Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Lentera

Mengenal Beragam Corak dan Karakteristik Metodologi Penafsiran Al-Qur’an Dewasa Ini Fuadi
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 7 No 4 (2023): LENTERA, DESEMBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dr. Dawud Al Attar menyebutkan bahwa al Qur an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw secara lafaz (lisan), makna serta gaya bahasa (uslub) nya yang termaktub dalam mushaf yang dinukil darinya secara mutawatir. Al Qur an turun secara berangsur-angsur dalam tenggang waktu lebih kurang 23 tahun, yaitu sejak diangkatnya Muhammad sebagai Nabi dan Rasul Allah hingga beliau wafat. Al Qur an terdiri dari 30 juz, 114 surat dan 6.236 ayat. Ayat al Qur an terbagi dalam 2 periode proses turunnya; Ayat Makiyyah sebanyak 4.780 ayat yang tercakup dalam 86 surat, dan Ayat Madaniyyah sebanyak 1.456 ayat yang tercakup dalam 28 surat. Ayat Makiyyah pada umumnya bernuansa sastra yang kental karena ayat-ayatnya berkarakter pendek-pendek. Isinya banyak mengedepankan prinsip-prinsip dasar kepercayaan dan meletakkan kaidah-kaidah umum syariah dan akhlak. Adapun ayat Madaniyyah menerangkan aspek syariah baik menyangkut peraturan tentang ibadah, muamalah maupun akhlak. Wahyu ini diberi nama-nama lain oleh Allah Azza wa Jalla seperti; al Kitab, al Kalam, az Zikra, al Qashas, al Huda, al Furqan, al Mauizah, asy Syifa, an Nur, dan ar Rahmah. Abu Hayyaan misalnya, mengatakan bahwa tafsir ialah Ilmu yang membahas tentang cara pengucapan lafadz-lafadz al-Quran dan pengertian-pengertian yang ditujukan olehnya, hukum-hukumnya yang tunggal dan bergandeng dengan yang lain, ma’na-ma’na yang berkaitan dengan kondisi struktur kalimat dan hal lain yang menyempurnakannya. Sementara itu Al Imam Az Zarqani mengatakan, bahwa tafsir adalah ilmu yang membahas kandungan Al-qur’an baik dari segi pemahaman ma’na atau arti sesuai dikehendaki Allah ,menurut kadar kesanggupan manusia. Az-Zarkasyi mengatakan bahwa tafsir adalah ilmu yang fungsinya untuk mengetahui kandungan kitabullah (Al-qur’an) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, dengan cara mengambil penjelasan ma’nanya, hukum serta hikmah yang terkandung didalamnya. Adapun menurut istilah tafsir menurut al-‘Utsaimin adalah penjelasan makna-makna al-Qur’an.
Kerajaan Islam Di Pulau Sumatera: Ditinjau dari Perspektif Sejarah Sinkronik dan Diakronik Fuadi
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 4: LENTERA, DESEMBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masuknya Islam ke wilayah Nusantara, khususnya ke Sumatera dan Jawa, telah memberikan sebuah warna baru dalam peradaban kedua wilayah tersebut. Islam tidak hanya dianggap sebagai sebuah agama saja, akan tetapi lebih jauh daripada itu, telah mampu memasuki aspek-aspek kehidupan manusia, salah satunya dalam bidang budaya. Hal ini menyebabkan akulturasi antara peradaban dengan Islam, dan salah satu hasilnya adalah berupa kerajaan-kerajaan. Pada tahap selanjutnya, kerajaan-kerajaan inilah yang berperan penting dalam penyebaran dan pembentukan budaya Islam. Islam menjadi kepercayaan yang paling banyak dianut oleh masyarakat Indonesia. Masuknya Islam di Indonesia tidak terlepas dari peran para ulama dan pedagang muslim hingga terbentuklah berbagai Kerajaan Islam di Indonesia. Jejak-jejak adanya persebaran Islam di tanah air pun sudah banyak kita jumpai, salah satunya yakni berbagai jejak Kerajaan Islam di Indonesia, khususnya yang terdapat di pulau Sumatera dan Jawa
Mengenal Beragam Corak dan Karakteristik Metodologi Penafsiran Al-Qur’an Dewasa Ini Fuadi
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 7 No. 4 (2023): LENTERA, DESEMBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dr. Dawud Al Attar menyebutkan bahwa al Qur an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw secara lafaz (lisan), makna serta gaya bahasa (uslub) nya yang termaktub dalam mushaf yang dinukil darinya secara mutawatir. Al Qur an turun secara berangsur-angsur dalam tenggang waktu lebih kurang 23 tahun, yaitu sejak diangkatnya Muhammad sebagai Nabi dan Rasul Allah hingga beliau wafat. Al Qur an terdiri dari 30 juz, 114 surat dan 6.236 ayat. Ayat al Qur an terbagi dalam 2 periode proses turunnya; Ayat Makiyyah sebanyak 4.780 ayat yang tercakup dalam 86 surat, dan Ayat Madaniyyah sebanyak 1.456 ayat yang tercakup dalam 28 surat. Ayat Makiyyah pada umumnya bernuansa sastra yang kental karena ayat-ayatnya berkarakter pendek-pendek. Isinya banyak mengedepankan prinsip-prinsip dasar kepercayaan dan meletakkan kaidah-kaidah umum syariah dan akhlak. Adapun ayat Madaniyyah menerangkan aspek syariah baik menyangkut peraturan tentang ibadah, muamalah maupun akhlak. Wahyu ini diberi nama-nama lain oleh Allah Azza wa Jalla seperti; al Kitab, al Kalam, az Zikra, al Qashas, al Huda, al Furqan, al Mauizah, asy Syifa, an Nur, dan ar Rahmah. Abu Hayyaan misalnya, mengatakan bahwa tafsir ialah Ilmu yang membahas tentang cara pengucapan lafadz-lafadz al-Quran dan pengertian-pengertian yang ditujukan olehnya, hukum-hukumnya yang tunggal dan bergandeng dengan yang lain, ma’na-ma’na yang berkaitan dengan kondisi struktur kalimat dan hal lain yang menyempurnakannya. Sementara itu Al Imam Az Zarqani mengatakan, bahwa tafsir adalah ilmu yang membahas kandungan Al-qur’an baik dari segi pemahaman ma’na atau arti sesuai dikehendaki Allah ,menurut kadar kesanggupan manusia. Az-Zarkasyi mengatakan bahwa tafsir adalah ilmu yang fungsinya untuk mengetahui kandungan kitabullah (Al-qur’an) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, dengan cara mengambil penjelasan ma’nanya, hukum serta hikmah yang terkandung didalamnya. Adapun menurut istilah tafsir menurut al-‘Utsaimin adalah penjelasan makna-makna al-Qur’an.
Pohon Keimanan Seorang Mukmin Diibaratkan Sebatang Pohon Kurma Fuadi
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2024): LENTERA, MEI 2024
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya ada diantara pepohonan, satu pohon yang tidak gugur daunnya. Pohon ini seperti seorang muslim, maka sebutkanlah kepadaku apa pohon tersebut?” Lalu orang menerka-nerka pepohonan Wadhi. Berkata Abdullah, “Lalu terbesit dalam diriku, pohon itu adalah pohon Kurma, namun aku malu mengungkapkannya.” Kemudian mereka berkata,“Wahai Rasulullah, beritahulah kami pohon apa itu?” Lalu beliau menjawab, “Ia adalah pohon Kurma.”
Kerajaan Islam Di Pulau Sumatera: Ditinjau dari Perspektif Sejarah Sinkronik dan Diakronik Fuadi
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 4: LENTERA, DESEMBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masuknya Islam ke wilayah Nusantara, khususnya ke Sumatera dan Jawa, telah memberikan sebuah warna baru dalam peradaban kedua wilayah tersebut. Islam tidak hanya dianggap sebagai sebuah agama saja, akan tetapi lebih jauh daripada itu, telah mampu memasuki aspek-aspek kehidupan manusia, salah satunya dalam bidang budaya. Hal ini menyebabkan akulturasi antara peradaban dengan Islam, dan salah satu hasilnya adalah berupa kerajaan-kerajaan. Pada tahap selanjutnya, kerajaan-kerajaan inilah yang berperan penting dalam penyebaran dan pembentukan budaya Islam. Islam menjadi kepercayaan yang paling banyak dianut oleh masyarakat Indonesia. Masuknya Islam di Indonesia tidak terlepas dari peran para ulama dan pedagang muslim hingga terbentuklah berbagai Kerajaan Islam di Indonesia. Jejak-jejak adanya persebaran Islam di tanah air pun sudah banyak kita jumpai, salah satunya yakni berbagai jejak Kerajaan Islam di Indonesia, khususnya yang terdapat di pulau Sumatera dan Jawa
Co-Authors Ade Ridwan Aditya Candra Agustinar, Agustinar Ahmad Fauzul Hakim Hasibuan Ahmad Nurrohim Aida Aini, Intan Nur Alfiyatul Azizah Amru Usman Andri Andri Nirwana AN Arinanda Arliansyah Arlianyah Ayu, Sari Bambang Permadi Chuzaimah Batubara Damanhur Deny Sumantri Mangkuwinata Dia Maulani Putri Eko Sedayu Epi Safira Erna Isfayani Falahuddin Falahuddin Hasballah Farid Bastian Fauzan, Asrul Fauzi Pakpahan Futia Liza Hafas Furqani Hamdani Hanif Hasan, Nazli Hermawan, Riski Hidayat, Muthia Aulia Husni Pasarela Ichsan Ichsan Ijal Fahmi, Ijal Ika Waraztuty Imam Aji Cahyono Iqbal, Taufiq Irada Sinta Isfayani, Erna Ismail Isniati Berasa Jamil, Afwan Khairani, Aulia Febri Khairawati Khairisma, Khairisma Lutfiyanto, Ahmat Luthfi Zainul Muktashi M.Agus Mirna Mohd. Heikal Muammar Khaddafi Mufid, M. Nuzul Mufid, Muhammad Nuzul Muhammad Daud Muhammad Hafizh Muhammad Multazam Muhammad Ramadhan Muhammad Yani Mukhlish M. Nur Mukhlish Muhammad Nur Munardi Munawar Rizki Jailani Muthia Aulia Hidayat Muthoifin Muttaqien Nazli Hasan Neisya Mahardika Prananda Nilahayati Nurlaila, Rizka Permadi, Bambang Prananda, Neisya Mahardika Puspitaningrum, Rani Putri, Dia Maulana Putri, Inggit Utami Eka Rahmaniar Razali, Ramadhan Reza Juanda Rico Nur Ilham Rico Nurilham Rini Julistia Rizkia, Rini Rusydi Abubakar Said Aandy Saida Saifudin Santriani Br Bancin Saputra, Rian Shavab, Firli Sufi Sufian Suri Sulkhan Fajar Affani Susilawati, Deti Syamsul Rizal Tahara Dilla Santi Tarisa Zikria Maghfira Teuku Alfiady Thasrif Murhadi Tinara Rama Dhani Wahyuddin Wilda Khaira Wiza Ulfa Fibarzi WULANDARI Yeti Dahliana Yulius Dharma Yunina Zanti, Marni Zonyfar, Candra Zuheri Zurriyani