Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Ancaman Perang Siber China terhadap Indonesia: Analisis Strategi, Dampak, dan Respons Kebijakan Ariel, Keio; Suhirwan, Suhirwan; Dohamid, Ahmad G
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5428

Abstract

Studi ini mengkaji karakteristik, strategi, dan dampak perang siber Tiongkok terhadap Indonesia, serta respons kebijakan dan tantangan Indonesia dalam keamanan siber. Memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan tinjauan literatur, penelitian ini menganalisis pola serangan siber Tiongkok, target, dan motivasinya. Temuan mengungkapkan bahwa Tiongkok menggunakan teknik canggih seperti Advanced Persistent Threats (APT) dan spear-phishing, yang menargetkan lembaga pemerintah, infrastruktur penting, dan perusahaan strategis di Indonesia. Dampaknya termasuk kerentanan dalam infrastruktur penting, pelanggaran data sensitif, dan gangguan ekonomi. Meskipun Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pertahanan sibernya melalui kerangka hukum, pengembangan kemampuan, dan kerja sama internasional, kesenjangan yang signifikan tetap ada dalam teknologi, sumber daya manusia, dan koordinasi antar-lembaga. Studi ini menerapkan teori Pertahanan Nasional, Perang Asimetris, Pencegahan Siber, dan Keamanan Siber untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang dinamika kompleks yang terlibat. Rekomendasi tersebut meliputi peningkatan investasi dalam teknologi dan infrastruktur keamanan siber, pengembangan sumber daya manusia, penguatan kerangka hukum, meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan,
Pemanfaatan Drone Quadcopter Pengangkut Pelampung Pada Proses Penyelamatan Korban Fahadzaki Hadar Prihantoro; Joko Subur; Suhirwan; Muhammad Taufiqurrohman; Sinung Widiyanto
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—This study aims to design and develop a quadcopter drone capable of carrying a rescue float, equipped with a GPS-based position monitoring system, to enhance the effectiveness of drowning victim rescue operations. The research background is based on the high number of drowning-related deaths—over 236,000 annually according to WHO—and the limitations of conventional rescue methods. The research methodology included a literature review, mechanical and electronic design of the drone, integration of components such as a Pixhawk flight controller, GPS, telemetry, and a float release mechanism using a servo, as well as the development of a position monitoring application. Testing phases covered manual flight trials, battery endurance, payload capacity, drop accuracy, and GPS system performance. The results showed that the drone could stably carry a swim board-type float weighing up to 400 grams and accurately release it on target. The average flight time was approximately 15 minutes without payload and around 10 minutes with the float attached. The GPS system and monitoring application successfully displayed the drone’s position in real-time with adequate accuracy. Overall, the system operated as intended, supporting Search and Rescue (SAR) operations in aquatic environments, and has the potential for further development to improve payload capacity, flight range, and navigation automation. Keywords—quadcopter drone, rescue float, GPS, water rescue, SAR. Abstrak—Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun drone quadcopter pengangkut pelampung penyelamat dengan sistem monitoring posisi berbasis GPS untuk meningkatkan efektivitas operasi penyelamatan korban tenggelam. Latar belakang penelitian didasari tingginya angka kematian akibat tenggelam, yang menurut WHO melebihi 236.000 jiwa per tahun, serta keterbatasan metode penyelamatan konvensional. Metode penelitian meliputi studi literatur, perancangan mekanik dan elektronik drone, integrasi komponen seperti flight controller Pixhawk, GPS, telemetri, dan mekanisme pelepasan pelampung menggunakan servo, serta pembuatan aplikasi monitoring posisi. Tahap uji coba mencakup pengujian terbang manual, daya tahan baterai, kemampuan angkut pelampung, akurasi pelepasan, serta kinerja sistem GPS. Hasil pengujian menunjukkan drone mampu mengangkut pelampung tipe swim board berbobot hingga 400 gram dengan stabil, serta dapat melakukan pelepasan secara tepat sasaran. Waktu terbang rata-rata tanpa beban mencapai ±15 menit, sedangkan dengan beban pelampung ±10 menit. Sistem GPS dan aplikasi monitoring berhasil menampilkan posisi drone secara real-time dengan akurasi yang memadai. Keseluruhan sistem bekerja sesuai rancangan, mendukung operasi SAR (Search and Rescue) di perairan, dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk peningkatan kapasitas angkut, jangkauan terbang, dan otomatisasi navigasi. Kata Kunci—drone quadcopter, pelampung penyelamat, GPS, penyelamatan perairan, SAR.
PERANG CYBER SEBAGAI BENTUK PEPERANGAN ASIMETRIS: PERSPEKTIF FILSAFAT KEAMANAN DIGITAL DAN NIST CYBERSECURITY FRAMEWORK Jufri Lubis, Ahmad; G Cempaka T, Fauzia; Suhirwan, Suhirwan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 3 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i3.2025.1194-1206

Abstract

Keamanan nasional dalam era digital menghadapi tantangan baru yang muncul dari ancaman perang siber sebagai bentuk peperangan asimetris. Penelitian ini mengkaji bagaimana aktor non-negara dan negara dengan sumber daya terbatas memanfaatkan teknologi untuk menyerang infrastruktur kritis, seperti sistem keuangan dan komunikasi, tanpa keterlibatan fisik langsung. Menggunakan teori keamanan nasional dan peperangan asimetris, penelitian ini menjelaskan dinamika dan kompleksitas perang siber dalam mengancam stabilitas negara. Studi ini berfokus pada penerapan NIST Cybersecurity Framework, yang terdiri dari lima fungsi utama: Identify, Protect, Detect, Respond, dan Recover, sebagai model untuk memperkuat pertahanan siber nasional. Melalui analisis kasus serangan terhadap Pusat Data Nasional dan Bank Syariah Indonesia, penelitian ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam membangun sistem keamanan digital yang tangguh dan inklusif. Penelitian ini juga merumuskan strategi untuk mempertahankan integritas negara, yang mencakup penguatan regulasi siber, peningkatan kapasitas teknologi dan sumber daya manusia (SDM), serta kesadaran masyarakat terkait keamanan digital. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan rekomendasi strategis bagi pengambil kebijakan dalam merespons ancaman perang siber yang terus berkembang dan menjaga keseimbangan antara keamanan nasional dan hak asasi manusia.
UPAYA MENINGKATKAN PERTAHANAN NEGARA DARI ANCAMAN SIBER MELALUI STRATEGI PENGEMBANGAN SENJATA SIBER DI INDONESIA Muhammad Hatim, Yaser; Priyanto, Priyanto; G. Dohamid, Ahmad; Suhirwan, Suhirwan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.891-897

Abstract

Dalam era kehidupan modern yang dipenuhi teknologi komunikasi, akses dan pertukaran informasi di masyarakat semakin mudah. Namun, kemudahan tersebut juga membawa dampak negatif, seperti peluang untuk tindakan anti sosial dan kejahatan siber yang semakin kompleks seiring peningkatan intelektual masyarakat, keamanan internetpun menjadi sangat penting. Di Indonesia, kekhawatiran terhadap kejahatan siber meningkat. Meskipun telah berlakunya Undang-Undang ITE kasus kejahatan dunia maya masih terus meningkat setiap tahun, menunjukkan perlunya kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi. Studi ini menyoroti kasus pembobolan internet banking pada tahun 2001 dan mendiskusikan urgensi keamanan siber di tengah sisi gelap internet. Penelitian ini fokus pada upaya meningkatkan pertahanan negara dari ancaman siber melalui strategi pengembangan senjata siber di Indonesia. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi literatur dengan kata kunci Cybercrime, Pertahanan Negara, dan Senjata. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan framework DFEL dapat meningkatkan akurasi dan mengurangi waktu deteksi serangan siber. Peran Satsiber TNI dan Cyber Police POLRI menjadi krusial dalam upaya pencegahan dan penanganan kejahatan siber, dengan pembentukan satuan khusus sebagai langkah proaktif. Kesimpulannya, keamanan dan ketahanan siber memerlukan kerjasama antara sipil dan militer, dengan pengembangan senjata siber sebagai langkah strategis untuk menghadapi ancaman siber di Indonesia.
Integrative Model Defense Indonesian Hybrid in Face Dynamics ASEAN Conflict Suhirwan Suhirwan; Mia Kusmiati
Management Dynamics: International Journal of Management and Digital Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): International Journal of Management and Digital Sciences
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/managementdynamics.v2i4.422

Abstract

Purpose – This article aim For explore idea integrative regarding defense strategy Indonesian hybrid with combine approach conventional, asymmetric, and multidimensional in face complexity conflict in the ASEAN region. Design/ methodology / approach – Research This use systematic literature review (SLR) method on work Suhirwan and Wahyudin (2023), and literature international related defense, regional security, and warfare asymmetrical. This article analyzed 25 sources covering​ books, journals national reputable, and publications international in 2022–2025 period. Findings – The study shows that ASEAN's defense strategy is not can Again only depend on strength conventional, but need framework integrative that includes element diplomacy defense, defense cyber, and the role of actor Civil Defense Model Proposed hybrid​ in article This offer framework adaptive for Indonesia to anticipate threat conventional and non- conventional at a time.Implications practical – This article emphasize that Indonesia needs developing Cyber Forces Independent, strengthening diplomacy defense, as well as build Work The same cross ministries and institutions as part from system defense layered national.​ Originality / Value – Novelty article This lies in the formulation of the Integrative Model Defense Synergistic hybrid​ aspect military regular, defense cyber, counter-terrorism, and diplomacy defense to in One framework strategic. This model give contribution conceptual new for studies defense in ASEAN as well as relevance practical for maker Indonesian policy.