Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Kadar Natrium Siklamat Pada Minuman Es Doger Yang Dijual Di Pasar Sentral Kabupaten Pinrang Salnus, Subakir
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol.1, No.3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi pemanis buatan secara berlebihan, termasuk natrium siklamat, dapat menimbulkan efek kesehatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar natrium siklamat pada minuman es doger yang dijual di Pasar Sentral Kabupaten Pinrang. Sebanyak tujuh sampel dikumpulkan dengan teknik purposive sampling. Deteksi dan kuantifikasi siklamat dilakukan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan spektrofotometri UV–Vis. Hasil KLT menunjukkan seluruh sampel positif mengandung siklamat. Analisis kuantitatif menunjukkan kadar natrium siklamat berkisar 9,75 mg/L hingga 71,91 mg/L, seluruhnya masih berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan (3000 mg/L). Hasil ini menunjukkan bahwa es doger yang dijual di pasaran masih berada pada batas aman konsumsi, meskipun terdapat variasi kadar antar pedagang sehingga diperlukan pengawasan rutin.
Analisis Kadar Formalin pada Tahu yang Beredar di Pasar Sentral Kabupaten Pinrang Salnus, Subakir
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol.1, No.3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan formalin sebagai bahan tambahan pangan dilarang, namun praktik ini masih ditemukan pada beberapa produk pangan basah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keberadaan formalin serta menentukan kadar formalin pada tahu yang dijual di Pasar Sentral Kabupaten Pinrang. Desain penelitian adalah eksperimen laboratorik dengan teknik total sampling terhadap 10 sampel tahu. Identifikasi kualitatif dilakukan menggunakan metode fenilhidrazin, sedangkan penetapan kadar dilakukan dengan spektrofotometri menggunakan pereaksi asam kromatropat. Hasil menunjukkan bahwa 30% sampel positif mengandung formalin. Nilai kadar formalin pada tiga sampel positif masing-masing adalah 10 ppm, 9,8 ppm, dan 9,5 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa masih terdapat praktik penggunaan formalin di pasar tradisional Kabupaten Pinrang, meskipun telah dilarang oleh BPOM. Pengawasan keamanan pangan dan edukasi konsumen perlu ditingkatkan.
PELATIHAN PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN KELAPA MENJADI MINYAK KELAPA MURNI (VCO) SKALA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KABUPATEN TAKALAR Muharram; Salnus, Subakir; Majid, Ahmad Fudhail; Negara, Satria Putra Jaya; Ahmad, Fandi
ABDI KIMIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Edisi Desember
Publisher : Jurusan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/abdi.v3i1.10674

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, dengan fokus pada peningkatan kapasitas keterampilan kelompok tani dalam mengolah komoditas kelapa menjadi produk bernilai tambah berupa minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil/VCO). Daerah ini merupakan salah satu wilayah penghasil kelapa dengan potensi produksi yang besar, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan kelapa mentah dan produk sederhana seperti kopra. Minimnya pengetahuan teknologi pengolahan, manajemen usaha, serta strategi pemasaran menyebabkan rendahnya nilai ekonomi dan daya saing produk kelapa lokal. Oleh karena itu, kegiatan PkM ini bertujuan memberikan pelatihan teknis dan pendampingan usaha agar masyarakat mampu menghasilkan VCO berkualitas tinggi yang layak menjadi produk unggulan daerah. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 22 anggota kelompok tani melalui tahapan sosialisasi, penyuluhan teoritis, demonstrasi, praktik mandiri, serta evaluasi. Materi pelatihan mencakup potensi ekonomi kelapa, manfaat kesehatan VCO, standar mutu, metode produksi mekanik tanpa pemanasan, teknik penyaringan dan pengemasan, manajemen usaha, serta strategi pemasaran digital. Peserta melakukan praktik langsung pembuatan VCO menggunakan metode fermentasi dan mekanik sederhana yang sesuai untuk skala industri rumah tangga. Hasil praktik menunjukkan seluruh kelompok berhasil memproduksi VCO dengan mutu organoleptik yang baik—jernih, beraroma segar, dan tidak tengik. Evaluasi melalui angket menunjukkan respons peserta sangat positif dengan skor rata-rata 4,61 (92,2%). Indikator tertinggi adalah manfaat kegiatan bagi usaha kelompok tani (96,4%) dan metode penyampaian instruktur (95,4%). Pelatihan ini terbukti meningkatkan pengetahuan, keterampilan produksi, dan motivasi berwirausaha, sehingga sebagian besar peserta menyatakan siap membentuk unit usaha bersama untuk produksi VCO. Meskipun demikian, masih ditemui kendala berupa keterbatasan peralatan pemisahan minyak dan strategi pemasaran awal. Sebagai tindak lanjut, direncanakan pendampingan lanjutan selama tiga bulan untuk mendukung aspek produksi, legalitas (PIRT), branding, dan pemasaran digital. Program PkM ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan nilai tambah komoditas kelapa serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal. Diharapkan usaha VCO dapat berkembang menjadi usaha berkelanjutan dan menjadi salah satu produk unggulan daerah yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Mappakasunggu.
IDENTIFICATION OF SECONDARY METABOLITE COMPOUNDS USING GC-MS IN METHANOL EXTRACTS OF KEISSI TUBERS (Stephania venosa (Blume) Spreng) Salempa, Pince; Salnus, Subakir; Hasri
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2025.11632

Abstract

Traditional medicinal plants are an important source of bioactive compounds that have the potential to be developed as raw materials for health products. One species used by the community in Mambi District, West Sulawesi, for cancer treatment is Belajang Keissi' (Stephania venosa (Blume) Spreng). This study aims to identify the secondary metabolites contained in the methanol extract of Belajang Keissi' tubers. The extraction process was carried out using the maceration method with methanol as the solvent, followed by qualitative phytochemical testing and compound profile analysis using GC-MS. The results of the phytochemical test showed that the methanol extract of Belajang Keissi' tubers contained alkaloids and flavonoids. Further GC-MS analysis revealed the presence of several dominant compounds, namely 9,12-octadecadienoic acid (Z,Z)-, methyl ester; trans-13-octadecenoic acid, methyl ester; methyl stearate; 6H-dibenzo[a,g]quinolizine, 5,8,13,13a-tetrahydro-2,3,9,10-tetramethoxy-; and (±)-2,3,3′,4′-tetramethoxy-α-methyl-5-(prop-1-enyl)stilbene. These findings indicate that Belajang Keissi tubers have potential as a source of bioactive compounds that can support the development of traditional medicines based on natural ingredients.
IDENTIFICATION OF SECONDARY METABOLITE COMPOUNDS USING GC-MS IN METHANOL EXTRACTS OF KEISSI TUBERS (Stephania venosa (Blume) Spreng) Salempa, Pince; Salnus, Subakir; Hasri
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2025.11632

Abstract

Traditional medicinal plants are an important source of bioactive compounds that have the potential to be developed as raw materials for health products. One species used by the community in Mambi District, West Sulawesi, for cancer treatment is Belajang Keissi' (Stephania venosa (Blume) Spreng). This study aims to identify the secondary metabolites contained in the methanol extract of Belajang Keissi' tubers. The extraction process was carried out using the maceration method with methanol as the solvent, followed by qualitative phytochemical testing and compound profile analysis using GC-MS. The results of the phytochemical test showed that the methanol extract of Belajang Keissi' tubers contained alkaloids and flavonoids. Further GC-MS analysis revealed the presence of several dominant compounds, namely 9,12-octadecadienoic acid (Z,Z)-, methyl ester; trans-13-octadecenoic acid, methyl ester; methyl stearate; 6H-dibenzo[a,g]quinolizine, 5,8,13,13a-tetrahydro-2,3,9,10-tetramethoxy-; and (±)-2,3,3′,4′-tetramethoxy-α-methyl-5-(prop-1-enyl)stilbene. These findings indicate that Belajang Keissi tubers have potential as a source of bioactive compounds that can support the development of traditional medicines based on natural ingredients.