Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Kimia dan Sifat Sensori Teh Celup Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) dengan Penambahan Daun Stevia (Stevia rebaudiana) Elviana, Ratu Adis; Fitrilia, Tiana; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 5 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i5.13323

Abstract

Teh celup bunga kecombrang dengan penambahan daun stevia merupakan bentuk pemanfaatan tanaman kecombrang sebagai bahan pembuatan teh. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan konsentrasi kecombrang dan daun stevia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor, dimana faktor yang digunakan yaitu pengaruh konsentrasi bunga kecombrang : konsentrasi daun stevia dengan 3 taraf perlakuan yaitu (90:10) , (80:20) , (70:30) dan 2 kali ulangan. Analisis produk meliputi uji kadar polifenol, uji kadar air, uji kadar abu dan uji organoleptik meliputi parameter after taste, aroma, rasa, warna dan overall. Penentuan produk terpilih didasarkan pada uji kimia dan organoleptik (sensori dan hedonik). Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi bunga kecombrang 70 : 30 konsentrasi daun stevia menghasilkan kadar polifenol tertinggi sebesar 30,00 mg GAE/g. Hasil uji kadar air dan kadar abu tidak berpengaruh nyata pada setiap perlakuan, nilai kadar air teh celup bunga kecombrang berkisar 12,00%-13,00% sedangkan nilai kadar abu pada teh berkisar 7,10%-8,20%. Pada uji organoleptik (sensori dan hedonik) teh celup bunga kecombrang memberikan pengaruh nyata pada setiap perlakuan. Produk terpilih teh celup bunga kecombrang pada konsentrasi 70% bunga kecombrang dan 30% daun stevia menghasilkan aktivitas antioksidan dengan rata-rata 34,58%.
Karakteristik Fisik dan Kadar Air Cabai Merah (Capsicum annum L.) dengan Variasi Kondisi dan Kemasan Penyimpanan Khoirunnisa; Rohmayanti, Titi; Budiharti, Uning; Tjahjohutomo, Rudy
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 6 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i6.13518

Abstract

Cabai merah keriting (Capsicum annum L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang  mudah rusak sehingga tidak dapat disimpan untuk waktu yang lama. Salah satu Upaya untuk memperpanjang masa simpan yaitu dengan mengkombinasikan kondisi dengan kemasan penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi penyimpanan kondisi ruang (T: 30-35°C, RH: 40-53%), kondisi kulkas (T: 10-15°C, RH: 45-65%) dan kondisi Controlled Atmosphere Storage (CAS, T: 13°C, O2: 5%, CO2: 0,031%, RH: 85-90%) dan kemasan kardus, plastic PP dan keranjang terbuka terhadap kadar air, warna merah (a), ekkerasan dan susut bobot. Penyimpanan ini dilakukan selama 30 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkal 2 faktor yaitu kemasan dan kondisi. Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan ANOVA dan analisis lanjutan DMRT. Jasil uji menunjukkan bahwa kadar air yang stabil ditunjukkan pada keranjang terbuka dengan kondisi CAS yaitu sebesar 86,58%. Pada uji kekerasan pada penyimpanan kondisi CAS mengalami penurunan lebih sedikit dibandingkan dengan kondisi kulkas dan ruang. Pada uji warna merah (a) pada hari ke-30 yang paling cerah terdapat pada kemasan kardus kondisi kulkas yaitu 36,61 serta pada susut bobot yang memiliki hasil terbaik ada pada penyimpanan kondisi CAS.
Karakteristik Kimia dan Sensori Minuman Serbuk Instan Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L) Merr) dengan Kombinasi Sari Lemon (Citrus limon L) Setiawan, Bagus Adi; Puspasari, Erna; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15319

Abstract

Minuman serbuk instan adalah jenis produk pangan dengan bentuk butiran serbuk dan memiliki kemudahan dalam proses penyajiannya. Tujuan dari riset ini yaitu untuk membuat minuman serbuk instan dari umbi bawang dayak dengan penambahan sari lemon sebagai bentuk diversifikasi pangan dan mencari produk minuman serbuk instan terpilih. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu perlakuan perbandingan bawang dayak : sari lemon (70%:30%), (60%:40%), (50%:50%) dan (60%:40%). Analisis produk meliputi analisis kimia kadar air, kadar abu, pH dan aktivitas antioksidan serta dilakukan uji mutu sensori dan hedonik. Analisis data yang digunakan yaitu Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut duncan pada selang kepercayaan 95% (taraf α = 0,05). Penambahan sari buah lemon mempengaruhi kadar air, pH, mutu sensori dan hedonik. Hasil penelitian menyatakan jika formulasi minuman serbuk instan umbi bawang dayak dengan kombinasi sari lemon terpilih pada perbandingan (50%:50%) memiliki mutu warna mengarah ke merah kekuningan, rasa mengarah ke manis asam, aroma mengarah ke tidak langu dan aftertaste mengarah ke tidak pahit serta memiliki kadar air yaitu 3,44%, kadar abu yaitu 0,96%, pH yaitu 2,84 dan antioksidan yaitu 65,25 µg/mL.
Pengendalian Mutu Bahan dan Proses Produksi Minuman Jeli Ready To Drink (RTD) Permatahati, Ghina Sri; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15341

Abstract

Pengendalian mutu pangan merupakan upaya penting yang dilakukan dengan mengontrol kualitas produk untuk menjamin produk yang dihasilkan mempunyai mutu yang baik agar dapat bersaing di dunia industri. Tujuan kajian ini untuk mempelajari bahan dan proses produksi minuman jeli dalam upaya untuk pengembanganidisiplin dan pemahamaniilmu Teknologi Pangan. Metode pelaksanaan kajian ini yaitu observasi langsung, pencatatan, analisis data secara kualitatif deskriptif, diskusi, dan telaah pustaka. Hasil menunjukkan bahwa dari bahan baku air, gula (sukrosa), fruktosa, dan karagenan serta bahan tambahan ekstrak buah, pengawet natrium benzoat, pemanis aspartam dan natrium siklamat, pewarna allura red, carmoisine, violet, dan ponceou, pengasam asam sitrat, penstabil kalium sitrat dan cloudifier, dan perisa buah-buahan. Proses produksi dari penimbangan bahan baku, formulasi, pre-mixing dan mixing, holding, pasteurisasi, filling dan sealing, cooling, packing, metal detector dan palletizing. Bahan dan proses produksi melalui tahapan pengawasan dan pengendalian mutu yang baik sesuai standar. Minuman jeli Ready To Drink yang dihasilkan bermutu baik.
Literatur Review: Penyalahgunaan Boraks pada Berbagai Jenis Produk Pangan Ariestyani, Imelda; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15342

Abstract

Boraks dilarang penggunaannya, tetapi masih marak digunakan sebagai bahan tambahan suatu produk pangan. Penambahan boraks pada produk pangan dapat memperbaiki mutu fisik dan lebih tahan lama sehingga lebih menguntungkan bagi produsen dengan harga boraks yang murah dan masih mudah ditemukan di pasaran. Tujuan penelitian ini untuk menidentifikasi dan menganalisa penggunaan boraks pada berbagai jenis produk pangan. Metode penelitian menggunakan kajian pustaka yang bersumber dari jurnal yang berkaitan dengan permasalahan. Dihasilkan bahwa penggunaan boraks pada produk pangan masih marak digunakan di beberapa wilayah Indonesia.
Pengendalian Mutu pada Pengemasan Air Minum dalam Kemasan Berbahan Polyethylene Terephthalate Septian, Willyandi; Aminullah; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15475

Abstract

Pengemasan merupakan salah satu hal yang terpenting dalam produksi pangan karena sangat berkaitan dengan mutu pangan yang dihasilkan karena dengan adanya pengemasan yang baik dapat mempertahankan kondisi suatu produk pangan dari adanya kemungkinan kontaminasi luar. Proses bahan pengemasan terbuat dari bahan baku PET (Polyethylene Terephthalate) dan menggunakan prinsip blow molding merupakan suatu metode pembuatan yang dimulai dari menginjeksi material menjadi bakalan kemasan (Preform), kemudian preform ini dicetak menjadi kemasan yang diinginkan dengan cara menghembuskan udara dengan tekanan dan panas tertentu ke bahan yang akan dicetak. Terdiri dari beberapa tahapan yaitu pencampuran bahan baku, peleburan, pencetakan dan pendinginan, bakalan kemasan, inkubasi, pemanasan dan blowing. Hasil jadi produksi kemasan dilakukan pengendalian mutu oleh parameter uji yaitu, visual, pengukuran neck finish, tinggi ketebalan dan Vacuum Resistance. Ketidaksesuaian menjadi hal yang paling dihindari dari proses produksi kemasan. Ketidaksesuaian yang sering terjadi seperti, kemasan pecah, udara terperangkap dikemasan atau kemasan berkabut, bottom tidak sesuai pada tempatnya kemasan penyok dan inject gate molding menonjol. Salah satu alasan terjadinya ketidaksesuaian produk adalah adanya masalah pada faktor mesin. Ketidaksesuaian ini dapat berdampak negatif pada kualitas produk yang dapat dijual di pasaran, mengakibatkan kerugian secara finansial, dan dapat merusak citra perusahaan.
Proses Pengemasan pada Produk Air Minum dalam Kemasan (AMDK) 600 mL Ramadanti, Novia; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15535

Abstract

Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menjadikan salah satu alternatif sebagai kebutuhan akan air minum ditengah sulitnya akses air bersih yang layak untuk diminum. Air minum dalam kemasan merupakan air yang telah diproses, dikemas dan aman untuk diminum. Proses pengemasan produk merupakan salah satu bagian dari proses produksi yang sangat penting dalam suatu produk. Adanya pengemasan pada produk dapat melindungi dan mempertahankan mutu produk agar tetap terjaga kualitasnya. Tujuan dari kajian ini yaitu untuk mempelajari tentang pengemasan pada produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) 600 ml di PT. X. Metode yang dilakukan dalam kajian ini meliputi kerja nyata, pengamatan dengan melihat langsung aktivitas di lapangan disertai wawancara, pencatatan, diskusi, serta telaah pustaka. Analisis data dilakukan dengan cara analisis kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem pengemasan produk  600 ml di PT. X dilakukan dengan metode system in line. Hal ini untuk menjaga produk aman hingga ke tangan konsumen. PT. X telah menerapkan standar kerja atau proses produksi berdasarkan Sistem Manajemen ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 22000, dan SNI 3553: 2015 sehingga dihasilkan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang terjamin mutu dan kualitasnya. Selain itu, PT. X juga tetap menjaga kelestarian lingkungan dalam bentuk penerapan eco-freindly pada produknya.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG MANAJEMEN PRODUKSI HALAL PADA UMKM YOGURT SABILULUNGAN DI MASA COVID-19 Rohmayanti, S.Si, M.Si, Titi; Fitrilia, Tiana; Hapsari, Distya Riski; Kurniawan, Muhammad Fakih; Rifqi, Muhammad
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.011 KB) | DOI: 10.30997/qh.v8i1.3590

Abstract

Kampung Carangpulang memiliki kelompok wirausaha produk yogurt yang diprakarsai oleh ibu-ibu setempat. Kurangnya pembinaan dan pelatihan kepada kelompok wirausaha ini menyebabkan kurangnya pemahaman terkait manajemen produksi halal, sanitasi, dan higienitas serta gagalnya produksi secara kontinyu. Selain itu, di masa pandemi produksi yogurt menjadi terbatas akibat bahan baku yang tersedia. Keterbatasan ini menyebabkan berkurangnya semangat pada ibu-ibu dalam memproduksi yogurt. Padahal, produksi yogurt ini dapat menjadi sumber perekonomian bagi ibu-ibu setempat. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra yaitu pemberian penyuluhan online kepada ibu-ibu wirausaha yogurt mengenai pelatihan Sistem Jaminan Halal untuk industri rumah tangga, pemberian materi mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Bantuan pengadaan bahan baku susu dan starter. Pemberian pre-test sebelum materi dan post-test setelah materi penyuluhan untuk mengevaluasi sejauh mana kelompok wirausaha menyerap dan memahami materi penyuluhan secara online. Pemberian pelatihan semi virtual Sistem Jaminan Halal untuk industri rumah tangga, pemberian materi mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), Pelaksanaan pendaftaran sertifikasi halal, Melakukan evaluasi kegiatan, dan pembuatan laporan akhir. Pengadaan bahan baku susu sapi segar dan starter disuplai dari Fakultas Peternakan IPB. Seminar semi virtual yang diadakan, diikuti oleh 8 orang peserta ibu-ibu UMKM Yogurt Sabilulungan. Pemahaman ibu-ibu berdasarkan nilai pre-test dan post-tes yang telah dilakukan mengalami peningkatan. Pemahaman terkait materi kandungan gizi yogurt mengalami peningkatan sebesar 7,5%, materi CPPOB sebesar 17,85% dan materi Sistem Manajemen Halal sebesar 32,81%. Ketelusuran kehalalan bahan baku yang digunakan pada produk yogurt sabilulungan sudah halal secara kesluruhan sehingga memudahkan untuk melakukan pendaftaran sertifikat halal LPPOM MUI.
INOVASI PRODUK YOGURT RASA BUAH CAMPOLAY DAN PEYULUHAN MANAJEMEN PEMASARAN DI UMKM SABILULUNGAN Retna Pertiwi, Sri Rejeki; Rohmayanti, Titi; Delfitriani; Aminullah, Aminullah; Mardiah; Ahmaludin; Apriani, Yasri; Silpia, Mega
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.697 KB) | DOI: 10.30997/qh.v8i1.4971

Abstract

Yogurt dengan varian rasa buah cenderung lebih disukai oleh konsumen dibandingkan dengan yogurt original atau plain. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan varian rasa buah pada yogurt UMKM Sabilulungan dengan menambahkan rasa buah campolay serta meningkatkan pengetahuan dari kegiatan pemasaran untuk produk yogurt. Metode dalam kegiatan pengabdian ini meliputi pengujian trial penambahan serbuk campolay ke dalam produk yogurt, pelatihan pembuatan yogurt rasa buah campolay bersama UMKM Sabilulungan, dan penyuluhan kegiatan pemasaran dari suatu produk inovasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa produk yogurt dengan penambahan 10% serbuk campolay memiliki rasa yogurt dengan rasa campolay yang terasa, tidak terdeteksi aftertaste, dan aroma buah campolay yang mild tanpa bau langu. Setelah mendapatkan persentase serbuk campolay berdasarkan trial sebelumnya, kemudian dilakukan kegiatan pelatihan pembuatan yogurt dengan penambahan serbuk campolay terpilih. Sebelum dilakukan pelatihan, hasil post-test yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan mengenai karakteristik dan manfaat buah campolay dan peningkatan pengetahuan terkait kegiatan pemasaran. Beberapa pertanyaan dalam kuisioner khususnya terkait manajemen pemasaran belum secara baik dapat dipahami oleh pelaku UMKM.. Pelatihan yang dilakukan dapat menarik antusias pelaku UMKM, di mana mereka dapat mengembangkan varian rasa buah campolay pada yogurt yang sudah ada. Saat ini yogurt UMKM Sabilulungan memiliki 4 varian rasa buah, yaitu durian, melon, stroberi, dan campolay. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana kegiatan serta dapat mengembangkan produk yogurt yang kemudian diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk.
Profil Yoghurt Sari Kacang Kedelai dengan Penambahan Pasta Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas cv. Ayamurasaki) yang Dihidolisis Secara Enzimatis Apriansyah, Agung Hidayat; Rohmayanti, Titi; Kurniawan, Muhammad Fakih
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 8 No. 1 Maret 2024: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v8i1.17231

Abstract

Sari kacang kedelai merupakan cairan berwarna putih seperti susu hasil ekstraksi sari kacang kedelai.  Bau langu yang dihasilkan oleh sari kacang kedelai membuat sebagian orang tidak menyukai sari kacang kedelai.  Salah satu cara untuk mengurangi bau langu adalah dengan cara fermentasi.  Yoghurt sari kacang kedelai dengan penambahan pasta hidrolisat ubi jalar ungu dapat menambah daya prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri asam laktat. Tujuan penelitian yaitu mengetahui profil yogurt sari kacang kedelai dengan penambahan pasta ubi jalar ungu yang dihidrolisis secara enzimatis.  Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 6 taraf perlakuan dengan penambahan pasta ubi jalar ungu (0%; 2%; 4%; 6%; 8%; dan 10%). Faktor yang digunakan merupakan penambahan pasta hidrolisat ubi jalar ungu Ayamurasaki.  Analisis karakteristik produk  yogurt meliputi uji pH, total asam laktat, total bakteri asam laktat, kadar air, kadar abu, kadar protein dan kadar lemak serta uji organoleptik meliputi uji hedonik dan mutu sensori.   Analisis data menggunakan Anova dengan uji lanjut Duncan dengan selang kepercayaan 95%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa yogurt dengan penambahan 6% pasta ubi jalar mempuyai karakter kimia untuk pH 4,03 – 4,33; total asam laktat 0,66 – 0,85%; total bakteri asam laktat 3,57×108 – 3,22 ×109 koloni/ mL; kadar air 86,18 – 86,74%; kadar abu 0,54 – 0,66%; kadar protein 3,46-3,59%; kadar lemak 2,11-2,18%.
Co-Authors Abdul Mujid Agustiani, Novi Ahmaludin Ahmaludin Alfarizi, Feby Arif Alfintawati, Aprillia Alisya Ida Nata Amanda Artatia Putri Amelia, Iis AMINULLAH Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah, Aminullah Ananda, Fitra Andriani Andriani Ani Nuraini Anisyah, Yuni Nur Apriani, Yasri Apriansyah, Agung Hidayat Aprilia, Della Argani, Pramudya Fajar Ariestyani, Imelda Arif, Zulfan Zaenal Arlita Nada Putri Arti Hastuti Ashila Maziyya Fairuz Firdaus Aulia, Sandra Nurul Az-zahra, Raisha Putri Azmi, Fadhila Nurul Damayanti, Imay Daniel Daniel Delfitriani Distya Riski Hapsari Dwi Ananda, Delia Ellyvia Primaviera Elviana, Ratu Adis Erna Puspasari Erna Puspasari Fadhilah, Syifa Fadillah Yudha Syahrul Fahruddin, Muhammad Naufal Fariha Rizki Sania Febriansyah, Ilham Feranica Fitrilia, Tiana Fuzawati, Fitri Gusrani, Salsabila Syifa Hafiyya, Naila Fathi Isnazaki Handayani, Ani Harianto, Indra Helmi Haris Ihsan Maulana Iman, Muhamad Imay Damayanti Indiana Janet Indradewa, Rhian Intan Kusumaningrum Jaelani, Salsabila Azaria Karimy, Moh Faiz Khafiza, Salma Rukhiatul Kharyani, R. Aldini KHOIRUNNISA Kinanti, Putri Kurniawan, M. Fakih Lia Amalia Mandira, Mugi Tyas Mardiah Marhamah, Irma Siti Maryam Jamila Maulana, Ihsan Mega Silpia Meilani, Almanda Melda Putri Rahayu Mir'atu Saa'dia Septiani Muhammad Rifki Muhammad Rifqi Muhammad Rifqi Suryana Muharrama, Yurandani Mukhreza, Destila Mutiara Agrison Nawfal Imanudin Noli Novidahlia Nur Mila Sari Nurcahali, Fani Nurfadhilah, Kania Nurfauziah Hadiati Nurlaela, Raden Siti Nurul Izah, Linda Permatahati, Ghina Sri Pertiwi, Inno Ariska Puspa Pertiwi, Sri Rejeki Retna Prasojo, Muhammad Ghazy Fauzan Primaviera, Ellyvia Purba, Risdelita Putri, Sahila Aulia Qisthina, Dalilah Qodariah, Siti Nurlailatul Rahma, Anisa Aulia Rahmawati, Siti Irma Ramadani, Vika Ramadanti, Novia Risdelita Purba Rosadi, Siti Ledidah Muharromah Putri Rosy Hutami Rudy Tjahjohutomo Ruhiya, Fajar Sabila Anisa Rullia Samsu, Qatrun Nada Aghia Saniyya, Ashila Nasyadhiya Saputra, Wildan Sartika Widianingsih Saryono, Zunesha Puspa Sa’diah, Elin Halimatus Septian, Willyandi Septianingsih, Asiah Setiawan, Bagus Adi Setiawati, Mira Afrilia Siahaan, Muhamad Ardi Taufik Silpia, Mega Siti Aminah Siti Maulida Ulfa Siti Nova Isda Dwiyanti Siti Nurhalimah Siti Nurlaela, Raden Siti Rahmawati Sonjaya, Nabila Rizqi Chairiyati Sri Rejeki Retna Pertiwi Sunandi, Dedi Suryaman, Friska Dwi Susi Lesmayati Syafira, Fika Putri Tiara Amanda Lestari Ulfah, Luthfia Uning Budiharti Utami Dwi Hapsari Wahyuni, Aulia Dinda Wardiningsih, Enanda Widianingsih, Sartika Widodo Suwito Widyaningrum, Rohmah Wulan, Nawang Yasri Apriani Yuni Nurmilasari Zahro, Halimah Az