Claim Missing Document
Check
Articles

Hilirisasi Inovasi Perguruan Tinggi dalam Mendukung Keberlanjutan Desa Rendah Karbon dan Ketahanan Pangan Desa Ekayani, Meti; Deffi Ayu Puspito Sari; Hardjanto, Arini; Andita Putri, Tursina
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v7i2.2617

Abstract

Desa Cibanteng menghadapi tantangan besar terkait pengelolaan sampah makanan. Setiap rumah tangga di setiap RW menghasilkan sekitar 965,65 kg sampah makanan per tahun, yang jika diakumulasi mencapai 319 ton per RW per tahun. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini berpotensi menghasilkan gas metana yang merupakan salah satu gas rumah kaca. Untuk mengatasi masalah ini, salah satu solusi yang diusulkan adalah pemanfaatan Black Soldier Fly Larva (BSFL), yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-12 tentang produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab. Selain itu, pemanfaatan lahan kosong melalui urban farming juga menjadi alternatif untuk memperkuat ketahanan pangan. Program pengabdian masyarakat ini melibatkan dua kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Kebon Kopi Mandiri yang fokus pada budidaya BSFL dan Kelompok Tani Pabuaran Hijau yang fokus pada pertanian organik. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap: sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Pelatihan meliputi manajemen usaha, urban farming, pertanian organik, serta budidaya BSFL. Untuk menunjang keberhasilan program, telah dibangun irigasi pertanian dengan teknologi sprinkler dan rumah BSFL guna meningkatkan produksi. Keberlanjutan program diupayakan melalui kemitraan antara universitas, pemerintah desa, dan Badan Usaha Milik Desa, guna memperkuat ekosistem pertanian lokal yang berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah makanan dan ketahanan pangan di Desa Cibanteng.
Skema Pembayaran Jasa Lingkungan Wisata Situ Cikaret Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor Yuliansyah, Naka; Ekayani, Meti
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 10 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i10.2817

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk dan pembangunan ekonomi memberikan tekanan terhadap kualitas lingkungan Situ Cikaret. Klasitifkasi tutupan lahan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir mengindikasi penyusutan luas kawasan Situ Cikaret sebesar 22,01%. Kondisi ini diperparah dengan aktivitas wisata di kawasan Situ Cikaret yang berpotensi terhadap kerusakan lingkungan. Skema pembayaran jasa lingkungan penting dikaji dalam pengelolaan berkelanjutan Situ Cikaret. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan komponen jasa lingkungan Situ Cikaret, menduga nilai ekonomi wisata Situ Cikaret, dan menyusun skema pembayaran jasa lingkungan wisata Situ Cikaret dalam pengelolaan berkelanjutan. Metode penelitian survei dalam pengumpulan data dan informasi, serta memberikan gambaran secara deskriptif. Hasil penelitian bahwa pemetaan jasa lingkungan Situ Cikaret yang berpotensi untuk diinisiasi adalah jasa budaya sebagai kawasan wisata. Nilai surplus konsumen menunjukkan manfaat yang diperoleh wisatawan lebih besar dibanding harga aktual yang dibayarkan berupa biaya perjalanan. Nilai ekonomi wisata Situ Cikaret sebesar Rp. 4.147.465.438,- per tahun. Skema pembayaran jasa lingkungan wisata Situ Cikaret membutuhkan peran aktor intermediary dan enabler dalam pengelolaan berkelanjutan.
Potensi Supply dan Demand Wisata Edukasi Kelola Sampah Anorganik di Desa Cibanteng: Potential Educational Tourism Supply and Demand in Cibanteng Village for Managing Inorganic Waste Rahmawati; Rahmawati, Rahmawati; Ekayani, Meti; Pramudita, Danang
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 2 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v2i2.50840

Abstract

The waste issue persists in Indonesia, primarily characterized by household-generated plastic waste dominating the waste composition. Educational tourism plays a pivotal role in encouraging and educating the public on environmental conservation. Cibanteng Village in Bogor Regency exhibits potential for the development of educational tourism, fostering sustainable green practices within the village. This research aims to identify the components of tourism green classes, analyze their social, economic, and environmental impacts, and assess the potential implementation of green class tourism. The methodology incorporates descriptive analysis, the Contingent Valuation Method (CVM), Likert scale, and a literature review. The study reveals an alignment between supply and demand for implementing edutourism green classes, showcasing visitor Willingness to Pay (WTP) lower than the Willingness to Accept (WTA) of the manager. Prospective trial tourists exhibit a higher WTP compared to prospective non-trial tourists. The economic, social, and environmental impacts of edutourism green classes indicate positive outcomes, including income generation from tourism, waste reduction, and potential sustainability impacts on green activities. In essence, the edutourism green class shows significant potential for implementation in Cibanteng Village.
Unlocking the Private Sector Role in Supporting the Sustainable Multipurpose Forest Management in  Riau, Indonesia Rossita, Annuri; Nurrochmat, Dodik Ridho; Boer, Rizaldi; Santoso, Nyoto; Jaya, I Nengah Surati; Purwawangsa, Handian; Ekayani, Meti; Mutaqin, Faizal; Kautsyar, Muhammad Irsyad
Jurnal Manajemen Hutan Tropika Vol. 32 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Pertanian Bogor (IPB University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7226/jtfm.32.1.73

Abstract

This study aims to discover the private sector’s perspective on the sustainable transition of degraded forestlands, including the transformation of oil palm plantations in forest areas into multipurpose forests, identify current barriers in adopting sustainable multipurpose forest management practices on financing and policy aspects, and explore how the private sector can step up its role in forestland restoration. This study was based on field observations, key informant interviews, focus group discussions (FGDs), and literature reviews. This study aims to navigate a path for policy implementation toward decarbonization, as tenurial conflicts, particularly between oil palm plantations and forest areas, are critical for sustainable forest management in Riau. The private sector's interest in sustainable multipurpose forest management is higher when additional benefits from non-timber forest products (NTFPs) are high. This study also found that the private sector’s desire to support sustainable multipurpose forest management stems from the potential benefits of carbon trading. Regarding the carbon market, most respondents are willing to join when  carbon prices are USD4–6 ton-1 of CO2e. It indicates that the private sector is willing to support the domestic carbon market as regulated under the Minister of Environment and Forestry Regulation 21/2022. While the private sector has complied with most transformative policies and mechanisms, respondents expect further incentives and support, particularly to resolve the forestland conflict.
Willingness to Pay Wisatawan Terhadap Pengelolaan Sampah di Kawasan Wisata Alam Gunung Salak Endah, Kabupaten Bogor Kiki Yulia; Hadi Susilo Arifin; Meti Ekayani
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.123-133

Abstract

Kawasan Wisata Alam Gunung Salak Endah (GSE) merupakan salah satu destinasi wisata di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kabupaten Bogor. GSE mudah dijangkau baik dari Bogor maupun dari Jakarta. GSE memiliki berbagai destinasi alam yang indah seperti Curug Cigamea, Curug Kondang, dan pemandian air panas yang menarik banyak wisatawan. Jumlah wisatawan terus meningkat setiap tahun yang berdampak pada masalah lingkungan, yaitu berupa timbulan sampah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui dan mengeksplorasi persepsi wisatawan terhadap rencana kelola sampah kawasan wisata GSE berbasis wisatawan menggunakan mekanisme deposit refund dan (2) Menghitung willingness to pay wisatawan terhadap besaran uang jaminan dari potensi sampah yang dihasilkannya. Metode pengumpulan data skala likert dan Contingent Valuation Method (CVM) telah digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan mendukung dan bersedia membayar uang jaminan, jika kelola sampah sistem deposit refund diberlakukan dengan berbasis wisatawan di kawasan wisata alam GSE.
ANALISIS WACANA IMPLEMENTASI PROGRAM PERHUTANAN SOSIAL DI INDONESIA Nurul Iswari; Meti Ekayani; Dodik Ridho Nurrochmat
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 12 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v12i2.64837

Abstract

Pemerintah Indonesia berkomitmendalam upaya mencapaipembangunan hutanlestari dan kesejahteraan masyarakatmelalui program Perhutanan Sosial (PS). Kemunculan narasi kebijakan PS mulai meluas sejak ditetapkannya PermenLHK Nomor 83 Tahun 2016 tentang Perhutanan Sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui narasi dalam media ilmiah dan media massa berkaitan dengan kebijakan PS dan sekaligus menduga bahwa pelaksanaan PS menemukan berbagai hambatan. Sebagian besar pernyataan (statements)dalam artikel yang membahas tentang pelaksanaan PS merupakan artikel dalam media ilmiah, yaitu 308 pernyataan dari 82 artikel media ilmiah. Sedangkan dalam media massa diperoleh 41 pernyataan dalam 32 artikel yang membahas implementasi PS. Media ilmiah menilai bahwa kesuksesan pelaksanaan PS dapat terjadi karena peningkatan pendapatan masyarakat dan hal ini memotivasi masyarakat untuk terlibat dalam program PS. Para informan juga menilai bahwa dengan peningkatan pendapatan melalui program PS turut memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat, seperti peningkatan taraf pendidikan. Persepsi ini sejalan dengan narasi dalam media massa yang menilai bahwa PS memiliki dampak paling besar terhadap kualitas hidup masyarakat secara nonekonomi. Di sisi lain, pengaruh pelaksanaan PS terhadap perubahan sikap masyarakat dinilai positif oleh media ilmiah. Masyarakat memperoleh kepercayaan diri dalam mengelola kawasan hutan jika pemerintah memberikan izin akses.
Economic, Social and Environmental Impacts of Sultan Thaha Syaifuddin Forest Park Due to Oil Palm Plantation Expansion in Bungku Village, Batanghari Regency, Jambi Province Ahmad Mubarok; Annisa Putri; Eka Intan Kumala Putri; Meti Ekayani
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.222-231

Abstract

Oil palm (Elaeis guineensis) is a strategic plantation commodity that contributes significantly to Indonesia’s economy; however, the expansion of oil palm plantations may generate social and environmental impacts. This study aims to analyze the economic, social, and environmental impacts of oil palm plantation expansion on farming communities surrounding the Sultan Thaha Syaifuddin Forest Park (Tahura STS), Batanghari Regency, Jambi Province. The study employed a random sampling method with respondents selected purposively. Income analysis was used to estimate economic benefits, while descriptive analysis was applied to identify social and environmental impacts. The results indicate that oil palm plantation expansion increased farmers’ average income by 47% in the on-farm sector and provided additional income in the off-farm (21%) and non-farm (32%) sectors, resulting in an average total income increase of 23%. However, plantation expansion also triggered social conflicts between local communities and migrants and generated environmental impacts, including reduced groundwater availability, increased forest fire risk, and declining tree biodiversity.
Penerapan Teknologi Tepat Guna Berbasis Ekonomi Sirkular dalam Mendukung Desa Rendah Karbon dan Ketahanan Pangan Meti Ekayani; Arini Hardjanto; Marisa Ramadanti Mausul; Deffi Ayu Puspito Sari; Julie Ekasari
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3168

Abstract

Sampah makanan (food waste) merupakan salah satu isu penting di Indonesia karena berkontribusi terhadap timbulan sampah nasional dan emisi karbon. Berdasarkan laporan UNEP (2024), food waste di Indonesia mencapai 77 kg per kapita per tahun atau sekitar 20,9 juta ton pada 2022. Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu wilayah yang menghadapi tantangan tersebut, dengan timbulan sisa makanan mencapai lebih dari 319 ton per RW setiap tahunnya (Melati, 2022). Sebagai respon, program pengabdian masyarakat tahun kedua ini diarahkan untuk memperkuat penerapan konsep ekonomi sirkular berbasis teknologi tepat guna melalui tiga pilar utama: budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), pertanian dengan sistem irigasi tetes, dan perikanan berbasis bioflok tanpa molase. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi yang melibatkan Kelompok Tani Kebon Kopi Mandiri serta Komunitas Pabuaran Hijau. Inovasi teknologi, seperti penggunaan mesin pengayak maggot berbasis pedal, rak biopond empat jenjang, serta irigasi tetes berhasil mengoptimalkan lahan terbatas. Penerapan bioflok tanpa molase dengan pakan alternatif maggot juga memperkuat integrasi antara sektor perikanan dan pengelolaan sampah organik. Selain aspek teknis, pelatihan pemasaran berbasis digital marketing meningkatkan pemahaman peserta dalam strategi branding, segmentasi pasar, dan distribusi. Program ini berkontribusi pada peningkatan nilai tambah produk, perluasan akses pasar, serta penguatan ketahanan pangan desa berbasis ekonomi sirkular yang berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian SDGs 2 dan 12.
Agroforestry management systems through landscape-life scape integration: A case study in Gowa, Indonesia DIAN AYU LESTARI HASANNUDIN; DODIK RIDHO NURROCHMAT; METI EKAYANI
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 23 No. 4 (2022)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d230420

Abstract

Abstract. Hasannudin DAL, Nurrochmat DR, Ekayani M. 2022. Agroforestry management systems through landscape-life scape integration: A case study in Gowa, Indonesia. Biodiversitas 23: 1864-1874. Agroforestry has a potentially important role in increasing farmers' income and sustainable landscape management. The need to increase income from a community with limited land area, resulting in indiscriminate deforestation and shifting cultivation, has accelerated soil erosion. This study addresses the problem by evaluating land use and land cover change structure and prediction, providing plant types' preferences for agroforestry systems based on social, business feasibility, and ecological suitability. This study was conducted in Bontolerung Village, part of the KPH Jeneberang 1's working area, Tinggimoncong Sub-district, Gowa District, South Sulawesi Province, Indonesia. The data was collected from January to March 2021 using a snowball-purposive sampling method. The analysis data used land use and land cover change, land management patterns, cost and revenue, household expenditure and income, financial feasibility -Net present value (NPV), Benefit-cost ratio (BCR), and Internal rate of return (IRR), and ecological suitability (invasive series). The study finds that forest cover losses are 17% from 2010-2020 and converted into agricultural land. The agroforestry patterns of coffee, coffee-cloves, and coffee-cloves-iles-iles are feasible to cultivate following the NPV, BCR, and IRR criteria. Agroforestry systems contributed 26% to farmer household income. The value shows a low percentage compared to the non-agroforestry income (74%). The coffee-cloves agroforests show the highest gains with an average annual income of IDR 43,017,192 (US$ 3,024.9). This study promotes using agroforestry to reforest the existing degraded lands. Agroforestry systems offer great potential for environmental conservation and contribution to human well-being.
Perbedaan Pendapatan dan Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Adopsi “SRI” di Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung Anjar Hilman Wiguna; Ahyar Ismail; Meti Ekayani
Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah
Publisher : Program Studi Manajemen Pembangunan Daerah. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jurnal_mpd.v18i1.56011

Abstract

ABSTRACT Rice monoculture farming in using fertilizers and inorganic pesticide as the effect of green revolution potentially to be environment problem. One of the friendly environtment farming as the solution is System of Rice Intensification (SRI). The aim of the research is to analyze differences farmer’s income who applying SRI and conventional way, identify adoption level of SRI and influential adoption factors. The result shows average SRI farmer’s income is twice higher from the conventional with 1,59 ;1,35 R/C ratio. Higher production and selling price impacts higher SRI farmer’s income. There are 70,83% from all over respondent know the SRI and the rest (29,17%) don’t know about the SRI. But some who know doesn’t apply it because by it’s high production cost, in this case is organic fertilizers. Adoption level of using organic fertilizers component is in “kadang sesuai anjuran” (KSA) level, but the application of whole SRI component is in “sering sesuai anjuran” (SSA) level. The significant factors in adopting SRI are age, farming experience, education, land area, utilization of agricultural waste, premium price and efficient-water use. Keywords: SRI (System of Rice Intensification), farmer income, level of adoption, the influential factors
Co-Authors . Nuva ., Suharno Aceng Hidayat Adinda Rizki Putri Sulistiyanto Ahmad Mubarok Ahyar Ismail Airana Nafira Ramadhita Akhmad Fauzi Alinda F. M. Zain Amperanoto, Agus Angela Ruban Angga Nalindo Utama Anindika Putri Lakspriyanti Anjar Hilman Wiguna Annisa Putri Annisa, Ikhda Arief Sabdo Yuwono Arzyana Sunkar Asti Istiqomah Aulia Andi Mustika Bahroin Idris Bahroin Idris T Bambang Hero Saharjo Bimbi Irawan Bimbi Irawan, Bimbi Budi Purwanto Cepi Al Hakim Cut Febie Idilia Danang Pramudita Danang Pramudita, Danang Dandi Taufiqurahman Deffi Ayu Puspito Sari Deffi Ayu Puspito Sari Desi Wulansari Dewi Raswatie, Fitria DIAN AYU LESTARI HASANNUDIN Diandra, Muh. Syabril Dindin Syawaludin Pratama DODIK RIDHO NURROCHMAT Dodik Ridho Nurrochmat Dodik Ridho Nurrochmat Drajat Martianto Egi Mariah Nurpagi Eka Intan Kumala Putri Endriatmo Soetarto Eva Anggraini Fauzah Febrita, Joana Fernando Sinaga Fibrianis Puspita Anhar Fifi Diana Thamrin Fifi Gus Dwiyanti Fredian Nugroho, Irzan Gilang Pratama Saragi Hadi Susilo Arifin Handian Purwawangsa Hardjanto , Arini Hudaya, Aang I Nengah Surati Jaya IBNUL QAYIM Iding Supriatna Idrus, Sukarmin IPB, BPKB James Thomas Erbaugh James Thomas Erbaugh Jibria Ratna Yasir, Jibria Ratna Julie Ekasari Kautsyar, Muhammad Irsyad Kesumariani, Pipin Kiki Puspita Amalia Kiki Yulia La Ode M. Maaruf Lailan Syaufina Lidya Rahma Shaffitri Lidya Rahma Shaffitri Mangngi Tiga, Melvi Reimon Marisa Ramadanti Mausul Melvi Reimon Mangngi Tiga Mutaqin, Faizal Nadhifah, Putri Addini Arsya Naka Yuliansyah Nanda, Cut Sarah Aulia Ni Putu Manacika Manupada Norita Vibriyanto Nurita Nurita Nurjanah Nurjanah Nurul Iqamah Elza Nurul Iswari Nuva Nuva Nyoto Santoso Osmaleli Osmaleli, Osmaleli Park, Mi Sun Puspita Octaria Putra, Heriansyah Putri, Tursina Andita Rahmani, Tabah Arif Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rai Sita Rany Utami Rany Utami Relita Novianti Rifnadhi, Bayu Rina Mardiana Rita Rahmawati Rizaldi Boer Rizqiyyah Yasmin Rizqiyyah Yasmin K Rossita, Annuri Rukmana, Adi Samudra Hamonangan sapanli, kastana Sari, Windi Mayang SATRIYAS ILYAS Setiawan, Ardi Shella, All Free Siti Hasanah Siti Hasanah Sri Mulatsih Suharti, Sri Tabina Aurelia Ardiva Tampubolon, Bahroin Idris Tatang Tiryana Tommi Febrian Tri Utomo, Emod Tridoyo Kusumastanto Utami, Annisa Dwi Utomo, Emod Tri Widhi Depi Saputro Yati, Paskalia Yayat Hidayat Yuli Yulianti Yuliansyah, Naka Yusman Syaukat Zaenal Abidin Zain, Alinda F.M.