Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Nusantara Educational Review

Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif JERA pada Mata Pelajaran PPKn Materi Mengenal Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari Kelas V SDN Sumokali Candi Ashfa Diniyyah Assabilah; Arie Widya Murni
Nusantara Educational Review Vol 1 No 1 (2023): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ner.v1i1.996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media interaktif JERA pada mata pelajaran PPKn di materi pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari - hari. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini yaitu observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN Sumokali Candi, Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media interaktif JERA dilihat dari penilaian ahli materi yang mendapatkan persentase 81,8% atau termasuk dalam kategori golongan sangat valid. Penilaian ahli media mendapatkan persentase 80,5% atau termasuk golongan valid. Penilaian oleh guru kelas mendapatkan persentase sebesar 75% atau tergolong dalam kategori layak. Penilaian oleh peserta didik mendapatkan persentase sebesar 82% atau  termasuk dalam kategori sangat layak. This study aims to develop JERA interactive media on Civics subjects in the material on practicing Pancasila values in everyday life. This type of research is development research with the ADDIE development model. Data collection techniques used in this study are observation and interviews. The subjects of this study were fifth grade students at Sumokali Candi Elementary School, Sidoarjo. The results of the study show that the development of JERA interactive media is seen from the assessment of material experts who get a percentage of 81.8%, a very valid category. The media expert's assessment gets a percentage of 80.5%, a valid category. Assessment by the class teacher gets a percentage of 75%, the proper category. Assessment by students gets a percentage of 82%, a very decent category.
Pengembangan Media Pembelajaran Lingkungan Bersih Berbasis Android untuk Kelas 1 Pada Tema 6 Hamdan, Achmad Rofi; Murni, Arie Widya
Nusantara Educational Review Vol 2 No 2 (2024): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ner.v2i2.1437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran lingkungan bersih berbasis Android pada tema 6 untuk kelas 1 Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Obyek penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran lingkungan bersih berbasis Android. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara dan angket validasi. Peneliti menggunakan tahapan-tahapan penelitian pengembangan menurut model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil validasi menunjukkan bahwa ahli materi memberikan nilai rata-rata 84% dan ahli media memberikan nilai rata-rata 85,7%, keduanya termasuk kategori "sangat layak". Media yang digunakan sudah sesuai dengan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan indikator. Selain itu, siswa merasa nyaman dengan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan lebih fokus serta kritis berkat adanya kuis dalam aplikasi belajar This study aims to develop Android-based clean environment learning media on theme 6 for grade 1 of Elementary School. This type of research is research and development. The object of this research is to develop an Android-based clean environment learning media. Data collection techniques in this study were interviews and validation questionnaires. Researchers used the stages of development research according to the ADDIE development model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). The validation results showed that material experts gave an average value of 84% and media experts gave an average value of 85.7%, both of which were included in the "very feasible" category. The media used were Core Competencies, Basic Competencies, and indicators. In addition, students felt comfortable with information technology-based learning and were more focused and critical thanks to the quizzes in the learning application.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif JERA pada Mata Pelajaran PPKn Materi Mengenal Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari Kelas V SDN Sumokali Candi Assabilah, Ashfa Diniyyah; Murni, Arie Widya
Nusantara Educational Review Vol 1 No 1 (2023): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ner.v1i1.996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media interaktif JERA pada mata pelajaran PPKn di materi pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari - hari. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini yaitu observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN Sumokali Candi, Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media interaktif JERA dilihat dari penilaian ahli materi yang mendapatkan persentase 81,8% atau termasuk dalam kategori golongan sangat valid. Penilaian ahli media mendapatkan persentase 80,5% atau termasuk golongan valid. Penilaian oleh guru kelas mendapatkan persentase sebesar 75% atau tergolong dalam kategori layak. Penilaian oleh peserta didik mendapatkan persentase sebesar 82% atau  termasuk dalam kategori sangat layak. This study aims to develop JERA interactive media on Civics subjects in the material on practicing Pancasila values in everyday life. This type of research is development research with the ADDIE development model. Data collection techniques used in this study are observation and interviews. The subjects of this study were fifth grade students at Sumokali Candi Elementary School, Sidoarjo. The results of the study show that the development of JERA interactive media is seen from the assessment of material experts who get a percentage of 81.8%, a very valid category. The media expert's assessment gets a percentage of 80.5%, a valid category. Assessment by the class teacher gets a percentage of 75%, the proper category. Assessment by students gets a percentage of 82%, a very decent category.
Pengembangan Media Pembelajaran Lingkungan Bersih Berbasis Android untuk Kelas 1 Pada Tema 6 Hamdan, Achmad Rofi; Murni, Arie Widya
Nusantara Educational Review Vol 2 No 2 (2024): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ner.v2i2.1437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran lingkungan bersih berbasis Android pada tema 6 untuk kelas 1 Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Obyek penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran lingkungan bersih berbasis Android. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara dan angket validasi. Peneliti menggunakan tahapan-tahapan penelitian pengembangan menurut model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil validasi menunjukkan bahwa ahli materi memberikan nilai rata-rata 84% dan ahli media memberikan nilai rata-rata 85,7%, keduanya termasuk kategori "sangat layak". Media yang digunakan sudah sesuai dengan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan indikator. Selain itu, siswa merasa nyaman dengan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan lebih fokus serta kritis berkat adanya kuis dalam aplikasi belajar This study aims to develop Android-based clean environment learning media on theme 6 for grade 1 of Elementary School. This type of research is research and development. The object of this research is to develop an Android-based clean environment learning media. Data collection techniques in this study were interviews and validation questionnaires. Researchers used the stages of development research according to the ADDIE development model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). The validation results showed that material experts gave an average value of 84% and media experts gave an average value of 85.7%, both of which were included in the "very feasible" category. The media used were Core Competencies, Basic Competencies, and indicators. In addition, students felt comfortable with information technology-based learning and were more focused and critical thanks to the quizzes in the learning application.
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Siklus Air Melalui Penggunaan Media Assemblr Edu di Kelas V Maharani, Aisyah Hindy; Murni, Arie Widya; Oktavia, Rosyidah Umami
Nusantara Educational Review Vol 3 No 2 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/4ms1fg44

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar materi siklus air melalui penggunaan media augmented reality Assemblr Edu pada peserta didik kelas V SDN Pucang 4 Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan PTK dua siklus, masing-masing meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, dengan subjek 20 peserta didik kelas V. Hasil observasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aktivitas guru dan peserta didik. Pada Siklus I, aktivitas guru mencapai 67,3% dengan keterlaksanaan 84,6%, dan aktivitas peserta didik 76,6% dengan ketuntasan hasil belajar 60% (12 siswa tuntas, 8 siswa belum tuntas). Pada Siklus II, aktivitas guru meningkat menjadi 94,23% dengan keterlaksanaan 100%, dan aktivitas peserta didik 95% dengan ketuntasan hasil belajar 90% (18 siswa tuntas, 2 siswa belum tuntas). Peningkatan ini menunjukkan bahwa media Assemblr Edu yang dipadukan dengan strategi kooperatif TGT efektif meningkatkan pemahaman konsep siklus air, keterlibatan, dan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa media AR efektif sebagai pembelajaran interaktif untuk memahami konsep abstrak, dan penggunaan Assemblr Edu terbukti meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SDN Pucang 4 Sidoarjo pada materi siklus air. This study aims to improve learning outcomes of water cycle material using Assemblr Edu augmented reality media for fifth-grade students of SDN Pucang 4 Sidoarjo. This study uses a two-cycle CAR approach, each including planning, implementation, observation, and reflection, with 20 fifth-grade students as subjects. The observation results show a significant increase in teacher and student activities. In Cycle I, teacher activity reached 67.3% with 84.6% implementation, and student activity reached 76.6% with 60% learning outcome completion (12 students completed, 8 students did not complete). In Cycle II, teacher activity increased to 94.23% with 100% implementation, and student activity 95% with 90% learning outcome completion (18 students completed, 2 students did not complete). This increase indicates that Assemblr Edu media, combined with the TGT cooperative strategy, effectively increases students' understanding of the water cycle concept, involvement, and self-confidence. This study confirms that AR media is effective as interactive learning to understand abstract concepts, and the use of Assemblr Edu has been proven to improve the science learning outcomes of fifth-grade students at SDN Pucang 4 Sidoarjo on the water cycle material.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas 3 pada Materi Pembagian melalui Penggunaan Media Papan Pintar Putri, Faradita Ariska Widya; Murni, Arie Widya; Octavia, Rosyidah Umami
Nusantara Educational Review Vol 3 No 2 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/cvzn1770

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan pencapaian belajar peserta didik kelas III SDN Pucang IV pada materi pembagian melalui pemanfaatan media papan pintar. Penelitian ini merupakan PTK dua siklus yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Setiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi, yang dilaksanakan secara berulang untuk memperbaiki proses pembelajaran berdasarkan hasil dari siklus sebelumnya. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas III SDN Pucang IV, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, dengan jumlah 23 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas guru, observasi aktivitas peserta didik, dan tes hasil belajar. Menurut hasil penelitian, penggunaan media papan pintar dapat meningkatkan kinerja guru, partisipasi peserta didik, serta hasil belajar pada materi pembagian. Peningkatan ini terlihat dari ketuntasan hasil belajar yang meningkat dari 56,52% pada siklus I menjadi 86,95% pada siklus II. Media papan pintar memfasilitasi pembelajaran yang konkret, interaktif, dan menyenangkan sesuai tahap kognitif siswa sekolah dasar, sehingga efektif meningkatkan hasil belajar pada materi pembagian. This study aims to improve the learning achievement of third-grade students of SDN Pucang IV on division material using smartboard media. This study is a two-cycle CAR conducted in the even semester of the 2025/2026 academic year. Each cycle consists of the stages of planning, implementation of actions, observation, and reflection, which are carried out repeatedly to improve the learning process based on the results of the previous cycle. The subjects of the study were third-grade students of SDN Pucang IV, Sidoarjo District, Sidoarjo Regency, with a total of 23 students. Data collection was carried out through observation of teacher activities, observation of student activities, and learning outcome tests. According to the results of the study, the use of smartboard media can improve teacher performance, student participation, and learning outcomes on division material. This improvement is seen from the completeness of learning outcomes, which increased from 56.52% in cycle I to 86.95% in cycle II. Smart board media facilitates concrete, interactive, and fun learning according to the cognitive stage of elementary school students, thus effectively improving learning outcomes in division material.
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas 5 Pada Materi Norma dalam Kehidupan Bermasyarakat Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Hanif, M. Faizal; Murni, Arie Widya; Octavia, Rosyidah Umami
Nusantara Educational Review Vol 3 No 2 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/we5p1795

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas V SDN Pucang 4 Sidoarjo pada materi Norma dalam Kehidupan Bermasyarakat melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik, serta tes hasil belajar pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas guru, aktivitas peserta didik, dan ketuntasan belajar. Pada siklus I, keterlaksanaan aktivitas guru mencapai 61,5%, aktivitas peserta didik 60,7%, dan ketuntasan hasil belajar 64%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, aktivitas guru meningkat menjadi 92%, aktivitas peserta didik menjadi 85,7%, dan ketuntasan hasil belajar meningkat menjadi 92%. Temuan ini menunjukkan bahwa model PBL efektif diterapkan pada pembelajaran Pendidikan Pancasila materi norma karena meningkatkan keterlibatan aktif, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman konseptual peserta didik sekolah dasar. This classroom action research aims to improve the learning outcomes of fifth-grade students of SDN Pucang 4 Sidoarjo on the material of Norms in Community Life through the application of the Problem-Based Learning (PBL) learning model. This research was conducted in two cycles, where each cycle includes the planning stage, action implementation, observation, and reflection. The instruments used included observation sheets of teacher and student activities, as well as learning outcome tests at the end of each cycle. The results showed a significant increase in teacher activities, student activities, and learning outcomes. In cycle I, the implementation of teacher activities reached 61.5%, student activities 60.7%, and learning outcomes completion 64%. After improvements were made in cycle II, teacher activities increased to 92%, student activities to 85.7%, and learning outcomes completion increased to 92%. These findings indicate that the PBL model is effective in implementing Pancasila Education learning on norms because it increases active involvement, critical thinking skills, and conceptual understanding of elementary school students.
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Materi Waktu dan Durasi melalui Media Jam Analog pada Kelas II Sekolah Dasar Rochmah, Salsabillah Ainur; Murni, Arie Widya; Octavia, Rosyidah Umami
Nusantara Educational Review Vol 3 No 2 (2025): Nusantara Educational Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jeh6k695

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas II SDN Pucang 4 Sidoarjo pada materi waktu dan durasi melalui penggunaan media jam analog. Subjek penelitian terdiri dari 27 peserta didik. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil pra-tindakan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan membaca jam dan menghitung durasi, sehingga nilai ketuntasan masih rendah. Pada Siklus I, penggunaan media jam analog mulai berhasil meningkatkan aktivitas guru, aktivitas peserta didik, dan hasil belajar, meskipun ketuntasan klasikal baru mencapai 66,6% dan belum memenuhi indikator keberhasilan. Perbaikan yang dilakukan pada Siklus II meliputi peningkatan kualitas instruksi, optimalisasi penggunaan media, serta pembelajaran yang lebih interaktif. Hasilnya, aktivitas guru mencapai 90,38%, aktivitas peserta didik meningkat menjadi 92,5%, dan ketuntasan hasil belajar mencapai 100%. Temuan tersebut membuktikan bahwa penggunaan media konkret berupa jam analog efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai konsep waktu dan durasi, serta mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, menarik, dan bermakna. This Classroom Action Research (CAR) aims to improve the learning outcomes of second-grade students at Pucang 4 Elementary School, Sidoarjo, on the topic of time and duration using analog clocks. The subjects of the study consisted of 27 students. The study was conducted in two cycles, including planning, action implementation, observation, and reflection. The pre-action results showed that most students had difficulty reading the clock and calculating duration, resulting in low completion scores. In Cycle I, the use of analog clocks began to successfully improve teacher activity, student activity, and learning outcomes, although classical completion only reached 66.6% and had not yet met the success indicators. Improvements made in Cycle II included improving the quality of instruction, optimizing media use, and making more interactive learning. As a result, teacher activity reached 90.38%, student activity increased to 92.5%, and learning outcome completion reached 100%. These findings prove that the use of concrete media in the form of analog clocks is effective in improving students' understanding of the concepts of time and duration, and can create more active, interesting, and meaningful learning.