Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kemampuan Menulis Berbasis Teks Bacaan Bahasa Jerman Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jerman FBS UNM Azizah, Laelah; Asri, Wahyu Kurniati; Mannahali, Misnah; Angreany, Femmy
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2023 : PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan, memberikan gambaran informasi terkait kemampuan menulis kalimat tanya dengan menggunakan W-Frage berbasis teks bacaan bergambar mahasiswa program studi pendidikan Bahasa Jerman FBS UNM.  Teks cerita bergambar adalah kombinasi dari gambar serta cerita yang banyak menarik minat mahasiswa karena ilustrasi gambar yang menarik. Cerita bergambar ini dinilai tidak membosankan karena tidak hanya berisi tulisan saja seperti buku pada umumnya. Gambar merupakan visualisasi dari kalimat dan digunakan untuk memperjelas dan membuat alur cerita semakin jelas. Teks bacaan bergambar ini menjadi alrernatif pembelajaran yang interaktif bagi mahasiswa, terasa menyenangkan dan dapat memudahkan siswa dalam mempelajari bahasa Jerman. Berkaitan dengan hal tersebut diadakan penelitian kemampuan menulis kalimat tanya bahasa Jerman. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester II program studi pendidikan bahasa Jerman. Pengumpulan data dilakukan melalui tes yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian berupa data bagaimana kemampuan menulis kalimat tanya dengan menggunakan W-Frage bahasa Jerman berbasis teks bacaan bergambar mahasiswa program studi pendidikan Bahasa Jerman. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh temuan bahwa tingkat kemampuan menulis kalimat tanya dengan menggunakan W-Frage berbasis teks bacaan bergambar mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Jerman FBS UNM termasuk dalam kategori cukup.  Kata Kunci: Menulis, Kalimat Tanya, W-Frage, Teks Bacaan
PENYULUHAN GEMAR MEMBACA UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI PADA SD. KHARISMA MAKASSAR Azizah, Laelah; Mannahali, Misnah; Usman, Misnawaty; Ernawati, Ernawati
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 06 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan membaca merupakan sesuatu yang penting dan fundamental yang harus dikembangkan sejak dini dalam rangka untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Literasi merupakan salah satu kemampuan dasar yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Gerakan Literasi Sekolah pada tingkat Pendidikan Sekolah Dasar dipilih karena pada masa ini anak berada pada periode emas perkembangan otak, dimana mereka sangat reseptif terhadap berbagai rangsangan lingkungan. Dalam proses tahapan yang dilakukan dalam penerapan budaya literasi, terdapat hambatan-hambatan yang dapat terjadi di antaranya: (a). Minimnya fasilitas untuk membaca, atau kurangnya sumber bacaan. (b). Kurangnya konsentrasi pada anak, sehingga berpengaruh pada tingkat pemahaman pembaca. Tujuan dari kegiatan penyuluhan gemar membaca untuk meningkatkan budaya literasi ini kepada peserta didik Jenjang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Sekolah Kharisma Kota Makassar tentang pemanfaatan pojok baca yang berguna dalam menerapkan gerakan literasi pada jenjang SD, maka dari itu sekolah dapat mengembangkan budaya literasi “Pojok Baca”. Melalui budaya literasi ini diharapkan menjadi salah satu alat bantu dalam proses pembelajaran untuk menambah wawasan peserta didik, pembendaharaan kata, melatih menulis, serta menumbuhkan minat baca pada anak sejak dini.
EDUKASI GIZI UNTUK CEGAH STUNTING BAGI ORANG TUA TK/TPA AL IKHLAS KABUPATEN TAKALAR Taiyeb, Mushawwir; Syamsiah, Syamsiah; Arsal, Andi Faridah; Azizah, Laelah; Ngitung, Rosdiana
Jurnal Abdi Negeriku Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v1i2.40716

Abstract

Abstrak Penyuluhan ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang program gizi spesifik dan gizi sensitif untuk mencegah prevalensi stunting bagi orang tua TK/TPA Al Ikhlas Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar.  Stunting merupakan salah satu keadaan malanutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi masa lalu sehingga termasuk dalam masalah gizi yang bersifat kronis. Stunting diukur sebagai status gizi dengan memperhatikan tinggi atau panjang badan, umur, dan jenis kelamin balita. Edukasi gizi terdiri atas empat tahap yaitu persiapan, pengorganisasian, edukasi dan latihan, serta tahap akhir. Tahap Edukasi dan pelatihan melalui Ceramah dan Focus Group Discussion terkait pentingnya gizi saat kehamilan, ASI Eksklusif, MPASI dan tumbuh kembang balita. Edukasi terkait stunting meliputi pengertian, penyebab, gejala dan deteksi hingga pencegahan stunting. Selain itu, Edukasi juga terkait pentingnya PHBS pada masyarakat untuk mencegah terjadinya stunting. Alhamdulillah PKM telah berhasil dengan Sukses karena Persatuan Orang Tua sebagai mitra sangat kooperatif, dan antusiasme peserta mengikuti kegiatan sangat tinggi. Lancar karena peserta aktif berdiskusi dari awal hingga akhir baik pada sesi penyampaian materi pertama maupun pada penyampaian materi kedua tanpa gangguan. Tertib karena peserta tidak ada yang meninggalkan acara saat pendampingan berlangsung dan tetap didampingi Pengurus Yayasan Al Ikhlas. Kata kunci: Edukasi Gizi, Stunting, PHBS Abstract This counseling aims to provide knowledge about specific nutrition programs and sensitive nutrition to prevent the prevalence of stunting for parents of TK/TPA Al Ikhlas, North Galesong District, Takalar Regency. Stunting is one of the malnutrition conditions related to past nutritional insufficiency so that it is included in chronic nutritional problems. Stunting is measured as nutritional status by taking into account the height or length, age and sex of the toddler. Nutrition education consists of four stages, namely preparation, organization, education and training, and the final stage. Education and training phase through Lectures and Focus Group Discussions related to the importance of nutrition during pregnancy, exclusive breastfeeding, complementary feeding and toddler growth and development. Education related to stunting includes understanding, causes, symptoms and detection to prevention of stunting. In addition, education is also related to the importance of PHBS in the community to prevent stunting. Thank God PKM has been successful because the Parents' Association as a partner is very cooperative, and the enthusiasm of the participants to take part in the activity is very high. It was smooth because the participants actively discussed from start to finish both in the first and second material delivery sessions without interruption. It was orderly because none of the participants left the event during the mentoring and were still accompanied by the Management of the Al Ikhlas Foundation. Keywords: Nutrition Education, Stunting, PHBS 
PENYULUHAN GEMAR MEMBACA UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI PADA TAMAN PENDIDIKAN AL QURAN (TPA) AL-IKHLAS MUHAMMADIYAH GALESONG UTARA Azizah, Laelah; Mannahali, Misnah; Rijal, Syamsu; Taiyeb, A. Mushawwir; Angreany, Femmy; Alamsyah, Alamsyah; Syaputra, Arlian Fachrul
Jurnal Abdi Negeriku Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v2i2.53082

Abstract

Literasi merupakan aspek penting dalam kehidupan sehari-hari seseorang. Khususnya iterasi bagi anak-anak merupakan suatu kemampuan yang penting untuk dikembangkan sejak usia dini. Literasi sangat penting bagi anak-anak karena memiliki dampak positif yang luas pada perkembangan mereka dan masa depannya. Kemampuan literasi dasar dapat diperoleh dengan cara membaca, menulis, menyimak, berhitung dan berbicara. Dalam pengabdian ini dikhususkan pada literasi membaca dengan tujuan untuk meningkatkan minat baca anak. Kegiatan yang dilaksanakan seperti pengenalan literasi dan pentingnya literasi, gerakan literasi beruapa membaca cerita bergambar, penyediaan pojok baca sehingga pada saat istirahat, peserta didik dapat mengunjungi pojok baca tersebut. Dengan diadakannya kegiatan ini dapat dijadikan sebagai kegiatan yang membantu menumbuhkan minat baca anak dalam rangka mendukung Gerakan Literasi Bangsa. Literasi merupakan investasi yang sangat berharga dalam masa depan anak-anak. Itu membantu mereka tumbuh menjadi individu yang terdidik, berpengetahuan, dan berdaya saing, serta memiliki peluang lebih besar untuk meraih sukses dalam berbagai aspek kehidupan peserta didik. 
Busuu in Improving Student German Vocabulary Chantika, Anggie; Hasmawati, Hasmawati; Azizah, Laelah
Phonologie : Journal of Language and Literature Vol 4, No 2 (2024): Phonologie : Journal of Language and Literature
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/phonologie.v4i2.62817

Abstract

Abstract. This study aims to determine the planning, implementation, and results of German vocabulary improvement using Busuu application for class XI students of SMA Negeri 14 Makassar. This research is a classroom action research consisting of two cycles, each of which contains planning, implementation, observation and reflection. The research data consisted of two types, namely qualitative data which is a description of the results of implementation and observation during learning and quantitative data in the form of test results of students' vocabulary improvement through Busuu application. The average value of vocabulary improvement of XI IPS 3 students in cycle 1 was 65.60% (Fair) and increased in cycle II to 78.25% (Good). The results showed that the use of Busuu application can increase students' German vocabulary during learningKeyword: Learning media, vocabulary, Busuu app, German language
The Correlation between Vocabulary Mastery and Simple Essay Writing Skills in German Amalia, Resky; Al Ilmullah, Syarifah Fatimah; Azizah, Laelah
Phonologie : Journal of Language and Literature Vol 4, No 2 (2024): Phonologie : Journal of Language and Literature
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/phonologie.v4i2.62131

Abstract

Abstract. Abstract. The purpose of this research is to obtain data on the relationship between vocabulary mastery and simple essay writing skills in German for class IX students at SMA Negeri 14 Gowa. The population in this study were class IX Language students at SMA Negeri 14 Gowa, consisting of 1 class totaling 35 students. Data collection is through vocabulary mastery tests and simple essay writing skills tests. This research data was analyzed using the Product Moment correlation analysis technique. The results of this study show that there is a significant positive relationship between vocabulary mastery and the skill of writing simple essays in German, this is indicated by the value ????ℎ(0.759) > ???????? (0.344), with N = 35 at a significance level of 0.05%.Keyword: Vocabulary, write, mastery, skills
Sekolah Sehat Berbasis Kesehatan dan Lingkungan di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Malaysia Taiyeb, A. Mushawwir; Rauf, Bakhrani; Azizah, Laelah; Sudiadharma, Sudiadharma; Purnamasari, Andi Bida
JKM: Jurnal Kemitraan Masyarakat Volume 4 Number 1 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jkm.v4i1.74309

Abstract

Healthy and clean lifestyle is a process that involves lifestyle changes to improve physical and mental health and maintain the environment around the school to remain clean and healthy. The implementation of health and environmental-based school activities uses a participatory method through interactive discussion activities between the service team and the management and teaching team and mentoring of clean and healthy lifestyles at the Indonesian School Kuala Lumpur continued by cleaning the school environment by involving students. The target of this community service program is the school environment including the Principal, teachers and other teaching teams and the secretary at the Indonesian School Kuala Lumpur Malaysia. After this activity ended, the physical environment of the school was seen to be cleaner and the school intensified the role of teachers and students to jointly maintain a clean lifestyle and order in the school environment.
Pelatihan Penggunaan Mobile Learning dalam Pembelajaran Bahasa Jerman Angreany, Femmy; Syaputra, Arlian Fachrul; Mannahali, Misnah; Azizah, Laelah; Alamsyah
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran memainkan peranan penting dalam proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan kepada guru bahasa Jerman di Sulawesi Selatan diperoleh informasi bahwa sebagian besar guru hanya menggunakan metode mengajar yang konvensional dan cinderung menggunakan media pembelajaran yang sama untuk segala situasi dan kondisi tanpa memperhatikan kebutuhan siswa dan materi yang diajarkan. Oleh sebab itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Bahasa Jerman dalam memanfaatkan teknologi mobile learning sebagai media pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan sesuai dengan siswa generasi Z. Penggunaan perangkat mobile learning menjadi kebutuhan dalam mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. Sasaran kegiatan ini adalah para guru Bahasa Jerman yang belum optimal dalam menggunakan aplikasi mobile learning sebagai sarana pembelajaran. Kegiatan ini menggunakan beberapa tahapan yaitu, penyampaian materi, demonstrasi aplikasi mobile learning, serta praktik langsung oleh peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang serta mengimplementasukan strategi pembelajaran bahasa Jerman berbasis mobile learning. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran Bahasa Jerman dan mendorong adopsi teknologi dalam dunia pendidikan secara lebih luas.
KAMPUNG BAHASA BERBASIS BUDAYA LOKAL: STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA ASING DALAM MEWUJUDKAN REVOLUSI KARAKTER BANGSA Fatimah, Syarifah; Manahali, Misnah; Azizah, Laelah; Angreany, Femmy; Burhamzah, Rahmat
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 02 (2025): APRIL 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguasaan bahasa asing menjadi kebutuhan penting dalam era globalisasi. Namun, tantangan seperti rendahnya akses pendidikan bahasa dan kurangnya pendekatan kontekstual masih terjadi, khususnya di daerah pinggiran. Di sisi lain, pembelajaran yang terlepas dari budaya lokal rentan melemahkan karakter dan identitas nasional. Oleh karena itu, program Kampung Bahasa Berbasis Budaya Lokal diinisiasi sebagai strategi untuk mengintegrasikan pengajaran bahasa asing dengan nilai-nilai budaya lokal guna mewujudkan revolusi karakter bangsa. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif-kolaboratif yang melibatkan masyarakat secara aktif. Metode pelaksanaan mencakup pemetaan budaya lokal, pengembangan kurikulum kontekstual, pelatihan tutor lokal, serta pelaksanaan kelas bahasa asing dengan pendekatan task-based learning dan contextual teaching and learning. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan pre-test/post-test untuk mengukur aspek linguistik dan afektif peserta. Program menunjukkan peningkatan signifikan pada berbagai aspek: kemampuan berbicara peserta meningkat dari 35% menjadi 78%, pemahaman nilai budaya dari 50% menjadi 90%, dan kepercayaan diri dalam komunikasi dari 40% menjadi 85%. Keterlibatan masyarakat naik dari 20% menjadi 80%, dan partisipasi pemuda sebagai tutor lokal meningkat dari 15% menjadi 70%. Selain itu, penggunaan media budaya lokal dalam pembelajaran meningkat drastis dari 10% menjadi 95%. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi nilai budaya lokal dalam pembelajaran bahasa asing tidak hanya meningkatkan kemampuan linguistik, tetapi juga menumbuhkan karakter, identitas, dan partisipasi sosial. Pendekatan ini terbukti mampu membangun ekosistem pendidikan yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan. Kampung bahasa berbasis budaya lokal merupakan strategi yang efektif dalam membentuk generasi yang terampil secara global tanpa kehilangan akar budayanya. Program ini layak direplikasi dalam konteks pendidikan nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dalam kerangka Asta Cita.
PUSAT LITERASI MULTIBAHASA UNTUK ANAK DAN REMAJA DI KAWASAN 3T (TERTINGGAL, TERDEPAN, TERLUAR) Azizah, Laelah; Mannahali, Misnah; Fatimah, Syarifah; Jufri, Jufri; Angreany, Femmy
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 03 (2025): MEI 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketimpangan akses pendidikan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) menyebabkan rendahnya tingkat literasi dasar, termasuk kemampuan bahasa anak dan remaja. Dalam konteks multibahasa Indonesia, literasi dalam lebih dari satu bahasa menjadi kebutuhan strategis untuk pemberdayaan dan penguatan identitas lokal. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus di tiga wilayah 3T: Pulau Serasan (terluar), Entikong (terdepan), dan Pegunungan Bintang (tertinggal). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan metode tematik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pusat literasi multibahasa mampu meningkatkan kemampuan membaca anak-anak dalam bahasa ibu (rata-rata 82%), bahasa Indonesia (rata-rata 77%), dan bahasa Inggris dasar (rata-rata 48%). Selain aspek kognitif, program ini juga memperkuat rasa percaya diri, pelestarian bahasa lokal, dan partisipasi komunitas. Temuan ini memperkuat teori literasi sebagai praktik sosial dan pentingnya penggunaan bahasa ibu sebagai fondasi pembelajaran berbahasa lainnya. Pusat literasi tidak hanya menjadi sarana peningkatan kemampuan bahasa, tetapi juga berperan sebagai ruang interaksi budaya dan penguatan kapasitas komunitas lokal. Pusat literasi multibahasa terbukti menjadi pendekatan efektif dalam menjawab tantangan literasi anak di kawasan 3T. Dukungan kebijakan dan penguatan kapasitas fasilitator lokal sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan dan perluasan program ini di wilayah lain.