Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Kemasan Plastik dalam Menjaga Mutu dan Keamanan Kue Sagon Selama Penyimpanan Nurfadhilah, Kania; Setiawati, Mira Afrilia; Prasojo, Muhammad Ghazy Fauzan; Samsu, Qatrun Nada Aghia; Az-zahra, Raisha Putri; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 6 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i6.19119

Abstract

Kue sagon adalah makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari kelapa parut, tepung nasi dan gula yang direkatkan. Meskipun memiliki rasa yang unik, kue sagon cenderung kehilangan kualitas karena kandungan lemak tinggi dan tekstur kering. Pengemasan memainkan peran penting dalam menjaga kualitas dan keamanan produk selama penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas penggunaan kemasan plastik saat mempertahankan kualitas kue Sagon. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dari pendekatan PRISMA yang mengidentifikasi, disaring, dan dianalisis studi yang relevan pada pengemasan plastik. Hasilnya menunjukkan bahwa kemasan plastik seperti polipropilen dan polietilen sagon dari kelembaban dan oksigen memperluas daya tahan produk dan mempertahankan organoleptik. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang pengembangan strategi pengemasan makanan berminyak.
Literature Review dari Randomized Controlled Trials (RCTs): Efektivitas Pengemasan Vakum Plastik terhadap Umur Simpan dan Kualitas Kue Lapis Legit Tradisional Jaelani, Salsabila Azaria; Alfintawati, Aprillia; Hafiyya, Naila Fathi Isnazaki; Fahruddin, Muhammad Naufal; Kinanti, Putri; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 5 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i5.19120

Abstract

Pengemasan merupakan salah satu faktor penting dalam mempertahankan mutu dan memperpanjang umur simpan produk pangan, terutama pada produk semi basah seperti kue lapis legit tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau efektivitas penggunaan pengemasan vakum plastik terhadap kualitas dan masa simpan kue lapis legit dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA. Data dikumpulkan dari beberapa jurnal nasional dan internasional yang relevan dalam 10 tahun terakhir. Proses seleksi dilakukan melalui tahapan identifikasi, skrining, uji kelayakan, hingga inklusi dengan kriteria tertentu. Hasil studi menunjukkan bahwa pengemasan vakum plastik memiliki pengaruh signifikan dalam menjaga kelembapan, menekan pertumbuhan mikroba, dan memperlambat perubahan sensori seperti warna, aroma, serta tekstur pada produk pangan semi basah. Penggunaan kemasan vakum juga terbukti mampu menambah umur simpan hingga dua kali lipat dibandingkan kemasan biasa. Oleh karena itu, kemasan vakum plastik dinilai efektif dalam mempertahankan kualitas kue lapis legit tradisional. Studi ini juga merekomendasikan pengembangan kemasan berbahan biodegradable sebagai solusi berkelanjutan ke depannya.
Analisis Desain Kemasan pada Produk Pangan Tradisional Wajik Khafiza, Salma Rukhiatul; Aulia, Sandra Nurul; Rahmawati, Siti; Iman, Muhamad; Saputra, Wildan; Muharrama, Yurandani; Sunandi, Dedi; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 5 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i5.19121

Abstract

Wajik merupakan salah satu produk pangan tradisional Indonesia yang masih menghadapi tantangan dalam hal pengemasan, terutama dari segi keamanan, daya simpan, dan daya tarik visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai inovasi kemasan wajik yang mampu mempertahankan kualitas produk sekaligus memperhatikan nilai budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic review dengan pendekatan PRISMA, yang mencakup empat tahap: identifikasi, skrining, kelayakan, dan inklusi. Hasil studi menunjukkan bahwa edible film berbasis kitosan-PVA dan tapioka memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan kertas minyak dalam menjaga stabilitas kadar air dan mencegah kerusakan kimia seperti peningkatan asam lemak bebas. Sementara itu, kemasan daun pisang dinilai memiliki nilai simbolik dan autentik terhadap identitas budaya wajik, namun kurang optimal dari sisi ketahanan dan perlindungan mikrobiologis. Kombinasi kemasan modern dan tradisional menjadi solusi potensial dalam menjaga kualitas sekaligus warisan budaya produk. Penelitian ini menyadari keterbatasan berupa jumlah artikel yang spesifik membahas kemasan wajik dan belum melibatkan data persepsi konsumen secara langsung. Ke depan, studi lanjutan disarankan melibatkan uji sensorik dan analisis penerimaan pasar untuk mengukur efektivitas kemasan inovatif secara lebih komprehensif.
Meninjau Studi Tentang Kemasan Plastik Untuk Wingko dari Aspek Kualitas, Daya Simpan, dan Preferensi Konsumen Wahyuni, Aulia Dinda; Putri, Sahila Aulia; Meilani, Almanda; Alfarizi, Feby Arif; Arif, Zulfan Zaenal; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 5 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i5.19124

Abstract

Wingko Babat merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang banyak digemari dan dijadikan oleh-oleh khas, terutama dari daerah Semarang dan Babat, Lamongan. Untuk menjaga kualitas dan memperpanjang daya simpan produk ini, penggunaan kemasan yang tepat menjadi aspek krusial. Artikel ini mengulas peran dan pengaruh penggunaan plastik sebagai bahan kemasan utama untuk produk Wingko, ditinjau dari segi kualitas fisik, daya simpan, dan preferensi konsumen. Plastik jenis polietilen (PE) dan polipropilen (PP) terbukti memiliki karakteristik fungsional yang mendukung ketahanan makanan, seperti ketahanan terhadap uap air, panas, minyak, serta kemampuan menghambat pertumbuhan mikroorganisme dalam kekosongan kemasan. Namun demikian, kekhawatiran terhadap dampak lingkungan akibat sulitnya plastik terurai menjadi isu penting yang mendorong inovasi kemasan ramah lingkungan. Penggunaan bahan alternatif seperti kertas glasin, kemasan aktif, dan biodegradable menjadi solusi potensial yang tidak hanya menjaga kualitas makanan, tetapi juga menambah nilai jual produk. Kajian ini menunjukkan bahwa kombinasi antara fungsionalitas kemasan dan keberlanjutan lingkungan merupakan faktor penting dalam pengembangan industri makanan tradisional seperti Wingko Babat.
Evaluasi Kemasan Kertas dalam Pengemasan Dodol: Tinjauan dari Aspek Fungsional, Estetika, dan Lingkungan Rahma, Anisa Aulia; Azmi, Fadhila Nurul; Mandira, Mugi Tyas; Argani, Pramudya Fajar; Saryono, Zunesha Puspa; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 5 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i5.19139

Abstract

Dodol merupakan pangan tradisional Indonesia yang mudah rusak dan memerlukan kemasan yang tepat untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpannya. Saat ini, penggunaan plastik sebagai bahan kemasan utama menimbulkan permasalahan lingkungan yang serius. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi kemasan kertas sebagai alternatif ramah lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review dengan metode PRISMA, mencakup tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan seleksi akhir, yang menghasilkan sepuluh artikel relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemasan kertas, seperti kraft, laminasi, greaseproof, dan kertas aktif, memiliki keunggulan dalam hal ketahanan fungsional, keamanan pangan, estetika, serta keberlanjutan. Kertas dinilai mampu melindungi dodol dari kelembapan dan kontaminasi, sekaligus memberikan nilai tambah dari sisi tampilan dan persepsi konsumen. Selain itu, kemasan kertas juga lebih mudah terurai di alam, sehingga mendukung upaya pengurangan limbah plastik. Dengan demikian, kemasan kertas berpotensi menjadi solusi pengemasan dodol yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mendukung gaya hidup dan industri yang lebih ramah lingkungan.
Mutu Sensori dan Aktivitas Antioksidan Minuman Matcha Latte dengan Penambahan Kolagen Sapi Gusrani, Salsabila Syifa; Kusumaningrum, Intan; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21642

Abstract

Matcha merupakan bubuk teh hijau yang berasal dari negara Jepang, sering digunakan dalam prosesi upacara minum teh. Salah satu produk minuman yang mengandung matcha yaitu matcha latte. Matcha latte merupakan minuman matcha berbasis susu. Kolagen merupakan protein yang terdapat pada bagian kulit, tulang, tendon, dan organ lainnya. Jumlah kandungan proteinnya mencapai 30 persen dari protein total yang terdapat dalam hewan. Penelitian ini memiliki tujuan umum untuk mengetahui pemanfaatan kolagen sapi dalam produk pangan fungsional yaitu matcha latte. Selain itu, penelitian ini juga memiliki tujuan khusus untuk mengetahui pengaruh penambahan kolagen sapi terhadap mutu sensori dan aktivitas antioksidan pada produk matcha latte. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor dengan 5 taraf perlakuan perbandingan bobot matcha dan bobot kolagen sapi (4,75:0,25, 4,5:0,5, 4,25:0,75, 4:1, 3,75:1,25). Analisis yang dilakukan yaitu pengujian mutu sensori yaitu uji sensori dan uji hedonik serta aktivitas antioksidan. Perbandingan bobot bubuk Matcha dan bobot kolagen sapi mempengaruhi nilai mutu sensori dengan parameter warna, rasa khas matcha, rasa manis, aroma khas matcha, aroma amis, kekentalan, aftertaste, dan overall dan aktivitas antioksidan.
Pengawasan Mutu terhadap Produk Akhir Madu Detox di UMKM Kabupaten Bogor Wardiningsih, Enanda; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21655

Abstract

Madu di Indonesia sangatlah beragam yang dibedakan menurut asal daerah, standar madu dikembangkan menjadi tiga kategori, salah satunya madu tanpa sengat (trigona). Salah satu produk unggul di UMKM Kabupaten Bogor adalah madu detox yang merupakan racikan madu hutan dengan lemon dan herbal pilihan. Pengelolaan madu agar sesuai  cakupan SNI salah satunya adalah pengendalian mutu produk akhir dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan mutu pangan agar tidak mengalami penurunan mutu selama proses penyimpanan dan distribusi dengan tujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengawasan mutu pangan terhadap produk Madu Detox UMKM Kabupaten Bogor. Bahan baku madu detox meliputi madu, lemon, jahe merah dan kayu manis. Proses produksi madu detox terdiri dari beberapa proses, yaitu sterilisasi alat, sterilisasi bahan, pemotongan dan penghalusan, pengeringan, pencampuran bahan, pengecekan, pengemasan, dan penyimpanan. Konsep pengendalian mutu tercipta untuk mengatasi penyimpangan mutu pada produk sehingga tetap dapat menghasilkan komoditas dengan kualitas atau mutu yang kompetitif baik dipasar lokal atau global. Pengendalian mutu pada produk akhir berkaitan dengan penanganan produk akhir sampai ke tangan konsumen. Oleh karena itu dibutuhkan suatu pengawasan mutu yang berorientasi pada pengujian produk akhir di laboratorium dan untuk memenuhi tuntutan konsumen terhadap produk  yang memenuhi standar mutu parameter terukur pasca produksi.
Aktivitas Madu sebagai Antibakteri Staphylococcus aureusdan Escherichia ColiO157:H7 Suwito, Widodo; Andriani, Andriani; Amelia, Iis; Rohmayanti, Titi; Haris, Helmi; Karimy, Moh Faiz
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 1 (2024): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.90498

Abstract

Honey is a natural substance from flower nectar and produced by honey bees. The honey has been used as healing. The study was conducted to determine the antibacterial activity of Blora and Kaliandra honey against pathogenic bacteria such as Staphylococcus aureus (S. aureus) and Escherichia coli O157:H7 (E. coli O157:H7). As a comparison, was used commercial honey. The results showed Blora and Kaliandra honey had antibacterial activity, however the commercial honey has not antibacterial activity. Kaliandra honey has antibacterial activity against S. aureus and E. coli O157:H7 better than Blora and commercial honey. Concentration 25% of Kaliandra honey was able to inhibit S. aureus, while blora honey showed antibacterial activity at 50% and commercial honey did not show antibacterial activity until concentration 50%. Inhibition zone of S. aureus produced by Kaliandra honey with concentration 25 and 50% were 8.0 ± 0.1 mm and 9.0 ± 0.2 mm respectively and concentration 50% Blora honey was 7.3 ± 0.1 mm. Inhibition zone of E. coli O157:H7 produced by concentration 50% Kaliandra honey was 8.0 ± 0.3 mm and Blora honey was 7.7 ± 0.1 mm. The study showed that  Blora and Kaliandra honey have antibacterial activity and can be used as alternative substitution in antibiotic therapy.
Proses Produksi Sari Kurma Al-Jazira di CV. Amal Mulia Sejahtera Ciomas–Bogor Ananda, Fitra; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.21595

Abstract

Kurma (Phoenix dactylifera L.) merupakan buah yang kaya nutrisi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan fungsional, salah satunya sari kurma. Meskipun konsumsi kurma di Indonesia cenderung meningkat saat bulan Ramadhan, pemahaman mengenai proses produksi sari kurma secara rinci masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi sari kurma Al-Jazira di CV. Amal Mulia Sejahtera dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas produknya. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan supervisor Quality Assurance, kepala gudang, serta pekerja bagian produksi, dan dokumentasi kegiatan produksi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil lapangan terhadap standar mutu pangan serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi sari kurma meliputi tahapan blending, penyaringan, pemasakan, penambahan bahan tambahan, pencampuran, pengisian, hingga pengemasan. Pemilihan kurma berkualitas sebagai bahan baku utama, pengolahan dengan suhu terkendali, serta penggunaan kemasan PET berstandar keamanan pangan menjadi faktor kunci dalam menjaga mutu produk. Sistem penyimpanan FIFO turut memastikan kualitas tetap terjaga selama distribusi. Namun, keterbatasan penggunaan alat semi-manual pada tahap pengisian dan pengemasan menyebabkan rendahnya efisiensi produksi. Penelitian ini memiliki batasan pada aspek kuantitatif, seperti analisis kandungan gizi dan umur simpan produk yang belum dilakukan secara laboratorium. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan gambaran komprehensif mengenai proses produksi sari kurma di industri lokal, yang dapat dijadikan acuan bagi pengembangan teknologi produksi serta penelitian lanjutan.
Co-Authors Abdul Mujid Agustiani, Novi Ahmaludin Ahmaludin Alfarizi, Feby Arif Alfintawati, Aprillia Amelia, Iis AMINULLAH Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah, Aminullah Ananda, Fitra Andriani Andriani Anisyah, Yuni Nur Apriani, Yasri Apriansyah, Agung Hidayat Aprilia, Della Argani, Pramudya Fajar Ariestyani, Imelda Arif, Zulfan Zaenal Arti Hastuti Aulia, Sandra Nurul Az-zahra, Raisha Putri Azmi, Fadhila Nurul Damayanti, Imay Daniel Daniel Delfitriani Distya Riski Hapsari Dwi Ananda, Delia Elviana, Ratu Adis Erna Puspasari Erna Puspasari Fadhilah, Syifa Fadillah Yudha Syahrul Fahruddin, Muhammad Naufal Fariha Rizki Sania Febriansyah, Ilham Feranica Fitrilia, Tiana Fuzawati, Fitri Gusrani, Salsabila Syifa Hafiyya, Naila Fathi Isnazaki Handayani, Ani Harianto, Indra Helmi Haris Iman, Muhamad Imay Damayanti Indiana Janet Indradewa, Rhian Intan Kusumaningrum Jaelani, Salsabila Azaria Karimy, Moh Faiz Khafiza, Salma Rukhiatul Kharyani, R. Aldini KHOIRUNNISA Kinanti, Putri Kurniawan, M. Fakih Lia Amalia Mandira, Mugi Tyas Mardiah Marhamah, Irma Siti Maryam Jamila Maulana, Ihsan Mega Silpia Meilani, Almanda Mir'atu Saa'dia Septiani Muhammad Rifki Muhammad Rifqi Muhammad Rifqi Suryana Muharrama, Yurandani Mukhreza, Destila Nawfal Imanudin Noli Novidahlia Nur Mila Sari Nurcahali, Fani Nurfadhilah, Kania Nurfauziah Hadiati Nurlaela, Raden Siti Nurul Izah, Linda Permatahati, Ghina Sri Pertiwi, Inno Ariska Puspa Pertiwi, Sri Rejeki Retna Prasojo, Muhammad Ghazy Fauzan Primaviera, Ellyvia Purba, Risdelita Putri, Sahila Aulia Qisthina, Dalilah Qodariah, Siti Nurlailatul Rahma, Anisa Aulia Rahmawati, Siti Irma Ramadani, Vika Ramadanti, Novia Risdelita Purba Rosadi, Siti Ledidah Muharromah Putri Rosy Hutami Rudy Tjahjohutomo Ruhiya, Fajar Samsu, Qatrun Nada Aghia Saniyya, Ashila Nasyadhiya Saputra, Wildan Sartika Widianingsih Saryono, Zunesha Puspa Sa’diah, Elin Halimatus Septian, Willyandi Septianingsih, Asiah Setiawan, Bagus Adi Setiawati, Mira Afrilia Siahaan, Muhamad Ardi Taufik Silpia, Mega Siti Aminah Siti Maulida Ulfa Siti Nova Isda Dwiyanti Siti Nurhalimah Siti Nurlaela, Raden Siti Rahmawati Sonjaya, Nabila Rizqi Chairiyati Sri Rejeki Retna Pertiwi Sunandi, Dedi Suryaman, Friska Dwi Syafira, Fika Putri Tiara Amanda Lestari Ulfah, Luthfia Uning Budiharti Utami Dwi Hapsari Wahyuni, Aulia Dinda Wardiningsih, Enanda Widianingsih, Sartika Widodo Suwito Widyaningrum, Rohmah Wulan, Nawang Yasri Apriani Yuni Nurmilasari Zahro, Halimah Az