Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Effectiveness of consuming dates in increasing hemoglobin levels in pregnant women with anemia Nurdin, Nur Aini; Meldawati; Mariana, Frani; Darsono, Putri Vidiasari
Health Sciences International Journal Vol. 3 No. 1: February 2025
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v3i1.57

Abstract

Background: Anemia in pregnancy is a major global health issue, affecting maternal and fetal outcomes. It is often caused by iron deficiency due to increased physiological demands and inadequate nutritional intake. Dietary interventions, including consuming dates (Phoenix dactylifera), are gaining attention as complementary strategies to address this issue. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of consuming dates in improving hemoglobin levels among pregnant women with anemia. Method: A quasi-experimental study with a one-group pre-test and post-test design was conducted. Twenty-two anemic pregnant women from the Tanjung Aru Public Health Center participated, consuming seven tamr dates (approximately 100 g) daily for 14 days. Hemoglobin levels were measured pre- and post-intervention using the Point of Care Testing (POCT) method. Data were analyzed using paired t-tests to determine statistical significance. Results: Before the intervention, 68.2% of participants had mild anemia, and 31.8% had moderate anemia, with no cases of normal hemoglobin levels. Post-intervention, 45.4% of participants achieved normal hemoglobin levels, while cases of mild and moderate anemia decreased to 36.4% and 18.2%, respectively. The mean hemoglobin level increased significantly from 13.81 g/dL pre-intervention to 14.62 g/dL post-intervention (p = 0.013). Conclusion: Consuming dates effectively improved hemoglobin levels in pregnant women with anemia, offering a promising, culturally appropriate dietary intervention. Further research with larger populations is recommended to validate these findings and explore long-term outcomes.
HUBUNGAN INTERAKSI IBU HAMIL DENGAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET BESI (FE) Mustadiah; Susanti Suhartati; Sismeri Dona; Meldawati
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 14 No 1 (2025): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v14i1.2536

Abstract

Di Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 37,1% ibu hamil anemia dan tahun 2018 meningkat menjadi 48,9% (Riskesdas, 2018). Kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe merupakan prilaku yang terwujud karena adanya pengetahuan, keyakinan, dan dorongan oranglain yang didapat melalui proses interaksi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara interaksi ibu hamil dengan tenaga kesehatan terhadap kepatuhan mengkonsumsi tablet besi (fe) di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Pagatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Dengan teknik total sampling sehingga diperoleh sampel 45 responden. Menggunakan analisis chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Penelitian ini menunjukan ibu hamil dengan interaksi baik 31,1%, cukup 24,4%, dan kurang 44,4%. Kepatuhan mengkonsumsi Fe 46,7% patuh dan 53,3% tidak patuh. Hasil uji statistik Chi Square didapatkan nilai ρ = 0,000 < α 0,050. Ada hubungan interaksi ibu hamil dengan tenaga kesehatan terhadap kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe. Dalam proses interaksi ibu hamil mendapatkaan informasi tentang pentingnya mengkonsumsi tablet tambah darah secara teratur sehingga dapat memberikan dorongan untuk patuh mengkonsumsi tablet (Fe).
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL (BATTRA) BERBASIS TRANSCULTURAL NURSING CARE (TNC) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN JANTUNG DI DESA LOK BUNTAR Mohtar, M. Sobirin; Meldawati; Rahmadani; Muhammad Rifa'i; Sari, Ririn Anggita; Revi; Nahda Laili Khairizqa; Pratama, Prasetya Putra; Ningsih, Kristiyana Wahyu
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15 No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v15i2.3363

Abstract

The Indigenous Community Group and health cadres of Lok Buntar Village are partners in the Community Partnership Empowerment program. This group consists of several traditional medicine experts (BATTRA) for heart attacks. The village community, mostly farmers, tend to choose traditional medicine due to limited internet access and the distance to the hospital. However, the high mortality rate indicates the need for increased knowledge of heart health. Through the assistance of cadres, they are expected to educate the community using the Transcultural Nursing Care approach. (TNC). The goal is to enhance the knowledge and skills of the cadres, as well as empower the indigenous community in addressing heart health issues. The implementation methods are: planning, action, observation, and evaluation. The average level of knowledge among cadres increased from a high category (82.22%) to a higher level (93.33%), while the community's initial low level (43.33%) improved to a moderate level (75%). A culturally-based approach and ongoing support are expected to help the village community achieve better overall heart health. This is a positive step towards community empowerment and sustainable improvement in quality of life.
Upaya Peningkatan Perbaikan Gizi Dan Kondisi Kesehatan Anak Stunting Di Desa Bawahan Selan Kecamatan Mataraman Kulsum, Ummi; Yuliana, Fitri; Meldawati
Sains Medisina Vol 3 No 6 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i6.792

Abstract

Pendahuluan: Penyebab utama stunting pada anak ialah terjadinya kekurangan asupan gizi pada anak yang terjadi sejak 1000 hari pertama kehidupan. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran seorang ibu juga dapat memicu timbulnya kejadian stunting sehingga asupan gizi pada pola makan sangatlah penting. Stunting menjadi suatu masalah karena berhubungan dengan meningkatnya resiko terjadinya suatu penyakit bahkan hingga kematian, perkembangan otak terganggu sehingga perkembangan motoric menjadi terlambat serta terhambatnya pertumbuhan mental anak. Tujuan: Mengetahui upaya peningkatan kondisi kesehatan dalam mengatasi perbaikan gizi anak stunting di Desa Bawahan Selan Kecamatan Mataraman. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif (qualitative research) dengan pendekatan studi kasus (case study). Hasil: Terlihat gambaran kinerja pemerintahan dalam penanggulangan angka stunting di desa bawahan selan sudah maksimal, terlihat gambaran pola makan anak stunting terjadi perubahan dari sebelum dan sesudah mendapatkan upaya penanganan dengan adanya berbagai program penanggulangan stunting, diantaranya berasal dari pemerintah pusat bernama PDK, dari Dana desa dengan programnya pemberian makanan tambahan di posyandu, dan dari dana CSR yang bisa menyebutkan angka pada kisaran 15 % dari dana CSR yang ada. Simpulan: Hasil penelitian ini dapat melihat gambaran kinerja pemerintahan dalam penanggulangan angka Stunting di Desa Bawahan Selan.
Posyandu cadres roles and complete basic immunization coverage in Muara Teweh Community Health Center Nathalia, Ayu; Meldawati; Wahdah, Rabia
Health Sciences International Journal Vol. 3 No. 2: August 2025
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v3i2.77

Abstract

Background: Complete basic immunization remains a critical public health intervention to reduce infant morbidity and mortality. In Indonesia, immunization coverage remains below the national target, especially in remote regions such as Muara Teweh, Central Kalimantan. Posyandu cadres—community health volunteers—are essential actors in promoting immunization at the grassroots level. However, the effectiveness of their roles has not been consistently evaluated. Objective: This study aimed to assess the association between the roles of Posyandu cadres—both during Posyandu sessions and outside regular activities—and the achievement of complete basic immunization coverage in Muara Teweh Comuunity Health Center. Method: A quantitative cross-sectional study was conducted involving 32 Posyandu cadres in Kelurahan Pangkuh Raya. Total sampling was applied. Data were collected using a structured, validated questionnaire assessing cadre roles and immunization status, verified through Posyandu and Mother and Child Health records. Data analysis involved Chi-Square and Fisher’s Exact tests, with significance set at p < 0.05. Result: The findings revealed that 68.7% of infants had complete basic immunization. Most cadres (78.1%) were highly involved during Posyandu, and 87.5% were active outside it. However, statistical analysis showed no significant relationship between cadre roles during (p = 1.000) or outside (p = 0.465) Posyandu and immunization coverage. Conclusion: While cadre involvement was generally high, it did not significantly impact immunization outcomes. Future interventions should focus on improving cadre communication skills, addressing contextual barriers, and integrating supportive systems to enhance immunization effectiveness in remote settings.
Pengurangan Intensitas Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester 3 Di Puskesmas Beruntung Raya Izzatul Afifah; Meldawati; Putri Vidiasari Darsono; Frani Mariana
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.568

Abstract

Latar Belakang: Nyeri punggung pada ibu hamil trimester 3 merupakan keluhan umum akibat perubahan postur tubuh. Relaksasi napas dalam adalah salah satu asuhan kebidanan di mana bidan mengajarkan teknik menarik napas perlahan, menahan inspirasi, lalu menghembuskan secara pelan. Teknik ini dapat meningkatkan oksigenasi, melancarkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, menurunkan aktivitas saraf simpatis, dan meningkatkan endorfin sebagai analgesik alami. Jika tidak ditangani, nyeri punggung dapat berdampak pada mobilitas, aktivitas sehari-hari, dan perawatan anak. Tujuan: Mengetahui pengaruh relaksasi napas terhadap penurunan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester 3. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Sampel 20 responden dipilih dengan teknik quota sampling. Analisis menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden mengalami nyeri sedang (4–6) sebanyak 11 orang (55%). Setelah intervensi, mayoritas mengalami nyeri ringan (1–3) sebanyak 10 orang (50%), dan nyeri sedang (4–6) sebanyak 10 orang (50%). Uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,000 (<0,05), yang artinya ada pengaruh relaksasi napas dalam terhadap pengurangan intensitas nyeri punggung. Kesimpulan: Relaksasi napas berpengaruh signifikan dalam mengurangi intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester 3. Disarankan semua tenaga medis menerapkan teknik ini sebagai intervensi nonfarmakologis.
Pengaruh Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kebutuhan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Niken Adkah Karinda; Frani Mariana; Siti Noor Hasanah; Meldawati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v9i1.542

Abstract

Latar Belakang: 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode kritis yang menentukan tumbuh kembang anak. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai 1000 HPK dapat menyebabkan masalah gizi seperti Kekurangan Energi Kronis (KEK), Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), dan stunting. WHO (2023) mencatat 22,3% anak balita di dunia mengalami stunting. Di Indonesia prevalensinya sebesar 24,4%, dan di Kota Banjarmasin tercatat 2,82% (Dinkes, 2023). Studi pendahuluan di Puskesmas Pekauman menunjukkan 90% ibu hamil belum mengetahui pentingnya 1000 HPK.. Tujuan: Mengetahui Pengaruh Pemberian Video Edukasi terhadap pengetahuan Ibu Hamil tentang kebutuhan gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Metode: Quasi experimental dengan desain pretest-posttest with control group. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil pretest menunjukkan 73,3% responden di kedua kelompok memiliki pengetahuan kurang. Setelah diberikan video edukasi, terjadi peningkatan pada kelompok intervensi, dengan 86,7% responden masuk kategori pengetahuan baik, sedangkan kelompok kontrol sebagian besar tetap pada kategori kurang (90,5%). Hasil uji menunjukkan nilai p-value = 0,00 > 0,05 yang artinya ada pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan ibu hamil tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan. Simpulan: Ada pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan ibu hamil tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan. Untuk hasil yang lebih optimal, keluarga dan pasangan sebaiknya turut dilibatkan dalam kegiatan edukatif guna mendukung penerapan pengetahuan oleh ibu hamil.
Pengaruh Self Efficacy Terhadap Jenis Persalinan pada Ibu Bersalin di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Muslimah; Sismeri Dona; Meldawati
Al-Hayat: Natural Sciences, Health & Environment Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Al-Hayat: Natural Sciences, Health & Environment Journal 
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alhayat.v2i2.2685

Abstract

Self Efficacy is the expectation of how far a person is able to perform a behavior in a given situation. Strong Self efficacy is very beneficial for maternity mothers so that it can affect the smooth delivery process. Normal and abnormal childbirth both have a great influence on the birth of a baby. Analyze the effect of self-efficacy on the type of childbirth in maternity mothers at Sultan Suriansyah Hospital Banjarmasin. Quantitative research using cross sectional approach. The population and sample of the study were 40 maternity mothers with purposive sampling techniques. The measuring instrument used is a questionnaire whose results are analyzed using the Chi Square Test. Respondents with low self-efficacy had more abnormal labors, which were 9 people (22.5%). Similarly, in respondents with high self-efficacy, 16 people (40%) experienced abnormal labor. The results of the chi square test show a p value of 0.477. There is no effect of self-efficacy on the type of childbirth in maternity mothers at RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin.
Pelaksanaan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Melatih Keterampilan Kolaboratif Siswa di Kelas XE.1 SMA Negeri 2 Pulau Punjung Anggraini, Yesi; Siska, Felia; Meldawati
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i3.4562

Abstract

Pembelajaran sejarah sering kali bersifat pasif dan berpusat pada guru, sehingga kurang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses belajar. Kondisi ini berdampak pada rendahnya keterampilan kolaboratif peserta didik, padahal keterampilan tersebut sangat penting dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan model pembelajaran Discovery Learning dalam melatih keterampilan kolaboratif siswa di kelas XE.1 SMA Negeri 2 Pulau Punjung serta mengidentifikasi kendala dan solusi yang dialami selama penerapan model pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Proses reduksi data, penyajian data, dan formulasi kesimpulan digunakan dalam analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Discovery Learning mampu melatih enam aspek keterampilan kolaboratif peserta didik, yaitu kontribusi aktif, tanggung jawab, kerja produktif, penghargaan terhadap pendapat orang lain, diskusi kelompok, dan komunikasi. Meskipun terdapat kendala seperti kurangnya partisipasi beberapa peserta didik, adanya kecemasan saat presentasi di depan kelas, dan pemilihan kelompok yang kurang optimal. Kendala tersebut dapat diatasi melalui pendekatan guru yang personal dan strategi pengelolaan kelas yang efektif, memberikan latihan yang cukup dan menciptakan lingkungan yang mendukung untuk mengatasi kecemasan saat presentasi. Dengan demikian model Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan kolaboratif peserta didik dalam pembelajaran sejarah.
Effectiveness of short video education on primigravida's knowledge of colostrum benefits at Puskesmas Kelayan Timur, Banjarmasin Sari, Anita; Istiqamah; Zulliati; Meldawati
Health Sciences International Journal Vol. 4 No. 1: February 2026
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v4i1.88

Abstract

Background: Suboptimal breastfeeding practices, often stemming from inadequate maternal knowledge and cultural misconceptions, contribute significantly to neonatal morbidity and mortality. This is particularly prevalent among primigravida women, who lack prior experience. In areas like Kelayan Timur, Banjarmasin, where early initiation of breastfeeding  coverage is critically low (36.4%), innovative educational interventions are urgently needed. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of a short video education intervention in improving knowledge about the benefits of colostrum among primigravida women. Method: A pre-experimental one-group pretest-posttest design was employed. A total of 15 primigravida women from Puskesmas Kelayan Timur were recruited via accidental sampling. Participants completed a validated 6-item knowledge questionnaire (Cronbach's alpha = 0.753), watched a 60-second educational video about colostrum benefits, and immediately retook the questionnaire. Knowledge was categorized as poor (<56%), sufficient (56-75%), or good (76-100%). Data were analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon Signed-Rank Test due to non-normal data distribution. Results: The majority of participants were at low-risk age (20-35 years; 80.0%), had mid-low education (86.7%), and were unemployed (80.0%). Pretest results showed most respondents had insufficient knowledge (poor: 46.7%; sufficient: 33.3%; good: 20.0%). Post-test results revealed a significant improvement, with the majority achieving good knowledge (80.0%). The Wilcoxon test confirmed a statistically significant increase in knowledge scores (p-value = 0.004). Conclusion: A short video education intervention significantly improved knowledge about colostrum benefits among primigravida women. This accessible and standardized tool shows great potential for integration into routine antenatal care to bridge knowledge gaps, thereby supporting better breastfeeding practices and improved neonatal health outcomes.