Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Pengolahan Sediaan Wedang Telang (Clitoria ternatea L.) pada Masyarakat Landasan Ulin Utara, Banjarbaru Fitriyanti Fitriyanti; , Karunita Ika Astuti
Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/literasi.v3i1.940

Abstract

Clitoria ternatae has many health benefits, one of which is to increase body immunity. As a flower that is easy to find and grows in various regions, this is one of the plants that can be used as a health drink in the form of wedang. This community service aims to provide knowledge and skills in making wedang with the main ingredients from nature. The training materials (theory and practice) were place at the houses of RT.07, RW.01 in the Landasan Ulin Village, Liang Anggang District, Banjarbaru. Apart from being aimed at providing education to local residents regarding the benefits of the butterfly pea flower, they are also educated on how to cultivate it, how to use it and how to pack it. So that later the local residents/communities can carry out the processing in an independent manner independently both for personal consumption and used as business.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA DAUN SIRSAK TUA (Annona muricata L.) TERHADAP Propionibacterium acnes Fitriyanti; Ari Surya Pratama; Karunita Ika Astuti
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram Vol. 5 No. 2 (2019): JURNAL PENELITIAN DAN KAJIAN ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MA
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.988 KB) | DOI: 10.33651/jpkik.v5i2.4

Abstract

Acne is a skin disease. One of the common bacteria that infects acne is Propionibacterium acnes. Natural ingredient that can be used to treat acne is Annona muricata L. leaves. This study aims to determine the compound content and effective concentration of antibacterial infusion of old Annona muricata L leaves against p.acnes bacteria. This research is experimental by using the liquid dilution method, solid dilution method, and the diffusion well method. The extraction method used in this study is an infusion. Infusion test solution using concentrations of 1.56%; 3.12%; 6.25%; 12.5%; 25%; 50%; 100%; and 200%. The results of this study are old Annona muricata L leaves infusion containing flavonoid compounds, saponins, and tannins. The results of the dilution test obtained the MIC value at a concentration of 25% and the MBC value was found at a concentration of 100%. In the dilution test the infusion of old Annona muricata L leaves infusion with concentrations of 100% and 200% has strong antibacterial activity and effective concentrations or MEC infusion and old Annona muricata L are found at concentrations of 100% with an average inhibition zone diameter of 11 mm (strong category).
Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol 96% Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix D.C. ) Terhadap Propionibacterium Acnes Fitriyanti Fitriyanti; Syaid Nofal Assegaf; Karunita Ika Astuti
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 6 No 2 (2022): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/bjp.v6i2.471

Abstract

Acne is a disease on the surface of the skin that often causes pain and leaves red, pus-filled spots. The plant that can be developed as an antibacterial is the citrus tribe which is also useful as a flavor enhancer in cooking, namely kaffir lime leaves (Citrus hystrix D.C). The purpose of this study was to test the activity of 96% ethanol extract of kaffir lime leaves against the inhibition of the acne-causing bacteria Propionibacterium acnes. In testing the antibacterial activity of this study using a good method. Based on the results of phytochemical screening, the extract was positive for flavonoids, saponins, tannins, and steroids. Based on the test results of measuring the diameter of the inhibition zone of kaffir lime leaf extract at a concentration of 100%; 80%; 60%; 40%; 20%; and 10% by 22.133 mm; 19,333 mm; 17,266 mm; 15,933 mm, 14.9 mm; and 12.133 mm. Data were analyzed using SPSS with Mann Whitney to obtain a significant value for each concentration variation, with a value of sig <0.05, which means that there are significant differences in each treatment group.
Daya Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Umbi Bawang Dayak (Eleutherine Americana Merr.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Fitriyanti Fitriyanti; Ahmad Ridha; Hafiz Ramadhan
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 4, No 2 (2023): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v4i2.12080

Abstract

Umbi Bawang Dayak secara turun temurun dipergunakan masyarakat Dayak sebagai obat tradisional. Secara empiris, umbi Bawang Dayak (E.americana Merr.) dikenal memiliki khasiat untuk mengatasi bisul atau penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai KHM dan KBM dari ekstrak etanol 96% umbi Bawang Dayak (E.americana Merr.) terhadap bakteri P.acnes dengan menggunakan metode dilusi, serta untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dari ekstrak etanol 96% umbi Bawang Dayak (E.americana Merr.) dalam menghambat bakteri P.acnes menggunakan metode difusi sumuran. Umbi Bawang Dayak (E.americana Merr.) diekstraksi menggunakan metode maserasi. Aktifitas antibakteri ekstrak etanol 96% umbi Bawang Dayak (E.americana Merr.) dengan variasi konsentrasi 30%, 15%, 7,5%, 3,75%, 1,875% dan 0,9375% menggunakan metode dilusi cair dan serta difusi padat. Pada dilusi cair tidak menunjukkan adanya kekeruhan yang artinya tidak terdapat pertumbuhan bakteri, dengan nilai KHM 0,9375%. Pada uji dilusi padat tidak menunjukan pertumbuhan bakteri pada media padat dengan nilai KBM yaitu 0,9375%. Pada uji aktifitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% umbi Bawang Dayak (E.americana Merr.) yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri P.acnes dengan kemampuan penghambatan tertinggi pada konsentrasi 30% yaitu sebesar 9,566 mm (kategori sedang). Sedangkan konsentrasi terendah yaitu 0,9375% dengan zona hambat sebesar 5,833 mm (kategori sedang).
Pengaruh Perbedaan Pelarut dan Optimasi Waktu Inkubasi Bakteri Propionibacterium acnes Terhadap Ekstrak Etanol 96% Umbi Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr.) M. Andi Chandra; Didik Rio Pambudi; Fitriyanti; Siti Kholilah; Wahyudin Bin Jamaludin
Jurnal Ilmiah Farmasi 2023: Special Issue
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.specialissue2023.art7

Abstract

Background: Acne (acne vulgaris) is still a major health problem. Treatment with antibiotics raises problems in the form of resistance, irritation, and immune hypersensitivity. Alternatives derived from natural ingredients are needed to avoid these problems, namely Dayak onions.Objective: To find out the activity of the ethanol extract of onion bulbs in inhibiting the growth of P. acnes based on the variation of the incubation time duration of the bacteria as well as the solvent.Method: Phytochemical screening tests looked for alkaloids, flavonoids, phenols, steroids, tannins, and saponins. Testing of the extract’s ability to inhibit bacteria was carried out with variations in the incubation times (24 and 48 hours) and solvents, namely Na-CMC and DMSO. The bacteria growth inhibition test employed the well-diffusion method, and the resulting data was analyzed using SPSS software.Results: Dayak onion extract contains alkaloids, saponins, flavonoids, and triterpenoids. Na-CMC solvent obtained the highest inhibition ability of Dayak onion extract at a concentration of 40% with an inhibition value of 10.12±1.840mm (24 hours), and 11.575±1.694 mm (48 hours) while DMSO solvent showed the highest inhibition at a concentration of 20% with inhibition values of 15.48±1.198 mm (24 hours) and 15.91±1.625 mm (48 hours). Interpretation of the results of the Wilcoxon test based on ranking showed a positive difference at 48 hours of incubation.Conclusion: The optimal incubation time of P. acnes was 48 hours with dimethyl sulfoxide (DMSO) as the best solvent. Intisari Latar belakang: Jerawat (acne vulgaris) masih menjadi masalah kesehatan utama. Penannganan dengan antibiotik memunculkan masalah berupa resistensi, iritasi hingga imunohipersensitivitas. Diperlukan alternatif yang berasal dari bahan alam untuk menghindari masalah-masalah tersebut, yaitu bawang dayak (Eleutherine americana Merr.). Tujuan: mengetahui aktivitas ekstrak etanol umbi bawang Dayak dalam menghambat pertumbuhan P. acnes berdasar variasi lama waktu inkubasi bakteri P. acnes dan variasi pelarut.Metode: Pengujian skrining fitokimia meliputi uji alkaloid, flavonoid, triterpenoid, tanin dan saponin. Pengujian aktivitas ekstrak dalam menghambat bakteri dilakukan dengan variasi waktu inkubasi yaitu 24 jam dan 48 jam, serta penggunaan pelarut yang berbeda yaitu Na-CMC dan DMSO. Uji penghambatan bakteri menggunakan metode difusi sumuran dan dilanjutkan dengan analisis data menggunakan SPSS.Hasil: Ekstrak bawang dayak mengandung alkaloid, saponin, flavonoid dan triterpenoid. Pengujian menggunakan pelarut Na-CMC didapatkan kemampuan hambat esktrak bawang dayak tertinggi pada konenstrasi 40% dengan nilai penghambatan 10,12±1,840mm (inkubasi 24jam) dan 11,575±1,694mm (inkubasi 48jam) sedangkan dengan pelarut DMSO didapatkan daya hambat tertinggi pada konsentrasi 20% dengan nilai penghambatan 15,48 ±1,198mm (inkubasi 24jam) dan 15,91±1,625mm (inkubasi 48jam). Interpretasi hasil dari uji Wilcoxon berdasarkan peringkat, menunjukkan perbedaan yang positif pada inkubasi 48 jam. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh waktu inkubasi optimal dari bakteri P. acnes adalah 48 jam dengan pelarut terbaik yang dapat digunakan adalah dimetil sulfoksida (DMSO).Kata kunci: Bawang Dayak, antibakteri, DMSO, Na-CMC, waktu inkubasi
EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN RAMANIA (Bouea macrophylla Griffith) dan GLIBENKLAMID DENGAN METODE INTOLERANSI GLUKOSA Karunita Ika Astuti; Fitriyanti Fitriyanti; Hadirvika Tjuthiyanda
Jurnal Ilmiah Farmasi 2023: Special Issue
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.specialissue2023.art4

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a chronic disease in which the body cannot produce insulin effectively. Glibenclamide is often used either in single preparations or in combination. Ramania (Bouea macrophylla Griffith) is one of the typical Kalimantan plants for diabetes treatment.Objective: Determine the best concentration of a combination of the extract of ramania leaves with glibenclamide as an antidiabetic.Method: This study used the oral glucose tolerance test (OGTT). Twenty-four mice were divided into six groups: a negative control (Na-CMC0.5%), a glucose control, a positive control (glibenclamide 5 mg/kgBW), and a combination group of 70% ethanol extract of ramania leaves (125, 250, and 500 mg/kgBW) with glibenclamide 5 mg/kgBW. Mice were induced by oral glucose to experience hyperglycemia. The results were measured at 0 minutes before treatment and at 30, 60, 90, and 120 minutes.Results: A combination extract of ramania leaves and glibenclamide with doses of 25 and 500 mg had an effect on glucose-induced male white mice.Conclusion: The best combination dose of 500 mg of extract and glibenclamide was obtained. Intisari Latar belakang: Diabetes Melitus merupakan kondisi kronis yang disebabkan kurang efektifnya insulin bekerja. Glibenklamid merupakan salah satu obat antidiabetes oral yang sering digunakan baik dalam sediaan tunggal ataupun kombinasi. Ramania (Bouea macrophylla Griffith) merupakan tanaman khas Kalimantan yang dapat digunakan sebagai pengobatan diabetes. Tujuan: Mengetahui konsentrasi terbaik dari kombinasi ekstrak etanol 70% daun ramania dengan glibenklamid sebagai antidiabetes. Metode: Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji toleransi glukosa oral (UTGO). Hewan uji menggunakan mencit putih jantan yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kelompok kontrol (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (glibenklamid 5 mg/kg BB), kelompok kombinasi ekstrak etanol 70% daun ramania 125; 250; dan 500 mg/kgBB - glibenklamid 5 mg/kg BB. Mencit pada semua kelompok diinduksi glukosa secara oral agar mengalami hiperglikemia. Kadar glukosa darah ditentukan pada menit ke-0, 30, 60, 90, 120 setelah induksi glukosa. Selanjutnya dilakukan perhitungan nilai AUC0-120 serta dianalisis dengan menggunakan SPSS bertaraf kepercayaan 95%.Hasil: Semua kelompok dosis kombinasi ramania-glibenklamid menunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna dengan kontrol positif sehingga berdasarkan nilai AUC0-120 menunjukkan kombinasi ekstrak dan glibenklamid dengan dosis 125 mg/KgBB memberikan efek antihiperglikemik terbaik.Kesimpulan: Diperoleh kombinasi terbaik dengan dosis 125 mg/KgBB yang dikombinasikan dengan glibenklamid.Kata kunci : Ramania, antidiabetes, intoleransi glukosa, kombinasi, glibenklamid
Identifikasi Kulit Batang Kalangkala (Litsea Angulata Bi) Secara Makroskopik, Mikroskopik, Dan Skrining Fitokimia Fitriyanti Fitriyanti; Syamratul Qalbiyah; Putri Indah Sayakti
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2020): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v9i2.1832

Abstract

Kalangkala (Litsea angulata BI) merupakan salah satu spesies dari genus Litsea dan tergolong dalam keluarga Lauraceae. Sebagian masyarakat Kalimantan Selatan telah menggunakan tumbuhan Kalangkala dalam beragam pengobatan tradisional, seperti bagian kulit batangnya yang secara empiris berkhasiat untuk anti iritan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan data ilmiah mengenai gambaran farmakognostik secara kualitatif dengan beberapa tahapan pemeriksaan organoleptik, makroskopik, mikroskopik, ekstraksi, dan skrining fitokimia. Pada pemeriksaan organoleptik kulit batang Kalangkala segar yaitu berwarna hijau, terasa agak pahit, dan bau khas lemah. Sementara serbuk simplisianya berwarna cokelat muda, rasa pahit agak kelat, dan berbau khas agak menyengat. Hasil pemeriksaan makroskopik kulit batang Kalangkala berbentuk tipis dan lunak, ketebalannya sekitar ± 3 mm, tekstur permukaan luar kulit batang Kalangkala memiliki tipe halus namun agak kasap dan bagian permukaan dalam teraba licin juga berlendir. Pada pemeriksaan mikroskopik terdapat epidermis, vakuola, kloroplas, sel batu, hablur kalsium oksalat, serat lumen, dan jaringan gabus. Ekstrak diperoleh dari maserasi simplisia menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa serbuk simplisia dan ekstrak kental kulit batang Kalangkala mengandung metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin.
Pendampingan Peningkatan Kualitas Produk Simplisia dan Teh Celup Bawang Dayak Melalui Pengurusan PIRT di KWT Sri Rejeki Rahmi Muthia; Aristha Novyra Putri; Liana Fitriani Hasymi; Fitriyanti Fitriyanti; Rahmayanti Fitriah
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i1.172

Abstract

KWT Sri Rejeki merupakan salah satu kelompok wanita yang membudidayakan sayuran dan tanaman yang ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman obat, salah satunya yaitu bawang dayak. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat sebelumnya tahun 2022 di KWT Sri Rejeki, produk hasil pendampingan tahun lalu telah dapat diperdagangkan secara offline maupun online namun nilai daya jualnya masih belum maksimal. Keterbatasan dan permasalahannya adalah belum dimilikinya izin edar baik untuk produk olahan simplisia maupun teh celupan bawang dayak sehingga pemasarannya sangat terbatas. Hal ini menunjukkan perlu pengembangan produk dengan pendampingan dalam pengajuan izin edar produk sehingga diharapkan juga dapat meningkatkan pemasaran produk. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kualitas produk melalui pendampingan pengurusan PIRT produk simplisia dan teh celupan bawang Dayak. Metode yang dilakukan yaitu pengurusan perizinan ke UPT BPP Liang Anggang, pemberian alat penunjang pembuatan produk berupa oven pengering, pendampingan penyuluhan dari dinas Kesehatan banjarbaru terkait pengurusan izin edar PIRT, pendampingan desain kemasan sediaan, serta pengurusan izin PIRT. Pada kegiatan penyuluhan dihadiri sebanyak 30 orang. Hasil kegiatan berupa peningkatan teknologi menggunakan oven pengering pada proses pengeringan produk sehinga meningkatkan kualitas produk, Selain itu anggota KWT Sri Rejeki  lebih memahami alur perizinan dengan baik setelah disampaikan oleh dua narasumber langsung dari dinas Kesehatan banjarbaru. Hasil lainnya berupa produk dengan desain kemasan yang kekinian dan inovatif ditunjang dengan izin PIRT untuk  produk simplisia bawang Dayak dan teh celupan bawang Dayak.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70%, Etanol 96%, dan Metanol Daun Kelakai Merah (Stenochlaena palustris (Burm.F) Bedd) terhadap Bakteri Cutibacterium acne Fitri Yanti; Malik Yustika; Setyo Yogi; Azwarina Nuke; Rusida Esty Restiana; Vebruati Vebruati; Hidayati Rahmi
Journal Borneo Vol 3 No 3 (2023): Volume 3 Issue 3 tahun 2023
Publisher : Politeknik Kaltara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57174/j.born.v3i3.103

Abstract

Acne is an inflammation or infection of the pilosebaceous tract with the bacterium Cutibacterium acne. Lalakai or kelakai plant (S.palustris (Burm.F) Bedd) includes plants that have antibacterial activity. This study aimed to determine the yield and phytochemical compound contained in extracts of 70% ethanol, 96% ethanol, and methanol of the leaves of the (S.palustris Burm.F) Bedd) against Cutibacterium acne bacteria. The method of antibacterial activity was carried out using the good diffusion method. Tests with 6 groups of extract concentrations, namely 100%, 75%, 50%; 37.5%, 25%; and 12.5%. The phytochemical compounds test identified alkaloids, flavonoids, tannins, steroids/triterpenoids, and saponins. The highest extract yield was from 70% ethanol extract of 6.3559%. The results of the phytochemical compound showed that the 70% ethanol, 96% ethanol, and methanol extracts of the leaves Kelakai (S.palustris (Burm.F) Bedd) positively contained alkaloids, flavonoids, tannins, steroids, and saponins. The best antibacterial test came from the methanol extract (concentration of 100%) was able to inhibit C. acne with 14.475 mm (an inhibition zone diameter) which was included in the strong category.
Antibacterial Activity Test of Ethanol Extract Pineapple (Ananas comosus (L.) Merr.) Peel against Growth of Propionibacterium acnes Fitriyanti Fitriyanti; Muhammad Nur Rahman Hendrawan; Karunita Ika Astuti
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2019): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v2i2.928

Abstract

Pineapple peel (Ananas comosus (L.) Merr.) is waste from the pineapple fruit. The purpose of this study was to determine the content of pineapple peel extract and to antibacterial activity in various concentrations effective in inhibiting the growth of Propionibacterium acnes. The pineapple peel extract is made by using the extraction method in the form of maceration. The method used in the inhibitory test using the three replication samples in each treatment group. The sample consisted of 10 treatment groups ie pineapple peel extract concentration 12.5%, 25%, 37.5%, 50%, 62.5%, 75%, 87.5%, and 100%, as well as positive and negative control. The results obtained from pineapple peel screening contain flavonoid and saponin compounds. The data analysis shows that pineapple peel extract concentrations of 50%, 62.5%, 75%, 87.5%, and 100% had inhibitory zones with the medium-strong category while clindamycin as the control has a strong inhibition zone. The conclusion of this research proves that pineapple peel extract has antibacterial power to P. acnes with effective concentration is 100% with the strong category.
Co-Authors Abdurrazaq Abdurrazaq Abdurrazaq Abdurrazaq, Abdurrazaq Ahmad Ahmad Ahmad Ridha Akbar, Depy Oktavian Alista, Siti Ari Surya Pratama Aristha Novyra Putri Astuti, Karunita Ika Ayunda, Feradella Azmi Yunarti Azwarina Nuke Azzahra, Tania Nasyawa Bella Rosalina Endah Chandra, M. Andi Depy Oktavian Akbar Dian Handayani Didik Rio Pambudi Eka Sandra Era Habibah Gunawan Gunawan Gusti Khairunnisa Hadirvika Tjuthiyanda Hafiz Ramadhan hairunnisa nisa Helmina Wati Hidayati Rahmi Iedliany, Faradilla Jamaludin, Wahyudin Bin Karunika Ika Astuti Khairunnisa, Gusti Khairunnisa, Gustii Liana Fitriani Hasyim Liana Fitriani Hasymi M. Andi Chandra M. Fahrul Ricky NorHavid Malik Yustika Marlia Fatwa Muammaroh Muhammad Fadhil Kamil Muhammad Hafizudin Muhammad Hidayattullah Muhammad Nazarudin Muhammad Nazarudin, Muhammad Muhammad Nur Rahman Hendrawan Muhammad Reza Fahlevi Muhammad Saufi Murniati . Nashrul Wathan Noor Hayati, Noor Nopita Norazizah, Ufairah Norhasanah Norhasanah Novita Sari Nur Huda Nur Laili Nurbidayah Nurul Hikmah Nurul Mardiati Pasaribu, Cindy Putri Indah Sayakti Putri Kartika Sari Putri Kartika Sari Rahmadina, Aprillia Rahmayanti Fitriah Rahmi Muthia Ratna Restapaty Riwanda Oktaviani Rizaldi, Gusti Rizka D.A. Widianti Rusida, Esty Restiana Saputri, Revita Sari Wahyunita Sauqi, Muhammad Setyo Yogi Shelin Shelin Siti Kholilah Siti Kholilah Susiani, Eka Fitri Syaid Nofal Assegaf Syamratul Qalbiyah Syifa Syifa Tia Mariati Risma Melati Vebruati Vebruati Vebruati Vebruati Wahyudin Bin Jamalludin Yusmalina Yusmalina Yusrina Conitaty Zannah, Meryatul