Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Pengembangan Persenjataan Angkatan Laut Indonesia Prakoso, Lukman Yudho; Yulivan, Ivan; Purwantoro, Susilo Adi; Prihantoro, Kasih; Suhirwan, Suhirwan; Uksan, Arifuddin; Albubaroq, Hikmat Zakky; Sutanto, Rudy; Pramono, Budi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.2940

Abstract

Lingkungan strategis global, regional dan nasional berdampak kepada ancaman faktual dan potensial yang terjadi harus diantisipasi dengan system pertahanan dan keamanan terbaik dengan melibatkan seluruh sumberdaya nasional. Salah satu yang menjadi perhatian adalah bagaimana persenjataan Angkatan laut dapat digunakan untuk mendukung fungsi dan tugas pokok dalam pertahanan negara sebagai komponen utama kekuatan maritim. Dinamika persenjataan Angkatan laut dalam pembahasan tulisan ini harus dapat memperhatikan kondisi karakteristik laut Indonesia dan juga kebutuhan dalam menindak ancaman faktual dan potensial,satu hal yang menjadi kekhususan dalam penggunaan kekuatan angkatan laut adalah fungsi diplomasi, hal ini mempengaruhi penggunaan persenjataan Angkatan laut mana kala harus keluar wilayah kedaulatan untuk mengemban fungsi diplomasi internasional, keterkaitan dengan dukungan anggaran juga menjadi penting mengingat outcome dari dukungan persenjataan ini bukan hanya kepada keberhasilan tugas pokok dan fungsi angkatan laut tetapi juga kemanfaatan terhadap ekonomi nasional bisa didapatkan dengan tata kelola yang baik. Sebagai kesimpulan dari tulisan ini adalah, kebutuhan alutsista Angkatan laut harus memperhatikan karakteristik laut Indonesia, ancaman yang dihadapi, fungsi khusus Angkatan laut dan juga dipengaruhi oleh dukungan anggaran.
Digital Communication Strategy to Counteract the Use of Social Media as a Propaganda Tool for Terrorist Groups Yudho, Amdex Dwi Satyo; Afifuddin, Mochammmad; Suhirwan, Suhirwan
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.4982

Abstract

Social media has become a critical tool for terrorist groups like ISIS and Al-Qaeda, leveraging these platforms to disseminate ideology, recruit members, and mobilize support. This study aims to identify the patterns of terrorist propaganda on social media and develop effective digital communication strategies to counteract these activities. The research employs a qualitative approach through literature review and content analysis, grounded in digital communication, strategy, and propaganda theories. The findings reveal that terrorist groups utilize emotional narratives to disseminate ideology, personalized approaches for recruitment, and social media to organize collective actions. Successful digital communication strategies include AI-based early detection, culturally relevant counter-narratives, digital literacy to raise public awareness, cross-sector collaboration, and robust law enforcement. The study's holistic approach is essential to counter terrorist propaganda, emphasizing close collaboration among governments, technology companies, and society. Further research is recommended to explore emerging technologies and innovative strategies to address the evolving threat.
Information Warfare Strategy in the Perspective of War Threats to Social and Political Stability in the Digital Age Yudho, Amdex Dwi Satyo; Afifuddin, Mochammmad; Suhirwan, Suhirwan
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 4 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v4i1.13124

Abstract

Information warfare in the context of asymmetric warfare poses a significant challenge to social and political stability in the digital era. This study is motivated by advancements in information and communication technology that enable instant dissemination of information, creating opportunities for state and non-state actors to exploit social vulnerabilities through disinformation and propaganda. The objective of this research is to analyze information warfare strategies in asymmetric warfare and their impact on national stability. Employing a qualitative method with a literature review approach, the study delves into concepts such as asymmetric warfare, social stability, and the digital era. The findings reveal that actors employ framing, agenda-setting, and disinformation techniques to create polarization and undermine the legitimacy of social institutions. Social media serves as a key tool in propagating highly effective propaganda. The study concludes that digital literacy and stronger social media regulations are critical for enhancing social resilience. Recommendations include developing comprehensive digital literacy programs, utilizing AI-based early detection technologies, and strengthening collaboration between the government and civil society.
SISHANKAMRATA: An Approach to a Versatile Asymmetric Strategy for Weak and Strong from Clausewitz Trinity Perspective Maulidiyawan, Robby; Susanto, Rudy; Suhirwan
Jurnal Internasional Bisnis, Humaniora, Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol 6 No 2 (2024): International Journal of Business, Humanities, Education and Social Sciences
Publisher : Universitas Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46923/ijbhes.v6i2.469

Abstract

This study aims to examine the relevance of this system at a time when asymmetric war elements dominate many current conflicts. This research has two problem formulations, the research objectives of which are as follows: (1) How does SISHANKAMRATA integrate the principles of Clausewitz's Trinity to create a cohesive and adaptive defence strategy against modern asymmetric threats? (2) What are the strengths and limitations of SISHANKAMRATA as a strategic model for weak and strong actors? The method used is a qualitative research method of library research with the acquisition of secondary data such as laws, doctrine, posture, books and scientific articles. This study concludes that SIHANKAMRATA is versatile for facing conventional, asymmetric, and even hybrid threats. The nature of SISHANKAMRATA also invites people to prioritize this system through quantity. However, the weakness lies in the quality, in terms of the preparation stage, and in the later stage of maintaining it. It is crucial during the conflict since Indonesia possesses vast territory and archipelago.
Studi Literatur Program Drone Bionic di Cina dari Aspek Peperangan Asimetris Kusuma, Adji; Suhirwan, Suhirwan; Halkis, Mhd
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.5301

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi dampak teknologi drone bionik terhadap keamanan dan privasi dari sudut pandang peperangan asimetris, dengan fokus khusus pada program drone bionik di Tiongkok. Analisis dilaksanakan untuk memahami bagaimana implementasi teknologi ini mempengaruhi pengawasan umum dan akibatnya terhadap masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai fenomena tersebut. Data yang digunakan adalah data sekunder dari berbagai sumber seperti buku, makalah, laporan penelitian, dan dokumen terkait lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun teknologi drone bionik dapat meningkatkan keamanan, terdapat risiko nyata terkait pelanggaran privasi dan penyalahgunaan data. Oleh karena itu, penelitian merekomendasikan penguatan aturan dan standar etika dalam penerapan teknologi drone bionik untuk meminimalisasi risiko.
Filsafat Kekuasaan dalam Peperangan Asimetris: Kajian tentang Legitimasi dan Otoritas Usman, Pasha Atta; Ramsi, Oktaheroe; Suhirwan, Suhirwan
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.5413

Abstract

Kajian tentang filsafat kekuasaan dalam konteks perang asimetris adalah untuk mengetahui bagaimana dinamika legitimasi dan otoritas menjadi dasar tindakan serta strategi yang dilakukan oleh aktor-aktor yang tidak seimbang secara militer atau ekonomi. Terutama dalam perang asimetris, di mana pihak yang lebih lemah secara konvensional berhadapan dengan kekuatan yang lebih besar, isu legitimasi memainkan peran penting di semua hal saat berusaha untuk mendapat dukungan dan moralitas dalam pandangan umum publik serta masyarakat internasional. Dalam penelitian ini, kami menganalisis bagaimana aktor-aktor yang terlibat mengembangkan otoritas moral, politik dan sosial guna mengimbangi ketimpangan kekuatan dengan cara-cara non-konvensional seperti melalui narasi ideologis kampanye informasi bentuk lain dari perang hibrida. Dengan pendekatan filsafat politik dan etika, kajian ini mempertimbangkan konsep-konsep seperti ”just war theory”, legitimasi aksi kekerasan, serta batasan moral dalam operasi yang berpotensi mengorbankan hak-hak sipil dan lembaga internasional hukum. Studi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas bagaimana kekuasaan dan otoritas dikonseptualisasikan serta dipertahankan dalam perang asimetris, dan apa dampaknya terhadap stabilitas global keamanan.
Strategi Asimetris Dalam Dominasi Global (Studi Kasus pada Peran AS dan China Dalam Konflik Ekonomi dan Militer) Nurhayati, Dinni; Suhirwan, Suhirwan; Cempaka T, Fauzia G
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.5298

Abstract

Strategi asimetris merujuk pada pendekatan yang digunakan negara dengan kekuatan terbatas untuk menantang kekuatan besar dengan cara yang tidak konvensional, inovatif, dan efektif. AS dan China, sebagai dua kekuatan besar global, mengembangkan strategi asimetris untuk mengamankan kepentingan ekonomi dan militer mereka. AS memanfaatkan teknologi tinggi, aliansi internasional, dan kekuatan militer konvensional, sementara China mengadopsi pendekatan yang lebih terfokus pada pengembangan teknologi, infrastruktur, dan investasi dalam proyek-proyek internasional untuk memperkuat pengaruhnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana kedua negara menggunakan strategi asimetris dalam mendominasi pasar global dan memperkuat posisi mereka dalam konflik internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan analisis literatur dan data sekunder terkait kebijakan luar negeri serta strategi ekonomi dan militer AS dan China. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua negara memanfaatkan kekuatan asimetris dengan cara yang berbeda namun saling bertentangan, di mana AS lebih mengandalkan kekuatan konvensional dan aliansi internasional, sementara China lebih fokus pada inovasi teknologi dan investasi langsung. Signifikansi penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana strategi asimetris mempengaruhi keseimbangan kekuatan global dan hubungan internasional, serta dampaknya terhadap negara-negara kecil atau berkembang yang terperangkap dalam persaingan antara dua kekuatan besar tersebut
PERANG CYBER SEBAGAI BENTUK PEPERANGAN ASIMETRIS: PERSPEKTIF FILSAFAT KEAMANAN DIGITAL DAN NIST CYBERSECURITY FRAMEWORK Jufri Lubis, Ahmad; G Cempaka T, Fauzia; Suhirwan, Suhirwan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 3 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i3.2025.1194-1206

Abstract

Keamanan nasional dalam era digital menghadapi tantangan baru yang muncul dari ancaman perang siber sebagai bentuk peperangan asimetris. Penelitian ini mengkaji bagaimana aktor non-negara dan negara dengan sumber daya terbatas memanfaatkan teknologi untuk menyerang infrastruktur kritis, seperti sistem keuangan dan komunikasi, tanpa keterlibatan fisik langsung. Menggunakan teori keamanan nasional dan peperangan asimetris, penelitian ini menjelaskan dinamika dan kompleksitas perang siber dalam mengancam stabilitas negara. Studi ini berfokus pada penerapan NIST Cybersecurity Framework, yang terdiri dari lima fungsi utama: Identify, Protect, Detect, Respond, dan Recover, sebagai model untuk memperkuat pertahanan siber nasional. Melalui analisis kasus serangan terhadap Pusat Data Nasional dan Bank Syariah Indonesia, penelitian ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam membangun sistem keamanan digital yang tangguh dan inklusif. Penelitian ini juga merumuskan strategi untuk mempertahankan integritas negara, yang mencakup penguatan regulasi siber, peningkatan kapasitas teknologi dan sumber daya manusia (SDM), serta kesadaran masyarakat terkait keamanan digital. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan rekomendasi strategis bagi pengambil kebijakan dalam merespons ancaman perang siber yang terus berkembang dan menjaga keseimbangan antara keamanan nasional dan hak asasi manusia.
MENYINGKAP TABIR ‘TEROR SUCI’ Saputra, Edomi; Halkis, Mhd.; Suhirwan, Suhirwan; Mardina, Dini
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 8 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i8.2024.3304-3316

Abstract

Sebagian teroris mengaitkan tindakan teror yang mereka lakukan dengan agama. Mereka melandaskannya pada sejumlah doktrin yang termaktub di dalam kitab suci. Dari sini muncullah istilah “teror suci.” Khusus bagi yang beragama Islam mereka menyebutnya dengan istilah jihad. Padahal jihad berbeda dengan segenap aktivitas yang bernuansa teror. Tulisan ini mencoba mengelaborasi lebih jauh seperti apa teror suci yang dimaknai para teroris. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif yakni penelitian kepustakaan.  Sedang teori yang dipakai adalah teori konstruksi sosial yang disusun oleh Peter L. Berger dan Thoman Luckmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teror suci diciptakan kalangan teroris dengan membajak doktrin-doktrin Kitab Suci dan hadis nabi untuk kepentingan mereka. Mereka meminjam imej sakral dalam agama untuk menjalankan agenda mereka, seperti menyamakan aksi teror dengan jihad. Dari sini muncullah istilah teror suci. Padahal jihad dan teror itu berbeda baik dari segia asal kata, proses maupun tujuannya. Teror suci hanyalah imajinasi untuk melegitimasi aksi teror yang menyalahi aturan Ilahi. Akibatnya agama yang berorientasi menciptakan kedamaian menjadi sarat akan ketakutan.
Ancaman Perang Siber China terhadap Indonesia: Analisis Strategi, Dampak, dan Respons Kebijakan Ariel, Keio; Suhirwan, Suhirwan; Dohamid, Ahmad G
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5428

Abstract

Studi ini mengkaji karakteristik, strategi, dan dampak perang siber Tiongkok terhadap Indonesia, serta respons kebijakan dan tantangan Indonesia dalam keamanan siber. Memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan tinjauan literatur, penelitian ini menganalisis pola serangan siber Tiongkok, target, dan motivasinya. Temuan mengungkapkan bahwa Tiongkok menggunakan teknik canggih seperti Advanced Persistent Threats (APT) dan spear-phishing, yang menargetkan lembaga pemerintah, infrastruktur penting, dan perusahaan strategis di Indonesia. Dampaknya termasuk kerentanan dalam infrastruktur penting, pelanggaran data sensitif, dan gangguan ekonomi. Meskipun Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pertahanan sibernya melalui kerangka hukum, pengembangan kemampuan, dan kerja sama internasional, kesenjangan yang signifikan tetap ada dalam teknologi, sumber daya manusia, dan koordinasi antar-lembaga. Studi ini menerapkan teori Pertahanan Nasional, Perang Asimetris, Pencegahan Siber, dan Keamanan Siber untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang dinamika kompleks yang terlibat. Rekomendasi tersebut meliputi peningkatan investasi dalam teknologi dan infrastruktur keamanan siber, pengembangan sumber daya manusia, penguatan kerangka hukum, meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan,
Co-Authors Achmad Abdul Lathif Achmad Abdul Lathif Achmad Bastari Adji Kusuma Afifuddin, Mochammmad AGUS ADRIYANTO, S. T. M. M Agus H Sulistyono Reksoprodjo Agus HS Reksoprodjo Albubaroq, Hikmat Zakky Amelia Widya Octa Kuncoro Putri Anton Iman Santosa Ariel, Keio Bagus Badari Amarullah Bambang Suharjo Beny Abukhaer Tatara Beny Abukhaer Tatara BUDI PRAMONO Cempaka T, Fauzia G CUT AKHMAD MOEDA DEFRIANDI Damar Agus Jaya Dede Anggy Reynaldi Desyandri Desyandri Diannita, Artika Djoko Andreas Navalino Dohamid, Ahmad G Fahadzaki Hadar Prihantoro G Cempaka T, Fauzia G. Dohamid, Ahmad Guntur Eko Saputro Hanifudin, Achmad Fauzan Haposan Simatupang Herlina JR Saragih Hery Sudaryanto Ishak Farid Ivan Yulivan Joko Subur Jufri Lubis, Ahmad Jupriyanto Jupriyanto Kusuma, Adji M. Ganesh Musyaffa A Mahardika, Riza Mardina, Dini MARIANUS CLAUDIO SAKA MADA Maulidiyawan, Robby Mhd. Halkis Mia Kusmiati Mochammad Afifuddin Mochammad Afifuddin Mochammad Afifuddin Muhammad Halkis Muhammad Hatim, Yaser Muhammad Taufiqurrohman Muhammad Taufiqurrohman, Muhammad Muhammad Zaky Mikail Rafsanjani Ni Nyoman Ayu Nikki Avalokitesvari Nurhayati, Dinni Oktaheroe Ramsi Prakoso, Lukman Yudho Prihantoro, Kasih Priyanto Priyanto Priyanto Suharto Pujo Widodo Purwantoro, Susilo Adi Rauf Iskandar Hadi Rianto Rianto Rifandi, Safriudin Rudy Sutanto Saputra, Edomi Saragih, Herlina JR Sarjito, Aris Sianturi, Dohar Sinung Widiyanto Sinung Widiyanto Siswo Hadi Sumantri Susaningtyas Nefo H. K Sutanto Sutanto Swastanto, Yoedhi Tatara, Beny Abukhaer Teguh Haryono Tri Joko Raharjo TSL Toruan Uksan, Arifuddin Usman, Pasha Atta Wibisono, Argo Aflah Yenglis Dongche Damanik Yudho, Amdex Dwi Satyo