Claim Missing Document
Check
Articles

Efek Antiinflamasi Infusa Bunga Asoka (Ixora coccinea l) pada Tikus Jantan yang Diinduksi Karagenan Fitriyanti Fitriyanti; Nurul Hikmah; Karunita Ika Astuti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.177

Abstract

Bunga Asoka merupakan tanaman hias yang banyak tumbuh di Indonesia serta memiliki khasiat untuk beberapa penyakit, namun dalam pemanfaatannya belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi infusa bunga Asoka (Ixora coccinea L) pada tikus jantan yang diinduksi karagenan. Haksel bunga asoka diekstraksi menggunakan metode infusa. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah penghambatan udem pada kaki tikus yang diinduksi 0,1 ml karagenan 1% selama 6 jam. Pengukuran volume udem menggunakan alat pletismometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa bunga asoka dosis 20%, 40%, 60% memiliki potensi sebagai obat antiinflamasi dengan persen daya antiinflamasi masing-masing 10,52 %, 11,84% dan 22,22%. Sedangkan persen daya antiinflamasi natrium diklofenak 9 mg/KgBB yaitu 29,38%. Berdasarakan hasil analisis statistic data nilai AUC rata-rata kelompok dosis infusa memiliki efek antiinflamasi yang tidak berbeda signifikan (p<0,05) dengan natrium diklofenak
Uji Aktivitas Antidiabetes Minyak Ikan Sepat Rawa (Trichopodus Trichopterus) Asal Kalimantan Selatan : Antidiabetic Activity of Swamp Fish (Trichopodus Trichopterus) Oil from South Kalimantan Karunita Ika Astuti; Fitriyanti Fitriyanti; Norhasanah Norhasanah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.531

Abstract

Ikan sepat rawa (Trichopodus trichopterus) termasuk ikan komoditas penting Kalimantan Selatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antidiabetes dan dosis terbaik dari minyak ikan sepat rawa (T. trichopterus). Pengujian kuantitatif yaitu uji bilangan iod dan pengujian antidiabetes menggunakan hewan uji yaitu mencit putih jantan dan diukur kadar gula darahnya menggunakan alat glukometer. Sebanyak 25 ekor mencit dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok I diberikan kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kelompok II diberikan glibenklamid dengan dosis 0,013 mg/20gBB, kelompok III, IV, dan V diberikan minyak ikan sepat rawa dengan dosis 0,26 mg/20 gBB; 0,52 mg /20 gBB; dan 0,78 mg/20 gBB. Hasil pengujian bilangan iod yang dilakukan 3 kali replikasi didapat rata-rata 37,95 g/100 g. Pada pengujian uji aktivitas antidiabetes, kelompok glibenklamid sebagai antidiabetes terbaik dengan persentase penurunan sebesar 63,52%, kontrol negatif memiliki persentase penurunan 6,81%, minyak ikan sepat rawa menunjukkan bahwa dosis 0,78 mg/20gBB merupakan dosis paling baik dengan persentase penurunan sebesar 20,26%, diikuti oleh dosis 0,52 mg/20gBB dengan persentase penurunan sebesar 19,07% dan dosis 0,26 mg/20gBB sebesar 6,81%. Minyak Ikan Sepat Rawa (T. trichopterus) dosis 0,52 mg/20gBB dan dosis 0,78 mg/20gBB memiliki aktivitas sebagai antidiabetes namun tidak sebanding dengan kontrol positif.
Pelatihan Pembuatan Kemasan dan Pemasaran Produk Olahan UMKM di Kecamatan Martapura Barat Fitriyanti Fitriyanti; Nurbidayah Nurbidayah; Depy Oktavian Akbar; Faradilla Iedliany; Gusti Khairunnisa
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 3 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v4i3.5082

Abstract

Utilizing the herbal potential of kelakai and empon-ompon which have many health benefits can be applied to support health, one of which is by making processed products that are practical, healthy and safe. Previously, training had been carried out on the production of processed kelakai and empon-empon powders and tea dips, but regarding packaging and marketing, the information was still limited. The aim of this community service is for participants to: 1) understand more deeply the development of processed products; 2) Produce competitive products and market them in a modern way; 3) Understand good labeling and packaging. The activity was held on May 22 2024 at the Sungai Rangas Village Hall, West Martapura. The activity method is outreach through presentations related to entrepreneurship, how to make good product packaging and online marketing practices. The activity was attended by 10 people from the community of Sungai Batang village. The results obtained were that participants understood the importance of making products with attractive labels and packaging. Apart from that, participants also understand how to apply their social media for promotional media and apply other supporting marketing applications.
Efektivitas Tonikum Tepung Ikan Sepat Rawa (Trichopodus thricopterus) Dengan Metode Rotarod Test Astuti, Karunita Ika; Fitriyanti; Alista, Siti
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 5 No. 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v5i2.5625

Abstract

Ikan Sepat Rawa (Trichopodus thricopterus) memiliki senyawa asam amino yang berpotensi sebagai tonikum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek tepung ikan sepat rawa sebagai tonikum. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rotarod Test yang dilakukan pada hari ke 1 dan hari ke 7 dengan menggunakan mencit jantan sebanyak 25 ekor, yang dibagi menjadi 5 kelompok masing-masing kontrol negative (NaCMC), positif (Kafein 100mg/kgBB), dan kelompok dengan dosis 50,100 dan 150 mg/kgBB. Hasil menunjukan rata-rata jumlah jatuh kumulatif dalam 3×10 menit dan % efek tonikum hewan uji pada hari ke 1 pada kelompok kontrol negatif, positif dosis 50,100, dan 150mg/kgBB masing-masing sebesar 88,6 & 0%; 26,8 & 69,7%; 23 & 74,04%; 24 & 72,91%, 40,8 & 53,73% sementara pada hari ke 7 nilainya sebesar 88,6 & 0%; 17,8 & 79,90%; 15,4 & 82,61%; 17 & 80,81%, dan 19,6 & 77,87%. Berdasarkan hasil analisis Kurskal-Wallis pada hari ke 1 dan ke 7 sama-sama menunjukan tidak adanya perbedaan bermakna antara dosis pemberian (50 mg, 100 mg, 150 mg)/kgBB dan kontrol positif dengan nilai sig>0,05. Sehingga dapat disimpulkan dosis pemberian 50 mg/kgBB memiliki efek tonikum yang terbaik dibandingkan dengan dosis pemberian 100 mg/kgBB dan 150 mg/kgBB. Sepat Rawa (Trichopodus thricopterus) has amino acid compounds considered to have potential as a tonic. This study aimed to determine the sepat rawa fish powder as a tonic. The experiment was performed with the Rotarod Test method in 3×10 minutes, carried out on day 1 and day 7 using 25 male mice that divided into 5 groups, namely negative control group (Na-CMC); positive control group (Caffeine 100 mg/BW); and group with 50,100 dan 150 mg/kgBB doses. The results showed that the average number of cumulative in 3×10 minutes and percentage of tonic effect on first day on negative control until 150 mg/kgBW Doses were 88,6 & 0%; 26.8 & 69.7%; 23 & 74.04%; 24 & 72.91%; 40.8 & 53.73% and at the seventh showed 88,6 & 0%; 17.8 & 79.90%; 15.4 & 82.61% 17& 80.81%; 19.6 & 77.87%. Based on the results of SPSS analysis using Kurskal-Wallis on day 1 and 7, both showed no significant difference between the dose of administration (50 mg, 100 mg, 150 mg)/kgBB and a positive control with a sig>0,05. It can be concluded that the tonic effect in dose 50 mg/kgBW has better than others.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI ESKTRAK ETIL ASETAT BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia Merr) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS DENGAN METODE SUMURAN Fitriyanti Fitriyanti; Abdurrazaq Abdurrazaq; Muhammad Nazarudin
Jurnal Ilmiah Manuntung Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : jurnal ilmiah manuntung sekolah tinggi ilmu kesehatan samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v5i2.278

Abstract

Dayak onion (Eleutherine palmifolia Merr.) is a multifunctional medicinal plant for various diseases, one of which is an antibacterial. Dayak Onions (E. palmifolia Merr.) contains an alkaloid, flavonoid, triterpenoid, and saponin compound which has antibacterial properties. This study aims to determine the effect of the ethyl acetate extract of Dayak Onion tubers inhibits the growth of Staphylococcus aureus bacteria. Dayak onion tuber was extracted using ethyl acetate solvent by the maceration method until thick extract was obtained. The concentration extract used were 30 mg/ml;15 mg/ml;7,5 mg/ml;3,75 mg/ml; 1,875 mg/ml; and 0,9375 mg/ml tested for antibacterial effectivity against Staphylococcus aureus using Mueller Hinton Agar (MHA) with the wells method. The result showed that the ethyl acetate of Dayak onion with MEC (Minimum effective concentration) 3,75 mg/ml obtained inhibition zone of 10,367 mm while at the highest concentration of 30 mg/ml had the best antibacterial effectiveness. The effective concentration of ethyl acetate onion of Dayak tuber which is 30 mg/ml obtained inhibition zone of 18,404 mm even in the moderate category.
PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN RAMANIA (Bouea macrophylla Griffith) TERHADAP Staphylococcus aureus Fitriyanti; Syifa; Ahmad; Revita Saputri; Rahmi Muthia
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1462

Abstract

Ekstrak metanol dari daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith) telah teruji dengan dosis kecil memiliki efek antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, namun belum pernah dilakukan pengujian pada dosis yang lebih tinggi dan membandingkan pada metode ekstraksi yang berbeda seperti maserasi dan soxhletasi. Pada penelitian bermaksud untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat pada ekstrak metanol dari daun ramania dengan metode yang berbeda dan untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak terhadap penghambatan bakteri S.aureus dengan penyarian secara maserasi dan soxhletasi. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumuran. Penapisan fitokimia terhadap ektrak metanol daun remania menunjukkan keberadaan senyawa yaitu mengandung senyawa saponin, flavonoid, fenol, tanin, steroid. Hasil ují antibakteri terhadap ekstrak daun ramania yang diperoleh dengan metode maserasi lebih baik dibandingkan dengan ekstrak yang diperoleh dengan metode Soxlet, yaitu pada konsentrasi 50, 40, 30, 20 dan 10%, memberikan zona hambat berturut-turut sebesar 19,28;13,28; 12,93; 12,25; dan 10,98 mm, dengan kategori kuat. Sedangkan hasil pada pengujian dengan esktraksi menggunakan alat soxhlet pada konsentrasi 50, 40, 30, 20 dan 10%, memberikan zona hambat berturut-turut sebesar 10,7; 10,3; 8,9; 8,6; dan  8,3 mm dengan kategori sedang sampai kuat.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN RAMANIA (Bouea macrophylla Griffith) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Murniati, Murniati; Fitriyanti, Fitriyanti; Jamaludin, Wahyudin Bin
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i1.5786

Abstract

Daun ramania (B. Macrophylla Griffith) memiliki banyak manfaat dalam bidang kesehatan. Salah satu pemanfaatan sebagai tumbuhan obat yaitu dapat berefek sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung di dalam ekstrak metanol daun Ramania (B.macrophylla Griffith) dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun ramania (B. macrophylla Griffith) dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. epidermidis. Uji aktivitas antibakteri ekstrak dilakukan dengan metode difusi sumuran terhadap bakteri S. epidermidis dengan 5 konsentrasi yaitu konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Kontrol positif Klindamisin 2µg/disk dan kontrol negatif Na-CMC 0,5%. Hasil skrining fitokimia ekstrak metanol daun Ramania (B. macrophylla Griffith) mengandung flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan fenol. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak metanol  daun ramania (B. macrophylla Griffith) memperoleh nilai rata-rata diameter zona hambat dari konsentrasi 10% yaitu 9,875 dengan kategori sedang, pada konsentrasi 20%, 30%, 40%, dan 50% yaitu memiliki nilai masing-masing 11,338 mm; 13,44 mm; 16,025 mm; 16,4 mm dengan kategori kuat. Sedangkan pada kontrol positif Klindamisin 2 µg/disk yaitu 24,55 mm dengan kategori sangat kuat dan kontrol negatif Na-CMC 0,5% tidak memiliki daya hambat. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol daun ramania (B. Macrophylla Griffith) mempunyai kemampuan sebagai antibakteri dalam kategori sedang, kuat, sampai sangat kuat dalam menghambat bakteri S. epidermidis.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Daun Tigaron (Crataeva nurvala Buch.Ham) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Dengan Metode Difusi Sumuran Sari, Putri Kartika; Sari, Novita; Fitriyanti, Fitriyanti
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 9 No 1 (2025): Borneo Journal Of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59053/bjp.v9i1.559

Abstract

Tigaron (C. nurvala buch.Ham.) is a plant can be found in India, Africa, Australia, Japan, Myanmar, Sri Lanka, Malaysia, India and China. Traditionally, the bark, leaves, flowers and root are used in traditional medicine to cure various disease conditions. The leaves of this plant used to treat abscesses, wounds and skin diseases. This study aims to determine of secondary metabolite and antibacterial activity test from ethyl acetate extract of tigaron leaves (C. nurvala buch.Ham.) in inhibiting growth of Propionibacterium acnes with varying concentration which are 0.31 mg/ml, 1.55 mg/ml, 7.75 mg/ml, 38.75 mg/ml, 193.75 mg/ml, negative control Na-CMC 0, 5% and positive control antibiotic clindamycin. Tigaron leaves were extracted using the maceration method using ethyl acetate solvent, secondary metabolite compounds detected using phytochemical screening method and antibacterial activity test using the well diffusion method. The final yield of ethyl acetate extract of tigaron leaves (C. nurvala buch. Ham.) was obtained at 1%. The secondary metabolite contained are alkaloids, flavonoids and steroids. The results showed that concentration of 0.31 mg/mL was included in the weak category inhibition zone (4.97 mm), 1.55 mg/mL (5.97 mm), 7.75 mg/mL (7.08 mm), 38.75 mg/mL (10.02 mm) which was included in the medium category inhibition zone and concentration of 193.75 mg/mL which is included in the strong category inhibition zone, clindamycin antibiotic as a positive control showed a strong zone of inhibition (16.5 mm). Ethyl acetate extract of tigaron leaves (C. nurvala buch.Ham.) can inhibit the growth of Propionibacterium acnes.
PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN RAMANIA (Bouea macrophylla Griffith) TERHADAP Staphylococcus aureus Fitriyanti; Syifa; Ahmad; Saputri, Revita; Muthia, Rahmi
Pharmacoscript Vol. 7 No. 1 (2024): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v7i1.1462

Abstract

Ekstrak metanol dari daun Ramania (Bouea macrophylla Griffith) telah teruji dengan dosis kecil memiliki efek antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, namun belum pernah dilakukan pengujian pada dosis yang lebih tinggi dan membandingkan pada metode ekstraksi yang berbeda seperti maserasi dan soxhletasi. Pada penelitian bermaksud untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat pada ekstrak metanol dari daun ramania dengan metode yang berbeda dan untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak terhadap penghambatan bakteri S.aureus dengan penyarian secara maserasi dan soxhletasi. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumuran. Penapisan fitokimia terhadap ektrak metanol daun remania menunjukkan keberadaan senyawa yaitu mengandung senyawa saponin, flavonoid, fenol, tanin, steroid. Hasil ují antibakteri terhadap ekstrak daun ramania yang diperoleh dengan metode maserasi lebih baik dibandingkan dengan ekstrak yang diperoleh dengan metode Soxlet, yaitu pada konsentrasi 50, 40, 30, 20 dan 10%, memberikan zona hambat berturut-turut sebesar 19,28;13,28; 12,93; 12,25; dan 10,98 mm, dengan kategori kuat. Sedangkan hasil pada pengujian dengan esktraksi menggunakan alat soxhlet pada konsentrasi 50, 40, 30, 20 dan 10%, memberikan zona hambat berturut-turut sebesar 10,7; 10,3; 8,9; 8,6; dan  8,3 mm dengan kategori sedang sampai kuat.
Penyuluhan dan Pendampingan Pembuatan Izin Berusaha untuk Produk Olahan UMKM Kecamatan Martapura Barat Nurbidayah, Nurbidayah; Fitriyanti, Fitriyanti; Akbar, Depy Oktavian; Iedliany, Faradilla; Khairunnisa, Gusti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17090

Abstract

ABSTRAK Kemasan merupakan wadah yang diperuntukkan tidak hanya untuk membungkus produk namun bisa dipergunakan untuk media berupa promosi kepada pembeli. Pelaku usaha wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) kemudian Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT) untuk produk yang dijual. UMKM telah memiliki produk, namun belum memiliki izin edar.  Memberikan pengetahuan kepada UMKM Kecamatan Martapura Barat melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan akan pentingnya memiliki perizinan berusaha. Penyuluhan pentingnya memiliki perizinan berusaha dan pemberian edukasi, mengikutsertakan pelaku UMKM pada kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP), serta pendampingan pembuatan NIB dan pembuatan P-IRT. UMKM Sungai rangas dan keliling Benteng Ulu Kecamatan Martapura Barat telah mendapatkan NIB, telah mengikuti kegiatan PKP, dan telah mendapatkan nomor SPP-IRT untuk UMKM Sungai Rangas nomor P-IRT 270524004971200000001 dan UMKM Keliling Benteng Ulu nomor P-IRT 270524006172400000001 dengan berlaku perizinan berusaha tersebut selama 5 tahun yaitu sampai 24 Juli 2029. Pelaku UMKM telah mendapatkan pengetahuan mengenai manfaat, prosedur, dan syarat pendaftaran izin edar dan memiliki nomor izin edar. Kata Kunci: Kemasan, Penyuluhan, PIRT, UMKM  ABSTRACT Introduction: Packaging is a container that is intended not only to wrap products but can be used as media in the form of promotions to buyers. Business actors are required to have a Business Identification Number (NIB) and then Home Industry Products (P-IRT) for the products they sell.  Purpose: To provide knowledge to UMKM in West Martapura District through counseling and mentoring activities about the importance of having a business license. Research Methods: Educating on the importance of having business permits and providing education, involving UMKM actors in Food Safety Education (PKP) activities, as well as assistance in making NIB and making P-IRT. Results: UMKM in Sungai Rangas and Keliling Benteng Ulu, West Martapura District have received NIB, have participated in PKP activities, and have received an SPP-IRT number for UMKM in Sungai Rangas number P-IRT 270524004971200000001 and UMKM Keliling Benteng Ulu number P-IRT 270524006172400000001 with valid permits This business will last for 5 years, namely until 24 July 2029. Conclusion: UMKM players have gained knowledge about the benefits, procedures and requirements for registering a distribution permit for a product. Keywords: Packaging, Counseling, PIRT, UMKM
Co-Authors Abdurrazaq Abdurrazaq Abdurrazaq Abdurrazaq, Abdurrazaq Ahmad Ahmad Ahmad Ridha Akbar, Depy Oktavian Alista, Siti Ari Surya Pratama Aristha Novyra Putri Astuti, Karunita Ika Ayunda, Feradella Azmi Yunarti Azwarina Nuke Azzahra, Tania Nasyawa Bella Rosalina Endah Chandra, M. Andi Depy Oktavian Akbar Dian Handayani Didik Rio Pambudi Eka Sandra Era Habibah Gunawan Gunawan Gusti Khairunnisa Hadirvika Tjuthiyanda Hafiz Ramadhan hairunnisa nisa Helmina Wati Hidayati Rahmi Iedliany, Faradilla Jamaludin, Wahyudin Bin Karunika Ika Astuti Khairunnisa, Gusti Khairunnisa, Gustii Liana Fitriani Hasyim Liana Fitriani Hasymi M. Andi Chandra M. Fahrul Ricky NorHavid Malik Yustika Marlia Fatwa Muammaroh Muhammad Fadhil Kamil Muhammad Hafizudin Muhammad Hidayattullah Muhammad Nazarudin Muhammad Nazarudin, Muhammad Muhammad Nur Rahman Hendrawan Muhammad Reza Fahlevi Muhammad Saufi Murniati . Nashrul Wathan Noor Hayati, Noor Nopita Norazizah, Ufairah Norhasanah Norhasanah Novita Sari Nur Huda Nur Laili Nurbidayah Nurul Hikmah Nurul Mardiati Pasaribu, Cindy Putri Indah Sayakti Putri Kartika Sari Putri Kartika Sari Rahmadina, Aprillia Rahmayanti Fitriah Rahmi Muthia Ratna Restapaty Riwanda Oktaviani Rizaldi, Gusti Rizka D.A. Widianti Rusida, Esty Restiana Saputri, Revita Sari Wahyunita Sauqi, Muhammad Setyo Yogi Shelin Shelin Siti Kholilah Siti Kholilah Susiani, Eka Fitri Syaid Nofal Assegaf Syamratul Qalbiyah Syifa Syifa Tia Mariati Risma Melati Vebruati Vebruati Vebruati Vebruati Wahyudin Bin Jamalludin Yusmalina Yusmalina Yusrina Conitaty Zannah, Meryatul