Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Sensori Pada Roti Tawar Dengan Penambahan Tepung Kulit Buah Naga Merah Dengan Menggunakan Metode Rate-All-That-Apply (RATA) Muhammad Rifqi Suryana; Titi Rohmayanti; Fariha Rizki Sania; Utami Dwi Hapsari
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 9 No. 3 (2023): Jurnal Agroindustri Halal 9(3)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v9i3.8100

Abstract

Kulit buah naga merah berwarna merah keunguan karena adanya pigmen antosianin yang dapat menghasilkan variasi sensori roti tawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil sensori roti tawar dengan penambahan tepung kulit buah naga menggunakan metode RATA (Rate-All-That-Apply). Analisis data meliputi Friedman Test, PCA, dan Preference Mapping. Analisis PCA menunjukkan bahwa persentase tepung terigu dan tepung kulit buah naga (95%:5%) dan (90%:10%) identik dengan atribut sensoris warna luar jingga-merah, tekstur lembut (tangan), tekstur lembut. (mulut). , tekstur kenyal (tangan), dan roti tawar memiliki aroma yang khas. Perbandingan persentase tepung terigu dan tepung kulit buah naga (85%:15%) dan (80%:20%) identik warna luar merah tua, warna dalam merah tua, tekstur padat (mulut), tekstur padat (tangan ), rasa asam, rasa pahit, aftertaste asam dan aftertaste pahit. Produk roti dengan perbandingan persentase tepung terigu dan tepung kulit buah naga (95%:5%) memiliki rata-rata nilai kesukaan tertinggi yaitu 80-100%, sedangkan konsentrasi tepung yang ditambahkan Semakin besar kulit buah naga maka konsumen akan semakin rendah. nilai preferensi, yaitu 0-20%.
Sifat Mutu Sensori dan Kimia Selai Kulit Buah Naga Merah dan Buah Sirsak Ellyvia Primaviera; Intan Kusumaningrum; Titi Rohmayanti, S.Si, M.Si
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jam is a semi-solid food product made from fruit and sugar. This study aims to utilize red dragon fruit skin and soursop fruit flesh as jam. This study used a one-factor Completely Randomized Design (CRD) with a ratio of red dragon fruit skin pulp and soursop fruit pulp at five treatment levels, namely 20%:80%, 35%:65%, 50%:50%, 65%:35%, and 80%:20% with two repetitions. Product analysis consists of chemical tests for water content, ash content, crude fiber, total dissolved solids, degree of acidity (pH), sensory quality test, and hedonic test to determine the selected product. The analysis of research data used a test of variance (ANOVA) with Duncan's advanced test. The results of the research on selected products in the treatment of 80% red dragon fruit skin pulp: 20% soursop fruit pulp, which has a moisture content of 33.33%, an ash content of 0.49%, 3.45% crude fiber, and 50.10% total dissolved solids. Sensory quality tests lead to a purplish red color, smells of red dragon fruit skin, smells of soursop fruit, sweet and not sour taste, a non-bitter aftertaste, a soft mouth texture, easy to spread, and hedonic test on all parameters leads to likes.
Literatur Review : Modifikasi Pati Enzimatis Menggunakan Ekso-Β-Amilase: Mekanisme Reaksi, Dampak terhadap Sifat Fungsional Pati dan Aplikasinya pada Produk Pangan Melda Putri Rahayu; Ashila Maziyya Fairuz Firdaus; Arlita Nada Putri; Sabila Anisa Rullia; Ani Nuraini; Amanda Artatia Putri; Alisya Ida Nata; Titi Rohmayanti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.23957

Abstract

Modifikasi pati secara enzimatis berarti memodifikasi struktur internal pati dengan memanfaatkan efek katalitik spesifik amilase untuk meningkatkan beberapa sifat fisikokimia pati dengan mengubah struktur molekul pati. β-amilase adalah enzim ekso yang menunjukkan spesifitas tinggi untuk memutus ikatan 1,4-a-glukosidik pati dari ujung non-pereduksi sehingga menghasilkan maltosa. Artikel ini akan memberikan pemahaman mendalam mengenai reaksi dan dampak terhadap sifat fisikokimia pati serta sifat fungsional pati hasil modifikasi. Desain systematic literature review metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) digunakan pada penelitian ini, yang diklasifikasikan dalam 4 tahapan, yaitu identifikasi, screening, mempertimbangkan kelayakan, dan menganalisis hasil berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Kelompok ekso-β-amilase bekerja dengan cara mengikat ujung nonreduksi dari rantai pati menjadi sebuah kantong pada strukturnya, hal ini berbeda dengan endo-α-amilase yang bekerja membentuk sebuah cekungan. Enzim β-amilase  memperpendek ikatan α-1,4 pada molekul pati rantai lurus dengan memanfaatkan aktivitas tipe ekso sehingga pada akhirnya mengurangi asosiasi antarmolekul dari bagian rantai lurus amilosa, yang dikenal sebagai penyebab utama retrogradasi pati. β-amilase digunakan dalam proses penghancuran dan pembuatan bir karena kemampuannya menghidrolisis pati biji bijian dan menghasilkan maltose. β-amilase dimanfaatkan dalam produksi sirup kaya maltosa. Enzim amilase berperan penting dalam tahap likuifikasi pada pembuatan sirup glukosa.
Karakteristik Sensori Wheygurt Jambu Biji Merah dan Variasi Jenis Penstabil Mutiara Agrison; Titi Rohmayanti; Susi Lesmayati
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24593

Abstract

Whey merupakan hasil samping pengolahan keju yang mengandung komponen gizi tinggi, namun pemanfaatannya masih relatif terbatas. Salah satu upaya meningkatkan nilai tambah pada whey adalah dengan mengolahnya menjadi minuman fermentasi yaitu wheygurt yang diperkaya dengan sari jambu biji merah sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan sari jambu biji merah dan jenis penstabil terhadap mutu sensori wheygurt. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor, yaitu konsentrasi sari jambu biji merah (5%, 10%, dan 15%) dan jenis penstabil (gelatin, pektin dan CMC). Parameter yang diamati meliputi uji sensori dan hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari jambu biji merah mempengaruhi nilai atribut sensori dan jenis penstabil mempengaruhi nilai atribut mutu aroma jambu biji merah dan mutu tekstur. Namun kombinasi perlakuan ini tidak mempengaruhi tingkat penerimaan wheygurt.
Modifikasi Pati Umbi Garut (Maranta arundinaciae) dengan Metode Autoclaving-Cooling dan Aplikasinya pada Pembuatan Mochi Titi Rohmayanti; Siti Nurlailatul Qodariah; Muhammad Fakih Kurniawan
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v7i2.19987

Abstract

Modifikasi pati garut dengan metode autoclaving-cooling berpotensi meningkatkan kandungan fungsional pada pati garut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sensori dan kimia mochi dengan penambahan Pati Garut Termodifikasi (PGT). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 4 taraf perlakuan yaitu perbandingan persentase tepung ketan dan PGT (100:0, 90:10, 80:20, 70:30) dengan dua kali ulangan. Analisis data statistik yang digunakan yaitu ANOVA dan apabila perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mochi dengan penambahan PGT memberikan pengaruh terhadap kandungan kadar air dan serat kasar Mochi dengan penambahan PGT mengandung karbohidrat berkisar 46,74%-55,02% dan nilai kalori berkisar 238,32-262,39 Kkal. Hasil uji sensori dan hedonik produk mochi berpengaruh terhadap parameter warna serta secara keseluruhan mochi PGT disukai oleh panelis.
Proses Produksi Sari Kurma Al-Jazira di CV. Amal Mulia Sejahtera Ciomas–Bogor Fitra Ananda; Titi Rohmayanti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.21595

Abstract

Kurma (Phoenix dactylifera L.) merupakan buah yang kaya nutrisi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan fungsional, salah satunya sari kurma. Meskipun konsumsi kurma di Indonesia cenderung meningkat saat bulan Ramadhan, pemahaman mengenai proses produksi sari kurma secara rinci masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi sari kurma Al-Jazira di CV. Amal Mulia Sejahtera dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas produknya. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan supervisor Quality Assurance, kepala gudang, serta pekerja bagian produksi, dan dokumentasi kegiatan produksi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil lapangan terhadap standar mutu pangan serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi sari kurma meliputi tahapan blending, penyaringan, pemasakan, penambahan bahan tambahan, pencampuran, pengisian, hingga pengemasan. Pemilihan kurma berkualitas sebagai bahan baku utama, pengolahan dengan suhu terkendali, serta penggunaan kemasan PET berstandar keamanan pangan menjadi faktor kunci dalam menjaga mutu produk. Sistem penyimpanan FIFO turut memastikan kualitas tetap terjaga selama distribusi. Namun, keterbatasan penggunaan alat semi-manual pada tahap pengisian dan pengemasan menyebabkan rendahnya efisiensi produksi. Penelitian ini memiliki batasan pada aspek kuantitatif, seperti analisis kandungan gizi dan umur simpan produk yang belum dilakukan secara laboratorium. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan gambaran komprehensif mengenai proses produksi sari kurma di industri lokal, yang dapat dijadikan acuan bagi pengembangan teknologi produksi serta penelitian lanjutan.
Mutu Sensori dan Aktivitas Antioksidan Minuman Matcha Latte dengan Penambahan Kolagen Sapi Salsabila Syifa Gusrani; Intan Kusumaningrum; Titi Rohmayanti
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21642

Abstract

Matcha merupakan bubuk teh hijau yang berasal dari negara Jepang, sering digunakan dalam prosesi upacara minum teh. Salah satu produk minuman yang mengandung matcha yaitu matcha latte. Matcha latte merupakan minuman matcha berbasis susu. Kolagen merupakan protein yang terdapat pada bagian kulit, tulang, tendon, dan organ lainnya. Jumlah kandungan proteinnya mencapai 30 persen dari protein total yang terdapat dalam hewan. Penelitian ini memiliki tujuan umum untuk mengetahui pemanfaatan kolagen sapi dalam produk pangan fungsional yaitu matcha latte. Selain itu, penelitian ini juga memiliki tujuan khusus untuk mengetahui pengaruh penambahan kolagen sapi terhadap mutu sensori dan aktivitas antioksidan pada produk matcha latte. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor dengan 5 taraf perlakuan perbandingan bobot matcha dan bobot kolagen sapi (4,75:0,25, 4,5:0,5, 4,25:0,75, 4:1, 3,75:1,25). Analisis yang dilakukan yaitu pengujian mutu sensori yaitu uji sensori dan uji hedonik serta aktivitas antioksidan. Perbandingan bobot bubuk Matcha dan bobot kolagen sapi mempengaruhi nilai mutu sensori dengan parameter warna, rasa khas matcha, rasa manis, aroma khas matcha, aroma amis, kekentalan, aftertaste, dan overall dan aktivitas antioksidan.
Pengawasan Mutu terhadap Produk Akhir Madu Detox di UMKM Kabupaten Bogor Enanda Wardiningsih; Titi Rohmayanti
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21655

Abstract

Madu di Indonesia sangatlah beragam yang dibedakan menurut asal daerah, standar madu dikembangkan menjadi tiga kategori, salah satunya madu tanpa sengat (trigona). Salah satu produk unggul di UMKM Kabupaten Bogor adalah madu detox yang merupakan racikan madu hutan dengan lemon dan herbal pilihan. Pengelolaan madu agar sesuai  cakupan SNI salah satunya adalah pengendalian mutu produk akhir dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan mutu pangan agar tidak mengalami penurunan mutu selama proses penyimpanan dan distribusi dengan tujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengawasan mutu pangan terhadap produk Madu Detox UMKM Kabupaten Bogor. Bahan baku madu detox meliputi madu, lemon, jahe merah dan kayu manis. Proses produksi madu detox terdiri dari beberapa proses, yaitu sterilisasi alat, sterilisasi bahan, pemotongan dan penghalusan, pengeringan, pencampuran bahan, pengecekan, pengemasan, dan penyimpanan. Konsep pengendalian mutu tercipta untuk mengatasi penyimpangan mutu pada produk sehingga tetap dapat menghasilkan komoditas dengan kualitas atau mutu yang kompetitif baik dipasar lokal atau global. Pengendalian mutu pada produk akhir berkaitan dengan penanganan produk akhir sampai ke tangan konsumen. Oleh karena itu dibutuhkan suatu pengawasan mutu yang berorientasi pada pengujian produk akhir di laboratorium dan untuk memenuhi tuntutan konsumen terhadap produk  yang memenuhi standar mutu parameter terukur pasca produksi.
Literature Review: Pengaruh Modifikasi Tepung Pisang terhadap Kadar Pati Resisten Mira Afrilia Setiawati; Nabilla Indy Gunawan; Nabila Chahya Herlani; Regista Dwi Agustine; Syakila Wahda Aulia; Zahra Amelia Vega; Titi Rohmayanti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.23453

Abstract

Pati resisten merupakan fraksi pati yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan dan berperan dalam pengendalian indeks glikemik serta kesehatan pencernaan. Pisang memiliki kandungan pati dan amilosa yang tinggi sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber pati resisten melalui proses modifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh modifikasi tepung pisang terhadap peningkatan kadar pati resisten dan perubahan sifat fisikokimia pati berdasarkan kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Hasil kajian menunjukkan bahwa modifikasi fisik, seperti pemanasan, pendinginan, dan fermentasi, dapat meningkatkan pembentukan pati resisten, khususnya tipe III, yang lebih stabil dan sulit dicerna. Dengan demikian, tepung pisang termodifikasi berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional berindeks glikemik rendah.
Co-Authors Abdul Mujid Agustiani, Novi Ahmaludin Ahmaludin Alfarizi, Feby Arif Alfintawati, Aprillia Alisya Ida Nata Amanda Artatia Putri Amelia, Iis AMINULLAH Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah, Aminullah Andriani Andriani Ani Nuraini Anisyah, Yuni Nur Apriani, Yasri Apriansyah, Agung Hidayat Aprilia, Della Argani, Pramudya Fajar Ariestyani, Imelda Arif, Zulfan Zaenal Arlita Nada Putri Arti Hastuti Ashila Maziyya Fairuz Firdaus Aulia, Sandra Nurul Az-zahra, Raisha Putri Azmi, Fadhila Nurul Damayanti, Imay Daniel Daniel Delfitriani Distya Riski Hapsari Dwi Ananda, Delia Ellyvia Primaviera Elviana, Ratu Adis Enanda Wardiningsih Erna Puspasari Erna Puspasari Fadhilah, Syifa Fadillah Yudha Syahrul Fahruddin, Muhammad Naufal Fariha Rizki Sania Febriansyah, Ilham Feranica Fitra Ananda Fitrilia, Tiana Fuzawati, Fitri Hafiyya, Naila Fathi Isnazaki Handayani, Ani Harianto, Indra Helmi Haris Ihsan Maulana Iman, Muhamad Imay Damayanti Indiana Janet Indradewa, Rhian Intan Kusumaningrum Intan Kusumaningrum Jaelani, Salsabila Azaria Karimy, Moh Faiz Khafiza, Salma Rukhiatul Kharyani, R. Aldini KHOIRUNNISA Kinanti, Putri Kurniawan, M. Fakih Lia Amalia Mandira, Mugi Tyas Mardiah Marhamah, Irma Siti Maryam Jamila Maulana, Ihsan Mega Silpia Meilani, Almanda Melda Putri Rahayu Mir'atu Saa'dia Septiani Mira Afrilia Setiawati Muhammad Fakih Kurniawan Muhammad Rifki Muhammad Rifqi Muhammad Rifqi Suryana Muharrama, Yurandani Mukhreza, Destila Mutiara Agrison Nabila Chahya Herlani Nabilla Indy Gunawan Nawfal Imanudin Noli Novidahlia Nur Mila Sari Nurcahali, Fani Nurfadhilah, Kania Nurfauziah Hadiati Nurlaela, Raden Siti Nurul Izah, Linda Permatahati, Ghina Sri Pertiwi, Inno Ariska Puspa Pertiwi, Sri Rejeki Retna Prasojo, Muhammad Ghazy Fauzan Primaviera, Ellyvia Purba, Risdelita Putri, Sahila Aulia Qisthina, Dalilah Qodariah, Siti Nurlailatul Rahma, Anisa Aulia Rahmawati, Siti Irma Ramadani, Vika Ramadanti, Novia Regista Dwi Agustine Risdelita Purba Rosadi, Siti Ledidah Muharromah Putri Rosy Hutami Rudy Tjahjohutomo Ruhiya, Fajar Sabila Anisa Rullia Salsabila Syifa Gusrani Samsu, Qatrun Nada Aghia Saniyya, Ashila Nasyadhiya Saputra, Wildan Sartika Widianingsih Saryono, Zunesha Puspa Sa’diah, Elin Halimatus Septian, Willyandi Septianingsih, Asiah Setiawan, Bagus Adi Setiawati, Mira Afrilia Siahaan, Muhamad Ardi Taufik Silpia, Mega Siti Aminah Siti Maulida Ulfa Siti Nova Isda Dwiyanti Siti Nurhalimah Siti Nurlaela, Raden Siti Nurlailatul Qodariah Siti Rahmawati Sonjaya, Nabila Rizqi Chairiyati Sri Rejeki Retna Pertiwi Sunandi, Dedi Suryaman, Friska Dwi Susi Lesmayati Syafira, Fika Putri Syakila Wahda Aulia Tiara Amanda Lestari Ulfah, Luthfia Uning Budiharti Utami Dwi Hapsari Wahyuni, Aulia Dinda Widianingsih, Sartika Widodo Suwito Widyaningrum, Rohmah Wulan, Nawang Yasri Apriani Yuni Nurmilasari Zahra Amelia Vega Zahro, Halimah Az