Claim Missing Document
Check
Articles

Pengendalian Mutu Bahan dan Proses Produksi Minuman Jeli Ready To Drink (RTD) Permatahati, Ghina Sri; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15341

Abstract

Pengendalian mutu pangan merupakan upaya penting yang dilakukan dengan mengontrol kualitas produk untuk menjamin produk yang dihasilkan mempunyai mutu yang baik agar dapat bersaing di dunia industri. Tujuan kajian ini untuk mempelajari bahan dan proses produksi minuman jeli dalam upaya untuk pengembanganidisiplin dan pemahamaniilmu Teknologi Pangan. Metode pelaksanaan kajian ini yaitu observasi langsung, pencatatan, analisis data secara kualitatif deskriptif, diskusi, dan telaah pustaka. Hasil menunjukkan bahwa dari bahan baku air, gula (sukrosa), fruktosa, dan karagenan serta bahan tambahan ekstrak buah, pengawet natrium benzoat, pemanis aspartam dan natrium siklamat, pewarna allura red, carmoisine, violet, dan ponceou, pengasam asam sitrat, penstabil kalium sitrat dan cloudifier, dan perisa buah-buahan. Proses produksi dari penimbangan bahan baku, formulasi, pre-mixing dan mixing, holding, pasteurisasi, filling dan sealing, cooling, packing, metal detector dan palletizing. Bahan dan proses produksi melalui tahapan pengawasan dan pengendalian mutu yang baik sesuai standar. Minuman jeli Ready To Drink yang dihasilkan bermutu baik.
Literatur Review: Penyalahgunaan Boraks pada Berbagai Jenis Produk Pangan Ariestyani, Imelda; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15342

Abstract

Boraks dilarang penggunaannya, tetapi masih marak digunakan sebagai bahan tambahan suatu produk pangan. Penambahan boraks pada produk pangan dapat memperbaiki mutu fisik dan lebih tahan lama sehingga lebih menguntungkan bagi produsen dengan harga boraks yang murah dan masih mudah ditemukan di pasaran. Tujuan penelitian ini untuk menidentifikasi dan menganalisa penggunaan boraks pada berbagai jenis produk pangan. Metode penelitian menggunakan kajian pustaka yang bersumber dari jurnal yang berkaitan dengan permasalahan. Dihasilkan bahwa penggunaan boraks pada produk pangan masih marak digunakan di beberapa wilayah Indonesia.
Pengendalian Mutu pada Pengemasan Air Minum dalam Kemasan Berbahan Polyethylene Terephthalate Septian, Willyandi; Aminullah; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15475

Abstract

Pengemasan merupakan salah satu hal yang terpenting dalam produksi pangan karena sangat berkaitan dengan mutu pangan yang dihasilkan karena dengan adanya pengemasan yang baik dapat mempertahankan kondisi suatu produk pangan dari adanya kemungkinan kontaminasi luar. Proses bahan pengemasan terbuat dari bahan baku PET (Polyethylene Terephthalate) dan menggunakan prinsip blow molding merupakan suatu metode pembuatan yang dimulai dari menginjeksi material menjadi bakalan kemasan (Preform), kemudian preform ini dicetak menjadi kemasan yang diinginkan dengan cara menghembuskan udara dengan tekanan dan panas tertentu ke bahan yang akan dicetak. Terdiri dari beberapa tahapan yaitu pencampuran bahan baku, peleburan, pencetakan dan pendinginan, bakalan kemasan, inkubasi, pemanasan dan blowing. Hasil jadi produksi kemasan dilakukan pengendalian mutu oleh parameter uji yaitu, visual, pengukuran neck finish, tinggi ketebalan dan Vacuum Resistance. Ketidaksesuaian menjadi hal yang paling dihindari dari proses produksi kemasan. Ketidaksesuaian yang sering terjadi seperti, kemasan pecah, udara terperangkap dikemasan atau kemasan berkabut, bottom tidak sesuai pada tempatnya kemasan penyok dan inject gate molding menonjol. Salah satu alasan terjadinya ketidaksesuaian produk adalah adanya masalah pada faktor mesin. Ketidaksesuaian ini dapat berdampak negatif pada kualitas produk yang dapat dijual di pasaran, mengakibatkan kerugian secara finansial, dan dapat merusak citra perusahaan.
Proses Pengemasan pada Produk Air Minum dalam Kemasan (AMDK) 600 mL Ramadanti, Novia; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15535

Abstract

Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menjadikan salah satu alternatif sebagai kebutuhan akan air minum ditengah sulitnya akses air bersih yang layak untuk diminum. Air minum dalam kemasan merupakan air yang telah diproses, dikemas dan aman untuk diminum. Proses pengemasan produk merupakan salah satu bagian dari proses produksi yang sangat penting dalam suatu produk. Adanya pengemasan pada produk dapat melindungi dan mempertahankan mutu produk agar tetap terjaga kualitasnya. Tujuan dari kajian ini yaitu untuk mempelajari tentang pengemasan pada produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) 600 ml di PT. X. Metode yang dilakukan dalam kajian ini meliputi kerja nyata, pengamatan dengan melihat langsung aktivitas di lapangan disertai wawancara, pencatatan, diskusi, serta telaah pustaka. Analisis data dilakukan dengan cara analisis kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem pengemasan produk  600 ml di PT. X dilakukan dengan metode system in line. Hal ini untuk menjaga produk aman hingga ke tangan konsumen. PT. X telah menerapkan standar kerja atau proses produksi berdasarkan Sistem Manajemen ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 22000, dan SNI 3553: 2015 sehingga dihasilkan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang terjamin mutu dan kualitasnya. Selain itu, PT. X juga tetap menjaga kelestarian lingkungan dalam bentuk penerapan eco-freindly pada produknya.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG MANAJEMEN PRODUKSI HALAL PADA UMKM YOGURT SABILULUNGAN DI MASA COVID-19 Rohmayanti, S.Si, M.Si, Titi; Fitrilia, Tiana; Hapsari, Distya Riski; Kurniawan, Muhammad Fakih; Rifqi, Muhammad
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.011 KB) | DOI: 10.30997/qh.v8i1.3590

Abstract

Kampung Carangpulang memiliki kelompok wirausaha produk yogurt yang diprakarsai oleh ibu-ibu setempat. Kurangnya pembinaan dan pelatihan kepada kelompok wirausaha ini menyebabkan kurangnya pemahaman terkait manajemen produksi halal, sanitasi, dan higienitas serta gagalnya produksi secara kontinyu. Selain itu, di masa pandemi produksi yogurt menjadi terbatas akibat bahan baku yang tersedia. Keterbatasan ini menyebabkan berkurangnya semangat pada ibu-ibu dalam memproduksi yogurt. Padahal, produksi yogurt ini dapat menjadi sumber perekonomian bagi ibu-ibu setempat. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra yaitu pemberian penyuluhan online kepada ibu-ibu wirausaha yogurt mengenai pelatihan Sistem Jaminan Halal untuk industri rumah tangga, pemberian materi mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Bantuan pengadaan bahan baku susu dan starter. Pemberian pre-test sebelum materi dan post-test setelah materi penyuluhan untuk mengevaluasi sejauh mana kelompok wirausaha menyerap dan memahami materi penyuluhan secara online. Pemberian pelatihan semi virtual Sistem Jaminan Halal untuk industri rumah tangga, pemberian materi mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), Pelaksanaan pendaftaran sertifikasi halal, Melakukan evaluasi kegiatan, dan pembuatan laporan akhir. Pengadaan bahan baku susu sapi segar dan starter disuplai dari Fakultas Peternakan IPB. Seminar semi virtual yang diadakan, diikuti oleh 8 orang peserta ibu-ibu UMKM Yogurt Sabilulungan. Pemahaman ibu-ibu berdasarkan nilai pre-test dan post-tes yang telah dilakukan mengalami peningkatan. Pemahaman terkait materi kandungan gizi yogurt mengalami peningkatan sebesar 7,5%, materi CPPOB sebesar 17,85% dan materi Sistem Manajemen Halal sebesar 32,81%. Ketelusuran kehalalan bahan baku yang digunakan pada produk yogurt sabilulungan sudah halal secara kesluruhan sehingga memudahkan untuk melakukan pendaftaran sertifikat halal LPPOM MUI.
INOVASI PRODUK YOGURT RASA BUAH CAMPOLAY DAN PEYULUHAN MANAJEMEN PEMASARAN DI UMKM SABILULUNGAN Retna Pertiwi, Sri Rejeki; Rohmayanti, Titi; Delfitriani; Aminullah, Aminullah; Mardiah; Ahmaludin; Apriani, Yasri; Silpia, Mega
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.697 KB) | DOI: 10.30997/qh.v8i1.4971

Abstract

Yogurt dengan varian rasa buah cenderung lebih disukai oleh konsumen dibandingkan dengan yogurt original atau plain. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengembangkan varian rasa buah pada yogurt UMKM Sabilulungan dengan menambahkan rasa buah campolay serta meningkatkan pengetahuan dari kegiatan pemasaran untuk produk yogurt. Metode dalam kegiatan pengabdian ini meliputi pengujian trial penambahan serbuk campolay ke dalam produk yogurt, pelatihan pembuatan yogurt rasa buah campolay bersama UMKM Sabilulungan, dan penyuluhan kegiatan pemasaran dari suatu produk inovasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa produk yogurt dengan penambahan 10% serbuk campolay memiliki rasa yogurt dengan rasa campolay yang terasa, tidak terdeteksi aftertaste, dan aroma buah campolay yang mild tanpa bau langu. Setelah mendapatkan persentase serbuk campolay berdasarkan trial sebelumnya, kemudian dilakukan kegiatan pelatihan pembuatan yogurt dengan penambahan serbuk campolay terpilih. Sebelum dilakukan pelatihan, hasil post-test yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan mengenai karakteristik dan manfaat buah campolay dan peningkatan pengetahuan terkait kegiatan pemasaran. Beberapa pertanyaan dalam kuisioner khususnya terkait manajemen pemasaran belum secara baik dapat dipahami oleh pelaku UMKM.. Pelatihan yang dilakukan dapat menarik antusias pelaku UMKM, di mana mereka dapat mengembangkan varian rasa buah campolay pada yogurt yang sudah ada. Saat ini yogurt UMKM Sabilulungan memiliki 4 varian rasa buah, yaitu durian, melon, stroberi, dan campolay. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana kegiatan serta dapat mengembangkan produk yogurt yang kemudian diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk.
Profil Yoghurt Sari Kacang Kedelai dengan Penambahan Pasta Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas cv. Ayamurasaki) yang Dihidolisis Secara Enzimatis Apriansyah, Agung Hidayat; Rohmayanti, Titi; Kurniawan, Muhammad Fakih
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 8 No. 1 Maret 2024: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v8i1.17231

Abstract

Sari kacang kedelai merupakan cairan berwarna putih seperti susu hasil ekstraksi sari kacang kedelai.  Bau langu yang dihasilkan oleh sari kacang kedelai membuat sebagian orang tidak menyukai sari kacang kedelai.  Salah satu cara untuk mengurangi bau langu adalah dengan cara fermentasi.  Yoghurt sari kacang kedelai dengan penambahan pasta hidrolisat ubi jalar ungu dapat menambah daya prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri asam laktat. Tujuan penelitian yaitu mengetahui profil yogurt sari kacang kedelai dengan penambahan pasta ubi jalar ungu yang dihidrolisis secara enzimatis.  Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 6 taraf perlakuan dengan penambahan pasta ubi jalar ungu (0%; 2%; 4%; 6%; 8%; dan 10%). Faktor yang digunakan merupakan penambahan pasta hidrolisat ubi jalar ungu Ayamurasaki.  Analisis karakteristik produk  yogurt meliputi uji pH, total asam laktat, total bakteri asam laktat, kadar air, kadar abu, kadar protein dan kadar lemak serta uji organoleptik meliputi uji hedonik dan mutu sensori.   Analisis data menggunakan Anova dengan uji lanjut Duncan dengan selang kepercayaan 95%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa yogurt dengan penambahan 6% pasta ubi jalar mempuyai karakter kimia untuk pH 4,03 – 4,33; total asam laktat 0,66 – 0,85%; total bakteri asam laktat 3,57×108 – 3,22 ×109 koloni/ mL; kadar air 86,18 – 86,74%; kadar abu 0,54 – 0,66%; kadar protein 3,46-3,59%; kadar lemak 2,11-2,18%.
Karakteristik Sensori dan Kimia Mochi dengan Substitusi Tepung Kulit Pisang Kepok (Musa acuminate L.) Muhammad Fakih Kurniawan; Titi Rohmayanti; Siti Nova Isda Dwiyanti
Food Scientia : Journal of Food Science and Technology Vol 3 No 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/fsj.v3i2.6436.2023

Abstract

Mochi cake is a typical West Java souvenir product made from glutinous rice flour. Flour from banana peels has the potential to substitute flour to make mochi. This research aims to make mochi using glutinous rice flour which is substituted with kepok banana peel flour. Completely Randomized Design (CRD) was used in this study consisting of one factor, namely the ratio of glutinous rice flour and kepok banana peel flour (100%: 0%), (90%: 10%), (80%: 20%), (70%: 30%). The mochi products were analyzed for sensory and hedonic quality to selected product. Proximate tests were carried out for these selected products. The selected mochi product (80%:20%) has a dark brown color, a banana-like aroma and taste, and a chewy texture. Panelists gave favorable scores for taste, aroma, and texture parameters, but expressed a dislike for the color of the selected mochi. Selected mochi chemical content composed of 0.24% ash content; 8.71% protein; 45.69% carbohydrates; 3.15% fat content; and 42.21% water content. For fat and water content, it does not meet Indonesian National Standard  of cake (SNI 01-4309-1996). Therefore, banana peel flour has the potential to be an ingredient for making mochi. in the future, it needs to be reformulated so that the water and fat content meets the standard and have a better color quality.
Sifat Mutu Sensori dan Kimia Selai Kulit Buah Naga Merah dan Buah Sirsak Primaviera, Ellyvia; Kusumaningrum, Intan; Rohmayanti, S.Si, M.Si, Titi
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jam is a semi-solid food product made from fruit and sugar. This study aims to utilize red dragon fruit skin and soursop fruit flesh as jam. This study used a one-factor Completely Randomized Design (CRD) with a ratio of red dragon fruit skin pulp and soursop fruit pulp at five treatment levels, namely 20%:80%, 35%:65%, 50%:50%, 65%:35%, and 80%:20% with two repetitions. Product analysis consists of chemical tests for water content, ash content, crude fiber, total dissolved solids, degree of acidity (pH), sensory quality test, and hedonic test to determine the selected product. The analysis of research data used a test of variance (ANOVA) with Duncan's advanced test. The results of the research on selected products in the treatment of 80% red dragon fruit skin pulp: 20% soursop fruit pulp, which has a moisture content of 33.33%, an ash content of 0.49%, 3.45% crude fiber, and 50.10% total dissolved solids. Sensory quality tests lead to a purplish red color, smells of red dragon fruit skin, smells of soursop fruit, sweet and not sour taste, a non-bitter aftertaste, a soft mouth texture, easy to spread, and hedonic test on all parameters leads to likes.
Analysis Of Microbial and Chemistry Contamination Thai Tea Drink in Junior High School Rohmayanti, Titi; Indiana Janet; Siti Nurlaela, Raden
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v10i2.10326

Abstract

Thai Tea drink is the current favorite drink of the current millennial generation. Thai Tea beverage products are usually sold in places that are easily accessible to consumers, such as on the side of the highway. This thing makes Thai Tea beverage products have potential to become a medium for foreign object to enter the body if they are not processed properly. This study aims to determine the safety of Thai Tea beverage products that are sold around junior high schools in Central Bogor District. This study used seven samples taken from 7 junior high schools in seven different sub-districts and used a purposive sampling method. Product analysis was carried out twice, including testing the microbial contamination levels of Total Plate Number, Coliforms, Escherichia coli, heavy metal lead chemical contamination and sucrose content in Thai Tea drinks. Research is also supported by field observations and interviews. The research showed that all samples of Thai Tea drinks contained TPC microbial contamination that exceeded the standard, twelve repetition were contaminated with coliform bacteria and Escherichia coli, all repetition were not detected by heavy metal lead contamination and the sucrose content of all repetition did not exceed the maximum daily sugar intake limit.
Co-Authors Abdul Mujid Agustiani, Novi Ahmaludin Ahmaludin Alfarizi, Feby Arif Alfintawati, Aprillia Amelia, Iis AMINULLAH Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah, Aminullah Andriani Andriani Anisyah, Yuni Nur Apriani, Yasri Apriansyah, Agung Hidayat Aprilia, Della Argani, Pramudya Fajar Ariestyani, Imelda Arif, Zulfan Zaenal Arti Hastuti Aulia, Sandra Nurul Az-zahra, Raisha Putri Azmi, Fadhila Nurul Damayanti, Imay Daniel Daniel Delfitriani Distya Riski Hapsari Dwi Ananda, Delia Elviana, Ratu Adis Erna Puspasari Erna Puspasari Fadhilah, Syifa Fadillah Yudha Syahrul Fahruddin, Muhammad Naufal Fariha Rizki Sania Febriansyah, Ilham Feranica Fitrilia, Tiana Fuzawati, Fitri Gusrani, Salsabila Syifa Hafiyya, Naila Fathi Isnazaki Handayani, Ani Harianto, Indra Helmi Haris Iman, Muhamad Imay Damayanti Indiana Janet Indradewa, Rhian Intan Kusumaningrum Jaelani, Salsabila Azaria Karimy, Moh Faiz Khafiza, Salma Rukhiatul Kharyani, R. Aldini KHOIRUNNISA Kinanti, Putri Kurniawan, M. Fakih LIA AMALIA Lia Amalia Mandira, Mugi Tyas Mardiah Marhamah, Irma Siti Maryam Jamila Maulana, Ihsan Mega Silpia Meilani, Almanda Mir'atu Saa'dia Septiani Muhammad Rifki Muhammad Rifqi Muhammad Rifqi Suryana Muharrama, Yurandani Mukhreza, Destila Nawfal Imanudin Noli Novidahlia Nur Mila Sari Nurcahali, Fani Nurfadhilah, Kania Nurfauziah Hadiati Nurlaela, Raden Siti Nurul Izah, Linda Permatahati, Ghina Sri Pertiwi, Inno Ariska Puspa Pertiwi, Sri Rejeki Retna Prasojo, Muhammad Ghazy Fauzan Primaviera, Ellyvia Purba, Risdelita Putri, Sahila Aulia Qisthina, Dalilah Qodariah, Siti Nurlailatul Rahma, Anisa Aulia Rahmawati, Siti Irma Ramadani, Vika Ramadanti, Novia Risdelita Purba Rosadi, Siti Ledidah Muharromah Putri Rosy Hutami Rudy Tjahjohutomo Ruhiya, Fajar Samsu, Qatrun Nada Aghia Saniyya, Ashila Nasyadhiya Saputra, Wildan Sartika Widianingsih Saryono, Zunesha Puspa Sa’diah, Elin Halimatus Septian, Willyandi Septianingsih, Asiah Setiawan, Bagus Adi Setiawati, Mira Afrilia Siahaan, Muhamad Ardi Taufik Silpia, Mega Siti Aminah Siti Maulida Ulfa Siti Nova Isda Dwiyanti Siti Nurhalimah Siti Nurlaela, Raden Siti Rahmawati Sonjaya, Nabila Rizqi Chairiyati Sri Rejeki Retna Pertiwi Sunandi, Dedi Suryaman, Friska Dwi Syafira, Fika Putri Tiara Amanda Lestari Ulfah, Luthfia Uning Budiharti Utami Dwi Hapsari Wahyuni, Aulia Dinda Wardiningsih, Enanda Widianingsih, Sartika Widodo Suwito Widyaningrum, Rohmah Wulan, Nawang Yasri Apriani Yuni Nurmilasari Zahro, Halimah Az