitative method with a paired t-test, comparing pre-test and post-test results. The main indicator was an increase in pregnant women's knowledge after participating in the counseling. The community service partners were 12 pregnant women who were clients of the Rumah Bunda Bahagia Clinic in Magelang. The result achieved was an increase in pregnant women's knowledge after the activity, with an average pre-test score of 64.16 and an average post-test score of 94.16.
Co-Authors Agustina Hidayatul Khasanah Aida Amalia Nur Ramadhian Aji, Hanifah Sarah Nur Laila Aji, Sulistiyani Prabu Aji, Sulistyani Prabu Amalia, Riza Andia, Novita Angesti Nugraheni anis laela megasari Ardhi, Tunggul Argaheni, Niken Bayu Atriany Nilam Sari Beniqna Maharani Besmaya Cahyanto, Erindra Budi Dharmawan, Caroline Diana Nurrohima Diksi Laksmita Dewi Diksi Laksmita Dewi Dina Hanifa Fatmawati, Riswi Alinda Firdaus, Haya Abkarin Friska Oktaviana Grhasta Dian Perestroika Iffah Indri Kusmawati Iffah Indri Kusmawati Iffah Indri Kusmawati Ika Sumiyarsi Sukamto Indriyani, Okti Islameytha, Ghizela Vanya Isnu Kurnia Nugrahaeni Isnu Kurnia Nugrahaeni Kusmawati, Iffah Indri Larasari, Disa Larasati, Disa Lia Arian Apriani Luluk Fajria Maulida Mahanani, Shandy Wigya Maulina, Rufidah Megasari, Anis Laela Melyana Nurul Widyawati Melyana Nurul Widyawati Mufidah, Amatullah Niken Bayu Argaheni Niken Bayu Argaheni Ningrum, Dita Cahaya Novika, Revi Gama Hatta Nugrahaeni, Isnu Kurnia Nugraheni, Angesti Nurgraheni, Angesti Nurul Jannatul Wahidah Pinawati, Umi Pratiwi, Rizki Dian Pratiwi, Tan Mike Putra, Wahyu Pratama Rahmah, Ulinuha Aufa Rahmawati, Elsa Revi Gama Hatta Novika Revi Gama Hatta Novika Riza Amalia Sari, Atriany Nilam Septiana, Yesika Cahya Septiana, Yesika Fitriani Setiawan, Ahmad Eri Siti Maryani Siti Nurhidayati Siti Nurhidayati Solikhah, Diannisa Afi Sri Rahayu Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulistiyani Prabu Aji Syarifah Syarifah Syarifah Syarifah, Syarifah Tri Nugraha Susilawati Umi Nur Alifah Wahidah, Nurul Jannatul Wahyuningtias, Anggita Galuh Ajeng Wijaya, Ghaitsa Aulia Sakinah Windarena, Diyas Yunanda, Eka