Claim Missing Document
Check
Articles

Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Pemegang Membership atas Wanprestasi Promotor Penyelenggara Konser Dewa Ayu Nyoman Trisnamurti; I Nyoman Putu Budiartha; I Made Aditya Mantara Putra
Jurnal Preferensi Hukum Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Preferensi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/jph.4.2.7143.153-158

Abstract

Kegiatan rekreasi terus menunjukkan peningkatan. Dapat dilihat dari banyaknya kegiatan rekreasi di masing-masing negara. Salah satunya hiburan musik pop Korea (K-Pop). Mecimapro ialah sebuah penyelenggara konser K-Pop di Indonesia yang sudah banyak mengadakan konser musik Korea di Indonesia. Dengan fenomena tersebut, konsumen yang tergabung dalam membership belum mendapatkan kepastian hukum terutama dalam pembelian tiket konser dan penukaran tiket. Dari sini dapat disimpulkan bahwa ketentuan undang-undang tentang perlindungan hak-hak konsumen mengenai tidak dipenuhinya tuntutan ganti rugi yang dijanjikan masih belum jelas. Dengan demikian, permasalahan yang diangkat pada penelitian disini yakni bagaimanakah perlindungan hukum bagi konsumen pemegang membership atas wanprestasi promotor penyelenggara konser, bagaimanakah akibat hukum apabila terjadi wanprestasi promotor dan penyelenggara dalam kegiatan konser. Metode penelitian yang digunakan ialah jenis penelitian hukum normatif dengan metode perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan hal tersebut promotor selaku pelaku usaha wajib memberikan kompensasi kepada anggota pemegang membership atas ganti rugi barang dan/atau jasa yang didapatkannya. Promotor penyelenggara konser yang melakukan wanprestasi akan mendapatkan sanksi yang diatur dalam UU Perlindungan Konsumen karena lalai menjalankan tugas. Tujuan dari penelitian ini adalah guna mencari tahu perlindungan hukum bagi konsumen pemegang membership atas wanprestasi promotor penyelenggara konser dan Untuk mengetahui akibat hukum apabila terjadi wanprestasi promotor dan penyelenggara dalam kegiatan konser.
Tinjauan Yuridis Agreement And Responsibility (Perjanjian Dan Tanggung Jawab) Industri Ekspor Kargo Dalam Pengangkutan Melalui Laut Krisna Dwipayana Dira Putra; I Nyoman Sukandia; I Made Aditya Mantara Putra
Jurnal Preferensi Hukum Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Preferensi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/jph.4.2.7144.171-176

Abstract

Pengangkutan melalui laut merupakan suatu kegiatan perpindahan barang atau penumpang dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan angkutan laut dan melalui jalur perairan. Dalam kegiatan pengangkutan ini tentu adanya perjanjian dan tanggung jawab yang harus diketahui oleh para pengguna jasanya. Adapun rumusan masalah yaitu: 1) Bagaimana pengaturan hukum mengenai pengangkutan barang melalui laut menurut Hukum Pengangkutan? 2) Bagaimana kedudukan perusahaan cargo dalam memberikan pertanggungjawaban atas kerusakan atau kehilangan barang dalam kegiatan pengangkutan melalui laut? Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan jenis pendekatan perundang-undangan yang berhubungan dengan isu yang dibahas. Hasil penelitian ini menunjukan hukum pengangkutan barang melalui laut pada dasarnya berlandaskan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer), karena semakin berkembangnya pengangkutan maka harus diperlukan upaya hukum untuk melindungi suatu kepentingan dari pihak yang terlibat. Dan dalam tanggung jawab, perusahaan pengangkutan harus bertanggung jawab penuh dari barang atau penumpang yang diangkutnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Development of E-Learning Method as a Digital-Based Legal Information Medium in the Development of National Law I Made Aditya Mantara Putra; Gede Agung Wirawan Nusantara; Hartini Sarifan
Journal Equity of Law and Governance Vol. 3 No. 1
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/elg.3.1.6607.35-39

Abstract

The paradigm shift in Legal Education in Indonesia is currently being felt by academics, practitioners, students and the public, namely the technology-based learning pattern. As previously known, the pattern of learning in Indonesia is still done conventionally and conventionally on reading literacy. However, under current conditions, academics, practitioners and the public in Indonesia are expected to be able to adapt to current technological developments. The aims research to know how is the application of technology and information in providing information and legal education to the younger generation and society and to know how will the e-learning development model as a digital-based forum and source of legal information contribute to increasing public knowledge and legal awareness in the future development of national law. The research method used in this study is the normative legal method. obtained are by developing digital-based e-learning which is expected to be able to help the younger generation and the Indonesian people to understand and be aware of existing laws. In addition, the development of e-learning methods can be used as a forum for the presentation of digital-based legal information and provide a space for the community to search, research, analyze and share information effectively and efficiently. The public will quickly receive ideas and information about the law and the educational process that needs to be developed, and quality human resources in print who understand the existing laws and are able to use the technology necessary to compete in the current and future era of globalization.
Settlement of Online Loan Agreement Disputes in the Event of the Debtor Dies I Wayan Gede Purnayasa Wijaya; I Nyoman Putu Budiartha; I Made Aditya Mantara Putra
Journal Equity of Law and Governance Vol. 3 No. 1
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/elg.3.1.6611.46-51

Abstract

The current development of information and communication technology has an impact on people's economic activities, one of which is the activity of borrowing money. Borrowing and borrowing money that was originally carried out conventionally, now many have switched to online lending and borrowing activities. However, in its activities, there are problems experienced by creditors (lenders) related to settlement of obligations if the debtor (lender) dies before the repayment period. This happens because in the observed online lending and borrowing money agreements, many do not include the form of settlement of obligations if the debtor (loan recipient) dies. The issues raised in this study are how legal protection is for creditors in online money lending agreements in the event that the debtor dies and what forms of dispute resolution efforts are made in online money lending and borrowing agreements in the event that the debtor dies. This research method uses a normative legal research type with a statutory approach and a conceptual approach. The results of this study indicate that the form of legal protection for creditors in online money-lending agreements in the event that the debtor dies is through preventive protection (applying the 5C principle and every transaction using an escrow account and virtual account), while repressive protection (organizers help through billing units, assist in mediation, make complaints). And efforts to resolve disputes can be done through non-litigation (outside court) and litigation (in court).
PRUDENTIAL BANKING PRINCIPLES CONCEPTION IN BANK PICK UP SERVICE CASH SERVICE AGREEMENT IN AN EFFORT TO PROTECT CUSTOMERS BASED ON LEGAL CERTAINTY I Made Aditya Mantara Putra; I Nyoman Putu Budiartha; Johannes Ibrahim Kosasih
Journal Equity of Law and Governance Vol. 4 No. 1
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/elg.4.1.9449.63-75

Abstract

In the modern world, the role of banking in the economic progress of a country is very large. Almost all sectors related to various financial activities must always require bank services. One of the services offered by the bank is the cash pick up service. In practice, this cash pick up service not only provides convenience to customers, but can be used by certain individuals to commit crimes. This study aims to find solutions and solutions to the vagueness of norms in Article 20A of Law Number 4 of 2023 concerning the Development and Strengthening of the Financial Sector Jo. Law Number 10 of 1998 concerning Banking as well as seeking legal certainty and providing comprehensive protection for the parties involved. The formulation of the problems raised are: 1. What is the philosophical basis for regulating customer transactions in cash pick up service by banks in positive law in Indonesia?; 2. What is the concept of customer protection in transactions through cash pick up service based on the bank's prudential principle as a manifestation of legal certainty?; 3. What is the pickup service cash agreement model that accommodates the bank's prudential principles in an effort to reduce risk and provide protection for parties based on legal certainty in the future? The research method used is normative legal research with the type of statutory approach, conceptual approach, case approach and philosophical approach. The results showed that the philosophical basis for regulating customer transactions in cash pick up service by banks is based on trust, bank prudential principles, and legal certainty. The concept of protection for customers in transactions through cash pick up service reflects the concepts of bank prudence, fairness, transparency, privacy, complaint resolution, trust and legal certainty. A cash pick up service agreement model that accommodates the bank's prudential principles in an effort to reduce risk through the formulation of clauses containing the principles of prudence, risk management, force majeure, legal certainty, cash service specifications, operational provisions, responsibilities, dispute resolution, cash ownership, confidentiality, duration, and closing.
Tinjauan Yuridis Terhadap Akibat Hukum Perjanjian Kerja Secara Lisan Antara Pekerja dan Perusahaan Jessika Morisca Katu; Ni Komang Arini Styawati; I Made Aditya Mantara Putra
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.5.1.8598.66-71

Abstract

Perjanjian kerja yang didasarkan pada komunikasi lisan kerap kali memunculkan masalah hukum ketika pekerjatidak menyadari status pekerjaannya dengan pengusaha atau perusahaan tempat ia bekerja. Maka dari itu, pekerjadalam hubungan kerja seperti ini mungkin tidak sepenuhnya mengetahui hak-hak mereka sebagai pekerja.Masalah dengan penelitian ini adalah bagaimana dilakukan ketentuan syarat sah perjanjian kerja yang dibuatsecara lisan antara perusahaan dengan pekerja dan bagaimana akibat hukum dari hubungan kerja yang berdasarkanpada perjanjian kerja secara lisan. Menggunakan metode secara normatif dan juga melakukan pendekatan secaraberkonsep dan juga melalui peraturan perundang – undangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa persyaratanuntuk membuat perjanjian kerja secara lisan antara pekerja dan perusahaan memegang kekuatan hukum yangpenting karena diakui keabsahannya oleh hukum, selama adanya pemenuhan syarat yang ada dalam Pasal 52Undang-Undang Ketenagakerjaan dan juga adanya Pasal 1320 KUH Perdata berjalan secara satu tujuan dansahnya ketentuan sudah dilaksankan. Adanya kewajiban harus membuat surat pengangkatan untuk secara harfiah,perjanjian kerja yang memenuhi persyaratan Pasal 63 ayat (1) Undang-Undang Ketenagakerjaan. Meskipunperjanjian kerja lisan memiliki kekuatan hukum yang sama dengan perjanjian tertulis, perusahaan harus tetapmengeluarkan surat pengangkatan untuk membuktikan hubungan kerja antara karyawan dan perusahaan.
Program Kemitraan Masyarakat Kelompok Pekerja di Rumah Sakit Umum Bali Royal Wijaya, Made Indra; Pradnyawati, Luh Gede; Putra, I Made Aditya Mantara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 4 No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 04 Nomer 01 Tahun 2023
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jpmim.v4i01.2331

Abstract

Sepanjang tahun 2022, kasus covid-19 masih dilaporkan terjadi di Bali, tetapi jumlah kasus dan tingkat keparahannya sudah tidak meng-khawatirkan lagi seperti tahun-tahun sebelum-nya. Bali sudah terbuka untuk wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan inter-nasional. Pariwisata mulai bangkit dan pereko-nomian pun berangsur-angsur pulih. Berbagai kegiatan, yang dikenal dengan sebutan MICE (meeting, incentive, conference, and exhibitti-on), marak diseleng-garakan di Bali. MICE akan terus berlangsung hingga puncaknya pada pertemuan G20. Ubud, sebagai salah satu des-tinasi wisata di Bali, mulai bangkit. Tujuan program kemitraan masyarakat ini adalah mem-persiapkan Rumah Sakit Umum Bali Royal untuk membuka klinik wisata (travel clinic), yaitu dengan memberdayakan kelompok peker-ja sesuai dengan latar belakang mereka. Mitra pengabdiam masyarakat adalah kelompok pekerja, yang meliputi kelompok klinis dan non klinis. Kelompok klinis meliputi dokter umum, perawat, dan apoteker; sedangkan kelompok non klinis terdiri dari staf administrasi dan pemasaran. Mula-mula dilakukan telusur lapangan, telusur dokumen, dan wawancara ke-lompok pekerja untuk mendapatkan gambaran umum tentang pelayanan terhadap wisatawan yang sedang berjalan, sehingga masukan atau saran yang diberikan sesuai dengan keadaan di lapangan. Dari analisis situasi tersebut didapat-kan bahwa praktik kedokteran pariwisata belum mengacu pada standar internasional. Selain itu, kelompok pekerja juga belum paham tentang kode etik rumah sakit sebagaimana yang ditetapkan oleh Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (KODERSI). Berdasarkan hasil analisis tersebut, selanjutnya dilakukan bimbingan teknis kesehatan pariwisata dengan mengacu pada kerangka keilmuan yang dipub-likasikan oleh The National Travel Health Network and Centre (NaTHNaC) bagi kelompok pekerja klinis dan KODERSI bagi kelompok pekerja non klinis.
Ketahanan Pangan Keluarga Balita Stunting Melalui Peternakan Ayam Buras dan Ikan Lele Wijaya, Made Indra; Pradnyawati, Luh Gede; Putra, I Made Aditya Mantara
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): JIPPM - Juni 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.446

Abstract

Artikel ini mendokumentasikan dan menganalisis keberhasilan pemberdayaan keluarga melalui peternakan ayam buras dan lele di Desa Bayung Gede, Kintamani, Bali, dengan fokus pada keluarga yang memiliki balita yang menderita stunting. Melalui pendekatan partisipatif, keluarga dipilih dan dilatih untuk menjalankan kegiatan peternakan di pekarangan rumah menggunakan teknik peternakan ayam buras dan lele dengan gentong. Hasilnya menunjukkan peningkatan produksi telur serta pertumbuhan ikan lele yang signifikan, memberikan sumber protein hewani yang berkualitas dan terjangkau bagi keluarga. Selain itu, terlihat perubahan positif dalam kondisi kesehatan dan gizi balita yang menderita stunting. Partisipasi aktif keluarga, dukungan pemerintah daerah, dan kolaborasi antarpihak menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program ini. Artikel ini memberikan kontribusi bagi pemahaman lebih lanjut tentang potensi pemberdayaan keluarga dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga di wilayah pedesaan.
Edukasi dan Pelatihan Konsultasi Praperjalanan pada Staf Medis RSUD Bali Mandara Wijaya, Made Indra; Pradnyawati, Luh Gede; Putra, I Made Aditya Mantara
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): JIPPM - Juni 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.447

Abstract

Pelatihan konsultasi praperjalanan yang dilaksanakan pada 3 Februari 2024 di RSUD Bali Mandara bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan staf medis dalam memberikan konsultasi kesehatan pra-perjalanan. Pelatihan ini diikuti oleh 10 peserta, yang terdiri dari 3 dokter dan 7 perawat. Kurikulum yang digunakan dalam pelatihan ini didasarkan pada standar body of knowledge dari the International Society of Travel Medicine, yang meliputi topik-topik penting seperti penyakit infeksi global, protokol vaksinasi, dan strategi pencegahan kesehatan selama perjalanan. Metode pengajaran melibatkan workshop interaktif, seminar, dan simulasi praktik. Hasil evaluasi melalui pretest dan post-test menunjukkan peningkatan bermakna dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. Artikel ini membahas keberhasilan pelatihan tersebut, termasuk metode dan hasil yang dicapai, serta rencana untuk evaluasi penerapan pengetahuan dalam praktik klinis di masa mendatang. Evaluasi tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan lebih lanjut untuk meningkatkan dan menyempurnakan program pelatihan ini, yang akan terus berkontribusi pada peningkatan layanan kesehatan pra-perjalanan di RSUD Bali Mandara.
Urgensi Perlindungan Hukum terhadap Konsumen atas Jual Beli Virtual Assets dengan Menggunakan Transaksi Real Money Trading IB. Gede Agustya Mahaputra; I Made Aditya Mantara Putra; A. A. Ngr Mayun Narindra
Jurnal Interpretasi Hukum Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Interpretasi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/juinhum.4.3.7774.608-618

Abstract

Di jaman era globalisasi saat ini telah dirasakan bersama bahwa teknologi terus mengalami perkembangan yang sangat pesat. Salah satu perkembangan teknologi tersebut dapat dilihat dari kehadiran game online yang telah menimbulkan fenomena baru yakni salah satunya adalah transaksi jual beli virtual assets. Benda virtual saat ini mungkin masih asing terdengar dalam kehidupan di masyarakat, akan tetapi benda tersebut sebetulnya telah hadir dalam kehidupan sehari-hari kita, contohnya melalui permainan yang ada pada smarthphone ataupun komputer. Benda-benda virtual yang ada dalam permainan tersebut telah lama diperjual-belikan oleh masyarakat khususnya generasi muda. Transaksi jual beli virtual merupakan perdagangan benda-benda virtual yang ada dalam suatu permainan (game online) yang dapat ditransaksikan dengan uang virtual maupun mata uang yang sebenarnya. Kemudahan dalam transaksi jual beli virtual dalam game yang diberikan oleh pengembang aplikasi tersebut tentu kelak akan menimbulkan suatu permasalahan hukum berkaitan dengan banyaknya anak-anak yang masih tergolong dibawah umur dan belum cakap secara hukum dapat melakukan transaksi jual beli benda virtual. Adapun permasalahan yang diteliti yakni kedudukan dan keabsahan transaksi jual beli assets virtual dengan real money trading dan upaya hukum yang dapat dilakukan pelaku usaha apabila terjadi permasalahan berkaitan dengan transaksi real money trading oleh konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian hukum normatif dengan jenis pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa virtual assets atau benda virtual dapat digolongkan menjadi benda yang tidak berwujud, sehingga menurut ketentuan KUHPerdata benda tidak berwujud dapat diperjual-belikan serta berkaitan dengan permasalahan hukum yang terjadi dalam real money trading dapat diselesaikan berdasarkan atas perjanjian jual beli barang virtual melalui online yang telah disepakati oleh konsumen
Co-Authors A. A. Ngr Mayun Narindra AA Ngr Mayun Narindra Airo Kamta Perangin-angin ARTANAYA, Wayan Artini, Ni Putu Citra Juli Cokorda Istri Sarawasundhari Denisya, Ni Putu Dessy Lina Oktaviani Suendra Deswan Harapenta Ginting Dewa Ayu Nyoman Trisnamurti Dewi, Ida Ayu Cintiya Kencana Gede Agung Wirawan Nusantara Hartini Sarifan I A Cynthia Saisaria Mandasari I Gede Wira Darma I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar I Gusti Bagus Suryawan I Gusti Bagus Suryawan I Gusti Nyoman Agung I Ketut Puja Wirya Sanjaya I Made Agus Surya Adi Putra I Made Dedy Priyanto I Nyoman Alit Puspadma I Nyoman Budiartha I Nyoman Gede Sugiartha I Nyoman Mahendra Guna I Nyoman Putu Budiartha I Nyoman Putu Budiartha I Nyoman Putu Budiartha I Nyoman Sukandia I Putu Satya Guna Dharma I Putu Satya Guna Dharma I Wayan Egiarta Pramudana I Wayan Gede Purnayasa Wijaya I Wayan Kartika Jaya Utama I WAYAN SUARJANA I Wayan Werasmana Sancaya I Wayan Wesna Astara I. B. Gde Agustya Mahaputra IB Gede Agustya Mahaputra IB. Gede Agustya Mahaputra Jessika Morisca Katu Johannes Ibrahim Kosasih Johannes Ibrahim Kosasih Ketut Adi Wirawan Komang Sutriani Krisna Dwipayana Dira Putra Luh Gede Pradnyawati Luh Gede Pradnyawati Luh Made Mahendrawati Made Indra Wijaya Made Indra Wijaya Mulyawati, Kade Richa Ni Komang Arini Styawati Ni Luh Putu Ratna Wahyu Lestari Ni Nyoman Sri Rahayu Damayanti Ni Putu Erni Novayanti Putri Ningrum, Ayu Dwi Paramananda, N Pemayun, Cok Istri Wulan Pradnyawati, Luh Gede Putra, I Nyoman Esna Parhita Putri, Made Dhea Mulya Ronald Hasudungan Sianturi Senastri, Ni Made Jaya Siti Romlah Wijaya, Made Indra Willy Yohanes Siahaan Wiryani, Made