Claim Missing Document
Check
Articles

The Rise of the Urban Piety Movement: Jamaah Maiyah as an Urban Spiritualism and Emerging Religiosity in the Public Sphere Alam, Lukis; Lahmi, Ahmad; Alam, Meredian; Aminah, Aminah
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v10i3.711

Abstract

Recently, an intense discussion has developed among religion and social issues researchers on the discourse of spiritualism. The existence of spiritualism has changed parts of human civilization, including religious attitudes and expressions that exist in the public sphere. Therefore, in this study, the authors examined the discourse of spiritualism exemplified by Jamaah Maiyah Cak Nun. The model of spiritualism that the authors adopted was different in context from the cultural spiritualism studied by many scientists. This study sought to elaborate and explore the surge of religious spiritualism promoted by Jamaah Maiyah Cak Nun using a qualitative research framework. In addition, this research leads to a social and religious anthropological research model that combines virtual ethnography and fieldwork. The results of this study revealed the existence of spiritualism promoted by Jamaah Maiyah Cak Nun. Meanwhile, the development of various models of different aspects of spiritualism could not be separated from the support of the community itself. The Jamaah Maiyah's interaction also deserved attention; universal religious expressions and egalitarianism were the domains of the community. This research should be a reference for developing religious and social discourse in the future.
Islamic Parenting and Motivation from Parents and Its Influence on Children's Ability to Read the Quran Elvina, Elvina; Ritonga, Mahyudin; Lahmi, Ahmad
Jurnal Tarbiyatuna Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/tarbiyatuna.v12i2.4996

Abstract

The motivation of learners to learn the Qur'an in this day and age is very low, learners at the time to learn the Qur'an choose television activities, play games and others, therefore motivation from parents is needed to minimize the activities of learners who are less useful. Previous studies show that external factors affect Islamic children's development and ability to read the Quran. Therefore, this study aimed to determine how parenting techniques and motivation influence children's ability to read the Quran. A quantitative approach with a sample population of 100 persons was used, while data was collected through questionnaires and examining the existing documents. The results showed that 1) Islamic parenting has a 78% contribution to the children's ability to read the Quran, 2) the motivation by parents affect the children's ability by 1.5%, 3) the combination of parent motivation and parenting techniques accounts for 79.5% of the effect, and 4) parenting style and motivation from parents simultaneously influence children's ability. Based on the description of existing data it can be concluded that parents have a fundamental role in providing motivation for learners to learn the Qur'an.
Muhammadiyah dan Gerakan Perubahan: Tinjauan pada Aspek Sosial, Islam, dan Tajdid Afriandi, Budi; Elhusein, Shofwan Karim; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi; Dahlan, Dasrizal
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.522

Abstract

Penelitian ini meneliti dasar keagamaan dan metode keilmuan gerakan Islam Muhammadiyah di Indonesia. Dengan pendekatan deskriptif analisis dan menggunakan data dari berbagai referensi kepustakaan, penelitian ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah, yang didirikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan pada tahun 1912, berakar pada ajaran Islam dan berusaha menegakkan prinsip-prinsip Al-Qur'an dan Sunnah. Dengan fokus pada dakwah amar ma'ruf nahi munkar, Muhammadiyah berkembang pesat dan mendirikan sekolah-sekolah modern di seluruh Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan metode kepustakaan kepustakaan yang mengandalkan data dari berbagai referensi tertulis, seperti buku atau jurnal. Pendekatannya adalah analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah walaupun di tengah arus globalisasi, Muhammadiyah mengadopsi konsep "Islam Berkemajuan" yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan universal dan identitasnya sebagai gerakan reformis yang memajukan Islam Indonesia melalui kajian kritis terhadap Al-Qur'an. Meskipun disebut dengan berbagai identitas, seperti Islam Modernis, Reformis, dan Murni, Muhammadiyah tetap menjadi salah satu gerakan Islam yang signifikan di Indonesia. Sebagai Gerakan Sosial, Muhammadiyah berupaya memperjuangkan pemurnian ajaran Islam dan perubahan positif dalam masyarakat melalui pendidikan dan berbagai kegiatan sosial. Meskipun menghadapi tantangan, Muhammadiyah terus beradaptasi dan melakukan refleksi diri untuk menjalankan perannya sebagai agen perubahan sosial dan keagamaan yang penting dalam masyarakat.
Pemahaman Anatomi Sistem Syaraf Pusat dalam Perspektif Islam:: Integrasi Ilmu Kedokteran dan Filsafat Islam Wulandari, Wulandari; Hakim, Rosniati; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2154

Abstract

Pemahaman anatomi sistem saraf pusat merupakan aspek fundamental dalam ilmu kedokteran modern. Namun, dalam perspektif Islam, kajian mengenai sistem saraf pusat tidak hanya terbatas pada aspek biologis semata, tetapi juga mencakup dimensi filosofis dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu kedokteran dan filsafat Islam dalam memahami anatomi sistem saraf pusat, serta mengeksplorasi keterkaitannya dengan konsep ruh, akal, dan kesadaran dalam ajaran Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dari sumber-sumber kedokteran, filsafat Islam klasik, serta tafsir Al-Qur’an dan hadis yang berkaitan dengan fungsi otak dan sistem saraf pusat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, sistem saraf pusat tidak hanya bertanggung jawab atas fungsi kognitif dan sensorimotorik, tetapi juga berperan dalam aspek spiritualitas manusia. Pemikiran ulama seperti Al-Farabi, Ibn Sina, dan Al-Ghazali turut memberikan kontribusi dalam memahami hubungan antara otak, jiwa, dan kesadaran.
Pemikiran Muhammadiyah Tentang Islam Berkemajuan Putra, Ronika; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pemikiran Islam dalam Muhammadiyah, terutama pada konsep "Islam Berkemajuan" yang berbeda dari gerakan dakwah Islam lainnya. Muktamar Muhammadiyah meninjau kembali gagasan tersebut setiap lima tahun sekali. Ide ini muncul sebagai respons terhadap globalisasi. Didirikan pada tahun 1912 oleh Ahmad Dahlan, Muhammadiyah berkomitmen mengatasi kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan umat Islam, serta memurnikan praktik Islam dari takhayul dan sesat. Gerakan ini dikenal sebagai reformis dan modernis, menekankan akidah, ibadah, dan akhlak dengan pandangan Islam yang mendorong pencerahan dan kemajuan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dan mengumpulkan data dari literatur yang relevan. Muhammadiyah berfokus pada integrasi ilmu agama dan sekuler di lembaga pendidikan, pengembangan soft skills, dan sistem pendidikan yang mendukung akhlak Islami. Meskipun bukan partai politik, Muhammadiyah berperan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui politik kebangsaan. Islam Berkemajuan diimplementasikan dalam Muhammadiyah melalui berbagai taktik yang bertujuan untuk meningkatkan kehidupan individu, negara, dan seluruh umat manusia. Muhammadiyah menjunjung tinggi gagasan dakwah rahmatan lil alamin dan menekankan pentingnya kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dedikasi Muhammadiyah untuk menampilkan Islam yang berkemajuan diperkuat dengan sejumlah aksi dan program yang merepresentasikan tujuan untuk mewujudkan masyarakat yang modern, berkeadilan, dan terhormat.
Internasionalisasi Muhammadiyah Eliyadi, Eliyadi; Elhusein, Shofwan Karim; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi; Dahlan, Dasrizal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah merupakan organisasi islam yang berdiri pada tahun 1912 di kampung Kauman Yogyakarta. Muhammadiyah didirikan oleh Muhammad Darwis yang lebih dikenal dengan KH. Ahmad Dahlan. Tujuan utama dari organisasi muhammadiyah pada mulanya yaitu untuk mengajak umat islam di Indonesia agar kembali pada ajaran islam yang sebenar-benarnya sesuai dengan al-qur’an dan hadits, bertempat di rumah KH. Ahmad Dahlan sebagai tempat berkumpul untuk mempelajari tentang agama islam, meskipun mendapat berbagai tantangan. Perkembangan Muhammadiyah sangat pesat dan meluas menjadi organisasi yang besar bergerak di berbagai bidang, seperti bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial. Muhammadiyah mendirikan sekolah, madrasah, dan pondok pesantren muhammadiyah, rumah sakit dan klinik, perguruan tinggi, panti asuhan, masjid dan sebagainya. Besarnya kontribusi positif yang diberikan oleh muhammadiyah semakin berkembang, bahkan sampai ke luar negeri atau dengan istilah internasionalisasi muhammadiyah. Tujuan penelitian ini untuk menggali informasi tentang peran muhammadiyah dalam kancah internasional, dengan metode penelitian kepustakaan. Dari penelitian diketahui bahwa ada beberapa strategi dalam upaya internasionalisasi muhammadiyah, serta dampak dari internasionalisasi muhammadiyah.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI BASIC KEDISIPLINAN: Studi Fenomenologi di SMP Negeri 3 Lembah Melintang Pasaman Barat Khairunnas, Khairunnas; Ritonga, Mahyudin; Lahmi, Ahmad
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 6, No 1 (2021): AL-MUADDIB : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL DAN KEISLAMAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v6i1.55-65

Abstract

Educational institutions have different rules from each other, discipline is needed to equalize perceptions and actions in institutions where discipline is applied, in reality many rules have been agreed among all school communities but compliance is not realized as it should be. The existence of Islamic religious education is seen as having a role in realizing the discipline of learners, in line with this research aims to see the phenomenon of how Islamic religious education is used as the basis for the application of discipline in schools. This research is designed with qualitative approach, the data source includes Islamic religious education teachers, purposively selected learners. Research data is collected through observations, interviews and documentation studies. Research data is analyzed through interactive. The results prove that Islamic religious education in SMP Negeri contains a fairly complex disciplinary value, even all disciplines agreed at SMP Negeri 3 Lembah Melintang are substantively contained in PAI. PAI as a basic discipline is seen in the practice of Islamic values among teachers and students.  
MUHAMMADIYAH JAWA DAN LANDASAN KULTURAL UNTUK ISLAM BERKEMAJAUAN Anwar Pahutar, Agus; Karim Elhusein, Syofwan; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi; Yasrah Dalimunthe, Rahma
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 9, No 1 (2024): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v9i1.214-234

Abstract

Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terkemuka di Indonesia, telah memainkan peran penting dalam pembentukan dan evolusi Islam di Jawa, Indonesia. Sejak didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta, Muhammadiyah telah berkomitmen pada misi memurnikan praktik Islam dengan menolak pengaruh tradisi lokal yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam murni. Organisasi ini mengadvokasi pendekatan berbasis teks suci, yaitu Al-Qur'an dan Hadis, dan menekankan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial sebagai sarana untuk memajukan masyarakat. Dalam kajian ini, kami menyelidiki bagaimana Muhammadiyah berinteraksi dengan kultur Jawa, yang terkenal dengan kekayaan tradisi dan sinkretismenya. Kami menjelajahi tantangan dan strategi Muhammadiyah dalam mengadaptasi dan kadang-kadang menolak aspek-aspek tertentu dari budaya Jawa dalam upayanya untuk menegakkan versi Islam yang dianggap lebih 'murni'. Fokus utama dari penelitian ini adalah pada dinamika antara pemeliharaan identitas keagamaan dan kebutuhan adaptasi kultural, yang tercermin dalam pendekatan Muhammadiyah terhadap pendidikan, aktivisme sosial, dan partisipasi dalam politik lokal. Analisis ini juga membahas bagaimana Muhammadiyah berusaha menciptakan "Islam Berkemajuan", yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan modernitas dan responsif terhadap perubahan sosial. Dengan mengkaji peran Muhammadiyah di Jawa, penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana organisasi keagamaan bisa mempengaruhi dan di pengaruhi oleh konteks kulturalnya, serta implikasinya terhadap pembentukan wajah Islam kontemporer di Indonesia. Kajian ini penting untuk memahami interaksi antara agama dan budaya dalam konteks pluralistik dan dinamis di Indonesia.
Muhammadiyah Berkemajuan: Najib Burhani Prespektif Anzalman, Anzalman; Elhusein, Shofwan Karim; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi; Dahlan, Dasrizal; Thaheransyah, Thaheransyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12709

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi konsep "Muhammadiyah Berkemajuan" sebagaimana dipahami oleh Najib Burhani, seorang akademisi terkemuka yang mendalami dinamika Muhammadiyah. Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, terus berusaha untuk memajukan masyarakat melalui berbagai bidang. Burhani menekankan bahwa "Muhammadiyah Berkemajuan" mencakup aspek pemikiran, praksis sosial, dan kontribusi global. Dalam hal pemikiran, Muhammadiyah diharapkan mengembangkan ide-ide yang inklusif, progresif, dan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari segi praksis sosial, organisasi ini berfokus pada inovasi dalam pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan program sosial lainnya. Selain itu, Burhani menyoroti pentingnya peran Muhammadiyah dalam dialog peradaban dan kerja sama internasional untuk menghadapi isu-isu global. Konsep ini mengajak Muhammadiyah untuk tetap relevan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa di tingkat lokal dan global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa "Muhammadiyah Berkemajuan" adalah paradigma yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan dinamika perubahan zaman, mendorong inovasi dan adaptasi dalam berbagai aspek kehidupan.
Muhammadiyah Minangkabau : Gerakan Ulama cum Pedagang Firdaus, Khairul; Ras Bumi, Hengki; Elhusein, Shofwan Karim; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13623

Abstract

Muhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang didirikan pada akhir abad ke-19 oleh KH Ahmad Dahlan. Dalam perkembangannya Muhammadiyah sejak berdirinkan sangat berkembangan dengan pesat yang pada awalnya Muhammadiyah hanya berkembangan di pulau jawa dan kebembang di seluruh Indonesia termasuk di Sumatera Barat yang di dirikan oleh Syekh Abdul Karim Abdullah pada tahun 1925 M di Maninjau. Pendirian Muhammadiyah merupakan respons terhadap kondisi sosial dan politik pada masanya, dengan tujuan utama untuk mengembangkan pendidikan, sosial, dan keagamaan masyarakat muslim. Dalam sejarah organiasasi di Indonesia Muhammadiayah mempunyai pengaruh yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Sumatera Barat. Jurnal ini membahas Perkembangan Muhammadiyah di Minang Kabau (Sumatera Barat), serta kontribusinya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, serta tantangan yang dihadapi di era modern.
Co-Authors - Afrizal AA Sudharmawan, AA Afriandi, Budi Afriko, Novik Agus, Fauzi Aminah Aminah Amrizon, Amrizon Andrianto Andrianto Anwar Pahutar, Agus Anzalman Anzalman, Anzalman Apriandi, Budi Apris Apris, Apris Ari Prima Arman, Iza Arni, Tatis Asmaret, Desi Ayu, Sandra Badriyatul Muniroh, Badriyatul Bakar, Rohandi Abu Bulek, Muhammad Jahar Bumi, Hengki Ras Dafril, Dafril Dahlan, Dasrizal Dahlan, Desrizal Dasrizal D, Dasrizal Dasrizal Dahlan Elhusein, Shofwan Karim Elhusen, Shofwan Karim Elhusen, Sofwan Karim Eliyadi, Eliyadi Elvina Elvina Ermawita, Yulia Fadli, Rahmat Firdaus, Khairul Gusnita, Fitri Halim, Syaflin Hendri Hendri Ihsan Ihsan Ikbal, Ahmad Ismasnawati Ismi, Khairati Johardi, Johardi Julhadi, Julhadi Kadri, Husen Karim Elhusein, Sofwan Karim Elhusein, Syofwan Kemerindo, Gref Khairunnas, Khairunnas Kholidah Kholidah, Kholidah Lukis Alam M. Fikar Mahyudin Ritonga Marlinton, Eki Meredian Alam Mitra, Fitria Muhammad Faisal Mulyadi Mulyadi Mursal Mursal Nasution, Suryadi Nofrizal Nofrizal Nofrizal, Edi Novigator, Hendri Nur Saadah Khudri Nurnajmi, Nurnajmi Putra, Ronika Rahmi Rahmi Raja Ritonga Ras Bumi, Hengki rasyid, aguswan Riki Saputra, Riki Ritonga, Ahmad Roisuddin Ronaldi, Ronaldi Rosniati Hakim Sari, Elpita Sobhan, Sobhan Sri Hidayati Sukri, Indra Surianti, Lizi Virma SURYANINGRUM, EVI Syafrianto, Syafrianto Syafrion, Syafrion Syafriyon Syofrianisda, Syofrianisda Thaheransyah Wahyun, Sri Wulandari Wulandari Yakub, Ramli Yasrah Dalimunthe, Rahma Yondrizal, Yondrizal Zulkifli Zulkifli