Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Self-directed learning pada pendidikan orang dewasa di Indonesia: sebuah tinjauan sistematis untuk mewujudkan pendidikan berkualitas dan inklusif Muhamad Yusuf Wijayakusuma; Dadang Yunus Lutfiansyach; Joni Rahmat Pramudia; Deti Nudiati
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 30 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/insania.v30i1.14006

Abstract

As new learning methods continue to emerge, Self-Directed Learning (SDL) remains a crucial element in the field of education, specifically for promoting inclusive quality education. This research is a Systematic Literature Review using the PRISMA framework to explore research trends, factors, and impacts of self-directed learning within Indonesian adult education, focusing on 25 Scopus-indexed publications from 2019 to 2024. The findings indicate a notable rise in related publications, particularly post-2022, with quantitative research methods being the most applied and undergraduate students serving as the primary subjects, which highlights a gap in representing broader adult learner populations. Thematic analysis reveals that SDL is effectively cultivated through structured antecedents, specifically gamified MOOCs, Learning Management Systems, and flipped classroom pedagogies, which causally link to enhanced digital literacy, creativity, and learner autonomy. Crucially, the study distinguishes that while purposeful educational technology fosters independence, uncontrolled social media usage acts as a potential hindrance to self-regulation. Based on these insights, the researchers recommend prioritizing guided technology integration and suggest that future studies diversify methodologies and broaden participant scopes beyond undergraduate students to better address the inclusive nature of adult education. Aligning with SDG 4 and SDG 10, this study positions SDL as a catalyst for inclusive quality education and reduced inequalities, empowering diverse learners, particularly marginalized groups, to achieve autonomy and lifelong growth.
Optimalisasi Taman Baca Masyarakat (TBM) Melalui Trisentra (Sentra Baca, Sentra Bimbel Dan Sentra Kriya) Tasbiah Siti Maesaroh; Hafsoh Khofifah; Imas Nur Sopiyah; Joni Rahmat Pramudia
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 1 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat Baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, yaitu hanya 0.001% yang berarti hanya satu (1) dari 1.000 orang yang rajin membaca, dan hal tersebut menempatkan Indonesia berada di posisi 62 dari 70 negara dalam minat membaca. Minat baca yang rendah disebabkan oleh beberapa faktor, 1). Minat membaca tidak ditanamkan sejak dini, 2) fasilitas pendidikan yang tidak merata dan 3) kurangnya produksi buku terutama di daerah. Metode pelaksanaan diambil melalui tiga tahapan, yaitu tahap perencanaan yang di dalamnya terdapat tahap observasi dan need assessment kepada masyarakat serta menyusun RPP, yang kedua adalah tahap pelaksanaan, dan yang ketiga adalah tahap evaluasi, evaluasi ini dilakukan dalam evaluasi proses ataupun evaluasi hasil. Evaluasi proses ini mencakup evaluasi dalam pelaksanaan program kegiatan yang dimulai pada tahap perencanaan hingga pada tahap evaluasi. Optimalisasi Taman Baca Masyarakat (TBM) Melalui Trisentra (Sentra Baca, Sentra Bimbel dan Sentra Kriya) ini menghasilkan pengalaman belajar bagi mahasiswa dalam menyiapkan para pemuda di Kampung Pasir Handap untuk menghadapi tantangan pendidikan di kemudian hari.