Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MI Assalam Martapura Latifah; Hamdanah; Normuslim
Pahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-Budaya Vol. 22 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57216/pah.v22i1.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kurikulum berbasis cinta dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MI Assalam Martapura. Kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan nilai kasih sayang, empati, dan hubungan humanis sebagai inti proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kurikulum berbasis cinta di MI Assalam Martapura dilakukan secara sistematis melalui perencanaan pembelajaran, proses interaksi di kelas, serta pembentukan budaya sekolah yang religius dan inklusif. Guru berperan sebagai fasilitator sekaligus teladan dalam menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, dan kepedulian sosial. Implementasi ini berdampak pada peningkatan sikap religius siswa, hubungan sosial yang harmonis, serta menurunnya perilaku negatif di lingkungan sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum berbasis cinta efektif dalam memperkuat dimensi afektif dan spiritual dalam pembelajaran PAI. Pendekatan ini dapat menjadi model alternatif dalam pengembangan pendidikan Islam yang lebih humanis dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Integrasi Pendidikan Agama Islam Dengan Ilmu Pengetahuan Dan Tekhnologi Di Smk Al-Amin Kapuas Supriyanto; Normuslim; Hamdanah
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 3 No. 1 (2026): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi, globalisasi, dan pengaruh budaya modern telah membawa perubahan signifikan terhadap pola pikir dan perilaku remaja, termasuk di Kalimantan Tengah. Fenomena krisis moral seperti menurunnya etika sosial, rendahnya kepedulian terhadap nilai keagamaan, kecanduan media sosial, pergaulan bebas, serta meningkatnya perilaku menyimpang di kalangan remaja menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam perlu dioptimalkan agar mampu menjalankan fungsinya secara efektif sebagai sarana pembentukan karakter Islami generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi krisis moral generasi muda di Kalimantan Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui pengkajian berbagai buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan Pendidikan Agama Islam, pendidikan karakter, dan kondisi sosial generasi muda. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan mengidentifikasi serta menginterpretasikan berbagai fenomena sosial yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi Pendidikan Agama Islam perlu dilakukan melalui penguatan kurikulum berbasis karakter Islami, peningkatan kompetensi dan keteladanan guru, pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran edukatif, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam pembinaan moral remaja. Selain itu, integrasi nilai-nilai budaya lokal masyarakat Kalimantan Tengah yang religius dan menjunjung nilai kebersamaan dapat menjadi pendekatan efektif dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai proses transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan akhlak, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi Pendidikan Agama Islam merupakan langkah strategis dalam menghadapi krisis moral generasi muda di era modern. Dengan adanya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang berakhlakul karimah, memiliki kesadaran spiritual yang kuat, serta mampu menghadapi tantangan globalisasi tanpa kehilangan identitas keislaman dan nilai budaya lokal.