Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Information Warfare Strategy in the Perspective of War Threats to Social and Political Stability in the Digital Age Yudho, Amdex Dwi Satyo; Afifuddin, Mochammmad; Suhirwan, Suhirwan
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 4 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v4i1.13124

Abstract

Information warfare in the context of asymmetric warfare poses a significant challenge to social and political stability in the digital era. This study is motivated by advancements in information and communication technology that enable instant dissemination of information, creating opportunities for state and non-state actors to exploit social vulnerabilities through disinformation and propaganda. The objective of this research is to analyze information warfare strategies in asymmetric warfare and their impact on national stability. Employing a qualitative method with a literature review approach, the study delves into concepts such as asymmetric warfare, social stability, and the digital era. The findings reveal that actors employ framing, agenda-setting, and disinformation techniques to create polarization and undermine the legitimacy of social institutions. Social media serves as a key tool in propagating highly effective propaganda. The study concludes that digital literacy and stronger social media regulations are critical for enhancing social resilience. Recommendations include developing comprehensive digital literacy programs, utilizing AI-based early detection technologies, and strengthening collaboration between the government and civil society.
SISHANKAMRATA: An Approach to a Versatile Asymmetric Strategy for Weak and Strong from Clausewitz Trinity Perspective Maulidiyawan, Robby; Susanto, Rudy; Suhirwan
Jurnal Internasional Bisnis, Humaniora, Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol 6 No 2 (2024): International Journal of Business, Humanities, Education and Social Sciences
Publisher : Universitas Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46923/ijbhes.v6i2.469

Abstract

This study aims to examine the relevance of this system at a time when asymmetric war elements dominate many current conflicts. This research has two problem formulations, the research objectives of which are as follows: (1) How does SISHANKAMRATA integrate the principles of Clausewitz's Trinity to create a cohesive and adaptive defence strategy against modern asymmetric threats? (2) What are the strengths and limitations of SISHANKAMRATA as a strategic model for weak and strong actors? The method used is a qualitative research method of library research with the acquisition of secondary data such as laws, doctrine, posture, books and scientific articles. This study concludes that SIHANKAMRATA is versatile for facing conventional, asymmetric, and even hybrid threats. The nature of SISHANKAMRATA also invites people to prioritize this system through quantity. However, the weakness lies in the quality, in terms of the preparation stage, and in the later stage of maintaining it. It is crucial during the conflict since Indonesia possesses vast territory and archipelago.
Counter maritime terrorism: Multitrack diplomacy MARIANUS CLAUDIO SAKA MADA; CUT AKHMAD MOEDA DEFRIANDI; SUHIRWAN; S. T. M. M. T; AGUS ADRIYANTO; S. T. M. M
Journal of Advanced Research in Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 6 (2019): JARSSH
Publisher : Journal of Advanced Research in Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aim: This research aims to discuss the maritime terrorism problem, which researchers see as a national security and sovereignty risk. Terrorist acts committed by maritime groups are a real danger that can jeopardize a country’s safety and independence without its citizens’ knowledge.Method: Researchers in this study employed qualitative and case study research strategies. Qualitative research is a method that gathers information about a topic through in-depth interviews, focus groups, and documenting people’s actions and words. In contrast to quantitative research methods, which emphasize the sample size of the studied population, case study research seeks to gain a deeper comprehension of the issue at hand.Findings: According to these research results, the maritime terrorism group is actively plotting and executing terrorist attacks throughout Southeast Asia. Abu Sayyaf, JI, and the MILF (Moro Islamic Liberation Front) are just a few groups that have publicly stated their intention to oppose western rule in the Philippines. To the tune of Brandt, those terrorist groups on the high seas unleash their full arsenals in acts of terror. Terrorists on the high seas didn’t act because of any ideological commitment to a specific government or religion, unlike ISIS and Al Qaeda.Implications/Novel Contribution: Terrorism cannot be eliminated by any one nation acting alone or the government alone. To defeat terrorism entirely, we need additional resources. Terrorists are human, and as such, they make decisions based on trust and reason, which puts innocent people in danger. While the government’s approach is undoubtedly required, it has only served to restrain the terrorist uprising. Multiple channels of diplomacy are necessary to eradicate terrorism once and for all.
Studi Literatur Program Drone Bionic di Cina dari Aspek Peperangan Asimetris Kusuma, Adji; Suhirwan, Suhirwan; Halkis, Mhd
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.5301

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi dampak teknologi drone bionik terhadap keamanan dan privasi dari sudut pandang peperangan asimetris, dengan fokus khusus pada program drone bionik di Tiongkok. Analisis dilaksanakan untuk memahami bagaimana implementasi teknologi ini mempengaruhi pengawasan umum dan akibatnya terhadap masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai fenomena tersebut. Data yang digunakan adalah data sekunder dari berbagai sumber seperti buku, makalah, laporan penelitian, dan dokumen terkait lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun teknologi drone bionik dapat meningkatkan keamanan, terdapat risiko nyata terkait pelanggaran privasi dan penyalahgunaan data. Oleh karena itu, penelitian merekomendasikan penguatan aturan dan standar etika dalam penerapan teknologi drone bionik untuk meminimalisasi risiko.
Filsafat Kekuasaan dalam Peperangan Asimetris: Kajian tentang Legitimasi dan Otoritas Usman, Pasha Atta; Ramsi, Oktaheroe; Suhirwan, Suhirwan
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.5413

Abstract

Kajian tentang filsafat kekuasaan dalam konteks perang asimetris adalah untuk mengetahui bagaimana dinamika legitimasi dan otoritas menjadi dasar tindakan serta strategi yang dilakukan oleh aktor-aktor yang tidak seimbang secara militer atau ekonomi. Terutama dalam perang asimetris, di mana pihak yang lebih lemah secara konvensional berhadapan dengan kekuatan yang lebih besar, isu legitimasi memainkan peran penting di semua hal saat berusaha untuk mendapat dukungan dan moralitas dalam pandangan umum publik serta masyarakat internasional. Dalam penelitian ini, kami menganalisis bagaimana aktor-aktor yang terlibat mengembangkan otoritas moral, politik dan sosial guna mengimbangi ketimpangan kekuatan dengan cara-cara non-konvensional seperti melalui narasi ideologis kampanye informasi bentuk lain dari perang hibrida. Dengan pendekatan filsafat politik dan etika, kajian ini mempertimbangkan konsep-konsep seperti ”just war theory”, legitimasi aksi kekerasan, serta batasan moral dalam operasi yang berpotensi mengorbankan hak-hak sipil dan lembaga internasional hukum. Studi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas bagaimana kekuasaan dan otoritas dikonseptualisasikan serta dipertahankan dalam perang asimetris, dan apa dampaknya terhadap stabilitas global keamanan.
Strategi Asimetris Dalam Dominasi Global (Studi Kasus pada Peran AS dan China Dalam Konflik Ekonomi dan Militer) Nurhayati, Dinni; Suhirwan, Suhirwan; Cempaka T, Fauzia G
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.5298

Abstract

Strategi asimetris merujuk pada pendekatan yang digunakan negara dengan kekuatan terbatas untuk menantang kekuatan besar dengan cara yang tidak konvensional, inovatif, dan efektif. AS dan China, sebagai dua kekuatan besar global, mengembangkan strategi asimetris untuk mengamankan kepentingan ekonomi dan militer mereka. AS memanfaatkan teknologi tinggi, aliansi internasional, dan kekuatan militer konvensional, sementara China mengadopsi pendekatan yang lebih terfokus pada pengembangan teknologi, infrastruktur, dan investasi dalam proyek-proyek internasional untuk memperkuat pengaruhnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana kedua negara menggunakan strategi asimetris dalam mendominasi pasar global dan memperkuat posisi mereka dalam konflik internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan analisis literatur dan data sekunder terkait kebijakan luar negeri serta strategi ekonomi dan militer AS dan China. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua negara memanfaatkan kekuatan asimetris dengan cara yang berbeda namun saling bertentangan, di mana AS lebih mengandalkan kekuatan konvensional dan aliansi internasional, sementara China lebih fokus pada inovasi teknologi dan investasi langsung. Signifikansi penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana strategi asimetris mempengaruhi keseimbangan kekuatan global dan hubungan internasional, serta dampaknya terhadap negara-negara kecil atau berkembang yang terperangkap dalam persaingan antara dua kekuatan besar tersebut
PERANG CYBER SEBAGAI BENTUK PEPERANGAN ASIMETRIS: PERSPEKTIF FILSAFAT KEAMANAN DIGITAL DAN NIST CYBERSECURITY FRAMEWORK Jufri Lubis, Ahmad; G Cempaka T, Fauzia; Suhirwan, Suhirwan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 3 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i3.2025.1194-1206

Abstract

Keamanan nasional dalam era digital menghadapi tantangan baru yang muncul dari ancaman perang siber sebagai bentuk peperangan asimetris. Penelitian ini mengkaji bagaimana aktor non-negara dan negara dengan sumber daya terbatas memanfaatkan teknologi untuk menyerang infrastruktur kritis, seperti sistem keuangan dan komunikasi, tanpa keterlibatan fisik langsung. Menggunakan teori keamanan nasional dan peperangan asimetris, penelitian ini menjelaskan dinamika dan kompleksitas perang siber dalam mengancam stabilitas negara. Studi ini berfokus pada penerapan NIST Cybersecurity Framework, yang terdiri dari lima fungsi utama: Identify, Protect, Detect, Respond, dan Recover, sebagai model untuk memperkuat pertahanan siber nasional. Melalui analisis kasus serangan terhadap Pusat Data Nasional dan Bank Syariah Indonesia, penelitian ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam membangun sistem keamanan digital yang tangguh dan inklusif. Penelitian ini juga merumuskan strategi untuk mempertahankan integritas negara, yang mencakup penguatan regulasi siber, peningkatan kapasitas teknologi dan sumber daya manusia (SDM), serta kesadaran masyarakat terkait keamanan digital. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan rekomendasi strategis bagi pengambil kebijakan dalam merespons ancaman perang siber yang terus berkembang dan menjaga keseimbangan antara keamanan nasional dan hak asasi manusia.
MENYINGKAP TABIR ‘TEROR SUCI’ Saputra, Edomi; Halkis, Mhd.; Suhirwan, Suhirwan; Mardina, Dini
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 8 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i8.2024.3304-3316

Abstract

Sebagian teroris mengaitkan tindakan teror yang mereka lakukan dengan agama. Mereka melandaskannya pada sejumlah doktrin yang termaktub di dalam kitab suci. Dari sini muncullah istilah “teror suci.” Khusus bagi yang beragama Islam mereka menyebutnya dengan istilah jihad. Padahal jihad berbeda dengan segenap aktivitas yang bernuansa teror. Tulisan ini mencoba mengelaborasi lebih jauh seperti apa teror suci yang dimaknai para teroris. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif yakni penelitian kepustakaan.  Sedang teori yang dipakai adalah teori konstruksi sosial yang disusun oleh Peter L. Berger dan Thoman Luckmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teror suci diciptakan kalangan teroris dengan membajak doktrin-doktrin Kitab Suci dan hadis nabi untuk kepentingan mereka. Mereka meminjam imej sakral dalam agama untuk menjalankan agenda mereka, seperti menyamakan aksi teror dengan jihad. Dari sini muncullah istilah teror suci. Padahal jihad dan teror itu berbeda baik dari segia asal kata, proses maupun tujuannya. Teror suci hanyalah imajinasi untuk melegitimasi aksi teror yang menyalahi aturan Ilahi. Akibatnya agama yang berorientasi menciptakan kedamaian menjadi sarat akan ketakutan.
Ancaman Perang Siber China terhadap Indonesia: Analisis Strategi, Dampak, dan Respons Kebijakan Ariel, Keio; Suhirwan, Suhirwan; Dohamid, Ahmad G
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5428

Abstract

Studi ini mengkaji karakteristik, strategi, dan dampak perang siber Tiongkok terhadap Indonesia, serta respons kebijakan dan tantangan Indonesia dalam keamanan siber. Memanfaatkan pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan tinjauan literatur, penelitian ini menganalisis pola serangan siber Tiongkok, target, dan motivasinya. Temuan mengungkapkan bahwa Tiongkok menggunakan teknik canggih seperti Advanced Persistent Threats (APT) dan spear-phishing, yang menargetkan lembaga pemerintah, infrastruktur penting, dan perusahaan strategis di Indonesia. Dampaknya termasuk kerentanan dalam infrastruktur penting, pelanggaran data sensitif, dan gangguan ekonomi. Meskipun Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pertahanan sibernya melalui kerangka hukum, pengembangan kemampuan, dan kerja sama internasional, kesenjangan yang signifikan tetap ada dalam teknologi, sumber daya manusia, dan koordinasi antar-lembaga. Studi ini menerapkan teori Pertahanan Nasional, Perang Asimetris, Pencegahan Siber, dan Keamanan Siber untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang dinamika kompleks yang terlibat. Rekomendasi tersebut meliputi peningkatan investasi dalam teknologi dan infrastruktur keamanan siber, pengembangan sumber daya manusia, penguatan kerangka hukum, meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan,
The economic impact of asymmetric warfare through illicit drug trafficking in Indonesia Tatara, Beny Abukhaer; Suhirwan, Suhirwan; Afifuddin, Mochammad
Journal of Enterprise and Development (JED) Vol. 5 No. 1 (2023): Journal of Enterprise and Development (JED)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business of Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jed.v5i1.6802

Abstract

Purpose — This research aims to analyze the economic impact of asymmetric warfare through illicit drug trafficking in Indonesia.Method — This research uses a qualitative method with data collection techniques using interviews and literature studies. Researchers conduct interviews with officials related to the National Narcotics Board with 10 people and officials from the Defense Potential Directorate of the Indonesian Ministry of Defense with 2 people.Result — Illicit drug trafficking in Indonesia has an impact on the national resilience of the Indonesian nation. The impact covers all aspects of astagatra, which consists of trigatra aspects, namely demographic, geographical, and natural resources aspects, and pancagatra aspects, which consist of ideological, political, economic, socio-cultural, and defense-security aspects. In economics, research has shown that the economic loss due to drugs amounts to 84.7 trillion rupiahs due to illicit drug trafficking, where 77.42 trillion rupiahs is a personal loss and 7.27 trillion rupiahs is a social cost. Moreover, drug addicts will find it difficult to get a job, given that the impact of rejection from the community and the work environment reaches 92%. Cooperation between agencies and community participation is necessary to address it. This is because Indonesia's defense system is total people's defense and security system (Sishankamrata), which requires the participation of all components of the nation.Contribution — This research add to the knowledge about the impact of asymmetric warfare through illicit drug trafficking, specifically the economic impact. In addition, this research is expected to be a source of input for the government in developing strategic steps to counter illicit drug trafficking which is asymmetric warfare.