Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PESAN DAKWAH K.H. HASAN ABDULLAH SAHAL DALAM LIRIK LAGU KEMBALILAH” Pradana, Yoka; Utomo, Bambang Setyo
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v11i2.6895

Abstract

ABSTRAK Musik merupakan media komunikasi berisi pesan yang dituangkan dalam teks lirik lagu. Salah satu pesan dituangkan dalam lirik lagu biasanya adalah pesan dakwah. Lagu kembalilah ciptaan K.H. Hasan Abdullah Sahal pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor adalah salah satu lagu yang populer dimasa pandemi covid-19. Lagu ini diciptakan untuk mengajak masyarakat bertaubat kembali pada Allah SWT ditengah wabah covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe interpretif (penafsiran) dengan menganalisis lirik lagu kembalilah, yang terdiri dari empat bait. Menggunakan pendekatan semiotik Ferdinand de Sausure lirik lagu dianalisi dari aspek signifier (tanda) dan signified (petanda). Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa lagu kembalilah bermuatan pesan dakwah tentang informasi nikmat dari Allah SWT yang tidak terhitung, peringatan tentang kufur nikmat, ajakan kembali bertaubat dari kufur nikmat dan peringatan tentang azab dari kufur nikmat. Artikel ini memberikan kontribusi bahwa pesan dakwah dalam karya seni (lirik lagu) kembalilah merupakan pesan dakwah yang bersumber dari Al-quran.
Pendampingan Strategis untuk Meningkatkan Usaha Mikro Krecek Kerupuk “Bu Nor” Ponorogo Melalui Pemasaran Digital Berbasis Website Musthafa, Aziz; Utomo, Bambang Setyo; Wibisono, Vina Fithriana; Lahuri, Setiawan bin; Cahyo, Eko Nur
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.18091

Abstract

Usaha mikro memiliki peran krusial dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, banyak usaha mikro masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan bisnis, khususnya dalam aspek produksi dan pemasaran. Salah satu contoh usaha mikro yang mengalami kendala tersebut adalah usaha Krecek Krupuk “Bu Nor” Ponorogo. Usaha ini memiliki potensi besar berkat cita rasa otentik dan kualitas produk yang terjaga. Namun, terdapat beberapa permasalahan utama, seperti belum memiliki website resmi yang mampu menampilkan produk dengan baik, kurangnya pengetahuan tentang cara membuat dan mengelola website, serta strategi pemasaran digital yang belum terintregasi, sehingga jangkauan pasar masih terbatas. Tujuan dari PKM ini yaitu dirancang agar Krecek Kerupuk Bu Nor dapat memiliki website yang dikelola secara profesional untuk meningkatkan jangkauan pemasaran, membangun citra merek yang kuat, dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Metode yang diterapkan mencakup pendampingan dalam digitalisasi pemasaran, pelatihan pengelolaan website sebagai media promosi, serta strategi peningkatan jangkauan pasar. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan bahwa mitra mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam pemasaran digital. Website yang dikembangkan mampu memperluas jangkauan pemasaran produk di luar wilayah sekitar. Dengan adanya digitalisasi pemasaran, usaha ini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan volume penjualan dan daya saing di pasar yang lebih luas.
Peningkatan Kualitas Produk Melalui Optimalisasi Sistem Keamanan Pangan dan Kandungan Gizi di UM Savira Frozen Food: Improving Product Quality Through Optimizing the Food Safety System and Nutritional Content at UM Savira Frozen Food Utomo, Bambang Setyo; Urrosyidin, Mohammad Syifa; Zuhroh, Ainun Amalia; Lahuri, Setiawan bin; Kamaluddin, Imam
Jurnal Abdimas Le Mujtamak Vol. 5 No. 1 (2025): Le MUJTAMAK 2025: Januari - Juni
Publisher : Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46257/jal.v5i1.1168

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pekerja di bidang usaha mikro makanan “Savira Frozen Food” mengenai aspek keamanan pangan dan kualitas pangan yang berkaitan dengan kandungan gizi. Terdapat tantangan yang dihadapi oleh UM Savira Frozen Food yaitu kurangnya pemahaman tentang standar keamanan pangan, yang dapat berpotensi membahayakan kesehatan konsumen. Selain itu, terdapat kekurangan informasi mengenai kandungan gizi produk, yang berdampak pada daya tarik di pasar yang semakin peduli terhadap kesehatan. Juga, tidak adanya panduan praktis untuk memperbaiki kualitas produk tanpa mengurangi efisiensi produksi menjadi masalah yang perlu diatasi. Dalam pelaksanaan pengabdian ini, digunakan metode ceramah, diskusi kelompok, analisis laboratorium, dan pendampingan. Kegiatan ini ditujukan kepada tiga pekerja penjamin mutu di industri UM Savira Frozen Food. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pelatihan mengenai keamanan pangan dan dilakukan analisis laboratorium terhadap zat gizi dalam produk Frozen Food, yang nantinya akan dicantumkan pada kemasan produk di bagian informasi gizi, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kepercayaan konsumen.
Pemberdayaan Santri dalam Pengeloaan Akun Youtube sebagai Wakaf Produktif Pesantren Darul Hikmah Ponorogo Muhammad Irkham Firdaus; Alafianta, Novan Fatchu; Utomo, Bambang Setyo; Wahyudi, Fajar Satriyawan
Jurnal Aksi Afirmasi Vol. 5 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/jurnalaksiafirmasi.v5i1.1223

Abstract

Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah pondok Pesantren Darul Hikmah Ponorogo. Yang mana Pesantren ini merupakan lembaga yang berbasis wakaf, sehingga seluruh aset pada Pesantren tersebut adalah aset wakaf. Salah satu aset wakaf yang berpotensi untuk dikembangkan adalah channel YouTube Darul Himah TVJadi kegitan pengabdian masyarakat ini adalah tindak lanjut dari kegiatan mitra, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan manajemen pengelolan wakaf produktif yang berupa konten YouTube, dan sekaligus melatih pembuatan konten video yang lebih menarik, sehingga dapat mendukung tujuan utama PKM ini yaitu keberlangsungan Ekonomi Digital. Akan tetapi terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh pihak mitra, pertama permasalahan pengetahuan, dimana pihak mitra minim pemahaman dan kesadarannya dalam mengelola wakaf produktif berupa konten video YouTube, serta minimnya skill dan kreatifitas santri dalam membuat konten video. Kedua permasalahan manajemen, minimnya keaktifan santri dalam memberdayakan channel Darul Hikmah TV Maka solusi yang ditawarkan dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut adalah mengupayakan meningkatkan pemahaman santri terhadap pengelolaan wakaf produktif yang berupa konten video YouTube, serta meningkatkan keaktifan, skill, dan kreatifitas santri dalam pembuatan konten video. Motede yang digunakan adalah penyuluhan terhadap penggolaan wakaf produktif yang berupa konten video YouTube, pelatihan skill dan kreativitas pembuatan konten video, dan pendampingan dalam mengupayakan keaktivan santri.
The PENGUATAN DAYA SAING UMKM KRUPUK BU NOR MELALUI PELATIHAN KEAMANAN PANGAN DAN GIZI Kurniawan, Dhika Amalia; Utomo, Bambang Setyo; Zuhroh, Ainun Amalia; Umam, Khoirul; Cahyani, Meitria
Jurnal Abdimas Sang Buana Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Abdimas Sang Buana - Mei
Publisher : LPPM Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/abdimasusb.v6i1.4109

Abstract

This Community Service aims to provide training and guidance to the workers or food handlers at UM Krecek Krupuk "Bu Nor" on food safety and food quality related to nutritional content. The issues faced by UM Krecek Krupuk "Bu Nor" industry include a lack of understanding regarding food safety standards, which could affect consumer health. Additionally, there is a lack of information about the nutritional content of the products, reducing their appeal in a market that is becoming increasingly health-conscious. Furthermore, there is no practical guide for improving product quality without compromising production efficiency. This community service utilizes methods such as lectures, focus group discussions, laboratory analysis, and mentoring. The target group for this activity consists of three workers from the UM Krecek Krupuk "Bu Nor" industry. The outcome of this community service is that the participants received food safety training and laboratory testing of the nutritional content of the Krecek Krupuk, which will be displayed on the product packaging in the nutrition information section, thereby enhancing competitiveness and consumer trust.
PENGEMBANGAN KAMPUNG BAMBU DESA MOJOREJO SEBAGAI SENTRA KERAJINAN BAMBU MELALUI PENERAPAN IPTEKS, PRODUKSI INOVASI, DAN PEMANFAATAN DIGITAL Rusli, Lathiefa; Muslih, Mohammad; Utomo, Bambang Setyo; Alfadla, Maya Tsurroya; Diannita, Rindang; Aini, Nur
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.2142

Abstract

Each village has its own history and potential to be used as a basis for implementing village development and development, one of which is Mojorejo Village, Jetis District, Ponorogo Regency. In order to develop the potential of their region, the community plays an active role in utilizing regional assets in the form of bamboo plants to be processed into handicrafts. However, craftsmen face several problems, including the low quality and quantity of bamboo production in Mojorejo Village. Apart from that, the process of making bamboo crafts is quite long, making craftsmen complain of low back pain, which can stop the process of making crafts. The ABCD method is used in this PKM journal as a more objective approach to what constitutes an asset in an area and its development. The results obtained are that in developing Mojorejo Village into a bamboo village, there needs to be socialization activities, training and assistance as well as training for all stakeholders including the community (as bamboo craftsmen), the management of Bamboe Village and Studio Deling, as well as the participation of the Mojorejo Village Government to support the continued development of Village potential.
Manajemen Event Olahraga dalam Penyelenggaraan Jakarta Football Expo 2024 Utomo, Bambang Setyo; Fairuzzabadi, Fairuzzabadi; Luthfi, Mohammad
Jurnal Pustaka Komunikasi Vol 8, No 2 (2025): Accredited by Kemendikbud Dikti SK No. 79/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/pustakom.v8i2.5314

Abstract

This study aims to analyze the event management process applied by the committee in organizing the Jakarta Football Expo 2024 tournament using a qualitative descriptive method. Data were collected through in-depth interviews and documentation. The findings show that the committee has implemented event management systematically across five stages: research, design, planning, coordination, and evaluation. In the research stage, the committee analyzed soccer community needs and reviewed previous competition systems. The design stage developed the theme 'Jakarta Kota Bola, Kami Rindu Juara' to promote youth talent development. Planning involved organizing the event structure and task division. Coordination was carried out through online and offline platforms to engage all stakeholders. Evaluation assessed audience participation, match management, finance, and promotion. The study concludes that the Jakarta Football Expo 2024 applied event management effectively, but improvements are needed in promotion, sponsorship, and legal endorsement. This research contributes to the study of sports event management in Indonesia and offers practical insights for organizers.
Ecological Model of Global Citizenship Education Curriculum in Pesantren-Based Universities Saifulloh, Ahmad; Utomo, Bambang Setyo; Azizah, Nurul
Journal La Edusci Vol. 6 No. 3 (2025): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallaedusci.v6i3.2558

Abstract

Global Citizenship Education (GCE) has emerged as an important tool to prepare students for addressing the challenges of globalized world. However, Islamic higher education institutions are still struggling in implementing GCE. This study examines the design and implementation of GCE curricula at pesantren-based universities in Indonesia. Utilizing Bronfenbrenner’s Ecological Systems Theory as a framework, the study focuses on how GCE is integrated into the formal, informal, and hidden curricula within pesantren’s unique ecological systems. This research which employs case study design with interactive analysis model finds that both universities participated in this research develop students’ global competencies such as critical thinking, cultural adaptability, and social responsibility. UNIDA employs an integrative approach, embedding GCE across its curriculum, whereas UDN adopts a cross-curricular strategy. Despite strengths in informal and hidden curricula within both universities, challenges remain in transitioning from teacher-centered to student-centered pedagogy in formal learning. This study underscores the moral and humanistic orientation of GCE in pesantren-based universities and sets the groundwork for future research to develop a comprehensive GCE model tailored to residential higher education institutions.
Marketing Public Relations Pemeritah Kabupaten Ponorogo dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Pasca Pandemi Covid 19 Utomo, Bambang Setyo; Rukmini, Diah; Makhasi, Ghifari Yuristiadhi Masyhari; Maulana, Risal; Fairuzzabadi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.465

Abstract

Indonesia experienced a significant increase of 769.39% in foreign exchange revenue from the tourism sector compared to the previous year, which amounted to only US$ 0.49 billion. The demand for visits by foreign tourists to Indonesia during that year rose by 926%, reaching a total of 743 thousand visits. Ponorogo Regency is one of the Indonesian regencies that saw an increase in the number of tourists in 2022, with a total of 589,268 visitors during that year. This research aims to analyze the public relations marketing of Ponorogo Regency in enhancing tourist visits post the Covid-19 pandemic. This study employs a qualitative approach, specifically a case study. Research data were obtained through in-depth interviews with three informants from the Department of Culture, Tourism, Youth, and Sports in Ponorogo, non-participatory observation, and documentation. The findings of the research indicate that to increase tourist visits post-Covid-19, the Ponorogo Regency government, through the Department of Culture, Tourism, Youth, and Sports office, utilizes a public relations marketing strategy consisting of three approaches: pull, push, and pass. The pull strategy involves advertising, sales promotion, and social media publicity. The push strategy employs personal selling and direct marketing. Meanwhile, the pass strategy includes organizing events, providing sponsorships, and building good relationships with stakeholders. Abstrak Tahun 2022 pendapatan devisa dari sektor pariwisata Indonesia mengalami kenaikan hingga 769,39% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$ 0,49 miliar. Permintaan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia pada tahun itu meningkat sebesar 926% dengan jumlah kunjungan mencapai 743 ribu. Kabupaten Ponorogo menjadi salah satu kabupten di Indonesia yang mengalami peningkatan jumlah wisatawan pada tahun 2022. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Ponorogo pada tahun itu mencapai 589.268 orang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis marketing public relations Kabupaten Ponorogo dalam meningkatkan kunjungan wisatawan pasca pandemi covid 19. Untuk menggali data secara mendalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenisnya studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tiga informan dari Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, observasi non partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kunjugan wisatawan pasca Covid 19 pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui DISBUDPARPORA menggunakan marketing public relations yang terdiri dari tiga strategi yaitu pull, push, dan pass. Strategi pull dengan menggunakan periklanan, sales promotion dan publikasi di media sosial. Untuk strategi push dengan menggunakan personal selling dan direct marketing. Sedangkan strategi pass dengan menyelenggarakan event, memberikan sponsorship, dan membangun hubungan baik dengan para stakeholder.
Marketing Public Relations Pemeritah Kabupaten Ponorogo dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Pasca Pandemi Covid 19 Utomo, Bambang Setyo; Rukmini, Diah; Makhasi, Ghifari Yuristiadhi Masyhari; Maulana, Risal; Fairuzzabadi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.465

Abstract

Indonesia experienced a significant increase of 769.39% in foreign exchange revenue from the tourism sector compared to the previous year, which amounted to only US$ 0.49 billion. The demand for visits by foreign tourists to Indonesia during that year rose by 926%, reaching a total of 743 thousand visits. Ponorogo Regency is one of the Indonesian regencies that saw an increase in the number of tourists in 2022, with a total of 589,268 visitors during that year. This research aims to analyze the public relations marketing of Ponorogo Regency in enhancing tourist visits post the Covid-19 pandemic. This study employs a qualitative approach, specifically a case study. Research data were obtained through in-depth interviews with three informants from the Department of Culture, Tourism, Youth, and Sports in Ponorogo, non-participatory observation, and documentation. The findings of the research indicate that to increase tourist visits post-Covid-19, the Ponorogo Regency government, through the Department of Culture, Tourism, Youth, and Sports office, utilizes a public relations marketing strategy consisting of three approaches: pull, push, and pass. The pull strategy involves advertising, sales promotion, and social media publicity. The push strategy employs personal selling and direct marketing. Meanwhile, the pass strategy includes organizing events, providing sponsorships, and building good relationships with stakeholders. Abstrak Tahun 2022 pendapatan devisa dari sektor pariwisata Indonesia mengalami kenaikan hingga 769,39% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$ 0,49 miliar. Permintaan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia pada tahun itu meningkat sebesar 926% dengan jumlah kunjungan mencapai 743 ribu. Kabupaten Ponorogo menjadi salah satu kabupten di Indonesia yang mengalami peningkatan jumlah wisatawan pada tahun 2022. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Ponorogo pada tahun itu mencapai 589.268 orang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis marketing public relations Kabupaten Ponorogo dalam meningkatkan kunjungan wisatawan pasca pandemi covid 19. Untuk menggali data secara mendalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenisnya studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tiga informan dari Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, observasi non partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kunjugan wisatawan pasca Covid 19 pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui DISBUDPARPORA menggunakan marketing public relations yang terdiri dari tiga strategi yaitu pull, push, dan pass. Strategi pull dengan menggunakan periklanan, sales promotion dan publikasi di media sosial. Untuk strategi push dengan menggunakan personal selling dan direct marketing. Sedangkan strategi pass dengan menyelenggarakan event, memberikan sponsorship, dan membangun hubungan baik dengan para stakeholder.