Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Perawatan Tali Pusat Pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Takisung Putri, Meina Azmalia; Friscilla, Ika; Meldawati; Iswandari, Novita Dewi
Sains Medisina Vol 4 No 1 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i1.843

Abstract

Kurangnya pengetahuan ibu tentang cara merawat tali pusat setelah melahirkan biasanya dapat memicu terjadinya infeksi. Kesalahan ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya kepercayaan, kurangnya informasi, serta kurangnya pengetahuan dan pendidikan. Tujuan Mengetahui tingkat pengetahuan ibu post partum tentang perawatan tali pusat pada bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Takisung, mengidentifikasi karakteristik ibu meliputi umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan paritas di wilayah kerja Puskesmas Takisung dan mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu post partum tentang perawatan tali pusat. Penelitian menggunakan observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 47 ibu post partum di Wilayah kerja Puskesmas Takisung. Analisis menggunakan bivariat dan univariat. Hasil Penelitian menunjukkan dari 47 respoden sebagian besar ibu post partum memiliki usai di antara 20 -30 tahun sebanyak 61,70%, memiliki pendidikan rendah sebesar 42,55%, tidak bekerja sebanyak 68,09% dan berada pada multipara sebanyak 55,32. Tingkat pengetahuan ibu post partum tentang perawatan tali pusat di wilayah kerja Puskesmas Takisung cukup baik yaitu 18 responden dengan 38,30%). Tingkat pengetahuan dalam perawatan tali pusat oleh Ibu Post Partum berada pada cukup baik hal ini dipengaruhi oleh faktor pendidikan, faktor usia, faktor pekerjaan dan faktor paritas.
Pengaruh Self Efficacy Terhadap Jenis Persalinan pada Ibu Bersalin di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Muslimah; Sismeri Dona; Meldawati
Al-Hayat: Natural Sciences, Health & Environment Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Al-Hayat: Natural Sciences, Health & Environment Journal 
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alhayat.v2i2.2685

Abstract

Self Efficacy is the expectation of how far a person is able to perform a behavior in a given situation. Strong Self efficacy is very beneficial for maternity mothers so that it can affect the smooth delivery process. Normal and abnormal childbirth both have a great influence on the birth of a baby. Analyze the effect of self-efficacy on the type of childbirth in maternity mothers at Sultan Suriansyah Hospital Banjarmasin. Quantitative research using cross sectional approach. The population and sample of the study were 40 maternity mothers with purposive sampling techniques. The measuring instrument used is a questionnaire whose results are analyzed using the Chi Square Test. Respondents with low self-efficacy had more abnormal labors, which were 9 people (22.5%). Similarly, in respondents with high self-efficacy, 16 people (40%) experienced abnormal labor. The results of the chi square test show a p value of 0.477. There is no effect of self-efficacy on the type of childbirth in maternity mothers at RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin.
Pelaksanaan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Melatih Keterampilan Kolaboratif Siswa di Kelas XE.1 SMA Negeri 2 Pulau Punjung Anggraini, Yesi; Siska, Felia; Meldawati
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i3.4562

Abstract

Pembelajaran sejarah sering kali bersifat pasif dan berpusat pada guru, sehingga kurang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses belajar. Kondisi ini berdampak pada rendahnya keterampilan kolaboratif peserta didik, padahal keterampilan tersebut sangat penting dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan model pembelajaran Discovery Learning dalam melatih keterampilan kolaboratif siswa di kelas XE.1 SMA Negeri 2 Pulau Punjung serta mengidentifikasi kendala dan solusi yang dialami selama penerapan model pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Proses reduksi data, penyajian data, dan formulasi kesimpulan digunakan dalam analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Discovery Learning mampu melatih enam aspek keterampilan kolaboratif peserta didik, yaitu kontribusi aktif, tanggung jawab, kerja produktif, penghargaan terhadap pendapat orang lain, diskusi kelompok, dan komunikasi. Meskipun terdapat kendala seperti kurangnya partisipasi beberapa peserta didik, adanya kecemasan saat presentasi di depan kelas, dan pemilihan kelompok yang kurang optimal. Kendala tersebut dapat diatasi melalui pendekatan guru yang personal dan strategi pengelolaan kelas yang efektif, memberikan latihan yang cukup dan menciptakan lingkungan yang mendukung untuk mengatasi kecemasan saat presentasi. Dengan demikian model Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan kolaboratif peserta didik dalam pembelajaran sejarah.
Effectiveness of short video education on primigravida's knowledge of colostrum benefits at Puskesmas Kelayan Timur, Banjarmasin Anita sari, Anita sari; Istiqamah; Zulliati; Meldawati
Health Sciences International Journal Vol. 4 No. 1: February 2026
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v4i1.88

Abstract

Background: Suboptimal breastfeeding practices, often stemming from inadequate maternal knowledge and cultural misconceptions, contribute significantly to neonatal morbidity and mortality. This is particularly prevalent among primigravida women, who lack prior experience. In areas like Kelayan Timur, Banjarmasin, where early initiation of breastfeeding  coverage is critically low (36.4%), innovative educational interventions are urgently needed. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of a short video education intervention in improving knowledge about the benefits of colostrum among primigravida women. Method: A pre-experimental one-group pretest-posttest design was employed. A total of 15 primigravida women from Puskesmas Kelayan Timur were recruited via accidental sampling. Participants completed a validated 6-item knowledge questionnaire (Cronbach's alpha = 0.753), watched a 60-second educational video about colostrum benefits, and immediately retook the questionnaire. Knowledge was categorized as poor (<56%), sufficient (56-75%), or good (76-100%). Data were analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon Signed-Rank Test due to non-normal data distribution. Results: The majority of participants were at low-risk age (20-35 years; 80.0%), had mid-low education (86.7%), and were unemployed (80.0%). Pretest results showed most respondents had insufficient knowledge (poor: 46.7%; sufficient: 33.3%; good: 20.0%). Post-test results revealed a significant improvement, with the majority achieving good knowledge (80.0%). The Wilcoxon test confirmed a statistically significant increase in knowledge scores (p-value = 0.004). Conclusion: A short video education intervention significantly improved knowledge about colostrum benefits among primigravida women. This accessible and standardized tool shows great potential for integration into routine antenatal care to bridge knowledge gaps, thereby supporting better breastfeeding practices and improved neonatal health outcomes.