Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Mewujudkan Pembangunan Yang Berkeadilan Di Provinsi Kepulauan Riau: Strategi Mengatasi Ketimpangan Antarwilayah Akbar
Jurnal Archipelago Vol 4 No 01 (2025): Jurnal Archipelago
Publisher : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69853/ja.v4i01.157

Abstract

The Riau Islands Province has great potential due to its strategic location. However, up to this point, the Riau Islands Province still faces issues of Disparity in Development Among Regions. In the Regional Development Plan Document, uneven infrastructure, suboptimal human resource competitiveness, and weak coordination among stakeholders are considered to be the causes of the issues that occur. Using the USG method or Urgency, Seriousness, and Growth, uneven infrastructure received a score of 56 and was determined to be the main problem. Furthermore, strengthening infrastructure and regional connectivity, economic diversification, and empowerment of micro, small, and medium enterprises (MSMEs), as well as improving social services and human resources were selected as policy alternatives that can be taken by policymakers. Then, using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method, Strengthening Infrastructure and Regional Connectivity received a score of 0.93 and was chosen as a policy recommendation that should be implemented immediately by decision-makers.
The Role of Agricultural Extension Workers in Empowering Farmer Groups Rifaldi, Muh Yusril; Akbar; Sahlan; Jumiati; Saleh, Muh Ikmal
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v11i2.21836

Abstract

The role of agricultural extension workers is crucial in the process of empowering farmer groups. In reality, the level of farmer participation and group independence remains low. This condition is caused by the lack of farmers’ trust in extension workers due to their limited direct involvement in agricultural field activities. This study aims to examine the role of agricultural extension agents in empowering farmer groups in Kajang District, Bulukumba Regency. Respondents were selected using a random sampling technique, with a total sample of 24 farmer group members. The data were analyzed using a quantitative descriptive method to identify and measure the level of extension agents’ roles based on predetermined indicators. The results reveal four main indicators of the extension agents’ roles: as educators, analyzers, consultants, and organizers. The role as educator obtained an average score of 2.16, the role as analyzer 2.28, the role as consultant 2.34, and the role as organizer 2.23. All these scores fall into the “moderately significant role” category. These findings indicate that the role of agricultural extension agents in empowering farmer groups in Tambangan Village still needs to be improved across all aspects. Extension agents are expected to be more active, innovative, and evenly involved in facilitating farmer group activities, including knowledge transfer, problem analysis, solution provision, and group organization. Optimizing these roles is expected to enhance the effectiveness of empowerment programs so that their benefits can be fully experienced by all group members. Therefore, strengthening the capacity of extension agents is a key factor in promoting the independence and sustainability of farmer groups in the study area.
DIMENSI TERSEMBUNYI MEREK HALAL MEMERIKSA PERAN PENGHEMATAN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN Akbar; Sirajuddin; Murtiadi Awaluddin
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 1 (2025): Oktober
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i1.60204

Abstract

Abstrak Pertumbuhan industri halal global mendorong semakin banyaknya produk berlabel halal yang beredar di pasar. Namun, dalam proses pengambilan keputusan pembelian, konsumen tidak hanya mempertimbangkan aspek syariat yang tampak secara eksplisit melalui label halal. Penelitian ini membahas secara mendalam dimensi tersembunyi dari merek halal, khususnya peran penghematan yang sering kali tidak disadari namun memengaruhi perilaku konsumen. Dimensi tersembunyi tersebut meliputi efisiensi psikologis, persepsi kesehatan dan kualitas, penghematan waktu, serta penghindaran risiko sosial. Konsumen memandang produk halal sebagai pilihan yang lebih hemat dalam jangka panjang karena diyakini dapat mengurangi risiko kesehatan, memberikan rasa aman, dan mempercepat proses pengambilan keputusan tanpa perlu verifikasi berulang terhadap produk lain. Selain itu, faktor keberkahan dan kepatuhan terhadap prinsip agama juga menjadi pertimbangan psikologis yang dianggap membawa nilai ekonomi tersendiri bagi konsumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pemasaran merek halal sebaiknya tidak hanya menonjolkan aspek kehalalan semata, tetapi juga mengomunikasikan nilai tambah berupa efisiensi dan penghematan, baik dalam aspek waktu, biaya, maupun kualitas hidup. Dengan memahami dimensi tersembunyi ini, pelaku usaha dapat mengembangkan pendekatan pemasaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan konsumen Muslim modern. Kata Kunci: Merek Halal, Penghematan, Keputusan Pembelian, Dimensi Tersembunyi, Konsumen Muslim   Abstract The growth of the global halal industry has led to an increasing number of halal-labeled products on the market. However, in the process of making purchasing decisions, consumers do not only consider aspects of sharia that appear explicitly through halal labels. This study takes an in-depth look at the hidden dimensions of halal brands, particularly the role of savings that often go unnoticed but influence consumer behavior. These hidden dimensions include psychological efficiency, perceived health and quality, time savings, and social risk aversion. Consumers perceive halal products as a more economical choice in the long run because they are believed to reduce health risks, provide a sense of security, and speed up the decision-making process without the need for repeated verification of other products. In addition, the factor of blessing and compliance with religious principles is also a psychological consideration that is considered to bring its own economic value to consumers. This study concludes that the marketing strategy of halal brands should not only emphasize the halal aspect, but also communicate the added value of efficiency and savings, both in terms of time, cost, and quality of life. By understanding this hidden dimension, businesses can develop more effective marketing approaches that suit the needs of modern Muslim consumers. Keywords: Halal Brand, Savings, Purchase Decision, Hidden Dimension, Muslim Consumer
The Influence of Brand Halal Awareness and The Halal Logo On Online Food Purchasing Decisions Maricar, Rezvanny; Mallu, Angga Prayudha Ashari H; Akbar
IJHCM (International Journal of Human Capital Management) Vol. 8 No. 1 (2024): International Journal of Human Capital Management
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/IJHCM.08.01.5

Abstract

The purpose of this study is to explore the effects between halal brand awarness and halal logo on online purchasing decisions. Cross-sectional data samples were collected through surveys from consumers living in Indonesia, and this study adopted path analysis to test the hypothesised relationships between halal brand awareness, towards purchase decisions and halal logo towards purchase decisions. This study suggests that food businesses should brand-build and promote their brand awareness of the halal logo through sales promotion, advertising, and other marketing activities. When brand halal awareness on halal food is high, purchasing decisions through the halal logo and religious beliefs will also increase. Consumers will evaluate the quality of a product from the halal food purchase experience.
KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU KINERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 17 LUWU Hasriani; Firmansyah; Akbar
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 1 No. 3 (2025): Vol. 1 No. 3 : Edisi September 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v1i3.1509

Abstract

Skripsi ini membahas mengenai Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Kinerja Guru di Sekolah Menengah Atas Negeri 17 Luwu. Tujuan penelitian ini yaitu: untuk mengetahui keterampilan manajerial Kepala Sekolah di SMAN 17 Luwu; untuk mengetahui mutu guru di SMAN 17 Luwu; dan untuk mengetahui hambatan dan tantangan yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu guru di SMAN 17 Luwu. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknis analisis data yang diambil adalah reduksi data, display data, dan verifikasi. Subjek penelitian ini yaitu Guru yang ada di Sekolah Menengah Atas Negeri 17 Luwu. Hasil penelitian ini menunjukkan 3 temuan utama. Pertama, Keterampilan manajerial kepala sekolah di SMA Negeri 17 Luwu terlihat dari perencanaan program peningkatan kompetensi guru, supervisi akademik rutin, serta dukungan berupa anggaran, workshop, bimtek, dan diklat. Kepala sekolah juga bekerja sama dengan pengawas dan memberi motivasi, sehingga guru lebih profesional, kreatif, dan berkualitas dalam pembelajaran. Kedua, Mutu guru di SMA Negeri 17 Luwu tercermin dari kualifikasi akademik yang sesuai bidang, kedisiplinan, serta upaya berkelanjutan meningkatkan kompetensi melalui belajar mandiri, pelatihan, dan seminar. Guru juga merancang pembelajaran sesuai karakteristik siswa dengan metode variatif dan inovatif untuk menciptakan suasana belajar interaktif. Ketiga, Hambatan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu guru di SMA Negeri 17 Luwu mencakup keterbatasan anggaran dan rendahnya motivasi sebagian guru akibat faktor keluarga, sosial, dan sikap apatis. Kendala ini diatasi melalui pertemuan untuk mencari solusi serta dukungan dari dinas pendidikan, komite sekolah, orang tua, dan kebijakan pemerintah agar guru tetap terdorong meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran.
ANALISIS SWOT KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI MA DARUL ISTIQAMAH LEPPANGANG Masriani; Nursaeni; Akbar
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i1.1775

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kepemimpinan kepala madrasah dalam pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di MA Darul Istiqamah Leppangang. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui kepemimpinan kepala madrasah dalam pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di madrasah tersebut dan untuk mengetahui pengelolaan sarana dan prasarana pendidikannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskripsi kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah, tata usaha dan guru. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Untuk faktor internal dan ekternal mengunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepala madrasah menerapkan gaya kepemimpinan yang bersifat partisipatif, komunikatif, dan solutif. Kepala madrasah melibatkan seluruh unsur madrasah dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, dengan menekankan nilai musyawarah (syura), transparansi, serta tanggung jawab bersama. Selain itu, nilai-nilai kepemimpinan islami seperti amanah, tanggung jawab, dan keikhlasan turut menjadi dasar dalam pengelolaan lembaga pendidikan tersebut. (2) Pengelolaan sarana dan prasarana di MA Darul Istiqamah Leppangang dilaksanakan secara terencana dan sistematis, mencakup tahap perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, hingga penghapusan. Meskipun madrasah menghadapi hambatan berupa keterbatasan dana dan minimnya tenaga teknis, kendala tersebut dapat diatasi melalui kerja sama yang baik antara pihak madrasah, yayasan, masyarakat, serta pemerintah. (3) Berdasarkan analisis SWOT, kekuatan utama madrasah terletak pada sistem kerja yang kolaboratif dan partisipatif, sedangkan kelemahannya berada pada aspek pendanaan. Dukungan dari yayasan dan program pemerintah menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, sementara tantangan yang dihadapi berupa perubahan kebijakan serta meningkatnya persaingan antar lembaga pendidikan.
ANALISIS MANAJEMEN PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 09 LUWU Hafsari; ST. Marwiyah; Akbar
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1: Edisi Januari 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar siswa di SMA Negeri 9 Luwu serta untuk menganalisis manajemen perpustakaan sebagai pusat sumber belajar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Fokus penelitian meliputi kepala perpustakaan, guru, dan siswa di SMA Negeri 9 Luwu. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tiga tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Motivasi belajar siswa di SMA Negeri 9 Luwu terbentuk melalui sinergi antara faktor internal dan eksternal. Faktor internal tercermin dari kesadaran, kemauan, dan dorongan diri siswa dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan secara mandiri. Sementara faktor eksternal berupa layanan, fasilitas, serta pengelolaan perpustakaan yang baik berperan penting dalam meningkatkan minat dan kesiapan belajar siswa. (2) Manajemen perpustakaan yang dijalankan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengarahan, dan pengawasan telah menjadikan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar yang efektif. Manajemen yang baik menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan akademik siswa. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia koleksi bacaan, tetapi juga berperan strategis dalam menumbuhkan budaya literasi dan meningkatkan motivasi belajar siswa secara berkelanjutan.
Pendekatan Teknik Sosial dalam Edukasi DAGUSIBU untuk Peningkatan Kesehatan Masyarakat Desa Donggala Akbar, Muhammad Hajar; Rianti; Ramadani; Cahya Wulandari, Devita Sari; Akbar; Ilcham
Anoa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik Vol 4 No 01 (2025): Edisi Juni Tahun 2025 ANOA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UMKENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/anoa.v4i01.1237

Abstract

The DAGUSIBU (Obtain, Use, Store, Dispose) medication counseling and education program in Donggala Village, Wolo District, Kolaka Regency, aims to enhance community knowledge and awareness of proper medication use. This initiative is motivated by the low level of public understanding regarding medication management, which often negatively impacts individual and environmental health. The program employs a participatory approach, involving lectures, discussions, simulations, and Q&A sessions, supported by a mixed-method research design combining qualitative and quantitative approaches. The results showed a significant increase in participants' understanding after the counseling, particularly in obtaining medications from official sources and using medications according to medical guidance. Direct practice simulations proved effective in facilitating behavioral change. Despite challenges such as varying levels of health literacy, the program successfully encouraged positive changes in daily medication use and highlighted the importance of continuous education. The DAGUSIBU education model can be applied in other areas to foster healthier and more responsible medication management practices within communities.
Pengaruh Kualitas Layanan Pegawai Terhadap Kepuasan Nabasah Pada Koperasi Binawarga Salobulo Kabupaten Wajo Andi Yuniarti; Jumardi Awal; Akbar
Precise Journal of Economic Vol 4 No 2 (2025): Edisi Oktober 2025
Publisher : Yayasan Pengembangan Sumber Daya Insani Lamaddukelleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of employee service quality on customer satisfaction at the Binawarga Salobulo Cooperative, Wajo Regency. The background of this study is based on the importance of service quality as a major factor in creating and maintaining customer satisfaction and loyalty amidst increasingly fierce competition among financial institutions. This study uses a quantitative approach with a causal associative design. The population in this study amounted to 220 active customers with a sample of 69 respondents selected using a purposive sampling technique. The results show that employee service quality has a positive effect on customer satisfaction, with a regression coefficient value of 1.428, meaning that every increase in service quality will increase customer satisfaction by 1.428 units. The correlation coefficient value of 0.639 indicates a strong and positive relationship between the two variables, while the determination coefficient value of 0.411 explains that 41.1% of the variation in customer satisfaction can be explained by employee service quality. These findings confirm that the better the quality of service provided, including timeliness, courtesy, comfort, and completeness of service, the higher the level of customer satisfaction at the Binawarga Salobulo Cooperative, Wajo Regency
Perancangan Sistem Informasi Manajemen RT/RW Pada Dusun II Sukamaju Berbasis Web Yusuf Siregar, Raja; Aldito Fayyadh Yustihar; Akbar; Olivia Maylina
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 2 No. 3 (2024): Februari 2024
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v2i3.93

Abstract

Perancangan Sistem Informasi Manajemen RT/RW Berbasis Web merupakan sebuah solusi inovatif untuk mengatasi masalah kompleksitas dan kurangnya efisiensi dalam pengelolaan informasi di tingkat unit pemukiman RT/RW. Masalah yang diteliti meliputi keterbatasan aksesibilitas, penyimpanan data yang tidak efisien, dan kurangnya koordinasi antara warga dan pengurus RT/RW. Dalam penelitian ini, kami merancang dan mengimplementasikan sebuah sistem informasi manajemen berbasis web yang memungkinkan para pengurus RT/RW untuk mengelola informasi dan berkomunikasi dengan warga secara efektif. Sistem ini menyediakan berbagai fitur seperti database anggota warga, pengarsipan data, jadwal kegiatan, pemberitahuan, dan forum diskusi. Dalam perancangan sistem ini, kami menggunakan pendekatan pengembangan perangkat lunak berbasis web yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan aplikasi, dan uji coba. Kami juga menerapkan teknologi terkini dalam pengembangan web seperti HTML, CSS, dan basis data MySQL untuk memastikan keamanan dan skalabilitas sistem. Dengan implementasi sistem ini, diharapkan akan terjadi peningkatan efisiensi dalam pengelolaan informasi dan koordinasi antara pengurus RT/RW dan warga. Warga dapat mengakses informasi terkini, berpartisipasi dalam forum diskusi, dan memberikan masukan kepada pengurus. Pengurus RT/RW dapat mengelola data dengan lebih baik, mempercepat proses administrasi, dan mengoptimalkan pemberian pelayanan kepada warga. Penelitian ini memberikan solusi konkret untuk meningkatkan kualitas pengelolaan RT/RW dengan memanfaatkan teknologi informasi. Diharapkan sistem ini dapat diadopsi oleh banyak unit pemukiman RT/RW untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu meningkatkan transparansi, partisipasi, dan efisiensi dalam pengelolaan komunitas setempat.