Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Using Wall Charts to Enhance Early Reading Skills among First Grade Students Junita Irawati; Irawati, Junita; Handayani, Pipit Mugi; Sormin, Salman Alparis
Muallimun : Jurnal Kajian Pendidikan dan Keguruan Vol 5 No 2 (2025): MUALLIMUN
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/muallimun.v5i2.10617

Abstract

This research aimed to improve students' reading skills using Wallchart learning media, designed through Classroom Action Research (CAR), based on the Kemmis & Taggart model. This Classroom Action Research aimed to provide innovative actions and solutions to obstacles encountered in the learning process. This research was conducted at SD Negeri 086 Dalam Lidang, Panyabungan District, Mandaling Natal Regency, with a total population of 24 first-grade students. Data collection techniques included observation and reading skill tests. The results showed increased reading skills, as evidenced by the number of students who completed the reading program reaching 63.90% in Cycle 1 and 82.65% in Cycle 2. Wall Chart: Representing complex information with a very realistic, simple, and attractive visual design, it can be used as an independent learning tool that can be seen anytime because it is mounted on a wall or in any particular corner. Therefore, using Wallchart learning media in Indonesian language learning can improve elementary school students' reading skills.
Using Wall Charts to Enhance Early Reading Skills among First Grade Students Junita Irawati; Irawati, Junita; Handayani, Pipit Mugi; Sormin, Salman Alparis
Muallimun : Jurnal Kajian Pendidikan dan Keguruan Vol 5 No 2 (2025): MUALLIMUN
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/muallimun.v5i2.10617

Abstract

This research aimed to improve students' reading skills using Wallchart learning media, designed through Classroom Action Research (CAR), based on the Kemmis & Taggart model. This Classroom Action Research aimed to provide innovative actions and solutions to obstacles encountered in the learning process. This research was conducted at SD Negeri 086 Dalam Lidang, Panyabungan District, Mandaling Natal Regency, with a total population of 24 first-grade students. Data collection techniques included observation and reading skill tests. The results showed increased reading skills, as evidenced by the number of students who completed the reading program reaching 63.90% in Cycle 1 and 82.65% in Cycle 2. Wall Chart: Representing complex information with a very realistic, simple, and attractive visual design, it can be used as an independent learning tool that can be seen anytime because it is mounted on a wall or in any particular corner. Therefore, using Wallchart learning media in Indonesian language learning can improve elementary school students' reading skills.
Peningkatan Kemampuan dalam Membaca pada Permulaan melalui Media Kartu Kata Bergambar pada Anak Usia Dini 5-6 Tahun Rosmidar Rosmidar; Robiatul Adawiyah; Junita Irawati
Inovasi Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2025): Januari: Inovasi Pendidikan dan Anak Usia Dini
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/inpaud.v2i1.82

Abstract

Beginning readingability in childrenage5-6years is a basic skill that is very important in supporting their academic development. One effective method for improving this ability is through interesting and interactive media, such as picture word cards. This media is designed to introduce children to basic vocabulary with the help of appropriate pictures, and remember these words. Using picture word cards can strengthen children's reading skills, because they combine attractive visual elements with direct reading practice. Through fun games and activities, children can gradually learn to recognize words, improve their reading fluency and enrich their vocabulary. This approach also provides a pleasant experience, makes the process of learning to read more interesting and reduces the anxiety that may arise in children when learning to read. In this way, picture word cards become an effective medium in supporting the development of early reading skills in young children.
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SD NEGERI 326 SINUNUKAN Irawati, Junita; Sasabone, Luana; Setiawati, Ika; Supriatna, Eka; Siregar, Muhammad Sapril
AT-TAJDID Vol 8, No 1 (2024): JANUARI-JUNI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v8i1.3340

Abstract

Penerapan Media Flash Card untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas I SDN 129 Hutarimbaru Siti Makwa Nst; Zulfikar Zulfikar; Junita Irawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media flash card dalam pembelajaran membaca permulaan serta mengetahui peningkatan kemampuan membaca peserta didik kelas I SDN 129 Hutarimbaru. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus dengan subjek 15 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, tes membaca, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media flash card melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi mampu meningkatkan aktivitas dan kemampuan membaca permulaan peserta didik. Pada siklus I ketercapaian kemampuan membaca sebesar 53,33%, meningkat menjadi 93,33% pada siklus II. Pembelajaran menjadi lebih aktif, menyenangkan, dan terarah. Disimpulkan bahwa media flash card efektif meningkatkan kemampuan membaca permulaan dan dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Implementasi Guru Dalam Meningkatkan Komunikasi Anak Usia Dini Sukma, Novianda; Salsabila, Putri Dwi; Anisah , Nur; Irawati, Junita
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi guru dalam meningkatkan kemampuan komunikasi anak usia dini di lingkungan pendidikan. Menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan guru sebagai subjek utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis dalam menstimulasi kemampuan komunikasi anak melalui berbagai pendekatan, seperti kegiatan bercerita, bermain peran, diskusi kelompok kecil, dan penggunaan media edukatif. Guru juga menciptakan lingkungan belajar yang komunikatif serta membangun hubungan emosional yang positif dengan anak, sehingga anak merasa aman dan percaya diri dalam menyampaikan ide. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan komunikasi anak usia dini sangat bergantung pada keterlibatan aktif guru dan strategi pembelajaran yang tepat. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan praktik pengajaran yang mendukung pertumbuhan bahasa dan komunikasi anak secara optimal.
Implementasi Metode Bernyanyi dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Anak Usia Dini Hana Kamilah; Silva Sahira; Nur Fadilah; Junita Irawati
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Rumbio Vol. 1 No. 3 (2025): Edisi Agustus
Publisher : PT. Willy Print Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe in depth and detail about three main focuses, namely: (1) the implementation of the singing method by PAUD teachers in daily learning activities, including how teachers design, implement, and evaluate singing activities integrated with learning themes; (2) supporting and inhibiting factors that arise during the process of implementing the singing method, such as the availability of facilities, teacher skills, children's interests, and parental involvement in supporting children's communication processes; and (3) the impact on children's verbal and nonverbal communication skills aged 4-6 years, both in the context of vocabulary use, sentence structure, speaking courage, and expression through movements and mimics. This study uses a descriptive qualitative approach that allows researchers to explore phenomena in a naturalistic and in-depth manner. The research was conducted at PAUD [Place Name], with the research subjects consisting of PAUD teachers and early childhood children in group A aged between 4 to 6 years old. The research data were collected through direct observation of singing activities, in-depth interviews with teachers and parents, and documentation of related learning activities. All data were analysed systematically through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, by applying triangulation of sources and techniques to increase the validity of the research findings.
Implementasi Pembiasaan Salam, Sapa dan Senyum dalam Membentuk Karater Ramah Siswa SD Negeri 080 Panyabungan Dina Astika Siregar; Junita Irawati; Mustika Sari; Rosdelima Rangkuti
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17091

Abstract

Pendidikan karakter di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian peserta didik, terutama dalam menanamkan karakter ramah sebagai bagian dari keterampilan sosial. Salah satu strategi yang dapat diterapkan sekolah untuk memperkuat karakter tersebut adalah melalui pembiasaan salam, sapa, dan senyum sebagai budaya sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembiasaan salam, sapa, dan senyum serta dampaknya terhadap pembentukan karakter ramah siswa di SD Negeri 080 Panyabungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan salam, sapa, dan senyum telah diimplementasikan secara konsisten melalui kegiatan penyambutan siswa di pagi hari, pembiasaan salam dalam proses pembelajaran, serta keteladanan guru dalam interaksi sehari-hari. Implementasi pembiasaan tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter ramah siswa, yang ditunjukkan melalui meningkatnya sikap sopan santun, rasa saling menghargai, serta kepedulian sosial dalam lingkungan sekolah. Meskipun masih terdapat kendala berupa perbedaan latar belakang kebiasaan siswa, secara umum pembiasaan salam, sapa, dan senyum efektif dalam membentuk budaya sekolah yang ramah dan harmonis.
Strategi Guru Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Di UPTD SD Negeri 080 Panyabungan Salsabila Nasution; Junita Irawati; Nurasiah Nurasiah; Mei Efriyana
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17128

Abstract

Penelitian ini menggambarkan strategi guru dalam membentuk karakter siswa di UPTD SD Negeri 080 Panyabungan terhadap masalah kenakalan siswa seperti bullying, tidak disiplin, dan pelanggaran aturan sekolah. Walaupun sekolah belum memiliki layanan Bimbingan dan Konseling (BK), upaya pembentukan karakter dilakukan melalui berbagai strategi guru dengan pendekatan pembiasaan, keteladanan, penguatan nilai-nilai karakter, serta kolaborasi dengan orang tua. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memperoleh gambaran strategi yang berguna mengatasi perilaku negatif dan menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter efektif melalui peran aktif guru sebagai model perilaku positif, pembiasaan nilai disiplin, pengembangan empati untuk mencegah bullying, dan reward-punishment yang konsisten. Temuan ini dapat menjadi dasar rekomendasi bagi sekolah untuk mengembangkan program penguatan karakter secara sistematis meskipun belum memiliki BK formal.
A Curriculum Full of Love in Learning Indonesian Literature: Cultivating A Sense of Love for Culture and National Identity Junita Irawati; Kholidah Nur; Ali Yusron
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 01 (2026)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v7i01.14336

Abstract

The Full of Love Curriculum in Indonesian Literature learning aims to strengthen students' love for culture and national identity through a humanistic approach that prioritizes warm emotional relationships between teachers and students. This study aims to explore the implementation of this curriculum at MAN 1 Mandailing Natal and its impact on students' cultural identity and nationalism. This research uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews with teachers and students, and analysis of documents related to the curriculum and teaching materials. Researchers analyzed the impact of implementing the Full of Love Curriculum on strengthening students' cultural identity and their pride in Indonesia. The results of the study show that the implementation of the Full of Love Curriculum at MAN 1 Mandailing Natal is effective in fostering a sense of pride in Indonesian culture and strengthening students' national identity. Literary learning that integrates local Mandailing cultural values and Indonesian nationality encourages students to better understand and appreciate their cultural heritage. Students showed an increase in appreciation for Indonesian literature as well as increased participation in cultural activities related to the preservation of local culture. Theoretically, the Full of Love Curriculum can be positioned as a variant of the culture-based humanistic curriculum that can strengthen national identity. Empirically, these findings confirm that learning Indonesian Literature based on compassion and rooted in local wisdom can be an effective strategy in fostering a love of culture and national identity among madrasah students.   Kurikulum Penuh Cinta dalam pembelajaran Sastra Indonesia bertujuan untuk memperkuat kecintaan siswa terhadap budaya dan identitas nasional melalui pendekatan humanistik yang memprioritaskan hubungan emosional yang hangat antara guru dan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi kurikulum ini di MAN 1 Mandailing Natal dan dampaknya terhadap identitas budaya dan nasionalisme siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen yang berkaitan dengan kurikulum dan bahan ajar. Peneliti menganalisis dampak implementasi Kurikulum Penuh Cinta terhadap penguatan identitas budaya siswa dan kebanggaan mereka terhadap Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Penuh Cinta di MAN 1 Mandailing Natal efektif dalam menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia dan memperkuat identitas nasional siswa. Pembelajaran sastra yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal Mandailing dan nasionalisme Indonesia mendorong siswa untuk lebih memahami dan menghargai warisan budaya mereka. Siswa menunjukkan peningkatan apresiasi terhadap sastra Indonesia serta peningkatan partisipasi dalam kegiatan budaya yang berkaitan dengan pelestarian budaya lokal. Secara teoritis, Kurikulum Penuh Cinta dapat diposisikan sebagai varian dari kurikulum humanistik berbasis budaya yang dapat memperkuat identitas nasional. Secara empiris, temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran Sastra Indonesia yang berlandaskan kasih sayang dan berakar pada kearifan lokal dapat menjadi strategi yang efektif dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan identitas nasional di kalangan siswa madrasah.