Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEGIATAN SABTU BUDAYA DALAM PROGRAM KO-KURIKULER SEBAGAI UPAYA PENGUATAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DI SMAN 1 MATARAM Rosanti , Baiq Yani; Della Gousmantari; Dini Iza Septiana; Baiq Syiva Hulida Aulia; Deni Priadi; Sawaludin
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Nusantara
Publisher : lembaga Sepercenter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai multikultural yang dikembangkan melalui kegiatan Sabtu Budaya, menjelaskan upaya sekolah dalam mengintegrasikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan pendidikan multikultural, serta mengidentifikasi kendala dan faktor pendukung pelaksanaannya di SMAN 1 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap guru koordinator Sabtu Budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Sabtu Budaya berperan penting dalam pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai multikultural peserta didik. Nilai-nilai yang ditanamkan mencakup disiplin, tanggung jawab, gotong royong, toleransi, dan kebiasaan hidup sehat. Upaya sekolah dalam mengintegrasikan Sabtu Budaya dilakukan melalui sistem ko-kurikuler dengan tema GAKIH (Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat). Kendala yang dihadapi terutama terkait manajemen waktu dan kesiapan fasilitas, sedangkan faktor pendukungnya berasal dari dukungan dinas pendidikan, peran aktif guru, serta keterlibatan siswa dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Secara keseluruhan, Sabtu Budaya berkontribusi positif terhadap penguatan pendidikan multikultural di lingkungan sekolah melalui pembiasaan nilai-nilai karakter berbasis budaya. Kata kunci: Sabtu Budaya, Pendidikan Multikultural, GAKIH, Karakter Siswa   Abstract This study aims to describe the multicultural values developed through the Saturday Cultural activities, explain the school's efforts in integrating these activities as part of strengthening multicultural education, and identify obstacles and supporting factors for their implementation at SMAN 1 Mataram. This study used a descriptive qualitative approach, collecting data through observation and interviews with the coordinating teacher of Saturday Culture. The results indicate that Saturday Culture activities play a significant role in character formation and strengthening students' multicultural values. The values instilled include discipline, responsibility, mutual cooperation, tolerance, and healthy lifestyle habits. The school's efforts to integrate Saturday Culture are carried out through a co-curricular system with the theme GAKIH (7 Habits of Great Indonesian Children Movement). Challenges encountered primarily relate to time management and facility availability, while supporting factors include support from the education office, the active role of teachers, and student involvement in the planning and implementation of activities. Overall, Saturday Culture contributes positively to strengthening multicultural education in the school environment through the instillation of culture-based character values. Keywords: Saturday Culture, Multicultural Education, GAKIH, Student Character
Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Multikulturan Melaui Kegiatan Pembelajaran PPKn Di Nusa Alam International School M. Azril Aziz; Miadatul Aslamiah; Mira Ilmayani; Mizra Wulandari; Muh. Amir Syaripuddin; Sawaludin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6546

Abstract

Keberagaman siswa di Nusa Alam International School yang berasal dari negara yang berbeda-beda menuntut integrasi nilai-nilai pendidikan multikultural dalam pembelajaran PPKn untuk membangun sikap toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai pendidikan multikultural pada mata pelajaran PPKn serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi guru di Nusa Alam International School. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru PPKn, dan siswa kelas 9, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. asil penelitian menunjukkan bahwa nilai toleransi, non-diskriminasi, dan pluralisme diasosiasikan melalui kegiatan pembelajaran, interaksi antar siswa, serta program sekolah seperti P5 yang mengenalkan keberagaman budaya. Siswa dibimbing untuk saling menghargai, bekerja sama lintas budaya, dan menerima perbedaan sebagai bagian dari kehidupan sekolah. Tantangan utama yang dihadapi guru adalah perbedaan kemampuan bahasa akibat latar belakang siswa yang beragam, sehingga guru perlu menyesuaikan bahasa, metode, dan media pembelajaran agar materi PPKn dapat dipahami semua siswa. Integrasi ini secara keseluruhan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan menghargai keberagaman.
PENGUATAN SIKAP MULTIKULTURAL MELALUI PROGRAM SABTU BUDAYA DI SMA NEGERI 6 MATARAM Lalu Andika Redi Setiawan; Latifatul Husna; Juniar Eva Lestari; Karlina Oktaviana Putri; Khairul Imam; Sawaludin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6625

Abstract

Indonesia adalah negara  yang akan  keberagaman budaya. Budaya tersebut merupakan  kearifan lokal yang sering kita jumpai di masyarakat di manapun kita berada. Program sabtu budaya sebagai salah satu cara yang tepat untuk memberikan  pemahaman dan penanaman  akan pentingnya konsep multikulturalisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran  Program Sabtu Budaya dalam penguatan  sikap multikultural siswa di SMA Negeri 6 Mataram.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi yang berfokus pada dampak program “Sabtu Budaya”  dalam penguatan  sikap multikulturalisme pada siswa di SMA Negeri 6 Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Sabtu Budaya efektif menguatkan sikap multikultural yang tercermin dalam sikap toleransi, kerja sama, solidaritas, dan cinta tanah air dalam diri siswa. Program ini juga didukung oleh  guru PPKn  melalui pembelajaran di dalam kelas (intrakurikuler) dan kegiatan di luar kelas (ekstrakurikuler). Hal ini membuktikan bahwa Program Sabtu Budaya terbukti efektif dalam membebtuk sikap multikultural dan membentuk karakter multikultural siswa.
EFEKTIVITAS GAME-BASED LEARNING BERBANTUAN TEKA-TEKI SILANG PADA HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA Abidatul Itriani, Laela; Herianto, Edy; Sawaludin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40308

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of a Game-Based Learning model assisted by crossword puzzles (GBL–TTS) in improving students’ learning outcomes in Pancasila Education. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The participants were divided into two groups: an experimental group that received instruction using the GBL–TTS model and a control group that was taught through conventional instructional methods. Data were collected through learning outcome tests and analyzed using prerequisite statistical tests followed by Analysis of Covariance (ANCOVA). The results revealed a statistically significant difference in learning outcomes between the experimental and control groups, with a significance value of p < 0.001. These findings indicate that the implementation of GBL–TTS is effective in enhancing students’ learning outcomes in Pancasila Education. The integration of game elements and crossword puzzle media promotes more interactive learning, increases student engagement, and strengthens students’ mastery of basic concepts. Therefore, game-based instructional media grounded in Game-Based Learning principles can serve as a strategic alternative for developing innovative and meaningful Pancasila Education learning practices.