Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Dan Body Image Dengan Kurang Energi Kronik Remaja Putri Di Sman 2 Pringsewu Sari, Bella Puspita; Khairani, Masayu Dian; Abdullah, Abdullah; Muharramah, Alifiyanti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9631

Abstract

Kurang energi kronis selama masa prakonsepsi atau masa remaja adalah salah satu masalah gizi yang belum terpecahkan. Kelompok usia 15 hingga 19 tahun memiliki proporsi KEK tertinggi. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi KEK di Indonesia pada kelompok usia 15-19 tahun adalah 36,3%. Menurut Riskesda 2018, angka KEK di Kabupaten Pringsewu adalah 13,4%. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan metodologi kuantitatif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak. Terdapat 153 remaja putri di SMAN 2 Pringsewu yang menjadi subjek penelitian. KEK remaja perempuan merupakan variabel dependen, sedangkan citra tubuh dan tingkat kesadaran gizi merupakan variabel independen. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data. Tingkat kesadaran gizi dan KEK remaja perempuan di SMAN 2 Pringsewu tidak berkorelasi secara signifikan (p=0,364). Remaja putri di SMAN 2 Pringsewu memiliki korelasi yang signifikan (p=0,008) antara citra tubuh dan kejadian KEK. Kejadian KEK pada remaja perempuan berkorelasi secara signifikan dengan citra tubuh mereka. Diharapkan bahwa untuk mencegah terjadinya SEZ pada remaja putri, mereka harus menjunjung tinggi dan meningkatkan pemahaman gizi mereka dan menyingkirkan keyakinan citra tubuh yang tidak menguntungkan.
SIKAP IBU, DUKUNGAN KELUARGA, DAN PERNIKAHAN DINI DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KESUMADADI: The Correlation Between Mother's Attitudes, Family Relations and Early Marriage with the Success of Exclusive Breastfeeding in the Working Area of Kesumadadi Public Health Center Arrozi, Zakia Ulfa; Khairani, Masayu Dian; Muharramah, Alifiyanti; Putri, Nopi Anggista
Media Gizi Pangan Vol 31 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i1.516

Abstract

Giving infants under six months of age only breast milk and no other fluids is known as exclusive breastfeeding. In Indonesia, 56.9% of women exclusively breastfeed, while 75.37% of women exclusively breastfeed in the province of Lampung. Aside from knowledge, attitudes, and behavior, factors that contribute to the lack of exclusive breastfeeding include productive age, employment, beliefs, family support, and health professionals. This research objective was to determine the correlation between maternal attitudes, family support, and early marriage with the success of exclusive breastfeeding in the working area of Kesumadadi Public Health Center in 2023.The type of research used is quantitative observational, with a cross- sectional research design. Sampling used a simple random sampling technique using the interview method. The statistical test used is chi-square with a degree of 95%.This study was carried out in the Kesumadadi Community Health Center Working Area between October 2023 and January 2024. The study's findings showed that 36 moms (or59%) had completed high school, 47 women (or77%) were stay-at-home moms, and 58 mothers (or95.1%) were adult (19-45 years old). In the Kesumadadi Public Health Center working area, statistical tests reveal a strong association between early marriage (p=0.039), family support (p=0.002), and mother attitudes (p=0.037) and the effectiveness of exclusive breastfeeding. It is hoped that moms will be able to continue exclusively breastfeeding their children, and that relatives will be able to assist these mothers financially and emotionally.
The Relationship Between The Level Of Protein And Carbohydrate Adequacy, The Activity Of Weighing, The Level Of Maternal Knowledge With Nutritional Status In Toddlers Aged 12-59 Months In Ulak Rengas Village, Abung Tinggi Sub-District, North Lampung District Archela, Rara Qory; Muharramah, Alifiyanti; Abdullah, Abdullah; Khairani, Masayu Dian
INDOGENIUS Vol 4 No 1 (2025): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v4i1.456

Abstract

Background & Objective: Nutritional status is a reflection of the size of the fulfillment of nutritional needs obtained from the intake and use of nutrients by the body. One of the factors that affect nutrition in toddlers is the level of parental education. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of protein and carbohydrate adequacy, the activeness of weighing, the level of maternal knowledge with nutritional status in toddlers aged 12-59 months in Ulak Rengas Village, Abung Tinggi District, North Lampung Regency in 2024. Method: The type of research used was quantitative with a cross sectional design. Data collection was done by interview using a structured questionnaire and 2x24 hour food recall. The population in this study were mothers and toddlers 12-59 months, while the samples taken were 44 mothers and toddlers. Bivariate analysis in this study used the Gamma test. Result: The results obtained ρ value 0.001 < 0.05 which means there is a relationship between the level of protein adequacy with the nutritional status of toddlers aged 12-5h9 months, ρ value <.001 < α (0.05) there is a relationship between the level of carbohydrate adequacy with the nutritional status of toddlers aged 12-59 months, ρ value 0.854 < α (0.05) there is no relationship between weighing activity with the nutritional status of toddlers aged 12-59 months, the results of ρ value 0.854 < α (0.05) there is a relationship between the level of maternal knowledge with the nutritional status of toddlers aged 12-59 months. Conclusion: Answering the research objectives. Should consist of There is a relationship between the level of maternal knowledge and the nutritional status of toddlers aged 12-59 months.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Pola Pemberian Makawan, Riwayat Berat Badan Lahir dengan Wasting Pada Balita 6-24 Bulan di Wilayah Puskesmas Gunung Sari Tahun 2024 Wardani, Rahma Mustika; Muharramah, Alifiyanti; Khairan, Masayu Dian; Abdullah, Abdullah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36440

Abstract

Salah satu penyebab kematian anak yang paling umum adalah wasting. Pada Juli 2024, Puskesmas Gunung Sari menemukan 21 kasus wasting balita berusia 6 sampai 24 bulan. Kasus tertinggi ditemukan di Desa Penengahan (26 %), Gunung Sari (22 %), dan Mada Jaya (16 %). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi, pola pemberian makan, dan berat badan lahir balita yang berusia antara 6 sampai 24 bulan dengan wasting. Studi ini menerapkan desain penelitian cross-sectional. Sebagian besar responden adalah 79. Jumlah sampel yang diambil untuk setiap Desa dihitung melalui metode random sampling. Pengukuran antropometri, atau berat badan, dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan gizi ibu berada dalam kategori kurang (57,0%), pola pemberian makan balita berada dalam kategori cukup (57,0%), dan riwayat berat badan lahir normal (89,9%). Selain itu, wasting balita usia 6-24 bulan berdasarkan BB/TB berjumlah 26,6 persen. Berdasarkan uji Gamma, ada korelasi antara pengetahuan gizi ibu (p ≤ 0,001), pola pemberian makan balita (p 0,001), dan riwayat berat badan lahir (p Puskesmas Gunung Sari diharapkan untuk mengumpulkan data untuk penelitian berikutnya dan melakukan monitoring. Puskesmas Gunung Sari diharapkan untuk menjadi sumber data penelitian selanjutnya dengan melakukan monitoring evaluasi untuk mengetahui tingkat perkembanagan berat badan balita wasting dan tingkat pengetahuan ibu.
Hubungan Pengetahuan Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Dengan Anemia Remaja Putri Inayati Suffara; Abdullah Abdullah; Rini Palupi; Alifiyanti Muharramah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6529

Abstract

Latar Belakang: Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin (hb) dalam darah lebih rendah dari normal yang dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Prevalensi anemia remaja putri tahun 2023 sebesar 47% dan pada tahun 2024 naik menjadi 68,2%. Tujuan penelitian ini diketahuinya hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Al Huda Bandungbaru Kecamatan Adiluwih. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Analisis bivariat menggunakan uji gamma. Sampel yang digunakan sebanyak 80 remaja putri usia 14-16 tahun. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan ada sebanyak 71,3% remaja putri anemia, dengan tingkat pengetahuan mayoritas kurang sebanyak 45% dan tingkat kepatuhan konsumsi TTD mayoritas tidak patuh sebanyak 76,3%. Hasil uji bivariat diperoleh p-value < 0,05 yang artinya adanya hubungan secara signifikan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Al Huda Bandungbaru Kecamatan Adiluwih. Kesimpulan: Tingginya kejadian anemia pada remaja putri dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang kurang dan tidak patuh mengonsumsi tablet tambah darah.
The Relationship Between Mother's Knowledge Level and Parenting Patterns with Stunting in Toddlers Aged 12–59 Months Dike Fitriani; Abdullah; Alifiyanti Muharramah; Desti Ambar Wati
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 3 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v3i2.392

Abstract

Introduction: Stunting remains a major global and national public health problem, including in Sukamulya Village, where a high prevalence of growth disorders among toddlers indicates the need for further investigation of contributing factors. Objective: This study aimed to analyze the relationship between mothers’ knowledge and parenting patterns and the incidence of stunting in toddlers aged 12–59 months. Methods:This quantitative study applied a descriptive–correlative approach with a cross-sectional design. A total of 63 mothers were selected using a purposive sampling technique. Data were collected using questionnaires on maternal knowledge and parenting patterns, and analyzed using the Gamma test. Results: The findings show that most mothers had good knowledge (81.0%) and good parenting practices (57.1%), while the proportion of toddlers categorized as stunted (short and very short) reached 19.1%. There was a significant relationship between maternal knowledge and stunting (p = 0.000), as well as between parenting patterns and stunting (p = 0.000). Conclusion : In conclusion, higher maternal knowledge and optimal parenting practices are associated with a lower risk of stunting. Strengthening health education on balanced nutrition, sanitation, and increasing mothers’ participation in community health services is recommended to support effective stunting prevention.
GIZI SEBAGAI FONDASI KEBUGARAN: STUDI KORELASI STATUS GIZI DENGAN KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI Felinda Sari; Mayza Tyas Nugraha; Alifiyanti Muharramah
Jurnal Edukasi Citra Olahraga Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Edukasi Citra Olahraga
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jor.v6i2.6850

Abstract

Status gizi dan kebugaran jasmani merupakan aspek penting dalam menunjang kesehatan, kemampuan fisik, dan kesiapan mahasiswa Pendidikan Jasmani dalam mengikuti aktivitas akademik maupun praktik olahraga. Mahasiswa Pendidikan Jasmani dituntut memiliki kondisi tubuh yang baik karena berhubungan langsung dengan peran mereka sebagai calon pendidik dan praktisi olahraga. Namun, status gizi normal belum tentu menjamin kebugaran jasmani yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara status gizi dan kebugaran jasmani mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Aisyah Pringsewu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 40 mahasiswa semester 5 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Status gizi diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan kebugaran jasmani diukur menggunakan Multistage Fitness Test (MFT) untuk memperkirakan VO2max. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan SPSS Statistics versi 28 setelah melalui uji prasyarat normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki status gizi normal, yaitu 29 mahasiswa (72,5%). Namun, tingkat kebugaran jasmani sebagian besar berada pada kategori sangat kurang, yaitu 25 mahasiswa (62,5%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai r = 0,250 dengan p = 0,121. Karena p > 0,05, maka tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan kebugaran jasmani. Kesimpulannya, status gizi belum terbukti berhubungan signifikan dengan kebugaran jasmani mahasiswa Pendidikan Jasmani. Faktor lain seperti kebiasaan latihan, intensitas aktivitas fisik, pola istirahat, dan gaya hidup kemungkinan lebih berperan dalam menentukan kebugaran jasmani.
Co-Authors - Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Adistira, Ross Mellyana Afiska Prima Dewi Amali Rica Pratiwi Amarisnaini Romadhoni, Devi Ambar Wati, Desti Amirudin, Ikhwan Annie Asma Wati Annisa Septy Erviani, Annisa Septy Erviani ARCHELA, RARA QORY Arrozi, Zakia Ulfa Azhar, Fauziyah Lathifatul Basuki, Uki Dera Elva Junita Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Dewi Finasari, Ratna Dewi Ratih Amalia Didik Gunawan Tamtomo Dike Fitriani Diningrum, Kurnia Erviani, Annisa Septy Handayanti, Rika HS, Nurul Auliya Inayati Suffara Indriyani Iskari, Ngadiarti Khairan, Masayu Dian Khairani, Masayu Dian Kukuh Adelia Laila, Badriyyah Nur Mareza Yolanda Umar Masayu Dian Khairani Mastuti, Yuni Masyana, Ratu Mayesti Akhriani Mayesti Akhriani, Mayesti Mayza Tyas Nugraha Melani, Ika Meliana Meliana Mitha Hamidah Haris Alhamidi Muchsin Doewes Mutmainah, Zahroh Nopi Anggista Putri, Nopi Anggista Nur, Lutfiah Nur Nurhayati, Aftulesi Palupi, Rini Permata Sari, Diah Pratiwi, Amali Rica Pratiwi, Dilla Cindy Psiari Kusuma Wardani Puji Nopianti Putri, Tania Sinika Qamara Pratiwi, Adinda Ramadhana Komala Rica Pratiwi, Amali Rini Palupi Riska Nur Suci Ayu Riska Nur Suci Ayu Salsabila, Merlindia Saputri, Amelia Al - qoyyima Sari, Bella Puspita Sari, Felinda Satria, Andre Sefty, Ananda Dwi Sembiring, Rinawati Septia Kusyani Sona Utari Sri, Hartati Lilik Suffara, Inayati Tirtiana, Sismian Velina, Risti Wardani, Rahma Mustika Wati, Desti Ambar Wati, Hilda Widya Wiwi Febriani Yulianti, Ari