Claim Missing Document
Check
Articles

Pengelolaan Sampah Berbasis Masayarakat: Layakkah Secara Finansial? (Studi Kasus: Bank Sampah Rangga Mekar) Nurul Iqamah Elza; Meti Ekayani; Ahyar Ismail
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.11

Abstract

Bank sampah merupakan salah satu skema pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang banyak terdapat di Kota Bogor. Keberadaan bank sampah dapat mereduksi sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan menyediakan insentif ekonomi bagi masyarakat yang menabung dan memilah sampah. Pada pelaksanaannya, sebagian besar bank sampah di Kota Bogor tidak dapat berkelanjutan. Kondisi tersebut diduga karena pengelolaan bank sampah masih bergantung pada subsidi dan dikelola secara sukarela oleh masyarakat sehingga tidak mampu menutupi biaya operasional ketika tidak ada subsidi dan masyarakat yang mau berpartisipasi secara sukarela. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan bank sampah apabila dikelola secara mandiri tanpa subsidi dan tenaga kerjanya tidak sukarela. Bank Sampah Rangga Mekar dijadikan studi kasus karena merupakan salah satu bank sampah percontohan di Kota Bogor. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis pendapatan, analisis R/C ratio dan analisis Break Event Point (BEP). Hasil analisis kelayakan menunjukkan agar dapat berkelanjutan, bank sampah harus mengelola minimal sampah anorganik sebanyak 59.055,82 kg/tahun dan minimal jumlah nasabah yaitu sebanyak 383 KK.
Potensi Timbulan Sampah dan Kesediaan Membayar Rumah Tangga Terhadap Pengelolaan Sampah TPS 3R di Desa Babakan Kabupaten Bogor Egi Mariah Nurpagi; Meti Ekayani; Ahyar Ismail
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.4.599-608

Abstract

Babakan merupakan salah satu desa lingkar kampus yang berpotensi menimbulkan sampah rumah tangga, dimana setiap tahunnya mahasiswa dan pendatang bermukim di Desa Babakan. Pengelolaan sampah yang ada saat ini masih dengan sistem kumpul-angkut-buang sehingga mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan pemukiman tersebut. TPS 3R merupakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan penerapan Reduce, Reuse, dan Recycle menuju zero waste, yang dapat diimplementasikan di Desa Babakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi implementasi TPS 3R pada rumah tangga di Desa Babakan. Metode analisis yang digunakan yaitu, analisis deskriptif kuantitatif yang mengacu pada pedoman SNI 19-3964-1994, analisis deskriptif kualitatif, dan Contingent Valuation Method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total timbulan sampah rumah tangga, tingkat partisipasi dan kesediaan membayar rumah tangga terhadap rencana TPS 3R memungkinkan untuk implementasi TPS 3R tersebut. Biaya operasional TPS 3R dapat dipenuhi walaupun berpotensi adanya free rider.
FEASIBILITY ANALYSIS OF SUSTAINABLE CASSAVA FOOD ESTATE IN GUNUNGMAS REGENCY CENTRAL BORNEO PROVINCE Angga Nalindo Utama; Meti Ekayani; Tatang Tiryana
Jurnal Ekonomi Vol. 12 No. 01 (2023): Jurnal Ekonomi, 2023 Periode Januari - Maret
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to find the availability of land conformity for the development of cassava's food estate in Gunungmas regency. Gunungmas regency is one of the location targets for the development of food estates in Indonesia . The combination of multi criteria based on hierarchical analytical process analysis and geographic information system (GIS) to produce the map of land used availability and sustainable cassava's food estate land. The Principles that used to determine of food estate suitability are the sustainability criteria of economy, social and environmental . The data used was spatial data relating, and interviews with experts regarding the weight and value to determine the extent of the interest in the hierarchy analytical process. Weighting is done on each criterion based on its level of importance on land suitability. The value of all by virtue of conformity each sub criteria . The highest value represents an area that has a high level of suitability. The weighting overlay method was used to produce a land suitability map for a sustainable cassava food estate. The results of the study show that the available land for the development of a food estate in Gunungmas Regency is 33,799.15 Ha. Sustainable cassava food estate land suitability class is 31,496.21 Ha, very suitable 496.74 Ha, class is not suitable 1,806.21 Ha.
Adaptation of breakfast serving mechanism during Covid-19, and management of food surplus in two-star hotel (Case study on Amaris Hotel, Bandung) Gilang Pratama Saragi; Meti Ekayani; Drajat Martianto
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2021.004.01.7

Abstract

Covid-19 conditions force hotels to change the mechanism of breakfast serving system, which was previously done in a buffet. This is because buffet breakfast is the time for hotel guests to gather with each other, but this is not in accordance with the Covid-19 health protocol. Besides, the buffet method also caused food surplus because the hotel had to prepare more food than the number of guests. The food surplus has the potential to become food waste if not utilised. The purpose of this research was to provide an overview of the amount of food loss from the producer side, both in terms of resources and the economy from buffet breakfast activities at hotel, and provide options for breakfast serving at hotels during the Covid-19 pandemic. This research was conducted at a two-star hotel in Bandung using survey, observation, and interview methods. The results of this research indicated that the breakfast serving method during a pandemic could be done by room service mechanism. The potential for food waste from food surplus comes mostly from the main course menu, especially carbohydrate (rice) group with 48%. If food surplus is not managed, it could become a large loss potential in both resources and economic. What is significant from this research is that this research was carried out from the producer's side, by managing the food surplus from the serving container and not from the hotel guest plate. Thus, the research results can be used as a reference for environmentally friendly hotel management.
Pembentukan Wirausaha Hijau dalam Rangka Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa (Kasus Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor) Adinda Rizki Putri Sulistiyanto; Dandi Taufiqurahman; Samudra Hamonangan; Tabina Aurelia Ardiva; Yuli Yulianti; Meti Ekayani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.6357

Abstract

Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu indikator utama kesejahteraan suatu negara. Wirausaha telah menjadi salah satu pilar kunci dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada tahun 2020 kontribusi UMKM pada produk domestik bruto (PDB) menargetkan sebesar 61%, artinya sebagian besar kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) diperoleh dari UMKM. Green economy adalah suatu model pendekatan pembangunan ekonomi yang tidak lagi mengandalkan pembangunan ekonomi berbasis eksploitasi sumber daya alam dan lingkungan yang berlebihan. Salah satu cara dalam menjalankan green economy adalah dengan cara menciptakan wirausaha hijau. Oleh karena itu, diperlukan adanya pembentukan wirausaha hijau dari tingkat desa untuk mendukung kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.Dengan adanya program yang berbasiskan pada pembentukan Wirausaha Hijau, dapat disimpulkan bahwa adanya kenaikan pada tingkat perekonomian masyarakat. Program-program pengembangan wirausaha hijau juga harus terus dikembangkan dalam rangka menciptakan desa yang mandiri ekonomi serta sistem ekonomi yang berkelanjutan.
The Conversion of Communal Land Ownership for Economic Activity: A Study on the Resilience of Customary Law Community in Response to State Policy Bimbi Irawan; Endriatmo Soetarto; Meti Ekayani; Alinda F.M. Zain
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 25, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jantro.v25.n2.p201-211.2023

Abstract

Communal land, the dominant form of land ownership in West Sumatra Province, is a legal place customarily to carry out economic activities with the principle of mutual benefit, and no transfer of communal land ownership is permitted. However, current state policies in economic activity tend to change the form of communal land ownership. The legality constructed by the state has made the transfer of ownership of communal land when used for economic activity, which disrupts the system of ownership and tenure of communal land. These conditions led to the emergence of community resilience in maintaining ownership and tenure of communal land. The method used in this research is a case study in two villages/ nagari, where data collection was carried out through in-depth interviews with several elements in the nagari. Community resilience is carried out by converting communal land ownership from nagari communal land to clan or subclan communal land and vice versa. The conversion of ownership type is a form of the resilience of the community against state policies that threaten communal land ownership and tenure while at the same time maintaining a balance of social and economic benefits from the use of communal land for economic activity.
EVALUASI INDEKS KINERJA PENGELOLAAN SAMPAH (IKPS) DAN STRATEGI EFEKTIF PENGELOLAAN SAMPAH KOTA DEPOK Ekayani, Meti; Abidin, Zaenal; Utomo, Emod Tri
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 11 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v11i2.57133

Abstract

Pengelolaan sampah kota di Indonesia, khususnya di Kota Depok, menghadapi tantangan besar akibat pertumbuhan populasi dan ekonomi yang pesat. Sistem pengelolaan sampah yang tidak efektif menyebabkan berbagai masalah lingkungan, kesehatan, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tata kelola persampahan di Kota Depok serta menyusun rekomendasi kebijakan yang mendukung pengelolaan persampahan yang berkelanjutan. Analisis dilakukan menggunakan Indeks Kinerja Pengelolaan Sampah (IKPS) yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK. Metode penelitian mencakup pengumpulan data dari berbagai sumber, seperti studi literatur, data lapangan dari wawancara dan survei, serta referensi pustaka dan jurnal. Data dikumpulkan dari September hingga Desember 2023 dengan melibatkan instansi terkait seperti Bappeda Kota Depok, DLHK Kota Depok, dan pengelola infrastruktur persampahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Depok masih memerlukan peningkatan dalam aspek kebijakan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, anggaran, serta partisipasi masyarakat. Beberapa rekomendasi kebijakan diajukan untuk mengatasi tantangan ini, termasuk evaluasi dan revisi peraturan daerah untuk memperkuat implementasi konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemeliharaan rutin sarana prasarana, pendirian lebih banyak bank sampah dan TPS 3R, peningkatan alokasi anggaran pengelolaan sampah dalam APBD, dan kampanye pengelolaan sampah yang lebih intensif dengan partisipasi aktif masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Kota Depok dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.
Tourist-Based Waste Management with Deposit Refund Implementation in Manggar Beach Area, Balikpapan Indonesia Shella, All Free; Ekayani, Meti; Sapanli, Kastana
Journal La Lifesci Vol. 5 No. 3 (2024): Journal La Lifesci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallalifesci.v5i3.1395

Abstract

The management of the Manggar Beach tourist area cannot be separated from obstacles related to the problem of waste generation. The problem of waste generation also results in the loss of aesthetic value and beauty of the beach, which decrease tourist interest in the tourism area. Therefore, efforts are needed to maintain the sustainability of the tourist environment by building tourist participation related to tourism waste management by applying the concept of the polluter pays principle so that tourist area more responsible for the waste they produce. Travel-based waste management can be done with a refund deposit mechanism. This study aims to (1) identify waste generation and the composition of the types of waste produced by tourists in the Manggar Beach tourist area; (2) analyze tourist perceptions regarding tourist-based waste management in the Manggar Beach tourist area; (3) measure the value of tourists' willingness to pay (WTP) on the amount of deposit refund in waste management in the Manggar beach tourist area. The result showed that plastic is the largest waste generation by tourist and 93% of tourists are willing to implement DRS for their waste. Thus, deposit refunds based on tourist’ WTP can cover operational costs for waste management in the Manggar Beach Area, so that DRS can be implemented in the Manggar Beach Area.
Commnunity Perception of Katikuwai Village and Praing Kareha Village Toward Ecotourism Development in Matalawa National Park, NTT Mangngi Tiga, Melvi Reimon; Putri, Eka Intan Kumala; Ekayani, Meti
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 7 No. 1 (2019): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.041 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v7i1.22866

Abstract

The Laiwangi Wanggameti area is one of the areas in Matalawa National Park in East Sumba Regency, East Nusa Tenggara Province which has the potential of natural resources that are feasible to be developed as an ecotourism area. The development of Matalawa National Park as an ecotourism area is an alternative to minimize the degradation of the area in the future. The purpose of this study was to analyze the level of rural community dependence on the Laiwangi Wanggameti forest area, analyze the perception of rural communities on ecotourism development and analyze the type of work that the community wants in the natural tourism business. The entire data was obtained through surveys and questionnaires. Qualitative descriptive analysis was used to analyze the overall research objectives. The results showed that the level of dependence of the village community on the Laiwangi Wanggameti forest area was at a high level. The community also has a positive perception of ecotourism development where the community strongly agrees with the development of ecotourism. Meanwhile there are six types of work that people want in business in the field of natural tourism, namely as guides, souvenir service providers, food and drink providers, tourism cooperative managers, parking services and as security guards.
Analisis Diskursus Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia Nadhifah, Putri Addini Arsya; Syaufina, Lailan; Ekayani, Meti; Erbaugh, James Thomas
Journal of Tropical Silviculture Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Silvikutur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.15.02.177-184

Abstract

Sektor pertanian, kehutanan dan penggunaan lahan (AFOLU) merupakan sektor terbesar penyumbang emisi gas rumah kaca di Indonesia. Dalam sector ini, kebakaran hutan dan lahan gambut memberikan dampak yang besar. Optimalisasi pengendalian kebakaran perlu melibatkan berbagai pihak dan harusnya menjadi solusi terhadap penyebab kebakaran. Media ilmiah nasional mampu memberikan wawasan mengenai aktor-aktor penting, potensi penyebab, dan implementasi pengendalian kebakaran hutan di tingkat nasional dan lokal. Penelitian ini menggunakan analisis diskursus yang bertujuan menganalisis peran media ilmiah dalam memberikan informasi mengenai fenomena kebakaran hutan dan segala bentuk aktivitas pengendalian kebakaran. Hasil analisis menunjukan adanya gap atau ketidaksejalanan antara tren artikel ilmiah dengan data tren kebakaran. Selain itu, ditemukan bias antara penyebab dan upaya pengendalian kebakaran hutan. Diskursus jurnal nasional menunjukan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia lebih berorientasi pada aspek ekologis dan belum memperhatikan aspek ekonomi, padahal faktor ekonomi dinyatakan paling banyak sebagai faktor penyebab kebakaran. Kata kunci: diskursus, kebakaran hutan, pengendalian, media ilmiah
Co-Authors . Nuva . Osmaleli ., Suharno Aceng Hidayat Adinda Rizki Putri Sulistiyanto Ahyar Ismail Akhmad Fauzi Alinda F. M. Zain Amperanoto, Agus Andita Putri, Tursina Angela Ruban Angga Nalindo Utama Anindika Putri Lakspriyanti Annisa, Ikhda Arief Sabdo Yuwono Arzyana Sunkar Asti Istiqomah Aulia Andi Mustika Bahroin Idris Bahroin Idris T Bambang Hero Saharjo Bimbi Irawan Bimbi Irawan, Bimbi Budi Purwanto Cepi Al Hakim Cut Febie Idilia Danang Pramudita Danang Pramudita, Danang Dandi Taufiqurahman Deffi Ayu Puspito Sari Desi Wulansari Dewi Raswatie, Fitria Diandra, Muh. Syabril Dindin Syawaludin Pratama Dodik Ridho Nurrochmat Drajat Martianto Egi Mariah Nurpagi Eka Intan Kumala Putri Endriatmo Soetarto Eva Anggraini Fauzah Febrita, Joana Fernando Sinaga Fibrianis Puspita Anhar Fifi Diana Thamrin Fifi Gus Dwiyanti Fredian Nugroho, Irzan Gilang Pratama Saragi Hadi Susilo Arifin Handian Purwawangsa Hardjanto , Arini Hardjanto, Arini Hudaya, Aang I Nengah Surati Jaya IBNUL QAYIM Iding Supriatna Idrus, Sukarmin IPB, BPKB Iswari, Nurul James Thomas Erbaugh James Thomas Erbaugh Jibria Ratna Yasir, Jibria Ratna Julie Ekasari Kartika, Rizka Yuni Kautsyar, Muhammad Irsyad Kesumariani, Pipin Kiki Puspita Amalia Kiki Yulia La Ode M. Maaruf Lailan Syaufina Lidya Rahma Shaffitri Lidya Rahma Shaffitri Mangngi Tiga, Melvi Reimon Marisa Ramadanti Mausul Melvi Reimon Mangngi Tiga Mutaqin, Faizal Nadhifah, Putri Addini Arsya Naka Yuliansyah Nanda, Cut Sarah Aulia Ni Putu Manacika Manupada Norita Vibriyanto Nurita Nurita Nurjanah Nurjanah Nurul Iqamah Elza Nuva Nuva Nyoto Santoso Park, Mi Sun Puspita Octaria Putra, Heriansyah Rahmani, Tabah Arif Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rai Sita Ramadhita, Airana Nafira Rany Utami Rany Utami Relita Novianti Rifnadhi, Bayu Rina Mardiana Rita Rahmawati Rizaldi Boer Rizqiyyah Yasmin Rizqiyyah Yasmin K Rossita, Annuri Rukmana, Adi Samudra Hamonangan sapanli, kastana Saputro, Widhi Depi Sari, Windi Mayang SATRIYAS ILYAS Setiawan, Ardi Shella, All Free Siti Hasanah Siti Hasanah Sri Mulatsih Suharti, Sri Tabina Aurelia Ardiva Tampubolon, Bahroin Idris Tatang Tiryana Tommi Febrian Tri Utomo, Emod Tridoyo Kusumastanto Utami, Annisa Dwi Utomo, Emod Tri Wiguna, Anjar Hilman Yati, Paskalia Yayat Hidayat Yuli Yulianti Yuliansyah, Naka Yusman Syaukat Yusman Syaukat Yusman Syaukat Zaenal Abidin Zain, Alinda F.M.