Claim Missing Document
Check
Articles

Development of Learning Cycle 7E-Based Teaching Materials on the Topics of Cartesian Coordinates Bela, Maria Editha; Wewe, Melkior; Suka, Felista Ripo
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 24, No 4 (2023): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to develop and produce teaching materials. The teaching material in question is the Cartesian coordinates module for class VIII junior high school students. This Cartesian coordinate module is based on the 7e learning cycle model which meets valid and practical criteria. This research was carried out at SMP Negeri 5 Bajawa with the test subjects being class VIII students as potential product users. This development research uses the ADDIE development model which consists of five stages, namely Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The assessment instrument in this research uses expert test assessment sheets with the aim of measuring the level of validity of teaching materials as well as student and teacher response questionnaires with the aim of measuring the level of practicality of the teaching materials being developed. The research results show that the average validity score for teaching materials is 4.3 with the criteria "Very Good". Meanwhile, the average practicality score is 4.7 with the criteria "Very Good". Thus, the teaching material in the form of a Cartesian coordinate module based on the 7e learning cycle model for Class VIII middle school students is said to be valid and practical. Keywords: development, modules, ADDIE, cartesian coordinates and learning cycle 7E Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan bahan ajar. Bahan ajar yang dimaksud adalah Modul koordinat cartesius untuk Peserta didik SMP kelas VIII. Modul koordinat cartesius ini berbasis model learning cycle 7e yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Bajawa dengan subjek uji cobanya adalah peserta didik kelas VIII sebagai calon pengguna produk. Penelitian pengembangan ini menggunkan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yakni Analysis, Design, Development, Implementasi dan Evaluation. Instrumen penilaian dalam penelitian ini menggunakan lembar penilaian uji ahli dengan tujuan untuk mengukur tingkat kevalidan bahan ajar serta angket respon siswa dan guru dengan tujuan untuk mengukur tingkat kepraktisan bahan ajar yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukan rata-rata skor kevalidan bahan ajar adalah 4,3 dengan kriteia “Sangat Baik ”. Sedangkan rata-rata skor kepraktisan adalah 4,7 dengan kriteria “ Sangat Baik” . Dengan demikian bahan ajar berupa modul koordinat cartesius berbasis model learning cycle 7e untuk siswa SMP Kelas VIII dikatakan valid dan praktis.  Kata kunci: pengembangan, modul, ADDIE, koordinat cartesius dan learning cycle 7E. DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v24i4.pp880-889
Integrating ethnomathematics into a transformation geometry module to enhance self-efficacy Bela, Maria Editha; Wewe, Melkior
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 15 No 2 (2024): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Islam Raden Intan Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v15i2.24564

Abstract

Background: Improving self-efficacy is essential for student success in mathematics, especially in complex topics like transformation geometry. Incorporating ethnomathematics into instructional modules provides a meaningful connection between mathematical concepts and cultural contexts, which can enhance student engagement and confidence.Aim: This research focuses on developing a teaching module grounded in ethnomathematics to foster self-efficacy among Class XI high school students in transformation geometry. The study also evaluates the module's validity and practicality.Method: Using the ADDIE framework (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate) within a Research and Development (R&D) approach, the study utilized expert validation sheets to assess content and design quality. Practicality was measured through teacher and student feedback collected via questionnaires. Data were analyzed through qualitative and quantitative descriptive methods.Results: Expert reviews on content and design yielded an average score of 86, indicating the module's strong validity. Feedback from teachers and students produced an average score of 85.72, demonstrating the module's high level of practicality.Conclusion: The ethnomathematics-based module is validated as both effective and practical, making it a valuable resource for improving self-efficacy in transformation geometry.
Enhancing students' algebraic numeracy through the development of a concrete algebra box: R&D study in Indonesian secondary education Tali Wangge, Maria Carmelita; Bela, Maria Editha
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 16 No 1 (2025): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Islam Raden Intan Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v16i1.27390

Abstract

Purpose: This study aims to improve students’ algebraic numeracy by developing a concrete teaching aid “the Algebra Box” to facilitate learning of addition and subtraction operations involving algebraic expressions among Grade VII students in Indonesia. Method: Employing the Research and Development (R&D) approach, this study followed six key stages: identifying potential problems, data collection, product design, design validation, product revision, and final implementation. The participants were students from Grade VII at SMPN 2 Soa, Indonesia. Data were collected through classroom observation, learning assessments, and validation by subject teachers. Pre- and post-intervention assessments were conducted to measure learning outcomes before and after the implementation of the Algebra Box. Findings: The results reveal a significant improvement in students’ numeracy skills. Prior to the intervention, 20 percent of students scored in the high category. After implementing the Algebra Box in learning sessions, this increased to 80 percent. Students showed enhanced conceptual understanding, active participation, and improved problem-solving accuracy. The concrete nature of the Algebra Box helped bridge abstract algebraic concepts with tangible representations, thereby reinforcing cognitive engagement and learning retention. Significance: This study highlights the effectiveness of manipulative-based learning tools in transforming mathematics education, particularly in developing countries where abstract reasoning often poses a major challenge. The Algebra Box not only supports the transition from teacher-centered to student-centered learning but also fosters critical thinking and collaborative problem-solving among students. These findings support the integration of concrete instructional media into algebra curricula as a strategic method to improve learning outcomes and mathematical confidence in early secondary education.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR NUMERASI MELALUI METODE PROBLEM-BASED LEARNING PADA PESERTA DIDIK KELAS V SDN DAMU Api, Jefrianus; Tali Wangge, Maria Carmelita; Bela, Maria Editha; Bhoke, Wilibaldus
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 17 No. 1: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v17i1.17334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan numerasi siswa dengan menerapkan metode pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning atau PBL) pada peserta didik kelas V di SDN Damu. Penelitian memanfaatkan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang diselenggarakan dalam tiga siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitiannya yaitu siswa kelas V SDN Damu, dengan jumlah 23 siswa. Metode pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil kajian ini memperlihatkan bahwa pengaplikasian metode pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) mampu menaikkan keterampilan numerasi peserta didik. Fakta tersebut didukung oleh hasil belajar siswa pada siklus I rata-rata skor nilai 51,06 dengan peserta didik mencapai ketuntasan 52% atau 12 siswa kemudian meningkat pada siklus II dengan presentase 75% atau 17 siswa yang tuntas dan memperoleh rata-rata 82,17, dan motivasi belajar siswa juga meningkat. Sebagai kesimpulan, dapat dikatakan bahwasanya model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) efektif dalam meningkatkan keterampilan numerasi peserta didik.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN REFUSI PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI BERBASIS PENDEKATAN KONTEKISTUAL UNTUK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 RIUNG Wale, Lafisius Tena; Bhoke, Wilibaldus; Bela, Maria Editha; Wewe, Melkior
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 17 No. 1: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v17i1.17338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran “Papan Refusi” pada materi Relasi dan Fungsi berbasis pendekatan kontekstual bagi siswa SMP Negeri 2 Riung. Pengembangan media ini dilakukan karena kebutuhan akan metode pembelajaran yang inovatif dan menarik untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Relasi dan Fungsi yang sering dianggap sulit. Pendekatan kontekstual dipilih untuk menghubungkan materi matematika dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermakna. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang terdiri dari lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil dari penelitian ini adalah media pembelajaran “Papan Refusi” yang dapat membantusiswa dalam memahami konsep relasi dan fungsi melalui aktivitas yang menyenangkan dan menantang. Uji coba terbatas dilakukan di SMP Negeri 2 Riung, dan hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang signifikan, serta respon positif dari siswa dan guru terhadap penggunaan media ini. Melaluli penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran “Papan Refusi” berbasis pendekatan kontekstual efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Relasi dan Fungsi di SMP Negeri 2 Riung. Melalui tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, media ini terbukti berhasil menarik perhatian siswa dan memfasilitasi mereka dalam memahami konsep-konsep matematika yang sering dianggap sulit. Media pembelajaran “Papan Refusi” berbasis pendekatan kontekstual efektif digunakan dalam proses pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Riung.
ANALISIS KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS V SDK MABHAMBAWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL AKM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN VI Goan, Bonevantura; Bhoke, Wilibaldus; Bela, Maria Editha; Wewe, Melkior
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 17 No. 1: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v17i1.17547

Abstract

Penelitian bertujuan  guna mengetahui kemampuan siswa menyelesaikan soal  numerasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) siswa kelas V SDK Mabhambawa melalui program kampus mengajar angkatan 6 yang meliputi pemahaman konsep bilangan. Metode penelitian deskriptif kualitatif dilakukan dengan subyek penelitian adalah siswa kelas V SDK Mabhambawa yang terdiri atas 18 siswa dengan instrumen soal AKM 20 nomor dan wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melihat hasil AKM dan wawancara Penelitian dengan Analisis data mencakup tahap dan pengumpulan data, redeksi data, penyajian informasi dan penarikan kesimpulan. Adapun temuan peneliti ialah Materi yang dikuasai oleh semua siswa ialah materi membandingkan dua pecahan, termasuk membandingkan bilangan cacah dan pecahan berada pada kategori tinggi dengan persentase 89%. Sedangkan untuk kategori materi yang merasa sulit dikerjakan oleh siswa ialah materi tentang Mengidentifikasi ciri-, ciri segibanyak, segitiga, segiempat, serta lingkaran berada pada kategori rendah dengan persentase 28%. Jika dilihat dari rata-rata hasil numerasi AKM kelas dengan jumblah18 siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan pendekatan yang komprehensif dan sinergi antara berbagai pihak sangat perlu untuk meningkatkan kompetensi numerasi siswa secara optimal. Penelitian yang telah dilakukan bisa dijadikan acuan bagi guru serta pihak sekolah dalam mengembangkan strategi  pembelajaran agar semakin efektif guna meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Kesimpilan  yang didapatkan menjadi dua yaitu materi yang dikuasi dan yang sulit untuk siswa, penilaian ini didasarkan pada indikator numerasi dalam AKM yang menunjukan jika kemampuan numerasi siswa berada pada kategori sedang dengan persentase 67%.  
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA NAGEKEO DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Latong, Jefrianus; Wewe, Melkior; Bela, Maria Editha; Tali Wangge, Maria Carmelita
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 17 No. 1: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v17i1.17548

Abstract

Eksplorasi Etnomatematika Nagekeo dalam pembelajaran matematika mempunyai hubungan yang sangat erat kaitannya dengan kebudayaan. Matematika tercermin dalam budaya karena banyaknya aktivitas manusia yang berhubungan dengan prinsip-prinsip matematika dalam keseharian. Setiap budaya memiliki cara unik dalam menerapkan konsep matematika. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui kebudayaan Nagekeo dengan konsep yang begitu menarik yang ditemukan pada Po,o Kose (Nasi Bambu), dan Te,e (Tikar). Penelitian ini dilakukan di Boawae, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif yang melakukan dengan beberapa tahapan seperti sumber informasi yang di dapatkan oleh peneliti melalui meliputi data, wawancara, dokumentasi, serta referensi dari berbagai sember, dan subjek dalam penelitian ini merupakan masyarakat Nagekeo yang memiliki keahlian pada bidangnya (Po,o Kose dan Te,e).  Hasil penelitian menggungkapkan bahwa dalam pembuatan Po,o Kose dan Te,e eksplorasi matematika menggabungkan bangun ruang dalam bentuk tabung dan bangun datar dalam bentuk persegi, sehingga membentuk sebuah hasil karya sesuai denga apa yang diharapkan oleh para masyarakat pada umumnya. Dengan adanya penelitian ini peneliti melihat jelas bahwa budaya bisa di jadikan sebagai cara terbaik untuk meningkatkan potensi belajar siswa pada bidang pendidikan matematika. 
Pendampingan Kegiatan Olimpiade Matematika (Cerdas Cermat Matematika) Antar Kelas SMP Citra Bakti Bela, Maria Editha; Tali Wangge, Maria Carmelita; Wewe, Melkior; Lola, Teofania Kristina; Hari, Christina Lusiana
Abdimas Indonesian Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.v5i2.863

Abstract

The inter-grade Mathematics Olympiad (Cerdas Cermat Matematika) held at Citra Bakti Junior High School is a form of mentoring to improve the quality of mathematics learning and encourage the development of students' academic potential. This study aims to describe the implementation, impact, and effectiveness of this mentoring activity on students' academic and mental readiness. A qualitative approach was used, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The activity took place on May 21, 2025, involving 12 seventh and eighth grade students divided into four groups. The results showed that the structured mentoring program improved students' understanding of mathematical concepts, self-confidence, and critical and logical thinking skills in a competitive atmosphere. Furthermore, this activity instilled character values such as cooperation, responsibility, sportsmanship, and discipline. The active involvement of teachers, student interns, and school support were key factors in the success of this program. Therefore, the school-level Mathematics Olympiad can serve as a good practice in strengthening academic culture and 21st-century learning, emphasizing mastery of material and the development of students' soft skills.
Pendampingan Guru Matematika dalam Menyusun Instrumen Tes Higher Order Thinking Skills (HOTS) Terintegrasi Etnomatematika Ngadhu Bhaga: Assistance Program for Mathematics Teachers in Developing Higher Order Thinking Skills (HOTS) Test Instruments Integrated with Ngadhu Bhaga Ethnomathematics Wewe, Melkior; Bela, Maria Editha; Hari, Christina Lusiana; Lola, Teofania Krsina; Pantaleon, Kristianus Viktor
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rpxcf744

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menambah pemahaman  guru matematika dalam membuat soal tes yang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan terintegrasi dengan etnomatematika Ngadhu Bhaga. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 19 hingga 20 Agustus 2025, yang diikuti oleh 40 orang guru matematika dan 3 orang pengawas. Kegiatan ini melibatkan dua dosen dan satu mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Citra Bakti. Metode yang digunakan mencakup penyampaian informasi, pemaparan materi, bimbingan, diskusi, latihan membuat soal, serta evaluasi. Materi yang diberikan meliputi konsep HOTS, pengenalan etnomatematika Ngadhu Bhaga, serta cara mengintegrasikan etnomatematika Ngadhu Bhaga  ke dalam soal-soal matematika. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman guru meningkat dengan skor 3,80 (kategori paham), efektivitas bimbingan mencapai skor 3,95 (efektif), materi yang sesuai dengan kurikulum memiliki skor 4,00 (sangat sesuai), kebermanfaatan kegiatan sebesar 3,75 (bermanfaat), dan kepuasan peserta mencapai skor 3,90 (sangat puas). Namun, ada beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan referensi, kesulitan dalam mengembangkan budaya lokal dalam soal HOTS, serta minimnya pengalaman para guru (skor 2,50). Kegiatan ini disarankan untuk dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan, pengembangan bank soal berbasis etnomatematika, serta integrasi ke dalam program MGMP Matematika. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CALISTUNG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA DI SMP NEGERI 2 MAUPONGGO Ngao, Priska; Bela, Maria Editha; Tali Wangge, Maria Carmelita; Bhoke, Wilibaldus
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 16 No. 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i2.16487

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah menerapkan model pembelajaran calistung guna meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa dengan menerapkan metode penelitian kualitatif deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Mauponggo. Data penelitian yang dikumpulkan dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengamati proses penerapan model pembelajaran calistung, dan pendekatan kuantitatif untuk menghitung hasil dari program calistung efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan nilai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dari pre-test ke post-test. Perolehan nilai AKM dari pre-test literasi 44 % dan post-tes literasi 80%. Sedangkan perolehan nilai AKM pre-test numerasi 22% dan post-test sebesar 65%. Selain itu proses pembelajaran menunjukan adanya perubahan positif dalam motivasi belajar siswa, keaktifan selama proses pembelajaran, dan pemahaman siswa terhadap materi dasar literasi dan numerasi. Hasil ini mengidentifikasi bahwa model pembelajaran calistung dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pencapaian siswa.
Co-Authors Anastasia Ndelos Jawa Angelus Weto Anu, Maria Kalista Api, Jefrianus Ari, Sofia Bara, Florintina Elvin Bate, Nikodemus Beatriks Sare Bernadus Agustinus Dhaga Wewu Bili Bha, Yesechiel Awo Bhara, Maria Aneti Konstantina Bili, Kristina Yasintha Ngodhu Co'o, Petronela Coo Bule, Modesta Venidora Do, Yulita Wea Dopo, Florentianus Efrida Ita Elisabeth Tantiana Ngura Engi, Emiliana Fachry Abda El Rahman Felista Ripo Suka Ferdinandus Bate Dopo Ferdinandus Samri Finu, Maria Dafrosa Florintina Elvin Bara Foa, Anna Julita Fransiskus Xaverius Dolo Gelu, Afrianus Goan, Bonevantura Hari, Chistina Lusiana Hari, Christina Lusiana Hilarion Jogo Jodo, Dominikus Kaka Jogo, Hilarion Kaka, Apliana Ambu Kapoh, Jeane Rosalia Kedhi, Katharina Key, Katarina Karmelita Kila Keli, Yohanes Oskarito Konstantinus Dua Dhiu, Konstantinus Dua Kristiyanti Kurnia Dhajo Kua, Maria Yuliana Lao, Maria Antonia Latong, Jefrianus Lewa, Yusta Selvianjeli Lola, Teofania Kristina Lola, Teofania Krsina Lujur, Veronika Maria Ansiliana Bupu Maria Antonia Lao Maria Bonifasia Pita Kosu Maria Carmelita Tali Wangge Maria Carmelita Tali Wangge Maria Dolorosa Piu Maria Efriliana Diru Maria Ermelinda Woa Maria Jenianti Pegi Maria Yoanita Ngina Marselina Wea Marsianus Meka Mbela, Natalia Megu, Bonifasius Melania Santika Wona Melkior Wewe Melkior Wewe Melkior Wewe Modesta Dobe Pati Moi, Flaviana Yunita Naru, Deyflora Meo Natalia Mbela Natalia Rosalina Rawa Natalia Rosalina Rawa Natalia Rosalina Rawa Ndao, Yosefa Vilmit Ndiu, Yultiana Ngao, Priska Ngode, Karolina Noa, Priska Ermelinda Nurwijayanti Oskarina Gelo Pantaleon, Kristianus Viktor Pati, Modesta Dobe Pelipus Wungo Kaka Petronela Co'o Piu, Maria Dolorosa Prisko Yanuarius Djawaria Pare Putrini, Maria Anjelina Rada, Maria Anna Ghena Raden Mohamad Herdian Bhakti Rasdiyanti, Yohana Rema, Iventius Bai Rewo, Josep Marianus Rewo, Josep Marsianaus Rewo, Josep Marsianus Roas, Novita Rosalia Lende Rua, Maria Oktavia Dede Siska Lengi Suka, Felista Ripo Tali Wangge, Maria Carmelita Veronika Meo Wale, Lafisius Tena Wangge, Maria C.T Wangge, Maria Carmelita Tali Wangge, Maria Carmelita Tali Wangge Wangge, Maria CT Wani, Bernabas Watu, Vinsensius Wea, Marselina Wena, Hendrika Wewe, Melkior Wewe, Melkior Wewe Wilibaldus Bhoke Wilibaldus Bhoke Woli, Roslinantia Wona, Melania Santika Yasinta Maria Fono Yesechiel Awo Bha Yohana Rasdiyanti Yohanes Dua Yohanes Vianey Sayangan Yohanes Vianney Sayangan Yulita Wea Do Yultiana Ndiu