p-Index From 2021 - 2026
10.333
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Agribisnis dan Ekonomi Pertanian Jurnal Manajemen dan Agribisnis Agrikultura Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Forum Agribisnis Journal of Indonesian Economy and Business Habitat Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) Tropical Animal Science Journal Jurnal Agribest Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT) Agro Bali: Agricultural Journal Agriecobis : Journal of Agricultural Socioeconomics and Business Journal of halal product and research (JHPR) Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Jurnal Agro Ekonomi Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan Business Review and Case Studies Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis IIJSE Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research International Journal of Oil Palm
Claim Missing Document
Check
Articles

Technical Efficiency of Milkfish Pond Farming Using Traditional and Semi-Intensive Technology in West Jawa Mahfudlotul Ula; Suprehatin
Grouper Vol. 17 No. 1 (2026): Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v17i1.402

Abstract

Efforts to increase milkfish production through efficient resource use are very important to study to provide alternatives for farmers in managing a milkfish pond business. It aims to increase production by using existing inputs so as to reduce farming costs and increase farmers' income. Specifically, the objectives of this study are (1) to describe the performance of the milkfish pond cultivation in both traditional and semi-technical production technologies, (2) to analyze the technical efficiency of the milkfish pond cultivation on both production technologies, and (3) identify the factors which affects the technical efficiency of the milkfish pond cultivation. This study used 2013 Agricultural Census data with a total of 1015 respondents of milkfish farmers in West Java Province. Data analysis was performed using descriptive and quantitative analysis. Descriptive statistical analysis was used to describe the characteristics of the respondents' activity, the socio-economic conditions of farmers, the use of production inputs from the milkfish pond cultivation. Quantitative analysis is used to analyze technical efficiency using the Data Envelopment Analysis (DEA) approach and to identify socio-economic factors that affect technical efficiency using the Tobit regression. The results showed that the milkfish pond cultivation in West Java Province in general is still cultivated traditionally (56 percent). The results also showed that the technical efficiency value of milkfish farmers with efficient traditional technology was 38 percent of the total farmers who cultivated traditionally with an average technical efficiency value of 0.7, while the milkfish farmers using semi-intensive technology were 22 percent of the 449 farmers. which uses semi-intensive technology with an average technical efficiency value of 0.6. The observed inefficiency may be attributable to suboptimal input allocation, although further analysis is required to establish a causal relationship.
Analisis Keberlanjutan Usahatani Perkebunan Kelapa Rakyat Kabupaten Indragiri Hilir Yogy Rasihen; Andriyono Kilat Adhi; Suprehatin Suprehatin
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2021.9.2.177-187

Abstract

Perkebunan kelapa merupakan salah satu komoditas strategis dalam perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi keberlanjutan terkini usahatani perkebunan kelapa rakyat Kabupaten Indragiri Hilir, dan bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan perkebunan kelapa rakyat melalui metode Multidimensioanl Scalling (MDS). Analisis MDS multidimensi sebagai aspek yang dikaji pada penelitian ini yaitu dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari 45 responden di tiap-tiap kecamatan, yang dilakukan pada empat wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, yaitu Kecamatan Enok, Keritang, Mandah, dan Kecamatan Pulau Burung. Data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan responden petani dan beberapa ahli yang konsentrasi pada perkelapaan yang dipilih secara purposive, data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian dan Perkebunan, dan literalur lain yang mendukung penelitian ini. Hasil teknik ordinasi Rap-Coconut pada metode MDS menunjukkan nilai indeks keberlanjutan perkebunan kelapa rakyat Kabupaten Indragiri Hilir berkisar antara 25,01-50,00 termasuk kedalam ketegori kurang berkelanjutan. Pada analisis indeks keberlanjutan untuk ke-tiga dimensi masing-masing adalah 48,01 (ekonomi), 33,76 (ekologi), dan 28,06 (sosial budaya) termasuk kedalam kategori kurang berkelanjutan dari total nilai 100,00 untuk nilai baik (sangat berkelanjutan). Keberlanjutan usahatani perkebunan kelapa rakyat pada masing-masing dimensi memiliki indeks keberlanjutan yang berbeda-beda sehingga diperlukan adanya kebijakan yang berbeda untuk mengevaluasi keberlanjutan usahatani perkebunan kelapa rakyat Kabupaten Indragiri Hilir agar meningkatkan status keberlanjutan perkebunan kelapa rakyat.
Keputusan Pembelian dan Kepuasan Konsumen Jeruk Lokal Rimau Gerga Lebong Rani Revina Putri; Rita Nurmalina; Suprehatin Suprehatin
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.330-344

Abstract

Jeruk rimau gerga lebong (selanjutnya disebut jeruk gerga) merupakan varietas jeruk lokal khas Provinsi Bengkulu yang saat ini dikembangkan sebagai komoditias unggulan nasional. Dalam mengembangkan jeruk lokal tersebut, penting untuk memahami perilaku konsumen jeruk tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis proses keputusan pembelian dan kepuasan konsumen terhadap jeruk gerga. Penelitian ini menggunakan data primer dari survei daring terhadap 200 responden di provinsi Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Jambi pada bulan April sampai Mei 2022. Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif, customer satisfication index (CSI), dan importance performance analysis (IPA). Pada analisis CSI dan IPA, penelitian ini menggunakan delapan atribut jeruk yaitu rasa, kandungan air, kesegaran, warna, ukuran, harga, promosi, dan ketersediaan produk. Hasil penelitian berkaitan proses pengambilan keputusan pembelian menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen membeli jeruk gerga dengan alasan manfaat dari kandungan vitamin C jeruk gerga, mendapatkan informasi dari pengalaman pembelian sebelumnya, mempertimbangkan atribut rasa dalam evaluasi sebelum pembelian, memutuskan membeli jeruk gerga karena faktor situasional, dan menyatakan puas dan bersedia melakukan pembelian ulang pasca pembelian. Berdasarkan analisis CSI, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan konsumen terhadap pembelian dan konsumsi jeruk gerga termasuk kategori puas. Berdasarkan analisis IPA, hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut jeruk rimau gerga lebong yang perlu diperbaiki adalah ketersediaan buah. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi para pemulia atau penangkar buah dalam mengembangkan varietas jeruk gerga sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen dan bagi pemasar menyusun strategi pemasaran jeruk gerga dengan lebih tepat.
Sikap dan Preferensi Konsumen Terhadap Kopi Arabika Gayo Nurul A'la; Rita Nurmalina; Suprehatin Suprehatin
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.1.120-130

Abstract

The research aims to identify purchasing decisions, as well as to analyze consumer attitudes and preferences towards Gayo Arabica Coffee. This research uses primary data from an online survey using google forms involving 223 respondents who participated. Data were analyzed using descriptive analysis, fishbein multi-attribute analysis, and conjoint analysis. The research results show that the consumer decision making process goes through five decision stages. The comparison between three variants of arabica coffee, namely Gayo Arabica Coffee, Sidikalang Coffee, and Mandheling (lintong) Coffee show that consumer attitudes towards Gayo Arabica Coffee are more positive by 170.16 points. Gayo Arabica Coffee has advantages in the attributes of taste, aroma, product availability, aftertaste, and product information. This is supported by the results of consumer preferences on the level of attribute importance; the taste attribute has the highest level of attribute importance in Gayo Arabica Coffee products at 30.79 percent. Consumers also prefer Gayo Arabica Coffee, which has a sweet taste, a lingering aftertaste, strong aroma, light viscosity and a price of Rp 35,000/250g. Therefore, producers need to make improvements to product attributes that do not meet consumer expectations, as well as improve and maintain product attributes that meet consumer expectations.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Willingness to Pay Konsumen Beras Organik di Sumatera Barat Nurul Nafisah; Netti Tinaprilla; Suprehatin Suprehatin
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.296-305

Abstract

Saat permintaan domestik terhadap produk organik meningkat, harga menjadi kendala utama dalam pembelian produk organik. Oleh karena itu, sebagian besar konsumen masih tidak membeli produk organik sementara beberapa konsumen membelinya secara rutin. Penelitian ini bertujuan guna melakukan analisis terkait kesediaan membayar (WTP) konsumen beras organik di Sumatera Barat serta berbagai faktor yang memengaruhi. Penelitian ini menggunakan data primer hasil survei terhadap 100 konsumen beras organik pasar modern di Sumatera Barat. Kriteria responden yaitu konsumen produk beras oganik, orang dewasa, memiliki pendapatan dan bertanggung jawab atas belanja pangan baik bagi diri sendiri ataupun keluarga. Data dianalisis menggunakan metode contingent valuation dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WTP konsumen beras organik merah dan putih berbeda dibandingkan dengan harga beras organik di Sumatera Barat saat ini. Kesediaan konsumen membayar beras merah organik lebih tinggi sebesar 2%, sedangkan untuk beras putih organik lebih rendah 0,01% daripada harga penawaran. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa determinan signifikan WTP konsumen beras organik adalah pendapatan, organik harga beras dan gaya hidup sehat. Determinan usia, jenis kelamin, pendidikan, isu kesehatan, kualitas, kemasan, dan akses produk tidak signifikan memengaruhi willingness to pay beras organik di Sumatera Barat Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk merumuskan strategi penetapan harga beras organik di pasar lokal.
Pola dan Persepsi Petani Kopi terhadap Kemitraan di Kabupaten Dairi Stepani A. K. Roma Intan Nainggolan; Suprehatin Suprehatin; Yanti Nuraeni Muflikh
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.398-412

Abstract

Kabupaten Dairi merupakan salah satu penghasil utama kopi di Sumatera Utara. Sebagian besar petani kopi di Kabupaten Dairi menjalin kemitraan dengan perusahaan PT. Wahana Graha Makmur (WGM). Namun, pelaksanaan kemitraan belum berjalan dengan baik. Perusahaan belum pernah menerima hasil panen dari petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pola kemitraan yang telah terjalin dan bagaimana persepsi petani mitra terhadap kemitraan di Kabupaten Dairi. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni – Desember 2023 di Kecamatan Sumbul, Parbuluan dan Sitinjo. Responden dalam penelitian ini sebanyak 90 orang mitra koperasi Cimata Makmur dan 70 orang mitra Gereja Katolik MPOK. Pola kemitraan dianalisis dengan analisis deskriptif dan persepsi petani dengan skala likert. Terdapat tujuh indikator yang digunakan dalam analisis persepsi yaitu keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, komunikasi, kerjasama, kepercayaan dan komitmen. Uji Mann Whitney juga dilakukan untuk melihat perbedaan persepsi petani mitra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis pola kemitraan yang terjadi antara petani kopi dengan PT. WGM. Pola kemitraan petani mitra koperasi Cimata Makmur adalah pola kemitraan adalah pola kemitraan multipartite dan pola kemitraan petani mitra gereja adalah pola kemitraan inti plasma. Penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi antara petani mitra koperasi dengan mitra gereja. Temuan ini memberikan informasi yang berguna bagi perusahaan sebagai bahan perbaikan kemitraan. Persepsi petani dapat ditingkatkan dengan manajemen komunikasi yang baik untuk mengurangi kekurangan informasi di antara petani mitra.
MODEL BISNIS KANVAS TIGA LAPIS SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SAYUR ORGANIK Khais Walaela; Suprehatin Suprehatin; Andriyono Kilat Adhi
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.1.30-48

Abstract

Saat ini, konsumen menjadi lebih sadar dan peduli terhadap isu-isu sosial dan lingkungan dalam keputusan pembelian mereka seperti bagaimana produk tersebut diproduksi dan bahan apa yang digunakan. Sebagai konsekuensinya, bisnis perlu mengambil keputusan yang selaras dengan nilai-nilai dan berkontribusi terhadap keberlanjutan. Namun, hal itu membutuhkan model dan strategi bisnis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis berkelanjutan sayur organik. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada Kelompok Tani Citra Muda yang berbeda di Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci ketua kelompok tani dan karyawan. Data dianalisis menggunakan Triple-Layered Business Model Canvas (TLBMC). Hasilnya menunjukkan bahwa model bisnis pertanian organik saat ini bervariasi dari segi dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan. Hasil TLBMC menunjukkan bahwa faktor kunci keberlanjutan usaha pertanian organik adalah produksi, sumber daya manusia, nilai produk, hubungan baik dengan pemangku kepentingan, dan media. Memahami praktik bisnis yang berorientasi keberlanjutan seperti pertanian organik, saat ini memberikan wawasan untuk mengembangkan model bisnis berkelanjutan dengan mempertimbangkan dimensi ekonomi, lingkungan dan sosial.
NIAT PEMBELIAN KONSUMEN TERHADAP BUAH-BUAHAN SUBOPTIMAL DI SUPERMARKET KOTA BOGOR Sarah Febrianti Sirait; Suprehatin; Joko Purwono
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.2.452-463

Abstract

Consumer preference for quality fruit products, including perfect physical appearance attributes, has led supermarkets to set and sell fruit with certain quality standards, such as size, color, and ripeness. Currently, some supermarkets sell fruit with physical imperfections, known as suboptimal fruit, along with increasing attention to food waste, especially that resulting from the disposal of less-than-perfect products. This study aims to analyze the factors that influence consumer’s purchase intention on suboptimal fruit in supermarkets. This study uses primary data from 200 respondents who live close to six supermarkets in Bogor City that sell suboptimal fruit. Respondents were selected using voluntary sampling method. This study used the extended Theory of Planned Behavior (TPB) approach and the data were analyzed using structural equation modeling partial least square. The results showed that both TPB variables, namely attitudes, subjective norms and behavioral control and variables added to the model, namely environmental concerns, price discount promotions, and non-price promotions, had a significant effect on the purchase intention of suboptimal fruit in supermarkets. This research provides insight for supermarkets to increase purchase intention of suboptimal fruit through marketing strategies that focus on information, ease of access, product management and display arrangement, and consumer education.
Pemetaan Tren dan Arah Riset Rantai Nilai Kopi: Bibliometric And Content Analysis Suprehatin Suprehatin
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.1.144-156

Abstract

As one of the Indonesia's strategic commodities and a key commodity for global trade, coffee continues to be an interesting and growing topic for research. This study aims to identify the development of literature and scientific mapping in coffee value chain studies and its implications for future coffee value chain research in Indonesia. This study uses secondary data in the form of journal articles related to the agrifood value chain in coffee commodities as many as 264 documents obtained from the Scopus database per March 2025. The data were analyzed using bibliometric and content analysis. The results showed that coffee value chain research topics were divided into five clusters: (1) global value chain and certification, (2) coffee farmers and value addition, (3) social and gender issues in coffee farming, (4) arabica coffee and environmental sustainability, and (5) fair trade and circular economy in coffee. The results also show that the current trend of coffee value chain research is developing towards a more holistic coffee value chain development that includes economic, social, and environmental dimensions and is multidisciplinary. The results provide insights into research gaps in the Indonesian context and offer new research opportunities and areas for future coffee value chain.
Pengaruh Kesadaran Kesehatan dan Kepedulian Lingkungan Terhadap Niat Pembelian Telur Ayam Organik Ismawati Ismawati; Harmini Harmini; Suprehatin Suprehatin
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.2.350-366

Abstract

The current patterns of unsustainable food production and consumption, including conventional agricultural practices, pose significant risks to both human health and environmental sustainability. As a more sustainable alternative, organic eggs are perceived as healthier, safer, of higher quality, and more environmentally responsible. In Indonesia, organic eggs are among the most favored sources of organic protein, reflecting a growing consumer interest. This highlights the importance of understanding the underlying factors that influence consumer decisions to purchase organic eggs. Such insights are essential for producers to develop more effective marketing and communication strategies. Furthermore, purchase intention has been identified as a key predictor of actual consumer behavior. This study aimed to examine the impact of health awareness and environmental concern on the intention to purchase organic eggs, using data from 250 respondents in Bogor City obtained through purposive sampling. Data collection was conducted both online and offline, and analyzed using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings revealed that health awareness and environmental concern influence purchase intention indirectly through attitudes toward the behavior and perceived behavioral control. Strengthening positive attitudes and perceptions of ease regarding organic eggs is therefore crucial to increasing purchase intention.
Co-Authors ., Harianto A. Faroby Falatehan Aldo Randy Barus Alghif Aruni Nur Rukman Alif Hasna Astrima Aliyah, Nuris Shokhifatul Amalia Ulpah, Amalia Amzul Rifin Andriyono Kilat Adhi Andriyono Kilat Adhi Arif Imam Suroso Asfiatika Hayuning Anggita Astuti, Dwi Aprillia Linda Aswar Baiq Wardani Hidayati Burhanuddin Cahyaningsih Cahyaningsih Catur Setiawan Darjanto, A. Desi Elvera Dewi Desyandri Desyandri Dwi Aprillia Linda Astuti Dwi Rachmina Dwi Rachmina Edwin Mahatir Muhammad Ramadhan Fany Ayu Lestari Fariyanti, Anna Frissilia Nabila Divayana Hakim, Rizqi Imaduddin Hanief Al Naufal Hanifah, Asri Fani Harahap, Syahfitri Harianto Harianto Harmini Harmini Harmini, Harmini Hasriati Hasriati Hasriati Hasriati, Hasriati Herawati Herawati Herawati Herawati Hermanto Siregar Herry Nugraha Hifziah, Hilyatul Ichsan, Khoirul Idqan Fahmi Ilham Dzikri Fajrianto Indah Sayugyaningsih Indrajit Wicaksana Indrajit Wicaksana Ismawati Ismawati Ismawati Ismawati Jessica Eltira Simanjuntak Joko Purwono Joyo Winoto Joyo Winoto Joyo Winoto Joyo Winoto, Joyo Kartika, Emeralda Tria Khais Walaela Khais Walaela Kharida Aulia Bahri Kusumaningrum, R. Lalu Hendri Setiawan Lingga Saptarini Lukman M. Baga Maharani, Mutiara Ria Despita Mahda Aryo Firdaus Mahfudlotul Ula Marlina Ayuni Khosyati Maryanti Sitohang Medita Ivanni Meidina Arimbi Rushartami Mesiyani Mesiyani Mokhamad Arwani Muhammad Rasyid Shidiq Mustofa Mustofa Naufal Nur Mahdi Naufal Nur Mahdi Netti Tinaprilla Nia Jessica Lona Nia Kurniawati Hidayat, Nia Kurniawati Noer Azam Achsani Nunung Kusnadi Nuris Shokhifatul Aliyah Nurmalina, R. Nurul A'la Nurul Maulina Nurul Nafisah Nurul Nazira Putri, Aisya Nadya Putri, Rani Revina Putri, Tursina Andita Rahadiarta, I Komang Pradnyananda S. Rahma, Lailatul Ramadhan, Edwin Mahatir Muhammad Rasihen, Yogy Rendra Wasita Riany, Matelda Septia Ribka Marsauli Simanjuntak Rida Akzar Rita Nurmalina Rita Nurmalina Rizano, Desvand Theola Da Rizha Nur Irawan Rizqi Imaduddin Hakim Rofikah Fitriana Rushartami, Meidina Arimbi S. Mulatsih, S. Safira Retna Hanivia Samarra, Ghaida Zahra Saragi, Novia Suryani Sarah Febrianti Sirait Savelia Salsa Bila Senia Aprilia Putri Hasibuan Sholihah, Nadya Ash Siti Jahroh Siti Shara Sitio, Rike Stepani A. K. Roma Intan Nainggolan Sudirman, Hendra Syafiq Alfikri Syafira Aulia Rangganis Tanti Novianti Tessa Magrianti Triana, Masrifah Tsurayya Syifa’Azmira Utami, Anisa Dwi Vanesha Miranda Vieri Revaly Prasasta Sudewo Wayan Ardi Adnyana Yanamisra, Alfira Yanti Nuraeni Muflikh Yanuar, Rahmat Yudha Heryawan Asnawi Yusman Syaukat