Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI GERAKAN TRANSISI PAUD YANG MENYENANGKAN UNTUK GURU PAUD dan SD di KABUPATEN PASURUAN Ika Taukhida; Mamik Setyioarini; Jumrotin Azizah; Siti Rohmah; Chodidjah; Taufiq Harris
Journal Educatione Vol. 1 No. 2 (2024): Journal Educatione
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa tahun terakhir telah terjadi miskonsepsi yang sudah membudaya di masyarakat sehingga menjadi sesuatu yang benar bahwa anak usia dini harus mampu membaca dan menulis serta berhitung sebagaimana kemapuan anak - anak di jenjang lebih tinggi tanpa memperhitungkan cara belajar dan kesiapan belajar anak di usia dini.orang tua dan guru memahami bahwa anak yang mampu berliterasi dan numerasi secara sempurna adalah anak yang layak dan siap untuk mejanjutkan pendidikan di jenjang selanjutnya. Jenjang anak usia dini adalah usia 0 – 7 tahun, dari hasil penelitihan perlu kiranya pemahaman dalam penyesuaian kurikulum dan pada kopetensi guru PAUD dan guru SD sampai dengan kelas dua yang memerlukan sosialisasi bersama antara guru PAUD dan SD secara berkesinambungan. Miskonsepsi ini terjadi dikarenakan kurangnya pemahaman tentang perkembangan cara mendidik pada anak usia dini yang sehingga berdampak pada pada proses pembelajaran yang belum memahami karakter anak sebagaimna sifat dasar karakter anak adalah bermain atas dasar tersebut dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Guru (PKG) Kabupaten Pasuruan melakukan sosialisasi bersama antara guru PAUD dan SD . hasil analisa kuaitatif menunjukkan bahwa memang terjadi Miskonsepsi di lapangan yang sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak terutama perkembangan anak dalam proses belajar mengajar. Dengan sosialisasi ini di harapkan akan adanya perbaikan dalam peroses pembelajaran saat akhir pemelajaran di Jenjang PAUD dan awal pembelajaran masuk di jenjang SD dengan tercapainya fase fondasi dengan cara yang tepat.
MANAJEMEN PROFESIONALITAS GURU MELALUI COACHING Muhammad Jam'an; Agus Sofyan; Mohammad Nidhom; Taufiq Harris
Journal Educatione Vol. 1 No. 3 (2024): Journal Educatione
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen profesionalitas guru melalui coaching menjadi fokus penting dalam mengoptimalkan kualitas pendidikan. Penelitian ini mengeksplorasi praktik coaching dalam konteks pengembangan profesionalisme guru. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis data dari studi literatur dan observasi terhadap guru dan kepala sekolah. Hasilnya menunjukkan bahwa coaching efektif dalam meningkatkan kinerja guru dan profesionalisme mereka. Coaching memberikan dukungan individual yang terfokus pada pengembangan keterampilan pedagogis, refleksi diri, dan penyelesaian masalah. Selain itu, manajemen yang efektif dari proses coaching oleh pemimpin sekolah membantu memperkuat budaya sekolah yang berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan. Guru yang menjalani proses coaching merasakan peningkatan motivasi, rasa percaya diri, dan kemandirian dalam menghadapi tantangan pembelajaran. Penelitian ini menyoroti pentingnya investasi dalam pelatihan dan pengembangan profesional guru serta peran kunci pemimpin sekolah dalam mendukung praktik coaching yang efektif. Kesimpulannya, manajemen profesionalitas guru melalui coaching bukan hanya meningkatkan kualitas pengajaran, tetapi juga membentuk budaya sekolah yang progresif dan berorientasi pada pertumbuhan profesional.
Model Kepemimpinan Orientasi Hubungan sebagai Kunci Keberhasilan Pengelolaan Sekolah Abad 21 Heni Maria Astutik; Sinta Mauludya; Mas'ud; Taufiq Harris
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah abad ke-21 menghadapi tantangan berupa perubahan sosial, kemajuan teknologi, serta tuntutan global yang menekankan kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis. Kondisi ini menuntut adanya kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada instruksi, tetapi juga membangun relasi yang sehat dengan seluruh warga sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis model kepemimpinan orientasi hubungan sebagai kunci keberhasilan pengelolaan sekolah abad ke-21. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen resmi sekolah. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepem- impinan orientasi hubungan ditandai dengan komunikasi terbuka, partisipatif, dan dialogis antara kepala sekolah dan guru, penguatan budaya sekolah yang kolaboratif, serta partisipasi aktif seluruh warga sekolah. Selain itu, teridentifikasi strategi utama berupa pengembangan sumber daya manusia, penguatan komunikasi dan kolaborasi, serta adaptasi teknologi. Dari hasil analisis, tersusun tipologi kepemimpinan yang menempatkan kepala sekolah sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan inova- tor. Keseluruhan temuan menegaskan bahwa kepemimpinan orientasi hubungan merupakan model strategis yang relevan untuk mewujudkan pengelolaan sekolah yang efektif dan adaptif di era abad ke- 21. Kata Kunci: Kepemimpinan Orientasi Hubungan, Pengelolaan Sekolah, Abad 21, Budaya Sekolah, Kolaborasi.
Evaluation of the Implementation of Character Education in Adiwiyata Schools: A Case Study at SDN Cendono I and SDN Sumberejo I Susanti, Enik; Harris, Taufiq; Wahyudi, M. Furqon; Rimadani , Eprilia
The Future of Education Journal Vol 5 No 1 (2026): #2 IN PROGRESS
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i1.1670

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of character education in Adiwiyata schools through a case study at SDN Cendono I and SDN Sumberejo I, Pasuruan Regency. Character education has become a strategic national agenda in Indonesia to respond to moral degradation, the erosion of social solidarity, and the weakening of environmental awareness among elementary school students. Using a descriptive qualitative case study design, data were collected through in‑depth interviews with principals, teachers, and students, participant observation of school routines and Adiwiyata activities, and documentation analysis of school policies and supporting instruments. The data were analyzed using interactive techniques of data reduction, data display, and conclusion drawing with triangulation across sources and techniques to enhance validity. The findings show that character education has been integrated into school culture, classroom learning, and environmentally based co‑curricular programs, particularly in strengthening environmental care, discipline, and responsibility. Supporting factors include strong principal leadership, teacher commitment, active parental involvement, and the availability of Adiwiyata facilities, while inhibiting factors relate to limited resources, inconsistent student participation, and varying levels of community support. Overall, the implementation of character education in both Adiwiyata schools is categorized as effective, but still requires strengthening in systematic evaluation mechanisms, documentation of character outcomes, and collaboration with external stakeholders to ensure sustainability.​