Laju ekspansi di ranah industri pakaian memaksa setiap entitas bisnis membedah faktor-faktor fundamental yang sebenarnya menggerakkan logika belanja publik dalam mendapatkan produk pilihan. Fokus utama riset kali ini tertuju pada upaya mendalami seberapa kuat pengaruh dari taktik komunikasi pemasaran di ruang digital maupun pola perilaku dalam pusaran tren busana cepat. Peneliti menerapkan kerangka kuantitatif lewat sebaran kuesioner terhadap seratus individu pemakai merek Uniqlo di wilayah Surabaya. Penentuan responden dilakukan via purposive sampling, sementara kalkulasi data dieksekusi memakai model regresi linier berganda memanfaatkan perangkat SPSS edisi 25. Temuan empiris membuktikan perihal kekuatan narasi pemasaran digital, gaya hidup fast fashion, dan brand equity yang, baik berdiri sendiri maupun berkolaborasi, memberi sumbangsih positif serta berdampak besar pada keputusan untuk bertransaksi. Realitas ini memvalidasi gagasan bahwa kemudahan dalam menjangkau informasi di kanal daring, selarasnya produk dengan selera zaman, hingga reputasi kokoh milik Uniqlo sanggup memicu lonjakan tindakan pembelian dari sisi pelanggan. Perolehan angka koefisien determinasi (R²) yang menyentuh level 0,451 memberikan gambaran nyata bahwa gabungan tiga variabel tadi merepresentasikan 45,1% dari total fluktuasi keputusan belanja, sementara porsi selebihnya berasal dari variabel-variabel di luar lingkup pengamatan sekarang.