Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KOLABORASI INTERPROFESIONAL APOTEKER DAN DOKTER PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KOTA SEMARANG BERDASARKAN PERSPEKTIF APOTEKER Gloria, Fransisca; Ana Auleina, Revly; Rizki Al Farizi, Gilang
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 4 No 02 (2025): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v4i02.6641

Abstract

The abstract in this section is written in English. Abstract consists of 200-500 words. typed in English and Bahasa Indonesia with 200-500 words in 1 column with 11pt font 1.0 spacing. Briefly explain backgrounds, objectives, methods, results and conclusion. Background : Interprofessional collaboration is a process of communication and joint decision-making with the aim of achieving successful patient therapy by respecting each other and the abilities of each health worker. Each health profession must be connected in one direction to achieve the same vision and must understand each other's roles and work tasks so that they can optimize clinical outcomes in treating chronic diseases. One of the diseases that requires effective and optimal collaboration between pharmacists and doctors is hypertension. This is because hypertension is one of the diseases with very high mortality and morbidity rates in the world. Objective : This study aims to see the picture of interprofessional collaboration between pharmacists and doctors in handling hypertension patients at Semarang City Health Centers. Method : This study was conducted through an observational approach with a cross-sectional design in the period June - July 2022 using the Collaborative Working Relationship (CWR) model. The population in this study were all pharmacists and doctors, each numbering 33 people who work at the Semarang City Health Center with a total of 33 Health Centers. The data analysis used in this study was descriptive univariate. Result : Based on the results of the study, the gender of the 33 pharmacist respondents was all female (100%), most respondents (51.5%) were 25-30 years old, and respondents were 41-55 years old (30.3%), the average level of education of respondents was S1+Profession (100%) and the length of work of some was 1-5 years (60.6%). In the trust domain, moderate results were obtained, the role specification domain obtained sufficient results, the initiation relationship domain obtained moderate results and in collaboration, quite effective results were obtained. Conclusion : Based on the trust domain, pharmacists have moderate trust in doctors, pharmacists have sufficient role specification towards doctors, pharmacists have moderate initiation relationships, and pharmacists' collaborative practices are quite effective towards doctors.
Analisis Perencanaan dan Pengendalian Pengadaan Obat Berdasarkan Metode ABC di Apotek Berkah Dalem 2 Kabupaten Semarang Setyowati, Anik; Gloria, Fransisca; Wibowo, Anisa Devi Kharisma; Alfarizi, Gilang Rizki
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1785

Abstract

Apotek berperan penting dalam pelayanan kesehatan dengan menyediakan obat yang berkualitas dan aman, namun ketersediaan stok obat yang tidak merata masih menjadi tantangan utama. Ketersediaan stok obat yang tidak merata masih menjadi permasalahan dalam memenuhi kebutuhan melaksanakan upaya pelayanan kesehatan, dimana masih banyak keluhan tentang kekosongan dan kelebihan stok obat. Upaya untuk menjamin kelengkapan obat dan efisiensi anggaran perlu dilakukan analisa saat perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan dan pengadaan obat di Apotek Berkah Dalem 2 menggunakan metode analisis Always Better Control (ABC), Hasil analisis menunjukkan bahwa Apotek Berkah Dalem 2 memiliki 1168 item obat dengan total nilai investasi Rp 300.191.907,50. Pengelompokan obat berdasarkan metode ABC kelompok A adalah sebanyak 265 item obat dengan nilai investasi sebesar Rp. 212.829.375,00 atau 70,90% dari total keseluruhan investasi,dengan jumlah penjualan 256 item obat atau 22.69% dari 1168 item dari total investasi obat. Kelompok B adalah sebanyak 315 item obat dengan nilai Rp. 60.254.800,00 00 atau 20,07% dari total keseluruhan investasi, dengan jumlah penjualan 315 item obat atau 26.97% dari 1168 item obat. Kelompok C adalah sebanyak 588 item obat dengan nilai Rp. 27.107.733 ,00 atau 9,03 % dari total keseluruhan investasi ,dengan jumlah penjualan 588 item obat atau 50.34 % dari 1168 item obat. Metode ABC terbukti efektif dalam mengelompokkan obat berdasarkan nilai investasinya dan membantu apotek menetapkan prioritas pengadaan, pengendalian, serta alokasi anggaran yang lebih efisien. Penelitian ini berkontribusi dalam menajemen farmasi terkait efisiensi anggaran dan perencanaan stok  obat.
Penyuluhan DAGUSIBU dan Pengumpulan Sampah Obat Rumah Tangga Warga Kelurahan Miroto Kota Semarang Gloria, Fransisca; Adrianto, Madyo; Alfiyaturrakhma, Untsa; Santoso, Rizky Budi; Maharani, Putri; Aldila, Silvy; Nurainy, Farah Destyana; Hardiyati, Siti Farah; Arini, Yovita Dwi; Dahliyanti, Novita Dwi
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2025): IJPM - Desember 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1078

Abstract

Pengetahuan mengenai obat merupakan suatu hal yang wajib dimiliki oleh masyarakat. Hasil observasi dengan wawancara masyarakat di wilayah Kelurahan Miroto Semarang, diperoleh keterangan bahwa masyarakat belum memahami pentingnya untuk mengetahui batas kedaluwarsa obat (Expired Date/ED), periode setelah kemasan obat dibuka (Period After Opening/PAO), serta batas penggunaan obat yang sudah diracik (Beyond Use Date/BUD). Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap aspek keamanan penggunaan obat di rumah tangga sehingga perlu adanya edukasi kepada masyarakat melalui program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang). Tujuan dari DAGUSIBU adalah untuk meningkatkan pemikiran dan kesadaran masyarakat tentang cara yang tepat untuk menggunakan obat dan pengumpulan sampah obat di rumah tangga. DAGUSIBU adalah sebuah program yang dipelopori oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk meningkatkan kesadaran penggunaan obat. Program ini dilakukan di kelurahan Miroto Semarang pada bulan Oktober 2024. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan/edukasi tentang DAGUSIBU yang baik dan benar serta pengumpulan sampah obat di rumah tangga dan diskusi tanya jawab pada akhir kegiatan. Dari kegiatan tersebut didapatkan bahwa masyarakat meningkat pemahamannya terkait dengan DAGUSIBU dan dapat mengumpulkan sampah obat berdasarkan nama obat, bentuk sediaan, dan jumlahnya