Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Resistensi Antibiotik di RSUP Wahidin Sudirohusodo Tahun 2023-2024 Anandhita, Anandhita; Muchtar, Amrizal; Zainal, Mohammad Reza; Gayatri, Sri Wahyuni; Reza, Darariani Iskandar
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12355

Abstract

Resistensi antibiotik saat ini menjadi ancaman serius global terhadap efektivitas pengobatan infeksi bakteri, dengan dampak berupa kegagalan pengobatan, kebutuhan obat alternatif yang lebih mahal dan aman, peningkatan angka kesakitan dan kematian, perpanjangan rawat inap, serta biaya layanan kesehatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran resistensi antibiotik berdasarkan hasil uji sensitivitas (kategori Sensitif, Intermediate, dan Resisten) dari RSUP Wahidin Sudirohusodo pada tahun 2023–2024, serta menganalisis hubungan antara jenis bakteri dan pola resistensinya. Penelitian kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional ini menggunakan data sekunder hasil kultur dan uji sensitivitas antibiotik; sampel dipilih dengan total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan distribusi bakteri dan pola resistensi yang bervariasi antar rumah sakit; bakteri Gram negatif memperlihatkan resistensi terutama terhadap antibiotik beta-laktam tertentu dan fluorokuinolon, dengan sensitivitas relatif pada karbapenem dan aminoglikosida. Bakteri Gram positif menunjukkan sensitivitas yang baik terhadap vancomycin dan linezolid, namun resistensi terhadap penicillin, makrolida, dan tetrasiklin masih ditemukan pada sebagian isolat. Pada Mycobacterium tuberculosis, sebagian besar isolat sensitif terhadap rifampicin, tetapi terdapat pula respons intermediate dan resisten. Secara keseluruhan, pola resistensi di rumah sakit bersifat heterogen dan spesifik terhadap jenis bakteri, sehingga penggunaan data antibiogram lokal penting sebagai dasar pemilihan terapi antibiotik yang rasional.
Karakteristik Pasien Systemic Lupus Erythematosus di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar 2020–2023 Anugrah, Muh. Arya; Nasaruddin, Hermiaty; Gayatri, Sri Wahyuni; Abdi, Dian Amelia; Yunita, Lisa
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12388

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun kronis dengan manifestasi klinis dan komplikasi yang beragam, sehingga pemetaan karakteristik pasien diperlukan untuk mendukung deteksi dini dan penatalaksanaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pasien SLE di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar periode 2020–2023. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan data sekunder rekam medis dan teknik total sampling. Sampel penelitian berjumlah 18 pasien yang memenuhi kriteria. Variabel yang dianalisis meliputi jenis kelamin, usia, manifestasi klinis, komplikasi, riwayat terapi, dan riwayat keluarga SLE. Hasil penelitian menunjukkan seluruh pasien berjenis kelamin perempuan (100,00%); kelompok usia terbanyak >40 tahun (66,66%); manifestasi klinis tersering adalah muskuloskeletal (50,0%); komplikasi tersering adalah nefritis lupus (27,77%); terapi yang paling banyak digunakan adalah kombinasi imunosupresan dan kortikosteroid (55,56%); dan mayoritas pasien tidak memiliki riwayat keluarga SLE (66,66%). Disimpulkan bahwa pasien SLE pada periode penelitian didominasi perempuan usia >40 tahun dengan manifestasi muskuloskeletal, komplikasi nefritis lupus, serta penggunaan terapi kombinasi imunosupresan-kortikosteroid.