Claim Missing Document
Check
Articles

Cognitive Behavioral Therapy (CBT-I) Terhadap Kualitas Tidur Pasien Gagal Ginjal Yang Menjalani Hemodialisis Lakoro, Danny Des Kartyko; Natashia, Dhea; Gayatri, Dewi; Irawati, Diana; Jumaiyah, Wati; Nuraini, Tuti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.15079

Abstract

ABSTRACT Hemodialysis can cause multi-component impacts such as fatigue, pain, restless legs syndrome, anxiety and depression which can cause sleep disturbances resulting in decreased sleep quality. CBT-I is a multi-component therapy that can overcome sleep problems caused by many factors. The purpose of this study was to determine the effect of CBT-I on sleep quality. The research method used a quasi-experiment with a one group pretest-posttest design without control group approach. The population was 90 respondents with a sample size of 30 respondents using purposive sampling technique. Measurement sleep quality using pittsburgh sleep quality index (PSQI). Data analysis was performed using paired t-test and Repeated Measures ANOVA. The results showed that the average value of sleep quality before the intervention on the 1st measurement was 15.00 (±2.262), on the 2nd measurement after the intervention was 13.23 (±2.674) and the 3rd measurement was 10.23 (2.991). These findings explain cognitive behavioral insomnia (CBT-i) has a significant impact on improving sleep quality (P = 0.00). Multivariate analysis results showed the effect of time on sleep quality improvement scores (F(2, 58) = 349.493, p-value 0.000, partial eta squared = 0.959). It was also found that fatigue, pain, restless legs syndrome, anxiety and depression scores decreased. The results of this study can be used as a non-pharmacological treatment to improve sleep quality independently. Keywords: Cognitive Behavioral Therapy Insomnia, Fatigue, Sleep Quality, Hemodialysis.  ABSTRAK Hemodialisis dapat menimbulkan dampak multi komponen seperti kelelahan, nyeri, sindrom kaki gelisah, kecemasan dan depresi yang dapat menyebabkan gangguan tidur sehingga mengakibatkan penurunan kualitas tidur. CBT-I merupakan terapi multikomponen yang dapat mengatasi gangguan tidur yang disebabkan oleh banyak faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh CBT-I terhadap kualitas tidur. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest tanpa pendekatan kelompok kontrol. Populasi sebanyak 90 responden dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran kualitas tidur menggunakan pittsburgh sleep quality index (PSQI). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t berpasangan dan Repeated Measures ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kualitas tidur sebelum intervensi pada pengukuran ke-1 sebesar 15,00 (±2,262), pada pengukuran ke-2 setelah intervensi sebesar 13,23 (±2,674) dan pada pengukuran ke-3 sebesar 10,23 (2,991). Temuan ini menjelaskan insomnia perilaku kognitif (CBT-i) mempunyai dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur (P = 0,00). Hasil analisis multivariat menunjukkan adanya pengaruh waktu terhadap skor peningkatan kualitas tidur (F(2,58) = 349,493, p-value 0,000, parsial eta squared = 0,959). Ditemukan juga bahwa skor kelelahan, nyeri, sindrom kaki gelisah, kecemasan dan depresi menurun. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pengobatan non farmakologi untuk meningkatkan kualitas tidur secara mandiri. Kata Kunci: Terapi Perilaku Kognitif Insomnia, Kelelahan, Kualitas Tidur, Hemodialisis.
Pelatihan Pengkajian Komprehensif Perubahan Fisik, Psikososial, dan Frailty Bagi Perawat dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pasien Hemodialisis Irawati, Diana; Natashia, Dhea; Slametiningsih, Slametiningsih; Latifah, Noor; Fauzi, Achmad; Handayani, Rosmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13318

Abstract

ABSTRAK Penyakit Ginjal Kronis (PGK) adalah kondisi medis yang cukup kompleks. Kejadian PGK cukup tinggi di Indonesia, sehingga diperlukan intervensi jangka panjang. Pengobatan hemodialisis jangka panjang ini berdampak signifikan pada pasien secara fisik, psikologis, dan sosial. Selain itu, prevalensi frailty juga tinggi di antara pasien yang menjalani HD. Frailty pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (PGK) dapat memperburuk perkembangan penyakit dari aspek fisik dan psikologis, meningkatkan kematian, dan menurunkan kualitas hidup. Saat ini, para perawat menghadapi tantangan dalam melakukan pengkajian komprehensif terhadap pasien akibat pengetahuan terbatas tentang prosedur dan format pengkajian. Program pelatihan perawat dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengkaji perubahan fisik, psikososial, dan status frailty yang dapat berdampak terhadap kualitas hidup pasien. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pengkajian komprehensif kepada 18 perawat di ruang hemodialysis rumah sakit islam Jakarta cempaka putih. Kegiatan PkM ini menggunakan pendekatan intervensi keperawatan berbasis edukasi (educative-based nursing intervention) yang terdiri dari beberapa sesi yaitu sesi edukasi, role-play dan bedside teaching praktik dan sesi diskusi. Analisa data dilakukan menggunakan metode analisis kuantitatif one group pre-post-test design dengan menggunakan paired t-test.  Hasil PkM ini menunjukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terhadap pengkajian komprehensif pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani Hemodialisa. Peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta menunjukkan keberhasilan pendekatan intervensi keperawatan berbasis edukasi dalam pengabdian masyarakat untuk pengaplikasian dalam praktik klinis. Kata Kunci: Hemodialisis, Gejala Fisik, Perubahan Psikologis, Kelemahan, Pengkajian  ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) is an advanced medical condition. The incidence of CKD is significantly high in Indonesia, necessitating long-term interventions. This prolonged haemodialysis treatment significantly impacts patients physically, psychologically, socially, with various signs and symptoms emerging during the process. Besides, the incidence of frailty is also high among patients undergoing HD. Frailty in patients with chronic kidney disease (CKD) may worsen disease progression, increase mortality, and decrease quality of life. Nurses currently face challenges in conducting comprehensive patient assessments due to limited knowledge of assessment procedures and formats. To address this issue, nurse training programs are being developed to improve their skills in assessing physical, psychosocial, and quality-of-life changes. Enhanced assessment proficiency will aid in identifying patient issues and implementing targeted interventions, ultimately improving patient care and quality of life. Community Service Activity (CSA) activities aim to provide comprehensive assessment training to 18 nurses in the haemodialysis unit of Jakarta Islamic Hospital Cempaka Putih. This CSA activity employs an educative-based nursing intervention approach, consisting of several sessions, including education sessions, role-play, bedside teaching practices, and discussion sessions. Data analysis is conducted using the quantitative analysis method with a one-group pre-post-test design, utilising paired t-tests. The results of CSA show an improvement in participants' knowledge and skills in conducting comprehensive assessments on chronic kidney disease patients undergoing Haemodialysis. The results show the positive impact of Community Service Activity (CSA) activities in strengthening the competencies of HD nurses in comprehensive patient assessment, not just routine tasks. The significant improvement in participants' knowledge and skills after the community service activity is a positive outcome. This indicates that the nursing based educational approach applied in community service has successfully enhanced the participants' competencies for application in clinical practice routine. Keywords: Haemodialysis, Physical Symptoms, Psychological Changes, Frailty, Assessment
Pemberdayaan Orang Tua dalam Optimalisasi Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah di BKB PAUD Kepodang, Jakarta Timur Purwati, Nyimas Heny; Awaliah, Awaliah; Natashia, Dhea; Rani, Amelia Hartika; Hamidah, Hamidah; Irawati, Diana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18801

Abstract

ABSTRAK Anak usia pra sekolah, khususnya dalam rentang usia 3-5 tahun, berada pada periode penting yang dikenal sebagai masa keemasan (golden age), jendela kesempatan (window of opportunity), dan periode kritis (critical period) dalam perkembangan anak. Selama masa ini, anak mengalami perubahan signifikan dalam aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Berdasarkan hasil survei di PAUD Kepodang, Jakarta Timur, ditemukan bahwa orang tua kurang memahami perkembangan anak usia pra sekolah, yang mengakibatkan masalah emosional seperti tantrum pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan orang tua dalam optimalisasi perkembangan anak usia pra sekolah di PAUD Kepodang melalui metode luring yang komprehensif dan terstruktur. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mengukur karakteristik responden dan tingkat pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah edukasi. Kegiatan edukasi mencakup penyuluhan kesehatan, teknik stimulasi perkembangan, dan pentingnya deteksi dini gangguan perkembangan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan orang tua. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan orang tua setelah edukasi, dengan persentase ibu yang memiliki pengetahuan baik meningkat dari 50% menjadi 75%. Data demografi menunjukkan bahwa mayoritas ibu berada dalam kategori dewasa (75%) dengan latar belakang pendidikan tinggi (20.8% S1), dan sebagian besar tidak bekerja (75%), sehingga memiliki waktu lebih banyak untuk berinteraksi dengan anak. Pemberdayaan orang tua melalui edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang perkembangan anak usia pra sekolah. Dukungan holistik dan penuh kasih sayang dari orang tua sangat penting untuk memastikan anak-anak tumbuh dan berkembang secara optimal, siap menghadapi tantangan di masa depan. Kata Kunci: Anak Usia Pra Sekolah, Pemberdayaan Orang Tua, Perkembangan Anak, Edukasi Orang Tua, PAUD, Perkembangan Emosional Anak ABSTRACT Preschool children, especially in the age range of 3-5 years, are in an important period known as the golden age, window of opportunity, and critical period in child development. During this period, children experience significant changes in physical, cognitive, social, and emotional aspects. Based on the results of a survey at PAUD Kepodang, East Jakarta, it was found that parents do not understand the development of preschool children, which results in emotional problems such as tantrums in children. This community service activity aims to empower parents in optimizing the development of preschool children at PAUD Kepodang through a comprehensive and structured offline method. The data collection method used a questionnaire that measured the characteristics of respondents and the level of parental knowledge before and after education. Educational activities included health counseling, developmental stimulation techniques, and the importance of early detection of developmental disorders. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to measure changes in parental knowledge. The results showed an increase in parental knowledge after education, with the percentage of mothers who had good knowledge increasing from 50% to 75%. Demographic data shows that the majority of mothers are in the adult category (75%) with a higher education background (20.8% S1), and most are unemployed (75%), so they have more time to interact with their children. Empowering parents through education has proven effective in increasing understanding of the development of preschool children. Holistic and loving support from parents is essential to ensure that children grow and develop optimally, ready to face future challenges. Keywords: Preschool Children, Parent Empowerment, Child Development, Parent Education, PAUD, Child Emotional Development
Prevalence and Related Psychological Aspects of Frailty in Hemodialysis Patients Natashia, Dhea; Irawati, Diana; Purwati, Nyimas Heny; Rahmi, Upik; Narawangsa, Asri; Handayani, Roswati; Heriadi, Ronny
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 3 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i3.23151

Abstract

Objective: This study aimed to ascertain the prevalence of frailty and associated psychological factors among hemodialysis patients. Methods: A cross-sectional study was conducted employing a convenience sample of CKD patients undergoing hemodialysis at a Jakarta hospital. A total of 151 participants were included in this study. Instruments included demographic and clinical characteristics. The Tilburg Frailty Indicator (TFI) assessed frailty, while the Self-Rating Depression Scale (SDS) and Self-Rating Anxiety Scale (SAS) evaluated psychological status. Data analysis encompassed univariate descriptive statistics, t-test, and Pearson correlation to identify the relationship among variables. A multivariate regression analysis studied frailty index associations with demographic, clinical, and psychological factors. Results: Results: This study indicates that the prevalence of frailty, assessed by the Tilburg Frailty Index (TFI), is 53.6%, primarily evident in the physical aspect. Positive correlations are found between frailty and age, unemployment, higher CCI, and a history of diabetes. Anxiety is correlated with female gender and a history of diabetes, while depression correlates with age, female gender, higher CCI, and a history of diabetes. Conclusion: The study highlights the complexity of frailty among hemodialysis patients. Significant correlations emerged, associating frailty with factors such as age, unemployment, comorbidity, and a history of diabetes. Frailty was linked to psychological aspects, specifically anxiety and depression. Tailored interventions are recommended, focusing on early identification, psychological support, and a holistic care approach. Educational initiatives for healthcare providers are crucial to enhance awareness and improve the quality of care for this vulnerable population, leading to better health outcomes.
Co-Authors Achmad Fauzi Agung, Rizki Nugraha Agus Setiawan Astuti Astuti Awaliah, Awaliah Bani Bacan Hacantya Yudanagara Bayu Aji Sismanto Berliana, Diksi Hera Chen, Hsing Mei Dais, Exsos Grend Damai Yanti Damayanti, Sri Utami Dewi Anggraini Dewi Gayatri Dila Nurul Arsyi Dina Rahmawati E.P, Tria Astika Fadhillah, Harif Fadilah, Riska Febryandy, Valentino Feriadianto, Feriadianto Fitria, Dian Fitriana, Anantusia Fitriyati, Fitriyati Hamidah . Handayani, Rosmawati Handayani, Roswati Hartati, Yeni Hasanah, Idyatul Henny Permatasari Heny Purwati, Nyimas Herawati, Eva Heriadi, Ronny Heru Supriyatno Huang, Chen-Hui Humairah, Faradila Ikhsan Ibrahim Irawan, Aprianto Guntur Irawati, Diana Ismail, Ii Istinganah Istinganah Jumaiyah, Wati Karmi, Rudi Karwati, Eti Komalawati, Dedeh La Ramba, Hardin Laily, Dayang Lakoro, Danny Des Kartyko Lily Herlinah Lusty, junita Mar'ah, Novya Ashlahatul Maria Yulianti, Maria Muhammad Hadi Mursiah, Mursiah Narawangsa, Asri Noor Latifah Noviana Noviana Nursanti, Irna Nusanti, Irna Oktavina, Risa Pinamiranti, Firza Pramono, Cahyo Purwati, Nyimas Heny Puspasari, Jehan Rachmawati, Utami Rahma, Pricelia Alifa Rahmania, Sarah Rani, Amelia Hartika Rayasari, Fitrian Resnayati, Yeti Ruriwinita, Ruriwinita Siswandi, Iyar Slametiningsih, Slametiningsih Sofyan, Evi Sugiyono Sugiyono Suhartini, Euis Sumedi Sumedi Susanti, Yuanita Suwito, Kafi Pangki Syamikar Baridwan Syamsir Tri Setyaningsih Tuti Nuraini Uly, Nilawati Upik Rahmi, Upik Uswatun Hasanah Wahdaniyah Wahdaniyah, Wahdaniyah Wahyuni, Emmy Putri Wanandi, Eka Wisnu Wasilah, Hinin Wulandari, Reissa Amalia Yani Sofiani Yen, Miaofen Yeni, Veronica Yulianti, Dian Anggur Yuniarsih, Winda