Claim Missing Document
Check
Articles

An analysis of students’ nationalistic attitudes through the flag ceremony at SDN 104181 Sunggal Kanan Lestari, Asdini Indah; Ndona, Yakobus; Saragi, Daulat
Practice of The Science of Teaching Journal: Jurnal Praktisi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : HAFECS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58362/hafecspost.v4i2.153

Abstract

The weakening of nationalism among elementary students in the era of globalization highlights the need for effective character education practices in schools. Although flag ceremonies are routinely implemented, many students still perceive them as mere formalities and have not fully internalized nationalist values, indicating a gap between expected character outcomes and the reality in the field. This study aims to analyze how nationalist values are formed through flag ceremonies and positive habituation in the school environment, as well as to identify supporting and inhibiting factors in the internalization process. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews, and documentation involving students, teachers, and school administrators. The findings show that routine practices such as flag saluting, singing the national anthem, and teacher role modeling effectively strengthen students’ discipline, responsibility, and patriotism, although challenges remain in terms of students’ varied levels of understanding and engagement. The study concludes that ceremonial school activities can serve as strategic instruments of character education when implemented consistently and supported by teacher exemplification. These results offer a contextual model that can be replicated to enhance nationalism in elementary education. Abstrak. Menguatnya arus globalisasi berdampak pada melemahnya rasa nasionalisme di kalangan siswa sekolah dasar, sehingga diperlukan pendekatan karakter yang lebih strategis dan kontekstual. Meskipun upacara bendera telah dilaksanakan secara rutin, sebagian siswa masih mengikutinya sebagai formalitas dan belum sepenuhnya memahami nilai-nilai kebangsaan, menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan ideal pendidikan karakter dan realitas pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pembentukan sikap nasionalis siswa melalui upacara bendera serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat internalisasi nilai-nilai kebangsaan di lingkungan sekolah. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data dari siswa, guru, dan pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan positif melalui penghormatan bendera, menyanyikan lagu kebangsaan, dan keteladanan guru berperan langsung dalam memperkuat disiplin, tanggung jawab, dan patriotisme siswa, meskipun masih ditemukan variasi dalam pemahaman dan keterlibatan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan seremonial sekolah dapat menjadi instrumen efektif pendidikan karakter apabila dijalankan secara konsisten dan didukung keteladanan guru. Temuan ini menawarkan model kontekstual yang dapat direplikasi untuk memperkuat nasionalisme pada jenjang pendidikan dasar.
Implementasi Budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun)Terhadap Pembentukan Karakter Siswa dan Nilai Kesopanan Siswa SD IT Al Minah Rahmayani, Ulina; Ndona, Yakobus; Saragi, Daulat
EDUTECH Vol 11, No 2 (2025): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/edutech.v11i2.26838

Abstract

This research seeks to investigate the application of the 5S culture (Smile, Greet, Greeting, Polite, Courteous) and its impact on the development of character and values of politeness among students at SD IT Al Minah.  This study employs a descriptive qualitative research method to investigate the significance and effects of implementing the 5S culture within the educational setting.  The findings of the study suggest that the execution of the 5S culture operates efficiently through a cohesive and systematic habituation process, propelled by the proactive engagement of teachers as role models.  This process profoundly influences the development of more commendable student characteristics, particularly regarding religiosity, social consciousness, and a sense of responsibility.  Furthermore, the 5S culture has demonstrated efficacy in enhancing students' values of politeness by translating the abstract notion of "politeness" into tangible actions that can be readily implemented in daily social interactions.  In summary, the implementation of the 5S culture through habituation and exemplary figures has effectively contributed to the development of character and the reinforcement of politeness values among students at SD IT Al Minah
Implementasi Budaya Positif Sekolah Sebagai Penanaman Konstitusi Dasar di Sekolah Dasar Pasaribu, Siti Putri Ardiyanti; Ndona, Yakobus; Dharma, Surya
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi budaya positif sekolah sebagai sarana penanaman nilai-nilai konstitusi dasar di tingkat sekolah dasar. Nilai-nilai konstitusional seperti keadilan, tanggung jawab, persamaan hak, dan gotong royong merupakan bagian integral dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang harus ditanamkan sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan di UPT SPF SDN 106161 Laut Dendang, Kabupaten Deli Serdang. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai budaya positif di sekolah seperti penyambutan pagi, senam bersama, piket kelas, sarapan bersama, upacara bendera, penegakan disiplin, literasi kebangsaan, dan perayaan hari nasional telah berhasil menginternalisasi nilai-nilai konstitusi secara kontekstual dan bermakna. Budaya sekolah terbukti menjadi instrumen strategis dalam pembentukan karakter konstitusional siswa sejak usia dini.
Mengembangkan Budaya Anti-Korupsi dengan Meningkatkan Kesadaran Moral Siswa-Siswi Ginting, Abilson; Rahayu, Hendra; Manurung, Nabelia Utami; Simbolon, Paskaria; Perangin-angin, Reh Bungana Beru; Ndona, Yakobus
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1202

Abstract

Korupsi merupakan persoalan sistemik yang menghambat pembangunan nasional dan membahayakan tatanan kehidupan masyarakat. Upaya pencegahan korupsi sejak usia dini menjadi strategi penting dalam pembangunan karakter bangsa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam menanamkan budaya anti-korupsi di sekolah dasar, khususnya melalui studi kasus di SD Swasta Santo Fransiskus Binjai. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran PPKn yang mengintegrasikan pendekatan berbasis nilai, metode kontekstual, serta model pembelajaran partisipatif mampu meningkatkan kesadaran etis dan perilaku antikorupsi siswa. Peran guru sebagai fasilitator dan teladan nilai sangat krusial, demikian pula dukungan dari orang tua dan masyarakat. Diperlukan sinergi antara seluruh komponen pendidikan untuk membangun ekosistem sekolah yang mendukung penguatan integritas peserta didik secara berkelanjutan.