Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Menjalankan Peran Sebagai Peer Educator : Analysis of Supporting and Inhibiting Factors in Carrying Out the Role as a Peer Educator Ira Nurmala; Muthmainnah; Riris Diana Rachmayanti; Yuli Puspita Devi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.2971

Abstract

Latar belakang: Program peer educator yang berada di berbagai sekolah Kota Surabaya menjadi suatu program inovasi untuk meningkatkan penerimaan dan keterlibatan remaja dalam menghadapi permasalahan teman sebaya, khususnya pada pemasalahan penyalahgunaan narkoba. Tujuan: Untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi pendukung serta penghambat peer educator dalam pelaksanaan program peer educator. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di Sekolah Menengah Atas wilayah Surabaya yang terdiri dari 8 Sekolah Negeri dan 2 Sekolah Swasta. Jumlah informan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 48 peer educator. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan karena beberapa sekolah tersebut sudah terdapat peer educator. Penggalian data dilakukan melalui In-depth Interview, Focus Group Discussion (FGD) serta observasi. Analisis data menggunakan studi deskriptif dengan prosedur reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil dari wawancara, FGD, maupun observasi yang dilakukan oleh peneliti kepada pihak sekolah menyatakan bahwa peer educator dalam menjalankan perannya masih minim terhadap dukungan, baik sekolah maupun pemerintah yang pada akhirnya hal tersebut menjadi penghambat bagi peer educator. Kesimpulan: Faktor penghambat yang dirasakan oleh siswa sebagai peer educator karena dukungan berupa fasilitas dari sekolah belum berjalan efektif, dan juga pemerintah yang dulu membawahi program ini sudah tidak lagi memberikan umpan balik sehingga hal tersebut menjadi faktor utama dalam menghambat peran siswa sebagai peer educator.
Pengaruh Dukungan Sosial Instrumental terhadap Upaya Penerimaan Diri Remaja Penyintas Kekerasan Verbal di Surabaya : The Effect of Instrumental Social Support on Self-Acceptance of Adolescent Verbal Violence Survivors in Surabaya Tesalonika Arina Pambudi; Natasya Dyah Ayu Rahmadani; Ira Nurmala
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3371

Abstract

Latar belakang: Kekerasan verbal yang terjadi di Indonesia mengalami peningkatan pada masa pandemi COVID-19. UNICEF menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kekerasan pada anak tertinggi se-Asia Tenggara. Menurut data Wahana Visi Indonesia pada Juli 2021, sebanyak 33,8% anak mengalami kekerasan verbal. Kekerasan verbal berpotensi memberikan dampak besar dan berkepanjangan pada anak apabila tidak segera dicegah ataupun dihentikan. Tujuan: Mengetahui bentuk dukungan sosial instrumental yang didapatkan dalam upaya meningkatkan penerimaan diri remaja penyintas kekerasan verbal di Surabaya Metode: Desain penelitian kualitatif melalui indepth interview. Informan penelitian yakni remaja penyintas kekerasan verbal di Surabaya yang terhubung dengan komunitas Rumah Remaja Surabaya. Data dianalisis secara kualitatif dan menggunakan metode triangulasi sumber untuk memeriksa keabsahan data. Hasil: Seluruh informan utama yakni remaja penyintas kekerasan verbal berjumlah 7 orang mengatakan bahwa mereka membutuhkan dukungan instrumental berupa teman bicara atau ditemani seseorang, selain itu 6 dari 7 remaja penyintas kekerasan verbal mengatakan belum mendapatkan dan memerlukan konseling dengan tenaga medis professional serta pengobatan. Kesimpulan: Penyintas kekerasan verbal di Surabaya mendapatkan dukungan instrumental terbesar berupa teman bicara dari teman sebaya, dukungan instrumental dari keluarga yang terbatas karena kurang keterbukaan, dan belum mendapat dukungan instrumental dari tenaga profesional.
Kontrol Perilaku dalam Adiksi Menggunakan Media Sosial pada Remaja: Behavior Control in Addiction Using Social Media in Adolescents Nabila Zahrotul Maliha; Ira Nurmala
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 8 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3554

Abstract

Latar belakang: Saat ini, remaja tumbuh bersama adanya perkembangan teknologi yang masif, tidak terkecuali dengan media sosial. Media sosial menjadi faktor penting dalam rutinitas sehari-hari remaja. Penggunaan media sosial secara terus menerus dapat menimbulkan adiksi, dimana remaja akan merasa tidak puas dengan aktivitas keseharian mereka. Ketergantungan dalam rutinitas menggunakan media sosial ini dapat merubah gaya hidup remaja terutama pada kesehatan mental mereka. Salah satu faktor dari adanya adiksi ini adalah kontrol perilaku. Tujuan: Untuk mendeskripsikan hubungan kontrol perilaku dengan adiksi menggunakan media sosial. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional tanpa adanya tindakan lanjut oleh peneliti. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden merupakan anak remaja berumur 15-18 tahun yang berlokasi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Surabaya. Jumlah responden adalah 206 siswa SMAN 2 Surabaya yang dipilih dari teknik simple random sampling. Hasil: Hasil data didapatkan dari kuesioner yang disebarkan secara online dengan google form yang berisi pertanyaan mengenai kontrol perilaku remaja terhadap penggunaan media sosial. Hasil data kemudian diolah dengan software statistik SPSS menggunakan metode chi-square. Data penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kontrol perilaku dengan perilaku adiksi media sosial dengan nilai p = 0,000 Kesimpulan: Perilaku adiksi menggunakan media sosial pada remaja memiliki banyak faktor salah satunya faktor internal yang muncul dalam diri mereka. Ada hubungan bahwa remaja yang memiliki kontrol perilaku yang positif atau menyetujui akan memiliki adiksi menggunakan media sosial.
Enhancing Infant Immunization Rates: Determinants of Complete Routine Vaccination in an Urban Indonesian Primary Health Center Lutfi Agus Salim; Muthmainnah Muthmainnah; Alif Fatimatuz Zahro; Damai Arum Pratiwi; Ira Nurmala; Chung-Ying Lin; Dini Yulia Restuti; Annisa Clara Salsabila
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i3.7100

Abstract

Introduction: Infant immunization is crucial in reducing mortality and morbidity, aligning with the Sustainable Development Goals (SDGs) to promote health and well-being. In Indonesia, routine immunization for infants aged 0-12 months includes essential vaccines and newer antigens like PCV and Rotavirus. Maternal beliefs significantly influence immunization completion. This study examines factors affecting mothers' decisions regarding complete immunization in the Banyu Urip Health Center area using the Health Belief Model. Methods: A cross-sectional study was conducted on 86 mothers with infants aged 12-24 months to assess immunization completeness during their first year. The study analyzed the relationship between maternal perceptions, such as susceptibility, severity, benefits, barriers, self-efficacy, and cues to action and immunization behavior. Results: Findings showed a moderate relationship between perceived susceptibility, severity, barriers, and cues to action with immunization behavior. A strong correlation was observed between perceived benefits, self-efficacy, and participation in complete immunization. Mothers with higher risk perception, awareness of severity, strong belief in benefits, and self-efficacy, along with strong cues to action and fewer barriers, were more likely to ensure full immunization for their infants. Conclusion: The study highlights the importance of strengthening awareness and reducing barriers to improve immunization rates. Enhancing maternal self-efficacy and addressing perceived obstacles can increase full immunization coverage, ensuring better health outcomes for infants.
Enhancing Health Education Using Edutainment: A Quantitative Study in Malang Regency, Indonesia Muthmainnah Muthmainnah; Lutfi Agus Salim; Ira Nurmala; Asma Nadia; Annisa Clara Salsabila
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 5 (2025)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i5.7134

Abstract

Introduction: Adolescent health education is essential for promoting long-term well-being, yet many students lack access to effective and engaging learning approaches. This study evaluates the impact of structured teacher training combined with edutainment-based interventions on improving adolescent health knowledge and behavioral intentions using the Theory of Planned Behavior (TPB) in Malang Regency, Indonesia. Methods: A quantitative pre-experimental design was used with a pre-test–intervention–post-test structure. The study involved 22 teachers from five schools and 56 junior high school students from SMPN 1 Kepanjen, Malang. The intervention included comprehensive teacher training and interactive edutainment sessions for students, covering topics such as adolescent characteristics, physical activity, assertive communication, and time management. Knowledge changes were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Results: The intervention significantly increased knowledge in both groups. Students' average scores improved from 73.2 (pre-test) to 84.4 (post-test) (p < 0.001), while teachers’ scores increased from 69 to 83.4 (p < 0.001). However, no significant changes were observed in students' subjective norms, behavioral control, or behavioral intentions. Conclusion: Combining structured teacher training with edutainment is an effective strategy for enhancing adolescent health knowledge. This approach provides a scalable model for improving health literacy, though further efforts are needed to influence behavioral intentions and self-efficacy.
The Relationship Between Peer and Familial Social Support and Mental Well-Being of Indonesian College Students During the COVID-19 Pandemic Ira Nurmala; Jayanti Dian Eka Sari; Farapti Farapti; Muthmainnah Muthmainnah; Dianna Suzieanna Mohamad Shah; Airil Haimi Mohd Adnan; Yuli Puspita Devi; Nisrina Auliyah Laras Karindra; Laila Wahyuning Tyas; Hadina Habil; Annisa Clara Salsabila
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 9 (2025)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i9.7849

Abstract

Introduction: Student mental well-being was a concern prior to the COVID-19 pandemic. During COVID-19, mental health problems increased due to heightened anxiety and concern. Family and friends' support plays a crucial role in maintaining students' mental health. This study examines the impact of social support on students' mental well-being during the pandemic. Methods: This analytic observational study employed a cross-sectional design with a total of 400 active student participants. Psychometric instruments used in this study were the Sallis Social Support Scale and the short version of the Warwick-Edinburgh Mental Well-Being Scale (WEMWBS-7). Data were analyzed using Spearman correlation to determine the relationship between family and friends' support and students' mental well-being. Results: There was no significant relationship between family support and students’ mental well-being. However, only support from friends showed a statistically significant positive relationship with students' mental well-being (r = 0.176, p = 0.001), while support from family was not significantly associated (p = 0.073). Conclusion: Social support from friends played a crucial role in maintaining students' mental well-being during COVID-19. Encouraging peer support, such as reminding each other to complete tasks, can positively influence mental health.
PENGARUH KAMPANYE KESEHATAN MENTAL DI MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU PENCARIAN BANTUAN PADA REMAJA : TINJAUAN LITERATUR Ishmah Mumtazah; Ira Nurmala
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58286

Abstract

Kesehatan mental masih menjadi salah satu isu kesehatan global dan rentan terjadi khususnya pada kelompok remaja. Masalah lain muncul melihat rendahnya tingkat perilaku pencarian bantuan akibat stigma masyarakat serta kurangnya literasi dan pemahaman mengenai kesehatan mental. Sejalan dengan berkembangnya zaman, perkembangan teknologi digital dan tingginya penggunaan media sosial menjadikan platform tersebut sebagai salah satu sarana potensial dalam penyebaran informasi serta kampanye kesehatan mental. Persebaran informasi di era digital melalui platform media sosial dinilai memiliki pengaruh yang signifikan pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kampanye kesehatan mental di sosial media terhadap perilaku pencarian bantuan pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian tinjauan literatur dengan pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dan Pubmed dalam rentang tahun 2021-2026. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan kata kunci yang relevan dengan kesehatan mental, media sosial, dan perilaku pencarian bantuan. Didapatkan 9 artikel yang relevan dengan menggunakan metode penelitian studi kualitatif maupun kuantitatif pada berbagai platform di media sosial. Hasil kajian pada penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan potensi perubahan perilaku pencarian bantuan pada remaja namun terdapat kesenjangan di mana peningkatan pengetahuan tidak selalu berkorelasi linear dengan peningkatan perilaku pencarian bantuan. Media sosial memiliki potensi yang efektif sebagai instrumen edukasi awal, namun memerlukan integrasi dengan layanan kesehatan untuk mengubah kesadaran menjadi tindakan nyata.
Penggunaan Kontrasepsi pada Perempuan dengan HIV di Dunia Dayu Marista; Ira Nurmala
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 17 No.1 Januari 2022
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.17.1.25-34

Abstract

Background: HIV infection is a public health problem. In 2019, more than 38 million people were living with HIV, and more than 1.7 million people contracted HIV. On the other hand, it was reported that infant morbidity and mortality remained high, with more than 160,000 infants contracting HIV and more than 100,000 dying from AIDS-related causes. Increased access and improved service programs to control HIV transmission from mother to child are in line with the increasing number of pregnant women with HIV. Women with HIV and their partners need to plan carefully before deciding to have children. Women living with HIV and their partners need to take advantage of services that provide information and contraceptive tools to prevent unplanned pregnancies. The study aimed to understand how HIV-infected women chose contraceptives.Method: Search for articles with a systematic review using four databases consisting of Pubmed, Science Direct, Sage, and Emerald Insight with a publication range of 2017-2020. The keywords used were contraceptive use AND HIV women. The inclusion criteria used were women with HIV aged 15-49 years and used a cross-sectional design.Results: The findings indicated that injections, condoms, and implants were the most common methods of contraception used by women with HIV. Motivation for contraceptive use in women with HIV is influenced by age, marital status, knowledge, number of children, education, previous history of contraceptive use, history of childbirth, lack of fertility desires, income, residence, CD4 count, child's HIV status and partner's HIV status.  
The Role of Teachers and Structural Barriers in Adolescent Anemia Education in Surabaya Schools Alma Feriyanti; Ira Nurmala; Sri Widati; Muthmainnah Muthmainnah; Hari Basuki Notobroto
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol 20 No 4: October 2025
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.20.4.291-302

Abstract

Background: Anemia in adolescents, particularly young women, remains a significant public health concern in Indonesia, with low adherence to iron supplementation being a key contributing factor. While previous interventions have focused primarily on individual compliance, the role of teachers as health educators in schools is often overlooked. This study aimed to analyze the determinants of teachers’ intention to provide health education on anemia prevention in Surabaya high schools.Method: A cross-sectional survey was conducted among 119 high school and vocational school teachers within the working area of Tanah Kali Kedinding Health Center, selected through simple random sampling from a total population of 170 teachers. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using multiple logistic regressions to assess the influence of attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control on teachers' intention to deliver health education.Result: The analysis indicated that teacher' attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control did not significantly influence their intention to deliver health education on iron supplementation. This indicates that structural and institutional factors, rather than individual psychological characteristics, primarily influence teachers' involvement in health education delivery.of the risks of e cigarettes. Efforts to enhance adolescent anemia prevention should address structural barriers within the educational system. Policy support from schools and educational authorities is critical to institutionalizing health education as part of the teachers' formal responsibilities.
Pengaruh Sosio Budaya dalam Pemberian ASI Eksklusif dan MP-ASI Dini Dikaitkan dengan Status Gizi pada Anak Usia 6-23 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Banyuanyar Kabupaten Sampang Anna Mahsusoh; Adelia Perwita Sari; Ira Nurmala; Oedojo Soedirham
Media Gizi Kesmas Vol 13 No 1 (2024): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2024)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v13i1.2024.51-57

Abstract

Introduction: Substance abuse is a global public health problem that is increasingly being used by young people. Republic of Indonesia Constitution No. 35 Year 2009 mandates all drug users to get rehabilitation service access. Yayasan PLATO use Addiction Severity Index (ASI) instruments in the rehabilitation process of substance addiction. This study aimed to analyze ASI Instruments as a progress of recovering addict joined rehabilitation. Method: The research design of this study used cross-sectional approach, with the sample was total population of 69 respondents. The study used secondary data taken from Rehabilitation Annual report of IPWL Yayasan PLATO 2021. Data of ASI assessment were analyzed using Wilcoxon Signed Ranks Test and The statistical significance was set at p< 0.05. Results: The study showed that 6 domains of ASI namely medical status, work/support, substance use, legal status, family/social and psychiatric status have P value <0.05. There were significant differences before and after rehabilitation treatment, Conclusion:  Drug users joining recovery treatment at Yayasan PLATO had a good progress, problems in each domain based on ASI instruments had decrease. Family support and social environment support is needed to maintain the recovery process and prevent from relapse.
Co-Authors Adelia Perwita Sari Afina Puspita Zari Ahsanu Bil Husna Ahsanu Bil Husna Airil Haimi Mohd Adnan Aldri Frinaldi Alfi Makrifatul Azizah Alfilnah Alfilnah Alfiyan Dharma Yuda Alif Fatimatuz Zahro Alma Feriyanti Alma Feriyanti Amalia Ayu Mandasari Andi Safutra Suraya Anna Mahsusoh Annisa Clara Salsabila Annisa Clara Salsabila Aprillia Nurhayati Arwan Asma Nadia Asma Nadia Asma Nadia Aulia Dikmah Kiswahono Cholid, Idham Chung-Ying Lin Citra Ahiyanasari Ervina Ahiyanasari Damai Arum Pratiwi Daniar Dwi Ayu Pamela Dayinta Annisa Syaiful Dayu Marista Denita Mayasari Sitio Desak Made Sintha Kurnia Dewi Desak Made Sintha Kurnia Dewi Devy Mulia Sari Devy, Shrimarti R Dian Arie Sushanty Dianna Suzieanna Mohamad Shah Diansanto Prayoga Dini Yulia Restuti Dominikus Raditya Atmaka Edi Dwi Riyanto Efa Kelya Nasrun Eko Agus Cahyono Elisa Dwi P Erdi Istiaji Erfandi Pratama Erni Gustina Erwin Nur Rif&#039;ah Erwin Nur Rif'ah Eva Ardiana Evana Nisa'ul Ammar Fajar Kurniawan Farapti Farapti Fatah, Mohammad Zainal Fercindilia Fercindilia Ferina Agustia Yuarta Firman Suryadi Rahman Hadina Habil Hargono, Rahmat Hari Basuki Notobroto Hasmita Hasmita Hidayat, Sho’im Hilma Ulya Husna, Ahsanu Bil Imas Elva Khoiriyah Intan Arimurti Irman Idrus Ishmah Mumtazah Isma Faridatus Sholihah Jayanti Dian Eka Sari Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Kaima Ishmata Rianti Kholifatul Mardiah Kiki Mellisa Andria Laila Wahyuning Tyas Lisnawati Lisnawati Lutfi Agus Salim Lutfi Agus Salim M Muthmainnah Maghdalena Qurrotaain Mahmudah Mahmudah Mandagi, Ayik Mirayanti Moch Yusron Mochammad Bagus Qomarrudin Mochammad Bagus Qomaruddin Muh Arfah Muhamad Ramadhan Salam Muhammad Al Rajab Muhammad Luthfi Abdul Ghaffar Muji sulistyowati Muthmainnah Muthmainnah Nabila Khusna Amalia Nabila Zahrotul Maliha Nadhiroh, Siti R Nadiya Istighfaara Nafiatus Sintya Deviatin Natasya Dyah Ayu Rahmadani Natasya Dyah Ayu Rahmadani Natasya Dyah Ayu Rahmadani Nendy Putra Salsabila Nisrina Auliyah Laras Karindra Noviyanti, Tausyiah Rohmah Nunik Puspitasari Nur Alam Fajar Nurfitriyana Rahmat Nurhayati, Aprillia Nurina Dewi Ayu Dewi Nurma Afiani Nurul lailatul badriyah Oedojo Soedirham Pratama, Erfandi Puspikawati, Septa Indra Rachmat Hargono Rahayu Aprianti Rahma Rizki Nabila Rahmayanti, Riris Rery Afianto Riris Diana R Riris Diana Rachmayanti Risah Bellah Susanto Riska Oktaviana Riska Oktaviana Rosa Azizah Santi Martini Sarmawan Muin Sebayang, Susy Katikana Shirmarti Rukmini Devy Shofwanto Adhi Isnanda Shrimarti Rukmini Devy Siti Rahayu Nadhiroh Sofa Nutrima Rismawati Sri Ayu Sri Widati Sri Widati Stephani Dwiyana Putri Sudarmaji, Sudarmaji Sultan Andilah Syaiful Katadi Syifa’ul Lailiyah Tasya Azelya Putri Andiani Tausyiah Rohmah Noviyanti Tawakkal Tawakkal Tesalonika Arina Pambudi Tri Martiana Widowati, Syafira Wahyu Yuli Puspita Devi Yuli Puspita Devi Yuli Puspita Devi Yuli Puspita Devi Zulfa Kevaladandra Zulfa Kevaladandra