Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Character Revitalization through Islamic Religious Education in Schools Kholidah Nur; Ali Masran Daulay; Junita Irawati
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 14 No. 1 (2025): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indonesian nation is a nation that has various races and cultures. This diversity makes it a nation that has its own character that is different from other nations. This character should be maintained through educational institutions in order to produce a generation of the nation that knows and preserves the character of the nation that has existed since their ancestors. This study uses a qualitative approach with a post-positivistic paradigm. Data collection through interviews, observations, and documentation. While data analysis with the Miles Huberman model. This study resulted in a shift in the character of the Indonesian nation that is classified as very complicated, this complexity is further complicated by the lack of public awareness that our national character has long been lost. The glittering currents of modernization and globalization are the main factors in the loss of the nation's character. The readiness of society to face the modern era forces them to fall asleep and be lulled by the strains of electronic sophistication without being able to fortify themselves with sufficient knowledge. Likewise, the sudden flow of globalization cannot be blocked by clarity of heart and mind so that it blinds the paradigm of long-term thinking. As a result, the character of the nation is now just a sweet memory when remembered and bitter when remembered. The development of national character in schools through Islamic religious education is carried out in several stages, namely familiarizing oneself with religious activities, action planning and giving awards.
Pengaruh Metode Show And Tell Terhadap Keterampilan Berbicara Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Widya Sari; Junita Irawati; Resdilla Pratiwi; Asrin Nasution
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 OKTOBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i2.7120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode Show and Tell terhadap keterampilan berbicara siswa kelas V SD Negeri 098 Pidoli Lombang pada materi “Sayangi Bumiku”. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Quasi Experimental Design) model Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 41 siswa yang terbagi dalam kelas VA dan VB. Instrumen pengumpulan data berupa tes lisan, kemudian dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan keterampilan berbicara siswa. Pada kelas eksperimen yang menggunakan metode Show and Tell, nilai rata-rata meningkat dari 39,55 (pre-test) menjadi 90,20 (post-test). Sedangkan pada kelas kontrol yang menggunakan metode Presentasi, nilai naik dari 37,38 menjadi 81,38. Hasil uji hipotesis memperlihatkan thitung (38,086) ttabel (2,021), sehingga Ha diterima. Dengan demikian, metode Show and Tell terbukti efektif meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.Kata kunci: Metode Show and Tell, Keterampilan Berbicara, Pembelajaran Bahasa Indonesia
Uncovering Language in Business Communication Space: Variation between Formal and Informal Language in Mandailing Natal Junita Irawati
Feedback International Journal of Communication Vol. 1 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : PT Agung Media Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62569/fijc.v1i1.10

Abstract

This research delves into the intricate dynamics of formal and informal language usage within the realm of business communication in Mandailing Natal. Mandailing Natal, characterized by its cultural and linguistic diversity, serves as a distinctive backdrop for comprehending the nuanced role of language in business interactions. Employing a method of language variation analysis, this study scrutinizes various business communication texts, including formal letters, emails, and face-to-face conversations. The objective is to unravel the disparities in the utilization of formal and informal language. The findings of the research reveal that within the business communication space, the deployment of formal and informal language not only mirrors organizational hierarchy but is intricately linked to the local cultural context. Formal language predominantly governs official documents and written communication, while informal language prevails in face-to-face interactions and everyday situations. Furthermore, language variation extends to the incorporation of local dialects and distinctive expressions unique to Mandailing Natal, contributing cultural richness to business communication.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di UPTD SD Negeri 080 Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Diva Andre Syahreza; Junita Irawati; Ali Zul Fikri; Pirdaus Siregar; Rahmat Nasution
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa di UPTD SD Negeri 080 Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru dan siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran di kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif, proses pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah sehingga siswa cenderung pasif dan kurang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Setelah penerapan model pembelajaran kooperatif, aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan meningkatnya partisipasi siswa dalam kegiatan diskusi kelompok, interaksi antar siswa, serta keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat. Selain itu, hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan karena siswa dapat saling membantu dalam memahami materi melalui kerja sama kelompok. Meskipun terdapat beberapa kendala seperti perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan waktu pembelajaran, penerapan model pembelajaran kooperatif secara umum mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta hasil belajar siswa. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah dasar.