Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Minat Melanjutkan Pendidikan Anak Pada Masyarakat Marginal Di Dusun Lenser Desa Kuta Kabupaten Lombok Tengah Yuliatin, Rani; Lalu Sumardi; Sawaludin; M. Ismail
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 2 (2025): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i2.1003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya minat melanjutkan pendidikan anak pada masyarakat marginal di Dusun Lenser, Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua faktor utama yang menyebabkan rendahnya minat melanjutkan pendidikan, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi dan minat anak untuk bersekolah serta kesulitan dalam memahami pelajaran. Sementara itu, faktor eksternal terdiri atas tingkat pendidikan orang tua yang rendah, kondisi ekonomi keluarga, lingkungan sekolah yang kurang mendukung, jarak dan fasilitas yang kurang memadai. Upaya yang telah dilakukan pemerintah desa dalam mengatasi permasalahan ini adalah melalui sosialisasi tentang pentingnya pendidikan dan merangkul serta membina anak-anak putus sekolah untuk mengasah kemampuan anak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemangku kebijakan dalam merancang strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan partisipasi pendidikan di daerah marginal.
The Role of PPKn Teachers in Developing Civic Responsibility Among Students at MTs Nahdlatul Mujahidin NW Jempong Qibthiya Anjani; Mohamad Mustari; Sawaludin
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v13i2.17455

Abstract

Education is a cultural subsystem that plays a strategic role in fostering human potential and talent. As the primary facilitator in human resource development, education plays a vital role in both enhancing individual capacity and shaping the nation's strength. In the context of national education, which is based on Pancasila and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, the learning process is directed at shaping the character of students who are moral, intelligent, and responsible. Teachers, as a crucial component in the educational process, play a central role in instilling national values and civic responsibility in students. The Pancasila and Citizenship Education (PPKn) subject serves as the primary means of fostering citizens who are critical, democratic, tolerant, and aware of social and political responsibility. Instilling civic responsibility in students requires a continuous process through habituation and learning that addresses cognitive, affective, and psychomotor aspects. Therefore, the role of PPKn teachers is very important in guiding students to become good citizens, in accordance with the noble values of Pancasila in social, national and state life. Key Words: Role of PPKn Teachers, Civic Responsibility. Abstrak: Pendidikan merupakan subsistem budaya yang memiliki peran strategis dalam menumbuhkembangkan potensi dan bakat manusia. Sebagai fasilitator utama dalam pengembangan sumber daya manusia, pendidikan berfungsi vital baik dalam meningkatkan kapasitas individu maupun dalam membentuk kekuatan bangsa. Dalam konteks pendidikan nasional yang berlandaskan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, proses pembelajaran diarahkan untuk membentuk karakter peserta didik yang berakhlak, cerdas, dan bertanggung jawab. Guru, sebagai komponen penting dalam proses pendidikan, memiliki peran sentral dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan civic responsibility kepada siswa. Mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) menjadi sarana utama dalam membina warga negara yang kritis, demokratis, toleran, dan sadar akan tanggung jawab sosial serta politik. Penanaman civic responsibility kepada peserta didik membutuhkan proses yang berkelanjutan melalui pembiasaan dan pembelajaran yang menyentuh aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Oleh karena itu, peran guru PPKn sangat penting dalam membimbing siswa menjadi warga negara yang baik (good citizenship), sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kata Kunci: Peran Guru PPKn, Civic responsibility.
The KORELASI MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KECERDASAN INTELEKTUAL PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 MATARAM Sawaludin; Artina, Fitriah; Basariah; I Nengah Agus Tripayana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v13i1.799

Abstract

This study begins with the researcher's assumption that besides facilities and systems effective learning, there are other factors that participate in influencing students of SMAN 1 Mataram to be favorite school to other schools, namely the influence of the internal factors of the students themselves, such as learning motivation of students. Therefore the researcher feels it is necessary to investigate further, to ensure that the achievement or intellectual intelligence of students at SMAN 1 Mataram is built from within the students' personal. This study uses quantitative research with a non-experimental approach. The population was students of SMAN 1 Mataram, the sample was taken using random class. Data analysis uses the product moment correlation statistical formula. The results obtained by the relation of variables between students' learning motivation (X) with intellectual intelligence of students (Y) obtained by Fcount of 17.41 with Ftable of 3.34 at a confidence level of 0.05, it can be said that there is a significant relations where Fcount > Ftable. In other words the alternative hypothesis (Ha) is accepted and (Ho) is rejected. This can be explained that in addition to facilities and adequate learning environment conditions, students of SMAN 1 Mataram have a good level of motivation, so that it can affect the intellectual intelligence of students who study in the environment.
POLA KOMUNIKASI GURU DALAM MEMBANGUN CIVIC SKILL PADA SISWA PENYANDANG DISABILITAS DI SMK NEGERI 5 MATARAM Arzamnur, Puji Kurnianingrum; M. Ismail; Sawaludin; Muhammad Zubair
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 6 No. 2 (2025): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola komunikasi merupakan komponen yang memiliki peran penting bagi guru dalam membangun komunikasi dengan siswa penyandang disabilitas. Pola komunikasi yang baik dan terstruktur sangat dibutuhkan untuk membangun civic skill siswa penyandang disabilitas. Civic skill merupakan keterampilan kewarganegaraan yang meliputi kemampuan intelektual (intellectual skill) dan partisipatoris (partisipatory skill). Kemampuan ini penting untuk membentuk siswa menjadi warga negara yang aktif, bertanggung jawab, dan beretika. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola komunikasi yang diterapkan guru untuk membangun civic skill pada siswa penyandang disabilitas di SMK Negeri 5 Mataram. Metode peneitian yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data tersebut diperoleh dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan pola komunikasi guru yang berpengaruh dalam membangun civic skill pada siswa penyandang disabilitas agar dapat berperan aktif dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kata Kunci: Pola Komunikasi, civic skill, pendidikan inklusif, siswa disabilitas
Membangun Warga Negara yang Baik (Good Citizen): Sosialisasi Anti-Narkoba di MA Bustanul Wa’izhin NW Janggawana Sawaludin, Sawaludin; Sawaludin; Haslan, Muhammad Mabrur; Zubair, Muh.; Alqadri, Bagdawansyah; Tripayana, I Nengah Agus; Artina, Fitriah; Pertiwi, Melisa
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rj4sgj23

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman nyata bagi generasi muda, termasuk di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses edukasi. Kondisi ini menuntut adanya intervensi berbasis pendidikan kewarganegaraan untuk membangun good citizen. Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Membangun Warga Negara yang Baik (Good Citizen): Sosialisasi Anti-Narkoba di MA Bustanul Wa’izhin NW Janggawana” dilaksanakan pada 06 September 2025 dengan melibatkan 25 siswa. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya narkoba bagi kesehatan, kehidupan sosial, dan masa depan; membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta peduli terhadap lingkungan bebas narkoba; dan menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, serta mendukung pembelajaran. Metode kegiatan meliputi tiga tahap, yaitu persiapan (perancangan materi, koordinasi, dan perizinan), pelaksanaan (ceramah, diskusi, tanya jawab, serta penggunaan poster dan banner), serta evaluasi (observasi, respons peserta, dan kuesioner pre-test dan post-test). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: pengetahuan jenis narkoba naik dari 35% menjadi 88%, pemahaman dampak kesehatan dan sosial dari 40% menjadi 92%, serta pengetahuan konsekuensi hukum dari 30% menjadi 85%. Pada aspek sikap, komitmen menjauhi narkoba meningkat dari 50% menjadi 90% dan kesediaan mengajak teman sebaya dari 45% menjadi 76%. Luaran kegiatan meliputi peningkatan pemahaman siswa, media kampanye berkelanjutan, pembentukan agen perubahan, publikasi artikel ilmiah minimal Sinta 5, serta naskah akademik. Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa strategi sederhana, partisipatif, dan kontekstual efektif dalam membentuk warga negara yang baik (good citizen) sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM MEMBENTUK KARAKTER GOTONG-ROYONG SISWA DI SMPN 2 LABUAPI Mulyadin Mulyadin; Mohamad mustari; Basariah, Basariah; Sawaludin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 4 (2024): Volume 09 No. 04 Desember 2024 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i4.19685

Abstract

The character of mutual cooperation is one of the items provided in the Pancasila Student Profile Strengthening Project Program (P5). This study aims to analyze the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in shaping the character of student mutual cooperation at SMPN 2 Labuapi and to find out the supporting and inhibiting factors for the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in shaping the character of student mutual cooperation at SMPN 2 Labuapi. This research uses a descriptive qualitative approach in its implementation by involving Civic Education Teachers, P5 Coordinators, Curriculum Officers, and Student Affairs. Data were obtained through interviews, observations, and documentation. The data obtained was then analyzed by the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusion after which its validity was tested through source triangulation techniques, triangulation techniques, and time triangulation. The results show that the implementation of P5 in shaping the character of mutual cooperation at SMPN 2 Labuapi is regulated by designing a P5 program with the theme of Voice of Democracy, Building My Soul, and Sustainable Lifestyle. In the democracy theme, several elements are applied to form the character of mutual cooperation, namely, creativity, criticism, collaboration, caring, shering. However, for this year only one theme is carried out, namely the Voice of Democracy. Its implementation is supported by the involvement of family, the surrounding environment, and cooperation between students. However, for this year only one theme is carried out, namely the Voice of Democracy. Its implementation is supported by the involvement of family, the surrounding environment, and cooperation between students. However, the effectiveness is not optimal due to the teacher's ability to compile modules, limited time, lack of student interest, and the lack of structured additional programs by teachers in the classroom.
Dampak Implementasi Problem Based Learning Berbantuan Liveworksheet terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Nuyalestaribaru; Edy Herianto; Sawaludin; Lalu Sumardi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan Liveworksheet terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experimental berbentuk one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri atas satu kelas yang dipilih melalui teknik acak sederhana, yaitu kelas VIII B dengan jumlah 31 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda yang telah diuji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda. Data dianalisis melalui uji prasyarat (uji normalitas Shapiro-Wilk dan homogenitas Levene's test), kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan pooled variance test. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi model PBL berbantuan Liveworksheet memberikan dampak positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa.
Makna Simbolik Tradisi Kalei Bunti Dalam Pernikahan Suku Mbojo (Studi di Desa Bolo Kabupaten Bima) Nurlitah, Popyn; Muh. Zubair; Bagdawansyah Alqadri; Sawaludin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.29295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi Kalei Bunti dalam pernikahan suku Mbojo serta makna simbolis pada tradisi Kalei Bunti. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi Kalei Bunti dalam pernikahan suku Mbojo studi di Desa Bolo Kabupaten Bima memiliki beberapa rangkaian kegiatan. 1) Kegiatan pada tahap persiapan yang meliputi: (a) Musyawarah persiapan pelaksanaan, (b) Persiapan alat dan bahan. 2) Pada kegiaatan inti yang meliputi: (a) Wura Bongi Monca, (b) Hadrah, (c) Kalei Bunti. 3) Tahap Penutup. Kemudian terdapat makna simbolis pada tradisi Kalei Bunti yang meliputi: 1) Makna simbol Visual yang meliputi: (a) Makna simbol pada pakaian adat, (b) Makna simbol pada tandu, (c) Makna simbol pada Bongi Monca. 2) Makna simbol peristiwa/kejadian yang meliputi: (a) Makna simbol perempuan yang di usung, (b) Makna simbol tradisi Kalei Bunti yang dilaksanakan sebelum Akad.
Efektivitas Pembelajaran Kooperatif Stad Berbasis Video Animasi Terhadap Kemandirian Belajar Siswa Salahuddin, Luluk Handayani; Herianto, Edy Herianto; Sawaludin
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) berbasis video animasi terhadap kemandirian belajar peserta didik dalam mata pelajaran PPKn. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental, khususnya nonequivalent control group design. Sampel terdiri atas dua kelas yang dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu kelas eksperimen (VIII E) dan kelas kontrol (VIII F), masing-masing berjumlah 29 siswa. Instrumen penelitian berupa angket kemandirian belajar yang telah divalidasi dan reliabel. Data dianalisis melalui uji prasyarat (uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji homogenitas Levene’s Test), diikuti dengan uji hipotesis menggunakan pooled variance t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, dengan rata-rata skor kemandirian belajar siswa di kelas eksperimen sebesar 120,52 dan kelas kontrol sebesar 100,48. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model pembelajaran STAD berbasis video animasi secara signifikan meningkatkan kemandirian belajar peserta didik.
Sosialisasi Sinergitas Mewujudkan Indonesia Maju Dan Bebas Praktik Korupsi Melalui Semangat Integritas Dan Toleransi Di Ma Bustanul Wa'izhin NW Janggawana Lombok Tengah Alqadri, Bagdawansyah; Muh. Zubair; Nuriadi; Sawaludin; Edy Kurniawansyah; Nurlatifa; Isma Nova Liana; Eriy Syefira Salsa Bella; Baiq Dhifa Isnawati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13664

Abstract

Korupsi merupakan salah satu hambatan utama dalam pembangunan nasional, sehingga penting untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada generasi muda. Menanamkan nilai-nilai integritas di kalangan pelajar untuk menciptakan generasi yang jujur, beretika, dan bertanggung jawab. Dalam masyarakat yang multikultural, toleransi diperlukan untuk menjaga persatuan dan stabilitas, yang mendukung pembangunan bangsa. Sosialisasi ini menjadi bagian dari usaha mewujudkan visi nasional dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa dan guru tentang bahaya korupsi dan pentingnya integritas; Menanamkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah konflik sosial; Menguatkan sinergitas antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah dalam memerangi praktik korupsi; Mendorong siswa menjadi agen perubahan yang mendukung terciptanya Indonesia maju dan bebas korupsi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode Ceramah interaktif: Pemaparan materi oleh narasumber tentang integritas, toleransi, dan dampak negatif korupsi. Luaran wajib dalam penelitian ini akan diterbitkan pada Journal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Universitas Mataram dan luran tambahan dalam pengabdian ini berupa pernyataan pemanfaatan hasil riset oleh mitra atau masyarakat.