Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Hukum Terhadap Penerapan Upaya Pembelaan (Noodweer) Dalam Kasus Tindak Pidana ITE (Studi Putusan Nomor:2379/Pid.Sus/2023/PN.Mdn) Vania Andari Damanik; Edi Yunara; Mohammad Ekaputra
UNES Law Review Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/mcdss365

Abstract

Kemajuan teknologi informasi telah menciptakan tantangan baru dalam sistem hukum pidana Indonesia, khususnya terkait dengan kejahatan berbasis digital. Salah satu isu penting yang muncul adalah penerapan konsep pembelaan terpaksa (noodweer) dalam konteks pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pembelaan diri dapat dibenarkan secara hukum dalam kasus tindak pidana siber, dengan fokus pada studi Putusan Nomor: 2379/Pid.Sus/2023/PN.Mdn. Rumusan masalah yang diangkat meliputi: (1) pengaturan hukum terhadap pembelaan terpaksa dalam hukum pidana Indonesia, (2) pembuktian unsur-unsur noodweer dalam kasus serangan atau ancaman melalui media elektronik, dan (3) pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara yang melibatkan pembelaan terpaksa digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif analitis melalui studi kepustakaan, putusan pengadilan, serta peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 49 KUHP dan Pasal 34 KUHP Nasional memberikan landasan hukum bagi pembelaan terpaksa, namun penerapannya dalam ruang digital masih mengalami kekosongan interpretatif. Bukti elektronik yang bersifat non-fisik menimbulkan tantangan dalam pembuktian unsur "serangan seketika dan melawan hukum" serta proporsionalitas tindakan pembelaan. Dalam Putusan Nomor: 2379/Pid.Sus/2023/PN.Mdn, hakim menolak dalih pembelaan diri terdakwa yang merasa terancam oleh pemberitaan media, karena dinilai masih tersedia jalur hukum lain seperti hak jawab. Putusan ini menunjukkan masih terbatasnya pemahaman hakim terhadap bentuk serangan psikologis dan reputasional dalam dunia siber. Oleh karena itu, dibutuhkan pengembangan penafsiran hukum dan pedoman teknis yang lebih kontekstual agar perlindungan terhadap hak atas pembelaan diri tetap relevan di era digital. Hukum pidana harus mampu menyesuaikan diri terhadap dinamika serangan non-fisik yang kini kerap terjadi dalam ruang virtual.
Perbuatan Pidana dan Pertanggungjawaban Pidana Pegawai Bank Badan Usaha Milik Daerah Atas Realisasi Kredit yang Menimbulkan Kerugian Keuangan Negara (Studi Putusan Pengadilan Negeri Medan No. 15/PID.SUS-TPK/2023/PN.MDN dan Putusan Pengadilan Negeri Medan No. 18/PID.SUS-TPK/2023/PN.MDN) Rozak, Meirossa Taradita; Ekaputra, Mohammad; Mulyadi, Mahmud
Wajah Hukum Vol 10, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/wjh.v10i1.2013

Abstract

Issues concerning non-performing loans in government-owned banks (BUMN/BUMD Banks) are frequently framed as acts of corruption by attributing the problem to errors committed by bank employees in conducting credit analysis and/or credit realization, and by linking such errors to the financial resources of BUMN/BUMD banks originating from separated state assets. This study aims to examine the procedures for credit realization in banks, the relationship between banking crimes and corruption in relation to credit realization in BUMD banks and the corresponding criminal liability, as well as to analyze the Medan District Court Decisions No. 15/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Mdn and No. 18/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Mdn. The research method employed is normative juridical, with data collected through literature study. The findings indicate that credit realization procedures in banks are governed by the Banking Law, Banking Principles, and each bank’s internal regulations. Errors committed by BUMD bank employees in conducting credit analysis which are deemed to deviate from internal regulations, as examined in Medan District Court Decisions No. 15/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Mdn and No. 18/Pid.Sus-TPK/2023/PN.Mdn, are not appropriately categorized as acts of corruption, given that other areas of law—namely civil law—remain applicable, thus invoking the ultimum remedium principle of criminal law. Furthermore, even if civil law cannot be applied, the conduct of the BUMD bank employees in question would be more appropriately classified as banking crimes in accordance with the lex specialis systematische principle. Consequently, the imposition of criminal liability for corruption is inappropriate; instead, criminal liability should more properly be directed toward banking crimes.
Co-Authors Abdul Rauf Adi Chandra Alvi Syahrin Alvi Syahrin Andrio Bukit Astri Khairisa Ayu Anisa Brunner, Emil Dahlia Kesuma Dewi Dwina Elfika Putri Edi Yunara Edi Yunara Ediwarman Ediwarman, Ediwarman Edy Ikhsan Elwi Danil Ester Ronatiur Sitourus Fadli Imam Syahputra Harahap Fahmi Jalil Farhan Zulfahmi Frans B.S. Siagian Gunanto, Marcus Priyo Gurusinga, Irayata Br. Idris, Siti Hafsyah Indah Widyarantika Zebua Irianto Irianto Jamaluddin Mahasari Jelly Leviza Kumaedi Liza erwina Luthvia Meidina Madalaine, Madalaine Madiasa Ablisar Madiasa Ablisar Madiasa Ablisar Madiasa Ablisar Mahmud Mulyadi MAHMUL SIREGAR Mahmul Siregar Manurung, Andri Rico Manurung, Fajar Rudi Mark Sihombing, Esthon Marlina Marlina Marlina Marlina, Marlina Mohd Din Muhammad Adlan Nasution Muhammad Hamdan Muhammad Hamdan Munthe, Irfansyah Nasser, Gamal Abdul Nasution, Akmal Handi Ansari Nasution, Aulia Arif Nurhalija, Nadia Pandiangan, Rodo Venesia H. Pardede, Rendra Yoki Pohan, Husein Pusdiana, Made Sadika Ramboo Loly Sinurat Rina Melati Sitompul Rinaldi Rinaldi Ritonga, Fani Holidayani Rosmalinda, Rosmalinda Rozak, Meirossa Taradita Rumahorbo, Alberth Mangasi Rumondang Siagian, Putri Salsabila, Dinda Anisa Saputri, Rizki Nanda Sebayang, Ekinia Karolin Siahaan, Alvin Adianto Silalahi, Saut Maruli Tua Simada, Arthur Siregar, Mangantar Anugrah Sri Delyanti Suhaidi Suhaidi Sukarja, Detania Sunarmi Sunarmi Sunarmi Sunarmi, Sunarmi Sutiarnoto Sutiarnoto Syafruddin Kalo Syahputra, Rezky Syawal Saputra Siregar Tanjung, Wiranti Tarigan, Vita Cita Emia Thahir, Irfan Farid Trisna, Wessy Tumanggor, Paian Utari Maharany Barus Vania Andari Damanik Wessy Trisna Yessi Grenia Batu Bara