Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PROSES BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS SISWA SMP Wiwin Andika; Khusnul Safrina; M. Duskri
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 1 No. 1 (2024): Penelitian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v1i1.4599

Abstract

Berpikir reflektif merupakan suatu cara berpikir seseorang dalam mengaitkan pengetahuan yang sudah dimiliki dengan pengetahuan yang sedang diperlajari untuk menganalisa masalah dan memberikan peyelesaikan terhadap permasalahan yang baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir reflektif siswa berdasarkan kemampuan awal matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan subjek peneliti adalah 3 siswa kelas VII SMP Negeri 3 Banda Aceh yang mewakili tingkatan kemampuan awal yaitu kemampuan awal tinggi, sedang dan rendah yang diperoleh berdasarkan hasil tes kemampuan awal. Instrumen penelitian terdiri dari peneliti sendiri, soal tes kemampuan awal, soal tes berpikir reflektif dan pedoman wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan tes tulis dan wawancara. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu, yaitu pemberian STPBRM 2 dilaksanakan seminggu setelah pemberian STPBRM 1. Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) Proses berpikir reflektif siswa berkemampuan awal tinggi melalui setiap indikator pada fase reacting, elaborating dan contemplating. (2) Proses berpikir reflektif siswa berkemampuan awal sedang melalui indikator pada fase reacting, elaborating dan contemplating. Namun pada fase contemplating siswa belum cukup teliti saat menyelesaikan masalah sehingga siswa tidak memeriksa kembali jawaban yang diperoleh. (3) Proses berpikir reflektif siswa dengan kemampuan awal rendah melalui sebagian indikator pada setiap fase berpikir reflektif.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS RME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Farah Fadillah; Khusnul Safrina; M. Duskri
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 1 No. 1 (2024): Penelitian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v1i1.4601

Abstract

Modul Pembelajaran memiliki peran penting buat menyebarkan teknologi berdasarkan kecakapan abad 21 siswa pada pembelajaran matematika. sesuai pemetaan awal diperoleh gosip bahwa belum tersedia modul yang berbasis Realistic Mathematics Education (RME). sang sebab itu peneliti ingin membuatkan bhan ajar dalam bentuk modul pembelajaran matematika berbasis Realistic Mathematics Education (RME) di peserta didik Sekolah Menengah Pertama/MTsN yang memenuhi kriteria valid serta praktis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengikuti langkah-langkah pengembangan 4D. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini memakai lembar validasi pakar, lembar validasi praktisi serta lembar uji keterbacaan siswa. yang akan terjadi penelitian membagikan modul pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria kevaliditasan, hal ini diperoleh dari hasil analisis evaluasi validator yg mencapai rata-rata total sangat valid serta evaluasi modul antar validator termasuk kategori baik. Selain itu kepraktisan modul memenuhi kriteria sangat baik, hal ini diperoleh berasal penilian akibat analisis lembar validasi pengajar membagikan dari segi isi modul diperoleh homogen-homogen 87,68% dengan kriteria sangat baik serta asal segi tampilan modul diperoleh rata-rata 91,65% dengan kriteria sangat baik, selain itu hasil analisis uji keterbacaan peserta didik terhadap modul pembelajaran dengan memperoleh rata-rata total 83,75% dengan kriteria sangat baik. dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dan simpel.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS Aprilia Putri A. Lubis; M. Duskri; Susanti
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 1 No. 2 (2025): Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v1i2.4605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video praktik pembelajaran berbasis model pembelajaran inquiry untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4D (four-D) yang terdiri dari empat tahapan, yaitu define, design, develop, dan dessiminate. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis uji validitas dan data uji kepraktisan. Berdasarkan hasil analisis angket, diperoleh data sebagai berikut (1) dari satu orang ahli perangkat dan dua orang ahli media, diperoleh skor rata-rata dengan persentase 82,69% (2) dari tiga orang praktisi diperoleh skor rata-rata dengan persentase 85,87%. Dengan demikian, video praktik pembelajaran berbasis model pembelajaran inquiry untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa SMP telah memenuhi kriteria valid dan praktis.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MELALUI METODE PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) Rike Arami Rezeki; M. Duskri; Muhammad Yani
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 2 No. 1 (2025): Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v2i1.8662

Abstract

Problem-solving ability is a crucial mathematical skill; however, students’ performance in this area remains relatively low. To address this issue, the Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) method is assumed to enhance students’ mathematical problem-solving abilities. This study aims to (1) examine the improvement of students’ problem-solving skills after the implementation of TAPPS in Grade VII SMP, and (2) compare the improvement between students taught with TAPPS and those taught using conventional methods. The research employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group. The population consisted of Grade VII students of SMP Negeri 16 Takengon, with class VII1 chosen as the experimental group and VII2 as the control group through random sampling. Data were collected through tests and analyzed using the t-test. Findings showed that the experimental group achieved an average N-gain of 0.40 (moderate effectiveness). Moreover, tcount = 7.67 > ttable = 1.68, indicating that TAPPS was significantly more effective than conventional teaching in improving students’ mathematical problem-solving skills.
Penerapan Model Pembelajaran Double Loop Problem Solving (DLPS) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Adlyani, Hafidz; Duskri, M.; Susanti, Susanti
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 3 No. 1 (2026): MATHIEU Journal of Mathematics Education and Learning
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v3i1.10118

Abstract

This study aims to determine the effect of the Double Loop Problem Solving (DLPS) learning model on students' mathematical problem system abilities. The method used is a quasi-experimental design with the Control Group Post Test Design. The sample in this study was taken using total sampling because the researcher used the entire population as the research sample. The results showed that: (1) the effect of the Double Loop Problem Solving (DLPS) learning model on the students' problem management ability. It can be concluded that the Double Loop Problem Solving (DLPS) learning model has an effect on students' mathematical problem abilities. (2) Based on the independent sample t test, the value of tcount> ttable or 6.59> 1.69. So the problem is that the ability to solve mathematical problems of students who are taught with the Double Loop Problem Solving (DLPS) learning model is better than the management skills of students who are taught using conventional learning.
Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP melalui Model Pembelajaran Generatif Fimaulida, Rizki; Duskri, M.; Safrina, Khusnul
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 3 No. 1 (2026): MATHIEU Journal of Mathematics Education and Learning
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v3i1.10122

Abstract

Kemampuan penalaran matematis menjadi salah satu aspek kognitif yang harus dimiliki oleh siswa karena sangat berfungsi untuk mengidentifikasi masalah, memilikirkan cara penyelesaian yang tepat, dan menyelesaikan masalah tersebut. Nyatanya, kemampuan penalaran siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) untuk mengetahui peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran generatif, (2) untuk mengetahui perbandingan kemampuan penalaran matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain control group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Islam Zainatul Ulum. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan simple random sampling dan terpilih dua kelas yaitu kelas VIIa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIb sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data digunakan dengan menggunakan lembar tes kemampuan penalaran matematis. Dari hasil penelitian diperoleh (1) Terdapat peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran generatif, dimana peningkatan kemampuan penalaran berada pada kategori sedang. (2) Berdasarkan uji-t maka diperoleh = 2,67 dan = 1,68 maka , dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa yang belajar dengan model pembelajaran generatif lebih baik dibandingkan kemampuan penalaran matematis siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional.
Pengembangan Media Pembelajaran Materi Segi Empat di SMP/MTs Berbasis Budaya Islami dalam Suku Gayo Fitri, Liana; Ibrahim, Lukman; Duskri, M.
Mathieu : Journal of Mathematics Education and Learning Vol. 3 No. 2 (2026): MATHIEU Journal of Mathematics Education and Learning
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/mathieu.v3i2.10202

Abstract

This study aims to describe the process of developing mathematics learning media based on ethnomatics for grade VII at MTsN 1 Aceh Tengah, MTsN 7 Aceh Tengah and SMPN 4 Takengon, namely by using openwork motifs typical of the Gayo tribe, and to determine the response of teachers and students to the development of instructional media. Mathematics based on Islamic culture in the Gayo tribe uses the 4D development model so that it can determine the effectiveness of learning media. Data collection techniques in this study were interviews and questionnaires. Based on the results of research, the teacher's response to the media obtained an average score of 4.61 where x> 3.25 with the criteria "very good". In the trial to students, an average score of 4.46 was obtained where x> 3.25 with the criteria "very good". Based on this assessment, the Islamic culture-based quadrangle mathematics learning media can be used as a complement to teaching materials.