Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Karakteristik Pasien Gizi Buruk Pada Balita di Puskesmas Gilireng Kabupaten Wajo 2024 Purnamasari, Sri; Makmum, ⁠Armanto; Gayatri, Sri Wahyuni; Darussalam, Andi Husni Esa; Nurmadilla, Nesyana
Health and Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): HEME January 2026
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v8i1.1840

Abstract

Latar Belakang: Gizi buruk pada balita merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi yang tinggi. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan prevalensi kekurangan gizi (underweight) sebesar 19,6%. Di Puskesmas Gilireng Kabupaten Wajo, masalah gizi buruk masih menjadi tantangan yang kompleks, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi, sanitasi, dan pengetahuan ibu. Penelitian ini dilakukan untuk memahami karakteristik pasien gizi buruk dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kasus gizi buruk pada balita, meliputi usia, jenis kelamin, riwayat kelahiran, pemberian ASI, kejadian infeksi, sanitasi lingkungan, pengetahuan ibu, kondisi ekonomi, dan riwayat imunisasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 44 balita yang mengalami gizi buruk di Puskesmas Gilireng Kabupaten Wajo. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan wawancara, kemudian dianalisis secara univariat untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas balita dengan gizi buruk berusia 13-59 bulan (86,4%), dengan proporsi lebih tinggi pada jenis kelamin perempuan (70,45%). Sebanyak 68,2% balita lahir prematur, dan hanya 20,5% yang mendapatkan ASI eksklusif. Kejadian infeksi berulang juga menjadi masalah, dengan 45,5% balita sedang mengalami infeksi. Dari segi sanitasi, 54,5% balita menggunakan air sungai sebagai sumber utama. Selain itu, 75% ibu tidak memiliki pengetahuan gizi yang memadai, dan 63,6% balita tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Kesimpulan: Penelitian ini mengindikasikan perlunya peningkatan edukasi gizi untuk ibu, peningkatan cakupan imunisasi, dan intervensi pada balita berisiko tinggi. Penguatan peran posyandu dalam pemantauan pertumbuhan juga sangat diperlukan untuk mengatasi masalah gizi buruk.
Comparative Analysis Of Glutation Perioxidase (GPx) Levels In Obesity And Non-Obesity Teenagers Ismaya, Fausiah; Gayatri, Sri Wahyuni; Pramono, Sigit Dwi; Bamahry, Aryanti R.; Utami, Dian Fahmi
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10377

Abstract

Obesitas pada remaja telah menjadi masalah kesehatan global yang meningkat, dengan dampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kadar glutation peroksidase (GPx) pada remaja obesitas dan non-obesitas serta mengeksplorasi hubungannya dengan obesitas. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan sampel 50 remaja. Pengukuran kadar GPx dilakukan menggunakan spektrofotometer, dan analisis data menggunakan uji T-test dan uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar GPx pada remaja obesitas (109.68 U/g) lebih tinggi dibandingkan dengan non-obesitas (81.20 U/g), yang menunjukkan peningkatan stres oksidatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa obesitas berhubungan dengan peningkatan stres oksidatif, yang berpotensi mempengaruhi kesehatan metabolik remaja jangka panjang. Disarankan untuk mengembangkan program intervensi yang lebih berbasis bukti dan memperhatikan faktor gender dan sosial-ekonomi dalam pencegahan obesitas.
Analisis Resistensi Antibiotik di RSUP Wahidin Sudirohusodo Tahun 2023-2024 Anandhita, Anandhita; Muchtar, Amrizal; Zainal, Mohammad Reza; Gayatri, Sri Wahyuni; Reza, Darariani Iskandar
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12355

Abstract

Resistensi antibiotik saat ini menjadi ancaman serius global terhadap efektivitas pengobatan infeksi bakteri, dengan dampak berupa kegagalan pengobatan, kebutuhan obat alternatif yang lebih mahal dan aman, peningkatan angka kesakitan dan kematian, perpanjangan rawat inap, serta biaya layanan kesehatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran resistensi antibiotik berdasarkan hasil uji sensitivitas (kategori Sensitif, Intermediate, dan Resisten) dari RSUP Wahidin Sudirohusodo pada tahun 2023–2024, serta menganalisis hubungan antara jenis bakteri dan pola resistensinya. Penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional ini menggunakan data sekunder hasil kultur dan uji sensitivitas antibiotik; sampel dipilih dengan total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan distribusi bakteri dan pola resistensi yang bervariasi antar rumah sakit; bakteri Gram negatif memperlihatkan resistensi terutama terhadap antibiotik beta-laktam tertentu dan fluorokuinolon, dengan sensitivitas relatif pada karbapenem dan aminoglikosida. Bakteri Gram positif menunjukkan sensitivitas yang baik terhadap vancomycin dan linezolid, namun resistensi terhadap penicillin, makrolida, dan tetrasiklin masih ditemukan pada sebagian isolat. Pada Mycobacterium tuberculosis, sebagian besar isolat sensitif terhadap rifampicin, tetapi terdapat pula respons intermediate dan resisten. Secara keseluruhan, pola resistensi di rumah sakit bersifat heterogen dan spesifik terhadap jenis bakteri, sehingga penggunaan data antibiogram lokal penting sebagai dasar pemilihan terapi antibiotik yang rasional.
Karakteristik Pasien Systemic Lupus Erythematosus di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar 2020–2023 Anugrah, Muh. Arya; Nasaruddin, Hermiaty; Gayatri, Sri Wahyuni; Abdi, Dian Amelia; Yunita, Lisa
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12388

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun kronis dengan manifestasi klinis dan komplikasi yang beragam, sehingga pemetaan karakteristik pasien diperlukan untuk mendukung deteksi dini dan penatalaksanaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pasien SLE di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar periode 2020–2023. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan data sekunder rekam medis dan teknik total sampling. Sampel penelitian berjumlah 18 pasien yang memenuhi kriteria. Variabel yang dianalisis meliputi jenis kelamin, usia, manifestasi klinis, komplikasi, riwayat terapi, dan riwayat keluarga SLE. Hasil penelitian menunjukkan seluruh pasien berjenis kelamin perempuan (100,00%); kelompok usia terbanyak >40 tahun (66,66%); manifestasi klinis tersering adalah muskuloskeletal (50,0%); komplikasi tersering adalah nefritis lupus (27,77%); terapi yang paling banyak digunakan adalah kombinasi imunosupresan dan kortikosteroid (55,56%); dan mayoritas pasien tidak memiliki riwayat keluarga SLE (66,66%). Disimpulkan bahwa pasien SLE pada periode penelitian didominasi perempuan usia >40 tahun dengan manifestasi muskuloskeletal, komplikasi nefritis lupus, serta penggunaan terapi kombinasi imunosupresan-kortikosteroid.
Co-Authors Abdi, Dian Amelia Abduh, Anniza Putri Ahmad, Muh. Yusuf Ashadin AHMADI Aljufri, Salim Amrizal Muchtar Ananda, Fadli Anandhita, Anandhita Anggita, Dwi Anugrah, Muh. Arya Aqillah Rahis, Fadiah Dewi Ardiansar, Abdul Mubdi Arfah, Arni Isnaini Arifani, Nisa Arifin, Arina F Bamahry, Aryanti R. Dahliah Darariani Iskandar Darussalam, Andi Husni Esa Deviana, Elina Dewi, Anna Sari Farly Ihsan Fendy Dwimartyono Fitriah Fitriah Hamzah, Pratiwi Nasir Harahap, Wirawan Iriani, Sastrawati Indah Irna Diyana Kartika Ismaya, Fausiah Jaya, Muhammad Alim K, Diyana Kartika Kamaluddin, Irna Diyana Kartika Kartika, Andy Visi Khalid, Nur Fadhillah Komariah, Elis Librianty, Nurfanida Lie, Sukirman Madani, Ultra Makmum, ⁠Armanto Masdipa, Andi Mochammad Erwin Rachman, Mochammad Erwin Muchsin, Achmad Harun Mulyati, Leli Nasaruddin, Hermiaty NOVIA DWI ASTUTI Nugroho, Kurnia Arik Nulanda, Mona Nunuk Sri Purwanti Nur, Muh. Jabal Nurhikma, Nurhikma Nurmadilla , Nesyana Nurmadilla, Nesyana Pramono, Sigit Dwi Pratama, Melanie Ajeng Pratiwi, Rezky Purnamasari, Sri Rachmat Faisal Syamsu, Rachmat Faisal Rasfayanah, Rasfayanah Rasmita, Dina Razak, Kaisar Reza, Darariani Iskandar Rizki Amalia Safitri, Asrini Sahabuddin, Ratu Balqis Naailah Salmalia, Raisya Zahra Sanna, A. Tenri Sasmito, Priyo Sri Sumartini Sri Wahyu Suleha, Andi Surdam, Zulfiyah Syafridawita, Yetti Syamsu Rijal Treesia Sujana Ulfiah, Ayu Utami, Dian Fahmi Wijaya, Muhammad Fajrin Yunita, Lisa Zainal, Mohammad Reza Zamzami, Moh. Fadel Zul-ayman, Ahmad Emil Zulfahmida, Zulfahmida Zulfahmidah, Zulfahmidah Zulfitriani Murfat Zulkifli, Andi Aldita Nitamapia