Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH PLATAX

Histological Observation Of Milkfish Organs With Stunting Phenomenon Aris, Muhammad; Malan, Sudirto
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 1 (2021): ISSUE JANUARY - JUNE 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.1.2021.31649

Abstract

Milkfish (Chanos chanos) is an important economic fish. Milkfish is widely consumed because it has high nutritional value. Milkfish is also used as live bait for fishing. In the milkfish cultivation system, increasing production is a very important factor. One of the efforts to increase production in fish farming systems is the application of high stocking density. Constraints to the application of the high stocking density cause the growth of milkfish to be non-uniform, some of them even experience stunting, which is a condition in which the fish experience slow growth. This study aims to observe the condition of the milkfish tissue with normal growth and stunted fish. Milkfish (Chanos chanos) used are fish that have been reared for 6 months. Fish organs that were sampled for observation were stunted and normal (non-stunting) fish. The organs observed were the gills, muscles, and intestines. The results showed that stunted milkfish (Chanos chanos) affected the condition of the gill tissue, muscles, and intestines. The gills are edema and necrosis. Muscles undergo edema, degeneration of muscle fibers, and necrosis. The intestine experiences necrosis or cell death.Keywords: Milkfish; Stunting; Histology.AbstrakIkan Bandeng (Chanos chanos) merupakan ikan bernilai ekonomis penting. Ikan Bandeng banyak dikonsumsi karena mempunyai nilai gizi yang tinggi. Ikan bandeng juga dimanfaatkan sebagai umpan hidup untuk penangkapan ikan. Pada sistem budidaya ikan Bandeng peningkatan produksi menjadi faktor yang sangat penting. Salah satu upaya peningkatan produksi pada sistem budidaya ikan adalah dengan aplikasi padat tebar yang tinggi. Kendala penerapan padat penebaran yang tinggi menyebabkan pertumbuhan ikan Bandeng tidak seragam, bahkan beberapa diantaranya mengalami stunting yang merupakan suatu kondisi dimana ikan mengalami lambatnya pertumbuhan. Penelitian ini, bertujuan untuk mengamati kondisi jaringan ikan bandeng dengan pertumbuhan normal dan ikan yang mengalami stunting. Ikan Bandeng (Chanos chanos) yang digunakan adalah ikan yang telah dipelihara selama 6 bulan. Organ ikan yang menjadi sampel pengamatan adalah ikan yang mengalami stunting dan normal (non-stunting). Organ yang diamati adalah insang, otot, dan usus. Hasil penelitian menunjukan ikan Bandeng (Chanos chanos) yang mengalami stunting mempengaruhi kondisi jaringan insang, otot dan usus. Insang mengalami edema dan necrosis. Otot mengamali edema, degenerasi serabut otot, dan necrosis. Usus mengalami necrosis atau kematian sel.Kata kunci: Ikan Bandeng, Stunting, Histologi
Suitability Of Kappaphycus alvarezi Cultivation In Obi Island, North Maluku Labenua, Rusmawati; Aris, Muhammad
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 2 (2021): ISSUE JULY-DECEMBER 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.9.2.2021.33048

Abstract

The potential of aquaculture in this area, especially the Obi Islands, has not been fully utilized. One of the commodities that can be developed is Kappaphycus alvarezii seaweed. This commodity is the main commodity for aquaculture which has important economic value. Analysis of the suitability of waters for seaweed cultivation is an early stage of activity that will determine the success of Kappaphycus alvarezii cultivation. Therefore, this study aims to assess the suitability of the waters for the development of Kappaphycus alvarezii seaweed cultivation on the island of Obi. This research was conducted in the waters of Akegula Village, Kampung Baru, and Kawasi, South Halmahera Regency, North Maluku Province, Indonesia. There are 3 stations in Akegula waters, 3 stations in waters in Kampung Baru waters, 4 stations in Kawasi waters, and 3 stations in Soligi waters. Water quality parameters observed were temperature, brightness, depth, current velocity, salinity, pH, dissolved oxygen, nitrate, and phosphate. The results showed that the waters of Akegula, Kampung Baru, Kawasi, and Soligi were very suitable.Keywords: Kappaphycus alvarezii; Water quality; Obi IslandAbstrakPotensi perikanan budidaya di kawasan ini khususnya kepulauan Obi, belum dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu komoditas yang dapat dikembangkan adalah rumput laut Kappaphycus alvarezii. Komoditas ini merupakan komoditas utama budidaya perikanan yang bernilai ekonomis penting. Analisa kesesuaian perairan untuk budidaya rumput laut merupakan tahapan awal keigatan yang sangat menentukan keberhasilan budidaya Kappaphycus alvarezii. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian perairan untuk pengembangan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii di pulau Obi. Penelitian ini dilakukan di perairan Desa Akegula, Kampung Baru, dan Kawasi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Terdapat 3 stasiun di perairan Akegula, 3 stasiun di perairan di perairan Kampung Baru, 4 stasiun di perairan Kawasi,  dan 3 stasiun di perairan Soligi. Parameter kualitas air yang diamati adalah suhu, kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, salinitas, pH, oksigen terlarut, nitrat dan fosfat. Hasil penelitian menunjukan bahwa perairan Akegula, Kampung Baru, Kawasi dan Soligi sangat sesuai.Kata Kunci: Kappaphycus alvarezii; Kualitas perairan; Analisa Kesesuaian; Pulau Obi
Utilization Of Geographic Information System (Gis) For Selection Of Idle Pond For Vannamei Shrimp Cultivation Aris, Muhammad; Wahiddin, Nurhalis; Irham, Irham
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 1 (2022): ISSUE JANUARY-JUNE 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i1.35727

Abstract

Land suitability is one aspect that determines the success of vannamei shrimp cultivation in coastal pond areas. Cultivation of vannamei shrimp in ponds has a spatial component as well as differences in the biophysical and socio-economic characteristics of each location. Many ponds that are intensively managed have not taken advantage of the advantages of Geographical Information Systems (GIS) in selecting locations and managing vannamei shrimp culture, which is important to do to avoid business failure. This study used a survey method to collect data on water quality parameters (acidity / pH, temperature, salinity, dissolved oxygen / DO, nitrate, and phosphate). Analysis of land suitability for vannamei shrimp cultivation in ponds using the scoring method, each water quality parameter is weighted and a score is then divided into 4 land suitability classes, namely classes S1 (Very Suitable), S2 (Sufficiently Suitable), S3 (Conditional Appropriate), and N (Unsuitable). The results showed that the vannamei shrimp pond land suitability map produced a thematic map of the suitability of the vannamei shrimp pond land which had a total area of 13.65 ha of vannamei shrimp and had 4 levels of suitability, namely very suitable class (S1) with an area of 3.96 ha, a class that appropriate (S2) has an area of 7.8 ha, a moderately suitable class (S3) has an area of 0.85 ha, and an unsuitable class (N) has an area of 1.04 ha.Keywords: Litopenaeus vannamei; Water quality; Land Suitability; Geographical Information SystemsAbstrakKesesuaian lahan merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan kegiatan budidaya udang vannamei di wilayah tambak pesisir. Budidaya udang vannamei di tambak memiliki komponen keruangan serta perbedaan karakteristik biofisik dan social ekonomi dari setiap lokasi. Banyak tambak yang dikelola secara intensif belum memanfaatkan kelebihan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam melakukan pemilihan lokasi dan pengelolaan budidaya udang vannamei, dimana hal tersebut penting dilakukan untuk menghindari kegagalan usaha. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk pengambilan data parameter kualitas air (keasaman/pH, suhu, salinitas, oksigen terlarut/DO, nitrat, dan fosfat). Analisis kesesuaian lahan budidaya udang vannamei di tambak menggunakan metode skoring, parameter kualitas air masing-masing diberi bobot dan skor yang kemudian dibedakan menjadi 4 kelas kesesuaian lahan yaitu kelas S1 (Sangat Sesuai), S2 (Cukup Sesuai), S3 (Sesuai Bersyarat), dan N (Tidak Sesuai). Hasil penelitian didapatkan peta kesesuaian lahan tambak udang vannamei menghasilkan peta tematik kesesuaian lahan tambak udang vannamei memiliki total luas tambak udang vannamei seluas 13,65 Ha serta memiliki 4 tingkat kesesuaian yaitu kelas sangat sesuai (S1) dengan luasan sebesar 3,96 Ha, kelas yang sesuai (S2) memiliki luasan sebesar 7,8 Ha, kelas yang cukup sesuai (S3) memiliki luasan sebesar 0,85 Ha, dan kelas yang tidak sesuai (N) memiliki luasan sebesar 1,04 Ha.Kata Kunci: Litopenaeus vannamei, Kualitas Perairan; Analisa Kesesuaian; Sistem Informasi Geografis
Early Warning of Heavy Metal Pollution in the Waters of Obi Island Based on Plankton Elements Tamrin, Tamrin; Aris, Muhammad
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 1 (2022): ISSUE JANUARY-JUNE 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i1.37329

Abstract

Industrial activities that are around the waters will donate dangerous heavy metals and enter the waters through rivers. Heavy metal pollution is very dangerous for animals, plants, and humans. Exposure to heavy metals in humans occurs through the food chain. Pollution observation methods using living organisms such as plankton as bioindicators are more effective. As an indicator of biological, composition, and abundance of plankton can provide a guide for monitoring the occurrence of pollution by using the saprobic index. This research aims to determine the level of pollution in the waters of Obi Island. The results of identification of plankton samples found 17 genera phytoplankton in 2 different classes, Diatom and Dinoflagellate, and 3 genera of zooplankton class. The average abundance of phytoplankton from the results of the study was 5.253 individual/L which means that the water conditions were mesotrophic. Meanwhile, the average abundance of zooplankton is 57 individuals/m3. The saprobic index and trophic saprobic index analysis tend to show that the waters are in the mild to moderate polluted category, where the waters are at the β-Mesosaprobic level.Keywords: Phytoplankton; Zooplankton; SI index; Obi island AbstrakKegiatan industri pertambangan di Kawasi merupakan pertambangan untuk memperoleh biji nikel (Ni). Biji Ni umumnya berasosiasi dengan log am berat lainnya seperti tembaga (Cu), arsenik (As), besi (Fe), dan platina (Pt) sehingga berpeluang besar masuk ke perairan di sekitar kawasan pertambangan melaluli aliran sungai. Interaksi yang terjadi dalam ekosistem perairan sungai dan beban masukan yang tidak terkendali dapat mempengaruhi ketersediaan unsur hara dan fitoplankton. Fitoplankton merupakan parameter biologi yang dapat di jadikan indikator untuk mengevaluasi kualitas dan tingkat kesuburan perairan. Sebagai indikator biologi komposisi dan kelimpahan fitoplankton dapat memberikan petunjuk untuk memantau terjadinya pencemaran dengan menggunakan indeks saprobitas. Hasil identifikasi sampel plankton yang dijumpai berjumlah 17 genus fitoplankton dalam 2 kelas berbeda, yaitu diatom dan Dinoflagellate, serta 3 genus zooplankton kelas copepoda. Dari hasil penelitian ini, kelas fitoplankton yang paling banyak tercacah adalah diatom atau Bacillariophyceae. Rata – rata kelimpahan fitoplankton (Diatom dan Dinoflagellata) dari hasil penelitian sebesar 15.503 ind/L. Hal ini, berarti bahwa kelimpahan perairan pada lokasi penelitian dalam kondisi tinggi (eutotrof). Jenis zooplankton yang tercacah merupakan zooplankton kelas copepoda yang terdiri atas Oithona sp.; Corycaeus sp.; dan Paracalunus sp. Analisis SI dan TSI cenderung menunjukan perairan berada pada kategori tercemar ringan sampai sedang, dimana perairan berada pada tingkat β- Mesosaprobik.Kata Kunci: Biji Nikel; Fitoplankton; Zooplankton; Indeks SI dan TSI.
Co-Authors Abbas, Muh. Hasbi Abdillah Fattah, Gilang Abubakar, Salim Achmad, M. Janib Adi Noman Susanto Adityawan Ahmad Adriana, Andi Nur Ilmi Agus Supinganto Ahmad, Aditiyawan Al Farabi, Muhammad Ramdhan Fathin Alpizar Alpizar Amelia, Mega Suci Aprilia, Anjelita Amanda Asma Asmaq, Nur ASRIL ASRIL Buang, Ariyani Danema, Nur Imania Darmiyati Muksin Deviana Fadhil, Muflihul Fadli Aliyah, Dede Firmansyah Hafid, Muliana Handayani, Risthy Puji Hani, Sofia Harahap, Zulhan Arifin Herdi Syam Herlinda Herlinda, Herlinda Ibrahim, Tamrin A. Ibrahim, Tamrin Ali Iksan, Kusdi Hi irham Irham Irham Jenice Sanaky, Marisca Juharni, . Juharni, Juharni KA, Syarifuddin Karlina, Nonok Karman, Amirul Kolabani, Matias Nataniel Labenua, Rusmawati Mahendika, Devin Malan, Sudirto Mega Yulia Mochamad Whilky Rizkyanfi Muchdar, Fatma Mukhlis Mukhlis Muntahar, Waisya Ade Najeminur, Najeminur Nasir, Lidiawati Nur Faizulhak, Fauzi Nurhalis Wahiddin Patmasari, Eka Permana, Febrian Prayitno, Suprapto Rais, Rinovian Ramadani, Aditya Rangkuti, Ayub Ratna Sari Dewi Ria Yuni Lestari, Ria Yuni Riyadi Subur, Riyadi Rovina Andriani S, Syahpawi Safitri Octaviani, Wulan Saifullah, Dadang Salnuddin Saputra, Iin Saputra, Randa Fajar Sarbiah, Andi Sari, Mei Fatmila Sendra, Eny Sumargono Suryadi, Nanda Suryani, Putri Aulia Suryati, Yuyun Suryono Syahrial, Murah Syamsiah Syam, Syamsiah Taher, Muhammad Nur Tamrin Tamrin Taufiq Abdullah, Taufiq Temarwut, Farid Fani Triani, Ratu Anggi Wahidin, Nurhalis WAODE MUNAENI Yudi Yudi